High School DxD (Bahasa Indonesia):Jilid 9
Berikut adalah Ilustrasi Novel yang terdapat dalam High
School DxD Jilid 9:
Halaman Sampul
Halaman 013
Halaman 091
Halaman 161
Halaman 317
Halaman 361
Iblis, Malaikat Jatuh, dan Naga — mereka adalah musuh umat manusia. Ini sangat masuk akal.
Dan kau — yang merupakan Iblis dan Naga; tak bisakah kau
melihat kalau manusia memandangmu sebagai sesuatu selain ancaman?
Daftar isi
Life 0.
“Tolong...........Ise-kun, beri aku.........”
Di suatu malam sebelum piknik sekolah.
Dengan rambutnya tergerai, Akeno-san tengah menyudutkanku di
ranjang!
Akeno-san mengenakan Yukata tipisnya dengan longgar, tapi
sudah mulai hampir lepas, dan kulit putih pucat di bahunya terlihat jelas.
Bukan hanya itu, bahkan area dadanya cukup terbuka untuk dilihat...........
Glek.
Aku hanya bisa menelan ludah di mulutku, tak mampu
menyingkirkan tatapanku dari eksistensi pink yang berguncang dalam pandanganku.
Dengan ekspresi menggoda, Akeno-san tengah merangkak dan mendekatiku dengan
agresif!
Di setiap gerakan, payudara montoknya berguncang,
menciptakan image yang akan kuhargai baik baik seumur hidupku!
“........Ise-kun akan mengabaikan aku dan bersenang senang
di Kyoto........”
Akeno-san menangis sedih, lengannya melingkari leherku,
tubuh lembut nan langsingnya bersandar dengan erat di tubuhkuuuuuuuuuuuuu!!
“Ba, bagaimana mungkin begitu, Akeno-san, itu kan hanya
empat hari tiga malam. Kita akan bisa saling bertemu segera.”
Aku menjawab dengan suara senang. Jujur saja, pikiranku
nyaris meledak oleh sensasi dari tubuh Akeno-san.
Yukatanya hampir betul betul lepas dan Akeno-san mendekatiku
hampir telanjang!
Mimisan luar biasa.........
A-Aroma manis dari rambut hitam lembut
Akeno-san..........tubuh dengan kehangatan menyenangkan, dia pasti baru saja
keluar dari kamar mandi.
Akeno-san berbaring di atas dadaku dan bersuara seolah dia
ingin menangis.
“......selama dua hari, aku takkan bisa menemuimu.......?
aku bisa mati kesepian.......”
........Kenapa dia begini? Bahkan sejak pertarungan melawan
Loki, Akeno-san menunjukkan hasrat yang kuat agar aku memanjakannya saat
berduaan saja dengannya. Saat menonton televisi di ruang tengah, dia lengket
denganku dengan kepalanya bersandar di bahuku; saat dia mengundangku berbelanja
dan aku menjawab, ”maaf, aku lagi sibuk.....” dia cemberut dengan ekspresi
marah yang imut. Setelah aku mengganti jawabanku ke ‘ayo pergi’ dia segera
kembali pada senyuman luar biasa imutnya. Dari segi suara dan sikap,dia sudah
bertransformasi menjadi gadis imut yang mudah disalahartikan sebagai gadis
sebaya atau bahkan lebih muda dariku.
Onee-sama imut ini sudah melampaui Buchou dalam banyak hal.
Meski ia masih mempertahankan sikap Onee-sama seperti biasanya di sekolah,
semua itu berubah di depanku........
Buchou dan Akeno-san pasti menyembunyikan seni “Membunuh orang
dengan sikap imut”.
Akeno-san meraih tanganku dan menempelkan kesepuluh jarinya
dengan jariku.
“Jadi, untuk malam ini, aku akan mengisi empat hari dan tiga
malam bersamamu.”
“Me, mengisi.....?”
Otakku hampir mendidih, tapi aku berusaha menahan diriku dan
bertanya. Kalau Akeno-san yang imut ini melakukannya bersamaku, aku bersedia
mati hari ini tanpa penyesalan.........
“Ya, mengisi. Merasakan kulit Ise-kun, dimanjakan oleh
Ise-kun, merasakan kejantananmu, aku akan bisa mengalami arti sejati menjadi
seorang wanita.”
Kata kata itu begitu menstimulasi dan aku tak kuasa
menghentikan aliran darah dari hidungku! Tak bagus tak bagus! Dia senior yang
sangat kuhormati! Meskipun dia sangat imut sampai bisa disalahartikan sebagai
gadis kecil, aku tak bisa membuang rasa hormatku!
“Ke-Kenapa harus begitu. A-Aku hanya junior......”
“......Tolong jangan gunakan honorifik sepanjang waktu
ini......”
Akeno-san menginterupsiku. Warna di iris matanya seolah
mengucapkan “Kenapa?”
“Tapi, tapi, Akeno-san adalah senior........”
Akeno-san menggenggam seprai ranjang dengan erat.
“Tak ada senior dan junior di atas ranjang. Hanya ada pria
dan wanita. Hanya itulah yang penting disini.”
“P-Pria dan wanita..........”
Glek.....aku hanya bisa menelan ludah keras lagi. Pp-Pria!
Ww-Wanita! A-apa ini, kekuatan tak terlihat apa yang dibawa oleh kata kata
erotis ini!?
Akeno-san mendekatkan wajahnya, bibir kami hampir — Ah, pada
saat seperti ini, seseorang yang paling mungkin muncul adalah—
“Akeno? Apa yang kamu lakukan.....?”
.................
...........Merasakan aura Iblis yang sulit digambarkan, aku
dengan takut menolehkan kepalaku untuk mendapati Onee-sama berambut Crimson
dengan aura mengerikan di tubuhnya! Tentu saja! Aku tahu itu!
Rambut Crimson panjangnya itu bergetar kuat karena aura yang
sangat besar! Aku benar benar akan dibunuh kali ini!
Akeno-san hanya berujar ‘ufufu’, tertawa menggoda dan mulai
menyibakkan rambut hitam panjangnya.
“Ara ara,seram — Onee-sama tengah memelototi aku dan
Ise-kun. Mungkinkah,melihat kami seperti ini, kamu jadi cemburu? Ufufu.”
“Aku baru saja bermaksud mandi dan kamu sudah menggoda Ise,
sudah berapa nekat kamu sekarang?”
“Aku selalu senekat ini, sepanjang waktu. Lihat — seperti
ini......”
Menggosok, kencang.
Akeno-san menekan tubuh lembut langsingnya kepadaku dan
gerakan menggosok itu menstimulasi seluruh tubuhkuuuuuu!!! Wajah! Payudara!
Lengan! Paha! Kelembutan feminin unik dan fleksibilitas itu membuatku merasa
seluruh fungsi tubuhku akan berhenti seketika!
“......Betul juga. Akeno-san curang......”
....! suara ketiga! Akal sehatku kembali untuk mendapati
seseorang memeluk kepalaku dari belakang. Melihat ke arahnya—
“Koneko-chan!? Kapan, kapan kamu.......”
Ya, itu adalah Koneko-chan! Apa dia menyembunyikan hawa
kehadirannya dan menyusup ke ruangan? Mengenakan baju putih tipis, melepaskan
telinga dan ekor, memeluk kepalaku erat erat dengan tubuh kecil imutnya!
Mmmmmmm! Tubuh Koneko-chan juga lembut dan empuk, dengan
aroma yang manis..........
“......Aku tak mau berpisah dari Senpai juga......Senpai,
mari kita lakukan perawatan Senjutsu untuk beberapa hari malam ini.......”
Koneko menekan tubuhnya ke punggungku sambil menunjukkan
ekspresi kesepian!
Inikah perasaan luar biasa karena dipeluk dari belakang oleh
gadis mungil!? Ekor putih berbulunya melingkari pergelangan tanganku. Ah, bulu
lembut di ekor Koneko-chan terasa sangat nyaman.
Ngomong ngomong, Koneko-chan! Tampilan nekat semacam ini
hanya digunakan saat kita berduaan saja! Tak apa apakah kalau dilihat orang
lain!?
Atau apakah karena aku akan pergi untuk piknik sekolah jadi
kamu bersikap seperti Akeno-san!?
“Ba-bahkan Koneko.........Tapi Ise jelas jelas
milikku........Dia adalah Ise yang paling kusayangi.......Kalian semua sudah
berlebihan!”
Ini semua jadi semakin semrawut. Di depanku, Buchou bergetar
hebat, wajahnya cemberut berkaca kaca! Onee-sama ! ekspresi itu sangat
manis!
Patan![1]
Dengan sebuah suara, pintu terbuka dan menunjukkan Asia.
Melihat situasi disini, dia mulai menangis tersedu.
“Bagaimana! Bagaimana bisa begini.......bukan hanya Rias
Onee-sama, tapi Akeno-san dan Koneko-chan juga! Ooh ooh ooh, hanya meninggalkanku.......?
tak bisa diterima! Aku harus ikut serta juga! Hei--!”
Asia melompat ke ranjang! Memegang kakiku, dia memelukku
erat erat dengan keyakinan untuk tak pernah melepaskanku!
“Aku takkan melepas Ise-san! Kami harus tidur bersama malam
ini!”
Ini hampir menjadi situasi luar biasa! Akeno-san,
Koneko-chan, dan bahkan Asia memelukku dengan erat.........ini, bukankah ini
sebuah kebahagiaan!? Tapi rasanya ada yang salah? Aku sangat senang, tapi entah
kenapa dalam kepalaku, kenapa mereka semua saling bertengkar memperebutkan
aku!?
Ini jelas jelas situasi yang sangat mewah, tapi entah kenapa
situasinya jadi semakin kacau!
Buchou akhirnya tak tahan lagi dan mulai berteriak.
“Astaga! Kalian semua! Kenapa kalian tak mau mendengarkanku,
majikan kalian!”
Buchou memberi perintah sebagai Majikan. Namun, para gadis
tak punya niat mematuhinya dengan tenang.
“ “ “Karena dia adalah—“ “ “
“Ise-san-ku!”,”Senpai-ku....”,”Ise-kun-ku!”
“Tidak! Dia milikku!”
Teriakan Buchou yang hampir menangis menggema sepanjang
rumah.
Seiring piknik sekolah semakin dekat, ranjangku berubah
menjadi medan perang yang membagi perasaanku diantara kebahagiaan dan
kecemasan.
.........Akankah piknik sekolah nanti berjalan dengan
lancar?
Life 1 : Ya! Mari pergi ke Kyoto!
Bagian 1
“Di masa depan aku ingin mendirikan sekolah sihir Norse di
wilayah Gremory, dan memulai latihan bisnis Valkyrie baru dari para Iblis
wanita.”
Rossweisse-san tengah mendeskripsikan rencana untuk masa
depannya.
“Sebagai Malaikat, aku tak pernah menduga akan bisa
mengunjungi rumah Iblis Kelas Tinggi, sungguh kehormatan besar! Ini pasti
merupakan berkah dari Tuhan dan...........Maou sama!”
Irina juga sangat senang.
Seiring tanggal untuk piknik sekolah semakin dekat, kami
para budak Gremory plus Irina sedang mengobrol dengan orang tua Buchou, sembari
meminum teh di ruang makan kediaman Gremory.
Untuk merayakan lengkapnya timnya, Buchou perlu
memperkenalkan ulang kami semua pada orang tuanya.
Dengan elegan menghisap tehnya sambil berbicara, apa ini
hobi yang dimiliki para Iblis kalangan atas? Atau mungkin karena aku belum
pernah mendapat pengalaman minum teh dan mengobrol dengan dikelilingi budak
sebanyak ini, aku merasa sangat tak nyaman.
“Hahaha, Rossweisse-san sepertinya sangat tertarik pada
industri Iblis. Sebagai kepala keluarga Gremory, aku akan menantikan
kontribusimu.”
Ayah Buchou tertawa dengan terbuka. Seperti biasa, dia
bersikap layaknya bangsawan sejati.
Ibu Buchou menyisip tehnya, meletakkan cangkirnya, dan
mengubah topik.
“Ngomong ngomong, Ise-san dan kalian semua kelas 2 akan
bertamasya sekolah sebentar lagi, kan? apa kalian akan pergi ke Kyoto di
Jepang?”
“Ya, ya. Menurut rencana, kami akan segera berangkat ke
Kyoto.”
Aku menjawab. Ibu Buchou sangat ketat dalam tata krama,
sehingga aku mengucapkan setiap kalimat dengan sopan santun.
“Tahun lalu, Rias membawa pulang beberapa acar Jepang dari
Kyoto yang rasanya cukup enak.”
Ibu Buchou benar benar memakan acar Jepang? Tidak, Buchou
juga memakannya di rumah. Tapi, aku merasa kaget oleh fakta itu. Mustahil untuk
mengaitkan Nona Gremory bangsawan dengan acar Jepang.
“Saya.......Budak belian anda akan membawakan kembali
sepulang piknik nanti.”
“Ara......bukan itu maksudku.......aku minta maaf, kamu sama
sekali tak perlu melakukan itu, kan?”
Mendengar jawabanku, Ibu Buchou sedikit tersipu dan
meletakkan tangannya di sudut mulutnya. Responnya itu diluar dugaan sangat
manis!
Setelah sejumlah obrolan sepele, pesta teh perayaan penyempurnaan
tim berakhir dengan sukses.
Setelah pesta teh, kami bersiap untuk pulang ke rumah
melalui lingkaran sihir.
Namun, Sirzechs-sama tiba tiba kembali ke istana Gremory,
dan kami harus menyapanya sebelum pergi.
“Aku akan ikut juga!”
Mirikyasu-sama juga ingin menemui Ayahnya, jadi dia ikut
bersama kami.
Di jalan spesial yang hanya digunakan ketika Sirzechs-sama
kembali ke istana, Sirzechs-sama tengah menemui seseorang – seorang tamu
berambut hitam.
Ah, melihat lebih dekat, tamu itu adalah Sairaorg-san dalam
busana ningrat.
“Terima kasih untuk keramah tamahannya. Kelihatan bagus,
Rias dan Kaisar Naga Merah.”
Bahkan dibawah situasi formal seperti itu, hawa kehadiran
kuat masih terasa padanya. Mata garangnya bersinar penuh semangat dan
keteguhan.
“Ya, syukurlah kamu datang untuk menyapa kami. Kamu juga,
terlihat menawan – tapi aku mohon maaf untuk sapaanku yang tertunda. Onii-sama,
salam. Kami dengar kamu pulang ke rumah dan datang untuk menyapamu.”
“Jangan terlalu bersikap formal, itu membuatku tak nyaman.
Terima kasih kalian semua.”
Sirzechs-sama mengambil Mirikyasu-sama di tangannya dan
tersenyum pada kami.
Alasan dia kembali ada hubungannya dengan Sairaorg-san?
Kalau itu memang benar, maka itu pasti ada kaitannya dengan pertandingan yang
akan datang.
Saat aku kebingungan memikirkan itu, Buchou menanyai
Sirzechs-sama.
“Onii-sama, Sairaorg datang karena......?”
“Ya, dia datang kemari untuk mengantar buah buahan,
spesialitas dari wilayah Bael. Sepupu kita benar benar tenggang hati. Kami
sedang membicarakan tentang bagaimana Rias harus mengunjungi keluarga Bael
untuk mengungkapkan rasa terima kasih kita kapan kapan nanti.”
Sirzechs-sama berbicara. Ya, bagi Sirzechs-sama,
Sairaorg-san adalah sepupunya dari pihak Ibu. Berpikir seperti itu, status
Sairaorg-san sebenarnya cukup tinggi.
“Kami sedang membicarakan beberapa hal tentang pertandingan
berikutnya. Rias, dia tak punya permintaan khusus tentang aturan, kecuali kalau
semua pembatasan yang rumit harus diangkat dari peraturan pertandingan.”
“—“
Mendengar kata kata Sirzechs-sama, Buchou terkejut namun
matanya menjadi serius.
“Sairaorg, jadi singkat kata, tak peduli berapa banyak
elemen tak pasti yang ada di pihak kami, kamu akan menerima itu semua, itukah
yang kamu maksudkan?”
Pada pertanyaan serius Buchou, Sairaorg-san tersenyum dengan
berani.
“Benar sekali. Entah itu Vampir yang menghentikan waktu,
atau Sekiryuutei yang membaca pikiran dan memusnahkan pakaian wanita, aku akan
hadapi mereka semua.—Kalau aku tak bisa menangani seranganmu, mana bisa aku
menyebut diriku pewaris keluarga Bael?”
[--!]
Penerimaan terbuka Sairaorg-san membuat kami para budak
tercengang.
.....Sungguh semangat dan keyakinan luar biasa. Pria ini
benar benar ingin menghadapi kami secara penuh.
Dengan mata menusuk, Sairaorg-san menatap Buchou dan
kemudian beralih padaku.
.....Itu adalah hawa kehadiran sunyi yang memberikan
perasaan dingin dan menakutkan, namun sama sekali tanpa niat jahat. Tak
sedikitpun hawa kejahatan terasa padanya.
Hanya semangat bertarung murni. Pria ini juga maniak
pertarungan seperti Vali, namun keduanya sama sama tak membawa niat jahat.
“....Seram sekali. S-Sampai ada seseorang yang benar benar
ingin menghadapi kekuatanku dengan serius......ini menjadikannya jauh lebih
seram!”
Gasper bersembunyi di belakang punggungku, menunjukkan
ekspresi ketakutan. Dia benar, karena pria ini berniat menghadapi kekuatan
penghenti waktu yang kuat.
B-bahkan jurusku pun diterima......itu membuatku sangat
bersyukur! Terima kasih!
Menyaksikan reaksi kami, Sirzechs-sama membuat saran.
“Ya, tak ada peluang yang lebih baik daripada pertemuan kali
ini. Sairaorg, kau pernah berkata kalau kau ingin berlatih tanding dengan
Sekiryuutei – Ise-kun, kan?”
“Itu benar, aku mengatakan itu sebelumnya........”
“Mari kita lakukan pertandingan persahabatan. Bukankah kau
ingin merasakan tinju dari Naga Langit?”
........
Karena ketiba tibaan itu, pikiranku menjadi blank sama
sekali.......namun setelah sebuah jeda, aku bisa bereaksi.
A-A-Apaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!?
Memintaku bertarung dengan Sairaorg-san sekarang juga!? yang
benar saja! Tidak tidak, biarpun kau tiba tiba mengatakan itu........!
Mengabaikan mataku yang terbuka lebar karena kaget,
Sairaorg-san menanyai Buchou.
“Rias, apa kau mengizinkan?”
Buchou merenung untuk sesaat, kemudian menjawab dengan
mantap.
“.....Karena Onii-sama......bukan, Maou-sama mengatakan itu,
maka sewajarnya aku tak berhak menolak. Ise, tak apa apa kan?”
--!
Kenapa bicara begitu!? Masa sih! Aku harus maju!?
.....Uwuwu, kalau Buchou mengatakan itu, aku tak bisa menolak........dan di
depan Asia, Akeno-san, dan para gadis, aku tak boleh kelihatan lemah di hadapan
mereka.
“.....Ya, ya! Kalau kamu tak keberatan!”
Aku melangkah ke depan dan membuat pernyataan seperti itu!
karena sudah jadi begini, aku tak punya pilihan selain mengerahkan segenap
kekuatanku!
.....Bagaimanapun juga, cepat atau lambat kita harus
menghadapi serangan dari Iblis muda terkuat, Sairaorg-san.
Kalau itu masalahnya, maka biar aku menghadapinya sekarang
untuk menyediakan referensi berguna untuk pertandingan nanti! Lebih jauh lagi,
dengan menyaksikan pertarunganku dan Sairaorg-san, para budak lain bisa
mempelajari sesuatu dari itu.
Usai Sairaorg-san dan aku saling bertukar pandang,
Sirzechs-sama mengangguk setuju.
“Maka tunjukkan padaku tinju dari yang pertama diantara
generasi baru Iblis dan Sekiryuutei.”
Mendengar itu, Sairaorg-san—
“Terima kasih untuk kesempatannya. Akan kutunjukkan secara
jelas padamu, tinjuku.....”
Wajahnya menampakkan senyum berani.
Di basemen istana Gremory terdapat aula latihan yang luas,
yang bisa dengan mudah dimasuki seluruh stadium Akademi Kuou.
Kami dari Gremory dan Sairaorg-san pergi kesana bersama.
Sedangkan Mirikyasu-sama, Grayfia-san membawanya ke tempat lain untuk menunggu.
Di depanku, Sairaorg-san melepas busana ningrat indahnya,
dan hanya mengenakan kaos abu abu.
.....Bahkan melalui kaos, tubuh sempurnanya bisa terlihat
jelas.......berotot dan sangat kekar, lengan atas yang terbentuk dengan kuat,
dan tinju besar. Otot di bahu dan punggungnya nampak berisi.
Lebih jauh lagi, dia juga berwajah tampan. Benar benar dari
keluarga Ibu Buchou.
“Ddraig, ayo maju.”
[Serahkan padaku!]
Aku memanggil gauntlet di tanganku, dan penghitungan Balance
Breaker dimulai.
Meski selama tak ada hal serius dalam pertarungan, armor
Balance Breaker bisa dipertahankan untuk jangka waktu yang lama, namun medan
tempur sangat sulit diprediksi dan aku akan selalu merasa gugup sepanjang batas
waktu singkat.
Namun, sepanjang penghitungan, Sairaorg-san menunggu dengan
sabar.
.....Apa dia sepercaya diri itu? itu pasti karena dia ingin
melihat kekuatan penuhku, dan tak ingin melakukan hal hal tak perlu. Semua
orang disini memahami itu.
Aku tak bisa menunjukkan sikap pengecut di depan para budak
lain, serta Buchou. Biarpun aku kalah, aku harus bertarung sampai mati dan
mempertaruhkan segala yang kupunya......—Sekarang, penghitungan sudah berakhir.
[Welsh Dragon Balance Breaker!!!]
Dengan gauntlet bersuara ia memancarkan cahaya merah, dan
menutupi seluruh tubuhku. Aura merah itu mengambil bentuk armor – Boosted Gear
Scale Mail!!
“Pak!” sayap Naga raksasa membentang dari punggungku dan aku
bersiap menyerang. Dengan gerakan mengalir, Sairaorg-san juga memasang posisi
bertarung.
.....Meski aku sudah melihat video pertandingan diantara
Sairaorg-san dan si berandalan dari keluarga Glasya Labolas, kecepatan
Sairaorg-san lebih tinggi dari yang kuduga.
Bahkan kecepatan dewa Kiba akan merasa terancam dengan
kecepatan ini. Mungkin, dia lebih cepat dariku.......Aku tak boleh membiarkan
lawanku membuat langkah pertama.
Aku harus mengambil inisiatif dengan resolusi bunuh diri!
Gooooooooooooooooooooooo!
Menghembuskan booster punggungku sampai max, aku terbang
lurus ke depan!
Mempersiapkan tinju lurus ke depan, aku mengacungkan
tanganku ke depan! Selanjutnya adalah memukul dalam satu serangan--!
.....Kenapa dia tak mengelak!? Dihadapkan dengan kekuatan
tinju besarku, Sairaorg-san sama sekali tak berusaha untuk mengelak!
Brengsek! Apa kau berkata kalau tak ada artinya untuk
mengelak! Oke, silahkan menerima tinjuku!
BRAGH!
Dengan suara memekakkan telinga, tinju lurusku membuat
kontak dengan wajah Sairaorg-san!
--! D-Dia sama sekali tak mengelak! Bukan hanya itu, itu
serangan sempurna dan telak!
Perasaan bergidik.
Dalam kontak sekejap itu, aku tiba tiba merasakan hawa
dingin tak terjelaskan, memaksaku untuk segera mengambil langkah mundur.
Setelah memasang jarak darinya, aku memasang posisi untuk
menyerang lagi.......namun tubuh Sairaorg-san tak menampakkan tanda tanda luka.
....Tunggu sebentar! Aku memusatkan seluruh kekuatanku pada
tinju barusan.....Meski Boost tak digunakan, mana mungkin dia bisa tak terluka
tanpa bertahan sama sekali!
Sairaorg-san menunjuk bagian yang terpukul dan tersenyum.
“Tinju yang bagus. Langsung menuju poin, tinju murni yang
penuh hasrat kuat. Iblis normal pasti akan kalah sekejap oleh tinju itu,
namun—“
Sairaorg-san menghilang di depan mataku—
“—Aku bukan Iblis biasa.”
Suara dan tinju Sairaorg-san tiba tiba datang dari belakang
punggungku!
BRAGH! KACHING!
Tinju Sairaorg-san kena telak di tubuhku!
--! Kapan dia berada di belakang punggungku! Sial! Meski aku
mengangkat tanganku untuk bertahan namun hantaman keras tinjunya sangat
mengejutkan!
Biarpun serangan itu tertahan oleh silangan
lenganku.....namun gauntletku! Bagian Gauntlet armorku hancur hanya dari tinju
barusan!?
Tubuhku sama sekali kehilangan keseimbangan, aku dengan
cepat bergerak mundur dengan menembakkan kekuatan Iblis melalui booster
belakangku.
....Cepat sekali! Mataku tak bisa mengikuti sama sekali!
Selain itu, dia menghilang! Kupikir mataku sudah terbiasa dalam menangkap
gerakan berkecepatan tinggi dari latihan dengan Kiba!
Meremehkan dia? Mungkin sedikit. Tapi tetap saja, aku tahu
bukan hanya itu alasannya. Apalagi, tanganku terasa kaku dan nyaris mati rasa!
Sampai lenganku menjadi seperti ini dan dampak hancurnya gauntlet
barusan.......
Tidak, setidaknya jariku masih bisa bergerak – aku masih
bisa bertarung! Tulangku masih baik baik saja!
Ddraig, tolong pulihkan gauntletnya.
[Ah, aku paham.]
Aura merah mengelilingi lenganku dan sekali lagi gauntletku
terbentuk.
Sairaorg-san menampakkan senyum terkesan.
“Hoho. Kau tak sampai terbang terlempar. Yah, itu hanya
tinju pembuka.”
....Tinju pembuka!? Tinju pembuka saja bisa menghancurkan
armorku!? Gu-gurauan macam apa ini!?
Dengan hanya tinju, ini kali pertama ada orang bisa meremuk
Boosted Gear Scale Mail hanya dengan tangan kosong!?
“Aku punya tiga senjata. Tubuh yang terlatih kuat, kaki
cepat, dan bela diri – aku datang!”
Sairaorg-san menghilang lagi! Dari samping!? Lawan dalam
sekejap muncul di sampingku! Aku mundur ke belakang untuk menghindari serangan
Sairaorg-san pada tubuhku—
Rooooooarrrr!
Itu adalah suara tinju yang memecah udara! Sungguh kekuatan
besar yang terlepas dari tinjunya!
Krak.......
Dengan suara tumpul, beberapa retakan muncul di armorku di
dekat perut! Mana mungkin begini! Sekedar memukul udara saja bisa membuat
armorku retak!?
“Sial!”
Aku mengutuk dan memukul balik.
PRAK! Namun Sairaorg-san menerimanya dengan wajahnya lagi
tanpa mengelak!
--Tak terluka sama sekali!
Maju!
Merasakan datangnya serangan balik, aku mundur lagi dalam
sekejap itu memakai booster untuk melompat ke belakang.
Suara kencang dari hembusan keras udara.
Tendangan Sairaorg-san luput.....namun ledakan energi dari
tendangan yang luput itu menimbulkan retakan besar muncul di tengah aula
latihan dan naik sampai ke empat dinding!
Kalau tendangan itu sampai mengenaiku........
Aku merasa punggungku bergidik – dengan itu saja sudah
membuatku terengah engah.
Hanya beberapa serangan dan semuanya sudah jelas.
-- Amat sangat kuat. Sukar dipercaya. Mana mungkin Iblis ini
berasal dari generasi yang sama dengan Buchou dan Diodora!? Dia jauh lebih kuat
dari Diodora!
[Ah, ini benar benar mengejutkanku. Pria dari keluarga Bael
ini telah melatih kekuatannya sampai max. Memakai tipe Rating Game, ini adalah
tipe kekuatan yang terus meningkatkan kekuatan serangannya lagi dan lagi.
Betapa menarik. Pria yang mengejar kekuatan penghancur murni. Luar biasa
ekstrim. Itu membuatku sangat tertarik.]
Wow, Ddraig menunjukkan ketertarikan terhadap seseorang
selain Maou dan para Naga lain. Benar, dia adalah seseorang yang begitu kuat
sampai Diodora sama sekali bukan tandingannya.
Mungkin dia lebih kuat dari Buchou beberapa kali lipat,
bukan, lebih dari sepuluh kali lipat.
Iblis yang terlahir dari keluarga Great King tanpa mewarisi
[Power of Destruction]. Tanpa memiliki apa apa selain tubuhnya, satu satunya
pilihan yang ia punya hanyalah berlatih dengan tubuhnya, dan dengan sukses
menjadi pewaris.
Seperti aku, Iblis tanpa bakat bawaan.
-- Ini bukan hasil dari latihan setengah setengah berjangka
pendek.
Dan bahkan Iblis ini berasal dari generasi yang sama dengan
Buchou.
....Buchou pasti akan kesulitan kalau menghadapi orang
seperti itu.
Sairaorg-san sudah jelas merupakan dinding raksasa yang
merintangi impian Buchou. Lebih jauh lagi, dia bahkan lebih tinggi dan lebih
jauh, dinding absolut di hadapan impianku.
“Mengagumkan.”
Aku mengatakannya secara alami. Dari sedikit adu serang
saja, aku sudah penuh oleh ketegangan dan rasa kekaguman.
“Jadi kau bisa mencapai level kekuatan ini dengan melalui
latihan?”
Dihadapkan oleh pertanyaanku, Sairaorg-san membalas.
“—Aku hanya percaya pada tubuhku, itu saja.”
Sungguh karakter mengagumkan. Kalimat itu membuatku paham,
bahwa orang ini pasti telah menaklukkan rintangan dan cobaan yang sulit untuk
dibayangkan.
Dan karena itulah, aku harus mencoba memberikan semua yang
kupunya dan mengetes batasku sendiri!
Biarpun itu aku, aku tak bisa mengaku kalah!
....Ini kesempatan bagus untuk mencoba saran dari
Beelzebub-sama!
Setelah Beelzebub-sama membantuku untuk menyetel evil piece
dalam tubuhku, dia juga memberikan saran pribadi.
Tentang aku dan evil piece—
“Promotion ke [Benteng]!”
Aku membuat deklarasi itu, berpromosi ke [Benteng]. Ya,
[Benteng], bukan [Ratu].
Kekuatan mengalir ke tubuhku. Dengan itu, kekuatan serangan
dan pertahananku meningkat pesat!
“[Benteng]?”
Sairaorg-san menampakkan ekspresi kaget melihat promosiku.
Dia pasti menyangka kalau aku akan berpromosi menjadi [Ratu].
Sairaorg-san menghilang sekali lagi!—Ini dia! Aku mengirim
kekuatan ke kakiku dan memasuki posisi bertahan seolah kakiku berakar ke
lantai! Dengan menggertakkan gigiku, aku menyelimuti tubuhku dalam aura!
[Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost! Boost!
Boost! Boost! Boost!]
Memakai kekuatan Naga untuk meningkatkan pertahanan!
Aku juga tak lupa menyalurkan kekuatan ke lengan kanan di
saat yang sama—
Crash!
Sairaorg-san muncul dari depan, dan meluncurkan tinju keras
ke perutku.
-- Serangan yang kuat! Hantaman dari tinjunya menembus masuk
sampai ke tulang belakang!
...Uhuk.
Menyebar sepanjang tubuhku adalah rasa sakit luar biasa
serta perasaan seolah segalanya terasa mengering! Dampak serangan itu mengalir
sampai ke kakiku, kakiku bergetar nonstop......berkat merendahkan pusat
gravitasiku, aku bisa menahannya. Meski kesadaranku nyaris hilang pada satu
poin, tapi aku kembali ke kesadaran penuh! Kalau aku tak menggertakkan gigiku
dan berusaha menahannya, kesadaranku pasti akan terguncang dan hilang!
Armor perutku........meskipun rusak, belum sepenuhnya
hancur.
Mengincar pada jeda sekejap saat Sairaorg-san menarik mundur
tinjunya, sekali lagi aku mengirim tinju kuat lurus ke wajah Sairaorg-san!
Crash!
Aku merasa seolah memukul dinding batu yang keras – aku
merasa seolah di tanganku ada perasaan kecil seperti sesuatu retak.
Spurt!
Darah segar keluar dari Sairaorg-san, namun di saat yang
sama—
Choke!
Darah juga muncrat dari area topeng di helmku. Darah naik
dari perutku, dan muntah melalui mulutku.......
.....Betapa banyak kerusakan yang disebabkan oleh tinju di
perut itu....? Tulang rusukku pasti ada yang retak, mungkin patah? Hanya dengan
bernafas saja, rasa sakit menyebar sepanjang tubuhku.
Namun, aku menahannya.......! Armorku dan berusaha
mempertahankannya!
Belakangan ini, semua musuhku adalah karakter yang bisa
menembus armorku dengan mudah, dan membuatku berpikir tentang memfokuskan
energiku pada pertahanan. Yah, ini perasaan alami saat aku terus melawan semua
eksistensi ini yang lebih kuat dariku.
Namun, mengubah kekuatan menjadi pertahanan adalah hal
menarik untuk dicoba. Meski sakitnya bukan main, itu membuatku jelas, selama
kekuatan Sacred Gear digunakan secara fleksibel untuk pertahanan, masih mungkin
untuk menerima serangan dari tipe kekuatan super secara telak dan selamat.
Di saat yang sama dengan menahan serangan, meninggalkan
pertahanan penuh dan berganti ke serangan balik juga merupakan kunci.
Lihat, Sairaorg-san mimisan.........akhirnya, serangan balik
berhasil.
Ini dia, meskipun tak selalu berguna, inilah semua yang aku
punya. Promosi ke [Benteng] untuk meningkatkan serangan dan pertahanan telah
membuktikan efeknya.
--Itu bekerja!
Aku bisa bertarung dengan pria ini! Kekuatan baru dan
motivasi luar biasa mengalir ke dalam tubuhku hanya dengan menyadari hal itu.
Namun, tak peduli bagaimana kalian melihatnya, akulah yang
lebih terluka disini, namun yang penting aku sudah bisa melukainya. Mungkin,
biarpun aku kalah, aku bisa mematahkan tangannya.
Meski aku yang saat ini tak bisa mengalahkannya, namun pada
level ini biar aku memberi semua yang aku miliki!
Sairaorg-san menyeka darah di hidungnya dengan
jarinya.—seolah kagum dari lubuk hatinya, dia tersenyum.
“....Promosi ke [Benteng] ya? Sepertinya itu bukan keputusan
yang salah. Aku sudah memusatkan kekuatanku pada tinju itu. Serangan dan
pertahananmu sangat hebat seperti [Benteng]. Mungkin [Benteng] yang
terspesialisasi dalam serangan dan pertahanan, ketimbang [Ratu] yang serba
bisa, lebih cocok untuk tipe kekuatan sepertimu........Ada apa? Aku melihat
pertanyaan di matamu. Kau punya pertanyaan tentang pertarungan kita?”
“Tidak, bagaimana mengatakannya ya.......para Iblis Kelas
Tinggi sering......umm, merendahkan aku......namun Sairaorg-san sudah serius
sejak awal, itu sangat mengejutkan.”
Pria ini, aku bisa merasa dia mengakuiku dari sejak awal.
Sepanjang waktu ini, Raiser, Diodora, dan para Iblis Kelas Tinggi lain, tak
satupun dari mereka memberiku rasa hormat, jadi situasi saat ini membuatku
merasa segar namun malu.
Mendengar kata kataku, Sairaorg-san mendesah.
“Begitu rupanya. Kau sudah diremehkan sepanjang waktu ini.
Jangan cemas, aku takkan meremehkanmu! Bisa bertahan hidup dan menang dalam
pertarungan langsung melawan Golongan Maou lama serta Loki sang Dewa jahat
Norse, aku tak punya alasan merendahkanmu.”
Kata kata itu.......membuatku bergetar dengan semangat.
Sairaorg-san tersenyum berani.
“Melawanmu juga membuatku bahagia. Tinjumu sangat bagus.
Sudah lama sekali sejak aku dipukul sampai mimisan begini. Menghadapi tipe yang
sama adalah yang membuatku paling bahagia. Tinjumu pasti sudah sangat terlatih?
Itu sesuatu yang hanya bisa dipahami setelah terpukul.—Jangan cemas, cobalah
pukul aku dengan segenap kekuatanmu. Bukankah itu alasan kau berdiri disini?”
Aku merasa diriku terpana oleh senyum kharismatik
Sairaorg-san!
--
Mengakui diriku........si brengsek ini. Meski jelas jelas
dia adalah lawan yang harus kukalahkan.......
Kau benar benar lawan yang harus kuajak mengobrol baik baik
setelah pertandingan.
Aku mengacukan tinjuku dan memasang posisi! Armor perutku
sudah pulih! Aku akan mengambil kembali janji untuk mematahkan lengannya tadi!
-- Biarpun aku kalah, akan kupatahkan kedua lengannya!
Inilah responku pada kau disini, memberikan seluruh
kekuatanku!
“Kemarilah! Hyodou Issei! Fokuslah saja untuk mengalahkanku!
Tunjukkan padaku kekuatan Kaisar Naga Merah!”
“Oke, aku datang!”
[Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost Boost!]
Aku menembakkan Dragon Shot ke arah Sairaorg-san yang
menyerbu lurus dari depan.
Smack! Crash!
Dengan satu ayunan tinjunya dalam sapuan horizontal,
Sairaorg-san menangkis Dragon Shotku ke dinding aula latihan.
Tak ada efek! Sudah kuduga kalau tak memakai mode
[Peluncur], sihirku terlalu lemah!
Saat ini aku adalah [Benteng]! Haruskah aku menyerang dengan
tinjuku! Sekarang waktunya untuk bertahan dari serangan balik!
Aku memasang kedua tinjuku dalam posisi di depanku,
menghadapi Sairaorg-san dari depan!
“—Kau ingin bertukar pukulan denganku! Menarik! Cobalah
saja!”
Usai Sairaorg-san berteriak padaku, aku melompat ke depan—
“Ise-san!”
Tiba tiba, Asia berteriak! Apa yang terjadi? Aku mengalihkan
tatapanku padanya, dan Asia melanjutkan.
“I-Isi ulang! Setelah menyentuh pa-pa-pa-payudara Ise-san
akan menjadi lebih kuat!”
.....Eh?
Semua orang kaget oleh kata kata Asia. Dan Xenovia sampai
berkata “ha” seolah dia memahami, dan melanjutkan ucapan Asia.
“Ya, benar sekali! Ise adalah Oppai Dragon! Kekuatannya
pasti meningkat setelah menyentuh payudara kami! Buchou! Tolong penuhilah tugas
dari Switch Princess disini!”
“Rias-Oneesama! A-Aku takkan keberatan! Tolong, beri Ise-san
kekuatan dari pa-pa-payudara! Kalau ini berlanjut, dia bisa kalah!”
Xenovia dan Asia memohon Buchou dengan tulus.
Di sisi lain, Buchou menampakkan ekspresi gelisah karena
permintaan mendadak itu.
....Asia! Xenovia! Aku tahu kalian tak mau aku kalah, tapi
jangan seenaknya meneriakkan payudara dengan suara sekeras itu!
Namun mereka berdua benar benar serius. Mata Asia bahkan
sudah berair.
“I-Itu benar sekali! Selama dia menyentuh payudara Buchou, senpai
akan menjadi lebih kuat lagi!”
Bahkan Gasper! Astaga, sudahkah juniorku menatapku dengan
mata seperti itu!?
“Ya! Hasrat seksual adalah sumber kekuatan Ise-kun!”
Bahkan Irina!
....tapi, mereka semua benar benar mempedulikanku. Itu pasti
karena mereka tak mau melihatku kalah. Ini terasa rumit, namun entah kenapa
membuatku nyaman.
“.....Masa, menyentuh payudara bisa memberi kekuatan?
Kupikir itu hanya rumor.”
Bahkan Sairaorg-san menanyakan ini!?
“....Itu benar.”
Koneko mengkonfirmasi dengan tegas! Maaf, aku ini mesum! Aku
adalah Chichiryuutei![2]
“Ufufu, apa yang akan kamu lakukan, Rias?”
Akeno-san tersenyum pada Buchou dengan ekspresi halus.
“....A-Apa kamu ingin menyentuh....? K-kalau kamu ingin
menjadi lebih kuat, a-aku bisa......”
Wajah Onee-sama menjadi merah membara saat menanyakan itu
padaku!
Buchoooooooou! Masa sih!? Bahkan di depan sepupumu!? Tak apa
apakah aku menyentuhnya supaya menjadi lebih kuat lagi!?
“Apa cara kerjanya selalu seperti ini? Hmm, aku belum pernah
melihat tradisi seperti itu diantara para Asgard.”
Rossweisse-san berbicara dengan ekspresi beku, dia pasti
sedang membuat kesalahpahaman besar!
Aku yakin Kiba sedang ketawa dengan canggung, sambil berkata
ara ara!
“Pu, puhahahahahahahahaha!”
Sairaorg-san tertawa terbahak bahak, seolah sangat terhibur!
“Jadi begitu rupanya, menyentuh payudara Rias akan membuatmu
lebih kuat. Hohoho, akan kuingat itu – Sekiryuutei, mari kita lanjutkan lain
kali.”
Sairaorg-san membuat saran seperti itu.
“Aku masih bisa bertarung!”
Aku bisa bertarung selama bisa menyentuh payudara! Dengan
sifat cabulku, cara seperti itu akan membuatku menang!
“Semangatmu hebat. Aku juga, masih bisa bertarung – tapi
kalau ini berlanjut, aku takkan bisa menghentikan diriku. Aku akan bertarung
sampai pukulan terakhir. Yang akan sangat disayangkan. Selain itu, bukankah kau
sedang dalam proses membangkitkan sesuatu di dalam dirimu?”
--
Usahaku untuk menjelajahi segala kemungkinanku sendiri
sepanjang pertarungan sudah ia sadari?
Sairaorg-san mengenakan busana ningratnya, berjalan ke
arahku, dan meletakkan tangannya di bahuku.
“Mari menunggu setelah kau menyelesaikan kebangkitanmu.
Bertarunglah dalam kondisi terbaikmu. Itulah pertarungan yang kuinginkan dengan
Sekiryuutei. Duel kita akan ditentukan pada Rating Game berikutnya. Didepan
semua VIP serta para penonton untuk menentukan rating kita.—Entah itu kau atau
aku, kita berdua memiliki impian kita sendiri, jadi mari kita bertemu kembali
pada pertandingan. Rias, dan para budak Rias, sampai jumpa lain kali, yakni di
atas arena untuk menentukan impian kita.—Datanglah dengan semua yang kau
miliki, dan aku akan mengalahkanmu dengan segenap kekuatanku.”
Meninggalkan kata kata itu, Sairaorg-san minta diri dengan
Sirzechs-sama dan pergi.
Ketegangan pertarungan telah sirna, dan aku melepaskan
armorku.
Sirzechs-sama menghampiriku dan bertanya.
“Bagaimana serangannya?”
“....Terlalu serupa. Terlalu serupa dengan tinjuku sampai
membuatku terkejut.”
Sirzechs-sama tersenyum dan mengangguk.
“Ya, sama denganmu. Demi mengganti hal hal yang tak ia
miliki, dia berlatih dengan semua yang ia punya. Inilah cara dia mendapatkan
kekuatan seperti itu. Serangan yang sama sekali langsung. Inilah yang para
Iblis tak miliki secara umum.”
Memang, Sairaorg-san sangat mirip denganku. Hanya memiliki
serangan langsung. Tipe yang sama. Sehingga kami bisa saling memahami.
-- Inilah satu satunya cara kami. Menyerang. Dan mengalahkan
musuh.
Dan juga, pria itu sudah melatih dirinya dengan sangat
keras.
“Ngomong ngomong, di pertarungan tadi, dia sudah memasang
sihir untuk memberi beban berat di kedua tangan dan kakinya.”
.....Kebenaran yang Sirzechs-sama ungkapkan membuatku
terkejut namun senang.
-- Tak peduli sekuat apapun diriku, pria itu akan selalu
berada di depanku.
Baguslah aku memasang target seperti itu. sehingga bisa
memberi nilai pada usaha kerasku.
Sirzechs-sama terus melanjutkan.
“Dia sudah mencapai level [Raja] berpengalaman dalam Rating
Game. Dia juga sudah menghentikan aktivitas teroris dari Khaos Brigade beberapa
kali. Namun, Ise-kun juga hebat karena menjadi satu dari sedikit orang yang
bertarung melawan Sairaorg tanpa kehilangan hasrat bertarungnya. Seringkali
terjadi kasus dimana lawan Sairaorg kehilangan hasrat bertarung mereka sama
sekali. Mendapati kekuatan Iblis berharga mereka tak berguna menghadapinya,
para Iblis penuh kebanggaan ini menerima pukulan berat pada kepercayaan diri
mereka saat dikalahkan hanya dengan tubuh fisik. para Iblis Kelas Tinggi
memiliki harga diri tinggi, namun akan sulit untuk pulih kembali setelah
dihadapkan pada kekalahan.”
“Aku.....hanya tak ingin kalah lagi. Aku tak mau kalah dalam
Rating Game lagi. Aku belum pernah menang dalam pertandingan resmi.”
Pertandingan Diodora tidak dihitung. Aku memang
menghabisinya sampai hancur luluh, tapi itu bukan pertandingan resmi.
Pertandingan Raiser, pertandingan Sona Kaichou, aku kalah dalam keduanya.
“Jadi, lain kali, aku pasti—“
Menghadapi keluarga Bael, aku pasti akan bertahan sampai
akhir dan meraih kemenangan.
Sairaorg-san, aku akan mengalahkan dan melampauimu.
Tolong tunggulah dengan sabar sampai aku bisa mengejarmu.
Aku menelan penyesalanku dan memperbarui keyakinanku.
“Ise-Oniisama. Saat Rias-Oneesama lulus dari SMA, apa kamu
masih akan memanggilnya ‘Buchou’?”
Tepat saat aku hendak pulang ke rumah, si kecil
Mirikyasu-sama memiringkan kepalanya, dan mengajukan pertanyaan itu.
....Itu.....yah, kalau Buchou sudah lulus.....
Bagaimana aku harus memanggil Buchou pada saat itu? kalau
dipikir pikir, kedua Onee-sama di tahun ketiga mereka akan meninggalkan Klub
Penelitian Ilmu Gaib tak lama lagi. kalau memang begitu, maka akan ada Buchou
baru dalam klub.
......Itu artinya, aku takkan lagi bisa memanggil Buchou
‘Buchou’ lagi........
Bagaimana aku harus memanggil Buchou pada saat itu?
Rias-Onee-sama? Atau ‘Tuan’ yang paling pantas?
.....Namun, ada satu nama yang paling ingin aku gunakan.
-- Rias.
Karena dia adalah keluarga yang tinggal bersamaku, karena
dialah orang yang paling kusayangi. Meski hanya sekali, aku ingin memanggilnya
seperti itu.
Bagian 2
Hari piknik sekolah.
Dari kemarin malam aku sama sekali tak bisa tidur karena
kegirangan. Saat Buchou mengetahuinya, aku akhirnya bisa tidur nyenyak dalam
pelukan lembutnya.
Sebenarnya mengubur wajahku dalam payudaranya sudah cukup
bagiku untuk melupakan sementara piknik sekolah dan tidur nyenyak, namun karena
rasa girang ekstrim, aku tak bisa tidur untuk beberapa saat! Namun, bantal
payudara Buchou memang yang terbaik!
Setelah ini dan itu, adegan kami berubah ke area tunggu di
stasiun kereta peluru Tokyo. Kelompok telah berkumpul di sudut area tunggu,
sambil menyapa satu sama lain.
Dari orang orang yang masih berada disini, hanya Buchou yang
datang untuk melepas kami. Meski Akeno-san, Koneko-chan, dan Gasper ingin
datang, kelas satu dan tiga masih ada pelajaran di sekolah. Karena sekolah
mereka tak boleh terganggu, hanya Buchou yang datang ke stasiun. Ngomong
ngomong, soal persiapan untuk festival sekolah, siswa kelas satu dan tiga tak
punya pilihan selain menutupi bagian kami para siswa kelas dua. Sedangkan apa
yang Klub Penelitian Ilmu Gaib rencanakan untuk festival, itu rahasia.
“Ini, ini tanda masuk untuk masing masing dari kalian.”
Saat kami para siswa kelas dua hendak pergi, Buchou
menyerahkan kami sesuatu seperti kartu. Semua orang mengambil satu dan
mengkonfirmasi.
“Ini kan legendaris.......?”
Kiba bertanya dan Buchou mengangguk.
“Ya, ini diperlukan bagi para Iblis yang ingin mengunjungi
Kyoto, anggap saja ‘masuk bebas bus’”
Karena kebanyakan panorama Kyoto adalah kuil, atau dengan
kata lain, Kyoto penuh dengan situs yang sangat pekat dengan kekuatan
spiritual, ini normalnya akan menyebabkan ketidaknyamanan bagi Iblis. Apalagi,
Kuil dan Pura normalnya tabu bagi Iblis. Namun, Iblis bisa bergerak bebas
memakai tanda masuk ini yang diedarkan oleh eksistensi (seperti Onmyouji dan
Youkai) dari pos Kyoto yang menjadi penguasa disana. Tentu saja, alasan yang
valid diperlukan sebelumnya.
“Kami memakai tanda masuk yang sama tahun lalu. Selama ada
alasan resmi, mereka akan mengedarkan tanda masuk bahkan bagi Iblis. Budak
Gremory, Budak Sitri, dan para pembawa pesan Surga, apa kalian sadar betapa
beruntungnya memiliki organisasi tertentu yang menyokong kalian semua?”
Buchou berkedip dan aku langsung girang.
“Luar biasa! Panjang umur Gremory! Dengan ini kita bisa
mengunjungi kuil Kiyomizu-dera, Kinkaku-ji, dan Ginkaku-ji!”
“Ya, simpan saja itu di saku atau rok seragam kalian dan
kalian akan bisa mengunjungi panorama panorama terkenal itu.—Nikmatilah tamasya
kalian disana.”
“ “ “ “ “ “ Ya! “ “ “ “ “ “
Setelah merespon, kami segera menaruh kartu ke dalam saku
kami. Dengan itu, semua sudah OK sekarang.
Ponsel Asia kemudian berbunyi.
“Hallo. Kiryuu-san? Ya. Xenovia-san dan Irina-san bersama
denganku.”
Sepertinya Kiryuu yang memanggil. Asia membungkuk pada
Buchou setelah menerima panggilan.
“Kalau begitu, Rias-Oneesama. Kami berangkat dulu!”
“Kami berangkat!”
“Kami berangkat sekarang!”
“Ya, hati hati.”
Asia, Xenovia, dan Irina mengucap perpisahan dengan Buchou,
dan berbalik untuk pergi. Apa mereka membuat konfirmasi akhir? Aku sepertinya
sudah mengepak sapu tangan, tisu, dan pakaian dalam dengan baik, tapi biar aku
cek yang lainnya nanti.
“Kalau begitu ini sudah waktunya aku pergi. Nanti akan
kubawakan suvenir.”
Kiba juga membungkuk, dan berjalan ke arah kelasnya tengah
berkumpul.
Meninggalkan hanya aku dan Buchou. Buchou mulai membetulkan
kerah bajuku.
“Kerahmu. Perhatikan penampilanmu baik baik. Bahkan di
Kyoto, jangan lupa kalau kamu adalah siswa Akademi Kuou.”
“Ya, ya!”
Setelah membetulkan keras bajuku, Buchou menyandarkan
wajahnya ke bahuku.
“Buchou?”
“....Meskipun aku mencoba menyembunyikannya, aku sama dengan
Akeno. Aku akan kesepian di hari hari kepergianmu. Namun biarpun seperti ini
aku sudah meningkat sedikit? Di semester pertama aku tak bisa bertahan tanpa
kamu di sisiku, namun sekarang aku setidaknya bisa menahan tak menemuimu untuk
waktu singkat.”
Buchou......karena rasa perhatianku padaku terlalu
berlebihan sepanjang waktu, itukah kenapa dia merasa sedih karena berpisah
dariku?
Dan akhir akhir ini, dia benar benar memperlakukanku
layaknya keluarga sungguhan. Belakangan ini ekspresi langka dan tindakan
tertentu sudah mulai muncul secara alami darinya.
Aku memegang tangan Buchou dan tersenyum.
“Itu sedikit berlebih lebihan. Biarpun aku tak ada, kan
masih ada Koneko-chan dan Gasper.”
“Aku tahu. Tapi......kamu masih belum memahami daya tarikmu
sendiri. Tapi meskipun begitu, bagian itu jugalah yang kusukai darimu.”
Dengan Buchou tersenyum pahit, dia mencondongkan wajahnya ke
wajahku – dan bibir kami saling bertemu.
“—“
.....Kemampuanku untuk berpikir tersita dalam sekejap,
wajahku menjadi merah, dan aku tak bisa menggerakkan tubuhku!
Karena! Karena....! Ini ciuman yang tiba tiba!
“Bu-Bu-Buchou!”
Buchou tersenyum manis pada kondisi terkejutku dan
menjulurkan lidahnya.
“Ini ciuman perpisahan. Kenapa kamu panik? Ini bahkan bukan
kali pertama kita berciuman. Anggap saja begini, biarpun kamu yang menciumku
lebih dulu, aku tak keberatan dengan itu.”
“Tapi, tapi biarpun kamu mengatakan itu.....! Tetap saja,
itu mengejutkan!”
Mendengar responku, Buchou menampakkan senyum penyesalan dan
berkata.
“Aku sudah puas dengan ini. Biarpun kamu berada di Kyoto,
aku akan bisa menahan rasa kesepian ini. Hati hati, Ise.”
“Paham! Aku pergi dulu!”
Ciuman Buchou! Itulah yang terbaik! Ah, aku begitu dimanja
olehnya.......
Ini terasa seperti tanda tanda firasat baik! Piknik ini
pasti akan sangat menyenangkan!
Lalu, kami memulai piknik sekolah kami!
Life 2 : Tiba di Kyoto
Bagian 1
Saat ini sekitar sepuluh menit setelah kereta peluru telah
meninggalkan stasiun Tokyo.
“Bagiku, ini sebenarnya kali pertama aku menaiki kereta
peluru.”
Wajah Matsuda penuh oleh gembira usai duduk di kursi di
depan, sambil berbicara dengan ceria.
Aku masih punya ingatan tentang kali pertama aku menaiki
kereta peluru. Namun, itu waktu aku masih kecil sekali saat aku belum tahu apa
apa, jadi tak ada terlalu banyak kenangan........
Aku tengah duduk di barisan kursi terakhir, sendirian. Kursi
di belakangku kosong, dimana Matsuda dan Motohama berada di depan.
Berseberangan lorong ini adalah kursi Xenovia dan Irina.
Pemandangan diluar jendela berubah dengan cepat karena
kecepatan tinggi kereta. Disana, Xenovia dan Irina tengah mengobrol dengan
sukaria sambil melihat keluar jendela.
Meski kereta peluru terasa sangat menyegarkan bagiku, itu
tak memberiku kesan sedalam kereta yang Dunia Bawah miliki. Bagaimana bilangnya
ya, mungkin karena aku melihat dengan mata kepalaku sendiri proses perpindahan
ke dunia lain, yang memberiku perasaan seolah memasuki dimensi berbeda.
Xenovia menghampiriku dan duduk di kursi kosong. Kata kata
pertamanya adalah:
“Ise, aku ingin memberitahumu sesuatu.”
“Ada apa, Xenovia?”
“Kali ini, aku tak membawa Durandal – aku tak bersenjata.”
Oh oh. Dia tiba tiba mengakui hal yang luar biasa. Apa itu
memang benar?
“Kamu tak membawa Durandal, kenapa?”
“Ya, karena para Alchemist dari Gereja Orthodox. Mereka
menemukan teknik untuk menekan aura ofensif Durandal. Sehingga, Durandal
dikirim pada mereka melalui saluran milik Surga.”
Gereja Orthodox adalah golongan utama lain di dalam Gereja,
namun mereka tak membantu banyak dalam hal pemulihan Excalibur......
Xenovia tertawa dengan ironis.
“Bahkan Gereja Orthodox datang mengulurkan bantuan.
Sepertinya itu karena pengaruh Seraphim dibawah kepemimpinan Michael. Namun,
ini masih tetap kesempatan langka kalau para Alchemist itu serius untuk menempa
ulang Pedang.”
Karena aliansi saat ini, sepertinya konflik diantara
golongan Kristen juga sudah berkurang.
Xenovia melanjutkan.
“Untuk menekan aura ofensif Durandal tanpa melenyapkan
kekuatannya sebagai Pedang Suci. ini benar benar sesuatu yang membuatku
tertarik. Namun, cukup memalukan bagiku yang tak mampu mengendalikannya dengan
baik meski menjadi pemilik Durandal.......mana bisa aku menyebut diriku [Kuda]?
Apa aku lebih baik mati.....? Oh Tuhan.......”
Ah, mulai menyalahkan diri lagi. Astaga, melakukan ini
semudah itu.
“Aku paham. Kalau sesuatu terjadi, pinjam saja Ascalon
dariku.”
“Ya, sangat kuhargai itu. selalu meminjamkan pedang ini.”
“Tak masalah. Meski terkadang aku memerlukannya, tapi
mempertimbangkan situasi saat ini, akan lebih efisien untuk meminjamkannya
padamu.”
“Tapi kalau begitu, Ise juga harus berlatih dalam teknik
pedang. Jangan sia siakan harta karunmu.”
“Sudah kok. Saat Kiba menjadi partner latihanmu, keahlian
pedangmu pasti akan meningkat.”
“Ya.”
Menyelesaikan percakapan, Xenovia kembali ke kursinya semula.
Setelah itu aku melihat keluar untuk sejenak, namun kemudian
aku mendengar suara bernada tinggi yang datang dari depan. Aku melihat ke depan
– ternyata itu Kiba yang datang dari gerbong kereta di depan kami. Sekali dia
melihatku, dia berjalan ke arahku.
“Eh....? M-Mau menyambangi Hyodou?”
“Ke-kenapa bisa begitu.......Kiba-kun akan memasuki wilayah
mesum itu......”
“HyodouxKIba pasti menjadi kebenaran tak terbantahkan!”
Para gadis mulai berduka cita! Apa tempatku ini area
karantina!? Brengsek! Apakah salah untuk memiliki teman ganteng!?
Meski aku pernah membenci Kiba karena ketidakadilan
perlakuan yang kami dapat, dia adalah teman pentingku saat ini. Alasan untuk
membencinya sekarang.........tentu saja masih ada! Pria pria tampan adalah
eksistensi tak termaafkan!
“Boleh aku duduk di sampingmu?”
Ketika aku tengah sibuk sendiri dalam pikiranku, Kiba sudah
menduduki bangku kosong di sampingku.
“....Ada apa?”
Aku menyandarkan wajahku di bingkai jendela, dan bertanya
sambil menyipitkan mata.
“Aku ingin tahu rencana perjalananmu sekali kamu sampai
disana. Sehingga ada rencana kalau kalau ada situasi darurat.”
“Ah--, betapapun juga kita ada di kelas berbeda. Dimana kamu
berniat pergi besok?”
“Memulai tur kami dari Sanjuusangen-dou, kalau kamu?”
“Dari Kuil Kiyomizu-dera. Dan kemudian Ginkaku-jin dan
Kinkaku-jin. Meski ketiga tempat ini berjauhan satu sama lain, namun kalau kita
lebih berusaha menyelesaikan tempat tempat paling terkenal dalam dua hari
pertama, maka kita akan lebih mudah di hari ketiga dan melanjutkan dari
Tenryuu-ji.”
“Tenryuu-ji? Kelas kami juga berniat pergi kesana di hari
ketiga. Kita kemungkinan bisa bertemu di jembatan Togetsu. Bagaimana dengan
hari terakhir?”
“Sekedar mengakhirinya dengan berjalan jalan dengan santai
disekitar stasiun Kyoto dan membeli suvenir. Ngomong ngomong, Irina menyebutkan
tentang ingin mengunjungi Menara Kyoto.”
Jadwal untuk masing masing kelas telah dipersiapkan
sebelumnya dan diserahkan pada para Guru. Para siswa bahkan diminta membuat
panduan bepergian untuk digunakan kelas mereka sendiri.
Setelah bertukar rincian tentang rencana tamasya kami, kami
mengubah topik.
“Ise-kun apa kamu mengikuti aktivitas dengan sejumlah
Maou-sama?”
“Ah ah, itu adalah aktivitas yang sama sekali mengubah
pandanganku tentang Dunia Bawah.”
Beberapa hari sebelumnya, aku dan Buchou berpartisipasi
dalam ritual keluarga Gremory misterius. Pada perjamuan di malam itu, orang tua
Buchou sangat senang dan menghujaniku dengan pujian.
Di perjamuan itu juga ada hal hal seperti spanduk yang
menyatakan “Selamat Nyonya Muda, Tuan Muda!”
Aku merasa ada sesuatu yang tak aku pahami tengah berjalan
di belakang punggungku. Tapi terserahlah, itu mungkin tidak buruk jadi aku tak
akan terlalu kepikiran dengan hal itu.
“Sebenarnya, setelah ritual selesai, aku bahkan menerima
saran spesial pribadi dari Beelzebub-sama.”
Aku mengubah topik dan berkata pada Kiba.
“Saran spesial?”
“Ya, tentang kecocokan diantara karakteristik [Pion] dan
kekuatan Sekiryuutei. Sejauh ini saat menggunakan kekuatan Sekiryuutei, aku
jadi tak mampu melepaskan potensial [Ratu] secara penuh.”
Saran spesial Beelzebub-sama adalah berikut : meski
promosi ke [Ratu] meningkatkan kekuatan secara keseluruhan, kombinasi dengan
kekuatan Sekiryuutei melebihi batasku saat ini. Karena itu aku tak bisa
mengendalikan aliran kekuatan Naga dengan benar.
Secara keseluruhan yang kudapatkan adalah : karena tiba
tiba ada hal hal yang menyertainya, itu membuatku tak mampu menyetel distribusi
dan aliran kekuatanku dengan benar. Sairaorg-san juga sepertinya memahami
situasiku setelah pertarungan singkat kami.
Itu memang benar. Meski [Ratu] akan meningkatkan kekuatan
secara pesat, meningkatkan kecepatan dan memperkuat Dragon Shoot, namun ini
bukan berarti mereka secara otomatis bisa dikendalikan dengan mudah.
Jangankan [Benteng], aku bahkan belum menguasai kekuatan
[Peluncur] dan [Kuda]. Bahkan ketika kecepatan dan kekuatan Iblisku meningkat,
aku sering bergantung pada menyerang secara langsung dari depan pada momen
kritis, dan ini terkadang berdampak pada hasil yang tragis.
Bicara soal [Pion], karakteristik terhebatnya adalah
[Promotion], sehingga meningkatkan level adalah hal yang wajar untuk dilakukan.
“—Dia berkata padaku : Kuasailah [Benteng] dan [Kuda]
lebih dulu untuk mengeluarkan kekuatan Sekiryuutei secara optimal. Cara terbaik
untuk menguasai aliran kekuatan adalah memfokuskan penerapan kekuatan
Sekiryuutei pada area kekuatan dan kecepatan.”
“Begitukah, jadi karena itu kamu memakai [Benteng] saat
melawan Sairaorg-san?”
“Ah ya, dibandingkan [Ratu], itu lebih mudah dikendalikan.
Aku bisa dengan jelas merasakan transmisi kekuatan pada serangan dan
pertahanan.—Kupikir pertama tama aku akan berfokus pada tiap tiap ciri evil
piece, dan menerapkan kekuatan Sekiryuutei secara fleksibel.”
Mendengar itu, Kiba tertawa.
“Sampai tiba tiba mengetes ide itu dan berlatih tanding
dengan Sairaorg-san benar benar sesuai gayamu. Ise-kun akan menjadi lebih kuat
lagi. kamu benar benar berusaha keras dalam menjelajahi kekuatanmu.”
“Biarpun aku memiliki kekuatan besar, kalau aku tak bisa
mengendalikannya secara bebas, aku takkan bisa mengalahkan Sairaorg-san atau
Vali. Jadi, setelah menyaksikan duel antara aku dan Sairaorg-san, bagaimana
menurutmu?”
“Jujur saja, seorang Iblis dari generasi Buchou yang bisa
bertarung sebanding denganmu dengan kontes kekuatan murni, dan bisa mendominasi
secara telak, dia benar benar ancaman nyata. Dan hanya dengan tubuh fisiknya.
Diantara para Iblis muda, bukan, semua Iblis Kelas Tinggi, Sairaorg-san pasti
adalah satu satunya yang bisa menghancurkan armor Ise-kun tanpa senjata.
Faktanya, pertahananku tak ubahnya kertas baginya. Lebih jauh lagi,
kecepatannya sangat hebat dan dia jelas jelas tak memakai seluruh kekuatannya.
Bukan hanya aku, namun semua budak yang lain akan terluka secara kritis kalau
sampai menerima serangan langsung darinya.”
Cowok ini menyampaikan opininya dengan blak blakan seperti
biasanya. Karena itu aku sangat mempercayainya.
“Setelah kita kembali dari piknik, mari mulai latihan kita
untuk melawan Sairaorg-san sekali lagi.”
“Ya. Ngomong ngomong, bisakah kamu memberitahuku kapan kamu
akan membeli suvenir?”
“Kenapa?”
“Karena kupikir tak ada artinya mencoba menyembunyikan apa
yang kamu beli.”
“Ah aku paham. Kalau begitu, kita harus tetap berhubungan di
hari terakhir.”
Setelah membuat kesepakatan itu, Kiba bangkit dari kursinya
dan kembali ke gerbong kereta dimana kelasnya berada.
Percakapan dengan Xenovia dan Kiba telah berakhir. Asia dan
kelompoknya tengah mengobrol dengan senang.
Kedua idiot Matsuda dan Motohama tengah “.....zzzz......”
dan tertidur pulas.
Aku merentangkan punggungku dan menutup mataku.
.....Masih ada sejumlah waktu sampai kita tiba di Kyoto. Aku
memutuskan menyelam ke lubuk Sacred Gear. Aku sudah melakukan ini beberapa kali
sebelumnya. Setelah pekerjaan Iblis selesai, saat sedang mandi, juga sebelum
tidur setiap malam. Plus di akhir pekan.
Masing masing waktu, hanya ada satu tujuan – untuk berbicara
dengan para senior Sekiryuutei masa lalu.
Menutup mataku, mempercayakan kesadaranku pada Ddraig, aku
menyelam ke dalam lubuk Sacred Gear.
......
.....Meninggalkan kegelapan, aku tiba di ruang putih. Ruang
putih yang luas dan murni.
Di atas beragam kursi dan meja bundar, para Sekiryuutei masa
lalu tengah duduk dengan meninggikan kepala mereka dengan ekspresi wajah blank.
“Salam semuanya, ini aku lagi.”
Biarpun aku mencoba membuat percakapan memakai cara ceria
seperti ini, mereka tetap tak mau merespon.
Meski ada senior muda dengan usia dan bentuk tubuh sama
denganku......namun dia juga tak memberi respon.
Dari atas aku mendengar suara Ddraig.
[Diantara para Sekiryuutei masa lalu, dia yang paling
mendekati usiamu saat ini. Jenius sejati yang membangkitkan Juggernaut Drive
sangat awal.—Namun, dia mabuk oleh kekuatan dan dengan ceroboh terbunuh oleh pengguna
Longinus yang lain.]
“Bukan Hakuryuukou?”
[Saat mabuk kekuatan, mereka akan mengamuk biarpun lawannya
bukan Hakuryuukou. Ada juga orang orang lain seperti itu diantara para
Hakuryuukou. Juggernaut bisa membuat seorang menjadi tiran untuk satu periode
waktu.......tapi tak peduli di era apa, Tiran takkan berkuasa lama, itu sesuatu
yang tidak abadi. Inilah kebenaran.]
Nada bicara Ddraig seolah dia berbicara tentang dirinya
sendiri. Bagaimanapun juga, dia juga pernah mabuk dengan kekuatannya sendiri.
“Tetap saja, mereka pasti memiliki hal hal yang mereka
hargai.”
Meski Sekiryuutei seniornya belum berkata apa apa, tapi itu
pasti benar, mereka hanya dibutakan oleh kekuatan. Sama denganku......kalau aku
merasa kehilangan seseorang yang berharga, aku akan mencari kekuatan. Dan
itulah yang mengaktifkan Juggernaut.
“Aku seorang yang hendak bangkit, kedua Naga Langit yang
telah mengambil alasan ambisi oleh Tuhan......?”
[Partner]
“Aku takkan melafalkan itu semua. Terlalu menakutkan. Itu
sesuatu yang sama sekali tak kupahami. Apanya yang Ketidakbatasan? Dan Mimpi
apalah itu yang tak kuketahui. Dan apanya yang ejekan dan penghinaan.”
Tepat setelah aku mengajukan pertanyaan tentang beberapa
kata kunci dalam pengaktifan Juggernaut Drive.
[Ketidakbatasan mengacu pada Ophis, dimana Mimpi maksudnya
Great Red. Mengejek Ophis dan menghinakan Great Red yang juga merupakan Naga
Merah. Itu adalah misteri yang muncul bersama lafal itu. Apa mungkin kata kata
itu berasal dari Tuhan sendiri?]
--! Suara ketiga!? Aku menolehkan wajahku untuk mendapati
wanita muda tengah berdiri dengan rambut panjang pirang bergelombang dengan
tubuh ramping dan jangkung. Wanita cantik yang mengenakan gaun di sekujur
tubuhnya dengan belahan tinggi!
.....Ekspresi wajahnya! Dia berbeda dari para Sekiryuutei
masa lalu lain! Penuh senyum, dia memandangku.
[Elsha?]
[Ya, Ddraig. Lama tak jumpa]
Wanita itu menyapa secara ramah.
[Partner, ini adalah Elsha, terkemuka diantara para
Sekiryuutei masa lalu. Dari semua pemilik wanita, dialah yang paling kuat.]
Sekiryuutei wanita terkuat! Kalau dipikir pikir, aku belum
pernah melihat dia sebelumnya! Dari mana dia datang?
[Wajahmu penuh pertanyaan, terhadapku? Diantara semua memori
tersisa hanya ada dua perkecualian. Aku adalah salah satunya. Yah, bahkan di
dalam Sacred Gear aku tersembunyi sangat dalam, jadi aku biasanya tak terlalu
sering datang kemari]
[....Kupikir kau dan Belzard takkan pernah muncul keluar
lagi.]
“Jangan bicara seperti itu, Ddraig. Karena Belzard dan aku
selalu dengan sunyi mendukung kalian dari lubuk terdalam. Toh kita kan pernah
menjadi partner. Yang jelas, dia akan segera kehilangan kesadarannya....]
Wanita itu menunjukkan ekspresi sedikit kesepian.
[Belzard sepertinya cukup tertarik dengan Sekiryuutei masa
kini, jadi aku datang]
“Ngomong ngomong, siapa itu Belzard?”
[Dia berperingkat tinggi sama halnya Elsha. Belzard adalah
Sekiryuutei pria terkuat. Seorang yang paling kuat, dia bahkan mengalahkan
Hakuryuukou dua kali]
“Dua kali! Itu hebat sekali!”
Hal semacam itu bisa terjadi. Sampai terjadi dua kali dalam
satu kehidupan.
Elsha-san berbicara lagi.
[Yang jelas, aku ingin kau memiliki ini]
Yang dia keluarkan adalah – kotak dengan lubang kunci.
[Kau sudah menerima ‘kunci’ dari Beelzebub masa kini, kan?]
“Eh eh?”
Smack......tiba tiba dengan kilatan cahaya, kunci kecil
muncul di tanganku. Tanpa melibatkan kehendak sadarku, kunci itu muncul dengan
sendirinya.
Apakah ini ‘kunci’ yang diterima dari Beelzebub-sama?
Elsha-san juga tersenyum dan berkata.
[Yang disebut dengan ‘kunci’ tidaklah harfiah. Kotak dan
kunci ini hanyalah kiasan untuk membuat hal hal lebih mudah dimengerti. Yang
terdapat dalam kotak ini adalah kemungkinan tersembunyi dari Sekiryuutei.
Sebenarnya, ini sesuatu yang tak bisa dibuka atau dihadapi secara sembrono.
Namun, Belzard berkata ‘Mungkin kau bisa melakukannya’. Tentu saja, karena ini
kau yang telah menerima Evil Piece, itulah mengapa kami merasa kau pasti bisa
melakukannya]
Tiba tiba, Elsha-san mulai tertawa ‘Ufufufufu’.
[Oppai Dragon! Chichiryuutei! Aku menyaksikannya bersama
Belzard. Setelah datang ke tempat ini, itulah kali pertama dia dan aku bisa
tertawa sampai sepenuh hati kami]
Elsha-san tertawa sampai lepas kendali......sungguh
memalukan! Seniorku melihat semuanya!
[Jangan malu malu. Dan Ddraig tolong jangan depresi.
Cerialah sedikit. Belum pernah ada Sekiryuutei semenyenangkan ini – bisa lepas
dari pengaruh Juggernaut Drive, lagu Oppai Dragon benar benar membuat Belzard
dan aku senang. Karena entah itu Belzard atau aku, tak ada dari kami yang
menjumpai akhir yang baik......]
Elsha-san menyerahkan kotak itu padaku.
[Jadi dia dan aku, kami memutuskan untuk percaya padamu]
Aku mengambil kotak dan memasukkan ‘kunci’ ke dalam lubang
kunci......ternyata pas. Itu pasti dibuat supaya cocok.
[Kau dan Hakuryuukou masa kini adalah eksistensi unik. Bukan
hanya berkompetisi diantara kalian berdua, namun masing masing dari kalian
memiliki target kalian sendiri. Bagaimana mengatakannya ya, itu membuat kami
semua terlihat tolol – tolong bukalah. Tapi ingatlah untuk bertanggung jawab
dan tak menyerah di tengah jalan. Tak peduli apa yang terjadi, kau harus
menerimanya sepenuh hati]
Mendengar kata kata Elsha-san, aku memutar kunci – dengan
suara ‘klik’ kotak pun terbuka.
-- Dalam sekejap itu, aku terselimuti dalam cahaya
menyilaukan—
.......Membuka mataku, aku berada di kereta peluru sekali
lagi.
....Apa itu mimpi? Ddraig?
[Tidak, kau menerima kotak dari Elsha, dan membukanya]
....Apa iya? Lalu apa yang ada di dalam kotak?
[Entahlah]
Hei hei hei! Hmm! Aku tak merasakan ada yang berbeda dengan
tubuhku.
Bagaimana dengan Sacred Gear?
[Juga tak ada perubahan........Namun, aku menyadari sesuatu
terbang dari kotak......]
.....Apaaaaaa!?
Aku dengan panik mencari ke sekeliling – namun tak menemukan
apa apa!
Apa apaan! Apa peluangku kabur begitu saja!? Kalau lenyap
begitu saja maka ini bukan gurauan lagi! bukan hanya aku sudah menggagalkan
Elsha-san, tapi aku akan malu untuk menghadap Azazel-sensei dan Beelzebub-sama
lagi! ini adalah kesempatan langka untuk menerima bantuan!
[Jangan cemas. Itu sesuatu yang merupakan milikmu, jadi
pasti akan kembali padamu lagi. Takdirmu berada di tanganmu]
Biarpun kau mengatakan itu......
“Mmm, oh, oh, oh! Oppai!”
“Oooah! Matsuda! Apa yang kamu lakukan! Ini dadaku! Apanya
yang menyenangkan dari dada laki laki!”
.....Duduk di depanku, Matsuda dan Motohama tengah bergulat
satu sama lain. Astaga! Siapa yang mau bersentuh sentuhan dengan para idiot
itu! sebenarnya apa yang terjadi!
“Ha! Apa yang sudah kulakukan........hasrat memeluk payudara
untuk tiba tiba......dan kemudian....”
“Matsuda, apa rasa lapar payudaramu sudah mencapai level
itu.....Oke, malam ini kita akan selenggarakan festival DVD ecchi di kamar
hotel! Semua perlengkapan sudah ada dalam koperku!”
“Yang benar!?”
Aku mendengarnya dan menguping mereka dengan tertarik!
Sungguh hal hebat! Kita bisa menikmati DVD super echhi di hotel!
“Oh oh, Ise! Benar juga! Oke! Mari kita saksikan judul yang
kubeli secara spesial untuk piknik ini: ‘Pemandangan Payudara Meletup
Menakjubkan : Kinkaku-ji’ dan ‘Rasa Payudara Raksasa Berdaging :
Ginkaku-ji’.”
“Oh oh!”
Matsuda dan aku bersorak sorai oleh pengumuman Motohama!
Baguslah, kalau konten dari kotak itu akan kembali cepat atau lambat, maka
lebih baik menikmati payudara lebih dulu!
“Mati sana trio ecchi!” “Menjijikkan di atas kereta!” Suara
suara para gadis di kelasku? Abaikan saja mereka semua.
Bagian 2
Di atas kereta peluru, tepat setelah aku selesai
menghabiskan nasi rumput laut yang dipersiapkan khusus oleh Asia.
“Kita hampir sampai di Kyoto.”
Pengumuman terdengar. Oh oh! Kita hampir sampai! Usai kereta
peluru berhenti di stasiun, kami mengambil barang barang kami dan turun.
“Ini Kyoto!”
Langkah pertamaku di ibukota kuno yang sudah kutunggu
tunggu! Saat mata kami terpaku pada pemandangan stasiun kereta yang belum
pernah kami lihat sebelumnya, Kiryuu mengarahkan kami ke checkpoin tiket.
Atap stasiun Kyoto ditutupi oleh atrium besar! Di dalam
stasiun terdapat banyak escalator otomatis! Ini benar benar stasiun yang besar
sekali! Sama sekali tak kalah dengan Tokyo! Sebagai tujuan pariwisata utama,
sudah wajar kalau ibukota kuno ini akan membangun stasiun dengan skala besar.
Disini ramai sekali, dan penuh sesak.
“Lihat, Asia! Itu I__tan!”[3]
“Ya, ya! Xenovia! Itu I__tan!”
Wajah Asia dan Xenovia nampak heboh sekali. Menunjuk jari
mereka kemana mana, dan berkomentar pada setiap pemandangan. Mereka benar benar
senang.
“Aku jadi ingin membangun stasiun kereta spektakuler seperti
ini di Surga juga!”
Irina, di sisi lain, tengah menghibur dirinya di arah yang
lain.
“Poin pertemuan kita adalah lobi lantai pertama di hotel.
Hei cowok cowok, serta Asia dan Xenovia kalian berdua, dan Irina yang sedang
melamun soal stasiun. Kalau kita tak bergegas kesana secepat mungkin, kita
takkan punya waktu bebas di siang hari.”
Mengambil peran koordinator, Kiryuu meneriaki kami trio
cowok serta kelompok Asia.
Usai berkumpul bersama, Kiryuu mengeluarkan panduan
bepergian, dan mengkonfirmasi lokasi.
“Hmm, hotel ada di dekat stasiun......barusan kita keluar
dari checkpoin barat.......berjalan ke arah terminal bus, dan kemudian belok
kanan........”
“Ayolah, kita pergi keluar dulu. Berkutat lama lama di
stasiun kereta takkan membawa kita kemana mana.”
Usai Matsuda menyelesaikan kata katanya, kacamata Kiryuu
berkilau dengan cahaya menakutkan.
“Matsuda, kesasar di lingkungan baru itu sama sekali tidak
lucu. Salah kesimpulan satu orang bisa berdampak pada banyak korban jiwa.”
“Apa ini medan perang?”
“Tidak, Matsuda. Opini Kiryuu benar. Kerja tim itu penting.
Kita akan biarkan Kiryuu yang memimpin dari sini. Siapa yang tahu kalau Kyoto
mulai mengarahkan taringnya pada kita?”
Matsuda hanya bisa mengangguk dengan kikuk dan berkata ‘Aku
paham.....’ menanggapi peringatan pembujuk Xenovia.
“Ah! Mesum!”
Teriakan seorang wanita tengah terdengar di stasiun!
“Oppai......”
Seorang lelaki tengah membuat gerakan meremas dengan ganas,
namun akhirnya diringkus oleh para pejalan kaki laki laki lain.
“Kyoto ternyata tidak sepenuhnya damai.”
Ujar Motohama. Itu memang benar. Orang mesum ada dimana mana
kemanapun kalian pergi.
“Ok, paham! Ayo pergi!”
Dibawah kepemimpinan Kiryuu, kami meninggalkan stasiun dan
bergerak menuju ibukota kuno.
“Ah, itu Menara Kyoto!”
Mendengar teriakan Matsuda, semua orang melihat ke arah itu.
Oh oh! Secara langsung di depan stasiun adalah menara! Jadi itu Menara Kyoto!
Kami semua berencana menaiki menara di hari terakhir. Si Matsuda itu, segera
mulai mengeluarkan kameranya untuk mengambil foto foto.
.....Ternyata jarak hotel hanya beberapa menit berjalan
kaki. Juga mudah untuk ditemukan dengan mengikuti para siswa lain yang
mengenakan seragam musim dingin seperti kami.
Berjarak beberapa menit dari stasiun adalah hotel super
megah. Namanya adalah “Hotel Sirzechs Kyoto”!
.....sepertinya nama Maou-sama kita sangat berpengaruh
bahkan di ibukota kuno.
Untuk tambahan, di dekatnya juga terdapat “Hotel Kyoto
Serafall” yang sedang dibangun. Apa kalian berdua mencoba mengklaim semua real
estate disekitar stasiun Kyoto, Maou-sama!
Hotel itu ternyata dijalankan dari balik layar oleh keluarga
Gremory. Karena itulah, kami bisa membooking hotel dengan harga sangat murah.
Setelah menunjukkan kartu pelajar kami pada resepsionis di
pintu masuk, kami diberi penjelasan terperinci di lobi. Matsuda, Motohama, dan
Kiryuu sangat terkejut melihat dekor mewah dari hotel ini.
“Hebat........tak apa apakah untuk seluruh siswa kelas dua
menginap di hotel seperti ini......?”
Matsuda menampakkan ekspresi sangat tercengang, namun ini
bukan tempat biasa. Kekuasaan dan pengaruh keluarga Gremory sama sekali tak
bisa diremehkan.
Di sisi lain, Xenovia nampak lebih kalem.
“Ya, memang hebat, namun dibandingkan rumah Buchou, ini
masih tak ada apa apanya.”
Itu memang benar. Yang satu itu lebih seperti istana
sungguhan. Alasan kenapa aku tak kaget oleh kemewahan hotel lantaran aku pernah
sudah mengalami rumah Buchou. Iblis Kelas Tinggi, mereka benar benar diluar
dugaan.
Berjalan sedikit masuk dari area tunggu, kami melihat pintu
masuk menuju lobi. Di lobi yang luas dan besar itu, banyak siswa Akademi Kuou
telah berkumpul.
Setelah waktu pertemuan tiba, tiap tiap kelas mulai
mengambil posisi berkelompok dan mengkonfirmasi nomor mereka.
Semua orang duduk di lantai lobi sambil mendengarkan
pengumuman dari Guru.
Namun, Azazel-sensei dan Rossweisse-san nampaknya sedang
mendiskusikan sesuatu diantara mereka sendiri.......
Ah, akhirnya giliran Rossweisse-san, dan dia berdiri di
depan para siswa, kali ini apa yang akan dia beritahukan pada kami?
“Ada toko 100 yen di pusat perbelanjaan bawah tanah di
Kyoto. Kalau kalian memerlukan sesuatu, tolong pergilah kesana. Kalian harus
hati hati membelanjakan uang saku kalian. Kalau kalian mulai jadi pemboros di
tahun kedua kalian, kalian akan tumbuh menjadi orang dewasa sia sia. Uanglah
yang membuat dunia bergerak. Kalau kalian membeli apa saja yang kalian
inginkan, kalian akan kehabisan uang dengan cepat. Karena itu, puaskanlah di
toko 100 yen – Toko 100 yen adalah harta karun Jepang.”
Toko 100 yen!? Sungguh pidato penuh antusias! Dan dia sudah
menginvestigasi lokasi semua Toko 100 yen!?
Rossweisse-san, biarpun kamu sudah memenuhi semua keperluan
pokokmu dengan toko 100 yen, kamu tak perlu terlalu obsesi begitu! Sepertinya
Toko 100 yen memiliki banyak kualitas yang mantan Valkyrie ini cintai. Jujur
saja, di toko itu harganya memang murah.
Ah, Azazel-sensei nampak kikuk. Percakapan dengan
Rossweisse-san pasti membuatnya gerah.......
Usai Rossweisse-san dengan lantang mengakhiri pidatonya,
Guru yang lain datang dan membuat klarifikasi akhir.
Mulai dari hari pertama, Rossweisse-san sangat populer
diantara para siswa. Bukan hanya karena dia wanita cantik dengan sikap serius,
namun dia juga memiliki sikap kikuk yang mempesona. Baik siswa laki laki dan
perempuan menyayanginya dan memanggilnya “Rossweisse-chan”.
“—Tolong perhatikan poin poin di atas. Setelah meletakkan
barang barang kalian di kamar, aktivitas bebas sampai jam 5 sore, tapi tolong
jangan berkeliaran terlalu jauh. Lebih baik tetap di wilayah sekitar stasiun
kereta Kyoto. Tolong kembalilah ke kamar kalian sebelum jam 5:30.”
Itulah pengumuman akhir.
“Ya.”
Seluruh siswa kelas dua membalas. Dan sehingga selesailah
pengumuman di lobi, serta sejumlah pengingat tentang hotel dan aktivitas siang
hari.
Semua orang mengambil barang barang mereka dan menerima
kunci dari pegawai di pintu masuk lobi.
Kamarnya adalah kamar tidur dua ranjang bergaya barat.
Karena aku yang tersisa paling akhir, aku mendapat kamar untuk diriku sendiri!
Itu akan sangat bagus! Be-begini, bahkan saat berpiknik, remaja adalah waktu
yang rapuh bagi laki laki dan wanita dan setiap hari, ‘sesuatu’ tertentu akan
terakumulasi......saat aku memikirkan itu, akhirnya giliranku untuk menerima
kunci.
“Ise, ini untukmu.”
Matsuda dan yang lain sudah mendapat kunci
mereka........tapi aku adalah satu satunya yang menerimanya dari Azazel-sensei.
Azazel-sensei dengan tenang tertawa pada dirinya sendiri.
Aku tahu ada yang tidak beres namun aku segera menemukan jawabannya.
Kamar yang digunakan seluruh siswa Akademi Kuou untuk
menginap adalah kamar tidur gaya barat untuk dua orang, dengan dua ranjang
besar dan pemandangan menakjubkan dari stasiun Kyoto dari jendela.
“Hebat!”
“Aku sekali lagi sangat bersyukur bisa masuk ke Akademi
Kuou!”
Matsuda berteriak girang, dimana Motohama tersentuh dengan
khidmat.
Kamar ini miliknya Matsuda dan Motohama. Berarti, seperti
apa kamar yang tersisa untukku.....hanya kamarku yang berada di lantai
berbeda.......aku mulai mendapat firasat buruk.......
Dua lantai di atas lantai siswa laki laki, di sudut terdapat
kamar yang jelas jelas berbeda dari yang lain, dengan pintu geser ala Jepang.
--Membukanya........
“......Ini kamarku........”
Aku dibawa ke sebuah kamar yang ukurannya sekitar delapan
lantai tatami. Aku berkedip kedip. Televisi kuno serta meja bundar. Bukankah
ini standar minimum! Dan kenapa semuanya nampak tua dan usang!?
“Ah! Hahahaha! Apa ini sungguhan! Hanya kamar ini yang
bergaya Jepang! Dan kelihatannya hanya seukuran delapan lantai tatami!? Ah,
cocok sekali untuk Ise!”
“Tanpa ranjang, hanya tikar. Dan hanya satu set. Apa ini
semua.......tanda tanda alokasi sumber daya dalam budget piknik?”
Matsuda meledak dalam tawa, dimana Motohama mencoba tak
tertawa sambil menganalisa dengan tenang.
Sialan! Kenapa harus aku!
Apa karena itu? karena aku merasa hotel ini tak semewah
rumah Buchou, jadinya aku dihukum?
Toilet dan kamar mandi......setidaknya masih ada. Tapi tetap
saja, tak ada apa apanya dibanding kamar tidur bergaya barat mewah itu.
Air mata berkumpul di mataku. Pada saat ini, seseorang
mengetuk pintu.
“Ise-kun, kamu sudah datang kemari?”
Itu Rossweisse-san, dan mengenakan seragam olahraga. Dia
sudah ganti baju, huh?
Aku mendekati Rossweisse-san dan berbisik.
(Rossweisse-san! Kenapa hanya aku yang mendapat kamar
seperti ini.......)
(Tolong tahanlah, kamar ini dipersiapkan oleh Rias-san
supaya lebih mudah bagi kita untuk mengadakan diskusi)
(Diskusi? Ah, soal hal hal yang berkaitan dengan Iblis?)
(Ya, seperti itulah. Kalau sesuatu terjadi di Kyoto, kita
pertama harus mengamankan tempat untuk mengadakan diskusi. Karena itulah kamar
ini diberikan pada Ise-kun yang merupakan orang terakhir yang tersisa)
Ruangan untuk kami Iblis mengadakan pertemuan di Kyoto.
Jadi kamar ini adalah kamar Jepang terisolir yang memiliki
tujuan seperti itu. tapi tetap saja, kenapa harus dijadikan
kamarku........Apalagi, aku ingin menikmati kamar hotel mewah bergaya barat
seperti semua siswa lainnya!
Namun, karena aku tak mau sesuatu terjadi ketika berada di
Kyoto, akan lebih baik kalau kamar ini tak harus digunakan untuk tujuan seperti
itu.
(Tolong tahanlah, Ise-kun)
Seolah menguliahi, Rossweisse-san menempatkan tangannya di
bahuku dan berkata:
“Yang pasti, aku harus pergi bertemu dengan para Guru
lainnya, jadi kamu bebas dari sekarang. Kurasa akan ada banyak masalah
sepanjang aktivitas bebas siang hari........tak bagus kalau semua orang sampai
terkena bahaya di Kyoto.”
“Ya.”
Kami bertiga menjawab dengan semangat besar.
“Sekarang, tugas pertama adalah mencari Azazel. Pria
itu......menyelusup keluar setelah pengumuman di lobi selesai......karena ini,
Gubernur dari Grigori........”
Rossweisse-san bergumam pada dirinya sambil meninggalkan
kamar. Azazel-sensei, mulai bersembunyi secepat itu, ya. Sebelum piknik, dia
sudah menantikan “Maiko![4]
Pertama adalah Maiko! Selanjutnya aku harus mencicipi kuliner Kyoto!” dan
merencanakan hiburan dewasa seperti itu. benar benar Sensei, dia sudah mulai
bergerak!
Sialan! Aku juga ingin bisa bersenang senang dengan Maiko!
Motohama mengeluarkan peta Kyoto, dan berkata pada aku yang
tak puas ini.
“Hei, Ise. Di periode siang bebas, meski tak ada dalam
rencana, tapi bagaimana kalau pergi ke Fushimi Inari?”[5]
“Fushimi Inari? Ah iya, itu kan tempat dengan banyak torii[6],
kan?”
Aku mengingat pemandangan yang kulihat di TV sebelumnya,
torii merah yang banyak sekali.
“Tepat sekali. Hanya satu perhentian jauhnya dari stasiun
Kyoto. Barusan, aku meminta izin dari Guru dan dia berkata OK.”
“Eh, kalau kita sudah mendapatkan izin Guru, akan lebih baik
untuk mampir juga.”
Mendengar opiniku, Matsuda menyeka matanya.
“Kalau kita melewatkan peluang untuk melihat lihat
pemandangan terkenal di Kyoto, nanti bukan tamasya Kyoto lagi namanya!”
“Benar, mari kita undang Asia dan yang lainnya!”
Mereka berdua dengan cepat setuju pada saranku.
“ “ Ya! “ “
Kalau memang begitu, mari kita kunjungi Inari-sama di siang
hari! Inilah permulaan sejati dari piknik Kyoto kami!
Bagian 3
Stasiun Inari terletak satu perhentian jauhnya dari stasiun
Kyoto, dan setelah turun kami bisa melihat Sandou[7]
yang menuju ke Fushimi Inari.
“Hei, lihat, Asia, Irina. Toko toko ini memiliki banyak hal
menarik yang dijual.”
“Wa – semua rubah rubah imut ini.”
“Apa aku punya cukup uang sisa untuk membeli suvenir
disini?”
Baru saja tiba, trio Gereja sudah menikmati atmosfir Kyoto.
Ketika Asia dan yang lain mengobrol, mereka tampak tak ada bedanya dengan gadis
gadis sekolahan normal.
“Trio Cantik yang berdiri di depan pemandangan Kyoto. Mari
kita jepret foto!”
Dari sisi, Matsuda mengambil kesempatan ini untuk memotret
mereka.
“Hei, hei, bagaimana dengan aku?”
Kiryuu menyipitkan matanya tanda memprotes.
Melewati torii terakhir, terdapat pintu besar. Di tiap tiap
sisi terdapat patung rubah yang mirip singa batu.
“....Patung Excorcisme. Normalnya mereka memiliki hawa kehadiran
yang mengusir eksistensi seperti Iblis, namun berkat tanda masuk kita, tak ada
masalah.”
Xenovia memandang rubah seperti singa batu sambil mengatakan
itu.
“Apa kita benar benar dibawah pengintaian?”
Aku berbicara tentang rasa ketidaknyamanan yang kurasakan
sejak meninggalkan stasiun barusan. Itu benar, rasanya seolah kita sedang
diawasi.
“Ya tentu saja. Kita Iblis dan Malaikat adalah eksistensi
asing bagi penguasa disini. Meski kita sudah meminta izin dari mereka
sebelumnya, pengintaian masih diperlukan.”
Yah, itu cukup masuk akal. Aku pernah dengar kalau Kyoto
menjadi pusat keganjilan supernatural Jepang. Dari sudut pandang mereka, kita
adalah orang luar.
Dengan sedikit kewaspadaan, kami melewati gerbang utama
tanpa masalah. Berjalan semakin jauh, kami mencapai aula utama. Melanjutkan,
kami mendapati jalan yang menuju ke gunung Inari. Kami mengambil foto seiring
berjalan maju, dan memulai tantangan kami berikutnya yakni memanjat jalan
pegunungan melewati ribuan torii.
Kami telah berjalan selama belasan menit.
“.....Hoooo – haa.......T, tunggu, tunggu
aku.......ke-kenapa kalian semua begitu enerjik......?”
Motohama sudah kehabisan nafas. Matsuda mendesah sambil
berbicara di langkah di depan.
“Hei, hei, Motohama. Ini memalukan. Bahkan Asia-chan dan
yang lain masih tak apa apa.”
Karena Matsuda cukup atletik, level kerja keras ini bukan
apa apa.
Selain itu, kami adalah Iblis, jadi basis kemampuan kami
pastinya lebih tinggi dari manusia normal. Belum lagi kami sudah berlatih
keras, jadi hal seperti ini sangat enteng. Kalau untuk aku, karena latihan
musim panas di alam liar pegunungan, level kerja keras ini bahkan tak
mengganggu nafasku sama sekali.
.....Tannin-ossan, aku bisa memanjat gunung seperti ini
tanpa merasa lelah sama sekali. Aku berterima kasih pada mantan Dragon King
yang sekarang berada di Dunia Bawah.
Kami tengah mengecek beberapa toko kecil di sepanjang
perhentian tengah jalan, sembari melanjutkan menantang gunung Inari. Motohama sama
sekali kehabisan nafas pada poin ini.
“Oh oh, pemandangannya bagus sekali.”
“Ya, terlalu mengagumkan.”
“Kalau begitu ambil foto. Ngomong ngomong, apa semua sekolah
lokal di area ini memakai jalur gunung ini untuk berlari? Tapi sepertinya tak
ada pelari hari ini.”
Xenovia dan Asia tengah tersentuh oleh pemandangan Fushimi
Inari di jalur gunung, dimana Kiryuu menampakkan pengetahuannya sambil
menjepret foto foto pemandangan.
Namun, memang ada banyak sekali torii merah tak peduli
sejauh mana kami berjalan. Tertulis pada mereka adalah nama nama perusahaan
atau toko. Mereka pasti telah membuat persembahan pada Dewa Dewa di Fushimi
Inari untuk meminta permohonan.
Aku selalu merasa kalau kalian mengunjungi pegunungan,
kalian harus mendaki sampai ke puncaknya. Itulah yang kupelajari dari latihan
di pegunungan.
Kalau kalian memanjat gunung, panjatlah sampai ke puncak!
Kira kira seperti itu.
“Maaf, aku mau menuju ke puncak dulu.”
Aku memberitahu yang lain, dan kemudian berlari sepanjang
jalan dengan kecepatan penuh.
Ah, kalau aku masih manusia, mendaki gunung ini pasti sudah
membunuhku. Setelah menjadi Iblis dan melalui latihan nonstop, ini menjadi
sangat enteng.
Aku mencoba sebisa mungkin untuk tak mengganggu turis yang
lain, dan melanjutkan terus naik. Dan kemudian, aku mencapai puncaknya.
.....Di puncak gunung terdapat sebuah kuil kuno.
Ya, ini adalah puncaknya? Jujur saja, jalurnya bercabang ke
arah lain di tengah jalan. Pasti ada tempat lain untuk dikunjungi.
Karena pepohonan yang padat, hanya ada sedikit cahaya
matahari, dan aku dikelilingi oleh sedikit awang awang.
Suara bergesekan......
Angin bertiup sepanjang pepohonan. Disini rasanya seperti
terasing. Selain aku tak ada siapapun disini. Apa yang harus kulakukan
berikutnya?
Biar aku memberi hormat pada kuil ini dan sedikit
membungkukkan kepala, semuanya mungkin akan sampai sebentar lagi.
Aku menghadap kuil dan menelungkupkan tanganku bersama.
“Izinkan aku melihat dan menyentuh payudara sepanjang waktu!
Bantu aku menemukan pacar! Bantu aku melakukan hal hal erotis dengan Buchou dan
Akeno-san!”
Usai aku menyelesaikan doa jujur namun memalukan ini, dan
bersiap untuk pergi—
“.....Bukan dari Kyoto?”
--
Sebuah suara tiba tiba terdengar. Aku menyadari sejumlah
kehadiran di sekelilingku.
Ah, sepertinya, aku sedang dikepung? Terlihat jelas sejumlah
hawa kehadiran bukan manusia disini.
......Secara individual tidak terlalu kuat, namun jumlah
mereka banyak. Heh, aku tak tahu kalau aku memiliki deteksi setajam ini! Yang
pasti, sayangnya aku tak merasakan apa apa sampai aku terkepung........
Saat aku mengambil posisi, yang muncul di depanku adalah –
seorang gadis imut pendek dalam busana pendeta wanita.
“.....Seorang gadis?”
Rambut pirangnya bersinar, dan kedua iris matanya berwarna
emas. Kelihatannya dia seumuran anak sekolah dasar.
Namun jelas jelas bukan manusia dari benda di kepalanya.
-- Telinga hewan.
Mirip dengan Koneko-chan, tapi sepertinya bukan kucing.
Benda berbulu di belakangnya pasti ekornya! Youkai anjing? Bukan, karena ini Fushimi
Inari, dia pasti rubah?
Ngomong ngomong, kenapa si rubah-sama mendatangiku? Karena
aku Iblis? Tapi di bus......
Mungkinkah perasaan seolah diawasi datang dari orang orang
ini?
Ha! Apa permohonan yang berkaitan dengan payudara itu
dilarang? Tepat saat pikiranku tengah penuh oleh banyak hal, si gadis
bertelinga hewan memelototiku, memperlihatkan taringnya dalam amarah, dan
berteriak:
“Orang luar! Beraninya kamu.......! Serang!”
Oleh perintah si gadis, dari balik pepohonan muncul beberapa
makhluk dengan sayap hitam dan kepala gagak, berdandan seperti perampok gunung.
Ada juga beberapa dengan topeng rubah yang berdandan seperti rahib.
“Oh oh oh! Apa ini! Mereka kan Karasu-Tengu![8]...?
dan Rubah?”
Ini kali pertama ada lawan yang membuatku terkejut. Tanpa
memberiku jeda, si gadis muda menunjukku dan berteriak;
“Kembalikan Ibuku!”
Para tengu dan rahib rubah mulai menyerang!
Aku dalam sekejap mewujudkan gauntlet, dan menghindari
serangan mereka! Level seperti ini tak susah untuk ditangani!
“I-Ibu? Bicara apa kamu? Aku tak tahu siapa Ibumu!”
Aku berteriak pada si gadis. Aku sama sekali tak tahu!
Tentang Ibunya, mana mungkin aku tahu kalau aku baru saja sampai di Kyoto!
Namun gadis itu nampaknya tak mendengar.
“Jangan bohong! Mataku tak bisa ditipu!”
Aku tak bohong! Apa apaan ini, aku baru sampai di Kyoto dan
ini sudah terjadi!
Meski aku ingin kabur, namun tongkat seorang tengu datang
menyerbuku. Apa aku akan kena!?
Tepat saat aku mempersiapkan diriku—
Clang!
Seorang yang memblokir tongkat lawan adalah—
“Ada apa disini, Ise?”
“Siapa mereka? Youkai?”
Xenovia dan Irina telah tiba!
Mereka berdua tengah membawa pedang kayu yang pasti baru
mereka beli dari toko suvenir lokal. Asia juga bergegas kemari beberapa saat
kemudian.
Melihat kami berempat berkumpul, si gadis muda dan
kelompoknya menampakkan kekagetan namun dalam sekejap menjadi semakin marah.
“....Jadi begitu, kalianlah yang sudah......Ibuku! Tak
termaafkan! Iblis tak murni! Kalian sudah mengotori tempat suci ini! Takkan
kumaafkan kalian!”
.....Tak ada kesempatan bicara sama sekali! Keputusan seenaknya
yang dia buat sungguh menyebalkan!
Kalau memang begitu, serahkan padaku untuk menahan situasi
seperti ini!
“Asia! Apa kamu punya benda yang kamu terima dari Buchou!”
“Ya!”
Mendengar pertanyaanku, Asia mengeluarkan dari jaketnya
kartu dengan simbol Gremory.
Kalau sesuatu terjadi di Kyoto, kartu identifikasi ini bisa
menggantikan ketiadaan Buchou dan mengizinkan aku untuk berpromosi. Asia telah
secara spesifik menerima kartu itu dari Buchou sebelum piknik.
Alasan kenapa Asia yang membawanya, karena lebih baik dibawa
oleh seseorang yang paling dekat denganku sepanjang piknik. Memang benar, Asia
dan aku akan bersama sepanjang waktu selama piknik sekolah ini!
“Transformasi! I-Itu......”
[Ratu]! Meski aku menginginkan itu, namun aku harus
mengakrabkan diri dengan bidak bidak yang lain melalui pengalaman bertarung!
juga Fushimi Inari adalah tempat terkenal, lebih baik tak memakai bidak yang
terlalu destruktif.
Buchou juga mengingatkanku “Dengarkan baik baik, Ise. Jangan
rusak Kyoto. Disamping membuat marah golongan yang lain, Dunia Iblis juga akan
dimintai pertanggung jawaban. Kamu harus menghargai Kyotoku tercinta.”
Mana bisa aku merusak tempat favorit Buchou!
“Oke, promosi [Kuda]!”
Dengan kekuatan mengalir ke tubuhku, aku merasa lebih
ringan! Kalau aku hanya bermain petak umpet, itu takkan merusak Fushimi Inari,
kan?
Untuk sekarang, mari gunakan tiga puluh detik pemakaian
Boost!
[Explosion!]
Kekuatan Sacred Gear diaktifkan! Berarti sudah OK!
Xenovia dan Irina tengah membawa pedang kayu. Namun mereka
berdua masih bisa menimbulkan kerusakan meski hanya dengan pedang kayu, lebih
baik kuingatkan mereka.
“Xenovia, Irina, meski aku belum menyadari situasi disini,
ingatlah kalau ini Kyoto. Meski mereka menyerang tanpa alasan, akan buruk kalau
kita melukai mereka atau merusak sekeliling. Sebisa mungkin, mengenyahkan
mereka saja tak apa apa.”
“ “ Paham! “ “
Mereka berdua segera menyetujui.
Whack!
Para bawahan si gadis menyerang sekaligus!
Xenovia dan Irina memakai pedang kayu mereka untuk menangkis
mereka, merusak senjata musuh sambil mengalahkan mereka. Aku juga berdiri
melindungi Asia sambil dengan cepat menghindari serangan mereka dan menendang
mereka pergi.
Ya! Aku, Xenovia, dan Irina akan mengalahkan mereka! Hehehe!
Aku bisa merasakan hasil latihanku! Pergerakanku, sangat jauh melampaui mereka!
Untuk memperkuat [Kuda] melalui pertarungan! Aku harus
meningkat setiap hari!
Merasa kalau mereka sudah terpukul mundur, para penyerang
mulai mundur.
Si gadis melotot penuh kebencian pada kami dan mengangkat
tangannya.
“.....Mundur. Kita tak punya cukup jumlah untuk mengalahkan
mereka. Sial, eksistensi jahat. Aku akan membuat kalian mengembalikan Ibuku!”
Dengan meninggalkan kata kata itu, si gadis dan para
pengikutnya menghilang seperti embusan angin.
......Astaga, apa yang sebenarnya baru terjadi!?
Lepas dari kondisi pertarungan, kami kebingungan tentang
kenapa kami tiba tiba diserang untuk alasan yang tak diketahui.
-- Kyoto.
Aku merasakan firasat kalau hal tak menyenangkan akan
berlangsung.
Bagian 4
--Malam pertama.
“Terima kasih untuk makanannya!”
Kami selesai makan malam di hotel. Itu adalah hidangan Kyoto
yang mewah. Tahu rebus, rasanya sangat enak! Kulit tahu terasa sangat lunak dan
lembut......sayuran Kyoto juga rasanya amat sangat lezat.
--Akhirnya bisa menarik nafas lega.
Setelah serangan, kami dengan cepat bertemu dan Matsuda dan
yang lain usai kami selesai mengunjungi Fushimi Inari sambil tetap siaga. Pada
sikap tenang kami, Matsuda dan yang lain menunjukkan ekspresi bingung.
Setelah kembali, kami melapor pada Azazel-sensei dan
Rossweisse-san. Mereka berdua juga tak kalah bingungnya.
“Kenapa kami diserang di Kyoto?” – Inilah poin tersulit
untuk dipahami.
Fakta kalau kami para Iblis berkunjung untuk piknik,
seharusnya sudah diberitahukan pada penguasa tempat ini sebelumnya.
Sensei berkata dia akan mengkonfirmasi sekali lagi. meski
aku ragu ragu apakah harus melapor pada Buchou, sensei menahanku dengan ucapan
“Karena kita belum jelas apa yang tengah terjadi, jangan berikan kecemasan tak
perlu untuk dia”.
Benar, kami memiliki terlalu sedikit informasi untuk
dilaporkan pada Buchou.
.....Ngomong ngomong, kemana kemungkinanku pergi setelah
terbang pergi dariku.......
Aku lebih baik melaporkannya pada sensei juga.
“Kalau mereka kembali pada kalian suatu hari nanti, maka menunggu
adalah solusinya. Sabar saja sepanjang piknik, oke? Namun, aku akan minta para
bawahanku untuk mencari tahu dan melaporkan hal hal yang sesuai dengan
deskripsi kalian.”
Sensei membalas.
Ya, ya, sampai berpikir begitu banyak hal terjadi di Kyoto
setelah kami baru tiba.........berarti, untuk persoalan ini, mari serahkan saja
pada para superior untuk ditangani.
Selesai makan malam, aku berkumpul dengan duo mesum dan para
gadis untuk membicarakan jadwal esok hari, dan kemudian aku pergi bermain main
sejenak di kamar Matsuda dan Motohama.
Setelah itu, kembali ke kamarku, aku beristirahat di atas
tikar selama lebih dari sepuluh menit atau entah berapa lama.
--Sudah waktunya.
Aku berdiri dan perlahan membuka pintu. Mensurvei
sekeliling, tak ada siapapun di sini.
Ya! Aku perlahan meninggalkan kamarku dengan waspada dan
membuka pintu darurat.
.....Sekarang adalah waktu pemakaian pemandian umum!
Waktunya mengintip! Gadis gadis yang selalu merendahkan aku itu! Kukukuku!
Izinkan aku mencicipi tubuh telanjang kalian seolah menjilatnya dengan lidahku
sendiri!
Aku hanya bisa cengar cengir. Hasrat membaraku membawaku
menuruni tangga.
Pada waktu ini, sebuah sosok berdiri menjaga lorong yang
menghubungkan pemandian wanita ke pintu keluar darurat—
Melihat lebih seksama, itu adalah Rossweisse-san. Dia tengah
menungguku dalam pakaian senam.
Hoo.......aku tersenyum dengan licik.
Ternyata mereka sudah membaca gerakanku – rencana hebat
pengintipanku.
“Dari sejak awal, kami sudah tahu kalau kamu akan datang ke
pemandian untuk mengintip.”
Rossweisse-san memasang posisi tempur.
“Sebagai Guru, akan kujaga tubuh telanjang para gadis dengan
nyawaku!”
Aku perlahan menuruni tangga dan berbicara dengan kalem.
“Rossweisse-san.......biarpun kita rekan tim, hanya ini saja
hal yang tak bisa kukompromi. – Aku harus mengintip pemandian wanita!”
Saat kami memasuki jarak serang satu sama lain, kami
berhenti, dan saling menatap dan—
“Ha—“
Smack smack!
Rossweisse-san dan aku mulai bertarung di pintu darurat
kebakaran.
Karena ini hotel, kami tak bisa menggunakan serangan kuat.
Ini adalah pertarungan sihir berskala kecil dan adu pukul.
Tanpa Balance Breaker, aku sama sekali tak percaya diri
mengalahkan Rossweisse-san dalam pertarungan serius. Namun, lain lagi ceritanya
kalau Rossweisse-san tak bisa mengerahkan segenap kekuatannya di dalam hotel.
Aku mewujudkan Boosted Gear dan melepaskan beberapa Dragon
Shot mini untuk memantulkan sihir es Rossweisse-san!
Huhuhu, kamu tak bisa memakai sihir api dan ledakan disini!
Bahkan saat Dragon Shot bisa ia tangkis, aku bisa
menghembuskan api dari mulutku untuk melelehkan panah esnya dalam sekejap! Toh
aku ini seekor Naga, serangan panas semacam ini masih di dalam kemampuanku!
“Hmph! Seranganmu masih kuat seperti biasanya! Selama
berkaitan dengan seks, kamu bisa menaikkan kekuatanmu sampai level ini......!
Sungguh menggelikan!”
“Asal itu bisa membuatku menyaksikan tubuh tubuh telanjang
gadis seusiaku, aku akan dengan senang hati melawanmu sampai mati hari ini!”
“Sungguh level mesum yang tinggi! Kamu! Bukankah kamu
seharusnya sudah puas dengan melihat dan merasakan tubuh telanjang Rias-san dan
Akeno-san setiap hari?”
“Ini ya ini! Itu ya itu!”
“Apa! Naga mesum playboy ini benar benar keterlaluan!”
Apa iya? Aku, playboy? Dari sejak awal, aku selalu merasa
kalau para gadis lah yang bermain main denganku di rumah......
“Ngomong ngomong, biarpun kamu bisa melewatiku, ada siswa
kelas dua dari gadis gadis Sitri yang menjaga di depan sana. Sebagai senjata
terakhir, kami bahkan akan izinkan Saji membangkitkan Dragon King untuk
menghadangmu. – Tak peduli apa, kamu tak akan mengintip pemandian wanita.”
Kenapa jadi begini! Formasi pertahanan seperti itu sampai
dipersiapkan!? Sepertinya rencakaku untuk mengintip pemandian wanita sudah
terbaca sejak awal! Betapa kurang kerjaannya Rossweisse-san dan para budak
Sitri!
Selain itu, membiarkan Saji bertransformasi menjadi Dragon
King untuk menyetopku dari mengintip, mereka pikir seberbahaya apa aku ini!?
Sampai membawa Vritra untuk menghentikan Sekiryuutei dari mengintip, gila apa!?
“Ayolah, biarkan aku lolos kali ini! Kalau kamu terus
begitu, kamu takkan pernah mendapat pacar!”
Mendengar ucapanku, Rossweisse-san tiba tiba menjadi murka.
“Pa, pa, pa, pa, pa, pa, pacar itu sama sekali tidak
relevan! Se, se, se, se, se, selain itu aku mantan Valkyrie yang masih perawan!
Aku juga ingin melakukan hal hal erotis dengan pacar yang tampan dengan masa
depan menjanjikan!”
Usai Rossweisse-san berteriak, seluruh tubuhnya mulai
memancarkan kekuatan sihir!
Krak! Krak!
Tangga darurat mulai berguncang dengan keras!
Oh tidak! Karena kata kata merangsang itu, tekanan dari
Rossweisse-san meningkat sampai level membahayakan! Matanya nampak berair, aku
pasti baru menekan tombol terlarang! Kalau sudah begini seluruh lantai ini bisa
hancur! Aku juga akan mati!
Kalau sudah begini, hanya ada “itu”! Aku akan memakai “itu”
untuk menghentikannya!
“Takkan kumaafkan kamu!”
Rossweisse-san melepaskan halilintar yang bergerak zig zag
sepanjang tangga darurat!
Berhasil menghindari serangan sihir Rossweisse-san, aku
menutup jarak. Masih terkejut sedikit namun aku harus menahannya!
Sepanjang waktu ini, aku meningkatkan imajinasiku sampai max,
dan memusatkan kekuatan Iblis di tanganku.
....Ya! Biarkan khayalanku menjadi kenyataan! Dan biarkan
kekuatan yang tersimpan dilepaskan dari Sacred Gear!
[Explosion!]
Persiapan selesai! Aku melepas atasan seragam olahragaku dan
melemparnya ke depan! Menghalangi pandangannya dalam sekejap! Dia takkan tahu
apa yang terjadi berikutnya!
“Hanya selevel ini?”
Rossweisse-san memakai sihir angin untuk menghembuskan
pakaian – namun sebuah celah tercipta dalam sekejap! Jangan remehkan hasrat
seksualku! Rossweisse-san bereaksi pada tipuanku, dan saat aku bergerak
melewatinya, akhirnya – aku menyentuh pakaiannya.
“Musnahlah! Dress Break!”
Usai aku menyalurkan sihir pada pakaian Rossweisse-san,
pakaiannya musnah dalam sekejap!
Dress Break sukses! Akhirnya, bahkan Rossweisse-san takkan
berdaya pada jurus agung ini!
Oh oh! Sungguh sosok yang seksi! Sebenarnya ini kali pertama
aku melihat tubuh telanjang Rossweisse-san! Payudara indah itu membuatku sangat
tersentuh! Sungguh hebat! Payudara Buchou juga indah, namun entah itu bentuk
keseluruhan atau putingnya, payudara Rossweisse-san sangat mengagumkan dalam
semua hal! Kaki indah yang digabungkan dengan pinggang sempit, sosok langsing,
seperti karya seni!
Rossweisse-san mulai menangis. Apa aku........sudah
kelewatan?
“Ooh, ooh.......”
“Maaf, itu kecelakaan.”
Pada permohonan maafku, Rossweisse-san menangis dengan
marah.
“Kamu pikir maaf saja cukup!? Ba-baju senam itu kubeli
seharga 980 yen di saat diskon! Se-setidaknya perlu tiga kali harganya untuk
menggantikannya sekarang! Bra dan celana dalamnya juga kubeli di saat diskon!”
Dia marah pada hal itu!? Dibandingkan terlihat telanjang,
memusnahkan pakaian itu lebih mengesalkan!? Ini benar benar mantan Valkyrie
yang pelit dan banyak mengomel!
“Ah! Iyaaah! A-aku takkan bisa menikah lagi!”
Akhirnya menyadari, Rossweisse-san menutupi bagian bagian
penting dengan tangannya! Aku tak tahu lagi bagaimana harus bereaksi pada sikap
tak terduga ini!
“Kamu baru sadar sekarang?”
“Apa maksudmu, baru sadar sekarang! Memusnahkan pakaian itu
pemborosan! Dress Breakmu itu sama sekali tak ramah lingkungan! Selain itu,
hasrat seksualmu terlalu kuat! Tisu, juga, kamu pasti memakai banyak tisu,
kan!? Sebagai Guru, aku tak bisa memaafkan itu! Tolong hargai sumber daya
alam!”
Dimarahi soal menghargai barang barang yang dimusnahkan oleh
Dress Break! Ini kali pertama bagiku!
Dan soal hasrat seks dan peringatan tentang pemakaian tisu!
Yah, itu benar, bagi siswa SMA di puncak pubertas, pemakaian tisu memang
boros.......
Rossweisse-san benar benar pelit – bukan, bukan, orang yang
amat sangat ramah lingkungan!
Valkyrie perawan yang hobi berbelanja di toko 100 yen,
seperti kakak perempuan yang membuat seseorang merasa kurang beruntung.
“Ini kali pertama aku dimarahi soal hal ini! Maafkan aku!
Aku benar benar minta maaf!”
Karena ujung ujungnya jadi begini, aku kehilangan hasrat
untuk mengintip pemandian wanita. Pada saat ini, sebuah sosok muncul. Itu
adalah—
“Ah, maaf sudah mengganggu klimaks hiburan kalian, maafkan
aku.”
Azazel-sensei. Dengan mata setengah terbuka, menggeleng
kepalanya oleh adegan luar biasa di depan matanya.
“Azazel-sensei, kenapa anda ada disini!?”
“Oh, kita sudah dipanggil. Ke restoran Jepang terdekat.”
Dipanggil? Oleh siapa? Mereka sudah berada di restoran
terdekat?
“Siapa itu?”
Sensei tersenyum di sudut bibirnya oleh pertanyaanku.
“Maou shoujo sama yang sangat imut.”
Bagian 5
Kami kelompok Gremory plus Irina dengan tenang menyelinap
keluar dari hotel dan mengikuti Azazel-sensei ke restoran di sudut jalan.
“....Restoran ‘Dairaku’, jadi Leviathan-sama berada di
tempat seperti ini.”
Ya, kelihatannya Serafall-sama telah memasuki Kyoto.
Kami serta Sensei menerima undangan dari Serafall-sama.
Pada poin ini, melewati sejumlah jalan yang terisi oleh
suasana tradisional Jepang, sebuah ruangan nampak.
Membuka pintu – Serafall-sama dengan tenang tengah menunggu
kami, duduk dalam posisi seiza[9],
dan mengenakan kimono yang glamor.
“Hello! Sekiryuutei-chan, dan para budak Rias-chan, lama tak
jumpa!”
Leviathan-sama selalu menyapa kami dengan riang dan
antusias.
Kimono sangat cocok dengannya. Rambutnya yang sangat panjang
diikat hari ini agar sesuai dengan kimononya.
“Oh, rupanya Hyodou dan kalian.”
Saji dan para gadis Sitri kelas dua lain. Mereka sudah datang
lebih dulu, ya.
“Yo Saji. Bagaimana Kyoto? Kemana kamu pergi di siang hari?”
“Kami kan OSIS. Kami menghabiskan sepanjang siang dengan
membantu para Guru.”
Saji berbicara sambil mendesah. Itu pasti sangat berat bagi
mereka. Tapi sebagai anggota OSIS, ya apa boleh buat.
Tetap saja, dengan si [Kuda] Meguri-san, si [Benteng]
Yura-san, dan [Peluncur] Hanakai-san dan Kusaka-san, ternyata ada banyak Iblis
cantik diantara siswi kelas dua disana.......Ini membuat posisi Saji sebagai
satu satunya pria di OSIS cukup membuat iri.
“Makanan disini sangat enak. Khususnya menu ayamnya sangat
lezat. Sekiryuutei-chan, kamu dan Saji harus makan banyak.”
Kami baru saja mengambil tempat duduk ketika Leviathan-sama
segera memesan lebih banyak makanan secara gila gilaan. Tapi kami baru makan
malam........
Ah, biarpun begitu, usai mencicipi sepotong di mulutku, rasa
lezat itu membuatku seperti bisa makan sebanyak mungkin. Sepertinya semua orang
disini merasakan hal yang sama.
“Jadi, kenapa Leviathan-sama datang ke tempat seperti ini?”
Oleh pertanyaanku, Leviathan-sama membuat pose kiraboshi dan
membalas.
“Aku datang kemari untuk mengamankan kerjasama dari golongan
Youkai Kyoto.”
Benar benar seorang yang mengurus hubungan luar, dia
melakukan tugasnya penuh tanggung jawab. Itu artinya, bernegosiasi dengan
golongan youkai.
Namun Leviathan-sama kemudian meletakkan sumpitnya, dan
wajah imutnya mengernyit.
“Tapi......sepertinya ada situasi tidak biasa.”
“Situasi tidak biasa?”
Pada pertanyaanku, Leviathan-sama membalas.
“Menurut laporan dari youkai Kyoto, pemimpin mereka Kyuubi
telah menghilang sejak beberapa hari lalu.”
Usai aku mendengar ucapannya, peristiwa di hari ini melintas
dalam pikiranku.
-- Kembalikan Ibuku!
Kata kata si gadis itu terulang jelas dalam pikiranku.
Bukankah Kyuubi adalah rubah berekor sembilan yang terkenal itu? Mereka sering
muncul dalam manga.
“—Dan itu artinya.......”
Mungkin karena dia memahami apa yang hendak kuucapkan,
Leviathan-sama mengangguk.
“Ya. Aku sudah mendengar laporanmu dari Azazel-chan. Aku
takut......itulah situasinya.”
Azazel-sensei meneguk keras keras alkoholnya, dan kemudian
berkata:
“Jadi pemimpin para youkai telah diculik. Seorang yang
bertanggung jawab—“
“Kemungkinan, itu adalah Khaos Brigade.”
Leviathan-sama menyimpulkan dengan khidmat.
.......
Sudahkah organisasi teroris datang kemari?
Si gadis bertelinga hewan – Ibu si gadis Kyuubi telah
diculik oleh mereka. Karena itulah kami disalahartikan sebagai bagian dari
penculik dan diserang.
“Kalian, kalian terlibat dalam masalah apa lagi kali ini?”
Mata Saji mulai sedikit berkedut kedut. Maaf Saji, kami
selalu masuk dalam segala macam masalah!
“Astaga, mengurus bocah bocah ini untuk piknik sudah
melelahkan. Betapa menyusahkan, para teroris itu.”
Sensei mengucapkan kata kata itu dengan kesal. Hei, bukankah
anda hendak bersenang senang dengan maiko........?
Leviathan-sama menuangkan secangkir lagi untuk sensei dan
melanjutkan.
“Apapun yang terjadi, situasi ini tak bisa dipandang remeh.
Kita harus menyelesaikannya sendiri. Aku akan terus mencoba untuk bekerjasama
dengan para youkai.”
“Paham. Aku akan bertindak sendiri. Astaga, para teroris ini
sampai membawa masalah jauh jauh ke Kyoto.”
Azazel-sensei meneguk cangkirnya dan mengutuk. Tanpa ragu, itu
karena para teroris ini membuat dia kehilangan kesempatan untuk bisa bermain
dengan maiko.
Ini baru hari pertama piknik, dan masalah sudah menjadi
seserius itu........apa yang kami harus lakukan? Jujur saja, ini tak lagi bisa
disebut piknik.......tidak, tidak, lebih tepatnya karena ini piknik berharga
bagi siswa SMA kelas dua, kita harus mencoba sebisa mungkin untuk menikmati
piknik ini.
Namun, karena kami adalah budak Gremory, dan Iblis, kami
sebisa mungkin diminta untuk tak terlalu menarik perhatian.
“Ummm, jadi yang kami harus lakukan adalah........?”
Saat aku bertanya dengan ragu ragu, sensei menghela nafas
dan memaksakan senyum.
“Pokoknya, kalian harus tetap menikmati piknik kalian.”
“Eh, tapi..........”
Sensei mulai menepuk nepuk kepalaku dengan tangannya.
“Kalau sesuatu terjadi, aku akan panggil kalian. Namun, ini
juga piknik sekolah berharga kalian, kan? kami orang dewasa akan mencoba
menangani situasi sebisa mungkin. Jadi kalian semua nikmatilah Kyoto untuk
sekarang.”
.......Sensei. Kata kata sensei membuatku merasa sangat
tersentuh.
Sungguh orang curang. Gubernur yang suka bertindak semaunya
sendiri ini, mengatakan hal sekeren itu dalam situasi seperti ini.
“Ya. Sekiryuutei-chan, serta para budak Sona-chan. Silahkan
menikmati waktu kalian di Kyoto. Aku juga akan menikmati waktuku!”
Tak ada lagi yang perlu dikatakan karena Leviathan-sama
mengatakan itu. Diluar dugaan, sepertinya Leviathan-sama adalah seorang yang
paling ingin mengunjungi Kyoto.
Karena kami tak ingin menambah beban mereka, kami memutuskan
untuk melanjutkan tur tamasya kami.
Dan kami tak boleh melapor pada Buchou........tapi kalau
sesuatu terjadi, aku akan ambil tindakan.
Aku akan melindungi Kyoto yang Buchou cintai!
Life 3 : Kelompok Pahlawan Telah Tiba!
Bagian 1
“Bagus! Lanjutkan!”
“Ya!”
Saat ini masih pagi buta di hari kedua piknik. Langit baru
saja bercahaya. Asia dan aku tengah menggunakan atap hotel untuk latihan.
Singkat kata, kami sedang melatih gerakan dasar dari awal
sampai selesai. Asia akan berlatih mengembangkan refleks untuk melepaskan
kekuatan sihir dari jarak dekat. Di sisi lain, aku mengulang melatih reaksiku
dan menghindari serangan yang ditembakkan dari jarak sangat dekat.
Plus latihan dasar, sesi latihan ini akan berlanjut sampai
hari pertandingan. Ini semua harus dilakukan di siang dan malam! Berlatih
apapun yang terjadi. Aku percaya kalau itu semua diperlukan untuk mengejar
Sairaorg-san dan Vali!
--Aku akan menjadi kuat!
Biarpun harus dilakukan selangkah demi selangkah, itu tak
apa apa. Demi perkembangan konstan ini, aku harus berlatih!
“Maaf Asia. Mengambil waktumu untuk membantuku latihan
bahkan di piknik sekolah.”
Aku berbicara sambil bernafas terengah engah. Asia
menggeleng kepalanya.
“Tak masalah. Aku senang bisa bersama dengan Ise-san di
Kyoto sejak pagi hari.”
Asia tersenyum cerah. Ah ah, dia sungguh gadis yang hebat!
Asia-chan adalah Asia-chan ku yang paling paling paling penting, aku sungguh
bangga padanya!
“Lebih efisien untuk memiliki partner berlatih, kan?”
Itu suara Kiba. Melihat dengan seksama, bukan hanya Kiba,
namun Xenovia juga ada disini.
“Karena aku sudah membeli pedang kayu, tak bisakah kita
melatih diri kita asal tak sampai merusak tempat ini? Pertandingan berikutnya
melawan pewaris keluarga Great King akan dilakukan tak lama lagi.”
Xenovia......aku tahu kamu sedang senang, tapi apa kamu
berniat membawa pedang kayu kemana mana untuk bertamasya? Tapi apa boleh buat,
sepertinya tak ada cara lain untuk bertahan dari serangan musuh tanpa
menghancurkan tujuan tujuan pariwisata.
Saat aku memikirkan itu, Kiba menciptakan pedang pendek di
tangannya.
“Xenovia, kalau sesuatu terjadi, pakailah saja ini untuk
bertarung.”
“Ah, pedang suci pendek? Dengan ini akan mudah disimpan
dalam tas sekolah. Terima kasih.”
Menerima pedang pendek dari Kiba, Xenovia memutarnya sejenak
di tangannya dengan lihai. Saat Kiba memasuki Balance Breaker, dia tak hanya
bisa menciptakan Pedang Iblis namun juga Pedang Suci hingga kaliber tertentu.
Namun, dibandingkan Pedang Suci Legendaris, pedang Kiba masih kalah jauh.......
--Namun, musuh?
Saat pikiranku mencapai poin itu, itu membuatku merasa
gugup.
Bahkan disini, pertarungan bisa saja berlangsung. Apa kah
karena kekuatan Naga yang menarik semua masalah ini?........Aku membenci
kemungkinan itu.
Menampar wajahku, aku memperbarui semangatku. Aku harus
lebih bersemangat lagi!
“Ya! Mari kita latih tanding sejenak sebelum berkumpul di
pagi hari!”
Dan seperti itu, latihan pagi kami dimulai sekali lagi.
Bagian 2
“—Jadi anak anak, ayo pergi!”
“ “ “ Ya! “ “ “
Kiryuu dengan kacamata berkilau menunjuk pada terminal bus,
dan kami para lelaki berteriak meresponnya.
Meski insiden di hari pertama sangat disayangkan, namun
karena Sensei dan para orang dewasa sudah mengatakannya, kami harus menikmati
piknik sebisa mungkin. Kudengar Saji dan kelompoknya juga mengunjungi banyak
tempat hari ini.
Aktivitas hari kedua dimulai dengan menaiki bus dari dekat
stasiun Kyoto ke perhentian Kiyomizu-dera[10]
Kami membeli tiket bus satu hari di stasiun Kyoto, dan kemudian mengantri untuk
bus dengan para siswa lain.
Kami menaiki bus dan terus melaju sampai ke Kiyomizu-dera.
Sambil kami melihat lihat untuk menghargai pemandangan baru, bus akhirnya
mencapai tujuannya.
Setelah mencari cari sejenak, kami menemukan jalur yang
landai menuju ke Kiyomizu-dera. Oh, rumah rumah Jepang yang dibangun di kedua
sisinya itu terlihat sangat menarik.
“Kudengar ini yang disebut dengan Lereng Tiga Tahun. Kalau
kalian jatuh disini, itu artinya kalian akan mati dalam tiga tahun, eh?”
Ujar Kiryuu.
“Oooh waaaaaaa! Seram sekali!”
Asia nampak ketakutan, dan memeluk lenganku. Eh, eh, eh, ini
kan hanya legenda. Asia adalah anak kikuk dan sering jatuh tersandung, jadi
sudah wajar kalau dia akan ketakutan. Memegang lenganku mungkin terasa lebih
aman baginya.
--Tapi kemudian, Xenovia juga, memegang lenganku yang lain.
“A-Ada apa ya? Xenovia?”
Aku bertanya dengan kaget, namun dengan tanpa ekspresi,
Xenovia bergumam pada dirinya sendiri.
“....Orang Jepang ternyata suka memasang mantra seram di
jalur berlereng mereka.”
Dia ternyata mempercayainya! Xenovia-san, itu hanya
kesalahpahaman! Namun, kupikir ini salah satu poin manisnya.
Dan kemudian, ini menjadi situasi dimana aku mendaki lereng
dengan dua gadis cantik, satu di setiap lengan. Sepanjang waktu ini, aku bisa
merasakan kedua brengsek itu memelototiku dengan kebencian murni.......Fufufu,
diserang dengan kecemburuan entah kenapa terasa nyaman!
Di akhir jalan yang berlereng, gerbang besar nampak! Inilah
Kiyomizu-dera!
Berjalan melewati pintu gerbang – Gerbang Niou, mari menuju
ke Kiyomizu-dera!
“Lihat, Asia! Kuil ini mengumpulkan esensi dari budaya
pagan!”
“Ya, ya! Kamu bisa merasakan sejarahnya dari penampilannya!”
“Hore untuk pagan!”
Dalam keriangan mereka, trio Gereja membuat komentar
komentar tak layak! Kalian, hei kalian, kami-sama dan Buddha-sama ada disini!
Aku bisa merasa kalau mereka menyaksikan, jadi jangan bersikap terlalu tak
sopan, oke?
Ini adalah panggung Kiyomizu yang pernah kulihat di
televisi! melihat ke bawah dari sana.......Ya, meski sangat tinggi, namun bagi
aku yang sekarang, jatuh seharusnya bukan masalah lagi? kenapa pikiranku terus
memikirkan hal hal seperti itu? Tak bagus. Hal hal yang berkaitan dengan
pertarungan sepertinya sudah terukir ke dalam tulangku!
“Sepertinya ada banyak yang jatuh dari sini dan selamat.”
Kiryuu memberikan penjelasan itu. Eh, jadi manusia takkan
apa apa. Ngomong ngomong, banyak orang jatuh dari sini?
Di dalam kuil, terdapat kuil kecil yang digunakan untuk
berdoa untuk lulus ujian dan permohonan cinta.
Mungkin sebaiknya aku juga melempar receh ke dalam kotak
persembahan dan membuat permohonan. Toh aku ini siswa SMA. Tapi karena aku
Iblis, aku tak tahu apa Buddha-sama akan mengabulkan permohonanku atau tidak.
Tapi tetap saja, aku ingin bisa masuk universitas.
“Hyodou, kenapa kamu tak mencoba prediksi kecocokan cinta
dengan Asia?”
Oleh desakan Kiryuu, Asia dan aku menarik prediksi
cinta........bagaimana kecocokannya?
“Dikatakan kalau peluangnya tinggi dan sangat memungkinkan.
Sepertinya kita sangat cocok, Asia.”
Aku menerangkan isi prediksi dan menjelaskannya pada Asia –
wajah Asia menjadi merah, dan terlihat sangat senang.
“Ya! Aku sangat senang........senang sekali, sungguh.......”
Memegang stick ramalan dengan sangat sayang, air mata muncul
di matanya! Oh oh, dia sampai sesenang itu, aku jadi merasa malu! Namun,
biarkan aku berterima kasih pada Buddha-sama disini karena menjamin hubunganku
dengan Asia. Sungguh terima kasih! Aku sekali lagi kowtow[11]
dan menyampaikan rasa hormat kepada Buddha.
“Ini hebat.”
“Eh eh, bagus sekali.”
“Aku merasa sedikit lega.”
Xenovia, Irina, dan Kiryuu menganggukkan kepala mereka tanda
menyetujui. Bisakah kalian hentikan itu, itu sangat memalukan.
“.......Apa kita saja yang tidak kebagian?”
“Jangan menangis, Matsuda. Mari kita hajar saja Ise saat
kita kembali ke hotel.”
Ah, kedua cowok tengah cemberut dengan murung di sudut
gelap.
Kami mengitari kuil dengan cepat, membeli sejumlah suvenir,
dan kemudian berjalan ke terminal bus.
“Perhentian berikutnya adalah Ginkaku-ji[12],
Kuil Paviliun Perak. Kalau kita tak buru buru, waktu akan berlalu dalam sekejap
mata.”
Kiryuu menuntun arah sambil melihat jam tangannya. Memang
benar, tanpa sadar waktu sudah jam sepuluh pagi. Kalau kami hendak mengunjungi
satu atau dua tujuan lagi, itu takkan bekerja kecuali kami buru buru seperti
ucapan Kiryuu.
Selanjutnya adalah Ginkaku-ji! Dengan menaiki bus menuju
kesana, kami meninggalkan Kiyomizu-dera!
“Sebenarnya tidak perak?”
Mencapai Ginkaku-ji dan melihat kuil, itulah kata kata
pertama Xenovia.
Tidak, memang benar kalau Ginkaku-ji tidak perak. Xenovia
entah kenapa nampak kecewa, dengan mulut terbuka lebar.
“....Mata Xenovia-san nampak bersinar ketika dia terus
berkata pada dirinya sendiri ‘Ginkaku-ji terbuat dari perak, dan Kinkaku-ji[13]
terbuat dari emas. Mereka pasti sangat menyilaukan.”
Asia memeluk bahu Xenovia yang bergetar dan menjelaskan.
Begitu. Dia memiliki fantasi yang terlalu hebat.
“Ada juga rumor, seperti kematian biksu Ashikaga yang
terlibat dalam pembangunan kuil, atau karena pemerintahan Bakufu kehabisan uang
pada waktu itu. yang pasti, itu bukan perak.”
Kiryuu menjelaskan. Waw, bukankah si gadis berkacamata ini
sudah menyelidiki semua hal sebelumnya, sampai bisa tahu semua hal tentang
atraksi terkenal itu?
Namun, pemikiran sudah memasuki pikiranku di Fushimi Inari,
pemandangan musim gugur Kyoto dengan semua pegunungan dan pepohonan sungguh
rupa yang indah sekali.
Setelah berkeliling sejenak di Ginkaku-ji, kami berhenti
untuk makan siang di dekatnya dan melanjutkan ke tujuan berikutnya, Kinkaku-ji.
Tentu saja, kami juga membeli suvenir yang berkaitan dengan Ginkaku-ji.
“Emas! Kali ini benar benar emas!”
Mencapai Kinkaku-ji, Kuil Paviliun Emas, itulah kata kata
pertama Xenovia yang dia teriakkan.
Sama sekali berbeda dengan tadi, dia terlihat sangat heboh.
Tidak, itu kebahagiaan yang ekstrim.
“Itu memang emaaaaaaaaaaaas!”
Xenovia mengangkat kedua tangannya, dengan wajah berseri
seri. Kinkaku-ji memang berkilau dan emas, begitu cerah! Meski aku pernah
melihatnya di televisi sebelumnya, namun kecerahan dari objek yang sesungguhnya
memang lebih kuat.
Para siswa lain juga berada disini dan mereka semua sibuk
mengambil foto. Matsuda menjepret foto demi foto seolah kerasukan. Aku juga
mengambil beberapa foto untuk kenang kenangan. Kemudian aku mengirimnya via SMS
ke anggota lain dari Klub Penelitian Ilmu Gaib di Akademi Kuou.
Kami mengelilingi tempat ini, membeli suvenir, dan kemudian
berhenti di rumah teh untuk istirahat.
“Silahkan dinikmati.”
Nona berbusana kimono mempersiapkan teh hijau berbubuk dan
menyajikannya pada kami. Ada juga sejumlah snack Jepang.
Mencicipi teh – rasanya tak sepahit bayanganku. Justru,
harus kukatakan kalau, mencicipi teh dengan snack Jepang membuat rasanya lebih
tepat.
“Ya, sangat baik.”
Irina sepertinya menikmatinya juga.
“Sedikit pahit.”
Asia nampak belum terbiasa. Namun, dia masih meminumnya
sedikit demi sedikit, jadi seharusnya tak terlalu buruk untuknya.
“.....Itu memang emas dan bersinar.”
Xenovia nampaknya dalam kondisi bermimpi dan masih terpesona
oleh glamor emas dari Kinkaku-ji. Matanya bersinar dengan cahaya berseri seri
dan bahkan belum menyentuh tehnya.
Hari ini Xenovia benar benar menunjukkan sisi langka yang
belum pernah terlihat sebelumnya. Begitu menarik. Seorang yang paling menikmati
kehidupan sebagai siswa mungkin adalah Xenovia.
“Xenovia, mari kita berdoa untuk merayakan.”
“Ide bagus.”
“Mari berdoa.”
Asia bergabung, dan mereka bertiga mulai “Oh Tuhan!” trio
Gereja itu berdoa terhadap Surga, perayaan macam apa itu.......
Ah, sudah jam dua siang. Meski kami sudah mengelilingi semua
lokasi lokasi wisata dengan sangat cepat, sekali ada sesuatu yang menangkap
mata kami, waktu sepertinya berlalu dengan sangat cepat.
Kalau dipikir pikir, kami sudah pergi untuk membunyikan
lonceng segera setelah memasuki Kinkaku-ji, namun kupikir antrian yang panjang
membuat waktu kami tersita lebih banyak dari dugaan.
“Ah, mesum! Hentai!”
Suara wanita. Dengan sangat kaget, aku melihat sekeliling
untuk mendapati seorang pria tengah dihentikan oleh sejumlah staf.
“Op-Oppai! Beri aku Oppai!”
Bahkan Kinkaku-ji memiliki orang mesum. Waw, jadi merusak
mood untuk bertamasya.
“Orang mesum lagi. Bicara soal itu, berita televisi pagi ini
juga melaporkan tentang mereka. Ada seorang di kuil Sensoji juga. Dan di
stasiun kereta kemarin. Sepertinya ada terlalu banyak jumlah orang mesum.”
Pada kata kata Matsuda, Motohama menekan kacamatanya dan
memprotes.
“Bicara apa kamu. Kamulah orang yang menyerangku di kereta
peluru kemarin.”
Jadi itu yang terjadi kemarin.
“Tidak, bagaimana aku harus menjelaskannya? Pada saat itu
aku pasti ngelindur saat tidur, tapi tiba tiba aku mendapat hasrat untuk
meremas payudara. Ada apa ya, dengan perasaan itu?”
Matsuda memiringkan kepalanya, nampak bingung. Yah, aku
percaya kalau sebagai lelaki, ingin menyentuh payudara adalah hal normal.
“Inilah masa muda.”
Motohama mendeklarasikan, dan Matsuda berkata “Kesalahan
masa muda!” dan mengangguk. Namun kumohon, jangan menyerah lalu meremas dada
laki laki.
Saat aku hendak mengangguk bersama mereka – ponselku
berbunyi.
Ah, Akeno-san yang memanggil. Ada masalah apa?
“Ya, hallo, apa ada yang masalah, Akeno-san?”
[Hallo, Ise-kun. Tidak, tak ada yang serius.......barusan
Koneko-chan baru mendapati keganjilan]
“Keganjilan?”
[Ya, kamu baru mengirim foto foto itu, kan?]
“Ya, waktu di Kinkaku-ji. Apa ada masalah?”
Akeno-san membalas kekagetanku.
[Pada foto itu, nampaknya kamu menangkap sesuatu]
“Menangkap sesuatu?”
[Ya, di pemandangan latar belakang sepertinya ada beberapa
youkai rubah. Apa yang terjadi? Meski youkai rubah memang tidak langka di
Kyoto.....]
Suara Akeno-san terdengar cukup cemas.
Setelah menerima panggilannya, aku merasa bergidik.
“Tidak, kami tak apa apa. Ah, Asia sepertinya memanggilku.
Mari bicara lagi nanti.”
[....Kalau sesuatu terjadi, hubungi aku ya?]
“Ya.”
Aku menutup telepon setelah itu.......dipanggil oleh Asia
sebenarnya bohong.
Mengecek foto foto yang kuambil tadi, semuanya nampak
seperti pemandangan normal dari Kinkaku-ji......Aku tak bisa melihat ada
keganjilan. Apa itu seperti foto paranormal yang hanya bisa dilihat orang orang
tertentu? Apalagi, hanya seorang nekomata – Koneko-chan yang bisa melihat
mereka.
Yang pasti, aku harus memperingatkan Asia dan yang lain
tentang informasi Akeno-san.
Melihat kembali ke rumah teh – Matsuda, Motohama, dan Kiryuu
sudah tertidur pulas! Tak mungkin karena mereka kelelahan.......mustahil mereka
tertidur dengan cepat saat aku tengah menelepon.
Asia dan yang lain masih bangun, namun Xenovia tengah
memelototi pelayan wanita dengan ekspresi seram.
Dia sudah menunjukkan telinga dan ekor hewannya.......bukan
manusia. Melihat lebih seksama, makin banyak orang orang bertelinga hewan
bermunculan dan semua turis normal tertidur.
.....hahaha, naif sekali bagi kami untuk berpikir kalau
mereka takkan menyerang di tujuan atraksi turis paling terkenal. Apa kinkaku-ji
bagian dari wilayah youkai?
Xenovia dengan cepat mencabut pedang suci pendek dari tasnya
dan menyembunyikan Asia di belakangnya.
Aku menyiapkan tangan kiriku, dan hampir memanggil gauntlet—
“Tunggu sebentar.”
Mendengar suara familiar, aku melirik. Yang muncul adalah –
Rossweisse-san!
“Rossweisse-san! Kenapa kamu ada disini?”
Dengan terengah engah, Rossweisse-san menjawab.
“Ya, aku dipanggil oleh Azazel-sensei untuk menyambut kalian
semua.”
“Dipanggil oleh Sensei? Apa yang terjadi?”
Aku bertanya sambil melihat sekeliling.......kalau kupikir
pikir, tak ada hawa permusuhan, beda dari para youkai yang menyerang kami
kemarin.
“Gencatan senjata. Atau dengan kata lain, kesalahpahaman
telah diselesaikan – Putri Kyuubi ingin meminta maaf pada kalian semua.”
Itulah jawaban Rossweisse-san.
Ah, gencatan senjata? Kesalahpahaman selesai? Berarti dengan
kata lain, tak ada lagi rubah yang akan menyerang?
Pada keraguan panjangku, seorang nona berkuping hewan
mendekat dan membungkukkan kepalanya dalam dalam.
“Saya adalah youkai rubah yang melayani Raja sang Kyuubi.
Kami mohon maaf untuk sebelumnya. Mohon ikut bersama kami karena Tuan Putri
kami ingin meminta maaf pada anda sekalian.”
Ikut dengan mereka? Kemana? – saat aku memikirkan itu,
seorang onee-sama rubah melanjutkan ucapannya.
“Ke Ibukota pusat dimana kami youkai Kyoto tinggal.
Maou-sama dan Gubernur Malaikat Jatuh telah berada disana.”
Bagian 3
Tempat yang kami tuju – adalah tempat yang hanya bisa
dideskripsikan sebagai dunia lain.
Seperti jalanan dari periode Edo, rumah rumah kuno berbaris,
dan makhluk makhluk aneh menampakkan wajah wajah mereka dari pintu, jendela,
dan lorong lorong jalan.
Melalui torii tersembunyi di Kinkaku-ji, kami lewat melalui
sana dan memasuki dunia lain.
Ruang gelap dengan atmosfir unik. Makhluk makhluk yang baru
kusebutkan itu. banyak penghuni menyapa kami......Youkai bermata satu dengan
wajah besar, youkai seperti kappa dengan makanan di kepala mereka, tanuki yang
berjalan tegak dan makhluk makhluk lain dari legenda.
Semua orang tengah mengawasi kami dengan penuh rasa
penasaran.
Kami mengikuti si Nona rubah ke arah kediaman Tuan Putri.
Disini agak gelap, dan satu satunya sumber cahaya adalah lampu yang bergerak
sepanjang jalan di depan kami.
“Wooshashashashasha!”
Wa! Membuatku takut! Lentera itu tiba tiba menampakkan mata
dan mulutnya dan mulai tertawa! Apa itu hewan lentera legendaris?
“Mohon maaf. Youkai disini memang suka bergurau......meski
saya rasa tak satupun dari mereka bisa menjadi ancaman bagi kalian semua......”
Nona rubah yang memandu kami meminta maaf sambil terus
berjalan.
“Jadi ini dunia para youkai?”
Itulah pertanyaanku. Meski aku menyadari kalau ruang ini
terhubung dengan Kyoto.
Onee-sama rubah memberikan jawaban berikut;
“Ya, ini adalah tempat dimana sebagian besar youkai tinggal.
Saya ingat kalian para Iblis juga memakai ruang khusus dalam Rating Game. Jadi
kenapa tak menganggap ruang ini sebagai sesuatu yang dibuat dengan cara yang
sama. Kami menyebut tempat ini “Jalan belakang” atau “Ibukota pusat” dan nama
nama lain. Tentu saja, seperti Iblis, ada juga mereka yang tinggal di permukaan
Kyoto.”
Ibukota pusat? Begitu. Sesuatu yang mirip dengan arena Game
dalam Rating Game.
“.....Apa mereka manusia?”
“Tidak, kudengar mereka Iblis.”
“Iblis eh? Jarang sekali bisa melihat mereka.”
“Apa gadis bule cantik itu juga Iblis?”
“Naga, itu pasti hawa kehadiran Naga. Iblis dan Naga......”
Dari kasak kusuk para youkai yang kudengar, Iblis pasti
langka disini. Benar, bagaimanapun juga ini wilayah youkai, sehingga hal itu
wajar saja.
Berjalan melewati beberapa baris perumahan, kami memasuki
hutan dengan sungai yang mengalir melaluinya. Berjalan semakin dalam, sebuah
torii merah besar muncul.
Di hadapan kami terdapat mansion besar, yang memberikan
perasaan kebangsawanan kuno.
Ah, di depan torii, Azazel-sensei dan Leviathan-sama dalam
kimono sudah ada disana!
“Oh, kalian sudah sampai.”
“Ah, hello semuanya.”
Biarpun mereka datang ke dunia youkai, sikap mereka masih
tetap sama.
Diantara mereka terdapat seorang gadis pirang. Seorang yang
memimpin serangan sebelumnya. Haruskah aku memanggilnya Kyuubi-san?
Kali ini ia tidak mengenakan busana pendeta wanita, namun
mengenakan kimono berbulu mencolok seperti Tuan Putri dari Era Peperangan
Negara.
Ah, dia benar benar terlihat seperti Tuan Putri kecil.
“Kunou-sama, saya sudah membawa mereka semua kemari.”
Nona rubah melaporkan – kemudian menghilang dalam kobaran
api......Apa itu? itukah yang disebut rubah api?
Si tuan putri melangkah ke depan dan mulai berbicara.
“Aku Kunou, putri dari Yasaka, administrator dari youkai
yang tinggal di dalam dan luar Kyoto.”
Setelah perkenalan dirinya, dia membungkukkan kepalanya
dalam dalam.
“Mohon maaf untuk sebelumnya. Menyerang kalian tanpa
menyelidiki terlebih dulu, mohon maafkan aku.”
Jadi, dia meminta maaf pada kami.........aku menunjukkan
ekspresi bingung dan menggaruk wajahku.
“Tak masalah. Bukankah bagus karena kesalahpahaman sudah selesai?
Aku tak keberatan selama kami bisa menikmati piknik kami di Kyoto tanpa insiden
lebih jauh.”
Xenovia mengatakan itu, dia mungkin tak punya keinginan
untuk bertarung di Kyoto.
“Ya. Hati yang memaafkan itu sangat penting bagi Malaikat.
Aku tak punya dendam pada Tuan Putri-sama.”
Irina melanjutkan. Asia juga berbicara, penuh dengan senyum.
“Ya, kedamaian itu sangat penting.”
Karena mereka bertiga sudah berbicara, aku tak punya alasan
untuk tak setuju. Ngomong ngomong, membiarkan mereka bicara lebih dulu, aku
merasa malu sebagai lelaki.
“Jadi itulah yang kami rasakan, aku juga tak apa apa. Mohon
angkat kepalamu.”
“Tapi, tapi.......”
Hmm, insiden itu membuatnya lebih resah dari kami. Aku
berlutut dan membuat kontak mata dengan si gadis muda – Kunou.
“Jadi, namamu Kunou kan? Begini, Kunou, kamu sangat
mencemaskan Ibumu kan?”
“Ya, tentu saja.”
“Kalau memang begitu, maka membuat kesalahan itu wajar saja.
Tentu saja, ini bisa membuat masalah dan membuat tak nyaman orang lain. Tapi
Kunou, kamu sudah meminta maaf. Kamu meminta maaf karena kamu memahami kamu
sudah salah, begitu kan?”
“Tentu saja.”
Aku menempatkan tanganku di bahunya sambil tersenyum, dan
melanjutkan.
“Kalau itu masalahnya, maka kami takkan menyalahkan Kunou.”
Mendengar kata kataku, wajah Kunou menjadi merah dan
berbicara dengan suara kikuk.
“.....Terima kasih.”
Oke, kesalahpahaman sudah terselesaikan.
Aku berdiri namun Azazel-sensei mencolekku.
“Benar benar Oppai Dragon. Kamu benar benar ahli mengurus
anak anak.”
“Tolong, tolong jangan bergurau. Aku pusing memikirkan kata
kata itu, tahu!”
“Jangan malu malu, kamu kan hidup dengan nama Oppai Dragon.”
“Ya, sungguh Oppai Dragon! Aku sangat tersentuh!”
“Astaga, cowok ini jago mengurus anak anak.”
Terhadapku yang merasa malu, Xenovia, Asia, dan Irina
menganggukkan kepala mereka dan memberi pujian.
“Kamu benar benar mengejutkanku tadi. Sebagai Guru aku
bangga padamu.”
Bahkan kesan Rossweisse-san sudah meningkat
sedikit......berapa buruk kesannya padaku selama ini? Kalau aku bisa mencari
topik percakapan soal toko 100 yen, mungkin opininya padaku bisa lebih
membaik.......?
“A-Aku takkan kalah! Oppai Dragon sedang berpromosi bahkan
di tempat seperti ini! Acara Televisiku ‘Magical Levi-tan’ takkan kalah!”
Leviathan-sama nampaknya bersemangat dengan semacam impuls
yang sangat aneh? Astaga, para Iblis ini benar benar terlalu damai!
Dengan malu malu, Kunou berbicara.
“.....Meski aku mohon maaf untuk kesalahanku........tapi
tolong, kumohon pada kalian semua! Mohon pinjamkan kekuatan kalian untuk
menyelamatkan Ibuku!”
Tangisan kesakitan tanda meminta bantuan dari seorang gadis.
Pemimpin youkai di Kyoto adalah Kyuubi (Rubah berekor
sembilan) Yasaka. Dia meninggalkan rumahnya beberapa hari lalu dengan pembawa
pesan Sakra dari Gunung Meru.
Namun, Yasaka-san gagal muncul di tempat pertemuan. Para
youkai mulai menyelidiki dan menemukan salah satu pengawalnya yang sedang
sekarat, karasu-tengu.
Sebelum embusan nafas terakhirnya, si karasu tengu
memberitahu youkai lain kalau Yasaka-san telah diserang dan diculik.
Pada saat itulah mereka mulai menyelidiki pendatang baru
mencurigakan dan akhirnya menyerang kelompok kami.
Setelah itu, Azazel-sensei dan Leviathan-sama bernegosiasi
dengan Kunou, menyangkal keterlibatan Dunia Bawah, serta menyediakan petunjuk
kalau kemungkinan itu adalah ulah Khaos Brigade.
“......Sepertinya, masalah sudah menjadi serius.”
Setelah mendengar semua hal tentang insiden ini, itulah
opiniku.
Kami telah dibawa ke dalam mansion. Di aula besar, Kunou
telah mengambil tempat duduknya.
“Huh, sekali sejumlah golongan mulai bersekutu, hal semacam
ini jadi terus terjadi. Terakhir kali dengan Odin, Loki datang kan? kali ini,
musuhnya adalah teroris.”
Sensei komplain dengan tak senang. Sensei yang menyukai
kedamaian, pastinya takkan memaafkan para teroris ini. Kupikir pikirannya pasti
penuh oleh kemarahan.
Di sisi Kunou terdapat si nona rubah yang sebelumnya dan
pria tua berhidung panjang. Pria tua itu adalah pemimpin tengu, dan memiliki
hubungan kuat dengan kyuubi sejak zaman dulu. Dia terlihat sangat khawatir
tentang penculikan Yasaka-san serta putrinya Kunou.
“Gubernur-dono, Maou-dono, bisakah anda membantu menemukan
cara untuk menolong Yasaka-hime? Tak peduli apa, kami menjanjikan kerjasama
penuh kami.”
Si tengu tua membuat permintaan seperti itu.
Dia menyerahkan selembar foto pada kami. Seorang onee-sama
pirang cantik dalam busana rahib wanita! Telinga hewan menyembul di kepalanya!
J-Jangan jangan ini.......
“Ini adalah foto dari Yasaka-hime.”
Sungguh! Bukankah payudaranya besar!? Bahkan kelihatan jelas
dari balik busana mikonya! Apa yang para teroris itu inginkan dengan Tuan Putri
rubah berdada besar ini!? Ka-kalau kalian berbuat macam macam, aku takkan
ampuni kalian semua!
“Yang bisa kami yakini, adalah para penculik masih berada di
Kyoto.”
Sensei berbicara.
“Kenapa anda berpikir seperti itu?”
Itulah pertanyaanku. Sensei mengangguk dan menjelaskan.
“Aliran ki di semua wilayah Kyoto masih stabil. Rubah
berekor sembilan adalah eksistensi yang bertanggung jawab dalam mempertahankan
keseimbangan aliran ki dari area berbeda di wilayah ini. Kyoto sendiri bisa
dianggap sebagai medan energi berskala besar. Kalau kyuubi yang menjaga tanah
ini pergi atau terbunuh, maka Kyoto akan mengalami perubahan drastis. Karena
tak ada tanda tanda itu, artinya Yasaka-hime masih baik baik saja, dan para
penculik kemungkinan masih ada disini.”
K-Kyoto ternyata kota seperti itu! ini semua pernyataan yang
mengejutkan!
Namun, kalau Yasaka-san masih tak apa apa, berarti masih ada
kesempatan untuk menolongnya.
“Serafall, level investigasi apa yang para Iblis sudah
lakukan disana?”
“Aku sudah perintahkan mereka untuk menginvestigasi secara
rinci. Para Iblis yang familiar dengan Kyoto juga sudah diturunkan.”
Sensei mengalihkan tatapannya dan memandang kami semua.
“Sepertinya kali ini kalian akan terlibat lagi, karena kita
kekurangan tenaga orang. Khususnya karena kalian berpengalaman dalam melawan
orang orang kuat, dan kami akan membutuhkan kekuatan kalian melawan golongan
Pahlawan. Ini sangat disayangkan, tapi mohon bersiaplah untuk kemungkinan
terburuk. Nanti biar aku yang menghubungi Kiba dan para budak Sitri yang tak
berada disini. Sebelum itu, silahkan menikmati piknik kalian, tapi kami akan
mengandalkan kalian dalam situasi darurat.”
“Ya!”
Kami setuju pada kata kata sensei!
Pada akhirnya, ini bukan piknik sederhana. Yah, mengunjungi
semua lokasi lokasi penting lebih dulu adalah keputusan yang pandai.
Kunou mengatupkan tangannya dan membungkukkan kepalanya
dalam dalam. Nona rubah dan tengu tua juga membungkuk dengannya.
“.....Kumohon pada kalian semua. Mohon........mohon
pinjamkan kekuatan kalian untuk menolong Ibuku.......Tidak, tolong pinjamkan
kekuatan kalian padaku. Kumohon.”
--
Anak sekecil itu membungkukkan kepalanya dan memohon dengan
berlinang air mata dalam suara bergetar.
Meski dia berbicara seperti Tuan Putri kelas tinggi, dia
pasti berada di usia yang masih bergantung pada kasih sayang Ibunya.
....Kemarahan di hatiku bergejolak.
Para brengsek Khaos Brigade ini, meski aku tak tahu apa
rencana kalian, akan kuhabisi kalian! Sampai menculik Onee-sama berdada besar
itu, tak termaafkan!
Dan kemudian aku berpikir! Saat kita menyelamatkan Yasaka-san,
dia pasti akan memberiku semacam hadiah!
‘Ufufu, kamu Sekiryuutei? Kamu sudah menolongku? Luar biasa,
kalau begitu, bagaimana aku harus menghadiahimu......Hm, kamu menatap
tubuhku.......jadi begitu, kamu menginginkan tubuhku? Ufufufu, tak masalah, kamu
boleh menikmatinya sepuas hatimu.’
Tes tes. Dengan khayalan erotis memasuki otakku, darah
menetes dari hidungku. Dengan menggoda melepas kimononya, imej onee-sama kyubi
menjadi luar biasa! Payudara! Payudara!
“....Ise-san, apa kamu sedang memikirkan hal hal mesum?”
Asia tengah menatapku dengan wajah tidak senang. Asia-chan,
dalam area ini, instingmu kadang kadang sangat tajam!
Aku menggeleng kepalaku. Tak mungkin, tak mungkin! Ini
permintaan Tuan Putri kecil!
Dengan pemikiran seperti itu, aku memperbarui keyakinanku,
dan mempersiapkan diriku untuk pertarungan sepanjang piknik ini.
Tapi tapi, kemana perginya kemungkinanku saat itu.......tak
ada tanda tanda mereka akan kembali sejauh ini. Apa mereka masih berada di
Kyoto......?
Namun entah kenapa, mereka terasa tak begitu jauh......
“Wow,--aku makan kenyang sekali.”
Malam itu, aku tengah terbaring di kasur di kamarku. Setelah
menyelesaikan makan malam dan mandi. Makan malamnya sangat lezat. Dan semuanya
terlihat berkelas tinggi.
.....Setelah mengunjungi dunia youkai, kami kembali ke
Kinkaku-ji sekali lagi. membangunkan Matsuda dan yang lainnya yang tertidur,
kami melanjutkan piknik kami, membeli suvenir, dan menghabiskan waktu kami di
area itu sampai waktunya kembali.
Kembali ke hotel, kami bertemu dengan Kiba dan para budak
Sitri untuk merencanakan langkah berikutnya.
Kami akan melanjutkan piknik sesuai rencana untuk esok hari,
namun akan membawa lingkaran sihir versi portabel sehingga kami bisa kembali ke
hotel dengan cepat. Usai kami menerima kabar dari pemimpin kami Azazel-sensei,
kami harus segera kembali ke hotel.
Astaga, ini semua jadi merusak suasana
bertamasya.......besok kami berniat mengunjungi Gunung Badai, Arashiyama[14],
dan sepertinya Kunou akan menemui kami disana sebagai pemandu wisata.
Sepertinya Kunou ingin meminta maaf dengan menjadi pemandu
kami. Sebenarnya kami ingin menolak tapi dia bersikeras kalau itu tak apa apa.
Karena dia tetap ingin melakukannya, kami hanya bisa menerima tawarannya.
Namun, sebenarnya Sensei yang menyuruh kami untuk menerima lebih dulu.
Sesuatu tentang ini menjadi langkah pertama dalam kerjasama
Dunia Bawah dengan para youkai. Putri dari pemimpin Youkai adalah super VIP.
Sehingga misi itu diserahkan pada kami.........besok kami harus memastikan
untuk tak melakukan hal hal memalukan.
......Apa yang Buchou sedang lakukan saat ini?
Akeno-san.......juga Koneko-chan......Ah, Gasper juga. Aku jadi merindukan
anggota klub yang masih berada di Akademi Kuou.
Mereka mungkin tak pernah membayangkan kalau kami akan
terlibat dengan Khaos Brigade. Sayang sekali kejadian seperti ini masih harus
terjadi.
......Mm, aku jadi merindukan payudara Buchou. Saat kembali
aku harus mengubur wajahku ke dalam payudaranya!
Bagaimana aku harus membunuh waktu sebelum tidur? Matsuda
dan Motohama sepertinya sudah pergi, katanya mau mengintip pemandian
wanita.......aku tak pergi kali ini. Namun kalau kupikir pikir, mungkin akan
asyik untuk menantang Rossweisse-san dan seluruh tim pertahanan Sitri.....Hmm
–apa yang harus kulakukan?
Saat aku merenung untuk mengintip pemandian wanita atau
tidak—
Ketok ketok.
Seseorang tengah mengetuk pintu.
“Masuk.”
Usai menjawab ketukan—
“Ise-san, ini aku.”
Itu suara Asia. Ada apa?
“Masuklah.”
Asia masuk, dan dia hanya mengenakan gaun malam.
“Ada apa, Asia?”
“Aku datang untuk bermain. Xenovia-san dan Irina-san
sebentar lagi juga datang. Kiryuu bilang dia sibuk bergosip dengan para gadis
lain dari kelas lain, jadi dia tak bisa datang.”
Astaga! Tiga gadis cantik akan datang bermain ke kamarku!
Ini menakjubkan! Apa yang kita harus lakukan? Ya, ya! Batu-gunting-kertas
menelanjangi......hehehe! Aktivitas seperti itu sangat sempurna dalam situasi
seperti ini!
Saat aku membuat rencana mesum—
“Ise!”
“Kita akan ketahuan!”
--! Itu suara Matsuda dan Motohama dari arah koridor! Apa
mereka mau memasuki kamarku!?
“A-Asia! Kesini!”
“Eh? I-Ise-san?”
--Entah kenapa, aku tiba tiba tak ingin kelihatan oleh kedua
brengsek itu, dan menarik Asia ke dalam kloset.
Menutup pintu geser dari dalam, aku mengangkat jariku dan
berkata ‘shhh’—di dalam cahaya suram untuk menyuruh Asia tetap diam.
Setelah beberapa saat, Matsuda dan Motohama membuka pintu
dan langkah kaki mereka yang memasuki ruangan bisa terdengar.
“Ah, Ise tak ada disini.”
“Jangan jangan, si brengsek itu tahu tempat lama yang sama
untuk mengintip di pemandian wanita?”
“Apa!? Itu gawat! Apa dia mau mencicipi tubuh para gadis itu
sebelum kita!?”
“Ah, pasti begitu! Ayo pergi, Matsuda!”
“Ya!”
Tap tap. Terdapat suara langkah kaki cepat dan terburu buru
saat mereka menyerbu keluar dari kamar. Mereka berdua nampaknya sudah pergi.
Selain itu, tempat lama yang sama untuk mengintip!? Apa
maksudnya itu!? Tempat semacam itu benar benar ada........sialan! Kenapa aku
tak menyadarinya!? Itu membuatku sangat kepikiran!
Sambil aku memutar otakku untuk menyesali kebodohanku, Asia
mendadak menggenggam lenganku erat erat.
Aku menoleh ke wajah Asia – dia kelihatan seperti ingin
mengatakan sesuatu. Dan kemudian dia nampaknya sudah membuat keputusan, dan
berbicara.
“....Ise-san, saat kamu bersama Rias-oneesama di peron
stasiun kereta......kalian berciuman, kan?”
--A-Apa dia melihatnya!? Apa dia menyadari sesuatu, kembali
ke peron, dan tak sengaja menyaksikannya!? Apapun yang terjadi, sepertinya Asia
melihat adegan itu!
“Ah, itu ciuman perpisahan.......”
“....B-Begitu. Bisa berciuman begitu intim........Benar,
Ise-san dan Rias-oneesama memang.....Tapi aku juga—“
Asia menatap lurus padaku, dan ekspresinya entah kenapa
nampak sangat menggairahkan.
“Bisakah kamu.......memberiku ciuman juga?”
Usai dia menyelesaikan kata katanya, Asia mendekatkan wajahnya.
Ciuman kedua.
Dengan alami – bibir kami melekat bersama dengan sangat
alami. Tanpa hawa nafsu atau kepura puraan, ciuman ini hanya mengkomunikasikan
rasa sayang kami terhadap satu sama lain—
Dalam sekejap bibir kami bertemu, penuh oleh perasaan
lembut, rasa realita yang menakutkan mengelilingiku. Perasaan itu sungguh
mengesankanku tentang betapa pentingnya Asia padaku, betapa berharganya dia.
Asia—
Asia ku. Kami harus bersama selamanya. Entah itu ratusan,
ribuan, atau puluhan ribu tahun—
Kami harus tetap bersama.
Saat aku menenggelamkan diriku dalam atmosfir romantis—
Pintu terbuka!
“Ah yaya! Umm, Xe-Xenovia, lekaslah lihat ini!”
Dengan rambut tergerai dan mengenakan gaun malam, Irina
mendorong pintu dan kami mulai menatap satu sama lain.
“Ada apa, Irina? Ooh, ini momen ciuman berharga Asia. Asia,
jadi inikah yang kamu maksudkan dengan bermain di kamar Ise? Aku sangat
terkesan.”
Seorang yang berbicara adalah Xenovia, juga dalam pakaian
tidur!
Asia dan aku – berciuman di depan mereka!
Apa apaan ini!!!!!!!
Bagaimana mereka masuk tanpa membuat suara!? Benar juga,
Asia berkata kalau mereka akan datang dengan cepat!
Ceroboh sekali! Terlalu banyak celah dalam momen
menggairahkan itu!
Mereka melihat! Mereka melihat semuanya dengan jelas! Saat
Asia dan aku berciuman.
Aku dengan panik memisahkan bibirku dengan Asia. Sial! Air
liur kami menetes! Selain itu, lidah kami, lidah kami hampir bertautan saat
pintu kloset dibuka!
“Sepertinya itu bukan yang kali pertama? Hmm.......Asia
selalu lebih dulu dariku......”
“Ya ya! Asia kadang kadang sangat berani, dan melaju dengan
pesat dalam area ini!”
Xenovia dan Irina sepertinya mendiskusikan hal itu dengan
sangat tertarik, begitu heboh sampai wajah mereka memerah!
Bang!
Sesuatu sepertinya baru saja meledak! Wajah Asia memerah
sampai batasnya!
“Ah, ah, ahahahahahahaha, Fuwuwuwuwuwuwuwu.......”
Ah--! Mata Asia berputar putar dengan rasa malu teramat
sangat, dan dia jatuh tak sadarkan diri!
“Asia! Hei Asia, bertahanlah! Kamu harus membagi rasa malu
denganku juga! namun, ini mungkin jenis situasi yang Asia tak mungkin bisa
tahan!”
“Maaf sudah mengganggu.”
“Aku juga minta maaf.”
Saat aku mencoba membangunkan Asia – Xenovia dan Irina juga
ikut masuk dalam kloset!?!?!?!
Dan kemudian dengan cermat menutup pintu geser dari dalam!
“Maaf, kami datang ke kamarmu untuk bermain, tapi kamu
sepertinya absen, jadi kami membuka klosetnya.”
Xenovia dengan kalem menjelaskan seolah itu hal yang sangat
beralasan.
Ruanganku seharusnya digunakan untuk situasi darurat, namun
siapa sangka situasi darurat ternyata sedang berlangsung disini!
--! Xenovia perlahan mendekat.
“A-Apa yang mau kamu lakukan, Xenovia!?”
Xenovia menampakkan ekspresi kalem oleh kekagetanku dan
membalas:
“Aku setelah Asia. Apa itu akan berciuman atau yang lebih
seksi? Irina yang berikutnya.”
Apa, bicara apa kamu!!!!!!? Kenapa ujung ujungnya jadi
begini!?
“Eh!? Aku juga!? kamu pasti bercanda!”
Mata Irina nyaris menyembul oleh kekagetan pada ucapan
Xenovia. Dia juga sepertinya telah terjebak dalam sesuatu diluar pemahamannya.
“Ini kesempatan bagus, Irina, kamu harus lebih memahami laki
laki.”
“Memahami, bukankah itu akan menjadikanku Malaikat Jatuh?”
“Yah, kamu harus bisa melawannya dengan semangat. Mungkin
kamu tak akan berubah menjadi Malaikat Jatuh untuk bisa melakukannya.”
“Memakai semangat!? Ya, ya pasti seperti itu.......tapi,
tapi, kalau, kalau aku melakukan hal vulgar, bagaimana bisa aku, sebagai [As]
Michael-sama..........!”
Dengan pelan bergumam pada dirinya, Irina sepertinya sedang
berjuang dengan dirinya.
“Ise adalah pilihan bagus. Lelaki bagus, dan juga seorang
Sekiryuutei. Kalau kamu memiliki anak dari Naga Legendaris, mungkin itu bisa
berkontribusi pada potensi tempur Surga di masa depan?”
“....Ise.....anak Sekiryuutei.......potensi tempur
Surga......”
Aaaaaaaah, Irina mulai nampak tersiksa! Apa apaan itu! Apa
arti eksistensiku terletak disana!?
“Oke, bagaimana kita harus lakukan ini. Di ruang sempit ini
kita punya satu pria dan tiga wanita.”
“Hei, hei, Xenovia! Bagaimana dengan para Guru diluar?”
Ya, mereka melarang kontak pria wanita. Siapa tahu apa yang
akan mereka lakukan kalau sampai menemukan pria dan wanita muda saja dalam satu
ruangan.
Kamar siswa laki laki dan wanita dipisahkan oleh lantai dan
para Guru terus mengawasi dengan ketat. Bahkan sepanjang periode waktu bebas
sebelum waktu tidur mereka bergiliran mengecek setiap ruangan. Akan gawat kalau
mereka sampai menemukan situasi ini!
“Ah, maksudmu si Guru laki laki. Kami sudah memakai kekuatan
Iblis dan Malaikat kami untuk menyegel kamar ini dalam perisai. Tak ada apapun
terjadi tak peduli siapapun yang mendekat. Tak masalah. Biarpun erangan keluar
dari kamar ini, takkan ada yang masuk.”
“Aku tak terlalu paham, tapi ruang ini saat ini terisi
dengan sihir Iblis dan kekuatan suci!”
Xenovia dan Irina mengangkat jempol tanda sepaham! Apa
kalian idiot!? Mereka memang idiot! Dua Gereja yang menerapkan inisiatif mereka
dengan cara seperti itu!
Sembari aku mengkritik keras sikap gila keduanya, Xenovia
menutup jarak diantara aku dan dia!
“Oke....pertama......mari kita mulai dengan berciuman?”
....Hmm, aku tak tahu kenapa, namun bibir Xenovia nampak
sangat seksi hari ini. Mungkin karena ciuman barusan dengan Asia, dan jantungku
yang belum tenang?
“Eh!? Xenovia, kamu sudah bersiap untuk berciuman!?”
Irina sepertinya belum siap.
“Ya, aku harus berlatih membuat bayi dengan Ise. Bukankah
Kiryuu berkata kalau melakukan hal ini sepanjang piknik akan terasa ekstra
spesial?”
Kiryuu!!!!!! Si mesum sialan itu! Bukankah sudah kuberitahu
supaya tak mengisi otak orang orang ini dengan informasi tak berguna seperti
itu!!!!!! Tapi sekali lagi, terima kasih banyak! Apa yang akan terjadi kalau
Xenovia melanjutkan!? Akankah aku akhirnya bisa berhubungan seks!?
“Itu, itu benar! Ini penting! Tapi, aku ini Malaikat, serta
bawahan dari Michael-sama........seorang Kristen! Hal, hal seperti ini.......”
“Kalau begitu kamu boleh menonton dari sisi. Aku akan
membuat bayi di bawah pengawasan Malaikat. Hoho, bukankah ini seolah membuat
bayi yang dipilih oleh Surga? Irina, kamu bisa menyaksikan adegan penting
pembuatan bayi Iblis. Mohon berkahi adegan ini karuniamu kalau kamu bisa.”
Xenovia mulai melepas pakaiannya! Kulitnya perlahan lahan
nampak......lekuk sempurna itu selalu mencuri hatiku kapanpun ia muncul! Kami
Iblis sehingga kami bisa melihat jelas dalam kegelapan. Pasti karena itu,
segalanya begitu jelas!
Mendengar kata kata Xenovia, Irina membentangkan sayap
Malaikat dan halonya. Kecerahan sayapnya semakin membuat panas suasana! Betapa
praktis, kekuatan Malaikat itu!
“—Mohon serahkan padaku! Aku selalu ingin menyaksikan,
seperti Gabriel-sama, momen penting ketika kehidupan baru terbentuk! Ah ah, ini
juga berkaitan dengan tiga golongan, dengan Surga, dan kepercayaan Tuhan!”
Plop!
Xenovia sudah melepas BH-nya.
Uwaaa! Mimisan! Bocah ini payudaranya bagus sekali,
brengsek!
Xenovia tak mempedulikan Asia yang pingsan dan memelukku!
Ah, ah, ah, ah, ah, perasaan dari payudaranya tersalurkan ke tubuhku!
Kelembutannya membuat otakku kelu!
“Ini kesempatan langka. Kamu juga harus memeluknya seperti
ini kalau Asia bangun. Karena ini waktu pertama untuk kamu dan Asia, mungkin
akan tragis kalau kamu tak berpengalaman. Pelajarilah wanita melalui aku dan
kemudian peluklah Asia memakai pengetahuan itu. ini demi keamanan Asia.”
“Ah ah, Xenovia! Kamu begitu mengorbankan diri!”
Apa yang mereka berdua katakan!? Xenovia melepas pakaiannya
sambil membelai tubuhku. Begitu merangsang! Dan, dan menekan tanganku diantara
kedua pahanya! Perasaan lunak, dan lembut itu membuat pikiranku blank!
“....Ahh.....ternyata, kulit laki laki – kulitmu membuatku
merasa nyaman. Menyentuhmu jadi membuatku terasa bagai wanita.”
Tes tes.
Mimisanku tak bisa dihentikan. Orang, orang ini bisa secara
alami membunuh laki laki hanya melalui kata katanya!
Kalau, kalau sudah begini, aku bisa apa selain menerima
ini!? Hal besar akan segera terjadi dengan Asia dan Xenovia di dalam kloset
sempit ini!
Aku menelan air liurku keras keras, menyesuaikan nafasku,
dan mencondongkan tubuhku untuk memeluk Xenovia—
“Ooooo, mmmm.......Eh, aku—“
Asia bangun! Duduk dengan perlahan. Tepat saat aku hendak
berbaring dengan Xenovia, mata kami bertemu!
Menyaksikan kami, mata Asia terbelalak lebar!
“Oh – Asia, kamu bangun. Aku hendak mengambil beberapa
materi genetik dari Ise disini.”
Xenovia sama sekali tak peduli! M-Material genetik, ka-kamu,
bicara apa kamu!?
“Mate, mate, mate, material genetik.....!”
Suara Asia melengking.
“Tinggal sebentar lagi. santai, aku takkan mengambil
semuanya. Mungkin aku akan hamil dengan beberapa ronde ekstraksi?”
Xenovia!!!!!!!! Berbicaralah seperti wanita, tolong! Kamu,
itu kata kata yang sangat aneh, tahu!?
“Tidak, tidak boleh!! Ise-san......tidak kuizinkan!”
Asia berteriak dengan mata berair.
“Ayolah, apa masalahnya dengan berbagi denganku?”
Xenovia mengangkat alisnya, nampak sedikit kesal.
Mereka berdua mulai berantem.
“Tidak, bukan itu masalahnya! Tapi untuk
mengekstraknya.......berarti, berarti kamu harus melakukan “itu” dengan
Ise-san.......takkan kuizinkan!”
“Asia ternyata kamu tahu banyak juga. Kamu sudah lulus dari
mempercayai bangau yang mengantar bayi.”
“Kamu, kamu jangan meremehkan aku. Aku memahami semuanya!
Kalau kamu begitu menginginkannya akan kunyatakan saat ini juga!”
Memelukku, Asia berteriak keras keras:
“Aku ingin memiliki anak Ise-san!”
........dalam sekejap, Xenovia, Irina, dan aku kaget
setengah mati oleh pernyataan berani Asia. Belum lagi dia melepas gaun
malamnya! Kulitnya yang seputih salju kelihatan jelas!
Dalam sekejap, mimisanku mulai mengucur deras.
Te-tentu saja! Karena Asia benar benar berkata dia ingin,
ingin, ingin memiliki anakku.......! Aku paham wajahku pasti sedang memerah
sampai max!
“Hebat......ini pertarungan diantara wanita untuk
memperebutkan material genetik. Luar biasa.....!”
Irina menyaksikan kami dengan canggung. Berisik! Kamu kan
Malaikat disini!
“Ise-san, karena kita akan bersama selamanya. Bukankah wajar
untuk memiliki anak?”
Asia menanyaiku. Aku sudah kehilangan semua akal sehatku,
dan menjawab dengan lirih;
“A, apa iya......? Apa iya......?”
“Oke, Xenovia, aku akan mengandung bayi Ise-san! Aku akan
memiliki banyak bayi!”
Xenovia menggenggam lenganku. Pa-payudaranya bersandar di
lenganku!!!!!
“Tidak, kalau seperti itu maka kamu harus memberiku ronde
material genetik. Aku ingin anak juga. aku juga seorang wanita, dan ingin
mengalami memiliki anak. Aku juga ingin mengalami membesarkan anak.”
Pe, perkembangan macam apa ini.....? Aku sangat senang, tapi
apa perasaan mencekik ini? Kloset ini bukan hanya sempit, namun udaranya
semakin menipis! Situasi saat ini begitu mirip dengan Buchou, Asia, Akeno-san,
dan Koneko-chan di kamarku memperebutkanku di malam sebelum piknik.......!
Gadis gadis sungguh sulit dipahami!
Xenovia dan Asia melotot satu sama lain. Aku menjauhkan diri
dari mereka, berharap bisa mengambil jarak, namun kepalaku membentur panel kayu
dengan suara keras.
Ouch.......disini terlalu sesak, apa yang kubentur
tadi........Saat aku jatuh kebawah—
Tanganku mendarat di atas perasaan yang super lembut.....
“....Wa, I-Ise-kun......”
-- Di depan mataku terdapat Irina dengan wajah merah padam!
Usai aku jatuh di atas Irina – tubuhku saat ini menindih Irina! Aku melirik
kebawah – gaun malamnya terbuka, payudara putih murninya dengan jelas bisa
terlihat! Wow, besar sekali, punyanya Irina sungguh gede! Luar biasa! Ini
puting Malaikat!? Perasaan lembutnya terasa jelas! Ngomong ngomong, tanganku
saat ini sedang sibuk meremas salah satu payudaranyaaaaa!!!!!!!
Ini terjadi karena kecelakaan, karena ruang kloset ini
teramat kecil!
Payudara Irina terasa lembut namun elastis! Perasaan seluruh
tanganku tenggelam ke payudaranya! Kelembutan itu, perasaan gemetar namun
elastis itu seperti puding yang baru matang!
Kelembutan dan kemulusannya benar benar menyaingi Akeno-san,
Irina!!!!!!
Ah, sayap Malaikatnya berkedip kedip lagi! apa dia mendekati
tepi berbahaya menjadi Malaikat Jatuh lagi!
“.....Aku, ini waktu pertamaku......jadi aku tak tahu harus
berbuat apa, Ise-kun.......apa kamu ingin aku menjadi ‘jatuh’.....?”
Wajah Irina terisi penuh oleh pesona wanita mengesankan! Ini
gawat! Irina yang biasanya naif dan manis menunjukkan ekspresi itu terlalu
kuat, itu membuat kekuatan luar biasa mengalir ke seluruh tubuhku! Plus
rambutnya sedang tergerai, ini menggandakan pesona menggodanya beberapa kali!
“M-Maaf!”
Aku mencoba minta maaf dan melepas tanganku – ouch......aku
membentur kepalaku di panel kayu lagi......
Wajahku jatuh oleh hantaman itu. Tentu saja, aku jatuh di—
Payudara irina. Sensasi elastisitas luar biasa itu
diteruskan ke wajaku! ......Ah ah, payudara Irina begitu besar dan lunak dan
lembut.......Inikah rasanya memeluk seorang Malaikat?
Pandanganku menjadi kabur, bahkan kesadaranku juga.......
Aku pasti membentur kepalaku terlalu keras, plus mimisan tak
terhentikan ini.......
“Ise-san! Apa kamu tak apa apa!? Ise-san!”
“Hei, pingsan dengan memeluk Irina untuk yang kali pertama,
aku secara pribadi tak bisa menerima itu—“
“Apa aku akan ‘jatuh’.......Ah ah, Tuhan, mohon ampuni aku—“
Ketiga suara mulai bersahut sahutan—
Trio Gereja kekuatan tempur kooperatif mereka benar benar
menyeramkan!
Bagian 4
Esok harinya, kami berangkat dari hotel ke stasiun Kyoto.
(Ah--, tadi malam terasa begitu......)
Aku merasa tengah dalam mimpi dan belum bangun. Tadi malam,
aku mengalami semua jenis hal hal erotis dengan trio Gereja di dalam kloset.
Itu situasi yang merangsang, tapi di saat yang sama juga mencekikku......
Setelah melalui kehilangan darah dalam jumlah besar dan
benturan di kepala berkali kali, aku bangun untuk mendapati diriku di bawah
selimut di pagi hari. Ternyata Rossweisse-san waktu itu datang dan mengirim
trio Gereja kembali ke kamar mereka dan mengurusku. Rossweisse-san sungguh
pakar dalam mengurus orang lain......
Namun, mendengar pernyataan Asia ‘aku ingin mengandung bayi’
membuatku merinding tadi malam. Tapi itu sangat membuatku senang......dari
lubuk hatiku. Meski terasa sangat rumit, aku benar benar tersentuh!
Kapanpun hal seperti itu terjadi padaku, aku akan berpikir.
Bagaimana bilangnya ya, aku selalu gugup pada momen momen kritis. Aku sangat
menyadari itu. Tapi aku hanya tak bisa mengambil langkah ke
depan......mengikatku, itu pasti pengalaman traumatis dari lubuk hatiku. Setiap
saat aku bertanya tanya kalau mengambil langkah berikutnya akan membuat para
gadis membenciku, aku menjadi sangat ketakutan.
--Kehidupan saat ini adalah yang terbaik.
Karena itulah aku tak mau menghancurkan situasi saat kini.
Raja Harem akan mustahil kalau ini berlanjut! Aku juga tahu
itu!
....Tapi kalau memang begitu, hubunganku dengan Buchou
takkan pernah.......mustahil untuk dijangkau. Oh yah, itu juga tak apa apa.
Bagi Buchou aku akan selalu—
....Mungkin kalau ada kesempatan, aku akan mengambil
keberanian untuk membuat langkah ke depan itu?
--Ronde berikutnya.
Kalau kami menang melawan Sairaorg-san, maka dengan Buchou
aku akan—
“Hei, Ise, kenapa kamu terlihat seperti mau menangis?”
Matsuda menampakkan wajahnya di depanku dan mempertanyakan.
“Ah, bukan apa apa.......tapi wajahmu dan Motohama nampak
menakutkan.....”
“Bukan apa apa.”
“Ini luka luka kehormatan.”
Wajah Matsuda dan Motohama bengkak dan ditutupi oleh banyak
plester luka.
Mereka berdua menuju ke tempat yang disebut tempat lama
untuk mengintip di pemandian wanita, namun OSIS – para budak Sitri sudah
mengamankan area itu, namun mereka berdua masih mencoba untuk menyerbu kesana.
Itulah sebab wajah lebam dan luka mereka.
....Mereka tak mungkin menang melawan gadis gadis Sitri.
Setelah itu, bahkan aku menjadi tersangka, tapi berkat Rossweisse-san datang ke
kamarku, aku mendapat bukti ketidak terlibatan.
Namun sayangnya, pagi ini aku dan trio Gereja dipanggil oleh
Rossweisse-san untuk dinasehati.
Rossweisse-san memang seperti kakak perempuan hebat bagi
kami. Maaf sudah banyak menyusahkanmu.
Ngomong ngomong, kenapa aku dianggap terlibat dengan
kegiatan dua idiot itu!? apa boleh buat saat kami terkenal sebagai trio mesum!
Apa aku punya kepercayaan karena aku selalu kelihatan mesum?
Pokoknya, hentikan dulu pikiran pikiran ini.
Jadi, kuatkan diriku dan lanjutkan tamasyanya. Hari ini kami
menuju ke Arashiyama, dan tujuan pertama adalah Kuil Naga Langit, Tenryuu-ji[15]
“Bagaimana kita menuju ke Tenryuu-ji?”
Aku menanyai Kiryuu. Dia melihat jadwal dan membalas.
“Ya – naik dari stasiun Kyoto ke arah Arashiyama, kemudian
turun di perhentian terdekat ke Arashiyama. Kemudian berjalan ke arah sana.”
“Paham. Berarti kita pergi ke stasiun sekarang. Buchou
menyebutkan itu sebelumnya, namun sebenarnya ada bus dan trem listrik dimana
mana.”
“Jadi, semua tujuan tamasyanya adalah tempat tempat ini?”
Matsuda mendengar komentarku dan berbicara. Itu benar.
Semuanya seperti ini.
Di stasiun Kyoto, kami menaiki trem listrik ke arah
Arashiyama dan menuju ke tempat tujuan.
“Ini dia.”
Setelah turun, kami harus berjalan ke Tenryuu-ji. Ada banyak
tanda sehingga kami takkan kesasar disini.
Kemudian, kami akhirnya sampai di Tenryuu-ji. Gerbang elegan
menyapa kami.
“Inilah Tenryuu-ji (Kuil Naga Langit). Jadi apa nama ini
memiliki signifikansi spesial?”
[Entahlah. Mungkin kami pernah bertarung disini, mungkin
tidak]
Ddraig, mungkin memorinya kabur. Biarpun mereka pernah
bertarung disini itu pasti sudah berabad abad lampau, dan pemandangan disini
pasti sudah sama sekali berbeda. Sudah wajar untuk lupa.
Aku menanyai Ddraig kalau dia tahu bagaimana kuil ini diberi
nama.
Kami telah melewati gerbang besar dan membayar tiket masuk.
“Hello, ternyata kalian datang juga.”
Itu adalah suara kecil yang pernah kudengar sebelumnya.
Menolehkan kepalaku, aku melihat di belakang kami seorang gadis pirang dalam
busana rahib wanita – Kunou.
“Itu Kunou.”
“Ya, sesuai perjanjian, aku akan jadi pemandu wisata kalian
untuk sekeliling Arashiyama.”
Hari ini dia menyembunyikan telinga dan ekornya. Tentu saja,
karena ada banyak manusia normal di sekitar kami.
Matsuda dan Motohama nampak kaget melihat loli blonde imut
itu.
“Wow – gadis yang manis sekali! Hei Ise, kamu pergi dan
merayu anak kecil ini!?”
Kasar sekali si botak ini. Kami melalui banyak hal tahu? Di
sisi lain, Motohama—
“....Begitu loli, sungguh mempesona......haha......”
Nafasnya menjadi tidak teratur!? Aku lupa! Pria ini
sebenarnya lolicon tak tertolong lagi!
Tipe Kunou pasti sesuai dengan seleranya! Kacamata Motohama
memancarkan cahaya berbahaya! Namun, seseorang mendorong Motohama ke samping
dan memeluk Kunou. Itu Kiryuu.
“Ah--! Manis sekali! Hyodou, dimana kamu menemukan dia?”
Memeluk dan menggosokkan wajah mereka bersama! Kiryuu, kamu
pecinta loli juga!?
“Le, lepaskan aku! Jangan sok akrab, cewek rendahan!”
Kunou nampak ogah ogahan, namun Kiryuu menjadi semakin
girang.
“Memprotes memakai cara bicara Tuan Putri itu yang terbaik!
Imej yang sempurna!”
......Sia sia saja. Cewek berkacamata ini.
Mendesah, aku menjauhkan Kiryuu dari tubuh Kunou, dan
melanjutkan percakapan.
“Ini Kunou, dia sudah mengenal Asia dan yang lain.”
“Namaku Kunou. Senang bertemu kalian.”
Kunou ternyata sangat serius. Sungguh Tuan Putri. Sikapnya
membawa udara acuh tak acuh.
“Ah, kamu mengenal Gremory-senpai? Kudengar hotel itu
berkaitan dengan perusahaan yang orang tua senpai jalankan.”
“Kira kira seperti itu.”
Kesimpulan cepat Kiryuu ternyata berguna juga. dengan begitu
aku tak perlu menjelaskan terlalu banyak.
“Jadi Kunou, kamu bilang kamu akan jadi pemandu wisata kami,
lalu apa yang akan kami lakukan?”
Kunou dengan bangga membusungkan dadanya dan berbicara
dengan percaya diri.
“Aku akan menyertai kalian semua dan mengunjungi semua
tempat tempat terkenal!”
....Begitu rupanya. Aku jadi merasa terhormat.
Terserahlah, bagaimanapun juga ini dihitung sebagai
interaksi budaya.
“Kalau begitu tolong pandu kami disekitar Tenryuu-ji ini.”
“Tentu saja!”
Usai mengatakan itu, Kunou menampakkan senyum cerah dan
senang.
Kemudian, dibawah kepemimpinan Kunou kami mengunjungi
Tenryuu-ji. Kunou dengan percaya diri mengisahkan cerita tentang tempat ini dan
mencoba keras menyampaikannya pada kami. Itu membuatnya nampak bisa diandalkan.
Di saat yang sama, terasa nyaman melihat dia mencoba yang
terbaik untuk mendeskripsikan sejumlah tempat di Kyoto.
Taman di dalam biara besar terlihat sangat indah. Didekorasi
dengan daun daun merah musim gugur, naungan taman bergaya Jepang di musim gugur
terasa sangat mempesona. Karper yang berenang di dalam kolam adalah sentuhan
luar biasa yang menyempurnakan adegan ini.
“Pemandangan ini sangat bagus. Bagaimanapun juga, ini adalah
situs warisan dunia.”
Kunou menjelaskan. Warisan dunia!? Hebat, jadi itukah kenapa
tempat ini sangat indah. Biar aku mengambil foto dengan ponselku!
Setelah mengelilingi taman, kami dibawa ke aula pengajaran.
Masuk, aku menengadahkan kepalaku untuk melihat langit langit – dalam sekejap,
desain Naga paling spektakuler tertangkap pandanganku. Naga timur dengan tubuh
langsing panjang!
Naga itu terlihat seolah memandangku dengan tatapan
menakutkan.
“Ini adalah Unryuu-zu yang terkenal, atau ‘Imej dari Naga
Kabut’, tak peduli ke arah mana, kalian akan merasa seolah Naga ini tengah
menatap kalian. Karena itulah disebut juga “Mengawasi Enam Arah”.”
Seperti yang Kunou jelaskan, tak peduli dari arah mana
kalian melihatnya, naga itu terus menatap lurus pada kami!
Uhuk – hebat. Hei, Ddraig, apa semua Naga timur memiliki
perasaan seperti itu?
[Ya, mereka kebanyakan seperti itu. ini mengingatkanku pada
Dragon King Yu Long sang Naga Giok]
Jadi Naga Giok seperti itu. Naga Timur memang berbeda dari
Naga barat. Ketimbang menyeramkan, mereka lebih memiliki aura yang misterius.
Sayangnya, mengambil foto itu dilarang di Unryuu-zi dan aku
tak bisa menjepret foto.
Setelah mengunjungi Unryuu-zi, kami bergerak keluar.
“Kunou, kemana kita akan pergi berikutnya?”
Aku bertanya. Kunou menunjuk ke banyak lokasi bagus, dan dengan
senang berkata:
Oh—sungguh penuh semangat. Sekarang kamu terlihat seperti
gadis seusiamu.
Sehingga, di bawah kepemimpinan Kunou kami melanjutkan
perjalanan di sekitar Arashiyama.
Bagian 5
“Wow, kita benar benar mengunjungi banyak tempat!”
Matsuda melepas desahan leganya. Kami tengah makan siang di
tempat hot pot tahu yang direkomendasikan oleh Kunou.
Setelah meninggalkan Tenryuu-ji, Kunou membawa kami
berkeliling disekitar Arashiyama. Melihat patung Siddharta Gautama dan Buddha
yang dipuja di Nison-in, mengendara angkong sepanjang jalur bambu. Mendengar
suara embusan angin yang melewati dedaunan bambu terasa sangat elegan.
Itu kali pertama aku bisa menaiki angkong, sehingga sangat
menyenangkan. Orang yang menarik angkong sangat ramah tamah, dan
mendeskripsikan pemandangan sepanjang jalan. Menyaksikan pemandangan Arashiyama
dari angkong adalah salah satu pengalaman terbaik. Ah – syukurlah musim gugur
telah datang.
“Anu, hot pot disini sebenarnya cukup rapuh.”
Kunou menyumpit tahu keluar dari pot dengan sumpitnya dan
mendistribusikannya ke piring piring kami. Haha, bahkan sepanjang makan kamu
tetap bertindak sebagai host. Kunou nampaknya sangat senang. Ini pasti
senyumnya yang biasanya. Lebih tepatnya karena ini, aku jadi merasa tak tega
saat melihat dia memohon kami menyelamatkan Ibunya.
....Kalau saja kami bisa membawa kembali Ibumu segera......
Tahu yang Kunou berikan pada kami harus segera dimakan. Hmm,
tahu Kyoto benar benar harum. Dan ini bahkan lebih enak daripada di hotel! Aku
dengar tahu lebih baik dimakan mentah, sepertinya yang ini juga belum lama
dibuat.
“Ini sangat memiliki rasa Jepang. Enak sekali.”
“Ya, berbeda dari tahu yang biasa, rasanya segar dan sangat
enak.”
“Tahu ini enak.......”
Wajah Xenovia, Irina, dan Asia nampak senang. Tanpa sadar,
tatapanku bertemu dengan Irina—
“....”
Wajah Irina menjadi merah! Ini terus terjadi sepanjang hari,
pasti karena kejadian tadi malam. Itu sudah wajar, hal seperti itu pasti akan
menjadi insiden besar bagi Malaikat yang berhubungan dengan Gereja seperti
Irina. Karena dia selalu hidup dalam kesucian, membiarkan payudaranya disentuh
olehku pasti menjadi persoalan serius.......
.....Namun perasaan payudara Irina masih terngiang dalam
kepalaku. Begitu lembut. Lembut dan elastis. Terasa seolah jemariku akan
tenggelam ke dalam payudara........
Satu satunya cara untuk meringkasnya adalah – “Payudara
Malaikat”. Terdengar seperti sejenis produk, namun itulah satu satunya cara
untuk menggambarkannya.
Irina, terima kasih banyak. Tepat saat aku tengah berterima
kasih pada Irina di hatiku—
“Ah, Ise-kun.”
Tiba tiba seseorang memanggilku. Suara ini adalah—
“Ohoh, Kiba rupanya. Oh iya, kalian hari ini juga pergi ke
Arashiyama kan.”
Kelompok Kiba kebetulan sedang makan siang di meja sebelah.
“Ya. Kalian sudah pergi ke Tenryuu-ji?”
“Ya, ada gambar Naga spektakuler di langit langitnya.”
“Kami berencana mengunjungi Tenryuu-ji setelah melihat
Togetsukyou (Jembatan Lintas Bulan). Aku sangat menantikan itu.”
“Ah Togetsukyou, kami akan pergi kesana setelah selesai
makan.”
Saat kami mengobrol, suara familiar lain berkata “musim
gugur di Arashiyama sangat elegan”.
“Oh, jadi kalian semua sudah menikmati Arashiyama?”
Azazel-sensei! Minum sake di siang bolong!
“Sensei! Sensei, anda datang juga!? tapi bukankah buruk
kalau seorang Guru minum di siang bolong!?”
Tepat usai aku mengatakannya, wanita di seberang Sensei
menyetujui.
-- Itu Rossweisse-san!
“Orang ini, aku tak tahu sudah berapa kali aku
memberitahunya tapi dia tak mau dengar. Aku terus memintanya supaya tak
bersikap tak bertanggung jawab di depan semua siswa.....”
Pembuluh darah di jidat Rossweisse-san berkedut dalam
kemarahan!
“Ayolah, ini hanya break sejenak setelah mengunjungi
Arashiyama.”
Apa Sensei benar benar sedang menginvestigasi Khaos Brigade?
“Tapi ngomong ngomong, Rossweisse, kamu juga harus bersikap
lebih manis. Bukankah karena ini kamu belum bisa menemukan laki laki sejauh ini?”
Crash! Mendengar komentar Sensei, wajah Rossweisse-san
menjadi merah dan tinjunya menghantam meja!
“Ini, ini, ini tak ada hubungannya dengan kekasih! Jangan
mempermainkan aku! Kalau anda mau minum, aku juga!”
Ah! Dia merebut cangkir Sensei dan mulai minum!
Meneguknya perlahan, postur meminumnya sangat elegan........
“Puwaaa--.....heyy, shikapmu yang biasha itwu tidhak
baghus....”
Dia, dia mabuk!? Cepat sekali! Dia bahkan berbicara ngawur!
“Kamu, kamu mabuk hanya karena satu cangkir!?”
Sensei terkejut karena Rossweisse-san menuangkan lagi dan
meneguknya dalam sekejap! Matanya menatap lurus ke depan, dan Rossweisse-san
mulai menumpahkan emosinya pada Sensei.
“Aku tidak mabuk! Aku sudah terbiasa minum dengan dhia sejak
aku menjadi Odin bodyguard tua bangka itu.....Akku jadddi ingatt, pak tua itu.
Aku reepot repot mengurusnya kemana mana, tapi seperti orang idiott dia selalu
mengatakan omong kosssongg seperti ‘Ah, Nonaaaa! Ah, minuman kerasss! Ah
payudaraaa!’ Sama sekali tak tahu maluuuu! Semua Valkyrieeee lain di Valhalla
memanggilku wanita pelaaayan si tua bangka. Dengan gaji kecilkuuuu, aku bahkan
harus mengurus kehidupan sehari harinyaaa? Itu sssemua sssalahnya! Kkkarena itu
aku tak punya kekasih, tak punya kekasih, tak punya kekasiihhhh!!!!!!! Oohhhhhhhhhhhhhhhhhhh!”
.....dia menangis gila gilaan......membuat kami dan
Azazel-sensei tak yakin bagaimana harus mengurusnya......
Sensei menggaruk kepalanya dan berkata.
“Aku paham aku paham. Aku akan mendengar semua protesmu,
katakan saja semuanya.”
Mendengar ucapan Sensei, Rossweisse-san tiba tiba menjadi
senang.
“Sungguh? Azazel-senseeeeei, aku tak tahu anda punya poinnn
baghusss juga. Pelayannn, sepuluh botol lagi tolongggg—“
Minum lagi!? I-Ini jadi semakin lepas kendali.......Siapa
tahu kalau Rossweisse-san ternyata peminum lemah.
“Kalian, segeralah pergi setelah makan. Biar kuurus ini.”
Sensei berbicara sambil mendesah.
Semua orang melihat satu sama lain dan melakukan sesuai
ucapan Sensei. Dengan cepat menyelesaikan makan kami, kami meninggalkan toko.
“Tokkkko 100 yennnn itu yang terbaik! Ahaha!”
Tepat saat kami meninggalkan pintu, suara tawa mabuk
Rossweisse-san bisa terdengar.
Meninggalkan toko, kami mencapai Togetsukyou.
“Rossweisse-san ternyata bisa membuat kehebohan.”
“Ya, siapa sangka ternyata dia peminum yang lemah.”
Matsuda dan Motohama nampak kecewa. Karena Rossweisse-san
sangat populer diantara siswa laki laki dan perempuan, pasti sangat sulit bagi
para laki laki untuk menerima imej yang mereka baru lihat. Bahkan aku juga
sangat kaget.
“Jangan melihat penampilan luarnya saja, namun
Rossweisse-san mungkin pernah mengalami hidup yang sulit. Apalagi disana ada
Azazel-sensei, jadi dia pasti sedikit terpengaruh oleh sikapnya.”
Kiryuu mengangguk, sangat bersimpati pada Rossweisse-san.
Namun, itu pasti bukan hanya karena Azazel-sensei. Lebih tepatnya karena boss
aslinya adalah pak tua mesum. Ditambah fakta kalau dia diperlakukan semena mena
di Valhalla semenjak dia menjadi bawahan pak tua Odin.......diluar dugaan, sepertinya
dia sudah melalui banyak kesulitan.
“Kalian para budak sepertinya merasa kagok.”
Kunou bertanya.
“....Ya, se-sedikit.....”
Aku hanya bisa menjawab seperti itu. ada banyak orang orang
baik di dalam budak Gremory, tapi memang benar kalau beberapa dari mereka
memiliki keunikan.
Pokoknya, mari jangan bicara soal Rossweisse-san sekarang.
Perhentian selanjutnya adalah Togetsukyou! Meninggalkan restoran dan berjalan
sepanjang jalan utama selama beberapa menit, sungai Katsura muncul di hadapan
kami.
Jembatan kayu bergaya tradisional itu, penuh akan perasaan
historis, pasti Togetsukyou. Ngomong ngomong, pemandangan gunung dari sini
sangat hebat! Garis merah yang membentang sepanjang gunung memberi kesan musim
gugur yang kuat!
“Apa kalian tahu? Dikatakan kalau kalian tak boleh menoleh
kebelakang di tengah tengah jembatan Togetsukyou.”
Ujar Kiryuu. Asia bertanya.
“Kenapa begitu?”
“Asia, sebenarnya begini. Kalau kamu menoleh kebelakang saat
melintasi jembatan, kecerdasan yang dianugerahkan dari Surga akan diambil
kembali. Kalau trio mesum menoleh kebelakang, itu akan jadi akhir bagi mereka.
Mereka akan menjadi idiot sejati.”
“Diam!”
Matsuda, Motohama, dan aku menimpali bersamaan!
Kiryuu sama sekali cuek, bahkan melanjutkan.
“Legenda lain mengatakan bahwa kalau kamu menoleh
kebelakang, dua kekasih akan terpisahkan. Hmm, tapi yang satu ini agak
mencurigakan—“
“Aku takkan pernah menoleh kebelakang!”
Asia mengintrupsi penjelasan Kiryuu, dan dengan mata berair
menggenggam lenganku.
“Tak apa, tak apa apa, Asia, itu kan hanya legenda.”
Meski aku menghiburnya, namun Asia menggeleng kepalanya dan
berkata “Tidak bisa”, dan semakin erat menggenggam lenganku. Manis sekali!
Itulah Asia manisku! Ah—aku begitu senang!
Saat kami mulai melintasi Togetsukyou, kelompok Kiba bisa
terlihat tidak jauh di depan sana.
Sembari melintasi jembatan, Asia nampak teguh untuk tak
menoleh kebelakang.
“Sial, Ise dan si manis Asia, mereka jadi kelihatan seperti
kekasih......!”
“Bikin aku marah saja, tapi sepertinya mereka akan memasuki
tahap cinta bodoh yang buta.”
Matsuda dan Motohama sedang mengutuk di belakangku. Apa!
Apanya yang cinta bodoh dan buta! Aku jadi merasa ingin berbalik untuk menjotos
mereka, tapi aku menahannya. Menoleh kebelakang sekarang akan membuat Asia
menangis!
“Kupikir kamu tak perlu terlalu memikirkan itu. legenda
kekasih itu hanya dongeng.”
Meski Kunou mengatakan itu, namun Asia sangat lugu dalam hal
seperti ini.
Kami akhirnya selesai, dan dengan aman melintas sampai ke
seberang. Asia menghembuskan nafas panjang, seolah sangat lega, tapi kita harus
melintasi ini lagi saat kembali nanti? Petualangan besar Asia masih belum usai!
Tiba tiba, perasaan licin dan hangat menyelimuti seluruh
tubuhku.
...Apa apaan itu, barusan....? Aku berpikir dengan kaget,
dan melihat ke sekeliling – selain aku, Asia, Xenovia, Irina, Kunou, dan Kiba
yang ada disana, semua orang yang lain telah menghilang!
Matsuda, Motohama, dan Kiryuu dan para turis normal lain
semuanya lenyap!
Apa!? Apa ini!? Apa yang sedang terjadi!?
Semua budak yang lain juga kaget sepertiku, dan
mempersiapkan diri kami......Meski kami mensurvei sekeliling, namun tak ada
orang orang mencurigakan di dekat sini.
Setelah beberapa saat, kabut aneh sepertinya mengambang dari
bawah kaki kami.
“Kabut ini.....”
Melihat kabut, Asia nampak terkejut.
“Perasaan ini, tak diragukan lagi. Saat aku diculik oleh
Diodora, perangkat di bagian terdalam kuil yang menjebakku juga mengeluarkan
kabut seperti ini.”
“.....Dimension Lost.”
Ujar Kiba sambil berjalan kemari.
“Salah satu Longinus, bukankah Sensei dan Diodora Astaroth
menyebutkannya? Aku takut kalau ini......”
Kiba berlutut dan mencoba menyentuh kabut dengan tangannya.
Longinus......Itu sesuatu yang sama hebatnya dengan Sacred Gearku dan Vali.
Hal semacam itu sedang diaktifkan disini?
“Hei, apa kalian semua tak apa apa?”
Suara dari angkasa. Menengadah, Sensei tengah terbang di
langit, mengepakkan sayap hitam legamnya.
Dia mendarat di tempat kami berada, dan melipat sayapnya
kemudian berbicara.
“Semuanya selain kita sudah lenyap secara sempurna. Kemungkinan
kita ditransfer secara paksa ke dimensi alternatif dan disegel di
dalamnya........Dari situasi sekeliling, ini adalah dimensi alternatif yang
merupakan replika sejati dari Togetsukyou dan sekelilingnya.”
Sungguh? Tak ada tanda tanda transfer sebelumnya. Usai
merasakan perasaan hangat tahu tahu sudah jadi begini – ditransfer kemari.
“Jadi ini dibuat dari sesuatu seperti area Rating Game
Iblis?”
Aku menanyai Sensei. Aku tak bisa merasakan ada kemiripan
diantara mereka.
“Ah ya. Teknik dari kami tiga golongan kemungkinan sudah
bocor. Tempat ini nampaknya menerapkan metode arena Game. – jadi, kekuatan
kabut seharusnya juga ditransfer ke wilayah yang direplikasi ini. Bisakah kabut
Dimension Lost mentransfer semua hal yang terselimuti di dalamnya? .....Mampu
mentransfer aku dan para budak Rias sekaligus ke tempat ini tanpa peringatan
apa apa........Longinus benar benar mengerikan.”
Sensei menjelaskan. Begitu, jadi dimensi semacam ini benar
benar penerapan dari teknik arena Game. Teknik pembuatan mereka nampaknya sama
bagusnya dengan para Iblis.
Selain aku, Kunou berbicara dengan suara gemetar.
“.....Di ambang kematiannya, pengawal Ibu yang sekarat
melaporkan kalau mereka juga terjebak dalam kabut tanpa peringatan.”
Jadi, fenomena ini adalah........selain itu, orang yang
menggunakan ini seharusnya—
Firasat tak mengenakkanku sepertinya sudah terwujud.
Dari balik Togetsukyou, penampilan beberapa sosok baru bisa
terasa. Dari kabut tipis, beberapa sosok mendekat dan menampakkan diri mereka
pada kami.
“Senang menemuimu untuk yang pertamakalinya, Gubernur Azazel
dan Sekiryuutei.”
Mengenakan seragam yang sepertinya mirip dengan pakaian
China Han. Itu, pasti disebut dengan pakaian Han, bukan? Di SMP, Guru sejarahku
sangat banyak tahu soal sejarah China dan menjelaskan pada kami secara
terperinci tentang gaya berpakaian mereka. Sepertinya itu adalah tipe busana
tradisional China.
Membawa tombak di tangannya.........tombak itu memancarkan
perasaan tak mengenakkan. Itu pasti bukan tombak biasa.
Pria berambut hitam itu sangat muda. Sepertinya dia hanya
dua tahun lebih tua dariku? Tidak, mustahil untuk menebak usianya hanya dari
penampilannya.
Rekan rekannya juga mengenakan pakaian yang mirip dengan
seragam sekolah. Pria dan wanita, juga terlihat seumuran anak SMA.
.....Mereka memancarkan hawa kehadiran aneh, berbeda dari
kami Iblis maupun Naga.
Sensei melangkah ke depan.
“Apa kalian golongan Pahlawan dalam rumor itu?”
Si pemuda di tengah menepuk nepuk tombak di bahunya sambil
menjawab pertanyaan Sensei.
“Namaku Cao Cao, keturunan dari Cao Cao terkenal, Cao
Mengde, tercatat dalam Records of Three Kingdom. Anggap saja begitu.”
Cao Cao – Cao Cao....? Eh, Record of Three Kingdom!? Dengan
rasa kaget, aku lekas bertanya pada Sensei.
“Sensei, orang itu adalah.......?”
Sensei tak melepaskan matanya dari lawannya, dan berujar
pada kami.
“Dengarkan baik baik semuanya, hati hatilah pada tombak pria
itu, True Longinus. Longinus terkuat yang dikatakan mampu membantai Tuhan. Aku
sudah lama tak pernah melihatnya........Tapi tak kusangka sekarang sudah jatuh
ke tangan para teroris.”
“--!?”
Kata kata Sensei membuat semua orang tercekam. Pria itu
sendiri sudah cukup mengerikan, namun kami semua menatap kaget pada tombaknya.
“Itu Tombak Suci yang sangat ditakuti oleh Seraphim dari
Surga......?”
Irina berbicara, tak mampu menahan getaran tubuhnya. Xenovia
melanjutkan, sambil berbisik.
“Aku juga pernah mendengarnya sejak masih kecil. Tombak yang
membunuh Yesus. Tombak yang membawa darah Yesus – Tombak absolut yang menembus
tubuh Tuhan!”
A-Apa benda itu memang sekuat itu!? kupikir Buchou juga pernah
menyebutkan soal tombak itu sebelumnya. Sesuatu tentang Tombak Legendaris yang
menusuk Christ. K-Kalau dipikir pikir, ini berkaitan erat dengan akar
kepercayaan tempat Irina dan Xenovia berasal. Bagi mereka yang terlibat dengan
Gereja, mungkin takkan salah menyebut tombak itu sebagai eksistensi tertinggi.
“Itu Tombak Suci.....”
Di sampingku, Asia sepertinya terpaku pada Tombak seolah
kesadarannya sudah disedot keluar, dan hanya bisa terdiam kaku—
Clap.
Sensei dengan cepat menutup mata Asia dengan tangannya.
“Asia, orang orang dengan iman kuat tak boleh memandang
tombak itu. Mereka akan kehilangan akal sehat mereka. Bagaimanapun juga, itu
adalah salah satu holy relic diantara True Cross, Holy Chalice, Holy Nails, dan
Shroud of Turin.”
Kunou dengan marah berteriak pada si pemuda bertombak – Cao
Cao.
“Hei kamu! Aku ada pertanyaan untukmu!”
“Arara, Tuan Putri kecil ini, ada masalah apa? Kalau bisa,
aku akan coba jawab semua pertanyaanmu.”
Meski Cao Cao terdengar kalem, dia jelas jelas mengetahui
sesuatu.
“Apa kalian yang sudah menculik Ibuku?”
“Benar sekali.”
Dia mengakuinya seenteng itu. Ternyata memang ulah orang
orang ini!
“Apa yang kalian rencanakan pada Ibuku!?”
“Kami hanya ingin Ibumu bekerjasama dalam eksperimen kami.”
“Eksperimen? Apa yang kalian ingin lakukan!?”
“Mengabulkan permohonan dari atasan kami, itulah ide
utamanya.”
Mendengar itu, Kunou menampakkan taringnya, dengan marah.
Matanya melotot tajam dengan berair. Sepertinya dia marah besar. Bukan saja
Ibunya dibawa pergi, namun dia juga akan digunakan untuk suatu eksperimen
mencurigakan.
“Atasan........Apa itu Ophis? Dan kenapa kalian muncul di
hadapan kami?”
Sensei bertanya dengan tajam.
“Tidak, tak perlu lagi untuk bersembunyi. Kami hanya ingin
mengucap halo sebelum eksperimen. Mari kita bekerjasama sedikit. Aku juga ingin
menemui Gubernur Azazel dan Sekiryuutei Legendaris.”
......Si brengsek ini benar benar pandai bicara.
Ngomong ngomong, apa aku setenar itu? Ah, meski aku mengalahkan
pemimpin Maou lama sepanjang efek Juggernaut. Hanya saja aku tak terlalu ingat
banyak tentang adegan itu.
Sensei membentuk tombak di tangannya.
“Mari kita persingkat saja. Tolong kembalikan pemimpin
Kyuubi. Kami tengah berusaha keras untuk bekerjasama dengan para youkai.”
Melihat Sensei bersiap bertarung, semua orang berkumpul ke
dalam formasi dan mempersiapkan diri mereka. Aku juga memanggil Boosted Gear
dan memulai penghitungan Balance Breaker. Dan kemudian, memanggil Ascalon—
“Xenovia!”
“Terima kasih!”
Xenovia menangkap Ascalon, dan memasang posisi bertarung.
......Ngomong ngomong, Rossweisse-san tak ada disini.
“Sensei, dimana Rossweisse-san?”
Sensei mendesah panjang oleh pertanyaanku.
“Orang itu juga ikut ditransfer kemari, tapi dia masih
tertidur nyenyak di restoran. Aku menempatkan perisai kuat di sekitarnya, jadi
untuk sekarang pasti takkan apa apa.”
Ja-Jadi itu yang terjadi........Be-benar, akan sangat tak
wajar kalau dia bertarung dalam kondisi mabuk itu. Kalau begitu Sensei, aku
yang akan bertanggung jawab di posisi support.
Kontras dengan sikap siaga kami, pihak disana justru tak
membuat tanda tanda bersiap siap.
.....Apa mereka begitu percaya diri? Atau mereka punya
senjata rahasia? Bagaimanapun juga, golongan pahlawan telah mengumpulkan banyak
pengguna Sacred Gear. Memang merepotkan untuk bertarung dengan Sacred Gear. Ada
banyak kekuatan aneh yang membuat situasi jadi sulit diprediksi. Itulah hal
yang paling menakutkan.
Yang jelas, kami tak boleh menunjukkan tanda tanda
kelemahan!
--Seorang anak lelaki pendek berdiri di samping Cao Cao. Cao
Cao berkata padanya.
“Leonardo, akan kubiarkan kau mengurus para Iblis dengan
monster monstermu.”
Hanya satu permintaan, namun si anak lelaki tetap tanpa
ekspresi, dan mengangguk pelan. – Dalam sekejap, bayangan bermunculan di bawah
kakinya dan dengan cepat menyebar.
.....Aku merasakan sensasi seolah sesuatu yang dingin merangkak
di punggungku. Bagaimana mengatakannya ya, rasa takut tertentu bisa terasa dari
dalam bayangan.
Seiring bayangan tumbuh, ia mencapai level yang menutupi
seluruh Togetsukyou. Dan kemudian mereka menyebar dan perlahan mengambil
bentuk!
Lengan, kaki, kepala, bola mata, rahang lebar, berpisah –
bukan hanya satu! tapi puluhan, bukan ratusan!
“Guuuu........”
“Chomp!”
“Gobble!”
Dengan raungan memekakkan, para monster ini bermunculan dari
bayangan!......Bayangan dengan monster bermunculan dari dalamnya, huh!
ketimbang muncul, mungkin diciptakan atau “Dibuat” adalah deskripsi yang cocok!
Para monster dengan kulit hitam dan berdiri di atas dua kaki. Tubuh mereka
dengan padat terbentuk sangat kaku dan tebal. Mereka juga memiliki cakar tajam
dan memperlihatkan taring mereka. Para monster ini membentuk barisan dan
berdiri di garis depan.
....Apa apaan ini, kekuatan si anak laki laki itu.......?
Aku hanya bisa menelan ludah di kerongkonganku karena
terkejut pada kekuatan bocah itu. Sensei berbicara perlahan kali ini.
“Annihilation Maker.......”
Annihilation......? Maker........? Maker artinya penciptaan
kan?
Cao Cao tertawa melihat reaksi kami.
“Benar, anak ini membawa salah satu Longinus. Ancaman
berbeda dibandingkan True Longinus ku, namun tetap saja Sacred Gear yang
mematikan.”
Longinus—anak ini juga memiliki Longinus. Pengguna Longinus,
eh.....?
Apa apaan ini! Apa ini pasar bebas Longinus sekarang!? Aku
sama sekali tak tahu soal mereka selain milik Vali dan punyaku sendiri, jadi
perkembangan baru ini benar benar merepotkan......
Dan kemudian, penghitungan selesai dan aku memasuki Balance
Breaker! Aura merah menyelimutiku dan membentuk armor.
Sekarang aku bisa bertarung dengan baik, namun.......
“S-Sensei, ada sesuatu yang masih tak kupahami......”
Dengan kebingungan, aku menanyai Sensei. Sensei mulai
menjelaskan.
“Sepertimu, anak itu memiliki salah satu Longinus. Saat ini,
ada tiga belas Longinus terkonfirmasi – diantara Grigori, ada juga pemilik
Longinus. Dan diantara semua pengguna Longinus ini, properti yang dimiliki
bocah disana itu – dengan kata lain, kemampuannya, lebih mematikan daripada
Boosted Gear atau Divine Dividing.”
“Le-Lebih kuat dariku?”
“Dari segi kekuatan murni, tentu saja Boosted Gearmu dan
Vali jauh lebih tangguh. Namun dari segi kemampuan.......Sword Birth Kiba bisa
menciptakan tak terhitung pedang pedang Iblis, ini bisa kamu pahami, kan?”
“Ya ya.”
“Annihilation Maker juga sama. Ia bisa menciptakan tak
terhitung hewan hewan Iblis. Untuk contoh, monster raksasa penghembus api
setinggi 100 meter yang sering kamu lihat di TV itu bisa diciptakan hanya
dengan kehendak kuat. Kekuatan untuk menciptakan monster hanya dari imajinasi,
bukanka itu bencana? Kemampuan ini, tergantung pada kemampuan penggunanya, bisa
menciptakan skala ratusan atau bahkan ribuan. Seperti Dimension Lost, yang satu
ini adalah error terburuk dalam sistem Sacred Gear. Dimension Lost juga sangat
berbahaya tergantung dari penggunanya. Sekali kabut mencapai skala sebuah
negara, ia bisa mentransfer seluruh negara dan para penduduknya ke celah
dimensi untuk dihancurkan.”
--! Su-Sukar dipercaya!
“Tak peduli yang manapun, bukankah mereka Sacred Gear
terburuk!?”
Sensei hanya tertawa kering.
“Yah, sampai saat ini, tak satupun dari mereka telah
mencapai level seperti itu, meski di masa lalu ada beberapa yang hampir
mencapainya. Namun, sulit dibayangkan kalau tiga dari empat Longinus peringkat
top – True Longinus, Dimension Lost, dan Annihilation Maker berkumpul
sekaligus. Semenjak lahir para pemiliknya seharusnya berada dibawah pengawasan
Malaikat Jatuh, Malaikat, dan Iblis.......namun dua puluh tahu sudah berlalu,
apa kami terlalu ceroboh......atau seseorang dengan sengaja menyembunyikan
mereka.......dibandingkan masa lalu, hampir semua pemilik Longinus saat ini
sulid untuk ditemukan.”
Sensei melihat ke arahku.
....Jadi pada dasarnya, aku juga salah satu dari mereka yang
dengan sukses diklasifikasikan sebagai “Sacred Gear berbahaya, bunuh dia” dan
kemudian “Sebenarnya tidak” dan akhirnya “Tidak, itu memang Longinus!”
Apa ada kaitannya dengan ini? Sensei melanjutkan.
“.....Pasti ada semacam hubungan sebab akibat yang terjadi
pada masa kini? Bisa dikatakan kalau Sacred Gear Longinus pertama adalah error
atau gangguan dalam sistem. Atau mungkin, para Longinus ini memiliki
perkembangan tersendiri yang melebihi dugaan kami? Meski ini hanya harapan dan
bukan hipotesis secara keseluruhan.......menyaksikan perkembangan Ise, membuat
aku merasa kalau semua Longinus saat ini tengah melewati perubahan
besar.......gangguan, error, bukan, evolusi? Tak peduli apa, meski itu juga
termasuk aku, mungkin mereka yang bertugas meneliti dan mempertahankan sistem
sudah terlalu naif? Michael, Sirzechs.”
Sensei sepertinya sudah memasuki dialog tanpa akhir dengan
dirinya sendiri.
Tapi tak peduli bagaimana kalian melihatnya, bukankah Sacred
Gear yang bisa membuat monster sangat aneh dan berbahaya? Dan bahkan dikatakan
lebih berbahaya dari Sacred Gearku! Selain itu, tergantung pada penggunanya, ia
bisa menciptakan monster seperti Dragon King – Tannin-ossan dan Fenrir si
serigala monster pada skala produksi massal! Annihilation (Pemusnahan)! Dunia
ini bisa saja dimusnahkan!
“Sensei, apa kelemahan yang para Sacred Gear mematikan ini
miliki?”
Kalau Boosted Gear dan Divine Dividing memiliki kelemahan,
maka mereka juga........?
“Serang tubuh penggunanya – tentu saja, ada kasus dimana
tubuhnya sangat kuat, namun masih tak ada apa apanya dibandingkan ancaman
Sacred Gearnya. Pengguna Annihilation Maker saat ini masih menjalani proses
pertumbuhan. Kalau dia sudah menguasainya, maka mereka pasti sudah mengirim
pasukan hewan hewan Iblis ke setiap golongan sekarang – satu satunya cara
mengalahkannya adalah menyerangnya secara langsung sebelum dia dewasa.”
Cao Cao tertawa masam usai mendengar kata kata Sensei.
“Arara, sepertinya kelemahan Annihilation Maker sudah
ketahuan. Sesuai ucapanmu, Gubernur dari Malaikat Jatuh. Anak ini masih belum
mendewasakan imajinasi atau produktivitasnya – kecuali dia sudah berfokus pada
satu spesialitas. Monster yang menyerang kelemahan target – antimonster. Hewan
hewan Iblis saat ini adalah para makhluk yang bisa melawan Iblis.”
Cao Cao mengarahkan jarinya pada toko di area itu.
Monster membuka mulutnya—
Bzzzzzzt!
Beam cahaya muncul. Dan dalam sekejap itu—
Boom......!
Toko itu hancur dalam sekejap oleh ledakan luar biasa itu!
“Serangan cahaya – makhluk ini!”
Diantara angin kuat di tengah ledakan, Sensei berteriak
dengan marah.
“Cao Cao brengsek kau! Kau mengirim assasin ke semua
golongan utama untuk mengumpulkan data anti monster!”
“Kau setengah betul. Bukankah ada anggota berjubah hitam
diantara pengguna Sacred Gear yang kami kirimkan?”
Ya! Para petarung hitam itu! benda benda menyebalkan yang
melebur menjadi kabut saat terkena serangan!
“Itu semua juga monster yang diciptakan oleh anak ini. Para
monster itu dengan sengaja menerima serangan dari sejumlah golongan – Malaikat,
Malaikat Jatuh, Iblis, Naga, dan Dewa Dewa dari semua mitologis. Meski mereka
semua dimusnahkan, mereka sudah mengumpulkan cukup banyak data untuk Sacred Gear
anak ini.”
“—Orang orang hitam aneh itu untuk mengumpulkan data!?”
“Bukan saja jumlah pengguna Balance Breaker bertambah, namun
perkembangan dari antimonster juga meningkat pesat. Berkat itulah, antimonster
yang mengincar Iblis, Malaikat, dan Naga sudah diciptakan – pada output
maksimum, antimonster anti-Iblis saat ini bisa menghasilkan cahaya yang
sebanding dengan Malaikat Kelas Menengah.”
Mengumpulkan data untuk menciptakan antimonster dan di saat
yang sama menambah jumlah Balance Breaker diantara para pengguna Sacred Gear.
....Apa dia ingin memamerkan pada kami betapa siap atau
cerdiknya mereka? Orang orang ini, mereka berbahaya diluar kewajaran.
Sensei melotot dengan amarah namun segera mulai tertawa.
“Tapi Cao Cao, itu artinya kau belum menciptakan hewan hewan
Pembunuh Dewa.”
“....”
Cao Cao tak menyangkal ucapan Sensei.
“Bagaimana anda bisa menyadari itu?”
Sensei membalasku dengan suara lelah.
“Kalau mereka bisa, mereka pasti sudah melakukan itu. Dan
mereka pasti saat ini akan memakainya juga. Tak ada alasan mereka takkan
mencobanya kalau mereka memiliki sumber daya untuk meluncurkan serangan
sekaligus pada sejumlah golongan berbeda. Dan siapa tahu apa yang akan terjadi
kalau Dewa Dewa dari sejumlah mitologi terbunuh – sampai poin waktu ini, mereka
masih belum bisa menciptakan hewan hewan Iblis pembunuh Dewa. Meski hanya ini
yang kita tahu, ini masih tetap berita penting.”
Begitu! Mereka tak punya hewan hewan Iblis pembunuh Dewa!
Ah, tapi hal seperti itu memang ada. Imej serigala raksasa melintas dalam
pikiranku.
Cao Cao mengacungkan tombaknya pada kami.
“Kalau itu Dewa maka aku akan membunuhnya dengan tombak ini.
Kemari, kita mulai pertarungan – sekarang!”
Inilah pernyataan perang!
“Gobble!”
Membuat raungan memekakkan, para antimonster menyerbu ke
arah kami! Kiba dan Xenovia melaju dan berdiri di garis depan.
“Kiba, tolong buatkan aku Pedang Suci!”
“Paham. Bagaimanapun juga, kamu lebih cocok dengan Gaya dua
pedang!”
Kiba dengan cepat menciptakan pedang di tangannya dan
melemparnya pada Xenovia yang sudah mulai menyerbu.
Menangkap pedang di tengah udara, Xenovia memegangnya
bersama Ascalon dan melaju lurus ke tengah kawanan musuh!
Ditebas oleh serangan sapuan Xenovia, sejumlah besar
antimonster dilenyapkan dengan mudah! Memang [Kuda] tipe kekuatan! Kekuatan
penetratif ini sungguh sulit dipercaya!
Ah, seekor monster membuka mulutnya untuk melepaskan beam
cahaya—
Bzzzt!
Beam itu menyerbu lurus pada Xenovia, namun Kiba
menangkisnya dengan Pedang Suci Iblisnya, dan memantulkannya ke bangunan di
kejauhan, membuatnya runtuh.
“Kalau hanya level cahaya seperti ini, tak masalah asalkan
kita tak sampai kena.”
Benar benar [Kuda] yang tampan dan cool! Benar juga!
memiliki kecepatan seperti dewa, tak ada masalah asalkan Kiba tak sampai
terkena serangan!
“Tidak, bunuh saja mereka sebelum mereka mengenai kita.”
Menebas dan mencincang para monster dengan Ascalon dan
Pedang Suci, Xenovia menjawab seperti itu.
Meski keduanya sama sama [Kuda], gaya bertarung mereka sama
sekali berbeda! Dan filosofi mereka berdua terdengar begitu kompak!
“Cao Cao, bagaimana kalau beradu tanding denganku?”
Sensei mengeluarkan permata Naga – permata Fafnir, dan
seluruh tubuhnya terbungkus dalam armor emas dari Sacred Gear buatan. Di saat
yang sama, dia membentangkan kedua belas sayap hitamnya dan menyerbu Cao Cao
dengan kecepatan ekstrim.
“Itu suatu kehormatan besar! Mampu bertarung dengan Gubernur
Malaikat Jatuh yang tercatat dalam Injil!”
Cao Cao mendarat di tepi sungai Katsura, dengan wajah
tersenyum berani sambil mengangkat Tombak Sucinya – bagian depan True Longinus
terbuka dan melepaskan aura emas yang membentuk dirinya menjadi bilah tombak!
Dalam sekejap ia terbuka, seolah seluruh udara berguncang
kuat!
......Itu hanya bisa dideskripsikan sebagai suci dan
khidmat! Hanya menatapnya membuat tubuh terasa tegang dan sesak! Bahkan bagi
non-umat, pengaruh dari tombak itu sekuat itu?
Crash......!
Tombak cahaya Sensei bertumbukan dengan Tombak Suci Cao Cao,
gelombang kejut keras tercipta! Hantaman itu menciptakan gelombang dan dentuman
di sungai Katsura, menghempaskan air kemana mana! Tetes tetes air berjatuhan di
atas Kogetsukyou seperti badai hujan keras.
Seiring Sensei dan Cao Cao menyerang satu sama lain dan
melanjutkan pertarungan mereka, mereka perlahan bergerak lurus sepanjang tepi
sungai.
Akan kuserahkan Cao Cao pada Sensei, mari kita urus yang
lainnya!
Prioritas pertama adalah kunci pertarungan tim kita –
memasang dinding pertahanan untuk Asia yang bertanggung jawab untuk
penyembuhan. Normalnya tim kami memiliki Buchou yang memberi komando dengan
Akeno-san mendukungnya dan menyediakan tembakan belakang, Koneko-chan
menyediakan serangan dan support, dan Gasper di peran pengintaian dan support.
Bahkan bombardir jarak jauh dari Rossweisse-san tak ada disini.
Meski kami memiliki Sensei dan Irina yang menyediakan
serangan super kuat, keseimbangan tim ini telah pecah oleh ketiadaan mereka
berlima. Kami memerlukan formasi baru.
Kunou juga harus dilindungi apapun yang terjadi. Di tempat
ini, dia lebih penting daripada kami. Dia harus ditempatkan di belakang Asia.
Seandainya ada Xenovia yang menjadi pengawal mereka—
.....Pikir baik baik, pikir baik baik, pikir baik baik! Kata
kata seperti “Aku tak paham!” atau “Aku tak bisa melakukannya!” tak cocok untuk
Raja masa depan! Kalau itu Buchou, bagaimana dia akan bertindak? Apa yang dia
akan lakukan pada saat seperti ini!? Aku harus memikirkannya dengan cermat!
Oooooh.....! Di pucuk akal sehatku aku akhirnya menemukan
sebuah strategi!
“Xenovia! Kamu akan melindungi Asia dan Kunou! Juga, gunakan
aura suci untuk mengenyahkan semua musuh yang mencoba mendekat!”
Aku memberi perintah pada Xenovia! Biarpun aku bukan Buchou,
tapi tolong, Xenovia, dengarkan aku!
“—Aku paham!”
Oh oh! Xenovia menjawabku, dan dengan cepat mundur untuk
melindungi Asia!
Pikirkan lagi! Apa yang Buchou akan lakukan kalau dia ada
disini!? Meski ini situasi tiba tiba, ini adalah pertarungan nyata! Aku harus
memanfaatkan para siswa kelas dua secara penuh disini!
Sel sel otak kerdilku mulai bekerja dengan cepat sekali
lagi!
Spurt! Hidungku mimisan karena berpikir terlalu keras!
.....Eh? Mimisan, jadi aku tetap bisa mimisan bahkan diluar situasi erotis!
Lawan lawan kami telah memasang antimonster anti-Iblis. Tak
peduli bagaimana kami menangkis serangan mereka, luka yang kami terima akan
sangat besar kalau sampai kena.
Tiba tiba, kemampuan Kiba melintas dalam pikiranku!
“Kiba! Kamu bisa membuat pedang pedang Iblis pemangsa
cahaya, kan!?”
“Eh? Ya.—Aku paham!”
Kiba dengan cepat memahami pertanyaanku. Mengesankan sekali,
Kiba!
Dibawah kaki Kiba muncul beberapa pedang pedang kegelapan
yang dia gunakan melawan Freed dalam pertarungan melawan Reynalle, dan dia
melemparkannya ke rekan rekan Iblisnya!
“Pedang pedang ini hanya memiliki gagang saja pada kondisi
normal! Kalian harus memasukkan kekuatan Iblis ke dalamnya untuk membentuk
bilah kegelapan!”
Kiba menambahkan. Di saat yang sama, aku terus memberi
perintah.
“Xenovia, di saat bahaya gunakan ini sebagai tameng untuk
menyerap cahaya. Asia, biarpun kamu tak terbiasa dengan pedang, peganglah ini!
Lebih baik dari tak membawa apa apa!”
“Aku paham, Ise!”
“Ya,ya.”
Xenovia dan Asia menjawabku! Xenovia meletakkan gagang
pedang ke dalam saku roknya. Dia akan menggunakannya di saat darurat!
Aku memegang pedang Kiba.
“Hei, Ddraig. Mari terapkan kekuatan pedang ini pada
Gauntlet.”
[Tindakan sembrono seperti itu bisa membahayakan
nyawamu.......tapi dalam kasus ini, mungkin tak apa apa untuk sementara waktu.
Tapi jangan memaksakan diri.]
“Itu sudah cukup bagus. Aku akan memasukkannya ke dalam
Gauntlet dimana Ascalon diekstrak.”
Aku menempatkan pedang pemangsa cahaya ke dalam soket
Ascalon! Dengan cepat – sesuatu seperti perisai berbayang gelap muncul di
gauntlet kiri – itu bekerja!
Ini sudah cukup menyediakan pertahanan bagiku.
Selanjutnya--!
--Si Malaikat Irina!
Aku menoleh pada Irina!
“Irina! Maaf, tapi bisakah kamu gantikan posisi Xenovia di
garis depan bersama Kiba!? Sebagai Malaikat, cahaya bukan kelemahanmu, kan!?”
“Meski Malaikat masih bisa dilukai dengan cahaya, namun itu
bukan kelemahan kritikal seperti pada Iblis – Paham! A-Aku akan maju! Aku
adalah [As] Michael-sama!”
Irina mengepakkan sayap putih murninya dan terbang ke posisi
garis depan Xenovia sebelumnya.
Memanggil pedang cahaya, Irina menyerbu kiri dan kanan dari
udara, memecah mecah formasi para antimonster, dan kemudian mencari kesempatan
untuk membantai mereka dalam satu ayunan.
....Bagus! Meskipun taktiknya sedikit rumit, tapi aku sudah
memberi mereka semua perintah! Aku tak pernah membuang waktuku hanya dengan
melihat Buchou memberi komando! Selanjutnya aku! Posisi diantara kelompok depan
Kiba dan kelompok penjaga Asia – posisi tengah!
“Asia, promosikan aku ke [Peluncur]!”
“Ya!”
Usai aku berbicara dan Asia menyetujui, aku menjadi
[Peluncur]! Batas kekuatan Iblis di tubuhku ditingkatkan. Alasan aku memakai
mode [peluncur] adalah untuk berfokus pada Dragon Shot!
Rasakanlah ini! Aku sangat memahami kemampuan di dalam
kekuatan Iblisku, yakni sekedar serangan kikuk dari sihir terkonsentrasi murni
– dari segi kekuatan murni ini sama sekali tidak buruk!
“Ayo maju! Dragon Shot luncurkan!”
“Doooo”!”Doooooooon”!”Dooooo”!
Sambil memakai tameng kegelapan, aku membombardir para
antimonster dan golongan Pahlawan dengan rentetan massa kekuatan Iblis medium!
Meski semua anggota golongan Pahlawan mengelak, banyak
antimonster terserang oleh seranganku dan hancur! Di saat yang sama, perisai
kegelapan menyerap seluruh cahaya yang ditembakkan oleh musuh! Bagus sekali!
Beam cahaya yang diarahkan ke Kunou juga ditangkis oleh
Dragon Missile ku.
“Kunou! Tolong melangkah mundur agak jauh!”
“M-Maaf.”
Kalau Tuan Putri Kyoto sampai terluka, masalah akan makin
serius. Bagaimanapun juga, dia hanya anak kecil, sama sekali tidak layak untuk
memasuki medan pertarungan.
Xenovia juga menyerang dari belakang, memakai tebasan Pedang
Suci untuk menghabisi antimonster di depannya.
Terhantam oleh seranganku dan Xenovia, pasukan antimonster
dengan cepat menghilang.
Namun, bayangan terus muncul di bawah anak itu dan
menciptakan monster baru lagi dan lagi. Sialan! Apa ini tak ada habisnya!? Tapi
kamu tak boleh menyerah!
Untuk memproduksi massal makhluk makhluk ini, pasti ada
batas pada stamina dan konsentrasinya! Namun tingkat anak ini benar benar
cepat!
Serangan antimonster terkadang mengenai kelompok kami tapi
Asia bisa menyembuhkan mereka dengan sekejap, jadi itu bukan masalah.
Ya, Asia adalah penyambung hidup kami! Sungguh, Asia-chan
sangat mengagumkan!
.....Hanya mengirim antimonster ke arah kami. Sampai saat
ini, para brengsek golongan Pahlawan itu tak melakukan apa apa selain
menghindari serangan kami. Itu membuatku marah! Apa mereka hanya menyerahkan
pertarungan pada para monster dan hanya menonton disana!?
--Tepat saat aku berpikir itu sambil menembakkan Dragon
Shot, beberapa sosok berbayang tiba tiba menyerbu ke arahku! Gadis gadis
berbusana seragam. Apa pakaian itu adalah seragam dari golongan Pahlawan?
“Mari kita habisi Sekiryuutei!”
Tombak – serta pedang berkilau dengan cahaya menakutkan
seiring mereka menyerangku.
“—Hentikan. Wanita tak bisa menang melawan Sekiryuutei!”
Seorang pria tampan dengan rambut putih dan beberapa pedang
di pinggangnya memperingatkan mereka.
Hmph, itu benar sekali. Wanita tak bisa mengalahkanku! Aku
dengan cepat memusatkan sihir di otakku, inilah salah satu tipe sihir yang
paling aku kuasai—
“Payudara, bebaskan kata kata kalian! Bilingual!”
Aku melepaskan sihir ke arah gadis gadis itu, dan dalam
sekejap ruang misterius muncul dengan aku sebagai pusatnya! Teknik ini terlalu
sempurna!
“Kemarilah, payudara para gadis! Biar aku mendengar isi
pikiran kalian!”
Para payudara mulai berbicara dengan suara yang hanya bisa
didengar oleh aku dan Ddraig!
“Memakai serangan tipuan untuk mengelabuinya dan kemudian
menyerang sekaligus.”
Ah, jadi mereka berniat menyerang sekaligus.
“Aku akan menyerang dari kanan.”
Yang satu ini dari kanan!
“Aku akan menyerang lurus dari depan.”
Yang satu ini lurus dari depan!
Muahaha! Mendengar suara suara payudara, aku mendapat
perasaan kemahatahuan! Hmph, izinkan aku membaca seluruh payudara kalian!
“Yo! Ho!”
Semua serangan mereka bisa kuhindari!
“Mustahil! Bagaimana bisa dia membaca semua gerakan kita!?”
Salah satu gadis nampak sangat kaget!
“Mustahil, bagaimana kita bisa terbaca! Serangan gabungan
kita seharusnya tak punya celah!”
Aku menampakkan senyum kebosanan terhadap gadis gadis kaget
ini.
“tentu saja bisa! Biar kutunjukkan! Payudara kalian! Maju!
Dress Break!”
Aku meneriakkan nama jurus itu! ya, selagi aku menghindari
serangan mereka aku sudah membuat kontak dengan pakaian kalian!
Dengan suara “bababah”, pakaian mereka musnah seketika
dengan sangat spektakuler!
“I-Iyaaaaaaah!”
“Dia memakai sihirnya pada pakaian kita.......semuanya
lenyap!”
Para gadis berteriak sambil mencoba menutupi tubuh telanjang
mereka! Woohoo! Mereka semua sudah terlatih dengan baik, proporsi tubuh yang
bagus! Oh, mimisan........mimisanku keluar lagi.....!
Kalah oleh rasa malu, para gadis itu kabur ke rumah
terdekat.
Hmph, selama lawannya perempuan, tangan dan otakku takkan
beristirahat! Dimana lagi kalian bisa menemukan waktu menyenangkan dalam
mengalahkan musuh dengan teknik dewa spektakuler ini!? Bilingual dan Dress
Break itu tak terkalahkan!
“S-Sungguh teknik vulgar! Aku belum pernah melihat hal
semenjijikkan itu........”
Kunou benar benar shock melihat jurusku. Dideskripsikan
seperti itu oleh gadis kecil, aku mendapat pukulan berat pada harga diriku.
“Memang, mustahil bagi wanita untuk menang melawan
Sekiryuutei. Kecuali mereka punya niat baja dan kemampuan mengabaikan rasa
malu........memang sulit bagi wanita muda. Memang pantas mendapat nama
Chichiryuutei, aku baru saja menyaksikan teknik payudara legendaris. Tapi itu
semua takkan berguna melawan laki laki.”
Gentleman elegan itu berbicara. Meskipun........itu adalah
analisis dengan tenang, itu masih membuatku merasa malu.
“Siapa yang mau memakai jurus itu pada laki laki!”
Aku menjawab dengan paksa! Pria itu tersenyum seolah sangat
terhibur!
Pria itu tersenyum dan berbalik ke arah golongan Pahlawan
untuk berbicara.
“Kalian semua hati hatilah. Dia adalah Sekiryuutei. Paling
tak berbakat dan berkekuatan tersedikit dalam sejarah – namun, dia tak terbius
pada kekuatan dan merupakan Sekiryuutei berbahaya yang tidak lepas kendali.
Seorang yang memiliki kekuatan besar namun tak jatuh pada arogansi yang tak
takut pada apapun. Jangan sembrono menghadapinya.”
.......
Astaga, ini sangat memalukan, pujianmu terlalu banyak.
“....Sampai dideskripsikan seperti itu oleh musuh.”
Ya, itu kali pertama aku dipuji seperti itu oleh musuh.
Tidak, itu bukan benar benar pujian, namun lebih seperti pengingat.......tetap
saja, itu yang pertama kalinya.
Pria itu sedikit memiringkan kepalanya, dan mendengar kata
kataku.
“Apa iya? Sekiryuutei masa kini, dalam pandangan kami kau
jauh lebih berbahaya dari yang kau bayangkan. Selain itu, rekanmu – Vali juga
sama.”
Ra-Rasanya seperti duduk di atas ranjang paku! Apa yang
terjadi, ini yang pertama kalinya! Meski Sairaorg-san juga memujiku, namun
teroris bahkan juga mengatakan itu.......
Orang orang ini yang tak memandang rendah aku, justru yang
paling berbahaya!
“Berikutnya, kurasa sudah waktuku untuk beraksi!”
Pria itu melangkah ke depan, dan melepaskan pedang dari ikat
pinggangnya.
“Senang bertemu kalian untuk pertamakalinya. Para budak
Gremory. Aku Sig, keturunan dari pahlawan Siegfried. Rekan rekanku memanggilku
Siegfried. Kalian mau memanggilku apa itu terserah kalian.”
Gentleman yang nampak lembut itu – wajah Siegfried, membuat Xenovia
menyadari sesuatu karena dia menampakkan kekagetan dan shock.
“.....Aku merasa pernah melihatmu sebelumnya. Ternyata itu
memang benar?”
Pada pertanyaan Xenovia, Irina mengangguk.
“Ya, pasti begitu. Dari sejumlah Pedang Iblis di
pinggangnya, tak ada keraguan lagi.”
.....? Apa yang terjadi? Karena dia punya rambut putih, aku
hanya bisa teringat pada orang itu – Freed.
“Ada apa, kalian berdua? Kalian tahu sesuatu tentang pria
tampan yang seperti Kiba putih itu?”
“Kiba putih.......itu terlalu berlebihan, Ise-kun.”
Jangan bicara seperti itu, Kiba. Itu kan hanya contoh.
Xenovia merespon rasa penasaranku.
“Pria itu adalah Exorcist – mantan almamater Irina dan aku.
Prajurit top di Gereja Katolik, Protestan, dan Orthodox. “Kaisar Iblis Sig”.
Dia memiliki warna rambut sama dengan Freed karena mereka dilatih oleh
organisasi yang sama. Sepertinya itu adalah semacam efek samping dari sebuah
eksperimen.”
--! Exorcist! Seorang yang berhubungan dengan Gereja!
Ngomong ngomong, berarti dia mirip dengan Freed? Berpikir soal orang itu
membuatku muak.
“Sig-san! Kau mengkhianati Gereja – Mengkhianati Surga!?”
Irina berteriak. Bibir Siegfried melengkung dengan senang.
“Kurasa kalian bisa menyebutnya pengkhianatan. Sekarang aku
bergabung di Khaos Brigade, itulah kenapa.”
Mendengar kata kata itu, Irina menjadi marah.
“.....Kenapa! Mengkhianati Gereja dan bergabung ke
organisasi jahat akan membuat dosamu tak terampuni!”
“.....Itu membuat telingaku sakit.”
Siegfried tertawa.
“Ada apa dengan itu? bahkan tanpa aku, Gereja masih memiliki
prajurit terkuat. Selama orang seperti itu masih ada, ketiadaan aku dan
pengguna Durandal Xenovia bisa tertutupi. Namun, siapa yang akan menduga kalau
orang itu akan menjadi kandidat Joker untuk Brave Saints? –Pokoknya, cukup
disini saja ngobrolnya, bukankah kalian para pengguna pedang cukup hebat?
Xenovia sang pengguna Durandal, Shidou Irina sang [As] Michael sang pemimpin
Malaikat, dan Kiba Yuuto dari Pedang Suci Iblis.”
Menantang para pendekar pedang – tidak, tiga orang yang
berhubungan dengan Gereja, pedang Siegfried di tangannya mulai mengumpulkan
kekuatan Iblis.
.....Pedang ini memiliki aura tak mengenakkan. Pedang Iblis?
Perasaannya sama dengan pedang buatan Kiba.
--! Tiba tiba, Pedang Suci Iblis Kiba mengayun dengan
kecepatan seperti dewa.
Memblokir Pedang Suci Iblis secara langsung, tak ada
kerusakan sama sekali pada kekuatan Iblis tak mengenakkan yang terkumpul di
Pedang Siegfried.
“Pedang Kaisar Iblis Gram. Bagi Pedang Iblis Terkuat,
serangan dari Pedang Suci Iblis bukanlah apa apa.”
Keduanya memasuki pertarungan jarak dekat.......sudah lama
sejak terakhir kali aku menyaksikan Kiba bertarung begitu sengit dengan
seseorang!
Keduanya segera mundur dan memasang posisi. Kemudian mereka mulai
adu tanding dengan kencang, menciptakan percikan percikan dimana mana.
“....Bisa menandingi Kiba......Tidak!”
Perlahan lahan, Kiba semakin tertekan, dan ekspresi serius
langka bisa terlihat di wajah Kiba! Gerakan berkecepatan Dewa Kiba – mulai terkejar!
Dengan gerakan dan serangan ayunan lebih cepat dari yang mata bisa ikuti,
lawannya masih bisa mengimbangi dalam ekspresi biasa biasa saja. Bisakah ia
melihat kecepatan tinggi Kiba dengan jelas.......?
Bahkan saat dia berpura pura menyerang, tak satupun gerak
tipu Kiba berhasil dalam memancing Siegfried!
Di sisi lain, dia menggunakan pergerakan minimum yang
diperlukan untuk mengelak dari serangan Kiba. Saat dia menikamkan Pedang Iblis
di tangannya, Kiba harus mengelak dengan perhatian penuh, tak ada celah untuk
menyerang balik!
.....Bahkan Kiba dalam Balance Breaker semakin ditekan....!
Salah satu golongan Pahlawan menjelaskan pada aku yang
terbengong bengong ini.
“Dalam organisasi kami, meski mereka berada di organisasi
berbeda, ‘Pedang Royal Suci’ Arthur dan ‘Pedang Kaisar Iblis’ Siegfried
sebenarnya berperingkat teratas. Pedang Suci Iblis Kiba sama sekali bukan
tandingan mereka.’
Sebanding dengan Arthur itu? Pria itu, yang dengan enteng
mempermainkan Fenrir! Be-Berarti Kiba sekarang—
Meski aku cemas, seseorang muncul untuk ikut serta dalam
duel mereka – Xenovia.
Menebas tanpa keraguan dari sisi, dia mulai mendukung Kiba.
“Xenovia!”
“Kiba! Kamu tak bisa menang sendiri! Bahkan melawan
kemauanmu, aku harus ikut serta!”
“.....Uh, terima kasih!”
Pada momen ini, Kiba mengesampingkan kehormatannya sebagai
pendekar pedang, dan menyerang bertubi tubi dengan Xenovia.
“Aku juga akan bergabung!”
Dari wilayah perbatasan, Irina juga memasuki pertarungan,
membentuk situasi tiga lawan satu.
Teknik dua pedang Xenovia, Pedang Suci Iblis Kiba, Pedang
cahaya Irina, mereka bertiga menyerang sekaligus!
Sudah tak bisa lagi untuk menangkap kecepatan gerakan mereka
dengan mataku seiring mereka berempat bertarung dengan sengit........Namun
bahkan menghadapi tiga lawan, Siegfried hanya menggunakan satu pedang!
Kecepatan dewa Kiba menciptakan bayangan sisa seiring ia
berulang ulang mencoba mengacaukan serangan Siegfried dari sudut mati. Dari
atas, Xenovia mengayunkan pedangnya dengan aura pedang suci besar! Lebih jauh
lagi, Irina meluncur sepanjang udara dengan cepat sambil menikamkan pedang
cahayanya ke arah punggung tangan Siegfried!
Serangan bertubi tubi ini—
Aku yakin mereka akan menang. Namun, Siegfried mengayunkan
lengannya dan dengan santai memblokir serangan Irina bahkan tanpa menolehkan
kepalanya!
Di saat yang sama, ia mencabut pedang lain di pinggangnya
memakai tangannya yang masih bebas.
Dengan kilauan perak – salah satu pedang Xenovia yang
menebas ke bawah patah!
Itu Pedang Suci yang Kiba ciptakan! Dengan suara fantastis
seperti kaca pecah, ia hancur berkeping keping!
Siegfried dengan kalem berbicara.
“—Balmung. Ini adalah kekuatan satu serangan dari Pedang
Iblis dari legenda Norse.”
--! Pedang Iblis lainnya! Namun, serangan sudut mati Kiba
masih belum berakhir! Ada sebuah celah dan seharusnya mustahil untuk mengelak,
karena kedua lengan Siegfried tengah memegang dua Pedang Iblis! Dengan sabetan
horizontal, Kiba menebas ke arah perutnya, dalam sekejap itu—
Clang!
Suara logam.
Pedang Suci Iblis Kiba dihentikan oleh Pedang Iblis yang
Siegfried baru cabut dari sarung pedangnya!
“Nothung. Ini juga Pedang Iblis Legendaris.”
Pedang Iblis ketiga! Tidak, yang bahkan lebih mengejutkan
adalah dua lengan Siegfried saat ini sudah memegang dua pedang, dan tak mungkin
memegang pedang ketiga. Kedua tangannya sudah penuh.
Namun, lengan ketiga tumbuh dari punggungnya untuk mencabut
pedang itu, memblokir serangan Kiba!
...Le-Lengan apa itu? lengan yang tertutupi oleh sesuatu
seperti sisik sisik perak. Hampir seperti lengan kiriku saat berubah menjadi
lengan Naga!
Lengan itu tumbuh dari punggung Siegfried!
Siegfried tertawa melihat kekagetan kami!
“Lengan Naga ini? Ini Twice Critical, Sacred Gear yang
sangat umum namun punyaku sedikit berbeda, yakni sub-species. Ia menumbuhkan
sesuatu seperti lengan Naga dari punggungku.”
--Twice Critical! Aku pernah mendengarnya! Sacred Gear
inferior dibawah Boosted Gearku!? Sacred Gear yang seharusnya dalam bentuk
gauntlet......sub species! Menumbuhkan lengan dari punggung seseorang!?
Siegfried memegang dua Pedang Iblis di tiap tiap lengan,
dengan lengan di punggungnya memegang yang ketiga........teknik tiga pedang!
Menyaksikan adegan ini, ekspresi Kiba menjadi semakin
serius.
“.....Kita berdua sesama pengguna Sacred Gear. Namun,
kesampingkan properti pedangnya, apa aku tak mampu melampauinya bahkan dalam
penggunaan Sacred Gear.......”
“Ngomong ngomong, aku belum memasuki mode Balance Breaker.”
-- Pengingat yang keras sekali! Terus menerus mengulangi
eksperimen mereka, para anggota golongan Pahlawan tak mungkin tak bisa menggunakan
Balance Breaker mereka!
Mendominasi Kiba, Xenovia, dan Irina sekaligus hanya dalam
kondisi normalnya! Orang ini kelewat kuat!
Dengan suara hantaman keras.
Sensei mendarat di depan kami yang terjebak dalam krisis. Di
saat yang sama, Cao Cao kembali ke tengah para golongan Pahlawan. Usai
mengulangi serangan mereka, apa mereka berniat ke poin semula? Aku melirik
aliran sungai tempat mereka datang – tanah di tempat itu sudah berubah menjadi
ladang gersang!
Waaaaaah! Sejak saat tadi terus menerus terdengar suara
benturan keras yang membuatku curiga adanya kejadian dramatis. Pemandangan
Arashiyama sudah hancur sepenuhnya!
Sensei paham kalau ini hanya ruang buatan, jadi dia memakai
kekuatannya tanpa ampun.......
Beberapa titik pada armor Sensei sudah remuk......sayap
hitamnya juga nampak berantakan sekali.
Seragam dan busana China Han Cao Cao juga sobek di banyak
lokasi......Namun aku merasa heran kalau manusia biasa bisa bertahan menghadapi
Gubernur Malaikat Jatuh legendaris!......Jadi inikah golongan
Pahlawan.......pahlawan........True Longinus......
“Jangan cemas, Ise. Kami berdua tak mengerahkan seluruh
kekuatan kami. Kami hanya mengetes satu sama lain sedikit.”
Yang Sensei sebut tes kecil, berdampak pada kehancuran di
area sepanjang sungai!
Cao Cao menyentakkan lehernya dengan keras, dan berkata:
“Sungguh tim Iblis yang hebat. Kurasa kalian adalah budak
Rias Gremory, yang terkenal diantara generasi Iblis muda. Kami berniat
bertarung tanpa memaksakan diri kami, tapi kalian ternyata lebih kuat dari
dugaan kami. Kalau teoriku benar, seorang yang mengumpulkan kelompok yang kuat
diluar kewajaran ini adalah Hyodou Issei – kekuatanmu. Meski kau tak punya
bakat atau kekuatan Iblis, aku percaya kemampuanmu dalam menarik orang lain
dengan kekuatan Naga berperingkat top diantara para Sekiryuutei masa lalu. Lihat,
bukankah Naga sedang mengumpulkan kekuatan saat ini? Memang berdampak pada
situasi yang baik dan buruk. Sebagai salah satu dari eksistensi legendaris, dan
kau menemui tiap tiap Dragon King, dan mengumpulkan semua pendukung
Chichiryuutei ini. Ini semua adalah bukti hal itu. bahkan meski [Raja] kalian
tak ada, kau bisa menangani situasi dan mengatur para budak dengan ketenangan
sempurna. Cara berpikirmu memang lemah dan lamban.......namun tetap saja kau
akan menjadi lawan mengerikan kalau dilatih baik baik di masa depan.”
“...”
Aku tak pernah memikirkan hal seperti itu. Semua hal yang
terjadi sejauh ini.........Karena aku?
Tombak Cao Cao diarahkan padaku.
“Karena itu, kami berniat tak membuat kesalahan yang sama
seperti golongan Maou lama. Kami sangat percaya, kalau di masa depan, kau akan
menjadi Sekiryuutei paling berbahaya. Ini berlaku pada para budak yang lainnya
juga. kalau kami melenyapkan kalian semua sekarang, mungkin kami bisa
mengumpulkan beberapa data berguna untuk analisa?”
Begitukah cara dia melihat perkembangan aku, bukan kami?
Memang benar kalau ada perbedaan mendasar dalam cara mereka memperlakukan kami,
tak seperti golongan Maou lama yang memandang kami sebagai sekumpulan anak anak
bodoh.
.....Mengesalkan! Bagaimana aku menangani lawan seperti
ini!? Sampai saat ini, aku terus menghadapi lawan yang memperlakukanku sebagai
idiot, sehingga memiliki banyak celah.......
Sensei mempertanyakan Cao Cao.
“Satu pertanyaan lagi. Apa sebenarnya motif dari kalian para
golongan Pahlawan?”
Cao Cao menyipitkan matanya dan berkata.
“Gubernur Malaikat Jatuh. Kau mungkin menganggapnya
mengejutkan, tapi sederhana saja, kami hanya ingin mengetahui batas apa artinya
menjadi ‘manusia’ dan menantangnya. Lebih jauh lagi, manusialah yang akan
mengalahkan Iblis, Naga, Malaikat Jatuh, dan ras ras supernatural lain. –
Tidak, pasti, manusialah yang akan menang.”
“Kalian ingin menjadi Pahlawan? Toh, kalian memang keturunan
dari, uhuk, Pahlawan.”
Cao Cao mengangkat jari telunjuknya dan menunjuk pada langit
di atas kepalanya.
“—Ini hanya tantangan kecil yang diberikan pada manusia
manusia rapuh. Dibawah Surga, seberapa jauh manusia bisa melaju, itulah yang
kami ingin coba.”
--Manusia, eh.
.....Sebagai manusia, sejauh mana mereka bisa
melaju.......apa inikah tujuan mereka?
Tidak, pasti masih ada motif yang lain.
Sensei mendesah dan berkata padaku.
“.....Ise, jangan ceroboh. Orang ini adalah musuh yang lebih
buruk dari golongan Maou lama – Shalba Beelzebub. Semua lawanmu disini sangat
kuat, khususnya orang ini yang sama berbahayanya dengan Vali.”
Sama dengan Vali........Vali juga terasa memancarkan aura
yang sama dengan pria ini.
Memiliki Tombak Suci adalah ancaman nyata......
Usai Sensei mengumpulkan kelompok kami, golongan Pahlawan
juga mengubah formasi mereka. Sepanjang waktu ini, mereka tak ada habisnya
menciptakan antimonster. Terasa tak ada habisnya. Juga, golongan Pahlawan masih
menahan diri tanpa menyerang.
Namun, lawan lawan kami sepertinya sudah siap.—Nampaknya
gelombang kedua akan menjadi pertarungan sebenarnya. Mereka punya lebih banyak
pengguna Sacred Gear, kan? Dan semuanya bisa memasuki mode Balance Breaker.
Aku terus terjebak dalam krisis seperti ini. Akankah Dewi
itu muncul untuk menolongku lagi? tidak, itu tak benar, aku tentu tak mau
menerima perlindungan langsung dari Chichigami[18].
Tepat saat aku tengah berpikir—
Clap.
Tepat di antara kami dan golongan Pahlawan, lingkaran sihir
menyilaukan muncul......simbol yang belum pernah kulihat sebelumnya.
“—Ini.”
Sensei nampaknya tahu. Siapa? Malaikat Jatuh? Seiring kami
menyaksikan dengan terkejut pada cahaya di hadapan kami – gadis bule yang
sangat manis muncul, berdandan seperti penyihir.
....Se-seorang gadis? Aku terkejut.
Gadis itu mengenakan topi dan jubah lebar. Itu memang busana
penyihir.......Usianya terlihat seperti anak SMP? Tubuhnya juga kecil.
Gadis itu menoleh pada kami yang berkumpul disekitar
lingkaran, dan membungkukkan kepalanya dalam dalam.
Ia tersenyum cerah pada kami.
“Senang bertemu kalian untuk yang pertamakalinya. Aku Le
Fay. Le Fay Pendragon. Penyihir yang tergabung dalam Tim Vali. Mohon
kerjasamanya.”
--! Ti-Ti-Tim Vali!? Kenapa, kenapa bawahan Vali harus
datang ke tempat seperti ini!?
Sensei menanyai gadis itu – Le Fay.
“...Pendragon? Kau siapanya Arthur?”
“Ya, Arthur adalah kakak laki lakiku, dia selalu menjagaku
baik baik.”
Adik perempuan gentleman cool itu! tak kusangka dia punya
adik perempuan semanis ini!
Sensei menggaruk dagunya dan berkata:
“Jadi Le Fay. Seperti penyihir legendaris itu, Morgana Le
Fay? Dikatakan kalau Morgana dan Raja Pahlawan, Arthur Pendragon memiliki
hubungan darah.......”
Ada kelap kelip bintang di mata Le Fay saat dia memandang ke
arahku.
“Um, ummm.......”
Dia berjalan ke arahku dan mengulurkan tangannya.
“A-A-Aku penggemar Chichiryuutei, Oppai Dragon! Ka-kalau
kamu tidak keberatan, bisa tolong jabat tangan denganku?”
.......
Eh, ini.....
Aku sama sekali kaget dan tak tahu bagaimana harus bereaksi.
Sampai hal sekonyol itu dikatakan di tengah tengah pertempuran menegangkan
ini......
Tetap saja, aku berkata ‘terima kasih......’ dan menjabat
tangannya.
“Makasih!”
Dia sangat senang......Hmm?......Apa yang anak ini inginkan?
Pihak Cao Cao juga terbengong bengong dan kebingungan
melihat perubahan situasi ini.......Akhirnya, Cao Cao menggaruk kepalanya dan
berkata:
“Jadi pihak Vali ya, ada masalah apa?”
Tanpa ragu ragu, Le Fay merespon Cao Cao dengan senyum
lebar.
“Ya! Aku datang membawa pesan dari Vali-sama! ‘Kupikir aku
menyuruhmu supaya tak menggangguku!’ – itulah pesannya oh♪ -- kalian harus dihukum
karena menempatkan kami dibawah pengawasan oh~~”
Crash......!
Tak lama setelah pengumuman mencengangkan Le Fay, tanah
mulai berguncang dengan keras!
Apa yang berguncang ini!? Gempa bumi!? Jadi sulit untuk
berdiri! Asia dan Kunou tak bisa mempertahankan keseimbangan mereka dan jatuh
di atas pantat mereka.
Crack!
Itu adalah suara sesuatu yang dirobek terbuka! Melihat ke
arah sana, tanah telah membengkak, seolah benda raksasa mencoba menyembul
keluar! Merobek tanah berkeping keping dan menciptakan kabut debu, yang muncul
adalah--!
“Guuuuuuuuuuutz!”
Benda seperti raksasa besar tengah mengaum!
Benda benda benda benda benda benda benda benda benda apa
itu!? Benda berukuran sebesar itu.....Raksasa!? Batu!? Tanah!? Tak jelas
material apa tapi dia pasti direkonstruksi dari material anorganik. Lengan dan
kakinya juga sangat besar!
Setidaknya berukuran sepuluh meter! Sensei menengadah pada
si raksasa dan berteriak!
“—Itu Gogmagog!”
Le Fay menjawab perlahan.
“Ya. Ini adalah salah satu karakter kuat dalam kelompok
kami, Gogmagog atau Gogz-kun♪”
Gogz-kun♪,
ada nama panggilan semanis itu?
“Sensei, raksasa batu bergerak itu........”
Sensei menjelaskan padaku. Maaf Sensei, aku terus meminta
penjelasan darimu hari ini!
“Gogmagog. Sesuatu seperti Gargoyle yang ditempatkan di
celah dimensional. Mengapung dalam kondisi mati di celah dimensional.
Sepertinya itu adalah senjata penghancuran produksi massal yang diciptakan oleh
Dewa Dewa kuno.......mereka seharusnya sudah tak aktif lagi sekarang.”
Golem! Begitu! Karena itu dia terasa anorganik!
“Benda semacam itu ada di celah dimensional!? Apanya yang
tidak aktif, makhluk itu bergerak!”
“Ah, ini pertama yang bisa bergerak yang kutemukan, aku
punya terlalu banyak pertanyaan. Meski dikatakan kalau mereka tidak diaktifkan
dan ditempatkan di celah dimensional.......tapi yang ini bisa bergerak! Ini
membuatku jadi tertarik.....!”
Oh tidak, lagi lagi begini, mata Sensei berbinar binar
seperti anak kecil.......Sensei terus tergila gila dengan hal hal seperti
ciptaan Dewata, senjata kuno, dan hal hal semacam itu.
Namun, dia segera pulih dan mulai bergumam sendiri.
“Begitu. Terakhir kali yang Vali cek ketika berkeliaran di
dalam celah dimensional bukan hanya Great Red.......”
Le Fay menjawab gumaman Sensei.
“Ya, Vali-sama lah yang mendeteksi eksistensi Gogz-kun.
Ophis-sama pernah menyebutkan penemuan raksasa ini yang bisa bergerak dalam
celah dimensional, jadi kami pergi ke sana lagi untuk mencarinya.”
“Hei. Jadi siapa lagi yang ada di tim kalian......?”
Aku menanyai Le Fay. Selain Bikou, Fenrir, dan golem ini
sekarang. Mengetahui kalau suatu hari nanti aku akan melawan Vali......itu jadi
membuatku tak tenang.
“Ya......saat ini ada Vali-sama, Bikou-sama, Arthur-niisama,
Kuroka-san, Fenrir-chan, Gogz-kun, serta aku, totalnya ada tujuh orang.”
Begitu rupanya. Hanya tujuh dari mereka. Itu saja? Tapi
tetap saja, itu kebanyakan! Vali itu, dia terus mengumpulkan kriminal kriminal
ini!
“Tapi Sensei, kalau Great Red ada disana, kenapa celah
dimensional memiliki raksasa semacam itu......”
“Celah dimensional itu cukup menyusahkan untuk diurus, tapi
sebenarnya ada cukup banyak kelonggaran. Yang Great Red ingin lakukan hanyalah
berenang dengan bebas di celah dimensional, dan tak memberi ancaman apa apa.
Dia adalah eksistensi spesial sehingga tak satupun golongan menempatkan Great
Red di peringkat atau kategori mereka. Yang dia pedulikan hanyalah terbang
bebas tanpa gangguan dalam celah dimensional.”
Tepat saat Sensei berbicara sampai poin ini, si golem
mengangkat tinju raksasanya pada golongan Pahlawan.
Roar!!!
Disertai oleh suara hantaman yang memekakkan telinga, si
golem menghancurkan Togetsukyou dalam satu pukulan!
Oh tidaaaaaak! Itu lokasi penting di Arashiyama! Syukurlah,
ini hanya dimensi yang mereplikasi Arashiyama.
Seranga Gragoyle menghancurkan sejumlah besar antimonster
selagi para anggota golongan Pahlawan mundur, bersembunyi di sisi lain sungai.
“Hahaha! Vali mengamuk! Sepertinya pengintaian kita sudah
ketahuan!”
Cao Cao tertawa dengan suara keras, dan mengarahkan
tombaknya pada si golem.
“Memanjang!”
Wooosh!
Ujung tombak tiba tiba memanjang, dan menusuk bahu si golem!
Si golem raksasa kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah!
Wow, jatuhnya keras sekali! Golem itu pasti sangat berat! Hanya dengan jatuhnya,
ia menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat, dan semua benda di sekitarnya
berguncang kuat!
Tombak itu, menjatuhkan si golem hanya dengan satu serangan!
Ia bisa memanjang, dan bisa menghasilkan bilah energi, begitu banyak fungsinya!
Namun, jembatan hancur lebur. Jadi kita hanya bisa terbang
ke seberang, kan?
Saat aku memikirkan langkah berikutnya, sebuah sosok muncul
di tepi sungai. Di depan golongan Pahlawan, ada seseorang yang teler dan
terhuyung huyung, tak bisa berjalan dengan benar.
Seorang wanita berambut perak – Rossweisse-san!
“.....Hei. Berisssssik sekhalli orang jadi tak bisa
tidurrrrrr (hic!) nyenyak disini!”
Kedatangan si mabuk membuat para anggota golongan Pahlawan
memandang satu sama lain dengan kebingungan. namun, mereka berniat untuk
menyerang, entah dia berhubungan dengan budak Gremory atau tidak!
I-Ini gawat! Dalam kondisi mabuk itu, Rossweisse-san dalam
bahaya!
Aku harus pergi kesana untuk menolong! – Usai memikirkan
itu, kami semua menyerbu ke arahnya. Namun.....
“Ada apwaa!? Kalian mau bertarung? shini! Akan kutunjukkkan
kekwuatan Valkyrie mantann bodyguard pak tua Odinnn!”
Usai Rossweisse-san berteriak, tak terhitung jumlah
lingkaran sihir bermunculan di sekitarnya. Bukan hanya sepuluh atau dua puluh!
“Rassssakan sihir Norseku yang bissssa melawaannnn semwa
atribut, semua periiiiii, dan semuwa eksistensi dewaaataaaaa!”
Dari jumlah lingkaran sihir yang menakutkan, muncullah tak
terhitung jumlah serangan sihir yang mengisi langit, mengubah arah serangan mereka,
dan akhirnya berjatuhan pada golongan Pahlawan seperti hujan badai deras!
W-Woah! Ini sukar dipercaya! Serangan api, air, angin,
halilintar, dan sihir dengan semua jenis atribut mengenyahkan semua di
jalurnya, dan mendekati golongan Pahlawan!
Entah itu rumah, toko, jalan, atau tiang tiang listrik,
semuanya berubah menjadi abu dan lenyap tanpa jejak!
........Meski aku sudah tahu kalau dia adalah pakar dalam
sihir, ah, aku tak pernah menduga kalau Valkyrie-san ini bisa meratakan seluruh
kota!
Berpikir soal itu, seharusnya sudah jelas dari cara dia
ambil bagian dalam pertarungan melawan Loki.
B-Buchou, benar benar sudah mengumpulkan orang
kuat.......kalau memang begitu, dia pasti akan bersinar dalam Rating Game.
Kabut muncul pada pandanganku. Meski rasanya serangan sihir
hampir mengenai golongan Pahlawan, namun seorang pemuda berseragam dengan jubah
berbulu menghasilkan kabut dari tangannya dan menangkis semua serangan sihir!
--! Itu si pengguna kabut! Dia bisa bertahan dari serangan
sihir seperti itu!
Kabut perlahan menyebar dari tangan si pengguna, pada
akhirnya menutupi seluruh golongan Pahlawan.
Cao Cao berbicara dari dalam kabut.
“Ada terlalu banyak gangguan – namun, itu sungguh upacara
pembukaan yang menyenangkan, Gubernur Azazel.”
Seolah menikmati situasi, orang itu mengumumkan pada kami.
“Malam ini kami akan menggunakan medan energi spesial Kyoto
dan pemimpin Kyuubi, dan mengubah Istana Nijou[19]
menjadi eksperimen besar! Kalau ingin menghentikan kami, datang dan ikut
sertalah!”
Kabut semakin menebal. Kabut yang muncul di bawah kaki kami
menyebar ke dada dan mendekati wajah kami.
Dan kemudian perlahan lahan, seluruh pandangan kami
terblokir oleh kabut dan segalanya lenyap.
“Hei, semua orang sudah dikembalikan ke realita semula!
Turunkan senjata kalian!”
Sensei mengingatkan kami. Kami akhirnya kembali ke
Arashiyama yang sesungguhnya! I-Ini gawat! Aku segera melepaskan armorku—
.....
Dalam sekejap mata, kabut lenyap – dan kami kembali ke
jalanan ramai di samping Togetsukyou. Selain kami, para turis tengah melintasi
jembatan seolah tak ada apapun terjadi.
.....Jembatannya masih ada. Semua hal telah kembali ke dunia
nyata.
“Hei, Ise, ada apa? Kamu membuat wajah super-seram?”
Matsuda menatap wajahku. Be-begitu. Kami baru saja melintasi
Togetsukyou.
“.....Tidak. sama sekali tak ada apa apa.”
Usai menjawab, aku menghela nafas panjang. Semua budak yang
lain masih memasang ekspresi serius juga. pertarungan tadi teramat berbahaya.
Mustahil untuk mengembalikan mood kami dengan mudah.
....Le Fay sudah pergi. Sama halnya benda raksasa itu. apa
mereka menghilang di saat yang sama dengan kabut?
Crash!
Sensei dengan marah memukul sebuah tiang listrik.
“....Berbicara seenaknya.....! Bereksperimen di Kyoto.....?
Jangan remehkan kami, bocah bocah!”
Wow......Sensei benar benar marah! Aku sudah lama tak
melihat Sensei semarah itu!
“.....Ibu. Ibu tak melakukan apa apa......tapi kenapa.....”
tubuh Kunou berguncang. Aku hanya bisa membelai kepalanya,
dan tak mampu melakukan selain itu.
Serangan tiba tiba Cao Cao, dan pengumumannya tentang
eksperimen di istana Nijou.
Buchou, nampaknya piknik sekolah kami telah mencapai klimaks
yang tak terduga.
Life 4 : Showdown, Kelompok Gremory vs Golongan
Pahlawan! Di Kyoto!
Bagian 1
“Ah, aku kenyang sekali! Mereka bahkan punya buffet yang
menggabungkan hidangan Jepang, China, dan Barat. Kita sungguh beruntung menjadi
siswa Akademi Kuou.”
“Itu benar sekali.”
Setelah makan malam dan berendam mandi, Matsuda dan Motohama
sedang bermalas malasan di kamar mereka, dengan wajah bahagia penuh kepuasan.
Setelah pertarungan di Kogetsukyou, kami mengunjungi istana
Nijou dan kemudian kembali ke hotel.
Aku sekarang berada di kamar mereka berdua. Besok akan jadi
hari terakhir piknik yang kebanyakan berisi membeli oleh oleh untuk dibawa
pulang. Sehingga, kami mempersiapkan kamar ini untuk menyiapkan TV layar datar
untuk menonton foto foto yang sudah kami ambil sejauh ini.
“Maaf mengganggu – kwartet cantik telah tiba setelah mandi,
cowok cowok mesum.”
Kiryuu mengumumkan sambil memimpin Asia dan yang lain
memasuki kamar, semuanya mengenakan pakaian tidur mereka.
“Oh oh oh! Asia-chan dalam piyama setelah mandi adalah yang
terbaik! Mari kita mulai!”
Matsuda dengan antusias menekan “Play” dan slide show mulai
ditayangkan di TV.
Foto foto pertama diambil di kereta peluru, kemudian stasiun
Kyoto, dan hotel. Selain itu ada Fushimi Inari, Kiyomizu-dera, dan tempat
tempat lain. Semua pemandangan yang kami potret selama tiga hari ini di Kyoto
tengah ditampilkan satu demi satu di layar TV.
“Itu saat Motohama hampir jatuh dari tangga.”
“Matsuda, bukankah itu saat kamu mencoba menelan snack di
mesin pembelian sekaligus dan nyaris tersangkut di tenggorokanmu?”
“Hei, kalian berdua, berhentilah menatap gadis dari sekolah
lain dengan tatapan mesum setiap saat. Sampai kalian berdua memasang ekspresi
mesum sepanjang jalan ke Kyoto.......nanti bisa memperburuk sekolah kita.”
Semua orang meledak tawa kapanpun Matsuda, Motohama, dan
Kiryuu membagi memori mereka.
-- Ini adalah pengalaman piknik sekolah yang berharga.
Sambil aku menenggelamkan diri dalam kebahagiaan pesta foto,
aku perlahan meremas tinjuku.
Tak peduli apapun yang terjadi, aku akan menghadapi esok
hari dengan semua orang.
Dan semua orang akan kembali bersama, kembali ke Akademi
Kuou—
Setelah menikmati foto, saat ini waktunya tidur. Kelompok
Gremory plus Irina, para budak Sitri, Azazel-sensei, dan Leviathan-sama
semuanya berkumpul di kamarku.
Kami sekarang memakai kamarku untuk mendiskusikan peristiwa
yang akan berlangsung malam ini. Malam ini eksperimen golongan Pahlawan akan
diselenggarakan di istana Nijou.
.....Ngomong ngomong, kamar ini terlalu sempit, jadi semua
orang harus berdiri. Itu sudah bisa diduga. Apalagi, lebih dari sepuluh orang
masuk dan berdesakan di dalam kamar berukuran delapan lantai tatami ini.
Xenovia dan Irina yang ikut serta dalam diskusi tengah duduk
di dalam kloset........Kalian sebegitu sukanya pada ruang sempit?
Setelah mabuk berat sepanjang hari, wajah Rossweisse-san
cukup pucat namun dia masih bersikeras untuk ikut serta.......Meski kudengar
dia sudah meminum obat mabuknya sendiri dan pulih. Namun, dia masih belum
kelihatan baik.
Sensei melirik semua orang kemudian memulai. Peta seluruh
Kyoto tengah dibentangkan sepanjang pusat ruangan.
“Jadi, mari mulai dengan rencana pertarungan kita. Area
pusat disekitar istana Nijou dan stasiun Kyoto sekarang dalam kondisi siaga
satu. semua Iblis dan Malaikat Jatuh yang berada di Kyoto telah digerakkan untuk
mencari orang orang mencurigakan. Youkai Kyoto juga menyediakan bantuan bagi
kita. Meski kita masih belum mengonfirmasi gerakan golongan Pahlawan, kita
sudah sukses mendeteksi kehadiran tak mengenakkan yang berkumpul di istana
Nijou sebagai pusatnya.”
“Kehadiran tak mengenakkan?”
Kiba menanyai Sensei.
“Ya, sejak zaman kuno, Kyoto adalah kota yang dibangun
memakai prinsip Yin Yang dan Feng Shui seperti lingkaran sihir berskala besar.
Sebagai hasilnya, ada banyak titik titik kekuatan spesial, seperti kuil Seimei[20]
Sumur Seimei, Kuil Suzumushi Kofuku-Jizo[21],
Pohon pinus Fushimi Inari Hizamatsu-san dan masih banyak lagi. Lokasi lokasi
dengan aura luar biasa terlalu banyak untuk dihitung. Namun, aliran itu saat
ini sudah menjadi teratur dan berkumpul di istana Nijou.”
Saji menelan ludahnya dan bertanya.
“Lalu, apa yang akan terjadi?”
“Entahlah, namun pasti bukan hal bagus. Karena mereka
berniat memakai pemimpin Kyuubi yang mengendalikan aliran energi kota ini untuk
mengadakan semacam eksperimen. Kita akan memakai poin kunci ini sebagai basis
seluruh rencana.”
Mendengar ucapan Sensei, semua orang mengangguk. Dan
kemudian Sensei secara resmi mulai menjelaskan rencana pada kami.
“Pertama untuk para budak Sitri. Kalian akan menjaga area
sepanjang stasiun Kyoto. Menjaga hotel ini juga pekerjaan kalian. Hotel ini
sendiri sudah memiliki perisai pertahanan, jadi kalau sesuatu terjadi akan ada
pengamannya. Namun kalau ada orang mencurigakan mendekat, kalian para budak
Sitri akan bertanggung jawab untuk menangani mereka.”
“Paham!”
Seluruh kelompok Sitri membalas.
“Selanjutnya kelompok Gremory plus Irina. Maaf sudah
meletakkan kalian di garis depan sepanjang waktu, tapi kalian akan jadi
penyerang utama. Dalam waktu singkat, kalian akan menyerbu istana Nijou. Jujur
saja, jumlah lawan dan kekuatan mereka masih tak jelas pada poin ini. Mungkin
saja bisa berubah menjadi judi berbahaya. Prioritas pertama kalian adalah
menolong Yasaka-Hime. Sekali kalian berhasil, mundur secepat mungkin.
Bagaimanapun juga, mereka sudah mengumumkan kalau mereka memakai Yasaka-Hime
untuk eksperimen.......tetap saja, ada peluang tinggi kalau itu hanya gertakan,
meski dengan sikap Cao Cao itu mungkin saja benar. –Mungkin inilah alasan dia
begitu keras kepala untuk melibatkan kita.”
“La-Lalu apa kita punya cukup kekuatan tempur?”
Aku bertanya. Meski kami penyerang utama, bahkan dengan
Irina kami hanya punya lima orang. Mengingat pertarungan melawan golongan
Pahlawan, itu jelas jelas tak cukup!
“jangan cemas, aku sudah menyiapkan pakar anti teroris
sebelum ini. Mereka sudah menjadi bala bantuan dalam banyak pertarungan
berdarah melawan Khaos Brigade. Dengan mereka kesempatan untuk sukses akan
meningkat drastis.”
“Bala Bantuan? Siapa?”
Kiba bertanya.
“Anggap saja mereka makhluk diluar dugaan kalian. Ini berita
bagus.”
Sensei tersenyum senang, sudut bibirnya naik. Karena sensei
mengatakan itu, mereka pasti sangat kuat, kan?
Siapa itu? itu tak mungkin Buchou atau Akeno-san, kan?
Atau bahkan Satan Ranger?.....Mustahil. Namun dalam situasi
semacam ini, mohon datanglah, Satan Ranger!
“Akhirnya, ada berita buruk. Kali ini, kita hanya
mendapatkan tiga porsi air mata Phoenix.”
“Hanya tiga porsi!? Itu sama sekali tak cukup! Dan lawan
kita adalah teroris!”
Saji berteriak dengan takut dan menanyai Sensei.
“Ya, aku paham. Tapi karena kegiatan teroris Khaos Brigade
sepanjang dunia, air mata menjadi tuntutan besar. Semua pasukan tempur dari
masing masing golongan memiliki kurang dari suplai ideal. Dari sejak awal, air
mata bukan sesuatu yang bisa diproduksi massal dengan mudah. Keluarga Phenex
menjadi sangat sibuk. Yang awalnya adalah komoditas berharga sekarang menjadi
lebih penting dengan harga mahal. Diantara para Iblis, bahkan ada saran kalau
Rating Game mengubah aturannya tentang pemakaian air mata. Kalian harus
mengetahui ini karena ini mungkin mempengaruhi Rating Game masa depan kalian.”
....Wow—Masalah menjadi semakin serius. Namun, ini sudah
wajar. Makin banyak kegiatan teroris, makin banyak orang yang terluka.
Sehingga, sebagai alat pemulihan, sudah wajar kalau tuntutan air mata
meningkat. Lebih tepatnya, bisa dianggap itu tak terhindarkan.
Sensei melanjutkan.
“Ini rahasia, namun sekarang sejumlah golongan sudah
bergabung bersama, dan menggandakan usaha dalam menemukan pengguna Twilight
Healing. Meski itu Sacred Gear langka, itu tidak unik dan investigasi kami
telah menemukan ada orang orang lain selain Asia. Menemukan mereka akan menjadi
keuntungan besar serta mencegah digunakan oleh Khaos Brigade. Membiarkan mereka
memiliki penyembuh kuat akan merugikan kita. Namun, Beelzebub masa kini – Ajuka
juga sudah melakukan penelitian pribadi tentang cara cara baru pemulihan.......Hanya
itu yang bisa kuketahui. Grigori juga melakukan penelitian pada Sacred Gear
buatan tipe pemulihan. Faktanya, Asia sudah secara rahasia membantu kami dalam
penelitian kami dan hasil menjanjikan telah kami peroleh beberapa kali.”
A-Aku sama sekali tak tahu soal itu! karena itu rahasia
kurasa lebih baik tak diberitahukan......Aku paham, Asia juga sudah membantu
Dunia Bawah dari balik layar. Sungguh gadis hebat! Dia benar benar kebanggaan
dan kesayanganku!
Asia sudah berlatih keras sepanjang waktu ini, jadi kalau
kesempatan bagus muncul, akankah dia suatu hari menjadi pengguna Balance
Breaker?
Aku jadi ingin tahu apa yang dia bisa lakukan saat itu benar
benar terjadi.
“Jadi itulah situasinya. Air mata ini – akan dibagikan
dengan dua untuk penyerang utama, Tim Gremory. Satu untuk Sitri. Gunakanlah
dengan cermat.”
“Ya!”
Semua orang menjawab. Dan kemudian sensei menoleh pada Saji.
“Saji, kamu akan bertarung dengan para budak Gremory.”
“A-Aku?”
Saji menunjuk dirinya. Meski itu pengaturan tak terduga, dia
segera memahami misinya.
“....Dragon King?”
“Ya, benar sekali. Vritramu – mode Dragon King mu akan
sangat berguna. Api hitam bisa menyegel pergerakan musuh serta menyerap
kekuatan mereka. Seperti pertarungan melawan Loki sebelumnya, kamu akan
mendukung kelompok Gremory.”
“Itu, itu bukan masalah. Tapi aku akan mudah kehilangan
kesadaranku dan lepas kendali dalam mode itu.”
“Tak masalah. Ise akan membantumu mengembalikan kendali
dirimu seperti saat melawan Loki. Ise, pikirkan saja kata kata untuk diucapkan
pada saat itu – karena kamu Naga Langit, tunjukkan padaku cara mengendalikan
Dragon King.”
“Pa-Paham!”
Toh, aku sudah pernah melakukan itu. saat waktunya datang,
aku akan membantu Saji.
Irina mengangkat tangannya.
“Sudahkah golongan yang lain diinformasikan?”
Ini masalah yang menekan. Bagaimana situasinya sekarang?
Barusan, aku dilarang melaporkan situasi disini pada Buchou.
“Tentu saja. Diluar Kyoto, sejumlah besar Iblis, Malaikat,
Malaikat Jatuh, dan youkai telah dikumpulkan. Demi mencegah kaburnya para
pelaku, barikade telah dipasang. Kalau bisa, akan lebih baik untuk menangkap
mereka semua menggunakan kesempatan ini.”
Leviathan-sama menambahkan kata kata Sensei dan melanjutkan.
“Aku yang akan mengurus pengarahan dan koordinasi pasukan
diluar Kyoto☆ Kalau ada anak nakal mencoba kabur,
sejumlah golongan dan aku akan menghancurkan mereka.”
Meski Leviathan-sama berbicara dengan nada rileks, aku tahu
kalau situasi membutuhkan, dia akan mengerahkan semua yang ia punya.....
“Juga, aku sudah menghubungi Sona di Akademi Kuou. Mereka
bersedia menyediakan apapun dukungan yang bisa ditawarkan.”
Wow, Kaichou dan Fuku-Kaichou juga sudah mulai mengambil
tindakan di pihak mereka!
Berarti hanya tinggal pihak Onee-sama dan junior kami......
“Sensei, bagaimana dengan Buchou dan yang lainnya?”
Sensei menyudutkan alisnya oleh pertanyaanku.
“Ya, aku ingin memberitahu mereka.......tapi sepertinya
waktunya tidak tepat. Mereka saat ini sedang berada di wilayah Gremory.”
“Apa yang terjadi?”
Sensei mengangguk sebagai respon.
“Ada laporan tentang kekacauan di beberapa kota yang
terletak di wilayah Gremory. Mereka kemungkinan sedang menangani itu.”
Ke-Kekacauan! Jangan jangan Khaos Brigade!? Dan hanya Buchou
dan anggota klub yang tersisa! Aku cemas hingga ekstrim, namun Sensei memberiku
senyum masam.
“Mereka dipicu oleh para pendukung Maou lama. Sepertinya ada
kelompok yang tak memiliki komunikasi langsung dengan Khaos Brigade. Meskipun
begitu, mereka menimbulkan masalah adalah kebenaran tak terbantahkan, jadi para
gadis sudah mengambil tindakan. Bagaimanapun juga, itu akan menjadi wilayah
mereka di masa depan. –Juga, aku sudah menerima kabar kalau Grayfia-san juga
ikut serta. Ya, karena Grayfia-san ikut turun tangan, para pembuat kekacauan
itu bisa mengucap selamat tinggal. Aku tak tahu apakah itu akurat atau tidak,
tapi dirumorkan kalau istri kepala keluarga saat ini, Nyonya Gremory, juga
hadir di tempat kejadian. – Jika mengamuk, para wanita Gremory akan bisa
menjadi kekuatan yang mengerikan.”
Sensei dengan sengaja gemetar sambil mengatakan itu.
Ah, jadi bukan hanya Grayfia-san, namun bahkan Ibu Buchou
sudah mengambil tindakan!
Buchou, Ibu Buchou, dan Grayfia-san. Mengetahui kalau itu
mereka bertiga maka semua akan baik baik saja. Mungkin karena semua wanita
Gremory memancarkan perasaan bisa diandalkan.
“Ara, ‘Flaxen Haired Madame of Extinction’, ‘Crimson haired
Ruin Princess’, dan ‘Silver haired Queen of Annihilation’ sudah berkumpul di
satu titik ☆ Hmph, itu akan bisa memberi pelajaran bagi
para pengacau itu.”
Leviathan-sama dengan senang melafalkan ketiga titel
menakutkan itu! Extinction (pemusnahan), Ruin (penghancuran), Annihilation
(pelenyapan).......apa apaan ini, mereka terdengar seperti ‘Ratu Tak tersentuh’
atau semacam itulah.
....Para wanita Gremory memiliki nama nama mengerikan
itu........sepertinya kehidupan pribadi Ayah Buchou dan Sirzechs-sama pasti
sangat tertekan di bawah istri mereka.....
“....Kamu juga, akan mendapat masa depan mencemaskan.”
Sensei meletakkan tangannya di bahuku dan mengangguk
berulang ulang.
....A-Apa artinya itu? meski aku tak terlalu memahaminya,
tapi aku takkan pernah membuat Buchou marah? Mu-Mungkin......
Sensei menjernihkan tenggorokannya, dan menoleh pada semua
orang sekali lagi.
“Jadi itulah rencana yang sudah kuajukan. Aku juga akan
mencari para teroris itu secara langsung dari langit. Jadi semua orang akan
mengambil posisi mereka dalam satu jam. Kalau kalian menemukan ada yang
mencurigakan, laporkan pada satu sama lain segera. –Dan cobalah untuk tidak
mati. Sampai momen kalian pulang ke rumah, piknik sekolah tetaplah piknik
sekolah. – Kita akan melindungi Kyoto dengan nyawa kita. Paham?”
“Paham!”
Pertemuan strategi berakhir dengan respon semua orang.
Setelah persiapan pertempuran, aku datang ke lobi. Aku sudah
setuju bertemu Asia dan yang lain disana.
Jadi tak ada seorangpun disini – Oh, Sensei dan
Rossweisse-san tengah duduk di bangku disana.
Sensei berdiri setelah melihatku disini.
“Ise, kemari sebentar.”
“Ya?”
Ada apa? Aku merasa penasaran saat Sensei mengeluarkan
sesuatu dari sakunya. –Itu adalah benda seperti berlian merah yang memancarkan
cahaya. Sensei berbicara:
“Barusan tadi. Ada insiden pelecehan seksual tepat diluar
hotel. Aku kebetulan ada di TKP, jadi aku menghajar orang yang ingin meremas
payudara wanita.......dan kemudian benda ini keluar dari tubuhnya. Kupikir ini
jangan jangan.......”
....Be-Berlian dari tubuh si orang mesum.....? Kenapa anda
memberikannya padaku? Ngomong ngomong, sejak kita sampai di Kyoto, insiden
pelecehan seksual sepertinya menjadi sangat sering.
[Berlian itu kan--]
Suara Ddraig bersuara keluar sehingga Sensei dan aku bisa
mendengarnya.
“Ada apa, Ddraig?”
[Oh, ini datang dari kotak dan kabur dari tubuhmu ketika
berada di atas kereta peluru.]
...
Apa, bicara apa kau ini -- ! benda ini!? Berlian ini!?
“Seperti dugaanku. Kami menganalisa berlian ini dan
menemukan energimu di dalamnya.”
Sensei mengangguk seolah kecurigaannya telah terkonfirmasi.
Aku sudah melapor pada sensei tentang apa yang terjadi saat
aku menyelam ke dalam Sacred Gear di hari pertama. Meski sensei mencoba memakai
sumber dayanya untuk membantuku mencarinya, tak ada hasil apa apa.
Aku menerima berlian itu dari Sensei.
.....Hmm.
....memegangnya di tanganku, tak ada perubahan apa
apa......? Apa yang terjadi, Ddraig?
[Ya, tidak salah lagi. aku bisa merasakan denyut kita
darinya. Tidak, tunggu.......apa ini.]
Namun, suara Ddraig mendadak menjadi depresi.
[.....Aku sudah menyelidiki sedikit tentang berlian
ini......isi dari kotak, potensialmu.......sudah dipindah pindahkan sepanjang
Kyoto melalui semua macam orang orang berbeda – De-Dengan menyentuh payudara
orang lain.]
....! K-Kau, apa yang kau bicarakan!?
Aku mulai meragukan telingaku saat aku mendengar kata kata
sukar dipahami itu, tapi disampingku, Sensei tertawa kering seolah dia sudah
menyadari sesuatu.
“Oh – jadi begitu rupanya. Sejumlah insiden pelecehan
seksual beberapa hari ini, adalah potensialmu – berlian ini telah memakai orang
orang sebagai medium untuk berpindah sepanjang Kyoto. Entah pria atau wanita,
selama mereka membuat kontak dengan berlian, mereka menjadi terobsesi dengan
menyentuh payudara.”
“Ma-Masa sih!?.....mana mungkin begini, jadi serangkaian
insiden pelecehan seksual di Kyoto itu karena potensialku........”
Karena aku adalah Oppai Dragon, karena aku sangat mencintai
payudara, jadi potensi yang dibawa oleh kotak itu menjadi berkaitan dengan
payudara.......?
Orang yang pertama sudah pasti Matsuda. Dia duduk di depanku
di kereta peluru dan ingin meraba dada Motohama.
Dan kemudian dipindah pindahkan ke orang orang berbeda di
Kyoto dan akhirnya mendarat disini – begitu rupanya.
Izinkan aku meminta maaf pada para orang mesum dan
korbannya. Sebenarnya, semua orang mesum disini justru juga menjadi korban!
“Jadi Ddraig, bagaimana situasi berlian ini?”
Bagaimanapun juga, banyak hal terjadi sebelum ini kembali
padaku, pasti ada sesuatu, kan? aku pasti sudah mendapatkan sesuatu, kan?
Namun—
[....Entahlah. kekuatanmu memang lebih kuat.....namun,
kekuatan yang kau dapat dari menyentuh dada sejumlah orang di kota ini,
ini........apa ini tak apa apa, potensialmu......]
Jangan bicara lagi! bahkan aku sendiri, sama sekali tak
paham! Siapa yang menduga kalau situasi akan menjadi seperti itu!
“.....Sampai membuat masalah seperti itu bagi penduduk
Kyoto......Ise-kun benar benar harus mencari cara untuk menebus para korban ini
yang ditahan sebagai orang mesum.”
Rossweisse-san menyatakan itu dengan khidmat. Tentu saja,
karena mereka ditahan meski tak bersalah, mereka harus dibantu atau nanti jadi
tidak adil!
“Akan kupikirkan caranya nanti. Tapi aku penasaran apakah
potensial Ise mencoba mengumpulkan semacam kekuatan spesial? Misalnya, tubuh
Ise berisi hal selain kekuatan Iblis dan Naga, mungkin sesuatu seperti
‘Kekuatan payudara’......? Kalau itu Ise maka hal itu sangat dimungkinkan.”
Sensei berbicara perlahan, sambil berpikir dalam. ‘Kekuatan
payudara’.....apa hal seperti itu memang ada?
“Astaga, mencoba menolong orang orang di satu sisi, namun
menciptakan masalah bagi orang lain. Kamu benar benar susah dipahami,
Ise-kun.......Hmmm, aku merasa mau muntah.......”
Meski menutup mulutnya dengan tanganya supaya tidak muntah,
Rossweisse-san masih tetap tanpa ampun dalam mengkritik. Sensei mendesah.
“Apa kamu tak apa apa? Tapi ini juga berlaku untukmu, mabuk
dan lepas kendali begitu saja, dan muntah non stop di hotel, rasanya kamu bukan
dalam posisi untuk menasehati orang lain......”
“A-Aku tak mau dikritik olehmu! Itu semua karena anda minum
minum di tempat seperti itu di siang bolong.......Ooh, aku muntah......”
“Yang pasti, aku minta maaf. Jadi, apa kamu memang tak apa
apa?”
“.....Biar aku pergi ke kamar mandi.”
Ah, Rossweisse-san berlari ke kamar mandi! Apa dia memang
baik baik saja!
“....Valkyrie muntah. Yang jelas, sebagai pemilik kenapa tak
kamu bawa berlian itu, Ise. Siapa tahu kalau kekuatannya mungkin bocor karena
satu atau alasan yang lain.”
Ujar sensei.......benar, mungkin lebih baik aku yang
membawanya. Aku tak boleh membuat lebih banyak masalah bagi penduduk Kyoto!
Tapi, apa yang harus kulakukan untuk membuat berlian
bereaksi? Dan kelihatannya Ddraig juga tak tahu apa apa, jadi aku hanya perlu
membawanya sekarang? Selamat datang kembali, potensial manisku.
Ah, benar juga. Ada satu hal lagi yang ingin kutanyakan pada
Sensei sebelum pertarungan.
“Uh, sensei.”
“Ada apa?”
“Orang macam apa itu Cao Cao? Maksudku, seorang yang
tercatat dalam Tiga Kerajaan.”
Ini karena aku tak tahu cerita tentang Tiga Kerajaan dengan
baik. Namun, kalau lawannya adalah keturunan Cao Cao, aku lebih baik mengetahui
banyak hal sebelumnya.
“Jadi, bagaimana dia menurut pandanganmu?”
Sensei justru menanyaiku. Aku menggaruk pipiku dan menjelaskan
pandanganku.
“....Uh, dia adalah lawan Liu Bei, seorang penjahat, kan?”
Dia adalah pemimpin musuh yang menghalangi Liu Bei—
Itulah imej yang terdapat dalam manga dan pertunjukan boneka
yang kulihat di TV saat aku masih anak anak.
Sensei tersenyum masam mendengar responku.
“Kesanmu dipengaruhi oleh novel Romance of Three Kingdom.
Meski Cao Cao yang asli membunuh banyak orang tak bersalah, dia berperan besar
dalam perkembangan politik penting, dan sifat alami utamanya adalah mengumpulkan
dan mengembangkan bakat bakat manusia.”
“Bakat?”
“Ya, tak peduli seperti apa latar belakang keluarga mereka,
Cao Cao akan memakai siapa saja selama mereka bisa diandalkan. Karena hal
inilah, negara Wei menjadi meritokrasi yang kuat. Ironisnya, golongan Pahlawan
Cao Cao juga memasang target pada pengumpulan bakat. Dilaporkan kalau dia sudah
merekrut semua macam pemilik kemampuan spesial. Namun, Cao Cao masa kini
berbeda dari leluhurnya dimana dia berfokus hanya pada manusia. Tak ada Iblis
atau Malaikat di bawah naungannya. Mengumpulkan semua jenis bakat, namun hanya
terbatas pada manusia. Inilah satu satunya prinsip yang golongan Pahlawan mati
matian pertahankan. Dan untuk mencapai tujuan mereka, mereka bahkan akan
memakai cuci otak untuk menciptakan anggota untuk terorisme. Meningkatkan
jumlah Balance Breaker dan mengembangkan Annihilation Maker melalui terorisme
itu sudah kelewatan.”
Manusia. Aku adalah Iblis dan lawanku sekarang manusia. Pada
area ini, aku sepertinya sudah menerima hal hal dengan cukup terbuka dalam
pertarunganku.
Yang mengejutkan adalah dilema seperti ‘Musuh adalah
manusia, tapi aku Iblis sekarang, tapi aku juga pernah menjadi manusia’ tak
memenuhi pikiranku sama sekali.
Aku menjadi Iblis sudah menjadi realita tak tergantikan, dan
karena aku sudah tertarik pada gaya hidup Iblis aku sudah menyukai kehidupan
baru ini sepenuh hati dan berjuang agar bisa terus maju.
Karena rentang nyawaku akan sangat panjang, suatu hari aku
harus mengucapkan perpisahan pada teman teman manusia dan keluargaku. Ini akan
jadi hal menyakitkan, tapi bukan berarti aku akan ragu ragu saat musuhku adalah
manusia.
Golongan Pahlawan, gerombolan itu. Apa mereka manusia yang
bertarung karena mereka memiliki keyakinan kuat tentang apa artinya kebaikan
atau kejahatan itu? bagaimanapun juga, mereka dimahkotai oleh deskripsi
‘Pahlawan’.”
Hmm, benar benar sulit untuk memahaminya.......
Namun, terorisme itu tidak bagus. Memaksa orang orang
melakukan kehendak mereka melalui cuci otak itu sangat tak manusiawi. Tak peduli
apapun alasannya, dari sudut pandangku, metode seperti itu adalah ‘kejahatan’.”
Saat aku memikirkan hal itu, Sensei bertanya.
“Ada apa?”
“Tidak, aku hanya berpikir tentang apa artinya menjadi
manusia dan apa artinya menjadi Iblis, pertanyaan yang biasanya tak
kupikirkan........dan juga Pahlawan. Semua anggota resmi golongan Pahlawan
adalah keturunan Pahlawan, dan menyaingi Malaikat dan Iblis dari segi kemampuan
fisik, kan? jadi apa artinya menjadi ‘Pahlawan’ itu? Ah, maksudku bukan
definisinya, maksudku tentang arti eksistensi mereka.”
Bahkan sebodoh apapun diriku, aku tahu kalau kata ‘Pahlawan’
yang dibawa di dalamnya sama artinya dengan ‘Penyelamat’. Namun, yang disebut
‘Pahlawan’ itu – apa yang membuat mereka berbeda dari manusia normal? Aku
selalu ingin mengetahui itu.”
“Yang disebut Pahlawan adalah mereka yang memiliki kekuatan
atau kemampuan spesial. Secara logis, mereka harus memakai kekuatan dan
kemampuan ini untuk menguntungkan umat manusia melalui pencapaian besar, atau
mengalahkan kejahatan besar. Dengan kata lain, katakan saja kalau mereka harus
terlahir dengan kekuatan untuk menjadi Pahlawan. Namun, orang orang ini
hanyalah orang yang terlahir dengan Sacred Gear. Yang disebut Sacred Gear,
adalah yang Tuhan karuniakan pada individual tertentu demi pengampunan umat
manusia.......Tapi ini bukan berarti bahwa semua pengguna Sacred Gear akan
menjadi Pahlawan, atau akan memberi mereka kebahagiaan. Karena ‘terlahir dengan
kekuatan untuk menjadi Pahlawan’ itu tidak sama dengan ‘benar benar menjadi pahlawan’.
Diantara para pengguna Sacred Gear, ada juga mereka yang semena mena pada
kekuatan mereka dan menjadi nestapa.”
Orang orang yang terlahir dengan kekuatan untuk menjadi
Pahlawan – sungguh hebat. Dari sudut pandangku, itu terdengar membuat iri.
“Pahlawan. Saat aku masih manusia, manusia biasa, mereka
adalah idola yang aku puji dan kagumi. Menghadapi Pahlawan.......Uh, aku Iblis
sekarang, serta Naga, jadi dari sudut pandang Pahlawan, aku penjahatnya
sekarang, kan?”
“Sudahkah kamu memikirkan tentang pertanyaan menjadi seorang
Iblis dan berubah menjadi musuh para Pahlawan – umat manusia? ....Hei, pikirkan
saja akan jadi apa kamu kelak? Dan apa yang kamu ingin capai?”
Sensei bertanya. Tanpa ragu ragu, aku membalas.
“Aku ingin menjadi Iblis Kelas Tinggi, untuk menjadi Raja
Harem! Tapi, aku juga akan berusaha keras demi Buchou dan para budak yang
lain!”
“Bukankah itu hebat? Bekerja keraslah untuk menuju tujuan
itu. kamu bisa melakukannya, kan?”
Dengan tawa sensei, persoalan ini menjadi jelas dalam pikiranku.
“Ah, jadi begitu rupanya. Oh iya, ada satu hal lagi – Aku
akan menolong Ibu Kunou!”
Benar sekali. Gadis kecil itu sekarang tengah menangis dan
menderita. Aku harus selesaikan masalah ini!
Sensei menepuk lembut kepalaku.
“Kamu tak apa apa selama kamu tetap seperti ini. Tapi selain
kamu, kalau Asia dan yang lain menghadapi manusia, mereka mungkin ragu ragu.
Namun, selama kamu terus bergerak maju, mereka akan mengikuti langkah kakimu.
Jadilah dirimu sendiri. Ini juga masalah untuk pertumbuhan para budak yang
lain.”
Aku paham. Moral dari para budak bergantung padaku.
“Aku paham! Aku, Hyodou Issei! Sekarang akan menyerbu musuh
dengan rekan rekanku!”
Aku menyatakan itu pada Sensei, dan kemudian pergi untuk
menemui rekan rekanku yang baru saja tiba di lobi.
Saat kami bersiap untuk pergi, kami menemukan para budak
Sitri berkumpul di pintu otomatis hotel.
“Gen-chan, jangan terlalu keras memaksakan dirimu.”
“Benar sekali, Gen-chan. Kita sudah setuju untuk pergi
bersama untuk Kaichou besok.”
“Ya, Hanakai, Kusaka.”
“Genshirou, tunjukkan pada teroris itu kekuatan dari budak
Sitri!”
“Aku paham, Yura.”
“Kaburlah kalau situasi menjadi berbahaya.”
“Aku sudah mengasah teknik kaburku dengan baik, Meguri.”
Rekan rekan Saji tengah menyemangatinya. Kudengar
hubungannya dengan rekan rekannya sudah meningkat sepanjang musim panas.
Namun, hubungan kunci dengan Kaichou masih belum
berkembang.......Uh, yah aku juga dalam kondisi yang sama.
Usai aku mendesah, Kiba meletakkan tangannya di bahuku.
“Karena Buchou tak ada disini, sebagai pengganti, [Raja]
kami adalah kamu, Ise-kun.”
“--! Yang benar saja!......Apaaaa! Aku [Raja]! Itu
mustahil!”
“Bicara apa kamu? Kamu selalu ingin bisa independen dari
Buchou di masa depan untuk menjadi [Raja] sendiri. Dibawah situasi seperti itu
sudah wajar kalau para budak akan menerima perintah dari kamu, kan?”
“Ummm, ummmm, Kurasa itu benar.......”
Aku harus menggantikan posisi Buchou!? Ini pertanyaan pertama
yang memasuki pikiranku.
Sembari aku merenung, Kiba berkata padaku:
“Sepanjang pertarungan di Kogetsukyou, kamu sudah memberi
kami perintah, biarpun itu situasi darurat. Meski strategi dan keputusanmu
mungkin bukan kemungkinan yang paling baik, semua orang kembali dengan aman dan
selamat. Jadi aku percaya kalau itu semua perintah yang baik. – Karena itu, aku
ingin kamu terus mengarahkan kami malam ini.”
....Kiba. Dia mengakui pengarahan tak dewasaku yang mati
matian kukeluarkan dari otak kerdilku pada saat itu......
Xenovia ikut bergabung.
“Itu benar. Irina, Asia, dan aku bisa lebih memposisikan
diri kami jika diberi perintah. Meski kamu tiba tiba mengambil posisi itu tadi,
kamu mampu mengorganisir tim Buchou.”
“Ya ya, tapi Ise-kun terlalu impulsif, itu juga tidak bagus,
kan?”
“Itu benar. Jangan kehilangan kendali.”
Irina dan Asia juga ngedumel.
“Karena aku baru bergabung belakangan ini, akan kuizinkan
Ise-kun yang lebih senior dalam tim untuk mengisi posisi itu.”
Bahkan Rossweisse-san menyetujui........Umm, itu artinya,
tak ada masalah kan?
.....Semua orang sangat memperhatikanku, memberiku nasehat,
dan mencemaskan aku.......sekali lagi, aku merasa betapa mengagumkannya para
budak – rekan rekanku ini.
Ah, ah, Buchou! Aku berharap terus bisa berada di tim ini,
melewati semua tantangan dan rintangan bersama semua orang, selalu bergerak
maju!
Hmm? Aku jadi kepikiran dengan objek yang Xenovia sedang
bawa......sepertinya itu senjata yang terbungkus dalam sejenis kain yang
tertutupi dengan aksara aksara sihir –Ah, kupikir aku paham.
Xenovia melihat ekspresiku dan menyerahkan senjata itu
padaku untuk dilihat.
“Oh, kamu ingin bertanya soal ini, kan? ini baru tiba dari
Gereja. – Durandal yang baru dan sudah ditingkatkan.”
Itu ternyata memang pedang! Itulah yang aku curigai sejak
dia memberitahuku di kereta peluru tentang Durandal yang tengah diperbarui di
Gereja.
“Meski aku akan memakainya dalam situasi pertarungan nyata
tanpa mengetesnya lebih dulu, itu sangat cocok dengan Durandal dan gayaku, itu
akan sangat hebat.”
Aku tertarik dengan seberapa kuat pedang itu jadinya
sekarang. Bagaimanapun juga, itu sudah diperbarui untuk kekuatan besarnya.
Kalau itu menjadi lebih mudah dikontrol, konsumsi stamina dan presisinya akan
meningkat pesat.
“Maaf, aku mengobrol kelamaan.”
Saji memasang sikap meminta maaf dengan tangannya sambil
berlari menghampiri kami. Para budak Sitri lain memberi kami kata kata dorongan
seperti “Kami serahkan penyerangan pada kalian” atau “Mari kita menyambut esok
hari bersama!” dan kemudian bergegas berlari ke arah stasiun Kyoto. Kelompok
Gremory plus Irina dan Saji. Ini adalah tim penyerang yang akan menyerbu istana
Nijou.
“Bagus, mari menuju ke istana Nijou.”
Kemudian, kami secara langsung melaju ke tempat yang Cao Cao
indikasikan, istana Nijou—
Bagian 2
Meninggalkan hotel, kami bergegas menuju ke arah stasiun
Kyoto.
Di stasiun, kami berencana mengambil bus berikutnya ke
istana Nijou. Semua orang tengah mengenakan seragam musim dingin mereka,
Xenovia dan Irina sepertinya mengenakan kostum tempur mereka dibawah seragam.
Kalau situasi berubah, akan lebih mudah bagi mereka untuk bergerak usai mereka
melepas seragam sekolah mereka.
“Oooh, puwa....”
Rossweisse-san menutupi mulutnya dengan tangannya, dan
melawan hasrat untuk muntah yang naik dari perutnya dari waktu ke waktu. Dia
tak kelihatan baik baik saja. Berapa banyak yang sudah dia minum waktu
itu.......?
Sepanjang piknik ini, Rossweisse-san sudah menampakkan
banyak sisi yang selama ini ia sembunyikan. Setelah kami pulang, aku tak akan
membiarkannya menyentuh alkohol lagi.
--Di stasiun, selagi kami menunggu bus, sesuatu tiba tiba
menubruk punggungku.
“Sekiryuutei! Aku datang juga!”
Gadis pirang berbusana rahib wanita – Kunou. A-Ada apa
dengan dia? Bukankah kamu seharusnya berada di ibukota pusat yang terisi
youkai?
“Hei Kunou, kenapa kamu ada disini?”
Sambil menaiki leherku, dia menampar dahiku dengan
serangkaian pukulan dan berbicara.
“Aku ingin menyelamatkan Ibuku juga.”
--! Hei Hei Hei!
“Ini akan berbahaya, jadi kuharap kamu akan berada di
belakang dan menunggu. Bukankah Maou-shojou-sama kami dan Gubernur Malaikat
Jatuh sudah memberitahumu?”
“Ya, sudah kok, tapi! A-Aku ingin pergi menolong Ibuku!
Tolong! Bawa aku juga! kumohon!”
......Sampai memohon seperti itu. kalau aku memanggil Sensei
sekarang, mereka pasti akan segera mengirim seseorang untuk membawa Kunou pergi
ke tempat aman......Tapi bukan berarti aku tak memahami perasaan anak ini.
Mungkin membawa serta anak ini terbukti meningkatkan
keanehan dalam menyelamatkan pemimpin Kyuubi?
Ok, aku yang akan bertanggung jawab – Tepat saat aku memutuskan
untuk menghormati perasaan Kunou.
--Kabut tipis muncul dari bawah kaki kami.
Di saat yang sama, perasaan lembut dan hangat seolah
menyelimuti tubuhku.
....! Perasaan ini, aku sudah mengalaminya sekali pada tadi
siang!
Ya, ini adalah....! –Dimension Lost!
Saat panca inderaku kembali, aku melihat stasiun kereta
bawah tanah di depan mataku.
Tanda yang menampakkan nama stasiun itu adalah “Kyoto”, jadi
ini pasti stasiun bawah tanah Kyoto.
......Ngomong ngomong, kita ditransfer lagi! kita sudah ditransfer
secara gila gilaan hari ini!
Meneliti area, tak ada satu orangpun disini. Selain aku –
tidak.
“.....Bu-Bukankah ini stasiun kereta bawah tanah?”
Kunou tengah duduk di atas bahuku. Sepertinya dia ditransfer
kemari bersamaku.
“Ah, sepertinya apa yang terjadi sepanjang pagi telah
terjadi lagi!”
“Be-Berarti, ini dimensi alternatif yang diciptakan sebagai
replika Kyoto? Teknik orang orang itu benar benar hebat!”
Seperti yang Kunou katakan. Mengelilingi kami dengan kabut
tanpa peringatan sudah cukup hebat, namun siapa sangka kalau mereka bisa
merakit ulang seluruh area disekitar stasiun Kyoto seperti ruang simulasi
sepanjang siang tadi........
“....?”
Ponselku berbunyi – Itu kiba. Dia juga datang ke tempat ini?
Ngomong ngomong, ponsel ternyata bisa bekerja disini!?
“Hei Hei Kiba? Dimana kamu sekarang? Apa kamu sudah
ditransfer ke dalam ruang aneh ini juga?”
“Ya, kami berada di Istana Imperial Kyoto. Rossweisse-san
dan Saji-kun ada disini juga. Kamu?”
“Aku dengan Kunou, di stasiun kereta bawah tanah Kyoto.
Tunggu sebentar, biar aku cek peta dulu.”
Aku menyuruh Kunou turun dari bahuku, dan mengeluarkan peta
dari sakuku yang semua budak bawa, membentangkannya di lantai stasiun kereta.
....Istana Imperial Kyoto berada di......disini! Timur laut
dari istana Nijou.......tunggu, tunggu sebentar......
“Dimensi ini, apa mungkin seluas itu? kenapa ukurannya bisa
sebanding dengan ukuran peta ini yang berpusat disekitar istana Nijou?”
“Ya, dimensi ini sudah merakit ulang jalanan luas Kyoto
dengan istana Nijou di pusatnya. Meski siapapun takkan terkejut pada medan
tempur Rating Game yang sama luasnya, sepertinya si pelepas jurus sudah
mempelajari secara mendalam tentang area Game dalam Rating Game.”
Yah, kurasa kita bisa menganggap ini peluang langka untuk
berlatih sebelum pertandingan kami berikutnya. Bagaimanapun juga, hanya ada
sedikit kesempatan untuk mengambil tindakan dalam ruang seluas ini.
“Kiba, kita akan pasang poin berkumpul di istana Nijou,
Oke?”
“Ya, aku paham. Sudahkah kamu menghubungi Asia-san dan yang
lain? Kupikir mereka juga sudah tiba di dimensi ini. Kita semua sepertinya
sudah disambut oleh para Pahlawan itu.”
“Ah, aku akan mencoba memanggil dari sini. Kenapa kamu tak
mencoba memanggil Sensei yang berada diluar. Astaga, penyambutan mereka sungguh
tiba tiba.”
Percakapan dengan Kiba berakhir. Setelah itu, aku bertemu
dengan Asia dan yang lain. Trio Gereja nampaknya terus bersama. Aku merasa lega
karena Asia bersama Xenovia dan Irina di sisinya. Kalau Asia seorang diri, aku
akan sangat cemas.
Aku juga memberitahu mereka untuk bertemu di istana Nijou.
Kemudian Kiba menelepon balik lagi. sepertinya mustahil
untuk menghubungi Sensei diluar. Aku juga mencoba sendiri, namun tak bisa
bekerja tak peduli apa.
.....Aneh sekali. Jelas jelas kita bisa memanggil satu sama
lain dari dalam, namun tak bisa membuat kontak dengan luar. Rossweisse-san
menjelaskan melalui Kiba kalau, dimensi ini mungkin memiliki mantra atau
perisai spesial yang mencegah komunikasi dengan luar........Namun membiarkan
kita berkomunikasi satu sama lain di dalamnya. Niat mereka terasa semakin
membingungkan.
Terus memikirkan hal ini takkan membawa petunjuk apa apa,
jadi lebih baik aku menemui semua orang dulu.
Sekarang, aku harus segera menuju istana Nijou. Setelah kami
berpiknik sepanjang hari, salah satu cara kembali ke hotel dari istana Nijou
adalah menaiki kereta bawah tanah dari dekat istana Nijou dan kemudian berganti
ke trem untuk kembali ke stasiun Kyoto. Saat ini, yang harus kulakukan adalah
terus bergerak ke depan dan mengikuti jalur kereta bawah tanah untuk mencapai
stasiun di depan istana Nijou.
Agar lebih mudah bergerak, aku memanggil gauntlet dan
memulai penghitungan Balance Breaker. Karena kita dibawa kemari oleh musuh,
sudah wajar kalau aku harus mengantisipasi serangan.
[Welsh Dragon Balance Breaker!!!!]
Cahaya merah menyelimuti tubuhku, dan aura itu mengambil
bentuk armor.
Melihat adegan ini berlangsung, Kunou nampak sangat
terkesan.
“Hmm, meski aku sudah melihatnya tadi siang, tapi armor Naga
Langit benar benar merah dan indah, jadi inikah Naga Legendaris itu.”
Dia menepuk nepuk armorku beberapa kali, dan nampak sangat
mengaguminya. Rasa penasarannya mirip dengan para fans anak anak yang lain. Meski
dia berbicara seperti Tuan Putri, dia tak ubahnya seorang anak kecil.
Sampai berpikir kalau ada orang yang membawa pergi Ibu anak
ini. Tak peduli apapun alasannya, dengan paksa menyakiti orang tak bersalah itu
tak bisa dimaafkan.
“Kunou, aku pasti akan mendapatkan cara untuk menolong
Ibumu. Jangan tinggalkan sisiku, aku akan melindungi Kunou dengan hati hati.”
Mendengar kata kata ini, Kunou – wajahnya memerah.
“Mhhmmm! Itu terdengar benar sekali!”
Dia tersipu. Manis sekali! – tapi saat kami tengah
mengobrol, aku tiba tiba merasakan hawa permusuhan.
Melihat ke depan landasan stasiun, aku mendapati seorang
pria yang mengenakan seragam golongan Pahlawan sedang bergerak ke arahku.
.....Hawa permusuhannya diarahkan padaku. Aku pasti adalah
tergetnya.
Dia berhenti saat sudah dekat denganku, dan tersenyum.
“Selamat malam, Sekiryuutei, masih mengingatku?”
.....Tidak, sama sekali tak ingat!
“Ingatanku........sedikit buruk.”
Oleh jawabanku, pria itu hanya tersenyum masam.
“Yah itu benar, mana mungkin kau akan mengingat ikan teri
sepertiku? –Tapi berkat kekuatan yang kudapatkan waktu itu, sekarang aku bisa
bertarung denganmu.”
--Bayangan pria itu mulai bergerak seolah memiliki pikiran
sendiri.
Menyaksikan adegan ini, aku ingat dalam sekejap. Pemilik
bayangan yang mengenakan jubah hitam besar, dan bisa dengan bebas mengendalikan
bayangan, dan bisa menyalurkan serangan melalui bayangan orang lain—
“Aku ingat. Kau pemilik Sacred Gear yang menyerangku di kota
menggunakan bayangan.”
Mendengar jawabanku, pria itu tersenyum lebar.
“Tepat sekali. Pada saat itu, aku dikalahkan oleh kalian
seperti pecundang. Namun, sekarang berbeda. Penyesalan, rasa takut, dan
penistaan diri oleh kekalahanku telah membawaku ke level yang benar benar baru.
Biar kutunjukkan padamu, kemampuan bayangan sejatiku.....”
Suara berdesir.....
Aku merasakan hawa tekanan yang sukar dijelaskan. Bayangan
di area di dekat pria itu, pilar, mesin penjual otomatis, dan lain lain,
semuanya mulai mengerumuninya dengan cara yang membuatku merinding. Dan
kemudian pria itu bergumam dalam suara kecil.
“—Balance Break.”
Serangkaian suara berdesir berlanjut.......
Hawa kehadiran pria itu semakin menguat, dan seluruh
bayangan dari sekelilingnya berkumpul bersama ke sisinya, lalu menyelimuti
tubuhnya. Bayangan itu membungkus dirinya disekujur tubuh si pria......dan
kemudian, secara perlahan, bayangan itu mulai mengambil bentuk, menjadi sesuatu
yang berbentuk seperti armor disekujur tubuh pria itu.
.....Armor seluruh tubuh yang terbuat dari bayangan? Itu
hampir seperti Balance Breakerku.
“—Mirip dengan Balance Breakermu sendiri. Bukankah itu yang
kau pikirkan saat ini?”
Seolah membaca pikiranku, pria itu berbisik dengan senang.
“Ya, usai dikalahkan oleh kalian, aku terisi oleh pikiran
untuk meningkatkan pertahananku. Aku jadi merasa ingin memiliki armor
sepertimu. Kemampuan serangan Sekiryuutei yang sangat kuat membuatku sangat
terkesan. Inilah Balance Breaker Sacred Gear [Night Reflection]ku, [Night
Reflection Death Cross]. Kemarilah, Sekiryuutei, biar aku membalas kekalahanku
waktu itu!”
Setiap bagian dari armor itu mulai berdenyut denyut seolah
dia hidup. Bayangan lalu menutupi wajahnya, menyisakan sepasang mata yang
menatap tajam padaku. Itu terlihat seperti mata monster........
Selanjutnya.......karena Asia tak ada disini, aku tak bisa
memakai promotion. Astaga, aku sudah kurang beruntung sebelum pertarungan dimulai.
Oh biarlah, ini kesempatan bagus untuk berlatih – Biar aku
bertarung tanpa memakai promotion.
.....Sepertinya aku akan menjadi lebih berani, mungkin dari
semua pengalaman bertarung nyataku. Perasaan kegugupan ekstrim telah musnah.
Tidak, perasaan tegang masih ada, dan tubuhku terasa berguncang.
Namun, ini bukan guncangan karena takut. Mungkin karena
bertarung dalam sejumlah pertarungan dan melawan Vali, Loki, dan lawan lawan
kuat lain, aku sama sekali tak takut atau gentar oleh pandangan lawanku yang
memasuki Balance Breaker.
--Bagaimanapun juga, seorang yang berlatih denganku setiap
hari adalah Kiba, seorang yang Balance Breakernya adalah Pedang Suci Iblis.
Boom.......
Aku meremas tinjuku, booster belakangku menembakkan kekuatan
sihir untuk berakselerasi seiring aku menyerbu ke arah lawan!
Mengayun ke kiri, aku mengarahkan tinjuku ke pria itu, dan
menyerang dengan kecepatan tinggi—
Slosh........
Seranganku menembus tubuhnya! Tubuh pria itu buyar seperti
asap atau kabut, dan pada momen hantaman, tak ada perasaan tinjuku mengenai
sesuatu! lawanku terlihat sama sekali tak terluka........Perasaan ini sama
seperti memukul kabut.
Aku dengan cepat berbalik, menyerbu ke arahnya dan mengirim
tendangan ke punggungnya.
Slosh!
Lagi lagi, seranganku seperti ini hanya menembus tubuhnya!
Kembali ke posisi awalku, aku memulihkan posisi bertarungku........lawanku sama
sekali tak terluka.
“Jangan repot repot menyerang armor bayangan ini secara
langsung. Itu sia sia saja.”
Pria itu berbicara dengan nada melecehkan.
Aku paham. Karena armor yang menutupi sekujur tubuhnya,
serangan langsung tak akan efektif.
Meski aku memahami fakta itu, satu satunya kekuatanku adalah
serangan langsung!
Aku menghujani area dengan serangkaian serangan Dragon Shot!
Dragon Shotku menghilang saat menyentuh tubuh pria itu! itu
tak menyerangnya secara langsung, tapi sepertinya tersedot ke dalamnya.......
Aku dalam sekejap mendapat firasat – Itulah kemampuan dasar
pria itu!
Di saat aku menyadari itu, tembakan Dragon Shotku
ditembakkan kembali ke arahku dari sejumlah sudut gelap dari stasiun!
Suara Dragon Shotku mendekatiku!
“Brengsek! Jadi kemampuan seperti itu masih tetap ada!”
Sepanjang pertarungan itu, serangan kami juga diserap oleh
bayangan, dan dilepaskan kembali dari bayangan entah dimana. Aku mengambil
Kunou di lenganku, dan entah mengelak atau menendang balik semua Dragon Shotku
sambil terus mengambil jarak! Kalau aku dihabisi oleh seranganku sendiri maka
itu akan sangat memalukan!
Suara desir yang lebih keras........!
--! Bayangan di stasiun menyerbu ke arahku seolah mereka
memiliki pikiran sendiri.
Bayangan itu membentuk pisau tajam untuk
menyerangku.......Namun sayang sekali bagi mereka, armorku sangat keras. Level
serangan ini sama sekali bukan masalah. Namun, Sairaorg-san bisa meremuk armor
ini hanya dengan tinjunya, kekuatan semacam itu benar benar seperti monster!
Tepat saat aku merasa percaya diri, sebuah bayangan membelit
kaki kananku, dan membungkus dirinya disekitar tubuhku untuk mengikatku. Di
saat yang sama, sejumlah besar bayangan dalam bentuk tombak tombak tajam tengah
melaju.
Aku memanggil Ascalon dan menebas semua bayangan di kakiku!
Melompat balik dengan cekatan, aku membetulkan posisi tubuhku.
.....Merepotkan sekali. Tipe teknik.
Bagiku itu tipa yang paling susah ditangani. Aku benci
serangan serangan tak mudah yang mengabaikan akal sehat itu, dan pertahanan
yang membuat serangan langsung tak efektif. Pria ini memiliki dua duanya.
“Hahahaha.......! Bagus sekali. Benar benar Sekiryuutei.
Tapi seranganmu tak berguna melawanku. Dalam pertarungan jangka panjang, aku
lebih unggul.”
Oh oh, dia benar benar pandai bicara. Tapi dia benar.
Pertarungan jangka panjang hanya akan membuat armorku lepas saat batas waktunya
habis. Apa yang harus kulakukan, aku tengah diserang balik. Rossweisse-san
pengguna sihir akan lebih cocok dalam menangani pria ini.
“Eh!”
Kunou, yang aku bawa dengan satu tangan, mengacungkan kedua
tangannya ke depan dan menyerang pria itu memakai teknik bola api. Bola api
yang sangat mungil. Pria itu tak berusaha untuk mengelak, dan menangkapnya
dengan tangannya.
“Ini saja Tuan Putri rubah kecil? Ini api rubah? Level panas
seperti ini takkan bekerja melawanku, tahu? Tidak cukup panas.”
“Sial, sialan.”
Pria itu tertawa mengejek. Wajah Kunou nampak berisi
penyesalan.
...Eh? Tidak cukup panas? Jadi dengan kata lain, dia bisa
merasakan panas meski mengenakan armor itu?
Bentuk serangan ini memberiku ide, kemudian aku
membentangkan sayap Nagaku untuk menutupi Kunou.
“Ddraig, tolong jaga Kunou tetap aman dibawah sayapmu.”
[Tak masalah, tapi partner, apa yang kau pikirkan?]
Ddraig bertanya. Aku menarik nafas panjang dan mengisi paru
paruku dengan udara. Dan kemudian aku menyalakan api kecil di dalam perutku.
-- Aku akan menang, Ddraig!
Boosted Gear Gift – Transfer ke api dalam perutku!
[
BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost ]
[ Transfer!! ]
Membentuk api besar di dalam perutku, aku menghembuskannya
melalui mulutku!
Boom.......
Api raksasa menyelimuti seluruh permukaa stasiun, dan
seluruh ruang bawah tanah terisi oleh api.
Bayangan bisa mentransfer api tapi seluruh permukaan
sekarang diselimuti api. Meski armor bayangan melindungi seluruh tubuhmu dari
serangan langsung, namun kau masih bisa merasakan panasnya dari dalam, kan?
“Ini teknik api yang kupelajari secara langsung dari mantan
Dragon King. Aku bisa menjamin panasnya – Menguaplah!”
“Brengsek--! Sekiryuutei--!”
Api membentuk pusaran disekitar pria itu. dikalahkan oleh
panas dari api, pria itu berteriak kesakitan sambil bergulung gulung di tanah.
Biarpun kau bisa menghindari serangan langsung, kau tak bisa
menghindari panas dari api raksasa yang mengisi seluruh stasiun kereta. Aku
memiliki armor Sekiryuutei. Naga tak takut oleh panas. Bagaimanapun juga, Naga
bisa menahan serangan api dari Phoenix.
“.....Api Naga......”
Dari bawah sayap Naga, Kunou berbicara pelan—
Berasap dengan dahsyat, stasiun kereta diselimuti warna
hitam. Sepertinya mereka tak mereplikasi sistem pemadam api disini.
Mungkin aku sudah kelewatan. Beruntungnya, ini bukan Kyoto
sungguhan.
Pria itu tergeletak berasap di tanah.......armor bayangannya
sudah lepas dan tubuhnya mendapat banyak luka bakar parah.
Hawa permusuhan yang kurasakan sejak tadi saat ini lenyap.
Jangankan memasuki Balance Breaker, dia mungkin sudah tak bisa bertarung lagi.
“.....Terlalu kuat. Biarpun aku mencapai Balance
Breaker......aku tak bisa mengalahkan Naga Langit.....”
--dengan berguncang, pria itu mencoba untuk berdiri.
“Masih mau bertarung? kau akan mati.”
Aku mencoba memperingatkannya untuk kebaikannya sendiri,
namun tubuh pria itu berguncang hebat sambil berkali kali mencoba bangkit
meskipun jatuh beberapa kali.
“....Kalau aku mati. Demi orang itu.......mati demi Cao Cao
adalah harapanku.”
Aku tak tahu apakah dia tulus mengatakan itu.
“Kau tidak dicuci otak?”
“Itu benar.......aku mengikuti Cao Cao dengan kemauanku
sendiri. Kenapa kau bertanya? Uhuk uhuk.....”
Pria itu bernafas dengan berat sambil berbicara. Sudah jelas
kalau tenggorokannya juga dihajar oleh panas, namun dia masih melanjutkan.
“....Kau takkan memahami tragedi yang dihadapi oleh para
pemilik Sacred Gear.”
Aku paham. Asia juga terjebak dalam tragedi karena hal itu.
“....Tak semua orang bisa bahagia dengan mengandalkan
kekuatan dari Sacred Gear yang terlahir bersama mereka......Menurutmu apa yang
akan terjadi pada bocah sepertiku yang bisa dengan bebas mengendalikan
bayangan......?”
Pria itu berbicara dengan nada penistaan diri dan
melanjutkan.
“Rasa takut dan kebencian dari orang lain. Karena kekuatan
ini, aku bahkan tak bisa menjalani kehidupan normal.......Tapi orang itu
memberitahuku kalau sangat hebat untuk memiliki kekuatan ini.”
-- Cao Cao.
“Dia juga memberitahuku, terlahir dengan kekuatan ini
menjadikanku eksistensi berbakat dan penting.......Dia memberitahuku aku bisa
menjadi Pahlawan.......Kalau kau mendengar kata kata ini yang mengubah makna
hidupmu, apa yang akan kau pikirkan? – Ingin hidup dan mati demi orang itu akan
sangat wajar.”
Pria ini mencurahkan segenap perasaannya melalui
ucapannya......Apa dia begitu setia pada Cao Cao? Sayangnya, pria ini adalah
teroris. Dan bahkan sekarang, dia sudah menculik Ibu Kunou dan merencanakan
semacam konspirasi.
“Mungkin dia hanya memanfaatkanmu?”
Pada kata kataku, pria itu tertawa.
“Apa ada yang salah dengan itu? dia, Cao Cao! Dia
mengajariku cara memakai kekuatanku dan memberiku alasan untuk hidup. Itu saja
sudah cukup! Dengan ini aku bisa terus hidup, kehidupan sia siaku sebelumnya
akhirnya terbayar sudah! Tak ada yang salah! Sekiryuutei!”
Aku terdiam oleh kata kata teguh pria itu dari lubuk
hatinya.
“.....Bagi kami yang diperlakukan seperti sampah, dia adalah
cahaya.....! Kekuatanku adalah demi mengalahkan Iblis, Malaikat, da sejumlah Dewa
Dewa......! Dimana lagi aku bisa menemukan hal seperti itu.....!?
Juga.....Entah itu Iblis, Malaikat Jatuh dan Naga – mereka adalah musuh umat
manusia....! Ini sangat masuk akal! Dan kau – yang merupakan Iblis dan Naga!
Manusia tak bisa menganggapmu sesuatu selain ancaman! “
Ancaman!? Benar, dilihat dari sudut pandang pria ini, aku
mungkin eksistensi menakutkan.
Cao Cao – pria itu adalah orang yang memberikan makna
kehidupan pada para pemilik yang menjalani hidup mereka dalam tragedi sebagai
hasil Sacred Gear mereka. Bagi pria di hadapanku ini, mungkin itu adalah
kesempatan sekali seumur hidup.
Namun—
Dengan kaki berguncang, pria itu berdiri. Dia perlahan
mendekatiku, masih dengan hawa permusuhannya.
“Jangan memandang rendah kami manusia......! Iblis......!”
Dengan berteriak, dia perlahan mendekat.
Ya, aku adalah Iblis, fakta ini takkan pernah berubah.
Aku meremas tinjuku, mengambil langkah ke depan dan
mengirimnya ke wajah pria itu........!
“Ya, aku adalah Iblis!”
Crash.......
Wajahnya terpukul, pria itu melayang jauh kesana, dan
punggungnya menabrak salah satu tiang stasiun dengan keras. Tergeletak di
tanah, dia kehilangan kesadarannya.
Aku berbicara perlahan pada pria yang jatuh itu.
“Karena hal hal yang kalian lakukan, ada mereka yang saat
ini menangis dalam kesedihan. Tak peduli apapun alasanku, aku harus
menghabisimu.”
Melempar pria itu tatapan akhir, aku memfokuskan tatapanku
pada kegelapan di lorong di depan sana.
Tinggal sedikit lagi dan kami akan mencapai istana Nijou,
ayo pergi. Semua orang mungkin sudah mengalahkan para assasin, dan tengah maju
saat ini.
“Kunou, ayo pergi!”
“Mhhmmm!”
Aku membawa Kunou di punggungku, membentangkan sayap Nagaku
dan terbang ke ujung rel kereta.
Bagian 3
Meluncur sambil terbang sepanjang rel kereta bawah tanah,
aku menendang jauh sejumlah serangan pemburu monster dan akhirnya mencapai
stasiun bawah tanah di depan istana Nijou.
Membawa Kunou naik ke atap, aku mencapai pintu keluar.
Seiring aku berjalan ke gerbang timur – semua rekan rekanku
sudah berkumpul.
“Maaf, aku terlambat—“
Aku meminta maaf sambil mendekat—
“Uhuk.....” (Suara muntah)
Dengan busana armor Valkyrie, Rossweisse-san tengah
bersandar di tiang listrik sambil muntah berulang ulang.
.....Valkyrie toko 100 yen, Valkyrie mabuk, dan sekarang
Valkyrie muntah.....
Hebat, sepanjang piknik Kyoto ini, dia telah mendapatkan
begitu banyak titel baru dalam hatiku.....
“Ah, syukurlah kalian tak apa apa.”
Kiba tersenyum dan menyambut kami. Aku masih tak nyaman
melihat kondisi buruk Rossweisse-san, namun syukurlah semua orang berhasil
kemari dengan aman dan selamat.
Oh! Ada sejumlah kerusakan pakaian minor namun tak ada luka
luka yang jelas. Sepertinya mereka semua diserang sepanjang jalan kemari.
Demi saat darurat, Kiba dan aku masing masing membawa satu
bagian air mata Phoenix. Beruntungnya, sejauh ini kami belum memakainya.
“Asia apa kamu baik baik saja?”
“Ya, berkat Xenovia-san dan Irina-san yang melindungiku,
para assasin bisa dikalahkan.”
“Serahkan padaku!”
“Soalnya memiliki penyembuh sangat penting buat kita.”
Sudah dalam busana tempur mereka, Irina dan Xenovia
berbicara.
Satu satunya kecemasanku sebelum kami berpisah, ternyata
tidak terbukti. Yah, karena Irina dan Xenovia ada, tak ada artinya mencemaskan.
Durandal Xenovia – berada dalam sarung melengkung! Ia
memberikan kesan berbeda saat masih berada dalam sarungnya. Aura ofensifnya tak
menyebar keluar sama sekali, apa ini artinya pedang itu tak lagi harus disimpan
di dimensi alternatif?
“.....Rossweisse-san, bagaimana kondisinya.....”
“Ya, dia juga melawan para assasin. Mungkin karena
gerakannya terlalu heboh, dia jadi tidak tahan...”
Kiba juga tak tahu bagaimana harus menilai situasi saat ini.
Crash......
Di saat yang sama kami berkumpul, gerbang raksasa terbuka
sambil mengeluarkan suara keras sekali. Menyaksikan gerbang yang terbuka, Kiba
tertawa masam.
“Sepertinya mereka tengah menanti kita, dan penampilan kita
baru saja akan dimulai.”
“Seperti katamu. Mereka tengah meremehkan kita.”
Dengan Kiba berbicara dengan nada mengejek, aku juga
mendesah.
Sekali kami mengkonfirmasi satu sama lain, kami beranjak
menuju lapangan istana Nijou—
“Sebelum dia jatuh, assasin yang kukalahkan berkata kalau
Cao Cao tengah menanti di istana Honmaru—“
Kiba berbicara sambil berlari. Istana Honmaru eh?
Di dalam wilayah istana Nijou, kami bergerak melewati
gerbang istana Ninomaru, dan sudah bisa melihat kabut tebal disekitar istana
Honmaru. Kami melewati gerbang Yaguramon[22]
yang tersambung dengan istana Honmaru.
Tempat yang kami capai adalah – penuh oleh barisan pagar
pagar Jepang. Taman ini nampak sangat bersih dan rapi. Ini semua disinari oleh
cahaya jadi bahkan dalam dunia kegelapan malam sama cerahnya dengan siang hari.
“Ternyata kalian sudah mengalahkan para assasin pengguna
Balance Breaker. Meski mereka hanya dihitung sebagai pengguna Sacred Gear kelas
rendah atau menengah, mereka tetap saja memiliki Balance Breaker. Cukup
mengejutkan kalian bisa mengalahkan mereka semua.”
Aku menangkap sosok Cao Cao yang berdiri di taman.......Ada
juga beberapa anggota yang lain disekitar bangunan. Mereka semua mengenakan
seragam yang sama seperti sebelumnya.
“Ibu!”
Kunou berteriak. Mengikuti tatapannya aku mendapati – wanita
cantik dengan kimono tengah berdiri disana. Aku bisa melihat telinga rubah di
kepalanya, serta beberapa ekor rubah. Ini pasti si pemimpin Kyuubi. Sungguh
wanita yang cantik!
“Ibu! Ini aku, Kunou! Tolong bangunlah!”
Tapi tak peduli seperti apapun Kunou berteriak, Yasaka-san
masih tak merespon. Dibalik kegelapan di matanya terdapat wajah yang sama
sekali tanpa ekspresi.
Kunou dengan marah meneriaki Cao Cao dan kelompoknya.
“Tak termaafkan, kalian semua! Apa yang kalian sudah lakukan
pada Ibuku!?”
“Bukankah sudah kujelaskan? Kami berharap meminta Ibumu
bekerjasama sepanjang waktu ini untuk sedikit eksperimen, Putri kecil.”
Mengatakan itu, Cao Cao mengetuk ngetuk tanah dengan
tombaknya. Dalam sekejap itu—
“Oooh.....oooh....ah...!”
Yasaka-san mulai berteriak dengan kesakitan, dan
penampilannya mulai berubah secara dramatis! Tubuhnya mulai bersinar dan
sosoknya perlahan berubah! Membesar secara konstan, sembilan ekornya juga turut
memanjang.
Oh....!
Raungan hewan emas raksasa menggema sepanjang langit malam.
Di hadapan mata kami, monster rubah raksasa telah muncul!
Besar sekali! Setidaknya sepuluh meter tingginya! Dia
mungkin sama tinggi dengan Fenrir!? Ekornya terbelah menjadi sembilan, dan
secara keseluruhan dia bahkan nampak lebih besar dari Fenrir!
Inilah sang youkai legendaris – rubah berekor sembilan!
Sosok Fenrir memiliki bahu langsing dan tubuh sempit, dan sama indahnya dengan
lukisan, namun sosok sang pemimpin Kyuubi ini hampir sama menawannya!
Pose naga Tannin-ossan juga keren. Apa semua monster
legendaris harus memiliki sosok yang keren!?
.....Tak peduli bagaimana kalian melihatnya, kedua matanya
tak menampakkan emosi sama sekali. Dia pasti sedang dikendalikan.......Apa kita
bisa membujuknya? Akankah kita tak punya pilihan selain melawan Yasaka-san
dalam kondisinya saat ini?
Aku mempertanyakan Cao Cao dengan nada kaku.
“Cao Cao! Membuat replika Kyoto ini dan mengendalikan
pemimpin Kyuubi, konspirasi macam apa yang kalian rencanakan?”
Cao Cao mengetuk ngetuk gagang tombak ke bahunya dengan
santai sambil berbicara.
“Eksistensi Kyoto itu sendiri, sebenarnya perangkat sihir
berskala besar yang dikelilingi oleh tempat tempat ritual kuat. Sejumlah lokasi
yang menjadi pusat pariwisata adalah titik titik kekuatan, menjadi pusat
kekuatan spiritual, sihir, dan Iblis. Master yin yang kuno (Onmyouji) berharap
untuk menempa kota ini sendiri menjadi sejenis ‘kekuatan raksasa’. Yah, lebih
tepatnya karena hal itu, semua macam eksistensi menjadi tertarik pada tempat
ini......ruang buatan kita saat ini terletak di celah dimensional, yang amat
sangat dekat namun juga sangat jauh dari Kyoto di saat yang sama. Seluruh
kekuatan spiritual saat ini sedang mengalir kemari. Sebagai level eksistensi
terkuat diantara para youkai, rubah ekor sembilan dikatakan selevel dengan
Dragon King dari segi kekuatan murni. Hubungan diantara Kyoto dan rubah berekor
sembilan juga sangat dekat. Karena itulah rencana kami harus dilangsungkan di
tempat ini.”
Menghela nafas, Cao Cao melanjutkan dengan kata kata mengejutkan.
“—Menggunakan Kyoto dan kekuatan rubah ekor sembilan,
rencana kami adalah memanggil Great Red ke tempat ini. Ini umumnya memerlukan
gerbang Naga serta sejumlah Dragon King, namun mengumpulkan mereka semua secara
alami akan mustahil bahkan bagi Tuhan dan Buddha – jadi Kyoto dan kekuatan
Kyuubi bisa menjadi penggantinya.”
--....A-Apa yang kau bicarakan.....?
“Great Red? Kenapa kau ingin memanggil Naga raksasa itu?
makhluk itu, yang dia inginkan hanyalah berenang dan terbang di celah
dimensional, tapi dia tak berbahaya bagi semua orang, kan?”
“Benar, naga itu secara alami tak berbahaya – namun bagi
boss kami eksistensinya adalah rintangan. Sehingga ia tak bisa kembali ke
kampung halamannya.”
-- Ophis?
Penampilan Ophis sebagai gadis muda melintas dalam
pikiranku. Boss para teroris. Dari sudut pandang tiga kekuatan besar dalam
Injil, dia adalah eksistensi seperti boss akhir.
Untuk memenuhi harapannya kembali ke celah dimensional? Tapi
melakukan itu akan menimbulkan efek berbahaya bagi seluruh dunia? Itu bukan
lelucon!
“....Jadi kalian mau memanggil Great Red dan membunuhnya?”
Cao Cao menggeleng kepalanya oleh pertanyaanku.
“Yah, mungkin kami takkan berbuat sejauh itu. Yang jelas,
kami akan menangkapnya lebih dulu sebelum kami memutuskan harus berbuat apa.
Ada begitu banyak misteri dengan eksistensinya, dan ada banyak hal yang bisa
dipelajari. Misalnya, efek apa yang Pemakan Naga akan miliki pada Apocalypse
Dragon itu. yang jelas, tak peduli apa, itu hanya eksperimen untuk melihat
kalau kami bisa memanggil eksistensi kuat itu.”
-- Pemakan Naga?
Itu istilah yang baru kali ini kudengar. Aku terkejut, tapi
itu pasti adalah karakter yang menakutkan.
“....Aku tak memahami hal hal itu, tapi aku yakin hal buruk
akan terjadi setelah kau menangkap Naga raksasa itu. Juga, pemimpin Kyuubi
harus dikembalikan.”
Aku baru saja menyelesaikan kalimatku, ketika Xenovia sudah
mengacungkan pedangnya pada Cao Cao.
-- Durandal bersarung, sejumlah bagian dari sarungnya mulai
bergerak dan bertransformasi.
Wooosh!
Dengan suara keras, bagian bagian bergerak dari sarungnya
mulai melepaskan aura suci dalam jumlah besar! Ia menutupi seluruh panjang
pedang, dan aura dahsyat membentuk dirinya menjadi bilah pedang!
Ini Durandal yang baru!? Aura ofensifnya tidak sampai mempengaruhi
wilayah sekeliling namun justru menyelimuti sekujur pedang.
Bahkan dengan berdiri di sampingnya, aku bisa merasakan
denyut kuat dari aura dari balik armorku. Begitu, jadi Durandal baru sudah
berkombinasi dengan sarungnya!? Sarung itu berfungsi menekan kekuatan Durandal
agar lebih mudah dikendalikan.
“Seperti kata Ise, konspirasimu mungkin sangat dalam, tapi
tak peduli apa, kalian akan membawa bencana pada kami dan orang orang disekitar
kami. – Melenyapkan kalian semua, disini juga, adalah solusi terbaik!”
Kiba mengangguk dan setuju dengan pernyataan perang Xenovia.
“Aku juga setuju dengan opini Xenovia.”
“Aku juga!”
Meresponnya, Irina menciptakan pedang cahaya di tangannya.
“Selalu saja pertarungan sampai mati saat kelompok Gremory
dilibatkan.”
Saji berbicara sambil mendesah. Maaf Saji, hal hal seperti
ini sudah kami alami sepanjang waktu ini......
“Baiklah, toh ini untuk semua orang di sekolah dan teman
temanku....”
Banyak ular ular hitam muncul dari lengan, kaki, dan bahu
Saji dan mulai menyelimuti tubuhnya. Usai seluruh tubuhnya tertutup sempurna
oleh ular hitam, ular hitam besar juga muncul dibawah kaki Saji.
Ular raksasa muncul di samping Saji dan membentuk kumparan,
seluruh tubuhnya memancarkan api hitam. Mata kiri Saji berubah merah dan mirip
dengan mata ular.
Hawa kehadiran Saji sungguh sulit dipercaya! Sensei, anda
terlalu kuat memperbaruinya! Pria ini, bahkan dalam mode normal, sama sekali
berbeda dari waktu itu sepanjang Rating Game di Dunia Bawah!
“...Vritra, maaf tapi tolong pinjamkan aku kekuatanmu.
Hyodou tolong dukung aku dari samping. Hari ini kita akan bertarung sepuas hati
kita.”
Disertai gumaman Saji, api hitam besar muncul di
sekelilingnya.
Kemudian ular besar mulai berbicara dengan suara berat!
“Ah sosok lainku. Dimana mangsanya? Apa tombak suci itu?
atau rubah itu? yang manapun tak apa apa. Sudah lama sekali sejak aku terakhir
muncul. Aku merasa sangat baik sekarang. Bagaimana kalau begini, tak peduli
siapa, biar aku memangsa semuanya dalam api hitam?”
Wow.....sungguh pidato mengerikan, ular api ini! Ngomong
ngomong, kesadarannya pulih sampai bisa kembali berbicara, eh? Jadi inikah
Dragon King? Perasaan tertekan yang sama sekali berbeda dibandingkan
Tannin-ossan. Itu terasa menyeramkan dan menakutkan.
Dikatakan kalau Vritra handal dalam menangkap kekuatan
lawan. Saat aku hendak berkata ‘Oke, mari tangkap bentuk youkai Yasaka-san
lebih dulu!’, dalam sekejap itu—
Woooosh!
Itu adalah suara Xenovia yang mengangkat Durandalnya ke
surga dan aura raksasa menyembur dari pedang!
Memanjang melebihi lima belas meter dalam sekejap, bilah
aura suci muncul di hadapan mataku. Ia terlihat seolah hendak menembus Surga!
Panjang sekaliiiiiiiiiii! Keren sekaliiiiiiiiii! Hebat
sekaliiiiiiiiiii!
Sebelumnya, kombinasi Durandal plus Ascalon juga
menghasilkan aura hebat. Di saat itu, ada denyut kekuatan spiritual seperti
pilar cahaya, namun itu bukan apa apa dibandingkan Durandal saat ini.
Namun kali ini, aura ofensifnya tidak menyebar atau terpecah
pecah seperti sebelumnya. Aku bisa melihat kalau hampir seluruh kekuatannya
terkonsentrasi bersama.
Hei, Xenovia-san! Pertarungan baru saja akan dimulai, apa
kamu mencoba melanggar aturan dengan menyerang lebih awal lagi!?
“—Menyerang lebih dulu dan akhiri pertarungan. Rasakanlah
pedangku!”
Seolah menimpali protes dalam hatiku, Xenovia menghantamkan
pedang raksasa cahaya sucinya dan aura besar jatuh ke arah golongan Pahlawan!
Seperti jatuhnya balok kayu raksasa, Durandal baru
mengarahkan aura kuatnya untuk menghancurkan mereka!
Crash!
Aura dalam jumlah besar menyelimuti bangunan, struktur, dan
wilayah sekelilingnya!
Tanah terbelah menjadi dua, dan guncangan yang diakibatkan
membuat semua orang jatuh di atas lutut mereka!
Setelah serangan itu, seluruh area – hancur lebur. Serangan
aura dahsyat juga menghantam sebagian istana Nijou dan bahkan menghancurkan
bangunan diluar dan jalan jalan yang jauh disana, tanpa menyisakan apa apa!
....mengejutkan! sungguh kekuatan ofensif yang mengerikan!
“Hoo....”
Xenovia menarik nafas panjang dan menyeka keringat di
dahinya dengan tangannya. Durandal kembali ke kondisi tersarungnya sekali lagi.
Apa itu berakhir hanya dengan sekali nafas!? Dan ada apa
dengan wajah misi sempurna itu!? memakai serangan penghabisan dari sejak awal!
Tidak, tidak, ini mungkin bisa jadi hasil yang baik!
“Hei Xenovia! Bukankah itu terlalu berlebihan untuk serangan
pertama?”
Aku berbicara dengan agak emosional, namun Xenovia hanya
membuat tanda menang dengan tangannya.
“Celah selalu memerlukan serangan.”
“Jadi pertarungan dengan Loki juga memerlukan serangan
kejutan seperti itu? hei, hei, hei.....”
Berbicara padanya sia sia saja!
“Santai saja. Meski terlihat seperti itu, aku sudah menyetel
kekuatannya. Kalau mau aku bisa menghancurkan segalanya tanpa sisa. Tujuanku
adalah mendapatkan sesuatu seperti Dragon Shot bertenaga penuhmu, tapi
kelihatannya tak sesederhana itu. Ya, tipe kekuatan sepertimu itulah gaya
bertarung ideal yang aku cari.”
“Jangan seenaknya berkata “ya” dan puas begitu saja! Aku
bukan semacam maniak kekuatan penghancuran!”
Orang ini jelas jelas seorang [Kuda], namun hanya mencari
kekuatan.......sama sekali berlawanan dengan Kiba. Mungkin dia akan lebih baik
di posisi [Benteng]?
Xenovia menepuk nepuk Durandal barunya.
“Durandal baru ini adalah hasil menggabungkan dengan
Excalibur memakai alchemy.”
-- Dengan Excalibur!? Sungguh!?
Irina mulai menjelaskan.
“Biar aku jelaskan. Pada dasarnya, mereka memakai semua
keping Excalibur yang dimiliki oleh Gereja untuk menciptakan sarung yang
menutupi bilah pedang Durandal. Kekuatan Excalibur membuat aura ofensif
Durandal bisa ditekan. Untuk tambahan, kekuatan Excalibur bisa menyerang di
saat yang sama dengan Durandal, membuat kekuatan mereka beresonansi satu sama
lain......dan menghasilkan kekuatan penghancur yang besar!”
Irina menunjuk pada lahan gersang sisa penghancuran
Durandal.
“Begitu, jadi Excalibur tak hanya menekan aura Durandal, ia
dan Durandal juga meresonansikan kekuatan satu sama lain. Jadi dengan
menggabungkan dua pedang suci menjadi satu itulah yang menghasilkan kekuatan
serang sehebat itu.”
“Ya, Ise-kun. fakta kalau aura Durandal bisa diterapkan pada
pedang suci yang lain, Surga sudah meneliti tentang hal itu.”
“Ah, sepanjang latihan di musim panas, Xenovia menyimpan
Durandal di dimensi alternatif, namun masih bisa menyalurkan auranya disekitar
Ascalon. Dalam pertarungan untuk menolong Asia, Xenovia memakai efek resonansi
saling timbal balik dengan Ascalon untuk meningkatkan kekuatan dari kedua aura
mereka.”
“Ya ya. Golongan Surga mulai mendapat ide tentang Durandal
baru dimulai pada waktu itu.”
Irina berbicara sambil mengangguk.
Ha......penyatuan Excaibur dan Durandal menjadi satu pedang
suci. Tapi, bukankah Gereja hanya memiliki enam dari tujuh fragmen, jadi mereka
hanya memakai enam pedang untuk membuat sarung itu?
Xenovia mengangkat pedangnya dan bergumam pada dirinya
sendiri.
“—Ex Durandal. Ini nama baru yang kuberikan untuk pedang
ini.”
Ex Durandal. Nama yang terdengar keren. Itu mirip dengan
nama kuno. Pastinya, memang harus diberi nama sekeren itu.
“Yah, kalau mereka bisa dikalahkan dalam satu serangan maka
urusan kita akan jadi lebih mudah.”
Xenovia mengarahkan tatapannya ke depan.
....Begitu. Aku tak berpikir kalau orang orang itu cukup tak
berpengalaman untuk bisa kalah hanya dalam satu serangan.
Clatter.
Dari potongan puing di tanah gersang – di permukaan tanah, sebuah
lengan menjulur ke atas. Sepotong tanah besar tengah diangkat, dan dari dalam
keluarlah para anggota golongan Pahlawan, yang diselimuti dalam kabut tipis.
Mereka semua kelihatan agak kotor – tapi sama sekali tak
terluka. Apa kabut itu bertahan dari kekuatan pedang suci?
Pria besar yang lengannya pertama muncul, tingginya sekitar
dua meter, dan menyentakkan lehernya dengan keras. Di belakangnya, Cao Cao
menepuk nepuk tombaknya di bahunya. Mereka sama sekali tak terpengaruh oleh
serangan Xenovia. Yah, tanpa kekuatan semacam itu mereka takkan bisa melakukan
kegiatan teroris melawan sejumlah golongan......
Cao Cao menggosok dagunya dan tertawa.
“Ah, sama sekali tidak buruk.”
Itu adalah nada gembira yang datang dari lubuk hati terdalam
seseorang.
“Kalian semua sudah memiliki kemampuan hebat tanpa ketidak
untungan jika melawan sekelompok Iblis Kelas Tinggi, budak budak top dari Iblis
kelas Tinggi. Adik perempuan Maou, kau benar benar mengumpulkan budak budak
yang mengagumkan. Sekali kalian mulai ikut serta secara resmi dalam Rating
Game, kalian pasti akan meraih peringkat digit ganda dalam waktu singkat – dan
mencapai top dalam beberapa dekade? Sungguh masa depan cerah dan mengagumkan.
Shalba Beelzebub benar benar meremehkan kalian. Orang itu sungguh tolol.”
Siegfried tersenyum masam oleh pernyataan Cao Cao.
“Terikat oleh harga diri kuno dan masa lalu, mereka tak bisa
merasakan generasi baru yang bangkit untuk menggantikan yang lama. Itulah
pandangan pribadiku. Karena itulah Vali tak sudi menjadi pemimpin mereka, dan
golongan Maou lama musnah. –Yang jelas, bagaimana kita harus bertindak
selanjutnya? Setelah menerima serangan tadi, kegiranganku jadi meningkat sampai
max.”
“Oh benar. Mari kita mulai eksperimen ini.”
Cao Cao mengetuk tanah dengan tombaknya – pemimpin Kyuubi
mulai bersinar! Apa yang terjadi!?
“Fokuskan kekuatan pada saluran energi rubah ekor sembilan
dan persiapkan pemanggilan Great Red. Georg!”
“Paham.”
Oleh perintah Cao Cao, pemuda berbusana jubah seperti
penyihir diluar seragamnya – Georg mengacungkan tangannya. Yang nampak seperti
lingkaran sihir tak terhitung banyaknya muncul di sekitarnya! Angka angka dan
aksara aksara sihir mulai berputar dengan cepat di dalam lingkaran!
Menandingi Rossweisse-san dari segi jumlah lingkaran sihir yang
bisa dipanggil!
“....Dari pandangan kasar pada lingkaran sihir itu, aku bisa
melihat sihir Norse, Iblis, gaya Malaikat Jatuh, sihir hitam, sihir putih,
sihir peri.......variasi sihirnya terlalu banyak......”
Rossweisse-san menyipitkan matanya dan berbicara dengan
pelan.
Dia penyihir sehebat itu!? tapi pria itu juga pengguna
kabut!? Bukan saja dia pemilik Longinus, namun juga penyihir yang tangguh!
Lingkaran sihir raksasa muncul di bawah si pemimpin Kyuubi.
Lingkaran sihir itu, meski penampilannya berbeda, aku merasa kalau simbol
simbol di dalamnya sangat familiar.....Ya, terakhir kali saat Sensei
membangunkan Dragon King raksasa itu! – kesadaran dari Mirdgardsomr, lingkaran
sihirnya sangat mirip!
Groar........!
Dengan mengaum, pupil Yasaka-san mengedut, matanya
memancarkan cahaya berbahaya dan bulu emasnya berdiri sampai ujung!
Itu jelas jelas situasi abnormal! Ini akan sangat berbahaya
kalau terus dilanjutkan!
Si penyihir pengguna kabut berkata;
“Lingkaran sihir dan pengorbanan untuk memanggil Great Red
sudah siap. Langkah berikutnya adalah melihat apakah Great Red tertarik pada
kekuatan kota ini dan mengambil umpan. Beruntungnya, kita juga memiliki Dragon
King dan Naga Langit disini. Maaf, Cao Cao, namun aku akan tersibukkan dengan
pengoperasian lingkaran sihir. Jadi aku tak bisa ikut bertarung.”
Cao Cao mengibaskan tangannya pada si penyihir tanda
memahami.
“Aku paham. Lalu selanjutnya apa? Annihilation Maker
leonardo dan yang lain tengah menghadapi pasukan aliansi diluar sana. Berapa
banyak waktu yang bisa mereka ulur? Laporan mengatakan kalau bukan hanya
Gubernur Malaikat Jatuh dan Maou Leviathan, namun bahkan para anggota Seraphim
telah tiba. – Jeanne, Heracles.”
“Ya ya!”
“Oh!”
Melangkah ke depan sebagai respon panggilan Cao Cao, adalah
gadis bule pirang berpedang ramping dan lelaki besar yang tadi.
“Mereka adalah orang orang yang telah mewarisi kehendak –
semangat dari Pahlawan Jeanne d’Arc dan Heracles. Siegfried, siapa yang ingin
kau lawan?”
Pada pertanyaan Cao Cao, Siegfried mencabut pedangnya dan
mengacungkan ujung runcing pedangnya – pada Kiba dan Xenovia.
Menyaksikan adegan ini berlangsung, gadis bernama Jeanne dan
si raksasa Heracles tertawa.
“Kalau begitu, akan kuurus si Malaikat-chan. Dia kelihatan
manis.”
“Kalau begitu aku si wanita berambut perak itu saja. Meski
dia tak kelihatan sehat.”
Mereka semua bertukar pandangan.......Kiba dan Xenovia vs
Siegfried, Irina vs Jeanne, dan Rossweisse-san vs Heracles......
“Berarti tinggal Sekiryuutei tersisa untukku. Bagaimana
dengan Vritra-kun disana?”
Cao Cao menatap Saji. Saji memperkuat apinya, namun aku
menghentikannya dengan tanganku.
“....Saji, lawanmu adalah si pemimpin Kyuubi. Kamu harus
temukan cara untuk melepaskannya.”
“Jadi aku mendapat pertarungan monster......aku paham.
Hyodou, jangan mati!”
“Mana bisa aku mati, kau juga berjuanglah!”
“Tak peduli apa, aku sudah berpromosi menjadi [Ratu] sebelum
aku datang. aku penuh oleh semangat bertarung dari sejak awal!”
Sambil kami memberi dorongan satu sama lain, tubuh Saji
dikelilingi oleh api hitam tinggi. Dan kemudian, api mulai menyebar keluar dan
ukurannya semakin membesar dengan cepat.
“Vritra Promotion!”
Api menjangkau sampai ke langit! Api hitam legam secara
perlahan membentuk sebuah tubuh, membentuk Naga oriental panjang seperti ular.
Groar....!
Naga hitam raksasa itu mengaum – menghadapi si pemimpin
Kyuubi. Saji telah sukses bertransformasi menjadi Dragon King. Api hitam mulai
mengatur dirinya di dalam lingkaran sihir dan mulai melepaskan aura hitam
berkabut. Dikatakan kalau ada banyak komponen aneh pada kekuatan Vritra, dan
beberapa darinya memiliki efek kuat dalam pertarungan melawan Loki. Meski
spesiesnya berbeda, mari berharap hal itu juga bekerja melawan Kyuubi.......
“Asia, tolong awasilah Kunou.”
“Ya.”
“Kunou, bisa kuserahkan Asia pada perlindunganmu?”
“Serahkan padaku! Tapi—“
“Ah aku paham. Serahkan Ibumu padaku – kami akan
menyelamatkannya!”
Aku mengacungkan jempolku pada Kunou. Di saat yang sama, aku
membentangkan sayap Naga di punggungku. Seorang yang kuhadapi adalah – Cao Cao.
Pemimpin dari golongan Pahlawan. Pria yang memiliki Longinus terkuat.
Astaga, kenapa rasanya aku terus menghadapi lawan lawan
selevel boss ini sampai sekarang?
“Tak masalah. Kau, apa kau lebih kuat dari Vali?”
Aku bertanya. Cao Cao dengan senang tersenyum dan mengangkat
bahunya.
“Siapa tahu. Tapi yang pasti, aku tidak lebih lemah darinya,
meski aku hanya manusia yang rapuh.”
“Jangan bercanda. Siapapun yang bisa menghadapi Sensei tak
mungkin orang lemah!”
“Hahahaha, itu benar. Tapi bukankah Sensei itu super kuat?
Kupikir aku sedikit inferior, Oppai Dragon.”
Seiring kami memulai pertarungan kami dengan kata kata, ada
sejenak kesunyian. Dan kemudian—
Howl!
Groar!
Saji dan pemimpin Kyuubi memulai pertarungan monster mereka!
Api hitam menari sambil mengelilingi tubuh Yasaka-san. Api
tiba tiba berguncang dengan keras saat pemimpin Kyuubi melepaskan aura dari
sekujur tubuhnya. Ini sepertinya membuatnya sangat kesakitan.
Apa ini kekuatan penyerapan seperti pada pertarungan Loki?
Kalau ini berlanjut, mungkin pertarungan bisa berakhir tanpa melukai
Yasaka-san! Tepat saat aku berpikir betapa praktisnya kekuatan itu—
Pemimpin Kyuubi tiba tiba menyemburkan hembusan api besar
dari mulutnya! Meski tak sekuat api Tannin-ossan, namun memiliki kekuatan api
dahsyat! Aku bisa merasakan panasnya bahkan melalui armorku! Kecuali lawannya
berada pada level yang sebanding, api ini pasti akan memanggang mereka dalam
sekejap menjadi arang!
Bentuk Vritra Saji menyemburkan api hitam dan dua bola api
raksasa bertabrakan di tengah udara di atas istana Honmaru, menimbulkan ledakan
hebat! Di saat yang sama, api hitam yang mengekang Yasaka-san juga menghilang.
Pertarungan monster raksasa, yang tak terlihat sejak Loki, tengah berlanjut
dengan ganas!
[Sialan! Aku tak bisa memakai perisai api seefektif saat
terakhir kali menghadapi Loki....!]
[Konsentrasilah, sisi lainku. Untuk memakai kekuatanku,
konsentrasi level tinggi diperlukan......Tapi, bukan itu saja. Meski diperkuat
oleh Kyoto, kekuatan youkai dahsyat dari Kyuubi itu sangat kuat, tapi lingkaran
sihir penyihir itu juga menghasilkan efek dinding pelindung yang aneh. Sihirnya
sedikit rumit, tapi sangat merepotkan......seolah ia mengganggu kekuatanku, dan
menetralkan apiku.....kombinasi Kyoto, kekuatan Kyuubi, Longinus serta
sihir.......biarpun kau bisa menguras kekuatan Kyuubi, kekuatan youkainya akan
dipulihkan dalam sekejap dengan aliran energi di Kyoto. Kalau ini berlanjut,
maka habislah kita.]
Percakapan Saji dengan Vritra bisa terdengar melalui Boosted
Gear.
Pemimpin Kyuubi, aliran kekuatan Kyoto, lingkaran sihir,
mereka semua adalah rintangan besar. Untuk menghadapi begitu banyak musuh
sekaligus memang sangat menyusahkan.
[Perlu transferku?]
Aku bertanya memakai Sacred Gearku. Mungkin dengan
kekuatanku, Saji bisa memakai kekuatan Dragon king untuk melawan efek lingkaran
sihir......
[Jangan! Karena dia masih belum bisa mengendalikan
kekuatanku secara penuh dalam mode ini, kalau kau menambahkan kekuatan
Sekiryuutei dia hanya akan lepas kendali. Dia hanya bisa menguasai
karakteristik kekuatanku melalui pengalaman bertarung, tak ada cara lain.]
Vritra menjawab.
Aku paham, Saji, berjuanglah! Kalau situasi menjadi gawat,
aku akan mencoba yang terbaik untuk membantumu!
[.....Aku paham! Kalau begitu tendang bokong orang itu
secepatnya juga!]
Serahkan padaku! Seiring kami berkomunikasi satu sama lain
melalui Sacred Gear, Vritra dan si pemimpin Kyuubi terus menghembuskan api pada
satu sama lain! Bola api raksasa bertubrukan di tengah udara satu sama lain,
dan mendorong satu sama lain!
Pertarungan api menciptakan badai angin yang menyapu seluruh
area, namun baik kelompok Gremory dan para anggota golongan Pahlawan mulai maju
dan menghadapi lawan lawan mereka.
Sekarang karena Saji sudah tampil di pertarungan pembuka,
kali ini giliran kami untuk bersinar!
“Kiba! Xenovia! Mari kita bertarung agak jauh! Aku ingin
menjauhkan Kyuubi sejauh mungkin dari para brengsek ini sebisa mungkin!”
“Paham!”
Mereka berdua menjawab dan mulai mengubah medan tempur.
Siegfried mengejar mereka.
Clash! Clang!
Dengan pemandangan kilat kilat perak dan percikan percikan
yang beterbangan, Kiba dan Xenovia memulai pertarungan mereka melawan
Siegfried.
Memakai gaya tiga pedang, Siegfried menghadapi serangan
pedang Kiba dan Xenovia dengan gerakan minimum, melawan balik dengan tusukan
tajam dan mematikan! Ex Durandal Xenovia terlihat seolah sarungnya bisa disetel
untuk menampakkan bilahnya dalam pertarungan normal.
“—Mari gunakan yang lain.”
Xenovia memegang bagian dari sarung pedang Ex Durandal –
dengan suara mekanik, sarung bertransformasi, dan menampakkan gagang pedang!
Xenovia memegang gagang itu dan menariknya, memisahkannya dari Ex Durandal!
Yang awalnya kuduga adalah gagang pedang, ternyata mengeluarkan bilah pedang!
A-Apa yang terjadi!?
Apa Durandal baru menyimpan pedang tambahan di dalamnya?
Berarti, itu adalah salah satu fragmen Excalibur? Pedang ini memiliki terlalu
banyak fitur!
Berganti ke gaya dua pedang, Xenovia menyetel posisinya, dan
meningkatkan kecepatan serangan pedangnya. Melihat ini, Siegfried tertawa.
“Ini jadi semakin menarik. Luar biasa, waktunya untuk
sedikit pamer!”
Slash!
Siegfried membuat ayunan pedang dengan Pedang Iblisnya. Kiba
dan Xenovia mengelak dan untuk sementara mundur untuk sekarang.
Gloom......
Tubuh Siegfried memancarkan tekanan yang sulit
dijelaskan......! Itu membuat punggung seseorang bergidik, dan hasrat
membunuhnya meningkat pesat!
“—Balance Break!”
Di punggung Siegfried – tumbuh tiga lengan bersisik perak
tambahan! Wow, dia jadi seperti Asura! Lengan lengan barunya mencabut tiga
pedangnya yang tersisa – gaya enam pedang!
“Pedang Iblis Tyrfing dan Dainslef. Serta Pedang cahaya
untuk Iblis. Meski terlihat seperti ini, aku pernah bertarung untuk Gereja,
tahu?”
Pedang yang dipegang di masing masing keenam tangannya. Itu
benar benar teknik Asura.
“Ini adalah Chaos Edge Asura Ravage ku. Sebagai sub species
dari Twice Critical, Balance Breakernya juga sub species. Kekuatannya simpel –
yakni menggandakan lengan. Kemampuan yang cukup berguna bagi orang sepertiku
yang hanya memakai teknik dan Pedang Iblis untuk bertarung. mari lihat sejauh
mana kalian bisa menahanku!”
....Kiba, Xenovia!
Tepat saat aku mencemaskan mereka berdua, Irina sudah
memulai pertarungan sengit dengan wanita bernama Jeanne.
“O cahaya! Ha!”
Irina membentangkan sayap putih murninya dan menembakkan
beberapa tombak cahaya ke Jeanne dari langit. Sungguh serangan ganas. Ukuran
tombak cahayanya juga sangat besar. Kalau manusia atau Iblis biasa sampai kena,
mereka mungkin akan musnah dalam sekejap.
Namun, serangannya dengan mudah dihindari oleh Jeanne.
Wanita itu cepat sekali! Meski masih inferior dari Kiba, itu sudah cukup
menantang untuk diikuti mata!
“Tidak buruk! Serangan Malaikat-chan sangat hebat, Onee-san
jadi tersentuh!”
Kenapa dia bisa segirang itu!?
Jeanne mengayunkan rapiernya dan menangkis serangan cahaya
Irina.
“Kalau begitu, rasakan ini!”
Irina turun dari udara dan menyerbu lurus pada Jeanne!
Memegang pedang cahayanya tinggi tinggi, dia mengayunkannya ke arah Jeanne!
Namun, Jeanne hanya tetap berdiri, dan menerima serangannya
secara langsung!
Clang!
Suara logam berdentuman seiring keduanya memasuki
pertarungan sengit! Mereka sebanding! Jeanne tersenyum penuh percaya diri! --
Dia pasti merencanakan sesuatu!
“—Pedang Suci!”
Usai Jeanne memanggil, sebilah pedang tumbuh dari bawah
kakinya! Irina terkejut namun dia berhasil menghindar ke sisi! Saat Jeanne
mengambil peluang untuk menikam ke depan dengan pedangnya – Irina membentangkan
sayap berbulunya dan mundur ke angkasa.
“Sama sekali tidak buruk! Sepertinya aku meremehkan kamu.
Itu baru Malaikat-chan ku!”
“Me-Meski aku kelihatan begini, aku ini [As] dari
Michael-sama, pemimpin dari Malaikat! Jangan remehkan aku!”
“Apa iya, Michael? Aku paham, berarti seperti Sig-kun, ini
waktunya Onee-san untuk pamer!”
Jeanne mengedipkan matanya.....Sig-kun? Apa maksudnya
Siegfried? Jangan jangan, seperti Siegfried dia juga akan—
“Kemampuan Onee-san adalah Blade Blacksmith, versi Pedang
Suci dari pemilik Sacred Gear Pedang Suci Iblis itu. Pedang Suci dengan semua
jenis atribut bisa diciptakan! Pada kondisi saa ini, sepertinya Pedang Suciku
takkan menang. Namun, tidakkah kamu percaya pada eksistensi bernama
‘perkecualian’?”
Wanita itu tersenyum dengan elegan. Jadi Sacred Gear Jeanne
adalah versi Pedang Suci dari Kiba. Ini sesuatu yang harus kuketahui,
bagaimanapun juga, Kiba bisa menciptakan pedang pedang suci sebagai hasil
mencapai Balance Breaker.
Namun, perkecualian......? Firasat tak mengenakkan mengisi
pikiranku – dan kemudian, hal itu terbukti.
“Balance Breaker?”
Crash!
Dari bawah kaki wanita yang tersenyum menawan itu, sejumlah
besar pedang – pedang pedang suci, berkumpul bersama menjadi kerumunan dengan
kencang! Pedang pedang suci itu sepertinya membentuk objek raksasa!
--Muncul di belakang Jeanne, adalah Naga raksasa yang
tersusun dari tak terhitung pedang pedang suci!
“Anak ini adalah Balance Breakerku. Stake Victim Dragon.
Seperti Sig-kun, ini juga sub species.”
Jeanne tersenyum, dimana ekspresi Irina menjadi serius.
“....Wanita suci Jeanne d’Arc.....ini terasa rumit untuk
bertarung dengan seseorang yang mewarisi jiwa seorang saint, namun aku akan
bertarung demi Michael-sama dan semua orang! Kedamaian adalah yang terbaik!”
Wow, dia mulai mengangkat pedang cahayanya, dan memperkuat
semangatnya! Irina, kamu juga harus berjuang!
Kaboom! Boom!
Disertai suara sejumlah ledakan, pertarungan sihir berskala
besar Rossweisse-san melawan si raksasa tengah berlangsung dengan dahsyat.
“Apa! Sama sekali tak terluka setelah terkena serangan
sihirku!?”
Rossweisse-san melepaskan seluruh gelombang serangan sihir,
namun Heracles menerima itu semua secara langsung dengan tubuhnya, sambil
tertawa dengan gila!
“Hahaha! Bagus! Serangan sihir ini terasa hebat sekali!”
--! Tertawa! Diserang oleh bombardir sihir Rossweisse-san,
namun dia masih bisa mengejek lawan seolah tak ada apapun terjadi. Tidak, dia
ternyata terluka! Meski luka lukanya kecil, seluruh tubuhnya penuh tertutup
oleh luka!
Ngomong ngomong, menerima luka kecil dari serbuan sihir
dahsyat itu, seberapa keras tubuhnya itu!?
Boom!
Kapanpun Heracles memukul dengan tinjunya, sebuah ledakan
tercipta! Seolah dia memegang bom di tangannya ketika menyerang!
Rossweisse-san mati matian mengelak, membuat tinju Heracles
menjadi luput, dan menghajar pohon di belakangnya. Dalam sekejap, usai suara
ledakan terdengar, pohon itu berubah menjadi debu.
“Sacred Gearku adalah Variant Detonation, yang membuat
targetku meledak saat aku menyerang! Kurasa aku bisa melanjutkan seperti ini,
menghancurkan sihirmu dengan tinjuku seperti pentas kembang api. Tapi melihat
yang lain memasuki Balance Breaker, aku pasti akan dimarahi kalau aku tak
mengikuti suasana! Maaf, aku akan memasuki Balance Breaker dan mengalahkanmu
secepat mungkin! Heya~~! Balance Break!”
Si raksasa itu berteriak dengan keras, dan seluruh tubuhnya
mulai memancarkan cahaya! Cahaya perlahan membentuk objek tebal di lengan,
kaki, dan punggung pria itu!
Usai cahaya memudar, si pria – seluruh tubuh Heracles
ditutupi oleh sejumlah tonjolan! Tonjolan tonjolan itu......berbentuk
menyerupai misil.......tidak, tidak, jangan jangan ini—
“Inilah Balance Breakerku! Mighty Comet Detonation!”
Heracles memasang incaran – Rossweisse-san! Rossweisse-san,
menyadari niatnya, mulai mengambil manuver hindaran untuk menjauhkan dirinya.
“Kalau terus begini, tempat ini tak akan aman....!”
Dengan ekspresi pahit, Rossweisse-san mempercepat langkahnya
dalam menjauh dari istana Honmaru! Rossweisse-san tengah mencoba menghindarkan
kami dari terkena ledakan misil—
“Haha! Sungguh wanita hebat! Mencoba menarik perhatianku
untuk menghindari rekan rekanmu terkena ledakan! Baiklah! Akan kuterima kali
ini saja!”
Heracles tertawa tawa kegirangan. Telah meninggalkan istana
Honmaru, Rossweisse-san berbalik di tengah udara dan memasang sejumlah
lingkaran sihir!
Misil Heracles bersiap untuk menembak, dan dia menembakkan
semuanya sekaligus—
Mana bisa kubiarkan kau berhasil! Aku mengincar ke arah Heracles
dengan lengan kiriku, dan bersiap menembakkan Dragon Shot! Dalam sekejap
Heracles menembakkan misilnya aku akan menjatuhkan misil misilnya sebanyak
mungkin!
Tapi tepat saat aku hendak menembakkan Dragon Shot--
“Hei, lawanmu adalah aku.”
Cao Cao mendadak muncul di depan lengan kiriku! Tak masalah,
kau bisa merasakannya sendiri!
Tembak!
Dragon Shot meninggalkan tanganku! – Crash! Cao Cao dengan
ringan mengangkat tombaknya dan menangkis lenganku ke atas. Dragon Shot
tertembak keluar dari tanganku dan lenyap ke angkasa!
Di saat yang sama, seluruh misil Heracles terbang ke arah
Rossweisse-san—
Kaboom!
Seiring tak terhitung jumlah misil menyerang lingkaran sihir
yang dipasang oleh Rossweisse-san, ledakan dahsyat tercipta di udara! Angin
kencang menyapu seluruh area!
Muncul dari dalam asap adalah sebuah sosok! Melihat dengan
seksama, Rossweisse-san dengan tubuh penuh luka namun dia mendarat dengan cara
yang stabil.
Disamping pertahanan yang disediakan oleh [Benteng] dan
sihir pertahanannya, dia masih mengalami luka yang signifikan.
Yang paling buruk, sihirnya yang bahkan bisa meruntuhkan
kota nampaknya tak efektif melawan Heracles ini.
Apa raksasa itu melampaui Rossweisse-san dari segi serangan
dan pertahanan?? Atau dia punya semacam keuntungan dalam menyerang dan bertahan
melawan serangan sihir?
Tak peduli apa, prioritas pertama adalah memulihkan luka
luka Rossweisse-san!
“Asia, pemulihan!”
Aku memberi perintah pada Asia.
Smack!
Aura hijau dikirimkan ke tubuh Rossweisse-san! Asia telah
menembakkan aura penyembuh ke arah Rossweisse-san. Rossweisse-san mengacungkan
jempolnya tanda terima kasih. Sepertinya dia sudah hampir sembuh! Kerja bagus,
Asia!
“Ha! Pemulihan! Yah, itu juga tak apa apa buatku!”
Heracles juga nampaknya dengan senang menerima pemulihan
Rossweisse-san. Dasar maniak bertarung. Heracles mulai berlari, menyerbu ke
arah Rossweisse-san!
....Sial. Tak peduli siapa, semua orang brengsek ini memakai
Balance Breaker, tiap tiap dari mereka! Seolah membaca pikiranku, Cao Cao
tertawa senang!
“Bukankah ini bagus? Ini adalah Balance Breaker bebas untuk
semua. Tanpa sedikit tambahan, mana mungkin manusia bisa bertanding dengan
kalian para eksistensi supernatural?”
Dengan Cao Cao memutar tombak di tangannya, aku menjauhkan
diriku secara perlahan.....Meski kelihatannya ada banyak celah, aku tahu kalau
serangan buru buru akan bisa ia tangkis.
Ini hanya instingku, namun pria itu kemungkinan adalah
master dari teknik.
Kalau aku menyerang dengan sembrono, Cao Cao akan memakai
gerakan terkecil untuk mengelak dan membuat seranganku tak berguna. Inilah yang
menakutkan.
“Tidakkah kau akan memakai Balance Breaker seperti yang
lain?”
Aku bertanya namun Cao Cao menggeleng kepalanya.
“Tak usah tak usah. Kami bisa menang tanpa harus sejauh itu.
namun, hari ini adalah kesempatanku untuk melihat baik baik kekuatan
Sekiryuutei.”
“....Sepertinya kami sedang direndahkan. Namun, itu tak
terdengar seperti lelucon.”
“Ah, aku hanya berpikir tentang bagaimana mengeluarkan
seluruh kekuatanmu, dan melakukan pertarungan yang memuaskan.”
Pria ini sama seperti Vali. Versi rileks dari Vali. Dimana
orang lain memakai kekuatan untuk mengukur kekuatanku, yang satu ini disini menyaksikan
setiap gerakanku dengan senang.
Cao Cao mengangkat jari telunjuknya.
“Rekan rekanku mengusulkan cara cara untuk mengalahkanmu.
Usulannya adalah menyerangmu dengan Sacred Gear pemercepat waktu. Waktu Balance
Breaker akan dipersingkat, dan armormu akan lepas secara dini. Kami sudah
memiliki pengguna Sacred Gear seperti itu, dan sangat efektif melawan Sacred
Gear dengan batas waktu seperti milikmu. Mempercepat waktu dalam sekejap, untuk
membuang batas waktu. Namun, itu tak memiliki serangan atau kemampuan spesial
lain. Hanya kendali batas waktu. Tapi, mengincarmu dengan batas waktu akan
menjadi pukulan berat bagimu. –Namun, nampaknya itu saja tak cukup untuk
mengalahkanmu.”
......Apa yang dia coba katakan? Aku tak bisa mencerna makna
ucapan Cao Cao sama sekali.
“Kau sudah mencoba memasuki bagian terdalam Sacred Gear
untuk memahaminya. Untuk contoh, kalau kau melepaskan Balance Breakermu secara
sengaja dan memilih memakai kemampuan pengganda waktu setiap sepuluh detik
disertai dengan waktu yang dipercepat, apa yang akan terjadi.......? Kau akan
menjadi eksistensi mengerikan yang bisa menggandakan kekuatan dalam sekejap.
Tentu saja, masih tak diketahui apakah efek percepatan waktu akan mempengaruhi
Sacred Gear mode normal kalau itu diterapkan sepanjang Balance Breaker. Namun
untuk seseorang sepertimu yang telah mencapai sisi terdalam Sacred Gear, itu
sangat dimungkinkan.”
“Apa yang sebenarnya kau coba katakan?”
Aku hanya bisa bertanya. Cao Cao mengangkat bahunya.
“Yang ingin kukatakan adalah, daripada memakai cara cara tak
langsung, mungkin lebih baik mengalahkanmu dengan serangan langsung.—Kau
memiliki kelemahan tinggi pada tipe teknik, jadi aku berpikir kalau tipe tipe
itu pasti takkan bisa menanganimu.”
-- Ya benar, akulah yang tak bisa menangani orang sepertimu.
Kita baru bertemu dan kau sudah menganalisaku seteliti itu. pria ini memang
mengerikan.
“Tapi, Hyodou Issei, kau memiliki dua kelemahan fatal –
Pembunuh Naga serta cahaya. Iblis dan Naga, memiliki kedua atribut ini bisa
membuatmu lebih mematikan, namun secara alami di saat yang sama, itu
meningkatkan jumlah kelemahanmu. Kelemahan ini sangat melegakan bagiku. Itu
membuatku merasa ingin membuktikan pada dunia kalau makhluk yang sama sekali
tak terkalahkan itu tidak ada. Yah, cukup bicaranya. –Mari mulai.”
Cao Cao mengangkat tombaknya dan mengarahkan ujung
runcingnya padaku.......berarti aku harus mulai bertarung.
Pertama adalah promotion......[Kuda]? Atau [Peluncur] untuk
menembakkan kekuatan Dragon Shot.....? Tidak, lebih baik jangan berlatih di
medan tempur. Langsung saja pakai semuanya!
“Asia! Promotion ke [Ratu]!”
“Ya!”
Dengan persetujuan Asia, aku berpromosi menjadi [Ratu]!
Kekuatan mengalir kedalam tubuhku!
Bahkan sejak sebelumnya, aku bersikeras untuk berlatih
memakai semuanya! Aku sudah mencapai poin dimana aku bisa memakai ciri dari
tiap tiap bidak! Maka biar kutunjukkan hasil dari latihanku disini juga! aku
membentangkan sayap Nagaku, dan menghembuskan kekuatan sihir dari booster
belakangku!
Goooooooooooooo!
[Jet!]
Mengacungkan tinjuku, aku memakai kecepatan ekstrim untuk
memberi Cao Cao sebuah pukulan! Setelah mempertimbangkan rencanaku berkali
kali, tinju lurus adalah yang terbaik!
Aku berakselerasi kuat kuat ke depan! Cao Cao memutar tombaknya
dengan perlahan, dan dengan ringan mengelak ke sisi tepat sebelum tinjuku kena!
--! Dia bisa menghadapi serbuanku! Kalau begitu—
Aku mengubah arah serang dengan boosterku, dan menyerbu
sekali lagi, ke arah Cao Cao mengelak!
Aku mengumpulkan kekuatan sihir di kedua tanganku!
Memprediksi dalam sekejap Cao Cao mengelak, aku akan menembakkan Dragon Shot ke
arah si brengsek itu—
Whack!
Cao Cao menendang tangan kananku sambil menangkis tangan
kiriku dengan sapuan tombaknya! Sekali lagi, Dragon Shot terbang entah kemana!
Brengsek! Menetralkan seranganku dengan pergerakan sekecil
mungkin!
Clang!
Tepat saat aku merasa kesal, ada sesuatu menerjang perutku –
menurunkan tatapanku, aku melihat tombak Cao Cao menusuk dalam dalam disana—
“Gugh........”
Banyak darah segar naik dari perutku dan muncrat melalui
mulutku!
....Aku, aku kalah!
“—Kau tidak lemah, namun gaya seranganmu itu menciptakan
terlalu banyak celah!”
Sizzle.
Cao Cao perlahan mencabut tombaknya dari perutku.
-- Dalam sekejap itu, perutku, tidak, sekujur tubuhku,
diserang rasa sakit luar biasa. Dengan luka sebagai pusatnya, seluruh tubuhku
mulai mengepulkan asap.
...I-Itu sakit sekali.....A-Apa apaan ini......perasaan yang
identik dengan Pedang Suci......luka yang berasap juga sama......!
Te-Tentu saja, itu kan tombak suci......jadi rasa sakit dan
efeknya itu.......
--Sial, kesadaranku jadi semakin kabur!
“Ise-san!”
Smack!
Aura hijau mengelilingi seluruh tubuhku. Rasa sakit di
perutku perlahan berkurang.
....Itu pasti Asia yang mengirimiku aura penyembuh. Momen
yang tepat sekali. Barusan, aku nyaris saja kehilangan kesadaranku.
Namun, lukaku masih menganga. Dan berasap sedikit. Tak
mungkin, kelihatannya akan menyebar lagi! apa itu karena penyembuhan yang
disediakan dari jarak jauh tak cukup kuat? Jarak penyembuhan Asia memang
efektif namun masih lemah dibandingkan sentuhan langsung......tetap saja,
penyembuhan jarak jauhnya sudah sangat kuat, namun luka dari tombak suci
sepertinya sudah mengalahkannya.
Aku mengeluarkan air mata Phoenix dari saku bajuku, dan
meneteskannya ke luka di perutku......luka akhirnya menutup. Wow, air mata
Phoenix sungguh hebat!
“Apa kau tahu barusan kau hampir mati? Ditembus oleh tombak
suci, kau hampir terhapus. Kematian itu ternyata sangat simpel, bukan?”
Cao Cao tertawa dengan enteng.
....kau bilang barusan aku nyaris mati? Tapi itu benar. Ya,
itu adalah luka kritis tepat di bagian perut, namun karena pernah mengalami ini
di masa lalu, aku masih bisa bergerak. Aku bahkan berpikir untuk mengirim
pukulan ke wajahmu sebagai balasan.
-- Hampir terhapus?
Apa itu maksudnya Iblis yang lenyap tanpa bekas oleh
serangan suci?......Aku berada dalam kondisi itu barusan?.......Berasap di
sekujur tubuhku, eksistensiku hampir lenyap?
Menyadari itu, aku mendapat alasan untuk merinding.
....I-Itu berbahaya sekali. Kalau aku mati begitu saja, aku
takkan bisa menemui Buchou dan Asia lagi!
Cao Cao mengetuk ngetuk tombak ke bahunya. Apa, apa itu
kebiasaannya? Terserahlah, toh itu tidak penting lagi.
“Ingat ini baik baik. Barusan itu serangan tombak suci. tak
peduli sekuat apapun dirimu, kau takkan bisa selamat dari serangan itu. –
Karena kau adalah Iblis. Biarpun itu Vali, selama dia memiliki bagian Iblis
pada dirinya, serangan tombak suci adalah absolut.”
Aku dapat pelajaran baru. Lebih baik menjauh dari tombak
itu.......selanjutnya, aku harus apa?
Cao Cao melihat responku, dan tersenyum masam.
“....Ah, kau tidak ketakutan. Aku berpikir akan menyenangkan
untuk melihatmu merinding ketakutan.”
“Ah? Tentu saja aku takut! Tapi aku takkan ketakutan! Aku
takkan bisa menghadapi semua orang kalau aku tak memukul wajahmu. Menjadi
Sekiryuutei itu tidak gampang!”
“Ah hahaha!”
Cao Cao tiba tiba tertawa keras keras.......ada apa dengan
pria ini. Ekspresi wajahnya berubah dengan cepat.
“Bagus sekali ini. Aku bisa memahami kenapa Vali begitu
menyukaimu. Menarik sekali. Vali, kau sudah menemukan lawan yang sangat bagus.”
Memakai jarinya untuk menyeka air mata dari tawanya, Cao Cao
membuka bagian depan tombak, dan menciptakan bilah cahaya.
“—Kemari.”
Krak....
Tekanan dari Cao Cao meningkat. Sepertinya dia penuh
semangat? Ini jadi semakin dan semakin menakutkan.
Aku mengacungkan tangan kananku, bersiap menembakkan Dragon
Shot terkuat!
[
BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost!! ]
Boom!
Aku menembakkan hembusan besar pada Cao Cao!
“Kalau ini mengenai tubuhku, nanti bisa berbahaya.”
Cao Cao bersiap menangkis serangan dengan tombaknya—namun
aku sudah mengantisipasinya. Dalam sekejap usai menembak, aku mengaktifkan
booster belakang dan melompat!
Mengincar momen Cao Cao menangkis serangan Dragon Shot, aku
mengiriminya tinju dari samping!
Cao Cao mengangkat tombaknya tinggi tinggi, dan dengan
ayunan raksasa, membelah Dragon Shot menjadi dua! Seperti membelah semangka!
Kenapa aku harus peduli soal itu! biar aku memukulnya dengan tinju kananku
selagi dia mengayunkan tombaknya ke bawah!
[
BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost!! ]
Memukul Cao Cao dengan tinju ter-boost ku!
“Aku merasakan kekuatan potensial tersembunyimu.”
Cao Cao dengan senang menyatakan itu dan perlahan memutar
tombaknya untuk menangkis lenganku – sekarang! Tinju kananku itu hanya umpan!
Tinju kananku berhenti tepat di depan Cao Cao! Tangkisannya meleset!
Aku mengayunkan tinju kiriku ke depan! Di saat yang sama
mentransfer kekuatan ke Ascalon di dalam Gauntlet!
[
BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost!! ]
[Transfer!]
Aku membuat bilah Ascalon muncul dari gauntlet – kemudian
aku melompat ke belakang dengan segera! Di saat yang sama aku melompat, aku
memancarkan denyut aura dari Ascalon!
Bang!
Dengan Ascalon terbang ke arah Cao Cao, sepertinya sudah
melebihi dugaannya, dan dia tak akan sempat untuk mengelak!
Slice!
Dengan suara keras, lengan kiri Cao Cao terbang ke udara.
Serangan Ascalon sudah memotong lengannya! Sukses! Umpan demi umpan, dan
serangan sesungguhnya yang disertai dengan umpan!
Latihan dengan Kiba akhirnya membuahkan hasil. Aku
menyatakan kemenangan dalam hatiku. Ya, tak peduli betapa kuatnya tombak itu,
atau sejumlah kelemahanku sendiri, pria itu juga memiliki kelemahannya sendiri.
-- Tubuh lemah manusia.
Dari segi ketahanan tubuh, aku jelas lebih unggul sebagai
Iblis dan Naga. Meski Cao Cao dan golongan Pahlawan memiliki ketahanan melebihi
manusia normal, mereka jelas lebih lemah dibandingkan Vali dan Loki.
Sudah diduga – aku bisa menang, kalau tidak, yang penting
aku bisa melawannya.
Cao Cao menusukkan tombaknya ke tanah dan menangkap lengan
kiri yang jatuh dengan lengan kanannya. Tanpa ekspresi, dia memegang lengan
kiri dengan ketiak kanannya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. Saat
aku penasaran, tatapanku terpaku pada botol yang nampak familiar!
-- Itu......
Cao Cao membuka penutup botol, dan menuangkan cairan ke
lukanya, dan menghubungkan lengan kirinya ke titik tersebut. Asap mengepul dari
luka di lengan kirinya – kemudian semuanya pulih kembali seolah tak ada apapun
terjadi!
Botol itu.......tidak salah lagi.......Air mata Phoenix!
“Ke-Kenapa kau bisa memiliki benda itu?”
Aku bertanya, dan Cao Cao tertawa.
“Pasar gelap. Asal kami memiliki koneksi tertentu, yang
tersisa hanyalah soal uang. Aku yakin keluarga Phenex takkan membiarkan benda
ini jatuh ke tangan kami.”
....Bagaimana ini bisa terjadi. Sebagai alat penyembuhan
berharga bagi Iblis, air mata sangatlah berharga, namun sampai mereka jatuh ke
tangan para teroris ini........!
Tak terhitung korban yang menderita kesakitan oleh serangan
kalian bisa disembuhkan, kalau saja mereka memiliki air mata itu!
“....Karena kemarahan, auramu sudah meningkat. Membiarkan
auramu meledak karena emosimu, apa kau paham kalau itu bisa membawa kehancuran
dalam situasi tertentu? Itulah alasan kau pernah memasuki mode Juggernaut.”
Bukan urusanmu. Brengsek! Orang orang ini, mereka benar
benar tahu banyak tentang kami!
Krak!
Pada momen ini, armorku remuk!......Apa, apa ini?
“Tepat saat kau melompat balik, aku kebetulan membuat
beberapa serangan dengan tombak. Meski sepertinya ada jeda, nampaknya beberapa
serangan simpel bisa merusak armor Sekiryuutei.”
.......Sepertinya aku diserang bahkan tanpa menyadarinya.
Ddraig, maafkan aku, tapi kuserahkan perbaikan padamu.
[....Aku paham. Namun, kemungkinan karena efek tombak suci,
memulihkan armor akan memerlukan waktu.]
Astaga. Seberapa kuat tombak itu sebenarnya!
“Serangan yang sangat bagus. Kuat. Nampaknya aku harus
meningkatan Sacred Gearku sedikit.”
Cao Cao brengsek itu, kelihatan sangat senang.......kalau
saja seranganku mengenainya, aku akan menang. Tentu saja, kalau pria itu
mengenaiku, maka aku juga bisa mati......
Tepat saat aku berpikir keras tentang bagaimana cara
menghadapi tombak suci Cao Cao.
“Irina-san!”
Teriakan ketakutan Asia terdengar!
“Ara? Kalian masih belum selesai?”
Suara wanita – melirik ke arahnya, itu adalah
Jeanne......membawa tubuh Irina yang berlumuran darah di lengannya.
--Irina.
“Wah, ternyata Sekiryuutei. Pasti bisa bertarung lebih baik
dari orang orang ini.”
Suara Siegfried.......yang dipegang di keenam lengannya
adalah tubuh Kiba dan Xenovia yang juga berlumuran darah........Hei, hei......
“Kalau saja aku yang menghadapi Sekiryuutei.”
Heracles raksasa melempar sesuatu di depanku – Itu
Rossweisse-san dengan tubuh berwarna merah oleh darah segar!
.....Se-Semua orang........kenapa jadi begini.....? Mereka
semua menemui takdir seperti itu......?
[Groar!]
Aku mendengar suara raungan – Vritra tengah terjerat oleh
kesembilan ekor Kyuubi, dan meraung kesakitan!......bahkan Saji......!
Cao Cao menepuk nepuk bahunya dengan tombaknya.
“Maaf Sekiryuutei. Kelihatannya sudah berakhir. Kuat, kalian
semua sangat kuat. Ini sudah sangat hebat diantara para Iblis muda. Namun level
kekuatan ini tak bisa menghadapi kami yang membawa kekuatan Pahlawan di tangan
kami. Juga, bagi Iblis, Malaikat Jatuh, Naga, dan youkai sampai bersatu sebagai
musuh manusia, bukankah itu terlalu menyeramkan? Bukankah manusia akan merasa
terancam? Melawan itu sudah wajar – manusia mengalahkan Maou dan Naga itu
sangat wajar. Inilah prinsip dibalik tindakan kami, kami dari golongan
Pahlawan. Yah, entah bagiku atau para anggota lain disini, itu adalah salah
satu tujuan kami – Hei, Georg, bagaimana lingkaran sihirnya?”
Si pengguna kabut mengangguk oleh pertanyaan Cao Cao.
“Masih sebentar lagi, tapi akankah Great Red benar benar
datang?”
“Biarpun tidak, kita akan mendapatkan data kenapa dia tidak
datang. kita akan mencoba metode lain kalau itu tidak terjadi.”
“Tetap saja, membuat ini bekerja memerlukan harga yang
mahal. Apa kau yakin akan tetap melakukan ini apapun yang terjadi?”
“Jangan menatapku, kalau bisa, tentu saja aku menginginkan
hasil yang bagus.”
.....Orang orang ini, mereka sama sekali mengacuhkan kami
dan sekarang tengah sibuk sendiri dengan urusan eksperimen.
Jeanne, Siegfried, dan Heracles meninggalkan rekan rekanku
disini, dan kemudian mulai berbicara dengan Cao Cao.
“Teman teman!”
Asia berlari ke arah semuanya disini, dan mulai
menyembuhkan, dengan air mata mengalir deras.
......Dalam pikiranku, adalah janji yang kami buat sebelum
datang kemari.
--Kami akan melindungi Kyoto dengan segenap nyawa kami.
Sensei......aku.......tak bisa melakukan apa apa.
Aku melirik Kiba yang tergeletak di tanah.
--Karena Buchou tak ada disini, sebagai pengganti, [Raja]
kami adalah kamu, Ise-kun.
Kiba, meskipun kamu mengatakan itu........tapi aku tak bisa
melakukan apa apa.
“Ibu, tolong bangunlah! Aku Kunou! Kunou ada disini! Ibu!”
Kunou menangis sambil berteriak pada Ibunya – namun si
pemimpin Kyuubi bahkan tak melihatnya sama sekali.
--Ibumu—Ibumu akan diselamatkan oleh kami!
Apa kami menyelamatkan seseorang? Ka-kami, kami tak
menyelamatkan siapa siapa.......!
“Xenovia-san! Irina-san!”
Asia terus menyembuhkan, sambil terisak.
.....Apa yang kulakukan......kenapa aku menjadi begini
menyedihkan......biarpun aku sudah memulihkan Boosted Gear Scale Mail, Cao Cao
dan kelompoknya bahkan tak melirikku—
Meski mereka menganggap kami kuat, tapi mereka tak berpikir
kalau kami cukup mengancam untuk membalik situasi saat ini. Sampai dipandang
seperti itu, biarpun kami sudah berjuang yang terbaik, itu terlalu—
Dari sejak awal, bagi mereka kami hanyalah selevel hiburan,
hidangan sampingan untuk eksperimen. Kebenaran ini membuatku sangat sakit......
Ma-mana bisa aku menyebut diriku Sekiryuutei? Apanya yang
Oppai Dragon, sungguh lelucon......
.....—Menggelikan.
Tubuhku bergetar di dalam armor, air mata penyesalan
mengalir tanpa akhir........kenapa aku begini lemah? Selalu tak berdaya di saat
saat kritis seperti ini.
Kenapa semuanya selalu berada diluar jangkauanku secara
tragis.......tak peduli sekeras apapun aku mencoba, masih ada banyak lawan yang
sama sekali tak bisa kukejar.....
Apa ini batasku......? Kenapa aku......?
Aku berlutut di tanah, dan memukul tanah dengan kebencian
dan penyesalan. Rekan rekanku semuanya telah dijatuhkan oleh mereka, dan
kesempatanku mengalahkan Cao Cao......bahkan sekedar menolong Ibu Kunou,
kesempatan........nol.
Tidak, aku tak bisa menyerah! Aku tak mau berakhir seperti
ini saja! Aku harus terus bertarung!
....Tapi, tak ada cara untuk menang.......aku menyesal, dan
rasa sakit mengisi hatiku......
[Menangis?]
--Seseorang berbicara padaku dari dalam tubuhku. Suara ini
kan milik—
......Elsha-san?
[Ya, benar sekali. Kenapa kau menangis?]
....Aku, merasa sangat menyesal........kenapa aku begini
lemah? ......ini jelas jelas momen kritis, namun aku gagal lagi........
[Ya, itu sangat disesalkan. Tapi apa kau lupa? Gubernur
Malaiakat Jatuh pernah menyebutkan – kalau kau adalah perwujudan dari banyak
kemungkinan!]
Pada waktu ini, kata kata Azazel-sensei terngiang dalam
pikiranku. Ya, itu tepat sebelum pertarungan dengan Loki.
<<--Aku percaya pada kemungkinanmu. Semua Sekiryuutei
masa lalu dimangsa oleh kekuatan sampai mereka mati, tanpa perkecualian.
Mungkin kau Sekiryuutei yang paling tak berbakat. Namun, kamu mencapai Balance
Breaker memakai payudara wanita. Kamu kembali dari kondisi lepas kendali
melalui payudara wanita. Aku merasa kalau orang sepertimu bisa dianggap sebagai
perwujudan dari banyak kemungkinan>>
.....Perwujudan dari banyak kemungkinan.
<<Oppai Dragon! Oppai Dragon! Bukankah itu nama yang
cool? Pernahkah ada Naga menerima titel seunik itu? Meski tubuh dan kekuatan
Iblismu sangat payah kalau dibandingkan Vali dan para pemilik masa lalu, tapi
dari sudut pandang lain, kamu memiliki metode unikmu sendiri dalam memakai
kekuatan Sekiryuutei untuk menjadi kuat. Mulai dari sekarang, itu takkan apa
apa selama kamu bekerja keras dan gigih, serta berpikir baik baik untuk
menemukan teknik kunci.>>
Ya, itulah yang Sensei katakan padaku pada saat itu.
Aku setidaknya bisa, memakai cara unikku untuk menggunakan
kekuatan Sekiryuutei.....
-- Karena aku adalah Oppai Dragon!
[Ya, itu baru dirimu yang sebenarnya! Sekiryuutei masa kini,
Oppai Dragon! Kemungkinan yang aku dan Belzard saksikan! Datanglah, lepaskan
semuanya sekarang! Seluruh kemungkinanmu!]
Shine!
Cahaya menyilaukan dipancarkan dari saku bajuku. Aku
melihatnya sejenak, dan ternyata berlian yang memancarkan cahaya merah.
I-Ini kan......
[Angkat berlian itu ke angkasa, dan panggil dengan keras!]
Me-memanggil? Tepat saat aku kebingungan, Elsha-san berkata
dengan keras!
[Benar sekali, panggillah payudara yang hanya menjadi
milikmu!]
Dalam sekejap itu – shiiiine!
Berlian menjadi semakin menyilaukan, dan memancarkan cahaya
dahsyat yang menerangi seluruh sekelilingku!
“.....Apa yang terjadi?”
Cao Cao menyadari cahaya, dan berbalik untuk melihat!
Di tengah tengah cahaya yang dipancarkan oleh berlian,
sesuatu muncul. Hal hal itu perlahan mengambil bentuk manusia, satu, dua,
mereka mulai memperbanyak diri.
A-Apa ini........Elsha-san menjawab pertanyaanku.
[Berlian tengah mentransfer dari semua jenis manusia di
Kyoto, dan sosok sosok ini terbentuk dari sisa sisa memori mereka.]
Sosok sosok semua orang tak bersalah yang ditahan sebagai
orang mesum karena aku......?
Jumlah sosok sosok semakin banyak, dan sudah melebihi
ribuan. Berapa banyak orang mesum yang dihasilkan berlian ini di Kyoto? Jumlah
orang yang harus kumintai maaf terlalu banyak!
“Oppai........”
“O-Oppai.”
“Ah Oppai.”
“Oppai lagi.”
“Aku mau Oppai......”
......sisa sisa memori itu mulai mengulangi kata oppai
berulang ulang. Hei hei hei! Sejak kapan ini menjadi pameran hentai!?
“ “ “ Oppai! Oppai! Oppai! Oppai “ “ “
Seiring seluruh sosok mengucapkan “Oppai!” dalam suara
rendah, mereka perlahan menyeret kaki mereka, dan memasuki semacam formasi.
“ “ “ “ Oppai, oppai, oppai, oppai, oppai, oppai, oppai,
oppai, oppai, oppai, oppai, oppai, oppai, oppai. “ “ “ “
Ini sudah kebablasan!
Aku hanya bisa terbengong bengong melihat pemandangan
menggelikan ini. Sisa sisa memori terus mengulangi kata “Oppai” seolah mereka
sedang menampilkan sejenis upacara ritual.
“.....Zombie Oppai?”
Cao Cao berbicara pelan. Itu benar! Mereka terlihat seperti
zombie! Apa orang orang yang payudaranya diraba raba oleh orang orang ini, yang
menjadi orang mesum karena berlian, terinfeksi dan berubah menjadi zombie?
Klon klon dari sisa sisa memori – mengatur diri mereka dalam
lingkaran, para zombie oppai meleleh ke tanah. Selanjutnya, cahaya bergerak di
dalam lingkaran untuk mengukir suatu simbol di pusatnya, membentuk lingkaran
sihir raksasa.
-- Para zombie oppai berubah menjadi lingkaran sihir!
Serangkaian event mengejutkan ini membuatku tercengang,
namun Elsha-san berkata padaku:
[Segalanya telah siap – panggil!]
A-Apa? Semua hal hal membingungkan ini sudah membunuh
kemampuanku untuk berpikir!
[--Payudara yang hanya menjadi milikmu!]
Payudara yang merupakan milikku – imej pertama yang
mengambang di pikiranku adalah Onee-sama berambut crimson itu—
[Maju, berteriaklah! Panggil, payudara--!]
Aku sama sekali tak paham perkembangan cepat ini, apa aku
harus berteriak!?
“—Panggil, payudara!”
Boom!
Lingkaran sihir memancarkan cahaya menyilaukan, kata “Oppai”
tertulis pada aksara sihir, dan di dalam lingkaran sihir bahkan terdapat
karakter untuk payudara!
Panggil? Jangan jangan maksudnya memanggil imej dalam
pikiranku itu—
Sesuatu muncul di tengah tengah lingkaran sihir. Dengan
kilatan cahaya, yang muncul di dalam lingkaran sihir adalah – Buchou berambut
crimson!
Bu, Buchooooooooooooooou!
Dia sedang berganti pakaian? Dia hanya mengenakan pakaian
dalamnya. Menyadari perubahan situasi, onee-sama mengangkat kepalanya untuk
melihat sekeliling dan nampak shock! Tentu saja!
“A-Apa yang terjadi!? Istana Honmaru.....? K-Kyoto? A-Ara,
bukankah ini Ise? Kenapa kamu disini dan kenapa aku dibawa kemari?
Di-dipanggil? Eh? Eh?”
Buchou dalam situasi sangat bingung! Aku begitu kaget sampai
tak bisa bicara! Bahkan golongan Pahlawan hanya menatap membisu dan tak bisa
bereaksi! Maaf! Karena hal membingungkan tengah terjadi, aku sendiri juga
kebingungan!
Dengan keseriusan penuh, Elsha-san berbicara pada aku yang
kebingungan ini.
[Sekarang, remaslah!]
“Uh.....?”
Aku hanya bisa meragukan kupingku. Barusan, aku mendengar
sesuatu yang tak mungkin bisa didengar.
Dan kemudian, Elsha-san berbicara padaku lagi.
[Ayo remas payudaranya!]
“Re-remas?”
[Itu benar, remaslah. Seperti biasanya. Remaslah dengan
suara ‘pochitsu’]
“Dengan ‘pochitsu’!? tidak tidak, apa yang akan terjadi
kalau aku meremasnya!?”
Apa yang orang ini baru sarankan!? Apa kau benar benar
Sekiryuutei wanita terkuat!? Onee-sama ini, jangan jangan dia sudah edan!?
Mengabaikan kebingunganku, Elsha-san melanjutkan.
[Inilah switch (tombol) terakhir untuk membuka
kemungkinanmu, dengan kata lain, payudara Rias Gremory. Inilah switch – switch
untuk membuka pintu menuju potensialmu!]
Tak mungkin. Kau pasti gila. Ayolah, ini sama sekali tak
masuk akal. Elsha-san, payudara Buchou tak mungkin switch untuk kebangkitanku!
[--Tidak, inilah switch untuk kebangkitanmu. Mohon
pahamilah, aku sangat mempercayai ini setelah mengobservasimu dari dekat
sepanjang waktu ini.]
Itu kelewatan! Kata kata itu sudah kelewatan! Tapi kenapa
terdengar begitu meyakinkan!
Saat aku mati matian berpikir, tubuh Buchou mulai
memancarkan cahaya keemasan!
“A-Ada apa lagi sekarang? Aku dikelilingi cahaya!”
Wajah Buchou nampak kaget diikuti oleh tatapan tak nyaman,
namun hal menakjubkan tengah berlangsung di hadapan mataku!
Flash........
Twinkle☆Twinkle☆Twinkle☆
—Payudara Buchou berkilau seperti sejenis cahaya suci--
.....Elsha-san, ini......
“Payudara Rias Gremory telah menjalin kontak dengan
kemungkinanmu, dan memasuki fase baru.”
Fase, fase baru.....?
“Hoho, payudara itu telah melebihi batas, kehebatan dari
sang Switch Princess – tengah memasuki fase kedua!”
Maaf, aku tak paham. Apanya yang fase kedua! Semua hal hal
membingungkan ini membuatku mau menangis!
“Sentuhlah saja dan kau akan berubah. Kau akan menyadari
sebuah perubahan dramatis. Kekuatan dari Evil Piece di dalam tubuhmu akan
dibebaskan dengan satu sentuhan. Tekan—“
Switch – puting –
Spurt.
Aku mimisan. Aku akhirnya paham. Aku memahami situasinya
saat ini.
Aku menghampiri Buchou, membuka topeng di helmku, dan
tersenyum.
“....Ise?”
Buchou memiringkan kepalanya dengan ekspresi terkejut,
dimana aku dengan khidmat berkata padanya:
“Buchou, tolong izinkan aku meremas payudaramu.”
“--!”
Kejujuranku membuat Buchou – membisu.
Namun, dia hanya berpikir sejenak sebelum akhirnya berkata.
“.....Aku tak cukup paham, tapi....aku mengerti!”
--Hebat!
Dia memahami kata kataku! Bagaimana situasi ini bisa
terjadi! Ini menjadi luar biasa! Meski aku mencoba mengejek diriku sendiri
dengan ejekan tajam, namun tak ada lagi yang bisa kulakukan selain ini!
Kalau begitu tinggal menyentuh saja! Ya, sentuh saja!
Sentuhlah di Kyoto! Remas payudara Buchou! Pencet puting Buchou--!
Karena membiarkan orang lain melihat payudaranya akan sangat
memalukan, Buchou mengubah posisinya supaya orang lain tak bisa melihat, dan
melepas BH-nya.
Klik.
Usai pengaitnya lepas, payudara bahenolnya dilepaskan
sekaligus! Saat aku menyadari perubahan pada puting yang sangat familiar itu,
aku jadi merasa terkejut.
-- Puting dan areola pink itu tengah memancarkan cahaya.
Areola memancarkan cahaya pink! Situasi macam apa ini!?
A-apa ini disebabkan oleh fase kedua!? Hebat! Aku sungguh idiot karena mencoba
memahami hal hal membingungkan ini!
Sekarang, yang perlu kulakukan hanya menyentuhnya untuk
keuntungan luar biasa!
Ya, ya, payudara bisa bersinar.....
Melepaskan bagian jari dari gauntlet, aku memajukan dua
jariku dan bersiap memencet, mengincar puting bercahaya itu.
......Berpikir kembali, saat mencapai Balance Breaker, aku
juga memencet puting itu dan bangkit.
Aku merasa aku mendapatkan sesuatu kapanpun aku menyentuh
payudara itu, itu benar benar merangsang pikiranku!
-- Hebat, payudara Buchou sungguh hebat. Tak peduli apa yang
terjadi, semuanya bisa diselesaikan dengan payudara ini.
Switch, Switch Princess! Buchou juga sedang berevolusi!
-- Mungkin dia benar benar akan menjadi Switch Princess!
Apa kau siap, Ddraig?
[Ooooooooh! Oaaaaaaah! Ooooooooh!]
Ddraig mulai menangis keras keras. Tak ada lagi yang tersisa
selain menangis. Maaf, maafkan aku, partner! Tapi aku harus memencet! Tak
memencet itu mustahil! Aku punya alasan untuk memencet!
“Ini dia!”
Aku menyatakan dengan keras dengan mimisan saat memencet
payudaranya.
Merasakan sensasi lembut tiada banding dari payudara dan
puting, menyaksikan jariku tenggelam ke dalam payudara. Semua sensasi ini
menjalar sepanjang tubuhku, memberi otakku kepuasan tertinggi.
“....Iyaaaan....”
Suara rintihan Buchou memberiku serangan kritis!
Ka!
Payudara Buchou tiba tiba memancarkan cahaya menyilaukan!
“Ini, ini........! Ahahah!”
Buchou hanya bisa berteriak pada perkembangan tak wajar ini!
Dengan payudara Buchou memancarkan cahaya, dia naik ke Surga
dan seluruh ruang disinari oleh cahaya pink!
.....Hebat. Buchou, Buchou dia naik ke Surga! Payudaranya
masih bersinar dengan kemilau!
Aku hanya bisa menepukkan kedua tanganku dengan penuh
hormat, dan mata berair.
-- Ah, payudara.
Usai Buchou naik ke angkasa dan menghilang, cahaya dan
lingkaran sihir juga ikut lenyap.
Eh eh, Elsha-san, kemana Buchou pergi?
[Kembali ke tempat dia berasal]
Sungguh? Buchou dipanggil jauh jauh ke Kyoto hanya untuk
itu!? apa apaan itu! Ketika pulang nanti, aku harus menundukkan kepalaku dan
meminta maaf!
“....Apa yang sebenarnya terjadi?”
Cao Cao dan kelompoknya terbengong bengong. Apa yang terjadi
telah melampaui pemahaman mereka! Tentu saja! Mereka ingin memanggil Great Red
namun malah Buchou yang terpanggil!
-- Beat
Aku merasakan degup kuat dari dalam jantungku.
-- Beat
Sekali lagi dalam suara keras, itu adalah—
[Ia datang, ayo maju!]
Dengan Elsha-san mengeraskan suaranya, cahaya merah bersinar
dari seluruh berlian di armorku.....kehangatan bisa terasa dari dalam
tubuhku.....seperti aliran energi yang tiada habisnya......menyembur
keluar.......!
Tak bisa ditekan! Apa ini kekuatan yang tertidur dalam
Sacred Gear? Apa ini Juggernaut?
Tidak, tidak, tak ada perasaan terror. Justru, ini semacam
denyut energi yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Tapi membawa perasaan
nostalgia tertentu. Ddraig, ini kan—
[Aku merasakannya juga partner.....sungguh nostalgia. Ini –
aura asliku. Tak seperti kekuatan dari Juggernaut, yang digerakkan oleh emosi,
tak ada kutukan atau emosi negatif. Ini terasa seperti saat aku masih memiliki
tubuhku, saat yang kupedulikan hanyalah bertarung dengan Sang Putih untuk
menentukan pemenang!]
Suara Ddraig penuh oleh kebahagiaan dan kegembiraan.
Meski aku tak tahu apa yang terjadi pada Ddraig, namun aura
merah saat ini menyembur dari seluruh tubuhku, menutupiku dan area
sekelilingku—
Bagian 4
.....Setelah panca inderaku kembali, aku mendapati diriku
berada di ruang putih.
....Fenomena apa ini? Aku seharusnya sedang bertarung di
istana Honmaru di istana Nijou. Dan kemudian dua orang muncul di depan aku yang
kebingungan ini.
Elsha-san dan pria dengan dandanan elegan.
Ini ada didalam Boosted Gear.....? Jadi hanya kesadaranku
yang masuk kemari?
Pada poin ini aku masih tak paham apa yang terjadi, namun
Elsha-san tersenyum dan berkata.
[Pintumu sudah terbuka sekarang. Ini adalah jalur alternatif
yang berbeda dari Juggernaut]
Elsha-san.....aku sangat berterima kasih untuk yang tadi.
Aku merasa kalau itu adalah hal penting, jadi aku melakukannya begitu saja
dengan ceroboh disamping kekagetanku.
[Ini bagus. Kami juga mempertaruhkan segalanya pada hal itu
– karena, yang kau cari adalah payudara.]
A-Apa iya? Yah, aku memang pecinta payudara.....
[Belzard dan aku sekarang bisa beristirahat dengan tenang]
Beristirahat........jangan jangan itu—
“Benar sekali, kami eksis disini hanya sebagai sisa sisa
memori, ini sudah waktunya bagi kami terbebas dari Sacred Gear ini.”
......Apa maksudnya kalian akan mati?
[Kami sudah mati sejak dulu. Yang tersisa disini hanyalah
memori kami. Bahkan tidak jiwa. Apa ini diluar akal sehat? Dan karena itu kami
berniat untuk menghilang]
Ta-Tapi, aku masih punya banyak pertanyaan untuk Elsha-san
dan perlu lebih banyak nasehat!
Elsha-san menggeleng kepalanya oleh pernyataanku.
[Kau tak memerlukan kami. Karena aku tak tertarik pada
payudara. Hanya kau seorang, yang bisa menimbulkan semua fenomena aneh ini
hanya dengan menyentuh payudara wanita.]
Ya, ya.....Maaf, aku adalah Oppai Dragon......
[Kau takkan apa apa selama kau memiliki Ddraig dan rekan
rekanmu. Majulah, Sekiryuutei masa kini. Meski kutukan Sekiryuutei belum
sepenuhnya terangkat, itu sesuatu yang akan terselesaikan pada waktunya nanti.
Kalau itu kau, aku yakin kalau sisa sisa memori yang lain disini juga akan
terbebaskan]
Elsha-san.....aku.....aku tersentuh dan mendapat perasaan
campur aduk dari penghargaan dan terima kasih, dan air mataku nyaris mengalir.
Diantara para senior masa lalu, ternyata ada mereka yang sangat peduli
padaku......
[Kami akan pergi. Belzard, beri dia kata kata akhir.]
Pria yang dikenal sebagai Sekiryuutei terkuat sepanjang masa
– Belzard-san tersenyum padaku. Kumohon, beri aku nasehat yang berharga.
Menganggukkan kepalanya, Belzard-san menjulurkan jari
telunjuknya.
[ --Klik Klik, zoom zoom, iyaaan~ ]
--
.....Untuk sesaat, aku sama sekali gagal memahami apa yang
dia coba ungkapkan.......
[Sepertinya dia sudah puas. Ayo pergi, Belzard]
Elsha-san tersenyum dan beranjak pergi.
Tunggu, tunggu! Apanya yang kata kata perpisahan dari
Belzard-san!? Apanya yang kepuasan!?
--Klik klik, zoom zoom, iyaaan~! Tak mungkin! Bukankah itu
lirik lagu Oppai Dragon!?
Oh tidak, mereka berdua perlahan memudar dengan warna putih
sekeliling! Aku tak bisa mempercayainya! Nasehat perpisahan dari senior
terkuat, adalah kata kata perpisahan seperti itu! mereka berdua melambai tanda
selamat jalan.
Kalian seharusnya memiliki nasehat lebih baik untuk junior
kalian!
Kemudian, Elsha-san dan Belzard-san menghilang, puas dengan
fetish payudaraku—
Jadi begitu, sekarang aku paham.
Untuk menjadi Sekiryuutei, hampir semuanya adalah orang
orang aneh—
Bagian 5
“Bagaimanapun juga, aku hanya seorang hentai!”
Itulah kata kata pertama yang aku teriakkan sesaat setelah
kesadaranku kembali ke dunia nyata.
Pikiranku terasa hampir runtuh!
“Ayo maju! Boosted Gear!”
Menanggapi teriakanku, cahaya merah berkilau yang
mengelilingi tubuhku mulai memancarkan aura dahsyat!
-- Kekuatanku mengalir tanpa akhir!
Dari bagian terdalam hatiku, dari bagian terdalam tubuhku,
ia mengalir dari Sacred Gear. Jadi ini kekuatan asli Ddraig. Digabungkan dengan
emosi negatif dari kondisi lepas kendali bernama Juggernaut, ia menjadi
kekuatan yang berbahaya.
Tapi sekarang berbeda. Emosi negatif itu tak bisa terasa
sekarang, dan kesadaranku masih ada!
[Ah ya. Aku akhirnya ingat. Kenapa aku lupa.....? Ya, itu
adalah Tuhan. Kekuatan asli dari Albion dan aku yang Tuhan segel--]
Ddraig berbicara, terdengar seolah menyadari
sesuatu........Yang jelas, mari bicarakan itu nanti saja.
Pertama, mari kalahkan orang orang itu disini juga!
[Baik, mari tunjukkan kekuatanku pada mereka yang sudah lama
tak aku gunakan!]
[Maju! Sekiryuutei! Gunakan kekuatan kami! Kemungkinan dari
budak Gremory, gunakan semuanya!]
[Hasrat!]
[Diabolos!]
[Keyakinan!]
[Naga!]
[Bencana!]
[Penodaan!]
[Lepaskan!]
Banyak suara bermunculan dari dalam gauntlet, yang mulai
mengulangi suara [D] seolah sedang rusak!
[ DDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDD!!!!]
-- cara untuk menggunakan kekuatan baru ini mengalir ke
dalam pikiranku!
.....hahaha, hebat.
Beelzebub-sama, ciri dari evil piece yang anda setel telah
diperkuat oleh kekuatan Sekiryuutei—
Kemungkinan. Kemungkinanku. Kemungkinan Ddraig. Mulai dari
sekarang, kemungkinan kita--!
Karena interupsi barusan, [Ratu] telah dilepaskan. Promotion
akan diperlukan lagi! tapi konfirmasi Asia tak lagi kuperlukan!
Aku berteriak dengan keras!
“Mode change! Welsh Blaster Bishop!”
Promotion ke [Peluncur]! Tentu saja, ini bukan [Peluncur]
biasa!
Dengan aku menstabilkan langkah kakiku, aura merah berkumpul
di bahuku untuk mengambil bentuk.
Sebuah ransel terbentuk di punggungku, dimana di bahuku dua
meriam kaliber terbentuk!
Buzzzz.........
Memulai dengan tenang, kekuatan Sekiryuutei mulai
terkonsentrasi pada laras meriam.
.......Kekuatan sihirku meningkat karena promosi ke
[Peluncur]. Ditambah kekuatanku yang baru bangkit, ranselku terisi oleh aura
dalam jumlah besar. Hembusan energi berskala besar tengah disiapkan!
“.....Itu sangat berbahaya........”
Cao Cao bergumam. Dia sepertinya telah menyadari konsentrasi
kekuatan di meriamku.
Benar sekali, serangan langsung dari meriam ini akan
melenyapkan segalanya. Inilah harapanku seiring mengumpulkan kekuatan!
Kiba, Xenovia, Irina, Rossweisse-san, Saji.
Rekan rekan pentingku. Sampai melukai mereka seperti ini!
Dan kemudian mengabaikan kami begitu saja! Penyesalan itu!
ketidakmampuan yang kurasakan!
Biar kutembakkan semua emosi ini kembali pada kalian!
Energi terkonsentrasi pada meriam—
[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost!!
]
“Lenyaplah! Dragon Blaster!”
BOOOOM!
Meriam di bahuku menembakkan hembusan yang sangat dahsyat!
Bahkan meski aku berusaha keras mempertahankan pijakan kakiku, aku tak bisa
menghentikan dampak dari kemunduran, dan melempar tubuhku ke
belakang..........! Aku memakai seluruh kekuatanku untuk mencegah diriku
terhempas!
Energi output tinggi tengah dilepaskan ke arah golongan
Pahlawan!
“Menarik, akan kuterima tembakan ini, Naga Legendaris!”
Heracles melangkah ke depan, apa dia mencoba menerima
seranganku—
“Jangan diterima! Hindari!”
Cao Cao berteriak dan memakai gagang tombaknya untuk memukul
Heracles menjauh dari garis tembakan! Cao Cao dan para anggota lain kemudian
dengan cepat melarikan diri dari seranganku!
Tanpa mengenai siapapun, hembusan meriam terus terbang ke
arah jauh di belakang mereka.
KABOOOOOOOOOOOOOOM!
Ledakan raksasa mengguncang seluruh ruang dimana kota di
latar belakang sana diselimuti oleh aura raksasa!
......Energi terus menyebar, mengelilingi seluruh kota
dengan cahaya menyilaukan!
Usai cahaya terang pudar, tak ada apapun tersisa! Hembusan
meriam melenyapkan seluruh area, dan bahkan arena Game terpengaruh dan dimensi
buatan mulai menunjukkan tanda tanda terdistorsi!
“.....Menghancurkan seluruh kota! Hei! Kalau dia terus
menembak, dimensi ini takkan bertahan lama!”
Heracles akhirnya memahami kekuatan meriamku, dan berteriak
dengan terkejut.
“Mendistorsi dimensi simulasi, padahal tempat ini
direkonstruksi sangat kuat........kekuatan tembakan macam apa itu?”
Siegfried berhenti tersenyum dan menyipitkan matanya.
Hehe, biar aku membalaskan dendamku. Namun, ini masih belum
selesai!
“Cao Cao!!!”
Aku meneriakkan nama pria itu, dan melepaskan meriam di
punggungku! Meriam yang kulepaskan buyar menjadi partikel cahaya.
Masih ada lagi! itu hanya permulaan!
Aku menyetel sistem evil piece di dalam tubuhku! Ya, aku
memerlukan kecepatan kali ini! Kecepatan tanpa tanding! Biar aku membayangkan
diriku sebagai Kiba! Visualisasikan [Kuda]!
“Mode change! Welsh Sonic Boost Knight!”
Smack!
Aku membentangkan sayap Nagaku dan terbang ke arah Cao Cao!
Booster di punggungku digandakan, dan menghembuskan api kekuatan sihir besar!
Aku meluncur sepanjang langit hingga membuat udara berguncang!
Tak cukup cepat! Aku butuh kecepatan melebihi yang dia bisa
ikuti! Kecepatan sonic, kecepatan tinggi, kecepatan dewa!
“—Armor release”
Usai aku berteriak, sejumlah bagian dari Boosted Gear Scale
Mail dirontokkan! Armor beratku dibuang dari tubuh, lengan, kaki, dan helm!
Mengabaikan semua beban berlebihan, mempertahankan armor
minimum untuk terbang! Boosted Gear Scale Mail membentuk dirinya menjadi armor
tubuh yang ramping. Mengabaikan pertahanan! Dan membentuk armor seramping
mungkin untuk kecepatan super tinggi!
Harapanku adalah kecepatan dewa! Kecepatan yang tak bisa
diikuti siapapun!
Menahan perasaan tak nyaman dari tekanan gravitasi, aku
mengarungi udara dengan kecepatan dewa!
Ini pasti dunia yang sudah dilihat Kiba dan Vali.
....Jujur saja, tubuhku masih belum terbiasa dengan
kecepatan ini.—Namun, aku masih bisa melanjutkan!
“Kalau yang kuperlukan hanyalah menyerbumu, itu sama sekali
bukan masalah!”
[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost!!
]
Sosok Cao Cao sudah terkunci dalam incaranku, dan akan
menyerang secara langsung dari depan!
“—Cepat sekali!”
Cai Cao memasang posisi dengan tombaknya, dan bersiap
menyerang! Bagus! Mari tentukan pemenangnya secara langsung!
Lurus dan to the point! Itulah yang paling cocok untukku!
Smash!
Aku menabrak Cao Cao dengan kecepatan dewa!
“Sial!”
Cao Cao memuntahkan sesuatu.
Aku memegang Cao Cao dan terus terbang!
“—Akhirnya kau tertangkap. Tak ada keluhan sekarang?”
Dengan ucapanku, pria itu tertawa dengan senang.
“—Siapa yang akan menduga, kalau kau akan menyerang langsung
dari depan! Tapi, bisakah armor tipis itu menahan serangan tombakku!? Maaf tapi
aku baru meningkatkan kekuatannya, mari akhiri ini!”
Benar sekali, kalau armorku saat ini diserang oleh tombakmu,
maka habislah sudah. Mungkin aku akan terhapus dengan seketika.
-- Tapi aku sudah memahami itu baik baik. Sudah sangat
jelas!
Aku menyetel sistem evil piece sekali lagi!
“Mode change! Welsh Dragonic Rook!”
Sekarang yang kuperlukan bukan kecepatan. Namun kekuatan
pertahanan dan serangan yang tinggi. Aura merah berkumpul di sekitarku,
memulihkan armorku yang hilang. Namun, aura tak berhenti dengan meregenrasikan
bentuk asli, namun menciptakan armor yang semakin dan semakin tebal, hingga
seperti perisai tebal.
Aura Naga dalam jumlah besar terkonsentrasi di lenganku, ini
pasti dobel – bukan, lima atau enam kali lebih tebal dari gauntlet yang biasa!
Kehilangan kecepatan Dewa karena perubahan mode, Cao Cao dan
aku terus terbang sepanjang udara dari momentum. Cao Cao mengarahkan tombaknya
dan bilah cahaya mendekatiku!
Pierce!
.....aku memakai gauntlet yang tebal sebagai perisai, dan
menerima serangan tombak. Tombak suci menusuk gauntlet, namun berhenti di
tengah jalan dan tak bisa menembus gauntletku!
“—Jadi aku perlu meningkatkan outputku untuk menghancurkan
armor ini? Level ini sudah cukup untuk melenyapkan Iblis Kelas Tinggi dalam
sekejap!”
Melawan teriakan Cao Cao, aku mengangkat tinju kiri
raksasaku. Tinju ini kuarahkan dengan sempurna, dan pasti tak akan lolos!
Maju, Ddraig! Maju, semuanya!
“Jangan meremehkan Oppai Dragon, brengsek!”
[BoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoostBoost!!
]
Aku mengayunkan tinju raksasaku ke arah Cao Cao! Dalam
sekejap itu, Cao Cao mencabut tombaknya dari gauntletku dan memakainya untuk
memblokir sebagai tameng.
“Sial!!!”
Crash!
Dengan tinjuku menghantam tombak, palu perkusi muncul di
sikut armorku! Dengan jumlah aura meningkat secara drastis, ia dengan dahsyat
meningkatkan dampak dari tinjuku!
Dari udara, aku menghajar Cao Cao ke arah tanah!
Smash.......!
Menerima seranganku, Cao Cao jatuh ke permukaan tanah!
-- Pada momen sebelum ia jatuh, dan menerima seranganku, Cao
Cao tersenyum!
Dampak kejatuhannya membuat tanah hancur, menciptakan kabut
debu dan pasir beterbangan.
Mengakhiri pertarungan jarak dekat di tengah udara, aku
mendarat dalam armor berat.
Rustle.
Dalam kondisi itu, armor beratku berubah menjadi kabut, dan
buyar oleh angin.
“...Ha....ha....”
Aku mulai terengah engah, dan jatuh di atas lututku......Yang
tersisa adalah perasaan lelah luar biasa.
-- Konsumsi staminanya terlalu berlebihan.
Dari situasi saat ini, rasanya armorku juga sudah mencapai
batasnya.
Aku telah menerima kekuatan baru. Yakni, kemampuan
berpromosi ke evil piece lain menurut kehendakku tanpa persetujuan dari [Raja].
Dan kemudian ditambah dengan kekuatan yang dilepaskan dari
Sekiryuutei, itu memberiku kekuatan sihir, kecepatan, dan kemampuan pertahanan
dan serangan pada level mengerikan.
Berpromosi ke [Peluncur] akan meningkatkan kekuatan sihir,
dan membuatku bisa menembakkan Dragon Shot bentuk terkuat.
[Kuda] membuang semua beban berlebihan dan menjadi
seperangkat armor kecepatan tinggi. Memakainya bersama dengan kekuatan
Sekiryuutei, memberiku kecepatan luar biasa.
Akhirnya, [Benteng] yang berlawanan dari [Kuda], dilengkapi
dengan armor berat, dengan kekuatan dan pertahanan meningkat drastis. Ini mode
dimana aku mengorbankan kecepatanku.
[Kuda], [Peluncur], dan [Benteng]. Kekuatan untuk memakai
ketiganya secara bebas, meningkatkan semua ciri itu sampai batas. Meski itu
mengurangi kemampuan lain sebagai pertukaran.
....Pada level output saat ini, masih belum cukup untuk
mencapai [Ratu]. Kalau aku memaksakan promotion, kekuatan akan membuatku entah
lepas kendali atau musnah karena aku tak bisa menahannya.
Belezebub-sama menyediakan kunci. Dengan bantuan Evil Piece
yang sudah disetel, kekuatan asli dari Sekiryuutei – Ddraig dibangkitkan.
Inilah situasi dari kemungkinan bebasku.......pintu terbuka
lebar, yang tersisa hanyalah untuk terus maju.
Namun konsumsi staminanya sangat deras.......kalau digunakan
berturut turut, aku akan kehabisan kekuatan sihir dalam sekejap?
[Partner, karena kekuatan yang dibebaskan, penghitungan
Balance Breaker sudah berkurang drastis. Waktu total Balance Breaker juga sudah
diperpanjang. Namun, konsumsi staminanya telah meningkat, khususnya kalau
mengubah mode secara berulang ulang. Ini akan berkurang asal kau terbiasa
memakainya.]
Apa iya, Ddraig? Jadi aku masih punya banyak ruang untuk
berlatih. Yah, kebangkitan juga sesuatu yang bisa dicapai sampai poin ini
melalui kerja keras?
Ngomong ngomong, kekuatan ini tak bisa digunakan dalam
Rating Game. Mengabaikan kehadiran [Raja] dan berpromosi secara paksa.
Beelzebub-sama juga menyebutkannya.
Yah, itu tak masalah dalam pertarungan nyata jadi aku akan
tetap menggunakannya.
Seiring aku perlahan bangkit, pandanganku tertangkap oleh
Cao Cao yang juga ikut berdiri.
......Brengsek, dia masih bisa berdiri setelah menerima
serangan langsungku.....? Tidak, sebelum dia menghantam tanah, dia memakai
tombak untuk bertahan, jadi dia masih bisa selamat.....
Cao Cao berdiri dari tumpukan puing puing tanah sebagai
dampak kejatuhannya.
Hidung dan mulutnya berdarah. Cao Cao menyeka darahnya dan
dengan keras menyentakkan lehernya.
“Jadi inikah Sekiryuutei. Maafkan rasa maluku sebelumnya.
Sepertinya kau telah mendapatkan kekuatan besar di saat saat kritis. Kalau aku
tak bertahan dengan tombakku, aku pasti sudah mati.”
Kalau begitu mati saja sana! Sial! Benar benar Longinus
terkuat! Pria itu bertarung dengan tubuh normal, dan aku seharusnya menang dalam
konfrontasi langsung!
“Apa ini karakteristik baru yang kau dapatkan diluar aturan
sistem Evil Piece? Ini hampir seperti Illegal Move (jurus ilegal).”
.....? Aku mengungkapkan keraguan pada istilah yang belum
pernah kudengar sebelumnya.
“Illegal Move?”
Cao Cao membalas pertanyaan yang meluncur dari mulutku.
“Ini adalah istilah dalam catur yang mengacu pada cara
irreguler melawan aturan. Serangan yang kau lakukan itu jelas jelas ilegal
dalam sistem Evil Piece.”
Jurus ilegal? Memang seperti makna katanya. Kekuatan itu tak
bisa digunakan di pertandingan.
[Kekuatan ini memberiku perasaan Triaina.]
Ddraig mengungkapkan opininya. Triaina? Apa maksudnya itu?
[Triaina adalah tombak bermata tiga dari Dewa samudra
Poseidon dalam mitologi Yunani. Dikenal luas sebagai Trident. Aku merasa kalau
serangkaian serangan dari Evil Piece sama kuatnya dengan Trident itu sendiri.]
Illegal Move......Triaina......
Tak buruk, nama ini, aku akan menggunakannya.
“Illegal Move plus Triaina. Sama sekali tak buruk. Maka aku
akan menyebut serangan ini Illegal Move Triaina!”
Mari coba nama ini untuk sekarang! Sekali aku menguasai
kekuatan [Ratu], mari pikirkan nama yang baru!
“Sungguh mengerikan. Dari segi kekuatan serangan langsung,
ini menyaingi Vali tanpa Juggernaut. Tidak, Vali meningkat setiap hari, aku
penasaran bagaimana dia sekarang........”
Terima kasih untuk pujiannya. Bahkan aku sendiri tak
berpikir sudah bisa mengejarnya. Pria itu adalah jenius.
“Serangan itu pasti sudah menghabiskan seluruh stamina dan
aura dari yang kau duga. Kau juga jauh dari menguasainya. Tidak, biarpun kau
menguasainya, konsumsinya masih akan signifikan......dengan perhitunganku,
Balance Breakermu hanya akan bertahan sepuluh menit lagi.”
.....Sial, itu jawaban yang nyaris benar. Pria ini menganalisaku
dengan sempurna. Tentu saja, aku tak akan memberitahumu berapa banyak waktu
yang tersisa.
Aku akan bertarung sampai saat terakhir.
Aku mendesah dan berkata pada Cao Cao.
“Kau benar benar terlalu sulit untuk dihadapi. Kupikir kau
meremehkan kami, namun kau masih menganalisa kami dengan tenang sepanjang waktu
ini.”
“Tidak, kebodohanku lah karena sudah sedikit meremehkan
kalian. Maafkan aku. Sebagai orang yang telah mendapat pengetahuan dari rahasia
Sekiryuutei namun tak tertelan dalam kekuatan, kau sungguh lawan yang tangguh.
Aku harus kembali dan bercermin lagi.”
Cao Cao menepuk nepuk tombak di bahunya.
“—Sungguh menggembirakan, aku belum pernah merasakan seperti
ini sejak terakhir berduel dengan Vali. Benar, berduel dengan Naga Legendaris
adalah yang terbaik. Ini juga bukti kalau aku adalah keturunan dari Pahlawan.”
.....Menggembirakan. Aku benci para maniak bertarung ini.
Kapan aku bisa membangun haremku dan hidup dengan damai.....
“Apa kalian berencana melakukan peperangan total dengan semu
golongan seperti ini?”
Cao Cao menggeleng kepalanya oleh pertanyaanku.
“Kau salah. Tim seperti ini tak cocok untuk peperangan
jangka panjang. Meski kami kuat secara individual, kami tak bisa menghadapi
kekuatan yang teraliansi. Ya, kami akan memberi kehilangan besar pada mereka,
namun kami akan dilenyapkan. Menyerang titik lemah mereka dengan serangan tiba
tiba itu jauh lebih efisien, jadi aku akan terus berada dalam organisasi ini.”
.....Jadi dia memiliki alasan semacam ini untuk berada di
bawah Ophis. Licik sekali. Pasti ada alasan yang lain juga.
Bzzz! Bzzz!
Suara kebisingan mulai mengguncang dimensi. Aku pernah
mendengar suara ini sebelumnya, itu suara dimensi yang terbelah membuka.
Melihat ke arah datangnya kebisingan – terdapat lubang besar
tengah terbentuk.
I-Ini.....! hal itu muncul dalam pikiranku, imej Naga merah
raksasa di celah dimensional.
“Sepertinya sudah dimulai.”
Cao Cao tertawa bahagia. Be-berarti Great Red sudah
terpanggil menggunakan pemimpin Kyuubi dan lingkaran sihir.....!
“Mungkin lingkaran sihir itu plus kekuatan besarmu telah
menarik True Dragon itu kemari.”
Cao Cao berbicara dengan nada mengejek!
....Apa, karena aku meningkatkan kekuatanku!?
“Georg, persiapkan ritual Pemakan Naga—“
Cao Cao berhenti di tengah tengah ucapannya. Dia menyipitkan
matanya dan menatap celah dimensional dengan ekspresi mempertanyakan.
“.....Tunggu, itu bukan Great Red?....Juga, touki[23]
ini.......!”
Groar!
Muncul keluar dari celah dimensional adalah Naga oriental
langsing raksasa, dengan panjang beberapa puluh meter.
Bukan, itu bukan Great Red! Na-naga apa itu!?
Memancarkan aura hijau sambil dengan anggun terbang di
langit malam, ia nampak seperti pemandangan dalam mimpi.
Cao Cao mulai berteriak!
“—Itu Mischievous Dragon, Yu-Long![24]”
Yu-Long! – aku ingat kalau dia adalah salah satu dari Lima
Dragon King!
Meski Cao Cao terkejut oleh kehadiran Naga oriental itu,
tatapannya tak terfokus pada Yu-Long, namun pada sesosok yang menunggangi
punggung Naga.
Aku juga melihat ke arah sana—
Disana terdapat sesosok kecil. Ah, sosok itu telah turun
dari punggung Yu-Long. Tidak tunggu, dia melompat!? Dari ketinggian seperti
itu!?
Sosok kecil itu sama sekali mengabaikan ketinggian, dan
mendarat di atas tanah.
“Sungguh aliran ki youkai yang kuat, serta aliran
[Dominasi]. Karena hal hal ini, seluruh kota ibukota jadi dipenuhi oleh
gangguan aneh.”
Sosok kecil itu bersuara seperti kakek tua, dan mendekati
kami selangkah demi selangkah. Kecil sekali. Sosoknya sangat pendek. Anak
kecil.....? dia memiliki tinggi seperti anak TK.
Bulunya memancarkan cahaya keemasan! Ia mengenakan busana
seperti biksu di tubuhnya.......Dia terlihat seperti seekor kera.....wajahnya
penuh keriput. Ngomong ngomong, kulitnya hitam.....youkai? Youkai monyet?
Membawa senjata seperti tongkat, titis berdoa di kepalanya,
dan mengenakan kacamata hitam cyber! Dia tersenyum penuh percaya diri sambil
menghisap pipanya.
“Hei, lama tak jumpa, pengguna tombak suci. Anak sialan itu
sudah besar rupanya.”
Kakek monyet itu berbicara pada Cao Cao. Cao Cao tersenyum,
hampir menutup matanya.
“Sang Victorious Fighting Buddha, aku tak pernah menyangka
anda akan datang. kudengar anda terus menggagalkan rencana kami di sepanjang
dunia.”
“Bocah, leluconmu sudah berlebihan. Tak mudah bagiku untuk
bisa sepakat melakukan pembicaraan dengan pemimpin Kyuubi mewakili Heavenly
Emperor, dan kau malah menculiknya. Ada banyak Pahlawan yang menjadi Dewa dan
ada juga Pahlawan yang keturunannya meracuni dunia. Tirani dan dominasi hanya
bertahan selama satu generasi, bukankah itu benar, Cao Cao?”
“Racun? Sampai disebut racun oleh anda, aku merasa
terhormat.”
......Aku bisa melihat Cao Cao memperlakukan kakek ini penuh
rasa hormat sembari mereka berbicara. Ngomong ngomong, seluruh golongan
Pahlawan tengah menatap si kakek tua dengan keseriusan tinggi? Atau harus
kukatakan ketegangan, sepertinya mereka berada di bawah tekanan kuat.
Ngomong ngomong, dia pembawa pesan.......Heavenly Emperor?
Heavenly Emperor itu Sakra, kan? berarti seorang yang akan bernegosiasi dengan
pemimpin Kyuubi adalah kakek monyet ini? Bisa menjadi pembawa pesan, dia pasti
monyet yang sangat kuat?
“.....Siapa itu, kakek seperti.......monyet itu?”
“.....Mungkin Sun Wukong[25],
dan merupakan generasi pertama.”
Kiba telah selesai disembuhkan dan berbicara sambil
menghampiriku. I-I-I-I-I-I-Itu benar benar dia! Kata kata Kiba membuatku
terkejut dari lubuk hatiku!
“Ge-Ge-Ge-Ge-generasi pertama Sun Wukong? Kakek monyet itu
orang terkenal dalam cerita Journey to the West.........!”
Sungguh!? Luar biasa! Ya, benar juga, Sensei menyebutkan
tentang bala bantuan—
Dia pasti menyadari tatapanku, dan si kakek monyet tersenyum
dengan bibir keriputnya.
“Bocah Sekiryuutei. Kau sudah berusaha keras. Itu denyut
Naga yang sangat bagus. Namun, kau tak perlu memaksakan dirimu lagi. akulah
bala bantuan itu. serahkan saja semuanya pada kakek ini. Yu-Long, kuserahkan
Kyuubi padamu.”
Kakek monyet Sun Wukong memberikan perintah pada Yu-Long
yang terbang di udara. Dan kemudian si Dragon King – Yu Long mengungkapkan
ketidakpuasan.
“Hei hei, memberi perintah pada Naga seenaknya. Kakek
sialan! Pergi kemari saja sudah membuatku lelah! Yang jelas, apa yang terjadi
pada rekan rekan penyihir Hakuryuukou itu! wow, lihat, itu Vritra! Hei hei hei,
yang sedang melawan rubah itu adalah Vritra! Sudah berapa tahun ya?”
.......Naga itu, nampak antusias sekali!
“Belum berubah sama sekali.”
A-Apa iya, Ddraig......?
Sang Pertama meniup pipanya dan berbicara.
“Kau bisa memakan sisa hidangan Kyotomu nanti. Bagaimana?”
“Itu janji, kakek! Kau harus mentraktirku dengan semua macam
hidangan nanti! Ah! Jangan meremehkan Dragon King-sama! Wanita rubah! Aku ini
sangat kuat!”
Memprotes, Yu Long mulai menghadapi si pemimpin Kyuubi.
“Oke, maafkan bocah itu, tapi aku akan menghukum keturunan
Cao Cao sekarang.”
Sang Pertama berjalan ke arah Cao Cao. Siegfried
mengacungkan lengannya, dan meluncurkan serangan kejutan pada Sang Pertama!
“Siegfried! Jangan hadapi dia! Kalau itu kau—“
Meski Cao Cao mencoba menghentikannya, Siegfried dengan
senang hati menyerbu!
“Boss monyet! Kalau itu Sun Wukong, maka aku tak keberatan
dengan lawan seperti i—“
“Memanjang, tongkat!”
Crash!
Usai mengatakan itu dengan kalem, tongkat di tangan Sang
Pertama memanjang dengan cepat, dengan mudah menerbangkan Siegfried!
“---!”
Crash crash crash crash!
Dengan satu serangan, Siegfried dilempar terbang ke tumpukan
puing puing.
Ku-Kuat sekali! A-apa yang terjadi, kakek monyet ini!
Mengalahkan Siegfried dalam satu serangan! Bahkan Kiba dan Xenovia dengan Durandal
baru tak bisa menang!
“Kau belum siap menjadi lawanku, pemuda pengguna Pedang
Iblis. Tak cukup kekuatan pada pinggangmu. Kau lebih baik berlatih lagi.
mulailah dengan jogging.”
Dengan Sang Pertama menasehati Siegfried, Yu Long mulai
berbicara.
“Ooh wawawawa! Hei kakek sialan! Rubah ini terlalu kuat!”
Yu Long tengah terbelit oleh ekor Kyuubi!
I-itu pertandingan yang keras! Ngomong ngomong, Dragon King
ini sangat antusias!
“Bertahanlah. Kau ini Dragon King, kan?”
Sang Pertama berbicara sambil mendesah.
“Diantara para Dragon King, aku yang termuda! Dan juga yang
paling lincah!
“Kau benar benar jago berdebat. Kau Dragon King termuda yang
mengusulkan mundur tak lama setelah mengakhiri peperangan panjangmu. Pakailah
kekuatan penuhmu untuk mengalahkannya.”
“Paham. Aku akan berjuang yang terbaik!”
Ah, mereka mencapai pemahaman seperti itu saja. Mereka
sungguh partner yang baik.
Pengguna Dimension Lost melepaskan lingkaran sihir yang
mengikat Kyuubi dan mengacungkan tangannya ke arah Sang Pertama. Sepertinya
dibandingkan memanggil Great Red, menghadapi kakek monyet ini jauh lebih
penting!
“—Tangkap dan ikat. Kabut!”
Kabut yang sebelumnya mulai mengelilingi Sang Pertama dan
berkumpul.
“—Dengan keadilan Surga, Halilintar yang menyegel rahang
Naga. Jatuhlah ke bumi!”
Thud!
Sang Pertama melafalkan mantra, dan kemudian memukulkan
tongkatnya ke tanah sekali, dan kabut buyar! Dia menghancurkan kabut itu dengan
semudah itu!
“Latihan Sacred Gearmu sangat lemah. Kau harus memasuki
dialog dengannya seperti Naga merah disana, bagaimana?”
Ah, aku baru saja dipuji. Aku jadi senang!
Si pengguna kabut sangat terkejut. Tentu saja, dia memiliki
kekuatan Longinus kelas top, namun itu sama sekali tak efektif!
Ting!
Cao Cao melihat celah dan memanjangkan bilah tombaknya,
berniat menyerbu Sang Pertama.
Dengan satu jari, Sang Pertama memblokir tombak! Ayolah, apa
itu sungguhan! Dia bertahan dari tombak semudah itu!
“....Bukan serangan buruk. Tapi hanya ini, kau masih muda.
Pada level yang bisa dihentikan oleh jariku, mustahil bagimu untuk melenyapkan
Dewa Dewa dan Buddha. Entah kau atau si pengguna kabut, tak ada yang memberiku
serangan serius. Jangan meremehkan aku.”
Mendengar ucapan Sang Pertama, Cao Cao tertawa.
“.......Begitu. kekuatan monster itu masih ada.....Kami
terus mendengar tentang betapa kuatnya dirimu di hari hari mudamu. Tapi
bagaimana dengan sekarang?”
Pada pertanyaan Cao Cao, Sang Pertama hanya mengangkat
bahunya dengan berani.
Siegfried bangkit dari reruntuhan dan berkata pada Cao Cao.
“Cao Cao. Sudah berakhir. Sun Wukong sangat terkenal dalam
menghentikan operasi Khaos Brigade beberapa kali. Kalau kita terus menyerang
dengan sembrono, bakat bakat berharga bisa terluka. Aku terlalu naif. Kakek tua
ini benar benar kuat.”
Mendengar itu, Cao Cao menurunkan tombaknya.
“Waktunya untuk mundur eh. Memilih momen yang salah bisa
berdampak pada luka luka fatal.”
Smack!
Golongan Pahlawan dengan cepat berkumpul di satu titik, dan
si pengguna kabut mulai mengaktifkan lingkaran sihir raksasa di bawah kakinya.
Itu lingkaran sihir transportasi! Mereka mencoba kabur! Cao Cao meninggalkan
sejumlah kata.
“Mari kita akhiri saja, Sang Pertama-dono, para budak
Gremory, serta Sekiryuutei, kuharap bisa menemuimu lagi kapan kapan.”
Tunggu! Jangan kira kau bisa kabur!
Sa-sampai melakukan ini sepanjang piknik sekolah kami! Serta
menculik Ibu Kunou—
Aku mengumpulkan aura, membentuk meriam di gauntlet kiriku.
Memusatkan kekuatanku yang tersisa pada meriam, aku memfokuskan pada satu
serangan ini.
Buzzzz.......
Dengan suara pelan, energi perlahan berkumpul di meriam
gauntlet. Serangan besar tak diperlukan, asal bisa mengenai pria itu saja sudah
cukup!
Sang Pertama tersenyum padaku.
“Kau akan menyempurnakan misiku? Tentu, tak masalah.
Kuizinkan kau menghukum bocah itu. hanya untuk sesaat, tapi aku akan
meningkatkan kekuatanmu.”
Sang Pertama mengetuk pelan armorku dengan tongkatnya.
--Dan kemudian, aura mengalir keluar dari tubuhku! Apa ini
kekuatan Senjutsu?
Tubuhku, apa memiliki aura sebanyak ini!? Tidak, apa ia
tertidur?
Terima kasih banyak, kakek tua! Dengan ini aku punya cukup
untuk menembakkan meriam!
Aku mengunci incaran laras meriam pada Cao Cao.
“—Kau pikir kau bisa kembali tanpa mendapat hukuman? Ini
hadiahku untukmu, suvenirmu dari Kyoto!”
Boom!
Tembakan sihir padat ditembakkan dari meriam gauntlet!
“Brengsek arogan!”
Heracles dan Jeanne melangkah ke depan, berniat melindungi
Cao Cao. Ini dia! Aku membayangkan sihir Sirzechs-sama dalam pikiranku.
-- Aliran serangan tanpa henti itu!
Tidak tidak, aku tak perlu mencapai level gerakan seperti
itu! Hanya perlu mengubah arah tembakan saja!
“Membelok!”
Usai aku berteriak, aku membebaskan imajinasi dalam
pikiranku! Dalam sekejap itu, tembakan meriam mengubah arahnya dan membelok
disekitar Heracles dan Jeanne!
Smack!
Serangan kejutan menghantam wajah Cao Cao!
“Oooh oooh oooh......”
Asap merah mengepul, sambil Cao Cao menutupi wajahnya.
Aku membuatnya berbelok! Aku membuat seranganku kena! Ada
banyak ruang untuk peningkatan, jadi kalau aku menginginkannya, aku bisa
mengubah arah Dragon Shot yang aku sudah tembakkan? Pertarungan dengan
Sirzechs-sama ternyata tidak sia sia!
Mata kanan Cao Cao berdarah, namun dia masih menatap kemari!
Wajahnya menjadi merah penuh darah.
Pria itu menutupi mata kanannya, dan menunjukkan ekspresi
sangat marah.
“.....Mataku.....Sekiryuutei.....”
Mengangkat tombaknya, Cao Cao mulai melafalkan kata kata
mantra yang kuat.
“—O tombak! Tombak suci sejati yang bahkan menembus Tuhan!
Seraplah ambisi tirani yang tertidur di dalamku, berkah dan kehancuran akan—“
Siegfried menutupi mulut Cao Cao sebelum dia menyelesaikan
ucapannya!
“Cao Cao! Hentikan ucapanmu! Masih terlalu dini untuk
menunjukkan Balance Breaker True Longinus – Truth Idea.”
Kata kata ini membuat Cao Cao lebih tenang dan dia menarik
nafas panjang. Dan kemudian Siegfried berkata.
“Mundur. Annihilation Maker Leonardo juga sudah mencapai
batasnya. Kalau terus begini, anggota kita diluar takkan bisa bertahan lebih
lama lagi. Bagaimanapun juga, kita sudah mengumpulkan banyak data berharga, dan
memperoleh pengalaman yang sangat bagus.”
Siegfried menatap Sang Pertama. Kelihatannya dia masih bisa
membuat serangan barusan tadi.
Cao Cao menatapku dengan mata kirinya. Sungguh tatapan
tajam......tatapan macam apa itu?
“Paham. Sang Pertama, dan Sekiryuutei – bukan, Hyodou Issei.
Mohon izinkan kami pergi. Astaga, aku tak bisa mentertawakan Vali lagi. aku
juga dalam kondisi sama. Kau selalu berhasil mengacaukan kami di saat
terakhir.”
Apa dia bicara soal pertarungan di Akademi Kuou dengan Vali?
Cahaya dari lingkaran sihir semakin silau. Tepat sebelum
pergi, Cao Cao berkata padaku.
“—Hyodou Issei, jadilah lebih kuat lagi. lebih kuat dari
Vali. Kalau itu terjadi, aku bisa menunjukkanmu kekuatan sejati dari tombak
ini.”
Meninggalkan kata kata itu, Cao Cao dan golongan Pahlawan
menghilang dari dimensi ini.
.....Dalam sekejap mereka pergi, kelelahan menghajarku.
Bahkan mempertahankan mode armor sudah menguras seluruh tenagaku.
Golongan Pahlawan. Cao Cao.......Longinus
terkuat.......semuanya begitu misterius.
Aku hanya bisa mengatakan ini.
Golongan Pahlawan, terutama pria itu, benar benar kuat.
Setelah golongan Pahlawan kabur, yang tersisa hanya kami,
dan Sun Wukong dan Yu Long yang datang sebagai bala bantuan. Serta si Pemimpin
Kyuubi.
“Ah, lelah sekali, kalau Vritra tak disini maka akan semakin
menyusahkan.......”
Yu Long mendarat dan mengambil nafas panjang.
Si pemimpin Kyuubi telah dihentikan oleh Yu Long dan Saji
yang telah pulih – Vritra. Setelah itu, Saji telah kembali ke wujud manusia
namun pingsan di atas tanah, dan sekarang sedang menerima penyembuhan Asia.
Terima kasih untuk kerja kerasmu, Saji.
Namun, si pemimpin Kyuubi tak kembali ke wujud manusia, dan
saat ini pupilnya masih abu abu dan belum memulihkan kesadarannya.
“Ibu! Ibu!”
[.....]
Kunou berteriak untuk memanggil Yasaka-san.......namun tak
ada respon.
“Sekarang apa yang kita harus lakukan? Meski aku bisa
memakai senjutsu untuk mencabut ki jahat darinya, itu akan memerlukan waktu
lama.”
Sambil mengisap pipanya, Sang Pertama tengah memikirkan
solusi. Kemudian dia memikirkan sesuatu, dan menatap wajahku.
“Bocah merah. Kau nampaknya memiliki kekuatan aneh yang bisa
mendengarkan payudara wanita?”
Apa, bagaimana dia tahu......? Apa kekuatanku setenar itu?
Ah, kalau dia menonton video pertandingan Rating Game, maka tidak aneh baginya
untuk tahu?
“Eh, eheh, itu benar.”
“Bagus. Kalau begitu aku akan memandumu. Pakailah teknik itu
pada si gadis kecil dan Kyuubi disana.”
Memakai Bilingual pada mereka berdua? Apa yang bisa kita
harapkan dengan menanyakan payudara mereka?
Meski aku tak paham, aku memakai kekuatan sihirku yang
tersisa untuk menghasilkan wilayah payudara misterius itu.
Mengirim kekuatan ke pikiranku, meningkatkan hasrat duniawi
sampai max, dan kemudian melepaskan kemampuanku!
“Maju! Bilingual!”
Aku memakai teknikku pada Kunou dan Yasaka-san! Di saat yang
sama aku melepaskan armorku. Hanya melakukan tugas ini saja sudah menguras
semua kekuatan sihirku!
Mengkonfirmasi kalau jurus sudah kuaktifkan, Sang Pertama
memutar tongkatnya dan memukul tanah. Dalam sekejap itu – ia menciptakan ruang
aneh yang menutupi wilayah payudara tempat kami berada.
Sekelilingku nampaknya seperti berputar secara
konstan.......dan pandanganku menjadi kabur?
“Ini cara kreatif dalam memakai teknikmu, bocah merah,
mengubahnya menjadi percakapan dari hati ke hati. Dialog diantara si gadis
kecil dan Ibunya.”
Sang Pertama berbicara pada Kunou. Kunou mengangguk dan
menutup matanya. Dan kemudian aku mendengar suara Kunou dalam hatiku.
“.....Ibu.....Ibu. Bisakah Ibu mendengarku, Ibu......”
Itu suara Kunou. Hatiku terisi oleh suaranya.
“Ibu......tolong kembalilah jadi normal....kumohon,
tolong.......”
Namun, Yasaka-san masih tak merespon.
Air mata mengalir di wajah Kunou seiring dia melanjutkan.
“.....Aku tak akan nakal lagi......aku akan memakan ikan
yang aku benci. Aku tak akan terbang di Kyoto di malam hari lagi......jadi
tolong kembalilah seperti biasa lagi Ibu.....tolong......maafkan
Kunou.......Ibu......”
.....sungguh permohonan yang miris. Kunou terus meminta maaf
berkali kali pada Yasaka-san.
Pada saat inilah—
“....Ku.....nou....”
Suaranya tipis, namun aku bisa mendengarnya! Kunou
mengangkat kepalanya, dan mulai memanggil manggil lagi.
“Ibu! Kunou ada disini! Tolong nyanyikan lagu itu untukku
lagi! Tolong ajari aku untuk menari lagi! Kunou, Kunou akan jadi anak baik dari
sekarang! Aku ingin bersama Ibu......di Kyoto! Aku ingin tinggal bersama di
Kyoto.....!”
Flash.
Cahaya lembut mengelilingi Kunou, dan kemudian cahaya mulai
menutupi Yasaka-san. Tubuh pemimpin Kyuubi mulai bercahaya, dan perlahan,
ukurannya mengecil.
Seiring cahaya menghilang, Yasaka-san telah kembali ke sosok
manusia.
Luar biasa! Kembali jadi normal! Aku hanya bisa mengangkat
tanganku dan bersorak!
“....Tempat ini?”
Tubuh Yasaka-san berguncang, yang terasa mengkhawatirkan.
Namun, meskipun kesadarannya masih kabur, setidaknya dia sudah kembali!
Kunou berlari ke sisi Yasaka-san. Melompat ke dada Ibunya,
dia menangis dengan keras.
“Ibu! Ibu!”
Yasaka-san dengan lembut memeluk Kunou, dan membelai
kepalanya.
“.....Ada apa, Kunou. Kamu selalu cengeng.”
Sial......aku jadi menangis melihat adegan menyentuh ini.
“Oh....Kunou-chan, ini mengharukan.....”
Menyelesaikan penyembuhan semua orang, Asia juga ikut
menangis.
Ah, ah. Ini memang adegan mengharukan. Menyentuh sekali,
Kunou!
Mengkonfirmasi kalau kesadaran Yasaka-san sudah kembali,
Sang Pertama mengumumkan kalau insiden telah berakhir.
“Yah, tak peduli apa, insiden ini telah terselesaikan.”
Sehingga, insiden berakhir dengan selesainya pertarungan
penyelamatan pemimpin Kyuubi setelah banyak cobaan dan musibah.
Maven
Pertarungan menegangkan telah berakhir, dan semua orang
kembali ke dunia nyata, berkumpul di atap hotel tempat kami menginap.
Sensei meletakkan tangannya di bahuku dan berkata.
“Kamu berhasil melakukannya, Ise. Tim medis! Tolong rawat dengan
cermat para budak Gremory serta irina dan Saji! Mereka mungkin tak banyak
terluka, namun kehabisan kekuatan sihir dan stamina!”
Sensei memberikan pengarahan pada para stafnya.
Pemikiran baik Sensei seperti berkah. Aku......lelah sekali
seperti mau mati. Pastinya takkan bisa memasuki Balance Breaker lagi malam
ini.......
Pertarungan berakhir dengan mundurnya golongan Pahlawan.
Setelah pertarungan dahsyat dengan Dimension Lost dan antimonster, sejumlah
golongan yang tengah berjaga di barikade Kyoto sekarang sedang mengurus
kekacauan setelah pertarungan. Namun, golongan Pahlawan ternyata mampu lolos
dari barikade dan menghilang......hanya dari fakta ini saja terlihat kalau
golongan Pahlawan adalah lawan yang menyusahkan.
Sepertinya mereka menggunakan si bocah Annihilation Maker
untuk menciptakan sejumlah besar monster sebagai pengalih perhatian, yang
membuat golongan Pahlawan bisa menembus celah dan kabur.
Saat kami kembali, semua orang langsung tumbang. Kakiku
bergetar dan aku nyaris tak kuat berdiri, kelelahanku sudah mencapai max......
Asia juga kelelahan dari menyembuhkan rekan rekannya dan
dari ketegangan pertarungan, ia sekarang sedang tertidur lelap dengan bersandar
di tubuhku.
Perawatan penyembuhan semua orang sudah selesai, namun
sekedar cari aman, kami juga menerima perawatan tambahan.
“Maaf Ise-kun, tadi aku sudah tak berguna.”
Kiba meminta maaf sambil berbicara padaku. Aku mengibaskan
tanganku. Yang penting dia sudah berusaha.
“Gen-chan!”
“Genshiro!”
Para budak Sitri tengah menyertai Saji yang tergeletak di
atas tandu, dengan mata berair penuh kecemasan. Berubah menjadi Dragon King
pasti menghabiskan staminanya, dan Saji kehilangan kendali setelah pertarungan.
Karena dia tak perlu berdialog denganku untuk tetap dalam kendali, sepertinya
dia benar benar berusaha keras. Ngomong ngomong Saji, kamu juga seorang yang
sangat disayangi oleh rekan rekanmu.
Setelah itu, aku juga ditelepon oleh Buchou. Aku melaporkan
seadanya, namun dia menyuruhku memberi penjelasan penuh saat sudah pulang
nanti.
.....Apa aku akan dibunuh?
Tepat saat pikiranku dipenuhi kegelapan, si kakek monyet –
sang generasi pertama Sun Wukong berjalan menghampiriku.
“Bocah.”
“Ah, ya.”
“kau sepertinya sudah memperoleh kekuatanmu sendiri,
kekuatan besar yang berbeda dari Juggernaut. Sungguh anak hebat. Juggernaut
adalah trik konyol. Itu hanya kekuatan lepas kendali, kekerasan murni. Dan
kemudian kau mati. Bocah, kau memiliki gadis yang penting untukmu, kan?
bagaimanapun juga, kau adalah seorang yang dijuluki Oppai Dragon.”
Aku, aku sedang dipuji! Sungguh kehormatan besar bisa dipuji
oleh protagonis dalam Jouney to the West! Yang jelas, soal gadis gadis! Sang
Pertama menunjuk pada Asia.
“Tidak, hahahahaha. Eh eh, kupikir juga begitu.”
“Kalau begitu jangan buat dia menangis. Kau adalah tipe yang
akan menjadi kuat demi impian dan wanita. Juga, Sekiryuutei dan Hakuryuukou
sudah merupakan konsentrasi kekuatan. Biarpun kau tak mengandalkan Juggernaut
kau masih bisa menjadi kuat dengan cara berbeda – namun, kau masih dalam
bahaya.”
Sang Pertama menatap wajahku, lalu mengangguk.
“?”
Aku tak paham apa maksudnya, namun Sang Pertama hanya
meniupkan asap rokoknya dan tertawa.
“Juga, idiot dari keluargaku itu sudah memberimu masalah.
Maafkan aku.”
Ah, Bikou rupanya. Ya, dia memang menyusahkan. Buchou sangat
marah karena nama panggilan “Switch Princess” yang dia berikan.
Sang Pertama lalu menepuk nepuk kepalaku.
“Emosi akan melepaskan Juggernaut, ingatlah itu. Dan
serangan akhir pada Cao Cao itu adalah serangan bagus. Kau harus berusaha pada
arah itu. jangan pernah menyerah pada impian dan kerja keras – berikutnya,
karena misi pembawa pesan Sakra sudah selesai, aku akan cari idiot itu. sampai
membuat onar dengan Vali, mereka berdua akan kuberi pelajaran. – Jaga dirimu.
Jade Dragon, mari kita pergi ke tempat Kyuubi.”
“Aku paham, kakek sialan. Bye, Ddraig!”
Sebelum suara mereka menghilang, Sang Pertama dan Jade
Dragon sudah pergi jauh.
.....Ditinggalkan sendiri, aku meremas tanganku yang
gemetaran......tanganku sudah kelu. Ini bukti kelelahan ekstrim. –Kekuatan yang
tertidur dalam Sacred Gear sudah digabungkan dengan evil piece untuk menjadi
kekuatan baruku.
Masih ada banyak ruang untuk peningkatan, dan harus banyak
banyak berlatih lagi.
Sairaorg-san, Vali.......dan Cao Cao.
Aku takkan kalah, dan pasti, aku akan jadi lebih kuat. Jauh
lebih kuat.
Aku percaya, suatu hari nanti, impianku akan terwujud—
Elsha-san, Belzard-san, meski kita berpisah dengan cara
sangat menggelikan, tapi tolong teruslah awasi aku dari dimanapun kalian
berada.
Sebagai Sekiryuutei, sebagai Oppai Dragon, akan kulakukan
apa yang harus kulakukan.
Di malam terakhir di Kyoto, aku menengadah ke arah langit
dan memperbarui keyakinanku.
New Life
Bagian 1
Di hari terakhir piknik sekolah—
Mungkin karena kelelahan tadi malam, kami masih capek bahkan
setelah tidur semalaman. Kami dari kelompok Gremory harus menyeret tubuh lelah
kami keluar dari ranjang untuk menyelesaikan berbelanja untuk suvenir di hari
terakhir.
.....Meski terburu buru membuat kami terengah engah, kami
akhirnya menyaksikan menara Kyoto.
Belanja suvenir selesai, dan sekarang waktunya meninggalkan
Kyoto.
Di stasiun kereta peluru Kyoto, kami tengah dilepas oleh
Kunou dan Yasaka-san.
“Sekiryuutei.”
Kunou tersenyum dan memanggil namaku, sambil memegang tangan
Yasaka-san.
“Memanggilku Ise saja tak apa apa.”
Mendengar kata kataku, wajah Kunou menjadi merah dan
bertanya malu malu.
“....Ise. Apa, apa kamu masih akan kembali ke Kyoto?”
“Ah, ya, pasti.”
Kemudian suara nyaring terdengar.
Suara kereta yang hendak berangkat menggema sepanjang
stasiun. Kunou berteriak padaku.
“Kamu harus kembali! Kunou akan selalu menunggumu!”
“Ah ya, bersama dengan semua orang. Lain kali kamu harus
menunjukkan sisi tersembunyi Kyoto padaku!”
“Ya!”
Mendengar percakapan kami, Yasaka-san berbicara.
“Azazel-sama, Sekiryuutei-sama, serta para Iblis, Malaikat,
dan Malaikat Jatuh, aku mohon maaf. Aku ingin berterima kasih pada kalian
semua. Aku sudah siap untuk bertemu dan berbincang dengan Leviathan-sama dan
Victorious Fighting Buddha. Aku selalu berharap agar semua orang bisa mengubah
situasi dan memperkuat kerjasama, dan jangan pernah biarkan Kyoto diteror
lagi.”
“Ah, kuserahkan hal itu di tanganmu, pemimpin youkai.”
Sensei tersenyum, dan menjabat tangannya dengan Yasaka-san.
Namun tiba tiba Leviathan-sama menempatkan tangannya di atas tangan mereka!
“Ufufu, semua orang sudah kembali sekarang☆
Setelah ini, Yasaka-san, ojichan monyet, dan aku akan menikmati Kyoto yang
menarik bersama☆”
Leviathan-sama terlihat sangat senang. Sepertinya dia akan
tinggal untuk sementara waktu di Kyoto dan berbincang lebih jauh dengan para
youkai.
Setelah sejumlah basa basi, semua orang memasuki kereta.
Di serambi stasiun, Kunou melambaikan tangannya dan
memanggilku.
“Terima kasih, Ise! Semuanya! Kita akan bertemu lagi!”
Kami juga melambai pada Kunou.
Dengan suara mendorong, pintu kereta peluru menutup. Meski
kereta sudah mulai berjalan, Kunou masih terus melambaikan tangannya.
--Kyoto, piknik empat hari dan tiga malam.
Sejak sampai disini, begitu banyak hal terjadi dalam waktu
yang singkat. Kiyomizu-dera, Ginkaku-ji, Kinkaku-ji, Arashiyama, istana
Nijou........selain itu, ada begitu banyak memori.
Mari datang kemari lagi. untuk bertemu kembali dengan Kunou
dan Yasaka-san – selanjutnya dengan Buchou dan semua orang.
......Ah. Aku tiba tiba memikirkan sesuatu.
“Aku lupa meminta Yasaka-san untuk menunjukkan aku
payudaranya sebagai hadiahhhhh!!!”
Sialan! Padahal aku sudah bekerja sangat keras! Banyak hal
terjadi sampai aku melupakan itu! sial! Ini pasti udara Kyoto yang sudah
mengacaukan otakku!
“Tidaaaak!!!! Payudara Kyuubiiiii!!!!”
Aku menggantung di pintu, dan menangis penuh penyesalan.
Bagian 2
Setelah kembali dari Kyoto, kami tengah dimarahi oleh Buchou
di salah satu ruangan kediaman Hyodou.
Kami semua tengah berlutut. Asia, Xenovia, Kiba, dan coba
tebak, Irina juga ikut bercermin. Karena kelelahan sepanjang perjalanan,
Rossweisse-san telah kembali ke kamarnya untuk tidur. Sepertinya dia sudah
menghabiskan banyak stamina. Menjadi Guru pasti tugas yang berat, dan digabung
dengan muntahnya karena mabuk........
Buchou dengan mata setengah terbuka sedang menginterogasi
kami.
“Kenapa kalian tak melapor padaku? – Itulah yang ingin
kutanyakan, tapi kami juga mendapat masalah di wilayah Gremory. Apa Sona tahu?”
“Ya, ya.....”
Kami menjelaskan semua hal yang bisa dijelaskan. Akeno-san
dan Koneko-chan juga marah.
“Saat aku menelepon kamu, kuharap kamu akan mendiskusikan
situasi denganku......”
“....Itu benar. Kenapa kamu memperlakukan kami seperti itu.”
“Tapi, tapi semua orang bisa pulang dengan selamat......”
Gasper!!!!! Kamu menolongku! Sungguh junior hebat!
“Oh iya, Ise juga akrab dengan cewek baru disana.”
Duduk di kursi, Sensei dengan santai menuangkan bensin ke
dalam api. Apa yang anda inginkan!?
“Dan itu adalah putri Kyuubi.”
Apa anda bicara soal Kunou! Hei hei hei!
“Tidak, sama sekali bukan begitu! Astaga, sensei, tolong
jangan buat kesalahpahaman!”
“Tidak, lihat saja Yasaka dan kamu akan tahu, gadis itu
pasti akan tumbuh menjadi gadia cantik berdada besar, kan?”
......Aku membayangkan penampilan Kunou di masa depan. Ya,
payudaranya pasti berukuran besar!
“....Mu-Mungkin begitu. Tapi tetap saja! Sudah kukatakan aku
tak tertarik dengan anak pendek!”
Buak!! Aku dipukul oleh Koneko-chan!
“Ouch....! Kenapa....?”
“....Bukan apa apa.”
Apa, apa begitu.........hati Koneko-sama mustahil untuk
dipahami seperti biasanya.......
“Oh iya, Rias, kekuatan Ise juga membuat lompatan besar,
kenapa tak kamu ampuni saja dia kali ini.”
Sensei akhirnya membantu sedikit.
Buchou juga mendesah dan mengangguk.
“Itu, aku sangat senang........tapi tiba tiba dipanggil ke
Kyoto, pa-payudara......”
Buchou nampak gelisah dengan wajah memerah padam.
Insiden yang itu! itu juga membuatku sangat seram! semua
orang lain yang mendengar tentang itu tak bisa mempercayainya, tapi berkat
penjelasan penuh air mata Ddraig mereka akhirnya bisa dibuat percaya.
Sungguh perkembangan diluar dugaan! Payudara Buchou kembali
menjadi normal dan berhenti bersinar. Itu sungguh mengejutkan........aku tak
tahu payudara bisa memancarkan cahaya....
Ngomong ngomong, aku sudah membantu semua orang yang ditahan
karena aku dan kembali ke kehidupan normal mereka. Semuanya, mohon maafkan aku!
Azazel-sensei juga berkata padaku.
“Ise, kupikir pilihan kekuatanmu itu sangat hebat. Rivalmu –
Vali mencoba membawa kekuatan Juggernaut hingga batas, untuk menjadi tiran,
Naga Langit. Biarpun kamu membuat pilihan yang sama dengan dia, itu hanya akan
terjadi seperti waktu sebelumnya saat golongan Maou lama menyerang, dan
dimangsa. Ise, jangan ambil jalan tirani namun pilihlah jalan kesetiaan.
Berharap menjadi [Raja] adalah ide bagus.”
Jalan menuju kesetiaan, begitu rupanya.
Bagaimanapun juga, kalau aku mencoba meniru Vali, aku takkan
pernah bisa mengejarnya. Mari maju dengan aliran yang ada saat ini.
Akeno-san sepertinya mengingat sesuatu dan menepukkan kedua
tangannya.
“Ngomong ngomong, dunia youkai sudah memutuskan untuk mulai
menyiarkan acara Oppai Dragon – Hei, Ise-kun, sepertinya kamu akan menjadi
lebih terkenal lagi.”
“Sungguh!? Sepertinya situasi jadi semakin lepas
kendali.......aku semakin mendapat perasaan seperti itu.”
Xenovia mengangguk.
“Ise akan menjadi pahlawan dari semua anak di dunia suatu
hari nanti. Ya, mungkin impianmu untuk naik peringkat dari orang biasa akan
tercapai tak lama lagi.”
Aku berpikir dalam dalam tentang ucapan Xenovia.
“Apa iya? Tapi aku tak merasa akan disambut oleh gadis
gadis..........kalau ini berlanjut, aku hanya akan dikelilingi anak anak, bukan
oleh harem!”
Sambil aku berpikir dengan pesimis, Sensei berujar “ah” dan
mengingat sesuatu.
“Oh ngomong ngomong, putri Phenex akan pindah ke Akademi
Kuou sebelum festival budaya.”
--! Selain Buchou, Akeno-san, dan Koneko-chan, semua orang
terkejut!
“Ravel! Sungguh!?”
Aku bertanya dan Sensei menjawab.
“Ah ya, sepertinya dia terpengaruh oleh contoh Rias dan
Sona, dan meminta untuk belajar di Jepang. Dia akan masuk ke kelas satu. semua
formalitas sudah selesai. Kelas yang sama dengan Koneko, eh? Tapi kucing dan
burung susah untuk akrab.......menyaksikan mereka berdua bersama pasti akan
menyenangkan.”
“....Terserah.”
Koneko-chan sepertinya tidak senang. Eh? Koneko-chan benci
Ravel? Bicara soal itu, aku belum pernah melihat mereka berbicara satu sama
lain. Sebagai kelas satu, mohon akurlah.
“Tapi, kenapa dia tiba tiba pindah kemari?”
Sensei menampakkan tatapan merendahkan dan melotot lama dan
tajam padaku.
Apa, apa yang anda ingin katakan dengan ekspresi seperti
itu........
“Ya, ini hanya dugaanku. Rias sepertinya akan mendapat waktu
waktu sulit.”
Setelah mendengar ucapan Sensei, bukan hanya Buchou, namun
wajah semua gadis juga menampakkan ekspresi gelisah.
“....bahkan setelah pulang, aku tak bisa rileks.”
Suara Asia terdengar sangat depresi!
“Tahanlah, Asia. Mengembangkan hubungan dengan cowok ini
artinya ketahanan. Aku juga mulai memahami hal itu baru baru ini.”
“Ya.....aku tak punya pilihan selain bertahan
sekarang.....?”
Xenovia dan irina juga dengan pelan berbicara diantara
mereka sendiri.
“Ketimbang bertahan, aku ingin menyerang.”
Akeno-san menampakkan senyum menantang!
A-aku sama sekali tak paham, apa yang mereka bicarakan?
Ravel kan gadis baik......
Buchou mendesah dan tersenyum masam.
“Oke, semuanya kembali dengan aman. Mari kita sudahi saja
hari ini. Aku akan menanyakan rinciannya dari Onii-sama melalui Grayfia nanti.”
Ah, mood Buchou nampaknya sudah mulai membaik.....
“Baiklah, festival sekolah sudah dekat. Kita harus serius
dengan persiapannya. Juga—“
Wajah Buchou menjadi serius dan melanjutkan.
“Pertandingan melawan Sairaorg. Ini seharusnya menjadi
pertandingan akhir dalam turnamen Iblis muda. Kita tak boleh lengah. Mari
persiapkan bersama!”
“ “ “ “ “ “ “ “ Ya! “ “ “ “ “ “ “ “ “
Benar sekali, festival sekolah memang penting, tapi
pertandingan melawan Sairaorg-san juga tak kalah pentingnya!
“Ise-kun, mari berlatih lagi kalau tubuh kita sudah baikan.
Aku merasakan ketidakbergunaanku di Kyoto, dan kuharap kamu bisa memberiku
kekuatan.”
“Ya, Kiba. Mari lakukan pertarungan simulasi sampai
pertandingan.”
Latihan dengan Kiba dimulai sekali lagi.
Aku benar benar ingin mencoba kekuatan ini pada orang itu
dan melihat seperti apa efeknya. Dan buat [Ratu] bangkit dalam kondisi itu.
banyak hal yang harus kulakukan. akankah kekuatan baruku ini diizinkan dalam
Rating Game?
“Karena itu, Buchou dan aku serta kita semua pasti akan
menang!”
Aku menyatakan keyakinanku sekali lagi.
--Kita harus mengalahkan Sairaorg-san! Tak ada kemenangan
singkat!
</noinclude>
Boss X Boss
“Sirzechs, kami akan mengirim data yang kami kumpulkan dari
golongan Pahlawan. Mereka sepertinya memiliki tiga Longinus peringkat top,
serta pengumpulan Balance Breaker. Bukan saja mereka mencoba memanggil Great
Red, namun sepertinya mereka mempunyai rencana lain. Para teroris menyusahkan
ini.”
“Mereka nampaknya bekerja dibawah prinsip “Menghancurkan
Aliansi Iblis dan Youkai”, Azazel, mengenai anggota intinya, inilah yang para
bawahan rendahan percaya sebagai ‘Keadilan’. Karena hal inilah sejumlah
golongan di barikade Kyoto menderita kekalahan besar. Mereka bukan saja
memiliki Annihilation Maker, namun memiliki para pengguna Balance Breaker, ini
mengubah situasi melebihi dugaan kita.”
“Dari sudut pandang manusia, Iblis, Malaikat, dan Youkai
semuanya adalah musuh—Mereka mungkin hanya memandang kita sebagai monster.
Aliansi tiga golongan dalam Injil sepertinya menjadi pemicu yang menyalakan
tindakan mereka. Iblis yang rukun dengan Malaikat Jatuh itu sudah mengejutkan,
namun Surga bekerjasama dengan Dunia Bawah itu bahkan lebih sukar dipercaya.
Tak mengejutkan kalau manusia akan merasa terancam dan marah pada perubahan
situasi tak wajar ini. – Selain itu, bagaimana pembicaraan dengan youkai?”
“Berjalan lancar. Mereka ingin bernegosiasi dengan Malaikat
Jatuh berikutnya.”
“Astaga, sepertinya proposal yang Shemhaza telah ributkan
selama ini akhirnya dimulai juga. juga, apa kau tahu kalau Sakra telah
mengirimkan generasi pertama Sun Wukong dan Jade Dragon ke sepanjang dunia?
Kali ini mereka juga membantu banyak.”
“Karena Tuhan dalam Injil sudah mati, dan sekarang, Indra –
Sebagai Dewa Dewa peringkat top, kalau Sakra dan Zeus sampai terbunuh oleh True
Longinus, maka keseimbangan kekuatan diantara sejumlah golongan akan hancur
sekali lagi. Bukankah mengirim generasi Sun Wukong untuk mengurus teroris
adalah cara terbaik?”
“Namun, kalau para Pahlawan, dengan kata lain manusia,
menjadi musuh kita, maka bukankah kita boss akhir yang pihak prajurit akan
kalahkan di saat terakhir? Atau Boss tersembunyi?”
“Manusia akan selalu menjadi eksistensi menakutkan dan sulit
diprediksi.”
“Benar sekali. – Ngomong ngomong, Ise dan yang lain sudah
memperoleh kemenangan di Kyoto. Tak ada pertanyaan lagi soal promosinya, kan?”
“Ya, itu sudah cukup. Kalau persoalan itu berjalan sesuai rencana,
aku akan merekomendasikannya setelah Rating Game berikutnya.”
“—Maksudmu pertandingan melawan Sairaorg. Sairaorg juga
sudah mengalahkan banyak teroris.”
“Satu satunya Iblis muda yang memiliki kemampuan selevel itu
adalah Bael, Agares, Gremory, dan Sitri. Sedangkan yang mampu menandingi eselon
atas dari Iblis Kelas Tinggi, aku takut hanya para budak Sairaorg dan Rias yang
memiliki kekuatan seperti itu. sehingga, harapan tinggi ditempatkan pada para
budak dari kedua pihak.”
“Sudah menyaingi Iblis kelas Tinggi profesional, eh?”
“Ya. Sekali mereka memulai Game resmi, mereka berdua pasti
akan memenangkan banyak titel dengan cepat. Juga, ada banyak orang dalam
keluarga Gremory yang sangat optimis dengan Rias, dan mereka sangat
mengantisipasi penampilan masa depan Ise-kun. sebagai kakak, aku sangat
bangga.”
“Haha, bangga pada adik iparmu secepat itu? sebagai Maou dan
kakak laki laki, identitasmu jadi terasa rumit.”
“Aku sangat senang. Ise-kun dan Rias adalah harapanku. Aku
ingin menyaksikan pertumbuhan mereka. Namun......”
“Ada apa?”
“.....Azazel, aku ingin bertanya. – Rias, apa yang terjadi
dengan payudara Rias?”
“Payudara Rias telah melampaui tahap baru pada insiden ini.
Sepertinya dia memasuki tahap kedua. – Jadi Rias sudah menjadi super Switch
Princess.”
“Ah kalau memang begitu.......bukankah mainan Oppai Dragon
harus memasuki tahap baru juga.....”
“Pikiranmu untuk bisnis jadi semakin tajam........Akankah
kekuatan Ise diizinkan dalam pertandingan? Kupikir itu kemampuan yang cukup
menarik.”
“Semua petinggi yang lain tak keberatan soal itu. Mereka
berpikir itu akan sangat menyenangkan. Yang tersisa adalah Sairaorg.......Tapi
aku takut dia mungkin akan—“
</noinclude>
Vali Lucifer
“—Dan itu saja. Laporanku sudah selesai. Vali-sama.”
“Ah terima kasih, Le Fay. Terima kasih sudah memancing
generasi pertama Sun Wukong dan Jade Dragon ke dimensi itu. – Bagaimana dengan
Hyodou Issei?”
“Aku sangat tersentuh menemui Chichiryuutei-san yang sangat
diantisipasi.”
“.....Begitukah. Ya, bagus.”
“Satu hal lagi. Generasi pertama-sama sepertinya sedang
mencari Vali-sama dan Bikou.....”
“Kita mungkin akan menemui mereka tak lama lagi. Untuk bisa
mengecoh kejaran dari Generasi Pertama akan sangat sulit.......Tapi tersembunyi
jauh di dalam Sacred Gear, Hyodou Issei sudah memulai kontak dengan para
pemilik masa lalu.”
“Vali-sama?”
“Membujuk orang lain dengan kata kata bukanlah gayaku. – Aku
akan mengambil tantangan yang lebih besar untuk mendominasi para pemilik masa
lalu, lebih menarik dengan cara seperti itu. Cao Cao, kalau kau mau mengalahkan
kami kau sebaiknya melakukannya selagi masih mungkin. –Sebelum aku dan Ise
betul betul melampaui kekuatanmu.”
</noinclude>
Bael
“Sairaorg, apa kamu dengar?”
“Ada masalah apa, Seekvaira Agares?”
“Rumor mengatakan kalau Sekiryuutei dibawah Rias Gremory
telah membangkitkan kekuatan baru.”
“Bukankah itu bagus. Ya, dia akhirnya bangkit juga. Aku
sangat menantikan itu.”
“Tapi masalahnya, mereka berkata kalau kemampuan ini sangat
kuat hingga membuat Rating game menjadi tak adil.”
“Tak masalah. Akan kubiarkan dia memakainya.”
“Juga dikatakan kalau dia mendapat sokongan dari
Beelzebub-sama.”
“Bukan masalah.”
“Lawanmu juga akan menjadi adik ipar masa depan dari
Sirzechs Lucifer?”
“Itu sempurna.”
“Dia berada di level yang sama dengan pemimpin golongan
Pahlawan – dia bertarung dengan tombak suci dan masih bertahan hidup.”
“Tentu saja. Dia takkan melanggar janji yang telah kami buat
sebelumnya. Bukankah kau setuju, Hyodou Issei?”
</noinclude>
Pahlawan
“Proyek Kyoto gagal, tapi rencana lain tengah dalam proses
penyesuaian. Kau akan segera melihatnya, Cao Cao.”
“Begitukah? Bagus. Siegfried.”
“Menurut rencana, aku akan ambil salah satu dari ini. – Cao
Cao apa kau akan menggunakannya?”
“Tombak ini saja sudah cukup untukku.”
“—bagaimana dengan matamu yang dilukai oleh Sekiryuutei?”
“.....Tak bagus, tak bisa digunakan lagi. Hoho, dia benar
benar mengenaiku kali ini.”
“Apa yang membuatmu membawa air mata Phoenix dan tak
memakainya......kalau begitu mari persiapkan penggantinya. Apa kau akan membuat
dia membayar untuk matamu?”
“Tentu saja tidak. Aku bukan sejenis penjahat kelas teri.
Ini pelajaran yang berharga. Luka di mata ini sebagai pengingat. – Bagiku,
Hyodou Issei dan Vali adalah Naga Langit terbaik. Sungguh menggembirakan.”
</noinclude>
Kata Penutup
Saya Ishibumi yang sudah berusia 30 tahun bulan ini. Selera
makan saya nampaknya menurun baru baru ini, apa karena usia?
Setelah 9 bulan, Jilid 9 akhirnya diterbitkan. Saya punya
banyak ide, jadi menuliskannya ke kertas memberi saya perasaan memuaskan seperti
menuangkan seluruh isi hati. Seiring pena mengalir dengan lembut, begitu pula
meningkatkan ketebalan dari buku. Kelompok Ise akhirnya bertarung dengan
golongan Pahlawan! Saya harus menulis banyak adegan pertarungan kali ini, dan
itu membuat saya sangat senang!
Satu tahun lalu, saya pergi ke Kyoto untuk mengumpulkan data
demi referensi. Sebelum itu saya belum pernah pergi ke Kyoto. Dalam 3 piknik
sekolah saat SD, SMP, dan SMA, secara ajaib mereka semua pergi ke Fukushima.
Kali ini saya pergi ke Kyoto, hidangannya sangat lezat, dan
pemandangannya sangat indah. Ibukota lama adalah tempat yang mengagumkan.
Sebagai pembukaan arc cerita 3, Jilid 7 adalah kisah legenda
Norse. Jilid ini adalah kisah youkai Kyoto.
Kyuubi diperkenalkan sebagai pemimpin youkai! Namun dia
mungkin hanya aktif sekali ini saja.....Untuk pemimpin, saya sedikit
mengubahnya. Awalnya saya berniat memakai Shuten-doji sebagai pemimpin, namun
seseorang berkata “Oni itu tidak bagus” akhirnya terpaksa saya ubah. Mereka
berkata kalau menulis Oni di buku akan menghasilkan konsekuensi
menakutkan......
Di tahap awal perencanaan DxD, salah satu ide adalah “Tuan
Putri Kyuubi menikahi onmyouji protagonis”. Saya berpikir apakah saya harus
menulis itu. pada akhirnya, ide itu berevolusi menjadi Iblis dalam novel, namun
ide orisinal tetap digunakan secara sebagian dalam jilid ini!
Jilid 9 bisa dikatakan sebagai pesta Balance Breaker. Saat
berdiskusi dengan Miyama Zero dan supervisor, saya bertanya tanya “Apakah pesta
Balance Breaker mungkin?” namun mereka berdua segera memberikan dukungannya,
berkata kalau “DxD bisa mengalahkan inflasi!” berkat mereka, dalam jilid ini,
kekuatan Ise juga meningkat! Dia mulai menyadari kekuatan uniknya sendiri
sebagai Sekiryuutei namun berbeda dari Juggernaut. Sebagai sumber kekuatan,
Buchou sungguh hebat. Oppai telanjang segar bersinar! Memasuki fase kedua!
Oppai Buchou bisa bersinar!
Versi [Peluncur] dari illegal Move Triaina— Meriamnya adalah
ide Miyama-Zero. Dia kebingungan tentang bagaimana harus menggambar [peluncur]
dan tiba tiba mendapatkan ide bagus, sehingga memberinya dua meriam di
punggung. Sedikit terlihat seperti meriam microwave dari Gundam DX. Tinju
[benteng] itu sedikit mirip Sudden Impact dari “Big O”. Meningkatkan kekuatan
dalam sekejap. [Kuda] adalah referensi dari “Kamen Rider Kabuto” dimana ada
transformasi dua tahap.
Saat kekuatan dibebaskan secara penuh untuk menjadi [Ratu],
akan seperti apakah Ise? Meski dia mendapat pengakuan dari dua Sekiryuutei
terkuat, senpai yang lain masih mengabaikan Ise dan masih dalam emosi negatif
mereka. Akankah Ise bisa melepas kutukan mereka? Mohon nantikanlah itu!
Kali ini saya mencoba menggali lebih dalam pada trio Gereja.
Asia tak memerlukan penjelasan, Xenovia menyudutkan Ise langkah demi langkah,
dan akhirnya Irina juga.....! Tanpa mengangkat jari, sang Chichiryuutei telah
mengumpulkan tiga orang beriman ke dalam pelukannya, bagaimana perkembangan
cerita mereka dari sini......
Juga, Rossweisse-san bisa tampil beda......entahlah! Dia
adalah jenis Onee-sama berbeda dibandingkan Rias dan Akeno, kalian semua mohon
perlakukan dia dengan cinta! Karena dia sangat banyak berpengalaman, dia
menjadi seperti itu kalau dia sedikit longgar. Meski dia sangat galak, hatinya
tetaplah orang yang baik hati.
Tim Vali memiliki penyihir wanita Le Fay dan perkenalan
Gogmagog. Dengan ini tim Hakuryuukou semuanya telah muncul. Kali ini agar
kalian semua bisa melihat mereka. Pada jilid 6 ketika Vali mengambil tindakan
di celah dimensional adalah waktu dimana Gogmagog ditemukan.
Jumlah karakter terus bertambah, namun selama kalian
familiar dengan kelompok Gremory, Irina, Ddraig, Azazel, Sirzechs, dan Vali
maka tak ada masalah. Karena kisah ini pada dasarnya berlangsung disekitar
mereka. Tokoh tokoh lain adalah karakter sampingan dan para penjahat.
Mari bicara soal golongan Pahlawan berikutnya. Mereka adalah
manusia. Saat saya menulis DxD saya berpikir, kalau Iblis, Malaikat, dan
Malaikat Jatuh bersekutu, siapa yang paling merasa terancam? Jawabannya adalah
manusia. Kalau anda tiba tiba mendengar bahwa “Iblis dan Malaikat Jatuh telah
bersekutu!” tidakkah anda akan merasa seram? jalur yang mereka tempuh sama
dengan protagonis dalam Game RPG yang mengalahkan Maou dan Naga. Namun selain
dari itu, Cao Cao dan kelompoknya memiliki rencana lain.......Vali juga
terlibat.
Karena golongan Pahlawan itu agak sadis, Ise dan kawan
kawannya yang piknik sekolahnya terganggu menjadi sangat sial. Namun kemudian
setelah semua yang terjadi, Ise mendapat peningkatan kekuatan, dan dia sangat
menikmati Kyoto, jadi pada akhirnya bagus kan?
Saya belum memutuskan kalau 13 Longinus akan dimunculkan
semuanya. Boosted Gear Sekiryuutei dan Divine Dividing Hakuryuukou adalah
Sacred Gear tangguh dari segi serangan dan pertahanan secara keseluruhan.
Dimension Lost dan Annihilation Maker memiliki kekuatan kelas dunia saat
digunakan oleh orang tertentu, dan sangat berbahaya; mereka melampaui standar
normal dalam banyak area.
Kalau untuk True Longinus, itu masih rahasia. Selain dari
tombak, Cao Cao tentu sungguh ceroboh.
Melihat kembali, Jilid 9 penuh oleh furigana. Mendesain
Sacred Gear memakan banyak waktu untuk menentukan nama. Karena saya juga
mempertimbangkan nama nama dari Balance Breaker mereka.
Seperti yang disebut dalam buku, Sacred Gear memiliki
sub-species.
Pada waktu ini saya ingin berterima kasih pada Miyama
Zero-san dan supervisor H-san, usaha kalian sangat saya hargai.
Terima kasih banyak untuk dukungan seluruh pembaca. Saya
pikir Jilid pertama dari manga sudah hampir diterbitkan. Kami harap semua orang
bisa mendukung versi manga. Beberapa oppai hanya bisa dinikmati dalam manga!
Serialisasi juga sudah berpindah dari Dragon Magazine ke Dragon Age. Saat ini
sudah bulanan!
Kisah selanjutnya adalah mengenai pertandingan melawan
Sairaorg. Jilid ini berkaitan dengan sisi luar masyarakat Iblis (Iblis yang
menangani golongan golongan luar). Kisah selanjutnya akan mengenai masyarakat
internal dari komunitas Iblis. Mohon nantikan pertarungan penuh semangat dari
Ise dan Sairaorg.
Ravel juga akan datang ke Akademi Kuou! Seperti yang
disebutkan di akhir jilid, dia akan jadi siswa kelas 1. Junior Ise telah
bertambah!
Jilid 10 akan mengenai festival sekolah. Mohon perhatikan
cinta dari Ise dan Rias!
</noinclude>
Catatan Penerjemah dan Referensi
Jump up ↑
Suara pintu dibuka dengan keras.
Jump up ↑
Kaisar Naga Payudara.
Jump up ↑
maiko: Murid geisha
yang tugasnya antara lain bernyanyi, menari, dan memainkan instrumen bersenar
tiga untuk menghibur para tamu. Mereka ditemukan di Jepang barat, khususnya
Kyoto [1]
Jump up ↑
torii:Gerbang tradisional Jepang yang digunakan sebagai pintu masuk kuil Shinto
dan juga ditemukan di dalamnya. Mereka menyimbolkan perpindahan diantara dua
alam [3]
Jump up ↑
sandou:dalam arsitektur Jepang, jalan yang menuntun ke gerbang masuk sebuah
kuil Shinto atau kuil Buddha [4]
Jump up ↑
tengu:tipe makhluk supernatural dari legenda Jepang. Meski namanya berarti
“Anjing Langit” secara harfiah, mereka sering digambarkan sebagai makhluk
seperti burung. Karasu artinya gagak [5]
Jump up ↑
seiza:Posisi duduk formal di Jepang dengan cara berlutut sembari meletakkan
pantat di atas mata kaki[6]
Jump up ↑
kowtow: Berlutut dan menyentuh tanah dengan dahi orang tersebut, suatu sikap
penghormatan.[8]
Jump up ↑
Ginkaku-ji:Kuil Buddha Zen yang terletak di Kyoto. Namanya berarti “Kuil
Paviliun Perak” secara harfiah. Dinamakan seperti itu karena rencana semula
yakni membuat “Kuil Paviliun Emas” dan menutupinya dengan lapisan perak. [9]
Jump up ↑
Kinkaku-ji: Kuil Zen Buddha yang terletak di Kyoto. Namanya secara harfiah
berarti “Kuil Paviliun Emas”.[10]
Jump up ↑
Arashiyama:Mengacu pada distrik di perbatasan barat Kyoto. Gunung itu, yang
memberi nama distrik itu, bertindak sebagai latar belakang pemandangan area
tersebut. Namanya berarti “Gunung Badai”.[11]
Jump up ↑
Tenryuu-ji:Terletak di Kyoto, merupakan kuil utama dari cabang Tenryuu dalam
Buddhisme Zen Rinzai. Namanya berarti “Kuil Naga Langit” secara harfiah.[12]
Jump up ↑
Jojakko-ji: Kuil Buddha yang dibangun di sisi pegunungan, terkenal karena
pemandangan dedaunan musim gugur.[14]
Jump up ↑
Dewa Payudara.
Jump up ↑
Nijou Castle: Istana di dataran rendah Kyoto, merupakan kediaman Shogun
Tokugawa di Kyoto.[15]
Jump up ↑
Suzumushi:dikenal luas sebagai Myotoku-zan Kegon-ji, kuil Buddha ini menerima
nama panggilan (Kuil Lonceng Jangkrik) karena suara jangkrik yang bernyanyi
sepanjang tahun. Kofuku-jizo adalah batu yang dianggap bisa mengabulkan
permohonan dan membawa kebahagiaan.[17]
Jump up ↑
yaguramon: Biasanya besar dan mengesankan, gerbang gerbang ini sering digunakan
sebagai pintu masuk penting dan biasanya dipagari.Picture of
yaguramon at Honmaru Palace[18]
Jump up ↑
touki: secara harfiah artinya “semangat bertarung” adalah perwujudan eksternal
dari energi kehidupan seseorang. Biasanya digunakan oleh mereka yang sudah
menguasai senjutsu, dalam kesempatan langka itu juga bisa terwujud pada mereka
dengan latihan tubuh dan ketahanan ekstrim.
Jump up ↑
Yu-Long: dalam Novel klasik China, Journey to the West,
putra ketiga dari Dragon King dari laut barat. Dia dihukum untuk menjadi kuda
putih dari biksu, Tang Sanzan[19]
Jump up ↑
Sun Wukong: disebut Son Goku dalam bahasa Jepang, Raja monyet protagonis dalam
novel klasik China Journey to
the West


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar