Senin, 09 Februari 2015

HighSchool DxD Jilid 5


Bab 4 : Buchou Vs Kaichou : Paruh pertama!
Bagian 1
Malam sebelum pertarungan penentuan melawan keluarga Sitri.
Kami berkumpul di kamar Sensei dan mengadakan pertemuan terakhir kami.
Terjadi serangan oleh Bikou dan onee-san Koneko-chan, namun masalah itu sudah terselesaikan untuk sementara waktu berkat mereka dienyahkan oleh kelompok Buchou dan Tannin-ossan, dan hal hal mengenai itu untuk saat ini ditutup.
Ada juga pembicaraan tentang Buchou mendapat pengakuan dan penilaian lebih tinggi berkat pertarungan itu. karena Tim Vali berhasil diusir dan dia membuatku mencapai Balance Breaker. Sepertinya poin untuk semua ini sangat tinggi.
Y-Yaa, nampaknya dia tak bisa melaporkan pada para petinggi kalau aku mencapai balance Breaker dengan memencet payudaranya. Bagaimanapun juga mustahil baginya untuk melaporkan itu.....
Jadi, kami menyelenggarakan pertemuan. Saat ini, Azazel mempertanyakan aku yang sudah mencapai Balance Breaker.
“Ise, bagaimana kondisi Balance Breakermu?”
“Ya. Aku berhasil membiasakannya, namun ada beberapa syarat yang diperlukan.”
Aku memberitahu kawan kawanku tentang syarat syarat itu.
Aku entah bagaimana sekarang bisa memakai Balance Breaker [Boosted Gear Scale Mail], namun disertai dengan beberapa syarat, sehingga aku masih jauh dari mampu memakainya secara bebas.
“Pertama, saat aku berubah menjadi Balance Breaker, perlu waktu sampai tranformasi terjadi. Waktu sampai transformasi ditampilkan di berlian gauntletku. Lebih jauh lagi, saat aku memasuki kondisi menunggu itu, aku tak bisa memakai Sacred Gearku. Baik kekuatan pengganda dan transfer tak bisa kupakai. Selain itu, aku hanya bisa bertransformasi sehari sekali, dan biarpun aku membatalkan transformasi sebelum ia berakhir, Sacred Gearku akan kehilangan hampir semua kekuatannya.”
Sensei mengangguk usai aku menjawab pertanyaannya.
“Ya, seperti yang data katakan. Hampir sama dengan kebanyakan Sekiryuutei masa lalu. Meski ada kasus dimana mereka bisa memakai Sacred Gear bahkan setelah mereka melepaskan armor. Jadi dalam kasusmu, berapa waktu yang diperlukan untuk bisa bertransformasi?”
“Dua menit.”
“Jadi waktunya dipersingkat berkat latihanmu dan kamu sudah membiasakannya. Namun, dua menit itu adalah perkara hidup-mati. Jujur saja, itu sulit digunakan dalam pertarungan nyata. Apalagi, waktu sepanjang transformasi dimana Sacred Gear tak bisa digunakan itu terlalu menyakitkan. Karena ada banyak sekali orang yang bisa menghabisimu dalam jeda dua menit itu. kamu harus berpikir bagaimana cara melindungi dirimu sampai kamu bertransformasi. Dua menit itu adalah kelemahan terbesarmu.”
....Ia dengan sekejap mementahkan Balance Breakerku tepat di depan wajahku. Memang begitulah sensei. Karena itu juga aku jadi lebih mudah melihat masalahku saat ini. Apa yang harus kulakukan sepanjang dua menit transformasi itu? Apa aku tak punya pilihan selain mengelak dan kabur?
“kekuatan pengganda dan transfer dari Boosted Gear juga penting, karena mereka memiliki kegunaan yang luas. Namun, Balance Breaker sangat tak ternilai harganya saat menghadapi musuh kuat. Kondisi normal dan kondisi Balance Breaker masing masing memiliki keuntungan dan kerugiannya sendiri. Jadi, berapa lama kamu bisa memakai Balance Breaker?”
“Ya, dalam kondisi penuh, kira kira tiga puluh menit. Saat aku memakai kekuatanku, waktu itu semakin berkurang.”
“Itu cukup bagus untuk batas waktu pertamamu. Itulah hasil dari latihanmu. Namun, dalam pertandingan resmi, itu masih payah. Sangat payah karena hanya bisa bertahan tiga puluh menit, dan semakin berkurang semakin sering kamu memakainya. Akan ada juga Game dengan jangka waktu panjang dan jarak jauh. Kita tak punya pilihan selain meningkatkan batas waktu Ise mulai dari sekarang.”
Jadi semua latihanku itu masih belum cukup!? Lantas kapan aku bisa mengejar Vali!?
Namun, Balance Breaker juga tergantung pada waktu dan situasi. Aku telah meraih kekuatan yang kuharapkan, namun bergantung pada situasi sepanjang pertarungan, ada juga waktu dimana memakai kekuatan pengganda dan transfer normal secara handal jauh lebih penting dibanding memakai Balance Breaker.
Aku bisa memakai kekuatan transfer dalam mode Balance Breaker sih, tapi aku akan kehabisan bensin dengan cepat kalau aku memakainya. Asal bisa mengalahkan musuh sebelum bensin habis sih tak apa apa, tapi tak ada jaminan untuk itu. Ya, ini benar benar rumit.
Saat aku memikirkan semua ini dengan otak kerdilku, sensei membuat posisi memencet dengan tangannya sambil memasang ekspresi mesum. Aku merespon dengan senyum, dan ikut memencet udara seperti yang dia lakukan.
Melihat itu, sensei mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Aku menerimanya!
Ya, sensei! Aku telah mencapai Balance Breaker dengan memencet payudara Buchou!
Aku dengan sunyi mengkomunikasikan itu pada sensei! Dengan kami berdua terasa penuh oleh emosi, kami kembali ke percakapan pertemuan.
“Rias, Sona Sitri memahami kelompok Gremory sampai derajat tertentu, kan?”
Oleh pertanyaan sensei, Buchou mengangguk.
“Ya, dia memahami kita secara garis besar. Misalnya, dia memahami senjata andalan Ise, Kiba, Akeno, Asia, dan Xenovia. Apalagi rekaman video dari pertarungan kita dengan keluarga Phoenix juga disiarkan secara terbuka pada publik. Lebih jauh lagi, Sacred Gear Gasper dan latar belakang Koneko juga mulai tersingkap.”
“Yah, itu artinya dia memahami kalian semua. Jadi, apa yang kamu ketahui tentang pihaknya?”
“Aku tahu kemampuan Sona, Wakil presiden [Ratu] nya, dan beberapa budaknya yang lain. Meski beberapa kemampuan mereka masih belum terkonfirmasi.”
“Jadi kamu dalam posisi tidak diuntungkan. Yah, hal semacam itu sudah wajar untuk Game atau pertarungan nyata. Itu bahkan sering terjadi baik di Game dan pertarungan nyata. Ada juga kasus dimana Sacred Gear berevolusi dan bertransformasi sepanjang pertarungan. Kamu harus lebih memperhatikan dengan seksama. Jumlah lawanmu adalah delapan.”
“Ya, satu [Raja], satu [Ratu], satu [Benteng], satu [Kuda], dua [Peluncur], dan dua [Pion], totalnya ada delapan lawan. Sepertinya dia belum memakai seluruh bidaknya, namun jumlahnya sama dengan kami.”
Iyaah, percakapan dengan sensei berlanjut! Buchou juga dengan seksama mendengarkan komentar sensei.
Berarti, ada delapan lawan. Di pihak kami, juga ada delapan, diantaranya Buchou, Akeno-san, Kiba, Koneko-chan, Asia, Xenovia, Gasper, dan aku. Jumlah kami sama.
Kemudian, sensei menulis sesuatu di papan tulis yang dia persiapkan.
“Rating Game mengklasifikasikan para pemain ke dalam tipe tipe bertarung tertentu. Kekuatan, Teknik, Wizard, dan Support. Dari semua ini, Rias adalah tipe-Wizard. Tipe yang handal dalam sihir secara umum. Akeno juga sama. Kiba adalah tipe-Teknik. Dia bertarung dengan kecepatan dan teknik. Xenovia adalah tipe-Kekuatan yang handal di area kecepatan. Pemain yang mengincar satu-serangan-pembunuh-mematikan. Asia dan Gasper adalah tipe-Support. Lalu, kalau mau diklasifikasikan lebih rinci, Asia lebih mendekati tipe-Wizard, dimana Gasper lebih mendekati tipe-Teknik. Koneko adalah tipe-Kekuatan. Dan terakhir, Ise. Kamu juga tipe-Kekuatan. Namun, kamu juga bagus untuk menjadi tipe-Support, yakni dengan kekuatan [Gift]mu.”
Aku dibuat bingung oleh semua hal yang tiba tiba harus kuingat dan pelajari ini, namun dengan kata lain ada beragam tipe di dalam keluarga yang mengikuti Game. Jadi aku adalah tipe-Kekuatan yang juga bisa bertindak sebagai tipe-Support, huh.
Sensei menulis garis membentuk silang, dan menulis nama nama empat tipe di dalam tiap tiap empat kuadran dari salib, sehingga membuat sebuah karta.
Nama nama kami ditulis pada karta menurut lokasi tipe. Aku diletakkan di tipe-Kekuatan dimana diposisikan di dekat tipe-Support. Kiba diletakkan pada Teknik. Xenovia di tipe-Kekuatan, dan para anggota yang lain diletakkan di tempat tempat lain pada karta, sehingga membuat ilustrasi diagram yang mudah untuk dipahami.
Saat aku melihatnya seperti ini, bukankah kelompok kami cukup seimbang? Kami tak memiliki tipe-Wizard yang juga diposisikan pada tipe-Kekuatan sih. Juga tak ada [Prajurit Penyihir] di kelompok kami.
Sensei tiba tiba melingkari aku, Xenovia, dan Koneko di tipe-Kekuatan dan berbicara.
“Hal hal yang tipe-Kekuatan harus waspadai adalah – serangan balik. Kelas merepotkan diantara tipe-Teknik, yakni kemampuan serangan balik. Bahkan ada tipe-Serangan balik diantara Sacred Gear, sehingga jika berhadapan dengan tipe lawan seperti ini, tipe-Kekuatan seperti Ise, Koneko, dan Xenovia bisa dibuat kelimpungan hanya dengan satu serangan. Itu karena serangan balik membalikkan kekuatan lawan kembali pada mereka, plus kekuatan dari serangan balik. Kalau seseorang itu kuat, sudah wajar kalau serangan yang dibalikkan juga kuat.”
B-begitu, memang menyeramkan kalau serangan kalian dikembalikan pada kalian. Kalau kekuatan Balance Breakerku sampai dibalikkan, itu tidak hanya akan menghancurkanku, tapi rekan rekanku juga.
“Kalau ada serangan balik, aku hanya perlu melawannya dengan kekuatan.”
Xenovia mengatakan itu dengan berani. Namun, sensei menggeleng kepalanya.
“Memang mungkin untuk melakukan itu, tapi lain ceritanya kalau lawanmu adalah jenius di bidang itu. hindarilah serangan sebisa mungkin. Lebih baik melawan pengguna serangan balik dengan pengguna-sihir Akeno, pengguna-teknik Kiba, atau Gasper dengan kekuatan Vampir spesialnya. Semua ini hanya masalah kompatibilitas. Tipe-Kekuatan itu memang kuat, namun resikonya tinggi saat mereka harus berhadapan dengan tipe-Teknik.”
Xenovia terdiam oleh penjelasan sensei. Karena Xenovia memiliki pengalaman bertarung panjang, dia pasti memahami semua makna ucapan sensei. Sensei kemudian menoleh padaku.
“Ise, kamu punya Balance Breaker sekarang, tapi apa menurutmu kamu bisa menang dari Kiba?”
“....Jujur saja, dia mungkin akan berlarian kesana kemari memakai kecepatannya dan tak menerima seranganku.”
Itulah pemikiran jujurku. Memang, aku telah mencapai Balance Breaker yang dahsyat. Namun, saat ditanya apakah aku bisa menang dari Kiba, jawabannya adalah tidak. Mustahil bagiku, yang baru mencapai Balance Breaker, untuk menang melawan Kiba, yang sudah mencapainya sebulan lalu. Apalagi, pengalaman bertarung kami sejak awal sudah beda jauh.
Kekuatan yang kutunjukkan saat menghadapi Vali itu hanya sementara. Memang bisa saat aku sedang mengamuk. Tapi kekuatan pada aku yang biasa tak akan cukup.
“Jadi begitulah. Entah itu melawan Kiba atau siapapun, kamu memiliki celah untuk serangan balik. Ise, kalau kamu tak menciptakan tindakan penanganan melawan pengguna-serangan balik, kamu takkan bisa menang dari Kiba seumur hidupmu. Itulah arti dari kompatibilitas pertarungan.”
Nuuh, jadi pertama, aku harus melampaui dinding Kiba. Kalau aku tak bisa melewati itu, aku takkan bisa mengejar Vali, bukan?
Sensei berbicara pada Buchou.
“Rias, kalau ada tipe serangan balik pada kelompok Sona Sitri, mereka pasti akan mengincar Ise, tahu? Kalau tipe penyerang balik memangsa kekuatannya, maka habislah sudah. Kamu harus memikirkan dan mengasah sejumlah taktik untuk menanggulangi itu.”
“Tapi, kalau lawannya perempuan, kemungkinan itu terjadi.........akan rendah.”
Buchou, apa maksudmu? Aku keheranan sejenak, namun aku segera mengetahui jawabannya.
“.....Dress Break. Karena dia adalah musuh perempuan, kukira takkan ada satupun dari mereka yang mau melawannya.”
Lidah tajam Koneko-chan! Ah! Sungguh pembunuhan seketika! Begitu, jadi aku adalah musuh wanita! Buchou juga mengangguk! Jadi aku seperti itu di mata kalian!?
Itu benar, mereka takkan mau menghadapi lawan yang bisa memusnahkan pakaian mereka!
Selain itu, Koneko-chan, kamu sudah kembali ke dirimu yang dulu. Aku senang. Karena ada insiden itu di hari sebelumnya, aku khawatir. Apa kamu mungkin sudah berhasil mengalahkan masalahmu itu?
Tapi, itu masalah. Karena aku takkan bisa menghadapi wanita, biarpun aku sudah menciptakan jurus baru sepanjang latihanku di gunung.....sekarang karena aku sudah mencapai Balance Breaker, kupikir itu bisa dilakukan. Jurus baruku yang berada di bidang lebih tinggi dari Dress Break—
“Ngomong ngomong, Ise. Fakta kalau kamu mencapai Balance Breaker sudah disadari oleh orang orang di dekat sana sepanjang serangan Bikou dan yang lain. Sona Sitri juga pasti sudah mengetahuinya. Kamu harus lebih hati hati lagi. karena peluang kamu dihancurkan sebelum bisa bertransformasi sangat tinggi.”
Sensei, ternyata anda secemas itu.......aku memasang senyum pahit.
“Fuh, jangan cemas. Aku ini orang dewasa.”
Sambil meletakkan tanganku di dahi, aku merespon dengan senyum bangga.
“Ada apa? Entah kenapa, kamu bersikap seolah sudah dewasa?”
“Sensei, aku sudah dewasa. Karena aku sudah memencetnya.”
Sambil mengacungkan jempol, aku mengangguk bangga. Ya, aku memiliki eksistensi spesial yang sudah memencet payudara Buchou. Aku sudah mendaki bintang bintang menuju kedewasaan.
“Ah, aku paham. Aku paham.”
Sensei, tolong jangan bicara begitu. Aku baru mencapai titik baru.
“Kiba.”
Aku meletakkan tanganku di bahu Kiba.
“Ada apa?”
Pada Kiba yang terlihat bingung, aku memberinya kata kata agung dengan mata pemahaman.
“Ada dua jenis laki laki. Laki laki yang sudah memencet payudara dan laki laki yang belum memencet payudara. Aku yang pertama. Itu tak tertandingi. Luar biasa. Aku telah menempuh jalur baru.”
Kupikir itu adalah pernyataan paling kerenku. Fufufu, Kiba. Kamu lelaki bahagia. Karena kamu bisa berdiri sebanding dengan lelaki sepertiku yang sudah memencet payudara.
Kiba memasang wajah mengasihani, dan menggeleng kepalanya berkali kali.
“......Buchou, ini tidak bagus. Dia perlu menerima konseling sebelum Game.”
Hmph. Karena aku sudah menjadi makhluk agung, sepertinya ada hal hal yang tak lagi bisa dipahami satu sama lain. Namun, Kiba, itu bukan salahmu. Aku adalah pendosan karena memencet payudara Buchou.
Ya, akulah pendosa jahat. Mulai dari sekarang, aku akan memperkenalkan diriku sebagai [Welsh Dragon Kegelapan]. Fufufu.
“Ise-senpai senyumnya menyeramkan.......aku jadi takut.......”
“....Gya-kun, jangan dekati dia, atau kamu akan terinfeksi oleh kebodohannya kalau dekat dekat dengannya.”
Gasper dan Koneko-chan menatapku dengan pandangan aneh, tapi......Fufufu, pesonaku bahkan dipahami oleh gadis laki laki dan anak loli.....
Sensei menutup bolpennya dan mengucapkan kesimpulan akhir.
“Akan kukatakan kalau peluang kemenangan kalian dalam Game ini sekitar 80 persen. Aku yakin kalian akan menang, tapi—aku tak yakin kalau kalian “pasti” menang. Dan nilai tiap tiap bidak juga tidak absolut. Seperti dalam permainan catur nyata, nilai setiap bidak akan berubah tergantung situasi di atas papan catur.”
Sensei melanjutkan. Semua orang memperhatikan dengan serius dan cermat. Kata kata orang ini – memiliki efek kuat. Hingga berakar ke dalam tubuh dan pikiran.
“Aku sudah hidup sangat lama. Sepanjang waktu itu, aku sudah melihat sejumlah variasi pertarungan. – aku pernah melihat orang orang yang menang meski hanya punya sepuluh persen peluang menang. Jangan anggap enteng satu persen. Jangan yakin kalau kalian pasti akan menang. Namun, berpikirlah kalau kalian ingin menang apapun yang terjadi. Ini nasehat terakhir yang bisa aku berikan pada kalian dalam kamp latihan ini.”
Itulah nasehat terakhir yang sensei berikan pada kami saat ini.
Setelah itu, sensei mendiskusikan taktik dengan para anggota yang sejak tadi dikesampingkan sampai hari pertarungan penentuan.
--Kami pasti akan menang!

Bagian 2
Hari pertarungan penentuan—
Ada lingkaran sihir raksasa di bawah istana Gremory untuk pemakaian eksklusif memindahkan kami ke area Game.
Kelompok kami berkumpul di atas lingkaran sihir, dan bersiap untuk berpindah ke area Game, dimana pertarungan kami akan segera diselenggarakan.
Disamping Asia dan Koneko, kami semua mengenakan seragam musim panas Akademi Kuou. Asia berbusana sister, dan Xenovia mengenakan kostum tempur ketat yang dia kenakan saat kami pertama bertemu. Mereka berdua nampak penuh semangat tempur. Dan pihak Sitri juga sepertinya mengenakan seragam musim panas Akademi Kuou mereka.
Ayah dan Ibu Buchou, Mirikyasu-sama, dan Azazel-sensei berbicara dari luar lingkaran sihir.
“Rias, kamu pernah kalah sebelumnya. Kali ini kamu harus menang.”
“Bertarunglah dengan baik sehingga tak memalukanmu sebagai kepala keluarga berikutnya. Kalian semua juga, oke?”
“Berjuanglah, Rias-nee sama!”
“Yah, aku sudah mengajarimu semua hal hal yang perlu kamu ketahui kali ini. Yang tersisa adalah mengerahkan semua yang kamu miliki dan serbu mereka.”
Sirzechs-sama dan Grayfia-sama tak ada disini, namun mereka nampaknya sudah berpindah ke bangku penonton yang eksklusif untuk VIP. Dikatakan kalau tidak hanya pemimpin dari ketiga Kekuatan Besar yang berkumpul, namun para VIP dari golongan yang lain juga diundang. Sepertinya sensei akan menuju kesana setelah ini.
Game kami mendapat banyak perhatian........sudah diduga, diantara para Iblis muda menjanjikan, pertarungan diantara dua adik perempuan Maou akan menyita pandangan semua orang......
Perasaan tegang mengambang di udara, namun lingkaran sihir tanpa ampun mulai bersinar.
--Setidaknya, Game telah dimulai!

Tempat dimana kami tiba setelah melompat dengan lingkaran sihir adalah – tempat yang dipenuhi meja.
......Ini restoran lebar di suatu tempat? Saat aku memikirkan itu dan melihat sekeliling, sepertinya ini lantai makan, dengan restoran fast-food mengelilingi meja meja.
Apa ini juga replika serupa dari tempat aslinya, dipersiapkan secara eksklusif untuk kami? Kekuatan Iblis sungguh mengagumkan seperti biasanya.
Hah? Aku merasa pernah datang ke tempat ini sebelumnya......hal hal seperti penempatan toko toko terasa cocok entah dimana dalam memoriku.
Aku melangkah keluar dari lantai ini dan melihat bagian interiornya. Ada – Mall perbelanjaan yang luas disana.
Toko toko familiar berbaris di dalam interiornya, dan ada atrium beratap kaca! Cahaya lembut turun melalui kaca kaca itu.
Mall perbelanjaan luas dan atrium kaca ini! Ini semua sangat kukenal!
“Aku tak menduga kalau departemen store di dekat Akademi Kuou akan bertindak sebagai arena.”
Buchou mengatakan itu sambil berjalan ke sampingku.
Ya, arena Game adalah departemen store yang sering kami kunjungi! Pada saat itu, kami mendengar pengumuman di dalam toko!
[Semuanya, saya, sang [Ratu] dari kelompok Lucifer, Grayfia, akan memegang peran sebagai wasit di dalam “Rating Game” diantara kelompok Gremory dan kelompok Sitri pada kesempatan ini.]
Seperti saat pertarungan dengan Raiser, pembicaranya adalah Grayfia-san. Namun, bukankah perkenalannya sedikit berbeda dengan waktu sebelumnya? Waktu itu dia menyebut dirinya pelayan dari keluarga Gremory, namun kali ini dia jelas jelas menyatakan dirinya sebagai bagian kelompok Lucifer. Apa karena kualitas Game ini sedikit berbeda dari yang terakhir kali.....?
[Dengan nama Majikan saya, Sirzechs Lucifer, saya akan mengawasi pertarungan diantara kedua keluarga ini. Mohon kerjasamanya. Mari kembali pada topik, arena pertarungan hari ini adalah departemen store di dalam wilayah “Akademi Kuou” yang Rias-sama dan Sona-sama masuki, yang telah dipersiapkan di dalam ruang terpisah sebagai arena Game.]
Karena arena Game dibuat menyerupai lokasi yang familiar dengan kami, anggap saja kalau itu akan membuat kami lebih nyaman, namun hal yang sama juga berlaku pada kelompok Sitri. Karena mereka juga beberapa kali datang ke Departemen store ini.
Departemen store ini yang telah menjadi arena pertarungan kami adalah bangunan dua lantai. Dari segi ketinggian tidak terlalu besar.
Namun, ini adalah mall perbelanjaan panjang sepanjang dua lantai dan atriumnya, jadi secara horizontal ini sangat besar. Lantai atapnya adalah tempat parkir. Disamping itu, juga ada garasi parkir berlantai banyak di tempat lain.
[Kedua kelompok telah dipindahkan ke “Markas” mereka masing masing. “Markas” Rias-sama berada di lantai kedua di sisi timur, dimana “Markas” Sona-sama berada di lantai pertama di sisi barat. Agar [Pion] mampu berpromosi, mohon menuju ke “Markas” lawan kalian.]
Markas kami dan markas musuh kami berada di ujung berlawanan departemen store. Kami berada di lantai kedua di sisi paling timur. Lawan kami ada di lantai ketiga di sisi paling barat. Disekitar markas kami, ada toko peliharaan, Game center, lantai makan, toko buku, dan toko obat. Di lantai pertama di bawah markas kami, terdapat toko cabang dari perusahaan toko buku bekas, dan toko spesialis perangkat olahraga.
Sepanjang sisi lawan, terdapat toko sayuran, toko peralatan listrik, toko junk food, dan toko barang barang umum.
Sepanjang pertarungan, tiap tiap sisi akan secara masing masing melaju ke sisi lain dari departemen store. Ini simpel dan jelas, namun tidak semudah itu.
[Kali ini, akan ada aturan spesial. Dokumen tentang ini telah dikirim ke tiap tiap kelompok, jadi mohon dicek lagi. satu botol berisi “Air mata Phoenix” telah disediakan pada tiap tiap tim. Lebih jauh lagi, waktu menyusun strategi sebelum pertarungan adalah tiga puluh menit. Kontak dengan lawan sepanjang waktu ini dilarang. Game ini dijadwalkan dimulai setelah tiga puluh menit. Kalau begitu, silahkan memulai waktu menyusun strategi.]
Setelah pengumuman itu, kami semua berkumpul dengan cepat. Kami tak boleh membuang kesempatan ini meski hanya semenit.
“Medan tempur dimodel dengan Departemen Store di dekat Akademi Kuou. Jadi ini pertarungan dalam ruangan.”
Buchou mengatakan itu sambil melihat peta panduan interior Departemen Store yang dibentangkan di lantai ruang makan. ada juga diagram pribadi tempat tempat yang dibagi ke kotak kotak catur di tangan Buchou.
Kami tengah berada di lantai makan yang tadi disebutkan dan merencanakan strategi kami.
Aku berpikir tentang bagaimana tiap tiap pihak memiliki markas yang berjauhan membuat medan tempur ini sangat luas, dan tentang kita harus berlarian kesana kemari di dalam arena ini. Dalam pertarungan Phenex juga seperti itu.
Selain itu, arena ini adalah departemen store di dekat sekolah kami! Ini adalah tempat yang sering kami datangi saat pulang dari sekolah.
Lebih dari sembilan puluh persen siswa yang bersekolah di Akademi Kuou mengetahui penampilan interior toko. Aku, Buchou, dan Asia juga sering datang kesini di hari libur. Buchou melihat dokumen dengan aturan khusus yang telah dikirimkan pada kami.
“Aturan kali ini menyatakan [Jangan merusak departemen store yang sudah menjadi medan tempur]; dengan kata lain, kita tak bisa bertarung secara berlebihan.”
Buchou menyipitkan matanya dan sepertinya tengah memikirkan aturan ini.
“.....Begitu, jadi bagi aku, Fuku-Buchou[26], dan Ise, ini medan tempur yang tidak menguntungkan. Kita tak bisa melakukan serangan yang mempengaruhi area luas.”
Seperti yang Xenovia katakan. Dengan berkata kalau ini adalah pertarungan interior dan lebih jauh lagi bangunan ini tak boleh dihancurkan, aku tak bisa memakai Dragon Shot Boosted Gear max-ku! Serangan api besar yang memakai sihir api digandakan, yang aku dapatkan dengan susah payah di latihan dengan ossan, juga mustahil dipakai disini! Nanti bisa berubah jadi kebakaran besar! Akeno-san juga tak bisa memakai serangan petir ekstra besarnya dengan menciptakan awan petir kecuali dia berada di lantai atap, kan? sepertinya kalau dia tak menekan kekuatannya, dia bisa menghancurkan seluruh bangunan ini.
Xenovia juga tak bisa melepaskan gelombang tebasan sucinya dengan Durandal juga. bahkan di saat normal, itu adalah pedang yang melepaskan aura suci bahkan dalam kondisi tersarungkan, sehingga dia tak bisa dengan sembrono mengayunkannya supaya tak melanggar aturan.
“Itu benar benar merepotkan. Pertarungan dengan serangan berskala besar sudah tersegel.”
Akeno-san meletakkan tangannya di pipinya dengan wajah resah. Dia menyampaikan opininya sambil mendesah.
“Mata Gasper-kun juga tak akan efektif. Ada terlalu banyak tempat untuk bersembunyi di dalam departemen store. Semua barang dan produk disini juga dirakit secara sempurna, jadi ada banyak sekali objek yang akan merintangi pandangannya. Ada juga kemungkinan serangan kejutan di kegelapan........memang menyusahkan. Ini medan tempur tak menguntungkan bagi karakteristik spesial kita. Karena ciri khas kelompok Rias Gremory adalah pertarungan berskala besar, kali ini kita benar benar tersegel.”
Sial! Aku percaya kalau kita semua kuat, namun semua itu berubah total hanya karena aturan ini!
Buchou menggeleng kepalanya oleh ucapan Akeno-san.
“Tidak, sejak awal mata Gasper tak bisa digunakan. Mereka menulis pembatasan itu disini. [Pemakaian Sacred Gear Gasper Vladi dilarang], katanya. Alasannya jelas dan simpel. Karena dia masih belum bisa mengontrolnya dengan sempurna. Mereka menganggap kalau akan berbahaya jika seluruh Game dikacaukan oleh matanya yang lepas kendali. Memberi dia darah Ise juga dilarang. Sepertinya mereka sudah menyediakan kita kacamata penyegel Sacred Gear yang dikembangkan oleh Azazel. [Karena itu dibuat secara eksklusif untuk Gasper, itu takkan memberi pengaruh buruk untuk tubuhnya]—Itu juga yang tertulis disini. Astaga, dia benar benar kurang kerjaan.”
Lagi lagi masalah! Jadi Sacred Gear Gasper tak bisa digunakan!? Meskipun demikian, kudengar latihan Gasper juga berjalan mulus dalam mengontrol Sacred Gearnya. Dia membuat banyak kemajuan, tapi sepertinya masih akan memakan banyak waktu sebelum Gasper bisa menguasai kedua matanya. Selain itu, aku ragu situasi akan bagus kalau dia sekedar melepaskan itu.
“Berarti, akankah Gasper bertarung memakai sihir dan kekuatan Vampirnya?”
Buchou mengangguk oleh pertanyaanku.
“Itu benar. Dari sejak awal, kekuatan penghenti waktunya memiliki resiko besar. Lawan kita tidak hanya memiliki tipe serangan balik yang kusebutkan sebelumnya, tapi juga Saji-kun, dengan Sacred Gear yang bisa menyerap kemampuan orang lain, jadi kita tak tahu serangan balik seperti apa yang mereka akan gunakan. Seperti menekannya dengan genjutsu. Ada juga teknik lain untuk membutakan pandangan seseorang. Saat berbicara tentang hal hal seperti itu, akan mustahil memakai kekuatan itu entah dalam Game atau pertarungan nyata. Memakai metode untuk menetralkannya itu sudah wajar.”
Vali juga mengatakan hal sama dengan Buchou. Asal kalian tahu kalau kemampuan diaktifkan dari matanya, akan mudah untuk menanganinya. Buchou melanjutkan. Ah, Gasper sudah mengenakan kacamatanya.
“.....Rating Game bukan sesuatu yang bisa dimenangkan hanya dengan kekuatan besar. Situasi tempur akan berubah total tergantung medan tempur dan aturan. Karena ini adalah arena dimana bahkan Iblis yang berkekuatan rendah bisa bergantung pada kebijaksanaannya dan naik lebih tinggi, ini sudah menjadi populer di Dunia Bawah dan diantara golongan yang lain. Aturan kali ini mungkin tak menguntungkan bagi kita. Namun, kalau kita tak bisa melewati ini, kita tak akan bisa menang dan terus maju ke Game berikutnya. [Bahkan “Pion” bisa menjatuhkan “Raja”]—Ini hanya aturan dasar dalam catur, namun juga terbukti dalam Rating Game. Dengan kata lain, [Siapa saja bisa menang asal memakai metode yang tepat].”
Akeno-san juga menyetujui kata kata Buchou dan mengangguk.
“Itu benar. Mungkin akan ada pertarungan dalam ruangan di medan tempur nyata mulai dari sekarang. Kalau memang begitu, kita tak akan bisa menampilkan kekuatan kita secara penuh seperti hari ini. Ini mungkin kesempatan bagus untuk kita. Pertarungan hari ini sangat cocok untuk membiasakan diri dengan pertarungan di dalam ruangan.”
Diantara diskusi ini dimana orang orang pandai tengah berbicara, aku dengan kikuk mengangkat tanganku.
“U-Umm, Buchou. Meski aku mati matian berlatih untuk mencapai Balance Breaker dan meningkatkan kekuatanku, aku tak berlatih cara menahan kekuatanku dalam bertarung......”
“Aku tahu. Kali ini, situasi menjadi berkebalikan drastis dari yang kita duga. Meski medan tempur dan aturan disini diputuskan secara acak, Game ini mungkin menjadi sistem terburuk bagi Ise. Kekuatanmu terlalu besar. Menurut aturan, menghancurkan bangunan berarti diskualifikasi. Namun, pasti ada suatu tempat dimana kamu bisa memakai Balance Breakermu. Namun tolong tahanlah kekuatanmu sebisa mungkin saat bertarung. jangan tembakkan Dragon-Shotmu terlalu kuat juga. nanti departemen store bisa hancur. Mohon bertahanlah dengan pertarungan jarak dekat saja......maaf sudah meminta banyak hal hal sulit padamu.”
“....Y-Ya, selain itu, jujur saja, aku sangat cemas, tapi......”
Yang benar saja. Sebagai tipe-Kekuatan, aku benar benar dirugikan dalam situasi seperti ini. Biarlah. Karena aku mengincar posisi top dan akan ikut serta dalam Rating Game dari sekarang dan seterusnya, aku harus membiasakan diri dengan pertarungan seperti ini.
.....Aku mau menangis karena menghadapi banyak hal sulit. Aku tak pernah membayangkan kalau latihan susah payahku sepanjang musim panas tak akan ada artinya dalam Game ini! Kalau dipikir pikir, Azazel-sensei juga pernah berbicara soal itu.
[Mencapai balance Breaker memang akan menjadi senjata bagimu. Namun, itu bukan sesuatu yang absolut dalam Game. Ada banyak Iblis dengan para budaknya tanpa balance Breaker yang berhasil mencapai posisi top, tahu?]
Waktu itu aku tak paham apa maksudnya, tapi sekarang aku mengerti.
Dengan medan tempur dan aturan seperti itu, Balance Breaker tak selalu menjadi senjata pamungkas!
Saat aku jatuh dalam keputusasaan, Buchou melanjutkan rencana strateginya.
“Biarpun kita menyerang, atrium di mall perbelanjaan inilah masalahnya. Kalian bisa menyadari perkembangan lawan dari lantai pertama dan kedua. Itu juga sama untuk sisi yang lain.”
Buchou mengatakan itu sambil memandang bagian interior toko. Akeno-san juga menyatakan opininya.
“Aku mempertimbangkan untuk menyerang dari garasi parkir juga, namun mereka pasti sudah mengantisipasi itu.”
“Ya, sama halnya berpindah ke lantai atap. Entah itu menyerang melalui area tengah, dari lantai atap, atau dari garasi parkir, kita harus maju sepanjang rute rute ini. Karena kita tak bisa meninggalkan departemen store ini sendiri.”
“Mungkin ada banyak mobil di garasi parkir disana. Itulah yang kurasakan, setelah melihat kalau mereka juga merakit ulang bahkan semua produk dan rak raknya. Mereka mungkin juga menyalin mobil yang diparkir disana.”
Diskusi diantara Buchou dan [Ratu]nya Akeno-san entah kenapa menjadi sangat cerdas. Ya, ini mengkonfirmasi sekali lagi apa itu sang [Ratu] bagi sang [Raja].
Kiba mengangkat tangannya dan memberi usul.
“Buchou, biar aku yang pergi melihat lantai atap dan garasi parkir. Karena ada tangga di dekat sini, aku akan mengeceknya.”
Buchou mengangguk.
“Lakukanlah, Yuuto.”
Kiba segera pergi keluar dengan langkah cepat.
“Apa mobil mobil itu memang penting?”
Aku menanyakan itu dengan jujur. Kenapa mereka harus mencemaskan keberadaan mobil disini?
“Kalau mereka menyerbu ke dalam toko dengan mobil, itu akan serius, tahu? Selain itu, kita sudah memikirkan peluang bahwa mereka akan memakai mobil itu sebagai bom. Meski aku tak berpikir kalau seseorang seperti Sona akan melakukan hal sembrono seperti mengendara di dalam departemen store.”
Ujar Buchou. Ah, begitu. Dia memikirkan ini masak masak. Semua benda di medan tempur bisa menjadi senjata. Saat aku memikirkan itu, sebuah mobil adalah senjata besar.
“Kamu waspada sekali.”
“Wajar saja. Aku masih merasa ini tidak cukup. Mungkin saja ada seseorang yang bersembunyi atau menguntit di dalam mobil. Kalau kupikir pikir lagi, kita belum melihat ruang staf sebelumnya. Kita harus pergi mengeceknya......Biarpun kita punya [Dress Break] Ise, ada banyak toko pakaian di dalam mall........karena ini departemen store, ada banyak sekali hal untuk dipertimbangkan.”
Buchou nampaknya memikirkan segala hal sampai yang terkecil. Dia tak mau melewatkan apapun.
Buchou kemudian memberi instruksi pada Gasper.
“Gasper, tolong berubahlah menjadi kelelawar dan terbang ke tiap lokasi di dalam departemen store. Di saat pembukaan Game, kamu akan memberitahu kami situasi di dalam departemen store secara terperinci.”
“P-Paham!”
Ooh, Gasper juga memasang semangat tempur. Benar juga, bagi dia, ini adalah Game pertamanya.
Rencana strategi berlanjut setelah itu dan kami memutuskan taktik menit demi menit.
Kemudian, sekali setengah waktu telah berlalu sejak sesi strategi dimulai, kami telah memadatkan rencana kami.
Buchou melihat ke arah kami dan berbicara.
“Game akan dimulai lima belas menit dari sekarang. Kita akan berkumpul disini lagi dalam sepuluh menit. Kalian semua, tolong tetap standby dengan cara rileks kalian masing masing sampai saat itu.”
Oleh kata kata Buchou, kami membubarkan diri dan berjalan pergi. Namun, Buchou memanggil dan menghentikan hanya aku.
“Ise, karena kamu mencapai Balance Breaker, kekuatan delapan bidak [Pion] yang kutanamkan padamu telah dilepaskan secara paksa.”
Ya, seperti yang Buchou katakan. Dengan mencapai Balance Breaker, kekuatan di dalam bidak tersegel di dalamku telah dilepaskan.
“Dengan ini, mungkin kamu bisa memakai kekuatan Ddraig secara sempurna, tapi tubuhmu masih belum kuat menanganinya. Ddraig juga pasti menahan kekuatannya supaya tidak merusak tubuhmu. Hati hatilah. Kalau kamu membuat kesalahan dalam memakai kekuatan Sekiryuutei, tubuhmu sendiri yang akan hancur.”
“Ya! Aku pasti akan hati hati, Buchou!”
Akhirnya dilepaskan juga. suatu hari, aku ingin menguasai kekuatan Ddraig secara keseluruhan. Sejak awal, nilaiku sebagai [Pion] sepenuhnya diakibatkan oleh nilai kekuatan Ddraig.
Kekuatan yang mengalir di dalamku adalah kekuatan Ddraig.
Mampu mengendalikan kekuatan Ddraig adalah nilai sejatiku! Harus aku camkan itu!
Setelah itu, Buchou memasuki toko di lantai makan dan mulai menuangkan teh untuknya. Jadi dia ingin menikmati teh sampai waktunya tiba. Gasper tengah memakan donat di toko donat.
Asia dan Xenovia tengah mengobrol tentang ini dan itu di depan toko hamburger. Kiba tengah berjalan jalan sepanjang toko obat disamping lantai makan. begitu, karena sepertinya obat obatan dan sejenisnya juga tersalin disini, dia mencoba mengambil yang ia perlukan.
Semua orang tengah menikmati waktu mereka sampai waktu pertandingan dengan cara rileks mereka sendiri sendiri. Kalau begitu, aku juga—
Aku meninggalkan tempatku dan memasuki toko buku di dekat lantai makan.
Gufufufu. Ternyata seperti dugaanku! Toko buku ini adalah replika sempurna seperti bagian mall yang lain! Aku menuju ke sudut buku ecchi, dan melihat lihat buku ero sendirian di dalam toko yang kosong! Ini dia, ini dia, menakjubkaaaaaaaan! Aku bisa membaca semua buku ero ini sebanyak yang aku mau! Jadi ada juga medan tempur membahagiakan seperti ini! Ah, mana yang harus kulihat dulu!? Inikah perasaan seorang Pemburu Harta Karun yang menemukan harta karun emas dan perak? Aku bisa memilih yang manapun sesukaku!
Mungkinkah bagiku membawa ini semua ke rumah!? Aku ingin membawa ini semua denganku! Sejak aku mulai tinggal dengan Buchou dan yang lain, dua teman sialanku dan cowok cowok di kelas berkata kalau aku tak membutuhkan buku ero!
Itu salah besar! Itu sama sekali salah! Itu ya itu, ini ya ini. Karena, biarpun aku tinggal dengan Buchou seperti ini, aku mungkin dibenci kalau aku mencoba berbuat apa apa padanya; di sisi lain, tak mengetahui apa yang harus kuperbuat dengan hasrat seksualku sebagai siswa SMA sehat membuatku merintih menderita setiap hari.
Karena ini, aku harus menebus diriku setiap hari untuk hal hal yang tak bisa kulakukan dengan Buchou dan yang lain. Ah, kalau aku bisa membuat harem, aku bisa melakukan hal hal ecchi setiap hari dan aku takkan memerlukan buku semacam ini lagi!
Sampai hari itu tiba, aku akan tetap membaca buku ero! Karena Buchou dan Asia ada di kamarku, jadi sulit untuk membaca buku ero!
Kemudian, aku mengambil dan membaca salah satu buku di depanku. Uhyoh! Payudaranya sangat hebat tapi, sudah kuduga, saat dibandingkan dengan payudara cantik nan indah Buchou dan Akeno-san, yang satu ini tak ada apa apanya.
Fufufu, tapi lezat sekali melihat payudara di dalam buku ero ini sambil mengingat sensasi menyentuh payudara mereka!
“Ise-kun. sedang apa kamu? Ara-ara, sedang membaca buku porno ya? Ini waktu tersisa sebelum pertandingan penentuan, tahu?”
Munyuuu,
Aku merasakan sesuatu dengan kelembutan tingkat top di punggungku! Itu payudara! Apalagi, aku mengingat tekstur lembut ini! Dan suara ini! Sudah kuduga, itu Akeno-san!
Dia menggelayutiku dari belakang dan melihat apa yang sedang kubaca dari samping.
“A-Akeno-san! I-Ini! Aku hanya sedang mengecek apakah semua objek memang sudah dirakit ulang disini!”
Itu hanya alasan payahku. Tapi Akeno-san tidak kelihatan marah, dan masih tetap tersenyum manis.
“Ufufu, aku tidak marah padamu karena ini. Aku juga tak membencimu oleh hal ini. Justru, aku lega dengan Ise-kun yang seperti ini.”
Akeno-san nampak lebih toleran daripada Buchou. Kemudian, Akeno-san menatap buku yang sedang aku baca dengan ekspresi serius.
“....Begitu, jadi Ise-kun menyukai hal seperti ini.....”
Entah kenapa, matanya menjadi serius.....sudah kuduga, apa onee-san ecchi ini juga sangat tertarik dengan buku ecchi?
“A-Akeno-san?”
Selagi aku kelimpungan dengan reaksinya, Akeno-san menunjuk pada aktris yang terfoto di dalam buku ero.
“Bisakah aku mengenakan pakaian seperti ini lain kali?”
Hal yang Akeno-san sedang tunjuk adalah—kostum cosplay untuk Game ecchi yang si aktris kenakan! Tapi, ini hampir sama dengan telanjang! Area yang ditutupi oleh pakaiannya sangat sedikit! Kamu juga takkan bisa mengenakan pakaian dalammu!
“S-Serius!?”
Aku secara refleks mengatakan itu. masa sih!?
“Aku serius. Ufufu, karena itu Ise-kun, ini spesial.”
Dia membalas dengan wajah tersenyum! Hebat! Akeno-san akan mengenakan busana seperti itu! Aku harus benar benar memesan ini lain kali. Begitu, jadi cosplay-ero benar benar ada.......
Ini gawat. Khayalanku tak mau berhenti! Ini bagus, dan itu juga bagus.......
Selagi aku menikmati khayalan non-stop seperti ini, Akeno-san memelukku dari belakang lebih erat lagi.......
“A-Akeno-san, apa yang kamu lakukan?”
“....Aku meminta keberanian dari Ise-kun.”
Akeno-san bersuara menyakitkan. Aku terkejut oleh perubahan tiba tiba itu.
Tapi keberanian, huh. kalau kupikir pikir, Buchou juga berkata kalau dia mendapat keberanian dengan menggenggam tanganku seperti ini sepanjang pertemuan dengan tiga Kekuatan Besar.
“....Aku memerlukan keberanian untuk bertarung.....Karena aku mungkin memakai kekuatan lainku yang mengalir di dalamku kali ini, aku takut. Aku membencinya. Karena itu, aku meminta keberanian dari Ise-kun.”
Akeno-san......jadi dia teguh untuk memakai kekuatan Malaikat Jatuh yang dia benci.
Itu adalah kekuatan yang ia harapkan tak mengalir di dalam dirinya. Namun, situasi kita saat ini tak mengizinkan adanya penyangkalan diri.—Kalau dia tak menerimanya, dia takkan bisa maju.
Itu sesuatu yang tak aku pahami, namun kupikir itu adalah hal yang sulit.
“Kalau kamu tak apa apa denganku, mohon dapatkan seluruh keberanianmu dariku.”
Aku menggenggam tangan Akeno-san sambil ia memelukku dan berbicara dengan senyum. Kalau Akeno-san bisa mendapatkan keberanian dari orang sepertiku, itulah yang terbaik!
“Saat aku memakai kekuatan cahayaku, maukah kamu menyaksikannya, Ise-kun? kalau Ise-kun yang menyaksikan, aku pasti bisa memakainya.”
“Y-ya! Kalau Akeno-san bisa memakai kekuatannya hanya dengan aku menyaksikan, itu harga yang murah!”
“....Aku senang. Kalau aku bersama dengan Ise, pasti......kamu adalah milik Rias, tapi meskipun begitu aku akan selalu...........di sisimu.....”
Akeno-san nampaknya mengatakan sesuatu dengan sangat pelan sampai aku tak bisa dengar.
Akeno-san bergerak menjauh dari punggungku. Namun, matanya basah—Tiba tiba, Akeno-san mendekatkan wajahnya ke wajahku kali ini—Bi-Bibir Akeno-san hampir—“
“.....Ise-senpai, sudah waktunya untuk berkumpul.”
Saat bibirku dan bibir Akeno-san hampir bersentuhan, Koneko-chan tanpa sadar muncul!
Uaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah! K-K-Ka-Kami berdua kelihataaaaaaaaaan!
Ini buruk! Ini buruk! Tinggal sedikit lagi dan aku akan benar benar mencium Akeno-san!
Karena! Karena, itu bibir Akeno-san! Bibir yang sangat menarik! Tapi kalau Buchou mengetahui hal ini, aku akan dibunuuuuuuuuuuh!
Kalau aku, budak dan piaraannya, menjadi intim dengan orang lain, dia akan menghancurkanku!
“K-Koneko-chan! Ini, umm!”
Aku mencoba mengarang alasan sambil gugup, namun Koneko-chan hanya mendesah dengan mata setengah terbuka.
“Ara-ara, Koneko-chan. Kamu melihat kami. Ufufu. Ise-kun, terima kasih. Aku sudah tak apa apa sekarang.”
Akeno-san kembali ke senyum senangnya yang biasa, dan mencoba meninggalkan tempat ini.
Namun—
“.....lain kali, pasti......dengan kamu......”
Dia meninggalkan semacam bisikan. Ekspresinya nampak sangat menyesal karena harus berpisah.
Tidak, itu kesalahanku. Akeno-san pasti hanya mendekatiku dalam mode-S.
Saat aku mengangguk dengan meyakini itu—Koneko-chan menggenggam tanganku.
“K-Koneko-chan?”
Aku kaget oleh tindakan tiba tiba Koneko-chan, namun dia berbicara sambil tersipu.
“…..Tolong beri aku keberanian juga.”
--.
Begitu. Gadis ini juga akan memakai kekuatan yang telah ia segel sampai sekarang. Tangannya bergetar. Dia sangat ketakutan. Dia takut kalau kekuatan nekomatanya akan menguasai dirinya—
“Tentu. Kalau kamu tak apa apa denganku.”
Aku menggenggam balik tangannya dengan wajah tersenyum.
Kalau Akeno-san dan Koneko-chan bias mendapatkan keberanian untuk mengalahkan masalah mereka dengan menggenggam tangan orang sepertiku, itu harga yang murah untuk dibayar.
“…..Ise-senpai, tidakkah kamu takut padaku, sebagai seorang nekomata?”
Koneko-chan menanyakan itu dengan ekspresi cemas.
“Tidak, sama sekali tidak.”
Aku menjawab dengan kalem. Eh? Kenapa aku harus takut pada Koneko-chan? Selain itu, mana mungkin aku terganggu oleh mode telinga kucingnya yang imut itu? Aku memahami kondisinya, tapi aku tak melihat alasan kenapa aku harus takut pada Koneko-chan.
Mendengar itu, Koneko-chan nampak sangat tercengang. Namun, ia menundukkan kepalanya.
“……Sebelum latihan dimulai, aku sudah mengatakan hal kejam pada Ise-senpai.”
Ah, itu saat aku berbicara dengan santai dan membuat Koneko-chan marah.
“Kamu tak perlu mencemaskan hal itu. Waktu itu aku juga yang salah. Meski aku tak memahami kondisimu, aku—memang senpai tak berguna.”
“Itu tidak benar!”
Koneko-chan menggenggam tanganku lebih keras lagi.
“……Aku akan menggunakan kekuatan nekomataku.”
“—!”
Aku terkejut oleh kata kata Koneko-chan!
“…..Aku benci menjadi seperti nee-sama. Tapi dengan situasi saat ini, aku mungkin tak akan berguna bagi kalian semua. Karena itu, aku akan menggunakannya.”
Dia memasang wajah serius. Jadi dia sudah mengalahkan masalah itu saat dia menemui kakaknya dan menyatakan kalau dia akan memutuskan hubungan darinya.
“Koneko-chan, kamu pasti akan bisa menguasai kekuatan nekomatamu di masa depan dan suatu hari nanti menjadi Kucing Neraka.”
“….Kucing Neraka?”
“Ya, itu tertulis sebagai “Kucing Dunia Bawah” dan dibaca sebagai Kucing Neraka[27] seperti ini!”
Meski itu metode pendorong semangat yang asal asalan, aku mendeklarasi lebih jauh lagi!
“Akan kunyatakan ini pada Koneko-chan juga. Biarpun kamu lepas kendali dengan kekuatan nekomatamu, aku akan menghentikanmu. Aku ingin memakai kekuatan Sekiryuutei ini bukan hanya untukku sendiri, namun untuk teman temanku juga. Dan biarpun onee-san seram itu dating lagi, aku pasti akan menolongmu. Karena aku akan mengenyahkan nee-chan dengan tinjuku, kamu tak perlu takut.”
Itulah pendorong semangat terbaikku! Karena sayangnya aku ini idiot, aku tak bisa memberi kata kata yang lebih keren dari ini. Karena itu, kalau situasi jadi lepas kendali, aku akan mengorbankan nyawaku dan menyelamatkan gadis ini.
“……Kamu memang Sekiryuutei yang baik hati.”
Dia nampaknya menggumamkan sesuatu, tapi aku tak mendengarnya. Kupikir aku mendengar kata “Baik hati”, tapi……
Ngomong ngomong, pipimu kelihatan merah sekali, Koneko-chan. Kenapa? Apa aku membuat wajah-ero lagi?
Bagian 3
--Waktu untuk berkumpul.
Kami telah berkumpul di lantai makan dan tengah menanti waktu permulaan.
Kemudian, sebuah pengumuman disiarkan di dalam toko.
[Waktunya untuk dimulai. Lebih jauh lagi, batas waktu untuk Game ini akan memakai gaya-Blitz selama tiga jam. Maka tanpa penundaan lagi, Game Start!]
Game Start!
Tunggu, blitz!? Jadi mereka juga menentukan batas waktunya!? Jadi ada juga kasus seperti ini!? Jadi karena inikah mereka memberi kami waktu strategi sebelum ini. Itu karena mereka mengubah aturan setiap waktu, huh. Rating Game sungguh rumit. Buchou berdiri dari tempat duduknya dan berbicara dengan ekspresi penuh semangat bertarung.
“Instruksi kalian seperti yang kita setujui sebelumnya. Ise dan Koneko, dan Yuuto dan Xenovia akan berpencar ke dalam dua kelompok terpisah. Ise dan Koneko akan maju sepanjang interior toko. Yuuto dan Xenovia akan maju sepanjang garasi parkir. Gasper akan bertransformasi menjadi banyak kelelawar dan melakukan pengintaian dan melaporkan kondisi di dalam toko. Menurut kondisi perkembangan kalian, aku, Akeno, dan Asia akan melaju dengan rute kelompok Ise.”
Kami mendengarkan instruksi Buchou dan kami memasang mikropon komunikasi di telinga kami semua.
“Baiklah, Iblis Iblis budak manisku! Kita tak akan kalah lagi! kali ini, kita akan menang!”
[Ya!]
Semua orang terisi dengan semangat bertarung. sudah wajar! Kami tak akan kalah seperti waktu itu lagi! kami akan menang! Pasti!
“Kalau begitu, Xenovia, ayo pergi!”
“Ya, Kiba.”
Kiba dan Xenovia pergi lebih dulu. Mereka menyerbu keluar dari lantai makan dan menuju ke jalur yang terhubung dengan garasi parkir. Menurut Kiba, sudah dikonfirmasi kalau ada banyak mobil di tempat parkir. Namun, semua itu nampaknya hanya imitasi. Sehingga melaju dengan mobil itu mustahil.
Baiklah, kami selanjutnya yang pergi setelah Kiba dan Xenovia.
“Koneko-chan, ayo pergi!”
“Ya.”
Aku dan Koneko-chan pergi meninggalkan tempat itu dan bergerak keluar. Koneko-chan sudah memberitahu semua orang kalau dia akan menggunakan kekuatannya.
Inilah yang direncanakan Buchou. Dia memprediksi kalau musuh akan membaca pergerakan kita sebagai berikut.
Aku akan menyerbu ke markas musuh sambil menghindari pertarungan sebisa mungkin. Agar bisa mempromosi diriku menjadi [Ratu].
Kiba dan Xenovia yang berkecepatan tinggi akan bergerak bersama dan melaju sepanjang garasi parkir menuju markas musuh. Disana mereka akan mengganggu formasi musuh dan menarik perhatian musuh. Agar aku bisa berpromosi menjadi [Ratu], mereka akan dengan cepat mengalihkan perhatian dan menarik musuh menjauh dari markas mereka. Saat aku menjadi [Ratu], semua orang akan sementara mundur dan kemudian menyerang sekali lagi. Buchou juga akan mulai bergerak di waktu ini.
Yang jelas, membuat Sekiryuutei berpromosi menjadi [Ratu] dianggap hal terpenting – atau seperti itulah seharusnya.
Buchou berasumsi kalau kaichou akan membaca kami seperti itu, sehingga dia melakukan hal kebalikannya.
Aku bergerak maju seperti yang Kaichou prediksi. Mereka juga akan menerima serangan. Namun, pasukan penyerang utama kami adalah Kiba dan Xenovia. Itu bukan pengalih perhatian, namun serangan sungguhan. Justru, aku yang akan jadi pengalih perhatian.
Karena lawan akan mengincar aku dan mengirim beberapa assasin mereka, Buchou memprediksi kalau area disekitar [Raja] akan kekurangan orang. Tentu saja, assasin juga akan dikirim setelah kelompok garasi parkir, namun kami menduga tempat itu tak terlalu dijaga ketat dan akan diserbu oleh Kiba dan Xenovia.
Sementara itu, kami akan mengincar [Raja] dan skakmat!
Taktik untuk memakai kekuatan Sekiryuutei ini berbeda. Kali ini, aku tak memainkan peran tipe-Kekuatan aktif. Karena aku adalah anggota keluarga Buchou paling terdepan. Aku harus menggabungkan kekuatanku dengan semua orang.
“Ise, semoga berhasil.”
“Ise-san! Berjuanglah! Jangan kalah!”
“Ufufu, aku ingin melihat sisi kerenmu!”
Buchou, Asia, dan Akeno-san semuanya memiliki harapan tinggi untukku! Oooh! Aku harus tunjukkan sisi kerenku! Tunggu, biarpun aku bertarung, mereka hanya bisa menontonnya kemudian dari video rekaman.....
Aku dan Koneko-chan melaju dengan langkah sedang yang tidak berlari atau berjalan.
Karena suara bisa menggema sepanjang interior toko, lawan akan bisa menilai jarak kami dari mereka kalau kami berlari. Lebih jauh lagi, interior toko adalah mall perbelanjaan panjang horizontal yang membentang dalam garis lurus ke arah kedua ujung. Kami tak punya pilihan selain maju sambil menyembunyikan keberadaan kami.
Yah, biarpun kami menyebutnya departemen store, bahkan takkan memerlukan sepuluh menit untuk berjalan dari satu ujung ke ujung lain. Kami bergerak sambil memperhatikan itu.
....Hmm. Tak ada musuh sejauh mata memandang. Lima menit sudah berlalu sejak Game dimulai, namun karena kami bergerak maju sambil terus siaga, kami baru bergerak maju sepanjang seperempat dari tempat ini.
Kami nampak menghindari pertarungan, dimana kami sebenarnya adalah pengalih perhatian. Aku merasa gugup.
Kemudian, di sampingku, Koneko-chan – telinga kucing menyembul di kepalanya!
Telinga itu bergerak dengan PIKO-PIKO! Apalagi, dia bahkan mengeluarkan ekornya! Sungguh keimutan mematikan! Aneh. Kenapa aku segirang ini!? Biarpun aku tak memiliki fetish loli, apa aku punya fetish loli-hewan!? Mode nekomata Koneko-chan benar benar imut!
Koneko-chan menunjuk ke arah yang agak jauh dan berbicara.
“......Mereka bergerak. Ada dua orang lurus di depan sana bergerak ke arah kita.”
“Kamu bisa tahu?”
“......Ya, karena aku melepaskan sebagian senjutsu dalam kondisiku saat ini, aku bisa membaca aliran jiwa dengan sangat baik. Alaminya, aku bisa memahami rincian mereka, tapi......”
Begitu. Tapi, apa kuping kucing itu seperti sensor? Benar benar berguna sekali!
Inilah senjutsu yang bisa membaca jiwa dari sekeliling seseorang! Berpikir soal itu, nekomata bisa memahami segalanya yang terjadi sampai derajat tertentu melalui aroma. Karena dia kucing, hidungnya pasti lebih baik dari Iblis sepertiku yang berasal dari manusia.
“......Berapa lama sampai kita bertemu dengan orang orang itu yang menuju ke arah kita?”
“.....Dengan kecepatan mereka, kira kira dalam sepuluh menit.”
--Sepuluh menit, huh.
Kami lebih baik mempersiapkan diri kami. Haruskah aku memakai Sacred Gearku secara normal? Atau haruskah aku memakai Balance Breaker? Aku kebingungan diantara keduanya, namun aku masih tak tahu kemampuan macam apa yang lawan miliki.
Poin kuatku adalah – hanya kekuatan fisikku yang cukup kubanggakan. Aku nyaris tak punya sihir. Biarpun aku meningkatkan kekuatan sihirku dengan Sacred Gearku, aku akan kehabisan bensin dengan cepat.......biarpun aku memiliki kekuatan besar, kalau aku salah memakainya, aku akan kalah dalam sekejap!
......Aku selalu dalam situasi berbahaya. Aku setidaknya harus camkan itu baik baik.
Koneko-chan memandangku dengan serius. Apa hanya imajinasiku atau pipinya nampak merah?
“.....Tidak. Ise-senpai memasang wajah prajurit dalam situasi genting. Biarpun biasanya kamu memasang wajah cabul......”
.....Serius!? Apa aku memang normalnya memiliki wajah mesum seperti itu!? Y-Yah, karena aku memiliki khayalan erotis setiap hari, apa boleh buat......
Saat aku menyentuh wajahku dengan tanganku—
“--!”
Koneko-chan tiba tiba menengadah ke langit langit di atas kami.
“.....Diatas!”
Apa, apa? Saat aku mengikuti arah pandangan Koneko-chan yang terkejut—
Merentang jauh sampai ke langit langit adalah tali—bukan, benang! Seorang yang turun dari langit langit memakai tali seperti Tarzan itu adalah—
“—Hyodou! Yang pertama menyerang adalah kami!”
Itu Saji! Dia bersiap menyerangku sambil memposisikan dirinya dalam tendangan lutut! Lebih jauh lagi, ada seseorang di punggung Saji!
Aku dengan cepat berlindung memakai gauntletku sebagai tameng.
Dogon!
Dampak dari kekuatan gabungan momentum jatuh + tendangan + bobot mereka berdua disalurkan ke tubuhku melalui gauntletku!
Posisiku berguncang dari kekuatan serangan itu, namun aku akhirnya bisa memulihkan diri dan bersiap menuju ke –musuh di hadapanku.
“Yo, Hyodou.”
Saji telah muncul. Di sampingnya, seorang yang menaiki punggungnya tadi—seorang gadis. Anggota dari OSIS, huh. kupikir dia siswa kelas satu. Dia sering terlihat bersama Saji dari belakangnya.
Lengan kanan Saji—memiliki luka ular hitam disekitarnya beberapa kali. Bentuknya berbeda dari sebelumnya! Sebelumnya hanya ada bentuk Kadal tak sempurna disitu. Apa Sacred Gearnya berubah!?.....Tunggu, ada luka ular hitam disekitar gauntlet di lengan kiriku juga, dan tersambung dengan Sacred Gear Saji. Dia pasti menaruhnya padaku dalam serangannya tadi!
Ada juga benang yang terhubung ke tangan kiriku, tapi......itu tidak terhubung dengan Sacred Gear Saji. Justru, itu nampaknya terikat ke tempat yang agak jauh. Apa benang ini tersambung sampai ke markas musuh?
Ini terasa aneh, namun rasanya kekuatanku tidak sedang disedot.
Saji menyadari kalau aku memandang Sacred Gearnya, dan berbicara sambil tersenyum pahit.
“Yah, aku sudah berlatih keras. Hasilnya adalah ini. Jadi, saat aku memasang benang di langit langit dan naik ke atas untuk bisa mengobservasi interior toko dari atas, aku melihat dua orang berjalan mengendap endap dari kejauhan. Karena kalian tak menyadariku, aku memakai kesempatan singkat itu untuk melakukan serangan Tarzan.”
Begitu. Jadi itu caramu sampai kemari. Ya, aku merasa bisa memahaminya.
Kalau aku datang kemari lebih awal, aku juga akan lakukan hal yang sama denganmu. Jadi aku bisa memahami maksudnya.
Kau juga berpikir seperti itu, kan? Hei, Saji.
Kita berdua mirip, kau dan aku. Dari kepala sampai jempol, kita berdua serupa. Dari segi sifat mesum, kesetiaan kita terhadap majikan, kebodohan kita, dan kecenderungan kita untuk hanya bergerak lurus ke depan.
Kita benar benar terlalu mirip. Karena itu aku segera memahaminya. Kalau kau dan aku akan bertarung hari ini.
“Aku juga berlatih. Aku menghabiskan hampir seluruh musim panasku dengan dikejar kejar Naga.”
Maaf, Saji. Aku akan mengalahkanmu dan terus maju. Kemenangan hari ini adalah yang terpenting bagi kami.
Aku harus bisa mengejar Vali. Dia akan mengincarku pada poin tertentu. Pada saat itu, dia bisa saja melukai Buchou, Asia, dan yang lain.
Agar bisa mencegah itu, aku akan menjadi kuat! Aku tak bisa berhenti di tempat seperti ini!
Ya, pada momen itu aku terisi dengan semangat bertarung. kemudian pengumuman yang sulit dipercaya mencapai telingaku dan Koneko-chan!
[“Peluncur” pertama Rias-Gremory sama, kalah.]
--! Apa!? Yang mana!? Bukankah Game baru saja dimulai!? Asia bersama dengan Buchou, jadi – Saji menyeringai.
“Seorang yang baru dijatuhkan kemungkinan adalah Gasper-kun.”
......Gasper dijatuhkan!? Itu terlalu cepat, bukan!? Bukankah dia bertransformasi menjadi banyak kelelawar dan berkeliaran di dalam toko demi pengintaian?
“Gasper tertangkap.”
Saji melanjutkan saat aku sedang berpikir keras.
“Kami menerima informasi dan diberitahu kalau Sacred Gear Gasper-kun disegel menurut aturan. Karena itu, tak terhindarkan kalau ia akan memakai kekuatan Vampirnya. [Dia akan berubah menjadi kelelawar dan mengobservsi situasi di dalam toko]. Inilah yang Kaichou pikirkan. Jadi kami sedikit membenahi markas kami.”
Markasmu!? Itu kan toko sayuran. Saji melanjutkan lebih jauh.
“Pertama, salah satu anggota kami bergerak secara mencurigakan di markas Sitri. Kemudian, Gasper-kun yang melakukan pengintaian secara alami akan tertarik dan mengikuti mereka, tahu? Lalu, saat kami menunjukkan kebiasaan yang lebih mencurigakan, dia akan memanggil kelelawar lain yang dia luncurkan dan mulai mengobservasi beberapa dari mereka. Saat semua kelelawar sudah terkumpul, disanalah itu terjadi. Kalau sesuatu terjadi pada kelelawar saat mereka semua berkumpul, mereka akan kembali menjadi tubuh Gasper. Di dekat tempat semua kelelawar itu berkumpul terdapat – bawang putih, objek yang paling dibenci Vampir. Markas kami adalah toko sayuran di lantai pertama sisi barat. Ada banyak sekali bawang putih disana. Sehingga mudah untuk menangkap Gasper seperti itu.”
Jadi mereka menangkap dan menghabisinya saat dia dibuat tak berdaya oleh aroma bawang putih! Tak mungkin! Jadi ada cara semacam itu untuk bisa menangkapnya!?
“Itu cukup sederhana, kan? Tapi biarpun aku mengatakan itu, metode menjatuhkannya ini takkan bekerja lagi. kaichou berkata kalau, tak peduli sekeras apapun latihannya, dia masih takkan mampu mengalahkan kebenciannya terhadap bawang putih. Sungguh beruntung markas kami terletak di lokasi seperti itu, namun kalah ya tetap saja kalah.”
.....Jadi maksudmu itu adalah titik kelemahannya!? Tidak, tak peduli seberapapun lemahnya dirimu, kamu seharusnya bisa menahan bawang putih sampai poin tertentu, Gaspeeeeeeeeeeeeeer! Sejak awal, lelucon itu sudah terlalu berlebihan!
Gyasuke! Setelah ini, kita akan lakukan latihan yang membuatmu bisa mengatasi bawang putih! Aku akan mengganti makanan normalmu dengan nasi bawang dan bawang panggang! Kamu tak bisa begitu saja mundur dari pertandingan tanpa melakukan pengintaian dengan benar!
Merasa kesal, aku mencoba mengaktifkan Sacred Gearku, namun—
[Partner, penggandaan kekuatan itu berbahaya. Sekarang karena kau terhubung dengan Sacred Gear orang itu, bagian dari kekuatanmu akan dicuri olehnya kalau kau gandakan.]
--! Benar juga, Sacred Gear Saji memiliki kemampuan menyedot energi dari benda yang terhubung dengannya. Sekarang karena Sacred Gearku dan Sacred Gearnya terhubung, penggandaan akan berbahaya!
[Untuk melepas hubungan ini, kau tak punya pilihan selain memusnahkannya memakai paska-kejutan dari mengaktifkan Balance Breaker!]
Sialan! Sejak awal aku sudah dipaksa melakukan itu! – Aku akan mengaktifkan Balance Breakerku dan menghancurkan sambungan ini!
“Start!”
[Count Down!]
Waktu sampai Balance Breaker bisa digunakan ditampilkan di berlian dan penghitungan sudah dimulai. Karena sudah begini, aku tak bisa memakai kemampuan Sacred Gear normalku! Aku juga tak bisa memakai penggandaan atau transfer sampai aku bertransformasi ke Balance Breaker!
Selama dua menit, aku tak punya pilihan selain menghindari serangan Saji!
Ini adalah pertarungan singkat, namun menentukan. Kami akan memakai momentum pengaktifan Balance Breaker untuk terus melaju ke arah [Raja]! Dan kemungkinan yang bisa melakukan itu adalah Kiba dan Xenovia. Aku akan bertindak sebagai pengalih perhatian dan menyibukkan mereka disini!
Agar bisa mengambil jarak, aku mencoba mundur untuk sementara dari sini, namun – aku ditarik oleh benang dan kehilangan keseimbanganku! Sudah kuduga, Sacred Gear Saji memang merepotkan!
“Apa kau mau kabur, Hyodou!?”
Dalam sekejap, ruang diantara kami dipersempit dan – Don! Tendangan dihantamkan ke perutku!
Gahoh! Tubuh atasku terdorong ke bawah oleh tendangan Saji. Tapi, aku sudah memusatkan kekuatan di tulang dadaku dan menghindari kemungkinan luka terburuk. Hehehe, ini karena aku melakukan latihan dasar dengan tepat. Aku sangat percaya pada kekuatan otot perutku!
“Heh, biarpun aku menendangmu cukup serius disana. Kau juga sepertinya tak melakukan latihan setengah setengah.”
Tak memberikan luka yang dia pikir akan fatal, Saji tersenyum pahit.
Mustahil untuk kabur disini! Kalau begitu, aku hanya perlu menyerang dari depan!
Aku menyerah untuk mengambil jarak dari Saji dan tiba tiba menyerbu ke arahnya! Aku tak terlalu handal dalam adu tinju dengan tubuhku, tapi aku sudah mengakumulasi banyak latihan dasar! Aku sudah membentuk tubuhku untuk pertarungan jarak dekat! Yang tersisa hanya percaya pada tubuhku!
Aku meremas tinjuku dan mencoba memukul Saji, namun – Saji menembakkan benang padaku dari lengan kanannya! Apa dia berniat menghisap kekuatanku!? Aku mencoba bertahan, tapi benang itu melewatiku dan melekatkan dirinya ke lampu toko.
“Nimura! Pakai kacamata hitam yang kita dapatkan di toko sebelumnya!”
Saji dan si kouhai Saji mengeluarkan kacamata hitam dari saku mereka dan mengenakannya! Apa yang mereka—saat aku kebingungan sejenak, aku segera memahami maksud dibaliknya.
Kah!
Lampu toko mengeluarkan cahaya menyilaukan dan menyerang mataku dan Koneko-chan! Sial! Mereka membutakan kami!
[Mereka mengenaimu. Dia membuat ledakan cahaya hanya dalam sekejap dengan mengaitkan benangnya ke lampu dan mengirim kekuatan sihir ke dalamnya]
Jangan menjelaskannya setenang itu, Ddraig! Gawat! Aku tak bisa membuka mataku—
Dogon!
“Guhah!”
Sekali lagi, aku menerima hantaman di perutku! Karena aku tak memperkuat otot perutku kali ini, aku menerima hantaman dengan keras! Kemudian, saat tubuhku tengah terhuyung, aku menerima serangan lain dari Saji di punggungku!
Oooooowwwww! Rasa sakitnya mengumpul di tubuhku, dan kemudian rahangku—
Bagan!
Serangan telak dari Saji dengan tajam menghantam rahangku!
Dari serangan bertubi tubi itu, aku jatuh ke lantai.
...Kuh....dia mengenaiku. Dia benar benar sudah mencuri start......lebih jauh lagi, dia memukulku sangat telak.
Gigiku bergeretak oleh hantaman di rahangku. Mulutku juga terluka oleh itu. rasa darah menyebar di mulutku. Daya pandangku pulih kembali dan – saat masih menundukkan kepala ke tanah, aku menengadah dan......
Aku melihat Saji mengarahkan tangannya padaku dan mencoba menembakkan peluru sihir ke arahku! Dia berniat melakukan serangan penghabisan! Aku dengan cepat bangkit dan bergulung ke sisi.
Don!
Lubang besar tercipta di lantai dari peluru sihir yang dia tembakkan! Kekuatan apa itu!? itu benar benar serangan penghabisan! Itu berbahaya! Aku hampir saja dikalahkan sebelum mengaktifkan Balance Breaker! Aku takkan bisa berkata apa apa tentang yang terjadi pada Gasper nanti!
“.....Tidak buruk, Saji.”
“Hyodou, aku serius. Aku akan benar benar mengalahkanmu, Sekiryuutei.”
--. Mata Saji terisi penuh oleh keyakinan kuat. Aku bisa tahu kalau keseriusannya sangat besar.
Kemudian, Saji mengangkat tangannya dan mencoba menembakkan hembusan sihir lain.
Don!
Dia menembakkan massa sihir bervolume besar lain! Namun ukurannya tidak terlalu besar. Kemungkinan, dia mencoba mengikuti aturan yang memerintahkan supaya tak merusak bangunan sebisa mungkin.
Namun, serangan itu sudah cukup untuk menjatuhkan lawan sepertiku!
Aku mengelak, dan toko tempatku berdiri sebelumnya hancur oleh hembusan sihir.
Namun, bagaimana Saji meluncurkan serangan seperti itu!? Kudengar dia memiliki sihir rendah sepertiku. Namun, bagaimana dia bisa meluncurkan serangan semacam itu!?
Pada momen itu, aku mataku terbelalak. Karena Sacred Gear Saji menghubungkan benangnya dengan dadanya – ke jantungnya.
--Sumber serangan berturut turut Saji adalah energi kehidupannya!?
“Saji! Kau! Apa kau mengubah energi kehidupanmu sendiri.......menjadi kekuatan sihir!?”
“Itu benar. Dengan sihir payahku, hanya ini cara bagiku untuk menembakkan serangan kuat. Aku mengubah energi kehidupanku menjadi energi sihir memakai kemampuan Sacred Gearku. Seperti yang kau lihat, aku [Mengorbankan Nyawaku] disini.”
“Apa kau benar benar berniat mati....!?”
Saji – tersenyum dengan ekspresi serius.
“Ya, aku berniat untuk mati. Aku berniat mengalahkanmu dengan niat mati – apa kau memahami frustasi kami, dimana impian kami ditertawakan!? Apa kau paham betapa kerasnya kami mempercayai impian kami!? Pertarungan ini tengah disiarkan di seluruh Dunia Bawah. Kami harus menunjukkan keseriusan kelompok Sitri di depan orang orang yang mentertawakan kami!”
Tiba tiba, aku mengingat adegan itu!
--Ya, ini sangat mirip dengan saat aku menyerbu ke dalam pesta pertunangan Buchou!
Aku tak mempedulikan nyawaku sendiri dan menyerbu begitu saja demi menyelamatkan Buchou. Aku hanya berpikir untuk menolong Buchou, biarpun harus mati. Pertarungan ini sangat mirip dengan adegan itu.
Saji, kau sama denganku pada saat itu.
Saat aku dan Saji tengah bertarung sengit dengan mengelak dan menghajar pada saat itu, Koneko-chan dan kouhai Saji sudah mulai saling menyerang dan bertahan di samping kami.
Koneko-chan lebih superior dalam pertarungan tangan kosong. Meskipun begitu, wanita lawannya bisa mengimbanginya dan pertarungan menjadi sangat sengit.
Namun, setelah tinju Koneko-chan menghantam pipi lawannya, sebuah perubahan terjadi. Tubuh kouhai Saji berguncang sedikit. Matanya juga nampak sedikit nanar. Apa dia menerima luka dari gelombang kejut tinju Koneko-chan!?
Koneko-chan tak melewatkan celah itu! Dia menyelimuti tinjunya dalam aura putih pucat dan menghantamkannya ke dada lawannya!
Bang!
Suara yang terdengar bagus menggema sepanjang sekeliling. Dalam sekejap itu, kouhai Saji terjatuh di atas lututnya.
Description: High school dxd v5 287.jpg
Description: http://baka-tsuki.org/project/skins/common/images/magnify-clip.png
“......Aku menghantamkan tinju yang terlapisi energi jiwa padamu. Karena luka ini juga ikut merusak aliran pembuluh darah dalam tubuhmu saat itu, kamu takkan bisa memakai sihir lagi. Lebih jauh lagi, serangan itu juga menembus sampai ke organ dalammu.......kamu takkan bisa bergerak lagi.”
Itulah kata Koneko-chan!
Sensei pernah mengatakan ini sebelumnya!
[Gaya bertarung sejati Koneko, yang menggabungkan senjutsu dan pertarungan tangan kosong, akan menjadi senjata ampuh. Serangan yang tidak hanya merusak tubuh lawan, namun juga pembuluh darah yang mengalir dalam tubuh mereka akan merusak aura musuh sampai ke dasar dasarnya. Namun, kalau dia menjadi termangsa oleh kekuatan, dia harus segera berhenti memakainya. Senjutsu bisa membaca dan memakai energi jiwa, namun juga menyerap kejahatan dan hasrat jahat yang mengalir di dunia. Kakak Koneko menjadi seperti itu karena dia terlalu banyak menyerap kejahatan juga.]
Ini ledakan tinju Koneko-chan!? Dia menembakkan tinju yang terisi energi jiwa. Ia memberi luka luar, tentu saja, namun kekuatan destruktif utamanya adalah – luka yang dihantamkan ke dalam tubuh! Ia mengirim energi jiwa yang menyelimuti tinjunya ke tubuh lawannya dan memberi kerusakan pada organ internal mereka!
Biarpun serangan dari tinju itu tidak terlalu kuat, asalkan energi jiwa yang ditembakkan bisa masuk ke dalam tubuh lawan – efeknya akan mematikan!
Seperti yang pernah kulihat di buku. Aku sendiri tak terlatih dalam organ internal!
Tinju yang memberi luka pada organ dalam! Jadi ini serangan yang Koneko-chan telah segel. Kalau dia memakainya baik baik, dia mungkin bisa menjadi budak dengan serangan paling efektif diantara kami.
“.....Saji-senpai, maafkan aku.”
Setelah dia mengeluarkan kata kata itu, tubuh si kouhai bersinar dan dia menghilang dari sini. Dia telah kalah dan telah dipindahkan ke tempat lain karena dia telah menerima luka serius.
[“Pion” pertama Sona Sitri-sama, kalah.]
Kami mendengar pengumuman lain. Dengan ini, tiap tiap tim sudah kehilangan satu orang.
“.....Aku sudah menjadi Kucing Neraka. Aku takkan kalah.”
Baiklah, karena Koneko-chan sudah memutuskan sambil bersikap cool, aku juga harus menunjukkan kehebatanku sebagai senpai!
Namun, aku sudah kesulitan dengan hanya menghindari peluru sihir Saji. Aku akan menerima luka serius kalau serangan itu menyentuh tubuhku. Dengan kekuatan sihir sebanyak itu diisi ke dalam tiap tembakan, akan mematikan kalau sampai mengenaiku. Itu benar benar kekuatan jiwa dan semangatnya!
“Haahaaa.......haahaa....”
Tapi, kelelahan Saji dari terus menerus menembakkan peluru sihir juga sangat parah. Dia takkan bisa bertahan lebih lama lagi!
“.....Ise-senpai, akan kubantu.”
Koneko-chan mencoba mendekat.
“Tidak, Koneko-chan. Tolong biarkan aku melakukan ini diantara aku dan Saji saja.”
Saat aku menolak bantuannya, Koneko-chan menggeleng kepalanya.
“Itu tidak bagus. Ini pertarungan tim. Mari bekerja bersama.”
“Ya, seperti ucapanmu, Koneko-chan. Namun, selagi dia bertarung melawanku, Saji tak membuat serangan langsung ke Koneko-chan. Kalau dia mau, dia bisa saja melekatkan benang itu ke Koneko-chan dan menghisap kekuatanmu. Menurutmu kenapa dia tak melakukan hal itu?”
Koneko-chan tak bisa menjawab pertanyaanku, namun Saji menjawabnya sambil tersenyum penuh keteguhan.
“.....Maaf, Toujou Koneko-chan. Aku ingin menang melawan Hyodou, melawan Sekiryuutei satu lawan satu. Bukankah sudah kukatakan? Impian kami serius. Kami akan membangun sekolah. Kami akan mendirikan sekolah tanpa diskriminasi di Dunia Bawah. Dan aku akan menjadi Guru......itulah impianku.....pertarungan ini sedang disiarkan sepanjang Dunia Bawah. Karena itu ini memiliki arti. Aku, seorang [Pion]! Akan menang melawan [Pion] yang sama, Sekiryuutei, Hyodou Issei! Aku akan mengalahkan Sekiryuutei! Aku akan menang dan mengatakannya dengan berani! Kalau aku akan menjadi Guru!”
Saji serius. Tatapannya begitu kuat dan tak terisi kesuraman atau kemurungan sama sekali.
Aku juga berbicara pada Koneko-chan.
“Jadi seperti itulah. Kalau aku kabur begitu saja dari tantangannya, aku takkan kelihatan cool, kan? kalau aku tak melakukannya – karena itu, aku harus melakukannya. Karena aku temannya, aku tak punya pilihan selain melawannya dengan serius. Aku harus melakukannya! Kalau tidak, aku takkan bisa menunjukkan wajahku pada Buchou!”
Ya, kami berdua sangat mirip. Dari kepala sampai jempol, kami serupa – kami berdua idiot tak berpengalaman.
Setelah mendengar itu, Koneko-chan menurunkan tinjunya dan mengambil jarak dari kami.
“ “ Terima kasih “ “
Aku dan Saji berterima kasih pada Koneko-chan di saat yang sama.
Tapi, kenapa Saji mengaitkan benang tidak hanya ke Sacred Gearku, tapi juga secara langsung di lengan kiriku?
[Dia ingin mencegah kemampuan pengganda Sacred Gearmu dari dipulihkan dan mengalir ke tubuhnya di saat yang sama saat dia menghisap kekuatanmu. Dia tahu itu, kalau dia menghisap baik kekuatanmu dan kekuatan Sacred Gear di saat yang sama, tubuhnya takkan kuat menerimanya dan akan meledak. Dia berencana menghentikan penghitungan Balance Breaker dan mengembalikanmu ke wujud normal.]
Sungguh Sacred Gear yang kompleks!
“—Ini tak ada habisnya, huh.”
Saat Saji mendesah, dia mengumpulkan kekuatan sihir yang sangat berbeda dari tadi diantara kedua tangannya! Ukurannya besar! Itu akan mempengaruhi seluruh sekeliling kita!
Saat aku merasakan itu, kekuatan sihir itu ditekan dan mengecil. Kemudian, peluru sihir seukuran softball diciptakan diantara tangan Saji.
“Dengan ini, takkan mempengaruhi area sekeliling, dan hanya akan menghancurkan tubuhmu.”
Setelah membuat itu, Saji – dia bernafas terengah engah. Serangan yang terisi seluruh kehendaknya. Itulah yang dia baru ciptakan.
Dia berniat membunuhku dengan itu. Saji tersenyum tipis.
“Aku sangat iri padamu. Kebanggaan dari majikan dan senpaimu. Sang Sekiryuutei. Semua orang mengenal tentangmu. Tapi, meski aku [Pion] yang sama denganmu, aku tak punya apa apa! Tak punya apa apa! Karena itu, aku memakai seluruh kebanggaan dan kepercayaan diriku. Aku akan membunuhmu, sang Sekiryuutei!”
Itulah teriakan Saji. Aku tak paham. Ternyata dia memandangku seperti itu.......
Tapi, aku – akan mengalahkan impianmu! Aku memiliki impianku sendiri, Buchou memiliki impiannya sendiri! Demi memenuhi semua itu, kita mengorbankan nyawa kita, bersama!
Tooon!
Saji akhirnya menembakkan serangan yang terisi segenap keyakinannya! Aku mencoba menghindarinya, namun—
Saji melepaskan benang yang melekat pada Boosted Gearku di ujungnya dan menembakkannya ke arah kakiku!
Boosted Gearku dan lantai di kakiku terikat satu sama lain oleh benang itu! Aku mencoba menariknya, namun benang itu terlalu keras dan liat, dan aku tak bisa membebaskan Boosted Gearku dari lantai!
Ini gawat! Kalau terus begini, aku takkan bisa menghindari sihir yang mendekat! Balance Breaker akan aktif tak lama lagi, tapi ternyata waktunya tidak tepat!
Aku tak punya pilihan selain meneguhkan diriku sendiri! Peluru sihir mengenaiku!
Doooooooooooooon!
Momen ia menghantam, peluru sihir itu meledak terbuka dan auranya menyebar sepanjang sekeliling!
Dalam sekejap itu.
[Divide!]
Gauntlet putih muncul di tangan kananku dan menangkap serangan Saji.
.......Aku menerima setengah serangannya. Namun, sisi yang lain dilenyapkan oleh kekuatan Hakuryuukou. Tubuhku tak bisa menahannya lagi......tapi, aku takkan menerima luka lebih besar lagi!
“—Peluru sihirku dibagi dua!?”
Saji terkejut.
“Aku bisa mengaktifkan kekuatan ini meski hanya sedikit saat berlatih di pegunungan. Tapi, ada beberapa syarat pengaktifannya. Pertama, kesempatan pengaktifannya kurang dari sepuluh persen. Ini mendekati judi. Kedua, ini juga memerlukan keteguhan. Ini adalah energi kehidupanku. Tak peduli aktifasi itu berhasil atau gagal, energi kehidupanku akan tersedot saat aku mencoba memakainya. Ini judi yang cukup menyeramkan, bukan?”
Judiku telah berhasil. Namun energi kehidupanku tersedot banyak. Usai menyelesaikan tugasnya, gauntlet putih itu segera lenyap dari lengan kananku. Aku masih bisa memakainya, tapi tak mampu membuatnya tetap terwujud.
Namun, berkat itu, akhirnya sempurna juga. penghitungan Boosted Gear – selesai!
“Aku juga mempertaruhkan nyawaku. Aku tak bisa berhenti di tempat seperti ini. Ayo majuuuuuuu! Bersinarlah! Boosted Geaaaaaaaaaaaaaar!”
Menanggapi teriakanku, suara Sacred Gearku membahana!
[Welsh Dragon Balance Breaker!!!!!]
Aura merah sangat besar yang menyilaukan mengelilingiku dan berubah menjadi armor.
Di saat yang sama, kekuatan luar biasa mengalir ke dalam tubuhku.
--Sekitar sepuluh menit telah berlalu sejak Game dimulai.
Waltz
Sudah beberapa menit sejak Game sudah dimulai. Aku –Kiba, dan Xenovia memasuki tempat parkir multi-lantai.
Kami terus maju ke depan sambil dengan waspada melihat lihat sepanjang tempat parkir yang sunyi senyap. Karena kami sudah menemui banyak mata mata sepanjang misi kami, bergerak maju seperti ini adalah poin kuat kami.
Aku berjalan ke depan, dan kemudian, setelah aku mengkonfirmasi kalau tak ada seorangpun yang bersembunyi di lokasi di depan sana, aku memanggil Xenovia di belakangku agar dia juga terus bergerak maju. Kami mengulangi ini berkali kali dan perlahan berhasil mencapai tempat parkir.
Rencana kami adalah turun sepanjang lorong mobil di lantai kedua dan turun ke lantai pertama. Elevator disini juga berfungsi, tapi kami takut diserang selagi menaikinya.
Kami tak punya pilihan selain terus bergerak dengan metode yang paling bisa diandalkan.
Kami bergerak turun sepanjang lorong dari lantai kedua dan turun ke lantai pertama dari tempat parkir.
--Ada sebuah sosok di hadapan kami.
Melihat dengan seksama, itu adalah gadis berkacamata dengan rambut hitam panjang—
Aku mengenalnya. [Ratu] Kaichou, “Wakil Presiden dari OSIS”, Shinra Tsubaki-senpai. Dia memegang naginata[28] di tangannya.
Itu benar, kudengar dia adalah pengguna naginata. Dan dia memiliki peringkat tinggi dalam penggunaannya juga.
“Apa kabar, Kiba Yuuto-kun, Xenovia-san. Aku tahu kalau kalian akan datang kemari.”
Shinra-senpai berbicara dengan kalem. Ada dua gadis di sisinya—seorang gadis dengan tubuh tinggi dan seorang gadis langsing yang membawa pedang Jepang.
Gadis tinggi itu bernama Yura-san, seorang [Benteng]. Si gadis yang membawa pedang Jepang bernama Meguri-san, seorang [Kuda].
Yura-san handal dalam teknik bertarung tangan kosong, dimana Meguri-san adalah anggota klan yang menjalani hidup mereka dengan melenyapkan roh jahat.
Begitu, jadi anda menempatkan orang orang di tempat parkir ini, Sona-kaichou. Dia berhasil membaca kami. Dia sudah mengamankan tempat ini.......dia memprediksi kalau kemungkinan kamilah yang akan menyerang.
Xenovia mencabut pedang yang dia bawa di punggungnya dan aku juga menciptakan Pedang Suci Iblis di tanganku.
Xenovia tak menggunakan Durandal. Dengan aturan spesial itu, dia takkan bisa bertarung baik dengan Durandal. Karena kekuatannya tak bisa dikendalikan, nanti bisa menghancurkan seluruh bangunan ini.
[“Peluncur” pertama Rias Gremory-sama kalah.]
--! Kekalahan salah satu rekan kami terdengar dari pengumuman. Sulit membayangkan kalau itu adalah Asia-san. Aku tak paham bagaimana itu terjadi, tapi kemungkinan Gasper lah yang sudah dikalahkan.
“Kalem sekali kamu.”
Shinra-senpai mengatakan itu.
“Ya, karena aku takkan bisa bertahan kalau aku tak terbiasa dengan hal seperti ini.”
Aku merespon dengan sangat kalem. Meski di dalam hatiku, aku merasa miris. Karena aku bahkan meraskana frustasi dan penyesalan karena kehilangan seorang teman.
Gasper-kun. kemungkinan, dia dijatuhkan sebelum bisa menggunakan kekuatannya. Aku akan mengayunkan pedangku untuk membalaskan kekalahanmu.
“Astaga, itu karena dia tak cukup melatih tubuhnya.”
Disampingku, Xenovia mendesah. Dia juga sangat kalem—Itulah menurutku, namun matanya tidak.
“Tapi meskipun begitu, mereka mengalahkan kouhai imutku. Aku harus membalaskannya.”
Tekanan mengerikan terpancar dari tubuhnya. Tekanan itu bahkan sampai padaku, rekannya. Dia ternyata memiliki sisi lembut bagi temannya juga. Disamping penampilannya, dia juga merasa kalau Gasper-kun sangat imut. Menyadari kekalahannya adalah hal tak termaafkan baginya.
Bersama, kami mempersiapkan senjata spesial kami dan sambil memperpendek jarak diantara kami dan lawan kami – kami menyerbu maju!
Giiiiiiiiiiiin!
Aku dan Shinra-senpai, serta Xenovia dan Meguri-san bersilang pedang. Percikan percikan muncul dari hantaman pedang, dan suara denting keras menggema.
Dalam sekejap itu, Meguri-san menyadari apa yang Xenovia pegang di tangannya dan mengambil langkah mundur.
“.....Pedang Suci!?”
Dia mengeluarkan suara kekagetan.
Ya, Xenovia tengah memegang pedang suci. Lebih jauh lagi, itu pedang Suci Legendaris.
“Ya, ini namanya Ascalon. Ise meminjamkannya untukku.”
[!?]
Azazel-sensei telah menyadari Ascalon, yang terasimilasi ke dalam Boosted Gear.
“Ise, tak bisakah kamu mencabut itu?”
Karena kata kata ini, fakta kalau Ascalon bisa dilepaskan dari Sacred Gear akhirnya terungkap. Sensei kemudian buru buru memberi Xenovia rencana latihan untuk lebih terbiasa dengan Ascalon.
Sepertinya dia telah berlatih menggunakan Ascalon ketika berlatih diluar. Karena kekuatan Pembunuh Naga dan kekuatan Sekiryuutei tertanam di dalam Ascalon, ia telah berubah menjadi senjata spesial yang memiliki kekuatan luar biasa.
Mungkin tidak sebanding kekuatan destruktif Durandal, namun dari segi kemudahan pemakaian, pedang itu lebih mudah ditangani daripada Durandal.
Namun, itu artinya Ise-kun tak memiliki Ascalon pada saat ini. Tapi kelihatannya Ise-kun takkan memerlukan Ascalon kali ini......
Setelah itu, aku dan Xenovia memasuki pertarungan pedang berkecepatan tinggi dengan lawan kami.
Kami memastikan untuk menghindari satu sama lain, namun ada seseorang di pihak lawan, yakni si [Benteng] Yura-san, yang membuatku agak cemas.
Bergantung pada gerakannya, kami akan tahu apakah dia akan menganggap salah satu dari kami berbahaya dan akan mengincar entah aku atau Xenovia.
Sambil tetap waspada pada Yura-san, aku terus menembakkan Pedang Suci Iblisku pada wakil presiden! Pedangku dan Pedang Xenovia memancarkan aura suci! kalau kami berhasil mendaratkan serangan ke tubuh lawan, kerusakan besar akan tercipta. Kalau itu terjadi, mereka akan segera kalah, karena teknik penyembuh tidak ada disini.
Hanya satu serangan pedang. Kalau mereka terkena satu serangan pedang kami, itu akan menjadi kemenangan kami!
Saat ia berganti diantara serangan dan pertahanan, Xenovia tiba tiba membuat lubang di ruang. Normalnya, siapapun akan berpikir kalau dia akan mewujudkan Durandal disini.—Namun ternyata tidak.
Aura suci mengalir dari robekan di ruang dan menyelimuti dirinya disekitar Ascalon yang Xenovia pegang.
“—Sambil terus mengunci Durandal di dalam ruang!? Kamu hanya mengeluarkan aura sucinya!?”
Shinra-senpai nampak kaget saat dia menyadari itu. Xenovia tersenyum.
“Ya. Aku disarankan cara yang menarik untuk memakai Durandal. Aku entah bagaimana bisa memakainya dalam latihanku. Sekarang, aku bisa memakainya lebih efisien.”
Buchou dan Azazel-sensei juga sangat memandang tinggi Durandal Xenovia. Di saat yang sama, mereka merasa kalau sangat disayangkan jika dia tak bisa mengendalikan pedang itu.
Durandal adalah Pedang Suci yang memiliki ketajaman sangat besar. Sehingga, kalau pemiliknya tak bisa mengendalikannya, ia akan menjadi pedang assasin. Kenyataannya, Xenovia memakai Durandal, namun itu juga fakta kalau dia juga dibuat kesusahan dalam mengontrol kekuatan destruktifnya.
Dia mungkin bisa mengontrolnya suatu saat nanti. Namun, sampai saat itu akan berbahaya untuk mengayunkan pedang assasin itu secara sembrono. Sehingga, sensei mendapat sebuah ide.
“Tak bisakah kamu melepaskan hanya aura Durandal saja dari ruang terpisah? Kamu lakukan itu lalu balutkan pada Ascalon atau Pedang Suci yang Kiba ciptakan.”
Aku juga dibuat tercengang oleh ide menakjubkan untuk memakai Ascalon dan pedangku seperti ini.
Durandal hanya perlu dikunci di ruang itu dan ia akan terus menyalurkan aura suci kuatnya. Hanya auranya yang dikeluarkan dari ruang terpisah dan kekuatannya disalurkan ke pedang kami.
Itu bukan Durandal sendiri, namun kekuatan yang sebanding dengan itu sendiri tengah disalurkan tanpa batas ke pedang berbeda. Itu – adalah kekuatan baru Ascalon yang Xenovia pegang di tangannya.
Gubernur Malaikat Jatuh Azazel. Dia telah menunjukkan segala kemungkinan ini pada kami. Malaikat Jatuh seperti itu pernah menjadi musuh kami. Aku bersyukur karena sekarang dia ada di pihak kami.
Xenovia menyerang lawannya dengan aura Ascalon + Durandal!
Giin! Giiiiin!
Cahaya dan percikan perak berkilat dalam kegelapan di tempat parkir. Keahlian dan pedang yang dimiliki oleh [Kuda] Meguri-san memang spesial, namun dia secara perlahan disudutkan oleh kecepatan dan kekuatan Xenovia!
“Rasakan ini!”
Tak melewatkan celah untuk sesaat, Xenovia dengan sekejap menyudutkan lawannya! Kena dia!
Namun, ada seseorang yang melangkah ke dalam ruang diantara mereka—si [Benteng] Yura-san!
Saat dia mengacungkan tangannya di depan Xenovia—
“Reverse!”
Xenovia melepaskan serangannya, namun aura suci telah menghilang dan berubah menjadi aura Iblis!
Tebasan Xenovia menjadi serangan yang terjebak oleh momentum, dan pada momen itu pedangnya ditangkap oleh Yura-san dan ditangkis. Yura-san mencoba mengejarnya dalam kondisi itu, namun Xenovia memulihkan keseimbangannya dan menghindari tendangannya.
Gashaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!
Tendangan itu menghempaskan sejumlah mobil dengan kekuatannya. Serangan langsung akan sangat berbahaya!
Aku menjadi terdiam membisu oleh fenomena barusan itu. Aura suci berubah menjadi aura Iblis?
Yura-san tadi meneriakkan “reverse”. Dengan kata lain, dia mengubah aura suci menjadi aura Iblis? Apa itu kemampuan Yura-san? Atau Sacred Gearnya? Aku tak memahami alasan untuk itu, tapi ini sangat merepotkan.
Mungkin itulah yang disebut tipe-serangan balik. Itu kasus spesial, namun akan gawat kalau serangan balik itu digunakan ketika Yura-san dan Meguri-san bekerja bersama.
Kekuatan suci Ascalon dibalik dan diubah menjadi kekuatan Iblis. Hanya luka biasa yang akan diterima Iblis dari kekuatan Iblis. Karena asal muasal Iblis adalah dari sihir Iblis. Itu hanya akan menjadi tebasan biasa.
Xenovia juga memiliki keahlian luar biasa, namun pertarungannya akan terganggu karena dia telah berlatih dan bertarung berbasis Pedang Suci. kalau dia menerima serangan balik, bahkan Xenovia akan jatuh.
......Baiklah, kelompok Sitri. Kalau sudah begini—
“Xenovia! Tukar posisi denganku!”
Oleh teriakanku, aku dan Xenovia bertukar tempat dan mengganti lawan kami masing masing.
Ini tak apa apa. Dengan Pedang Suci Iblisku, efek dari “reverse” mereka tak akan ada artinya karena tak ada yang bisa dibalikkan ketika kekuatan suci dan Iblis tergabung bersama.
Yura-san juga tak menggunakan posisi “reverse”nya, dan dia mulai menyerangku bersama dengan Meguri-san.
Di samping kami, Xenovia dan Shinra-senpai mulai menebas satu sama lain. Serangan ganas Xenovia begitu kencang dan akhirnya dia berhasil menyudutkan Shinra-senpai di depan dinding!
--Dia pasti menang!
Xenovia, lekaslah selesaikan dia!
Seolah pikiranku dikirimkan padanya, Xenovia mengangkat Ascalon dan memasuki postur untuk serangan penghabisan! Dia bisa melakukannya! Kalau kita bisa menjatuhkan [Ratu], maka seluruh situasi kita akan jadi lebih mudah!
“Dengan ini—pertarungan sudah ditentukan!”
Saat Xenovia mengayunkan Ascalon pada Shinra-senpai dan memberikan serangan kritis—dalam sekejap itu.
“—Sacred Gear, Mirror Alice[29].”
Cermin besar dengan ornamen muncul di depan Shinra-senpai!
Tebasan Xenovia berlanjut tanpa berhenti dan menghancurkan cermin itu!
Zuooooooooooooooooon!
“--!?”
Sebuah gelombang dilepaskan dari cermin yang rusak dan menyerang Xenovia!
Dengan ekspresi kebingungan di wajahnya, Xenovia memuncratkan darah dari sekujur tubuhnya!
“Saat cermin ini dihancurkan, dampak darinya digandakan dan kembali pada lawan.—Aku adalah pengguna serangan balik. Kiba Yuuto-kun, salah besar untuk mengirim tipe-Kekuatan Xenovia-san untuk melawanku.”
Shinra-senpai mendengus.
“Gahah!”
Tergeletak di permukaan jalan, Xenovia batuk batuk darah dari mulutnya dengan kesakitan.
--Mereka mendapat kita! Kemampuannya berbeda dari yang aku sudah dengar. Mungkinkah dia mengalami pertumbuhan berbeda dan memperoleh kemampuan baru!?
“Satu satunya yang tersisa adalah Kiba Yuuto. Hanya kamu yang masih ada.”
Mereka bertiga mendekatiku. Aku memungut Xenovia dan kemudian dengan cepat menyembunyikan diriku di dalam bayangan terdekat.
Aku menempatkan Xenovia di bawah bayangan mobil dan mengeluarkan obat obatan medis yang tadi kuambil dari toko obat sebelum pertandingan.
Kami benar benar kalah barusan. Sampai dia menempatkan dua pengguna serangan-balik disini......sepertinya Sona-Kaichou berniat menghancurkan kami lebih dulu. Jadi dia sudah memprediksi kalau kamilah penyerang utama disini.
Memang, mereka adalah ancaman bagi kami yang memiliki kaki cepat dan pengguna Pedang Suci. Kaichou telah menutup kelemahan mereka masing masing dengan membuat mereka mengeroyok kami dan memaksa kami menggunakan kekuatan suci.
--Mungkinkah dia sudah memprediksi segalanya sampai poin ini!?
Xenovia......berada dalam kondisi serius. Dia telah menerima kekuatan Durandal dan Ascalon yang digandakan!
Kalau Sacred Gear Shinra-senpai adalah tipe yang membalik serangan suci dengan sempurna, maka akan jadi kekalahan seketika bagi kami. Kalau ditangani dengan sembrono, Xenovia bisa saja mati.
Dengan luka luka ini, kemundurannya dari medan tempur sudah takkan lama lagi. Dia akan benar benar kalah dengan serangan berikutnya.
Buchou adalah satu satunya yang membawa “Air Mata Phoenix”. Kami juga tak bisa memakai teknik penyembuh disini.
Xenovia memegang tanganku saat aku mengobatinya dan berbicara.
“......Abaikan aku, Kiba. Aku akan segera lenyap dari tempat ini saat aku mundur tak lama lagi karena luka luka ini.”
Namun aku menjauhkan tanganku darinya dan terus mengobatinya.
“Ya, aku tahu itu. Tapi, tahukah kamu, aku berjanji kalau aku takkan dengan mudah mengabaikan rekanku sendiri.”
“.....Lunak sekali. Kamu jadi seperti Ise.”
Aku tersenyum oleh kata kata itu.
“Itu membuatku senang. Karena bagian dariku juga berpikir kalau aku ingin menjadi seperti dia.”
Itu benar, aku menginginkan semangat yang takkan pernah menyerah seperti Ise-kun. Dia sungguh hebat.
Biarpun dia tahu kalau dia lemah, dia masih tetap maju ke arah lawan. Dia mengecilkan dirinya sendiri, namun faktanya, dia memahami dirinya lebih dari siapapun dan terus berusaha keras.
Lebih tepatnya, aku sudah bukan tandingannya lagi dari segi kekuatan fisik biasa. Usaha dan keberaniannya dalam memasuki teritori musuh layak dikagumi. Maju selangkah demi selangkah dengan usaha keras, perkembangannya lebih terhormat dari siapapun juga.
“Menjadi seperti Ise? Maksudmu menjadi seorang mesum?”
“Itu sifat alaminya Ise-kun – aku ingin memiliki keberanian dan semangatnya.”
Oleh kata kata itu, Xenovia tertawa kering.
“.....Itu sama sekali tak cocok untukmu lho.”
Aku juga berpikir seperti itu.
“Benar. Namun, selama aku bisa menggerakkan meski hanya satu jari, aku takkan jatuh!”
“.....Begitu. Apa kamu menyuruh orang sepertiku untuk bergerak karena aku masih bisa menggerakkan jariku? Kamu lelaki kejam.”
“Kalau aku jatuh, akan kulakukan yang bisa kulakukan, biarpun aku hanya bisa menggerakkan satu milimeter atau inchi. Karena kalau tidak—penyesalan karena tak melakukan apa apa akan lebih menyakitkan sampai aku mau mati!”
[“Pion” pertama Sona Sitri-sama telah kalah.]
Ada pengumuman. Sepertinya seseorang telah menjatuhkan seorang lawan. Kami juga harus bertahan.
Suara langkah kaki musuh semakin mendekat.
--Xenovia.
Kamu akan segera mundur dari sini. Tapi sebelum itu, kupikir akan kutunjukkan ini padamu. Aku kemudian muncul di depan tiga lawan.
“Sudahkah kamu menyiapkan dirimu?”
Bersiap memakai naginatanya, Shinra-senpai mendekat.
Robekan kecil di ruang muncul di belakangku. Xenovia membuatnya terbentuk. Kalau begini takkan terlihat musuh, karena ini adalah titik buta. Kemudian, aura Durandal mengalir padaku.
Baiklah, Xenovia, akan kutunjukkan padamu.
Teknik ini yang diciptakan oleh kau dan aku, dua [Kuda] Rias Gremory!
Zazazazan!
Pedang Pedang Suci Iblis menyembul dimana mana di dalam tempat parkir ini. Aura Suci Iblis yang menyelimuti mereka mungkin sedikit. Tapi, kalau aura Durandal ditambahkan di dalamnya, maka lain lagi ceritanya.
“—Durandal Birth!”
Serangan itu menusuk tubuh Yura-san dan Meguri-san. Tepat saat tubuh mereka mulai bersinar, mereka menghilang dari tempat ini.
Dua sudah jatuh. Shinra-senpai -- Nampaknya sudah kabur dan meninggalkan tempat parkir.
Di lenganku, tubuh Xenovia mulai bersinar.
“Kiba. Itu serangan yang bagus.”
Ekspresinya diselimuti oleh senyum seiring tubuhnya semakin memudar. Lalu aku juga tersenyum dan melihat kepergiannya.
“Ya, saat kamu dan aku bekerja bersama lagi, kita bisa membuat lebih banyak pedang suci bersemi.”
Bobot tubuhnya semakin menghilang dan kemudian dia sendiri juga menghilang.
Pariiiiiiiiin.
Setelah membuat suara berjeda pendek, pedang pedang suci yang menyembul dimana mana sepanjang tempat ini hancur dan lenyap menjadi ketiadaan.
Life 5 : Buchou vs Kaichou : Paruh Kedua!
Bagian 1
Beberapa menit setelah aku mulai bertarung dengan Saji.
Dia dan aku masih bertukar pukulan terhadap satu sama lain. Tak peduli bagaimana kalian melihatnya, aku yang lebih unggul. Saji sudah babak belur. Dia tengah mempertahankan dirinya memakai benang yang dibundel di lengannya sebagai perisai, namun dia tak bisa menangkis setiap serangan.
Kadang kadang dia dihajar sampai jatuh sampai poin dia menabrak dinding toko di belakangnya. Pertarungan tangan kosong kami nampak sebanding. Namun, serangan dan pertahananku meningkat sampai poin dimana kami bahkan tak bisa dibandingkan. Aku masih belum mencapai kekuatan sejatiku, namun..........
Aku menghajarnya berkali kali. Meskipun begitu, dia masih berdiri. Biarpun kakinya bergetar sembari dia melakukan itu!
Dia melempar tinju ke armorku. Tinju Saji sudah remuk. Aku bisa mendengar suara sentakan luka di tinjunya, dan tinjunya sudah tertutup oleh darah.
Meski Saji telah menembakkan benangnya padaku, aura Sekiryuutei mengenyahkannya dan tak membiarkan dirinya tersambung denganku.
Namun, benang yang telah tersambung ke lengan kananku saat dia pertama datang tak bisa lepas bahkan saat aku bertransformasi menjadi armor, dan tak peduli berapa kali aku mencoba menghancurkannya dengan auraku, itu tetap tak bisa lepas! Dimana sebenarnya itu terhubung!?
Mungkin Ascalon yang telah kupinjamkan ke Xenovia bisa memotongnya, namun tak ada artinya mengatakan itu sekarang. Aku hanya perlu memotongnya saat kami berkumpul lagi nanti.
Ada hal lain juga yang aneh. Meski armorku seharusnya tangguh, kapanpun Saji berhasil memukulku, pikiran dan tubuhku berguncang dan bergema. Hal itu perlahan menjadi semakin terasa, dan rasa sakit yang kuterima memberitahuku kalau aku tentu sedang babak belur di dalam armorku. – ternyata aku juga mendapatka luka disini!
“....Aku akan menang......hari ini, aku akan mengalahkanmu......akan kuambil langkah pertama menuju impianku......”
Siapa sebenarnya orang di hadapanku ini? Sembari memuntahkan darah, siapa dia sebenarnya?
Pada waktu itu, aku mengingat dalam pikiranku kata kata yang Tannin-ossan katakan padaku sepanjang latihan.
[Nak. Dengarkan baik baik. Serangan yang paling menakutkan adalah “Pukulan keras”[30].]
[Pukulan keras?]
[Ya. Rating Game dimana kamu akan bertarung mulai dari sekarang akan berisi sejumlah orang yang bertarung dengan beragam perasaan. Demi kehendak seseorang, demi hobi, demi keluarga, demi wanita, demi kekayaan, dan demi impian. Beragam pikiran dan perasaan bercampur bersama. Diantara ini, bahkan terdapat orang orang yang mempertaruhkan nyawanya dalam Game. Diantara para peserta di dalam kuali besi mengerikan ini, ada serangan yang paling harus ditakuti. Yakni “Pukulan keras”.]
[Apa itu semacam jurus spesial? Atau Sacred Gear? Teknik sihir?]
[--Bukan, nak, genggamlah tanganmu. Apa yang sedang digenggam di tanganmu disana?]
[.....Aku tak tahu.]
[Itu “Terisi” dengan sesuatu. Impian, atau jiwa. Nyawa seseorang “diletakkan” pada tinju itu. ini, diatas semua hal, sangatlah berbahaya. Kalau seseorang punya waktu mempersiapkan serangan yang lain, pukulan ini bisa dihantamkan sampai poin tertentu sama halnya pukulan yang lain. Namun, itu saja tidak cukup. “Pukulan Keras” mencapai inti tubuh. Ini efektif. Itu luar biasa efektif. Bahkan di Dunia Bawah dengan sihir dan sainsnya, kerusakan dari pukulan itu tak bisa diungkapkan secara jelas. Namun, orang orang yang dihantam dengan pukulan ini paham. Ya, ini buruk, pikir mereka. Seorang lawan yang bisa melepaskan pukulan ini tidak salah lagi, adalah musuh yang betul betul kuat. Kau tak boleh setengah setengah melawan mereka. Kalau seorang lawan bisa melepaskan pukulan itu biarpun dia berlevel lebih rendah darimu, lain lagi ceritanya. Kalau kau menerima pukulan itu, situasi pertarungan akan berubah drastis. Itu akan menembusmu. Tak peduli pertahanan apa yang kau pakai untuk bertahan darinya, itu akan mencapai inti tubuhmu.]
Aku paham sekarang, ossan. Pukulan Saji telah menembusku. Pukulannya menembus armorku dan menjangkau tubuhku!
[Semangat ini. Apa “Prison Dragon” yang tertidur dalam Sacred Gearnya merespon perasaan Saji?]
Sacred Gear tipe-Naga memang menakutkan, Ddraig. Aku tak bisa memahami apa yang sedang terjadi!
“Hyodooooooooooooooooou!”
Biarpun tubuh dan pikirannya disiksa oleh realita kejam, Saji tak berhenti memukul.
Aku juga merespon, dan adu pukulan dimulai.
“Biar aku menanyaimu satu hal! Seperti apa itu!? Apa payudara majikanmu lembut!? Apa rumor tentang mereka terasa seperti marshmallow itu benar!? Apa tubuh wanita benar benar seperti puding yang tak bisa runtuh!?”
Aku diserang oleh tatapan Saji yang membara dengan kecemburuan dan rasa iri!
Mengambil kesempatan ini, dia menembakkan benang, menyambungkannya ke bangku di belakangku dan mengayunkannya dengan segenap kekuatannya, namun aku menyilangkan lenganku dan melindungi diriku. Bangku remuk menjadi potongan potongan kecil dan terpecah pecah di lantai.
Itu sebanding dengan luka yang kuterima barusan!
“Apa yang kau pikirkan saat kau meremas payudaranya!? Sialaaaaaaaaaaan!”
Bukankah ini terasa lebih dahsyat daripada pukulan saat dia membicarakan tentang impiannya!?
Kemudian, dia membentangkan beberapa benang ke toko furnitur, dan menarik sejumlah furnitur besar dari sana dan membentuk lengkungan sepanjang udara dengan mereka seiring mereka membawanya tepat di atas kepalaku! Jadi dia berniat untuk menjatuhkan semua itu padaku seperti itu!?
Gunn!
Dengan seluruh furnitur besar berjatuhan, aku menembakkan Dragon Shot yang aku batasi sampai minimum ke langit! Penyetelan kekuatan ini terlalu sulit! Aku tak bisa menembakkan yang seperti ini beberapa kali!
Dooooooon!
Gelombang ledakan kekuatan sihir merah dengan sekejap menghapus semua furnitur besar, namun—
Dogoh!
Punggungku dihantam sesuatu! saat aku menoleh kebelakang, Saji sudah mengubah arah serangan salah satu benang dan menghantamkan lemari padaku! Itu tak memberiku kerusakan yang terlalu besar, namun dampaknya tersalurkan ke seluruh tubuhku.
Biarpun tak ada kerusakan berarti, hantaman semacam ini buruk untuk tubuhku! Kalau aku terus dihantam seperti ini, sepertinya efek yang merugikan akan mulai bermunculan!
“Aku juga ingin meremasnya! Aku ingin sekali meremasnyaaaaaaaaaaaaa!”
Buwah! Saji akhirnya melepaskan air mata frustasi.
“Aku belum pernah melihat payudara sama sekali! Tak tahukah kau berapa banyak aku berdoa untuk puting susu seumur hidupku!? Padahal kau bisa melihatnya sebanyak yang kau mauuuuuuuu!”
Gonn!
Aku memukul jatuh Saji, namun dia segera bangkit! Sial! Semangat tempurnya sungguh hebat!
“Tapi, Hyodou! Bukan payudara yang paling kuinginkan! Tapi menjadi guru! Seorang guru! Aku akan menjadi guru! Tak bisakah aku menjadi guru!? Kenapa kita harus ditertawakan!?”
Dan kemudian – Saji menangis padaku. Tidak, tangisannya diarahkan pada semua orang yang menyaksikan ini—
“Kami tak menyatakan impian kami hanya untuk ditertawakan—“
“Aku tak mentertawakanmu! Mustahil bisa mentertawaimu saat kau mempertaruhkan nyawamu seperti ini!”
Menghadapinya, aku – memukul Saji! Itu tidak cukup, jadi aku memukulnya lagi!
Wajah Saji mulai membengkak, dan dia memuntahkan patahan gigi dan darah dari mulutnya.
Meski begitu, Saji tetap berdiri, dan menghadapiku lagi dan lagi. Dia benar benar idiot yang jujur.
“Hari ini! Aku pasti! Aku pasti akan melampauimu!”
Teriakan keras Saji menggema hingga menembus armorku dan hatiku dengan ‘bang’.
Setelah itu, aku menghantamkan sejumlah pukulan padanya.
“Hyuh.....Hyuh.....”
Sebelum aku menyadarinya, suara nafas yang keluar dari mulut Saji mulai terdengar parau.
Dia pasti sudah mencapai batasnya. Karena sudah banyak luka goresan di mulutnya sekarang, darah tak mau berhenti mengalir dari bibirnya. Dia sudah mencapai poin dimana dia bahkan tak bisa berbicara.
Wajahnya bengkak dan mata kirinya sudah benar benar tertutup.
Tubuhnya berguncang, dan posisinya juga tak stabil. Beberapa jarinya menekuk ke arah yang salah. Meskipun begitu – meskipun begitu, Saji menghadapi hanya dengan cercah kuat di matanya.
“Kemarilah, Saji! Kemari! Sajiiiiiiiiii! Kau tak akan membiarkannya berakhir disini saja, kan!? kau tak berniat membiarkannya berakhir seperti ini saja, kan? Bukankah kau akan melakukan hal hal yang tak mungkin bagi para idiot seperti kita dan melarikan diri!?”
Dia perlahan berjalan ke depan, langkah demi langkah.
Saji tak melarikan diri. Saji menghadap ke depan. Tanpa mengalihkan tatapannya meski hanya satu inchi dariku, dia terus bergerak maju.
Penampilannya saat ini serupa dengan aku dalam pertarungan Phenex. Aku juga sudah melihat diriku sendiri saat itu di video rekaman. Meski aku sudah babak belur, aku terus bergerak maju. Agar bisa mendekati lawanku.
“Kau juga berlatih mati matian, kan!? Aku juga berlatih mati matian.”
Aku bisa merasakan tekanan mengerikan dari Saji. Meski aku jelas jelas melampauinya, aku tertekan oleh aura menakutkannya.
Biarpun aku memukul dan memukul, dia tak akan jatuh—
Tak kusangka akan menemui lawan yang memberiku rasa takut seperti ini—
Hei, Raiser Phenex. Kau juga merasakan hal itu saat menghadapiku, kan? Aku paham sekarang. Alasan kenapa kau terus menyerang jatuh diriku—
“Saji, aku akan mengalahkanmu.”
Saji meluncurkan pukulan padaku dengan tangan bengkoknya. Ia meluncur ke depan dengan kecepatan agak lambat, namun aku menghindarinya dengan gerakan terkecil. Kemudian, aku meluncurkan pukulan balasan kepadanya.
Dagan!
“—“
Tinjuku dengan sempurna menghantam wajah Saji. Aku juga merasakan dampak hantamannya. Itu adalah hantaman yang secara sempurna memutuskan kesadarannya.
Meskipun begitu – meskipun begitu, Saji menggenggam lengan kananku dengan kedua tangannya. Dengan begitu kuat seolah dia tak mau melepasnya.
Saji telah kehilangan kesadarannya. Namun kedua tangannya tak mau lepas dari lengan kananku.
Kemudian, dia terus memegang lengan kananku, tubuhnya terbungkus dalam cahaya.
Aku – tak bisa melepaskan mataku dari Saji sampai dia menghilang.
Karena aku merasa kalau, aku melihat ke arah lain, dia akan membangkitkan dirinya lagi.
[Salah satu “Pion” Sona Sitri-sama, kalah.]
“Koneko-chan.”
Aku membuka topeng armor di helmku dan menunjukkan wajahku.
“Bisakah kamu pegang tanganku?”
“.....Senpai?”
Aku berbicara dengan senyum terpaksa.
“Ini kali pertama aku menghajar jatuh temanku. Aku memahaminya. Aku memahaminya, namun—“
Koneko-chan dengan lembut menggenggam tinju gemetarku sambil tersenyum. Aku bisa merasakannya melalui gauntletku.
“Kamu keren sekali. Senpai yang kubanggakan.”
Kata kata itu sudah cukup untuk mencapaiku.

Bagian 2
Dengan selesainya pertandinganku melawan Saji, aku merusak pintu mesin penjual minuman terdekat dan meneguk sebotol air dari dalam. Koneko-chan juga memulihkan dahaganya.
Sial. Aku tak bisa menyingkirkan gemetar di tubuhku. Apa itu efek dari mengenakan armor? Memang, aku telah mendapat banyak luka dalam pertarungan melawan Saji, tapi itu tak mencapai poin dimana aku tak bisa bertarung.
Menurut pengumuman beberapa saat yang lalu, sepertinya satu dari [Kuda] kami telah dijatuhkan. Apa itu Kiba? Atau Xenovia? Aku tak tahu yang mana. Yang manapun dari mereka yang masih selamat kuharap tak mendapatkan luka kritis.
Pihak lawan juga telah kehilangan satu bidak [Kuda] dan [Benteng].
Pihak kami memiliki enam orang tersisa. Pihak sana punya empat. Itu adalah jumlah yang tak bisa kami lawan dengan sembrono. Aku juga punya kurang dari 20 menit tersisa dalam kondisi ini. Kami harus menyelesaikan ini dengan cepat.
“......Ise-senpai.”
Koneko-chan menunjuk tangan kananku. Itu benar, meskipun Saji sudah menghilang, benang yang melekat di lengan kananku belum. Bahkan saat aku mengaktifkan armorku, hanya benang ini yang tak menghilang. Benang ini pasti terhubung ke markas Sitri.
Untuk apa ini? Ini sepertinya bukan hal yang bagus, tapi karena ini tak menghilang bersama dengan Saji, dia pasti telah menaruh banyak pikiran dan perasaan di dalam ini........Saji, apa yang sebenarnya kau letakkan di dalam sini?
Pada waktu itu, kami dihubungi melalui perangkat komunikasi kami.
[Tim serangan, apa kalian dengar? Kita sekarang akan maju ke arah markas musuh.]
Komunikasi dari Buchou. Begitu, jadi Buchou akhirnya sudah mulai bergerak juga. panggung pembuka dan pertengahan telah berakhir, dan kami semua melaju ke markas musuh sekaligus! Setelah menarik nafas panjang, aku berbicara pada Koneko-chan.
“Ayo.”
Koneko-chan mengangguk, dan kami menuju ke arah pertarungan akhir penentuan.

Terdapat tempat yang terlihat seperti plaza pusat di tengah mall perbelanjaan.
Dikelilingi oleh bangku melingkar, terdapat menara jam di tengah tengahnya. Para pembeli yang lelah berbelanja sering duduk duduk disana. Setelah kami mencapai sejauh itu, aku berhenti berjalan.
Sudah wajar – karena Sona-kaichou ada tepat di hadapanku!
“Bagaimana kabarmu, Hyodou Issei-kun, Toujou Koneko-san. Begitu, jadi itu penampilan dari Sekiryuutei. Aku merasakan gelombang menakutkan darimu. Sudah wajar kalau semua orang menganggapnya berbahaya.”
Dia berbicara dengan nada kalem dan tenang.
Kaichou tengah dikelilingi oleh sebuah dinding pelindung. Seorang yang melepaskan dinding pelindung adalah dua [Peluncur] anggota OSIS. Dan benang yang melekat ke lengan kiriku terhubung pada salah satu [Peluncur].
Jangan jangan, rencana mereka adalah menghubungkan kekuatanku melalui [Peluncur] itu dan ke dinding pelindung? Akan gawat kalau kekuatan Sekiryuutei digunakan di dalamnya!
Kalau Kiba atau Xenovia bergabung dengan kami, kami hanya perlu memotongnya dengan pedang suci.
Tak lama kemudian, wakil presiden OSIS, Shinra-senpai muncul. Gadis ini juga cantik. Lebih jauh lagi, dia secara mengejutkan memiliki tubuh glamor!
Berlari mengejarnya, Kiba muncul dari arah berlawanan dari tempat kami muncul. – Jadi seorang yang tadi dikalahkan adalah Xenovia, huh.
“......Sona, kamu berani juga. Sampai datang langsung ke wilayah tengah.”
Suara Buchou! Saat aku melihat kebelakang, aku melihat kalau Buchou juga sudah tiba disini.
“Bukannya kamu sendiri, sang [Raja], juga bergerak secara pribadi, Rias?”
“Ya, karena kita sudah mencapai tahap akhir. Meski nampaknya hasil ini cukup berbeda dari yang sudah aku duga.”
Buchou memasang ekspresi kaku. Tentu, tujuan rencana kami adalah untuk Kiba dan Xenovia bisa menjatuhkan Kaichou. Aku seharusnya menjadi umpan demi itu, tapi.......Dia nampaknya sudah bisa membaca kami!
Apa kaichou selangkah lebih tinggi dari kami? Tidak, aku percaya pada Buchou!
--.
Tiba tiba, kesadaranku menjadi kabur.....A-re.....A-rere.....?
Aku terhuyung di tempatku.....A-rere? Kekeruhan di pikiranku menjadi semakin kuat sedikit demi sedikit.......?
Akhirnya, aku jatuh di atas lututku di tempat aku berdiri.
“......Ise?”
Buchou menyadari perubahan padaku dan Asia mengaktifkan Sacred Gear penyembuhannya padaku. Sembari memancarkan cahaya hijau pucat, ia menyelimuti tubuhku dengan cahaya lembut – rasa sakitku menghilang, tapi kaburnya kesadaranku tetap tidak pulih!
Buchou mencoba mengeluarkan [Air Mata Phoenix], namun berhenti. Dia menilai bahwa, kalau seseorang tak bisa disembuhkan secara sempurna dengan Sacred Gear Asia, maka air mata juga tak akan memberi efek.
Semua anggota kelompok yang lain juga menyadari perubahan padaku, dan menjadi kebingungan. Diantara mereka, hanya kaichou yang nampak tersenyum.
“Tak ada dari Sacred Gear Asia-san atau [Air Mata Phoenix] akan memberi efek. Rias, aku melihat rekaman video tentang bagaimana pertarungan dengan Raiser berakhir. Yang aku pahami dari itu adalah Hyodou-kun adalah lelaki yang tak akan menyerah dalam pertarungan, sampai poin terasa mengerikan. Demi rekan rekannya, demi dirinya sendiri, dan diatas semua itu demi Rias—“
Kaichou melanjutkan lebih jauh.
“Kami mungkin tak bisa mengalahkannya dengan kekuatan semata. Tak peduli berapa kalipun kami menjatuhkannya, dia akan terus bangkit kembali. Bagi kami, “semangat dan keberanianmu” itu sama mengerikannya dengan kekuatan Sekiryuutei. Ya, kalau kamu tak menyerah dan terus berdiri, kamu percaya kalau suatu saat bisa mengalahkan musuhmu. Kekuatan kehendak itu berhubungan langsung dengan kekuatan Sekiryuutei dan meningkatkan kekuatanmu beberapa kali. Itulah senjata terbesar bagi Hyodou-kun.”
I-itu karena keberanian dan semangat adalah satu satunya yang kumiliki........
“Karena itu kami tak punya pilihan selain mengalahkanmu dengan metode berbeda.”
Dari kantong yang tengah dipegang oleh salah satu [Peluncur] – sebuah bungkusan dikeluarkan.
Bagian dalamnya nampak merah. Seperti darah. Benang terhubung ke bungkusan itu dan – jangan jangan, di dalam bungkusan itu adalah.......Kaichou mengkonfirmasi isi dalam bungkusan.
“—Itu darahmu. Kamu adalah Iblis tereinkarnasi yang pada dasarnya manusia. Akan mematikan kalau manusia kehilangan setengah dari darah yang mengalir dalam tubuhnya. Kamu mengetahuinya, kan? Aturan dari Rating Game. Saat Iblis mencapai poin dimana ia tak mampu bertarung sepanjang Game, mereka akan dipindahkan secara paksa ke ruang kesehatan.”
Description: High school dxd v5 321.jpg
Description: http://baka-tsuki.org/project/skins/common/images/magnify-clip.png
--Saji! Kau! Jadi ini yang kau incar dari sejak awal!?
Gakun! Aku tiba tiba kehilangan seluruh kekuatan di tubuhku!
Hyuh!
Kiba melempar pedang Suci Iblis pendek dan memotong benang yang terhubung padaku, namun – darah merah menyembur keluar dari benang putus di lantai. Ah, jadi darahku disedot melalui benang itu.
“Sudah terlambat. Kamu sudah kehilangan cukup darah untuk dipindahkan ke ruang kesehatan.”
Itu kata kata dingin Kaichou!
“—Sona. Kamu--!”
Buchou berlari ke arahku. Ekspresinya terselimuti ketidaksabaran.
Buchou dan kami sudah benar benar kalah taktik......
“Itu benar, aku menggunakan Sacred Gear Saji untuk menyedot darah Hyodou-kun sedikit demi sedikit – sampai dia memasuki kondisi berbahaya. Demi terus menerus menggunakan Sacred Gear, yang kemampuan dasarnya adalah untuk menghisap energi dari target, namun justru untuk menghisap darah mereka, diperlukan latihan keras dan kendali yang tinggi. Namun, Saji berhasil mencapai semua itu.”
Jadi dia terus memukulku bahkan saat dalam kondisi itu bukan hanya karena semangat dan keberaniannya, namun juga untuk mengulur waktu! Karena dia hanya bisa menyedot darahku sedikit demi sedikit, dia mengorbankan tubuhnya sendiri saat itu demi mengulur lebih banyak waktu!
Dia bisa saja mengulur waktu dengan melarikan diri dariku, namun dia justru menghadapiku secara langsung.—Saji! Kau!
--Jadi semua itu demi mengalahkanku secara langsung!
“Hyodou-kun, sebentar lagi kamu akan kalah. Kamu hanya bisa melakukan satu atau dua serangan sekarang. Alasannya adalah kehabisan darah. Armormu memang padat. Kekuatan seranganmu juga kuat. Namun, saat aku mencari cara mengalahkanmu, ada banyak cara. Biarpun kami tak bisa mengalahkanmu secara fisik, aturan Game akan menganggapmu tak mampu bertarung.”
Aku—tak punya kekuatan untuk berdiri lagi. Aku benar benar sudah kalah.......
Jadi ada metode semacam itu........jadi rencana Kaichou jauh lebih baik dari kami? Kaichou mempertanyakan Buchou.
“Rias, apa yang akan kamu pertaruhkan dalam pertarungan ini? Aku berniat mempertaruhkan nyawaku. Impianku sangatlah sulit. Kalau aku tak menghancurkan rintangan satu demi satu, aku tak akan bisa membuka jalan solusi.”
Kaichou berbicara pada Buchou tepat di hadapannya!
“Rias, aku akan menghancurkan kebanggaan dan perkiraanmu.”
Pada kata kata Kaichou, Buchou memasang ekspresi masam seolah dia baru mengunyah serangga pahit. Dia pasti sangat malu! Tentu, Buchou yang lebih unggul dalam pertarungan ini. Keunggulan yang nampak sangat hebat sampai sangat wajar kalau kami yang menang.
Namun dalam situasi itu, hal ini terjadi. Kalau Buchou dikalahkan begitu saja oleh musuh yang telah mengambil tindakan pencegahan melawannya, perkiraannya akan turun secara drastis! Kaichou ternyata mengincar hal itu!
Sona Sitri! Sejauh mana kau bisa memperhitungkan hal hal!
Tatapan Kaichou berpindah padaku.
“Saji – dia selalu berkata kalau dia akan melampauimu. Bagi Saji, kamu adalah sesama [Pion], teman, dan rival yang ingin dia kalahkan.”
--.
Aku merasa puas oleh kata kata kaichou. Semangat bertarung dan cita cita Saji saat melawanku. Itu semua sangat membekas padaku.
Dia – sudah mengincarku sejak awal, huh.
“Namun, kamu memiliki Naga Legendaris di dalam dirimu. Dengan hanya itu, dia memiliki rasa rendah diri terhadapmu. Aku ingin menyampaikan pada anak itu bahwa dia bisa bertarung sembari menangisi hal seperti itu. Dan itu tersampaikan padanya. Benang itu tak lenyap meskipun Saji sudah babak belur. Dia mengisinya dengan seluruh perasaannya. Akan kukatakan ini padamu yang sebentar lagi akan menghilang dari medan tempur. Ketika kamu hanya mengincar posisi top, Saji terus mengejar tujuan untuk bisa mengalahkanmu.—kamu bukanlah satu satunya [Pion] yang memiliki impian dan tujuan utama! Seorang yang mengalahkanmu adalah Saji Genshirou!”
--Hari ini! Aku pasti! Aku pasti akan melampauimu!
Aku mengingat kata kata Saji dalam pikiranku.
Saji.—jadi kau......berlatih keras agar bisa mengalahkanku!?
.....Sial. Saji, Saji, kau sungguh hebat. Bahkan saat aku terus memukul dan memukulmu, kau hanya berpikir untuk mengalahkanku. Biarpun kau tak mengalahkanku secara langsung, kau percaya kalau rekan rekanmu akan mengalahkanmu kalau kau meninggalkan hanya sebuah goresan—
Tapi, kau tak perlu cemas. Sepertinya aku tenggelam hanya dengan seranganmu.
Namun, aku tak ingin menghilang tanpa menunjukkan jurus spesial baruku!
Aku mengumpulkan kekuatan terakhirku dan berdiri! Aku melangkah sedikit agak jauh. Aku berdiri di tempat dimana semua orang berada, baik Gremory dan Sitri, tertangkap!
Kalau aku akan jatuh, aku ingin jatuh setelah melakukan sebuah kenakalan! Aku menempatkan kedua tangan di depanku dan mengarahkan pandanganku pada payudara Buchou!
“Sebelum aku kalah......kupikir aku akan menghilang setelah aku memenuhi hasrat duniawiku.....”
Benar sekali, toh sebentar lagi aku akan menghilang. Kalau itu masalahnya, maka aku harus memperlihatkan semua yang kumiliki di saat terakhir dan kemudian pergi! Aku memusatkan semua kekuatan yang tersisa padaku ke dalam otakku. Menyalalah, khayalanku!
Sisa sisa auraku menyelimuti tubuhku! Itu tak terkonsentrasi menjadi kekuatan! Itu terkonsentrasi ke dalam otakku!
“Bangkitlah, nafsuku! Lepaslah, hasrat duniawiku!”
Memakai kekuatan Sekiryuutei, aku mengincar posisi yang lebih tinggi sekali lagi! Tahanlah sebentar lagi, tubuhku! Aku akan melampaui diriku yang sebelumnya! Ini akan jadi teknik tak tertandingi tergantung bagaimana ia digunakan!
“Menyebarlah, dunia impianku!”
Dalam sekejap, ruang misterius meluas dan menyebar dengan aku di pusatnya. Merasakannya di kulit mereka – para wanita dari baik kelompok Gremory dan Sitri melindungi dan menutupi tubuh mereka.
Namun, santai saja. Jurus spesial baruku ini tak akan melukai kalian. Kehebatannya tak bisa dibandingkan dengan Dress Break.
Kemudian, aku melemparkan suara pada Buchou – pada payudara Buchou.
“Tolong izinkan aku mendengarkan suaramu!”
[Ise, apa kamu baik baik saja.....? Kalau kamu melakukan hal aneh seperti itu, itu buruk untuk kesehatanmu.....]
Aku mendengar suara sangat imut dari payudaranya.
Begitu, begitu. Fufufufu. Aku bisa mendengarnya. Aku bisa mendengarnya. Luar biasa!
“Buchou, kamu mencemaskanku saat ini, kan? kalau aku akan melukai tubuhku dengan melakukan hal hal aneh........”
Pada kata kataku, Buchou memasang ekspresi tercengang di wajahnya.
“I-Ise, bagaimana kamu mengetahui itu.....?”
Aku kemudian mempertanyakan Kaichou – payudara Kaichou.
“Apa yang kau pikirkan saat ini?”
[Mungkinkah dia sudah mengembangkan teknik untuk mendengar suara hati orang lain? Sona, itu berbahaya]
Begitu, jadi payudara Sona-Kaichou tiba pada kesimpulan itu.
Karakter payudara tak selalu sama dengan pemiliknya. Payudara Buchou terdengar seperti gadis kecil. Payudara Kaichou terdengar agak mirip dengan kakak perempuannya, Serafall Leviathan.
“Sona-Kaichou, kau berpikir kalau teknik baru spesialku bisa membuatku mendengar suara hati orang lain, kan?”
Kaichou nampak sangat kaget oleh pengakuanku.
“Fufufu, bukan itu. Itu mendekati, tapi bukan itu. Aku ingin mendengarnya. Suara dada! Tidak! Suara payudara!”
Memasang pose, aku dengan gemilang menyuarakan nama dari teknik spesial baruku!
“Teknik baruku, [Bilingual][31]! Teknik baruku membuatku bisa mendengar suara payudara hanya dari wanita!.....Haa, haa. Saat aku mempertanyakan mereka, payudara akan memberikan jawaban padaku tanpa kebohongan!.....haa, haa. Itu teknik terkuat yang membuatku memahami isi hati lawan! Ugh, aku tak punya cukup darah.........”
Kuputuskan! Sudah kuputuskan! Aku mungkin mati selagi pucat karena sudah kehabisan banyak darah, namun aku puas! Suara suara yang hanya aku bisa mendengarnya! Aku ingin mendengarnya!
Saat aku diasingkan di gunung, hasrat seksualku sangat merana. Sebagai hasilnya, aku sangat merindukan payudara sampai sampai hal itu menguasai diriku.
--Aku ingin melihat mereka.
Namun, bahkan tak ada buku porno di gunung. Tentu saja, tak ada wanita sama sekali disana, hanya ada seekor Naga raksasa.
Setiap hari, sembari bertahan hidup disana, aku dikejar kejar seekor Naga. Apa yang terjadi padaku, anak jaman modern dalam periode hidup sensitifnya, menjalani hidup di lingkungan seperti itu?
Mulai dari ingin berbicara dan bertemu dengan gadis gadis, hasil akhirnya adalah – aku meremas sesuatu yang mendekati kondisi pikiran erotis.
Aku mengenal rahib terkenal yang telah mengasingkan dirinya di gunung demi berlatih dan mengejar kondisi pikiran yang membuka sebuah pencerahan. Mereka menghadapi kondisi yang mengabaikan hasrat duniawi, namun, apa yang akan terjadi kalau aku melakukan kebalikannya dan memasuki latihan dimana aku hanya mengejar hasrat duniawi!?
--Hatiku sampai pada pencarian hal hal erotis dan sumber mereka.
Malam hari di gunung. Sembari membungkus tubuhku dalam daun besar, aku memandang langit dan terus menerus memikirkan payudara.
Aku terkadang juga memasuki kondisi meditasi Zen[32]. Aku bahkan duduk di bawah air terjun dalam posisi alami, dengan kepalaku hanya terisi oleh hasrat duniawi.
Aku ingin membelainya. Menyentuhnya. Menghirupnya. Menyentilnya. Memasukkan wajahku diantaranya.
Setelah memikirkan banyak hal selama beberapa hari, aku tiba tiba sampai pada suatu realisasi.
--Aku ingin berbicara dengan payudara.
Saat aku menyadari rasa syukur dan berkah mendalam terhadap payudara, aku ingin berbicara dengan payudara. Apa yang payudara pikirkan dan katakan? Aku ingin tahu.
Pada waktu itu, aku tak bisa mencapai pikiran dan perasaan itu dengan kurangnya kekuatanku, namun dengan kekuatan Sekiryuutei, kemungkinan itu berlipat ganda! Dan pada akhirnya, aku berhasil menyempurnakannya!
“Hei! Payudara dari Onee-san [Peluncur] disana, apa yang kau pikirkan?”
“Tidak, jangan dengarkan!”
Onee-san [Peluncur] itu merasakan bahaya pada tubuhnya dan menutupi payudaranya, namun – sudah terlambat!
[Kiba-kyun! Aku sangat senang bisa berdiri di arena yang sama dengan Kiba-kyun!?]
“Apa apaan itu!? kenapa Kiba saja yang populer!? Payudara dari Onee-san [Peluncur] lainnya, apa yang kau pikirkan!”
Dengan hanya menolehkan tatapanku ke arahnya, lawan langsung berjongkok dengan kepala diantara lututnya!
“Tolong hentikan! Itu menjijikkan!”
[Hyodou menyeramkan.......Biarpun dia punya armor yang kelihatan kuat, kenapa aku hanya bisa memandang dia sebagai orang mesum biasa......?]
.......Sebagai hasil dua hal itu secara berturut turut, aku jatuh di tempatku berdiri. Uu, jadi tubuhku juga sudah mencapai batasnya......
Sialan! Jadi ada hal hal yang tak seharusnya didengarkan! Jadi begitu rupanya!
Saat aku tiba tiba melihat sekeliling – mata semua orang nampak berkedut kedut.
.....A-re? Hei, kenapa kalian tak terkejut dengan teknik terkuatku ini!?
Mata kaichou nampak kejang, dan Buchou meletakkan tangannya di dahinya sambil mendesah.
“Rias.....ini terlalu.......”
“Maaf......”
“Kupikir itu teknik menyeramkan, namun dengan pelanggaran privasi ini, bukankah tak ada Iblis wanita yang mau melawannya mulai dari sekarang?”
“Ya, kita harus lebih berhati hati mulai dari sekarang........”
A-rerere? Ada apa dengan semua reaksi ini? Kupikir itu kemampuan yang berguna! Justru, kalau begini, seolah olah aku—
“.....Mesum sejati!”
[Kamu mesum sejati!]
Aku menerima tsukkomi bertekanan tinggi baik dari pihak Gremory dan pihak Sitri.
“—“
Aku.....membisu! Mustahil......aku baru mendengar suara payudara semua orang di telingaku.
Lihat! Teknik ini sempurna, lihat ini!
“Payudara Asia, apa yang kau pikirkan sekarang!?”
[Ise bodoh, bagaimana kamu bisa melakukan hal itu saat terluka! Ta-Tapi, aku pasti akan menyembuhkanmu!]
Ah, hebat betul. Jadi payudara Asia itu tsundere[33].
Jadi payudara mengungkapkan apa yang target pikirkan seperti ini!?
“.......Biarpun kamu keren sekali tadi.......Sekiryuutei mesum. Yang terburuk.”
Au! Kata kata pedas Koneko-chan!
Ugh!......celaka. Kesadaranku sudah mencapai batasnya. Aku tak punya cukup darah.......
......Baiklah, maka setidaknya aku akan membaca strategi Kaichou di saat terakhir.
“Payudara Kaichou-san! Mohon beritahu aku strategi apa yang hendak kau gunakan!”
[Dinding pelindung yang dibuat oleh dua [Peluncur] ini adalah pengecoh. Hanya jiwaku yang ditempatkan dalam dinding pelindung, dan tubuhku hanyalah imej holografik. Karena jiwaku sudah datang kemari, dimungkinkan untuk membuat hawa kehadiran tubuhku menghilang dan membuatnya seolah auraku berada di dalam dinding pelindung. Tubuh asliku ada di atap. Itu strategi untuk membuat kalian menyerangku di dalam dinding pelindung dan melemahkan kalian meski hanya sedikit.]
Begitu, begitu. Jadi itu hanyalah imej. Tapi, hanya jiwanya yang datang kemari.
Yang pasti, harus kuberitahu semua yang payudara Kaichou telah katakan.
“Semuanya, Kaichou di dalam dinding pelindung itu......hanya pengecoh. Dia hanya imej holografik yang diciptakan oleh dua [Peluncur] di dalam dinding pelindung.......strategi mereka adalah membuat kita menyerang sia sia ke dalam dinding pelindung dan melemahkan kita......Kaichou yang asli ada di atap! Sepertinya hanya jiwanya yang dipindahkan ke dalam hologram.......karena itu juga deteksi musuh Koneko-chan tak bisa menemukan Kaichou di atas atap. Namun, karena jiwanya datang kemari, Bilingual juga bekerja dan membiarkanku mendengar payudara holografiknya, itu saja......”
Setelah berkomunikasi begitu saja, aku tumbang.
“Ise-san!”
Asia berlari menuju ke arahku, namun [Ratu] Kaichou tak membiarkan dia menuju ke arahku.
Asia kemudian memasang pose berdoa dimana dia berada, dan tubuhnya mulai bersinar pucat, mencoba menyebar ke sekelilingnya. Apa ini area perluasan dari kemampuan penyembuh Asia? Ini adalah buah dari latihannya!
Dia seharusnya memahami kalau penyembuhan tak ada efeknya bagiku pada poin ini. Meskipun begitu, kebaikan hatinya membuat dia mencemaskanku. Asia, kamu sungguh anak baik. Ditambah payudara tsundere, kamu tak ada tandingannya!
“Aku sudah menanti itu!”
Salah satu [Peluncur] melepas imej holografik Kaichou. Baik dinding pelindung dan hologram Kaichou lenyap, namun tanpa mempedulikan itu, [Peluncur] di seberangnya masuk ke dalam area penyembuhan Asia.
“Reverse!”
Don! Cahaya hijau pucat berubah seketika dan justru memancarkan sesuatu yang merah dan berbahaya.
“—Ah.”
Dalam sekejap itu, tubuh Asia bersinar dan menghilang--!?
“......Kebalikan dari penyembuhan adalah kerusakan......kemampuan penyembuhan Asia Argento itu hebat.......kalau itu dibalikkan.......”
[Peluncur] lawan yang telah memasuki area penyembuhan Asia memasang ekspresi puas di wajahnya, bahkan meski dia memuntahkan darah. Apa! Apa yang terjadi!?
“.....Aku mengalahkan penyembuh Gremory.......Kaichou.......”
[Peluncur] Kaichou kemudian lenyap di saat yang sama dengan Asia.
.....Sial. Mereka mengambil Asia.....aku-aku juga.......
Tubuhku terselimuti dalam cahaya. Aku sudah habis.......aku ingin berpromosi ke [Ratu] dengan memasuki markas musuh.......kalah tanpa melakukan itu......sayang sekali!
Tapi, aku puas karena bisa menggunakan [Bilingual].......
.......Saji. Aku—
[Salah satu “Peluncur” Rias Gremory-sama, kalah.]
[Salah satu “Peluncur” Sona Sitri-sama, kalah.]
[“Pion” Rias Gremory-sama, kalah.]
VIP
Aku – Azazel, tertawa di dalam ruang VIP.
“.....Jadi ini Sekiryuutei masa kini.”
Salah satu pemimpin yang menonton menggumamkan itu. ruang VIP mendadak menjadi lebih ramai.
Sudah wajar. Karena sebuah teknik baru yang bodoh telah ditampilkan di monitor yang mereka tonton seolah melahapnya.
--Bilingual.
Itu terasa terlalu idiot. Bahkan aku, yang berpikiran terbuka terhadap hal hal mesum, tak bisa memahami sama sekali apa yang terjadi pada momen itu. karena aku saja bahkan seperti ini, pikiran orang orang lain pasti berada dalam kondisi yang lebih hancur hancuran lagi.
Di monitor, Rias – nampak sangat malu. Aku jadi bersimpati padanya, tapi jujur saja, ini sangat menarik.
Namun, Bilingual ini. Ia tak nampak mencolok, namun kenyataannya itu adalah teknik yang mengerikan.
Kalau lawannya adalah wanita, kondisi pertarungan akan bisa berbalik arah. Karena ia bisa mengekspos isi hati mereka. Tak ada teknik yang lebih mengerikan dari ini pada seorang lawan.
Lebih jauh lagi, dia bisa membaca isi di dalam hati mereka bahkan dalam tipe situasi dimana jiwa tengah diproyeksikan sebagai imej holografik.
Dalam pertandingan yang terbatas pada lawan lawan wanita, dia tak akan tertandingi dengan teknik itu. dia terus mengembangkan teknik teknik yang membuat dia dibenci oleh wanita. Apa dia benar benar berniat untuk populer dengan wanita?
Cukup disesalkan karena orangnya sendiri nampaknya sama sekali tak memahami betapa hebatnya teknik ini karena itu terjadi padanya di puncak hasrat seksualnya, namun......
Justru, dia akan diberitahu oleh Rias kalau dia dilarang menggunakannya dalam Game. Kalau tidak, dia tak akan bisa ikut serta dalam Game dengan Iblis Iblis lain. Karena banyak Iblis memiliki budak Iblis wanita.
Vali. Aku juga memahami kenapa kau, yang jelas jelas jauh lebih kuat dari Ise, menjadi sangat tertarik pada Sekiryuutei yang secara luas disebut sebagai yang terlemah diantara para generasi sebelumnya.
--Menarik.
Dia dideskripsikan dengan satu kata itu. Seorang yang menyaksikan dan bertarung tanpa menjadi lelah adalah lawan terbaik bagi antusiastik pertarungan.
Hei, Vali. Ise tengah berkembang dan menjadi kuat dengan cara berbeda darimu. Pada saat itu, apa yang akan kau lakukan? Bagaimana kau akan melawannya? Dia seorang yang terus melaju dan berkembang diatas dugaan kami.
Begitu menyenangkan. Aku benar benar senang.
Kemungkinan, itu akan jadi pertunjukan terhebat diantara merah dan putih dari semua generasi sebelumnya.
Disamping itu, juga, ada [Reverse] yang dipakai oleh kelompok Sitri. Itu sesuatu yang tengah kami teliti. Kami telah mulai memberikan bimbingan teknikal pada para Iblis, namun [Reverse] itu masih dalam tahap penelitian. Jadi seseorang seperti Armaros atau Sahariel menawarkannya pada mereka dengan syarat mendapatkan data padanya sepanjang Game, huh? Astaga......
Itu masih dalam tahap penelitian, jadi tak akan aneh kalau sesuatu terjadi. Dan Sona Sitri dan para budaknya menggunakan itu sembari mengakui itu. jadi resolusi mereka – semangat bertarung mereka untuk menang apapun yang terjadi pasti sangat tinggi, huh.
Ada juga para Malaikat Jatuh yang memilih Sacred Gear dan menanamkannya pada tubuh mereka, namun [Reverse] ini mirip dimana ia dengan paksa memberikan seseorang kemampuan yang pada dasarnya tak miliki. Sebagai tindakan yang memperpendek nyawa seseorang dan menghancurkan kemampuan orang itu sendiri, itu berbahaya.
Ise juga mendapatkan kekuatan Hakuryuukou dan memotong nyawanya. Biarpun kemampuan ini meningkat sebagai pelengkap kemampuannya sendiri seperti Kiba, ada juga beberapa contoh dari ini, namun seperti yang diduga itu tak bisa benar benar direkomendasikan.
Secara kebetulan, karena Sacred Gear buatanku dibuat secara spesifik untuk kugunakan dari sejak nol, ia tak memiliki masalah.
Maaf, tapi aku akan menasehati mereka kalau [Reverse] seharusnya dilarang untuk Game di masa depan. Aku juga merasa tak mau mengorbankan nyawa para anak muda di tempat seperti itu.
Namun, berpikir kalau mereka akan menggunakan [Reverse] seperti ini. Pada awalnya, itu dibuat demi membalik hal berkebalikan seperti mengubah suci menjadi iblis dan kegelapan menjadi cahaya. untuk berpikir kalau mereka akan dengan handal memakai [Reverse] berdasarkan kemampuan lawan mereka.
Aku memastikan dengan mata kepalaku sendiri resolusi dari kelompok Sitri kali ini. Tunjukkan aku seberapa jauh kalian bisa melaju.
Yang pasti, bagaimana yang lain akan bersikap sekarang karena Ise sudah kalah? Aku tahu bahwa sebelumnya, semangat kalian akan turun oleh hal seperti itu, Rias, Akeno.
“Hohohoh, sungguh pertarungan menarik.”
Si pak tua sialan Odin menyaksikan monitor dengan wajah puas. Sampai pak tua egois itu memberikan pujian. Odin berbicara pada Sirzechs.
“Sirzechs.”
“Ya.”
“Tentang anak itu yang memiliki Sacred Gear Naga.”
“Maksud anda Hyodou Issei-kun? Dia memiliki Sekiryuutei.”
Namun, kata kata Odin berikutnya sangat tak terduga.
“Tidak, maksudku adalah [Pion] dari keluarga Sitri.”
......Begitu, jadi dia memperhatikan yang satu itu. Odin melanjutkan ucapannya.
“Sungguh Iblis yang hebat. Kau harus mengurus baik baik yang satu itu. Dia akan menjadi kuat. Pencapaian dari mengalahkan bocah Sekiryuutei itu besar. Menyaksikan Rating Game para Iblis menyenangkan karena hal itu. Si lemah berubah di tengah tengah pertandingan. Inilah yang disebut pertandingan sejati.”
Odin tengah menyampaikan pujian terbesarnya pada seseorang yang eksistensinya bahkan tak ia kenali sekitar beberapa jam yang lalu.
“Benar sekali, benar sekali! Odin-ojii-chan ternyata sangat memahami hal itu.”
Serafall juga memuji kelompok adik perempuannya dan nampak ceria. Biarpun dia tengah menyaksikan dengan berlinang air mata barusan.
Pion dari Sona Sitri itu. Dia berkata kalau namanya adalah Saji Genshirou. Kalian bisa katakan kalau taksirannya telah meningkat melebihi Ise dalam pertandingan ini.
Game ini telah disiarkan sepanjang Dunia Bawah. Tanpa diduga, nama dari pengguna Sacred Gear yang sebelumnya tak dikenal ini mungkin menjadi lebih terkenal daripada Sekiryuutei.
Ise, Rias. Dunia yang coba kalian taklukkan ini memiliki banyak sekali kesulitan untuk kalian semua.

End Game
Setelah Ise-kun dan Asia-san menghilang dari medan tempur, hanya ada kami berempat tersisa, termasuk aku – Kiba Yuuto, majikanku Rias-Buchou, Akeno-san, dan Koneko-chan.
Musuh punya tiga orang tersisa. Kaichou, Shinra-senpai, dan [Peluncur] yang tersisa dari anggota OSIS.
--Kami telah kehilangan setengah anggota kami.
Game dimana satu pihak seharusnya mendominasi mendapat pukulan berat tepat sejak awal. Pihak yang dikatakan lebih superior juga telah kehilangan setengah anggota mereka. Aku sudah bisa mendengar komentar para Iblis Kelas Tinggi yang menyaksikan kami dari atas.
Penilaian Buchou sudah pasti akan jatuh. Namun, kami tak bisa membiarkannya jatuh lebih dari ini.
Ise, pemberi semangat dalam tim kami, telah lenyap. Ini......sangat besar. Aku masih bisa menahannya, namun apa yang akan terjadi di pikiran Buchou? Kalau Asia-san masih disini, dia pasti sangat shock.
Para anggota kami saat ini – tak akan berubah untuk waktu ini. Biarpun terdapat dampak mengejutkan barusan, selama itu tak mempengaruhi pertarungan, tak ada masalah, namun......
Asia-san juga diluar dugaan telah dijatuhkan. [Reverse] itu, yang telah dipilih untuk digunakan saat dia mengaktifkan kemampuan penyembuhnya, dan lebih jauh lagi versi perluasan-areanya. Kerusakan yang ditimbulkan oleh [Reverse] pasti sangat tak terbayangkan.
Yang lebih penting, Asia-san telah dikalahkan dalam sekejap. [Peluncur] lawan – Hanakai-san juga menghilang dari serangan yang dia berikan. Kemungkinan, mereka telah memprediksi sebelumnya bahwa kemampuan penyembuhan bisa diperluas dan bahwa itu akan digunakan, dan membuat taktik untuk melawannya. Mereka pasti juga sudah mempertimbangkan bahwa penyembuhan Asia-san yang diperluas akan menyembuhkan tanpa membedakan antara kawan atau lawan. Kalau reverse diaktifkan saat lebih dari satu kawan sedang disembuhkan........kami semua bisa saja tersingkir dalam sekejap. Sungguh taktik mengerikan.
Jadi kau sudah berpikir sejauh itu, Sona-Kaichou. Namun, meskipun demikian, dia sampai memiliki niat untuk mengorbankan budaknya sendiri........aku bisa merasakan kalau kekuatan kesatuan mereka lebih kuat daripada kami. Karena dia percaya pada para anggotanya, mereka bisa menampilkan kemampuan sehebat itu.
Di sisi lain, teknik Ise-kun itu.......aku tak bisa berkata apa apa lagi. Tapi, kalau lawannya terbatas pada wanita, itu mungkin akan sangat mengancam.......Tunggu, ini bukan saatnya aku memikirkan hal seperti itu.
Sona-kaichou tak mengincar kemenangan dengan kekuatan besar, namun justru menggunakan taktik handal dalam melawan kami, yang memiliki kekuatan besar. Inilah Rating Game yang sebenarnya. Kalian tak bisa menang hanya dengan kekuatan!
Buchou berdiri dan melihat ke atas. Dia pasti tengah berfokus pada Kaichou, yang berada di atas atap.
Biarpun Ise-kun telah kalah, Buchou masih kalem. Benar benar seorang [Raja]. Karena kalau [Raja] tak berfungsi dan bertindak, maka Game juga akan terpengaruh.
“Koneko-chan, bisakah kamu merasakan jiwanya?”
Buchou menanyai Koneko-chan.
“Ya, aku tak bisa mendeteksinya sebelumnya, tapi sekarang aku bisa merasakan jiwa Kaichou di atap. Kupikir dinding pelindung sebelumnya adalah ilusi palsu yang membuatnya seolah olah Kaichou ada di dalamnya, dan juga pengecoh spesial yang membuat siapa saja tak bisa menentukan lokasi dan jiwa seseorang.”
Telinga kucingnya bergerak gerak, nampaknya sedang mencari jiwa Kaichou.
Telinga kucingmu sangat manis, Koneko-chan. Koneko-chan juga berada dalam kondisi siaga bertarung, meskipun Ise-kun telah menghilang. Aku sangat bersyukur akan hal itu. Dengan ini, kita bisa bertarung dengan mencukupi.
Aku mengacungkan pedangku pada Shinra-senpai dan para budak lain dari kelompok Sitri.
“Baiklah, bagaimana kita harus lakukan ini? Sebagai pengguna dua-pedang, akankah kita putuskan dengan pedang?”
Shinra-senpai merespon pertanyaanku.
“Itu juga tak masalah. Dalam catur, saat [Pion] dipromosi, dalam kebanyakan kasus mereka menjadi [Ratu]. Namun, situasi pertarungan berubah kalau mereka berpromosi menjadi [Kuda] tergantung pada setting. Ada juga banyak perbedaan diantara catur sungguhan dan Rating Game, namun – ini akan jadi pertandingan bagus.”
Pertarungan diantara aku dan Shinra-senpai telah diputuskan. Di sampingnya, hanya ada satu [Peluncur] lawan – Kusaka-san, namun—
Pada momen itu, Akeno-san memasuki bidang pandanganku seiring dia memancarkan percikan aura emas dari sekujur tubuhnya.
Akeno-san – memasang tatapan dingin di matanya yang basah oleh air mata dan memancarkan aura aneh.
“.....Padahal aku mencoba menunjukkan keyakinanku pada Ise-kun.......”
Dia melangkah ke depan dengan kaki berguncang dan goyah. Aku bisa merasakan tekanan kuat dalam langkah itu yang tak bisa diungkapkan dalam kata kata.
“......Biarpun aku mencoba menanggulanginya.......dengan menggunakan kekuatan yang kubenci di hadapannya.......”
Akeno-san perlahan mengangkat tangannya di depannya dan—
“Aku takkan memaafkanmu.”
Dia menunjukkan wajah alami dari sisi S-nya! Kondisi paling mengerikan dari Akeno-san! Mustahil, tak kusangka Akeno-san yang biasanya kalem akan bereaksi seperti ini oleh kehilangan Ise-kun!
“—Lenyaplah!”
Setelah pernyataan sejenak dalam amarah itu, massa raksasa petir menyembur dari tangan Akeno-san dan meluncur ke arah [Peluncur] Sitri Kusaka-san!
Doooooooooooooooooooooooooooooon!
“Reverse!”
Sekejap sebelum hantaman, Kusaka-san mengacungkan tangannya dan mencoba mereverse petir, namun—
Bigagagagagagagagagagagagagagagagagagaga! Petir dahsyat menyelimuti tubuh Kusaka-san!
Kusaka-san tak bisa mereverse petir dan menerima serangan Akeno-san secara langsung!
Dan di saat yang sama, dia terselimuti dalam cahaya dan menghilang!
“Sepertinya itu tak berguna. Dia mencoba mereverse petir, namun yang kutembakkan barusan adalah halilintar. Petir dan cahaya. Reverse dari bagian cahaya tak cukup untuk mereverse seluruhnya.”
[Salah satu “Peluncur” Sona Sitri-sama, kalah.]
“—Kekuatan tak bisa dibalikkan saat kekuatan yang direverse diubah.”
Seperti yang Akeno-san katakan, sepertinya latihan mereka tak cukup bagi mereka untuk menguasai kekuatan [Reverse]. Akeno-san kemudian mengacungkan tangannya pada [Ratu] Shinra-senpai!
Akeno-san sudah mengabaikan pertarungan diantara aku dan senpai! Dia telah melupakan aku karena shock kehilangan Ise-kun dan kemarahannya karena tak mampu menampilkan kekuatan halilintarnya pada Ise-kun!
Mungkin sebagai hasil dari itu, Akeno-san mampu menaklukkan kekuatan itu, namun sungguh perkembangan tak terduga. Tak kusangka Ise-kun memiliki arti sangat besar bagi Akeno-san!
“Kuh!”
Shinra-senpai merasakan bahaya pada tubuhnya dan mulai melarikan diri dari sini!
Kah! Dooooooooooooooooooooooooooooooon!
Halilintar menyerbu ke arah senpai! Kalau seorang Iblis terkena secara langsung oleh itu, mereka tak akan berdaya! Karena itu adalah campuran kekuatan petir dan kekuatan cahaya, yang merupakan kelemahan Iblis, hanya membayangkan terkena kekuatan itu sangatlah mengerikan.
Namun, Shinra-senpai menghindari halilintar dan mencoba kabur ke bagian dalam departemen store.
Aku dengan segera mengejarnya! Aku tak akan kalah dari segi kecepatan!
Sembari berlari, aku menciptakan Pedang Suci Iblis, dan saat aku menyusul aku menikamkannya padanya! Pedangku diblokir oleh naginatanya, tapi aku tak tahu kapan dia akan memunculkan Sacred Gear serangan-balik itu!
Shinra-senpai mengeluarkan botol kecil dari kantongnya – [Air Mata Phoenix]! Jadi [Ratu] Sitri memiliki sendiri!
Dia melempar botol kecil itu padaku dan memotongnya dengan naginatanya. Cairan di dalamnya tertuang padaku!
“Reverse!”
Shinra-senpai meneriakkan itu! Dia berniat mengganti kekuatan penyembuh air mata yang kuat menjadi kerusakan fatal setelah itu mengenaiku! Aku dengan cepat mengganti Pedang Suci Iblisku menjadi Pedang Air!
Bishah!
Gelombang air bercampur bersama dengan air mata. Saat bercampur dengan objek lain, air mata akan kehilangan efeknya. Dan sebagai hasilnya, [Reverse] juga menjadi tak berarti!
“Kalau ada celah meski hanya sedikit!”
Senpai dengan tajam mengacungkan naginatanya ke arahku!
Begitu, serangan barusan dimaksudkan untuk membuatku lengah. Namun—
Zan!
Pedang Pedang Suci Iblis merekah dengan berlimpah disekitar Shinra-senpai! Pedang pedang Suci Iblis dalam jumlah besar menyembur dari lantai dan menghancurkan naginata senpai.
“Aku yang saat ini tak memiliki celah.”
Saat aku mencoba mengayunkan pedang ke arahnya, dia membuat cermin muncul di hadapannya. Aku memperlemah pedang sekuat mungkin dan mereka hanya menusuk dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan cermin.
Barin! Doooooooooo!
Cermin itu patah dengan cepat dan serangannya dikembalikan padaku dengan daya rusak dobel, tapi – aku bisa menahan ini! Aku menggertakkan gigiku dengan kesakitan dan mengangkat lengan kiriku ke arah langit.
“Petro, Basileus, Dionysius, Holy Mary. Mohon dengarkan suaraku!”
Ruang berdistorsi dan robekan tercipta! Aku memasukkan tanganku ke dalamnya!
“Tak mungkin!? Itu!”
Memahami arti semua ini, Shinra-senpai terkejut.
“Dengan nama saint yang bersemayam di pedang suci, aku melepaskan engkau – Durandal!”
Item yang aku keluarkan dari robekan ruang adalah Pedang suci Legendaris, Durandal!
Xenovia! Akan kubalaskan penyesalanmu disini juga!
Mengikuti momentum saat aku mengeluarkan Durandal, aku menebas Shinra-senpai! Pedang suci mengenainya, dan luka serius didapatkan oleh Shinra-senpai!
Bahkan dalam situasi itu, dia tak mengaktifkan Sacred Gear serangan-baliknya. Jadi dia tak mampu menggunakannya secara terus menerus.
“Ini saran dari Xenovia. Buat jaga jaga kalau dia tak bisa bergerak atau bertarung, dia akan mentransfer hak pedang untuk digunakan olehku, karena pedang ini terlalu bagus untuk dia.”
Itu benar, Xenovia telah mengajariku cara menggunakan Durandal.
Dan bagaimana bisa aku, yang memiliki Pedang Suci Iblis, menggunakan Durandal, mau tahu?
“Namun, kemampuan Suci Iblismu itu—“
Shinra-senpai mengatakan itu dengan tubuhnya terselimuti cahaya sebagai tanda teleportasi kekalahan.
“Aku tak punya masa lalu. Karena itu, aku melihat neraka, namun........aku berbeda sekarang. Berkat mencapai Balance Breaker, sepertinya aku bisa menggunakan Durandal seperti ini.”
Buuuuuuuuuuuuuun.........
Durandal memancarkan gelora sunyi dan damai. Ia tak mengeluarkan gelora mengamuk dan keras seperti saat bersama Xenovia.
“Kuh! Ini.....! Kamu bisa menanganinya lebih baik dari Xenovia-san!?”
Shinra-senpai mengatakan itu, namun aku tak berpikir begitu.
“.....Karena Xenovia memiliki aura temperamen yang mengharapkan kekuatan, Durandal mungkin juga bereaksi pada hal itu. Namun aku memilih kepastian ketimbang kekuatan. Kemampuan ketimbang kekuatan.”
Aku telah berniat untuk menekannya dengan kekuatan, namun meskipun demikian lantai telah terpotong menjadi dua sampai jarak yang sangat jauh dari gelombang kejut saat menebas Shinra-senpai. Sepertinya aku akan menerima evaluasi minus karena hal ini.
“Kupikir pedang ini adalah kuda keras kepala yang bahkan tak mendengar kata kata penggunanya, namun itu nampaknya benar. Ini memotong melebihi yang kuinginkan........jadi mengendalikannya masih sulit.”
“....! Ini berada diluar perhitungan kita, Sona! Bahkan lebih dari Hyodou-kun.....! As sejati mereka adalah......! Budak yang paling harus kita perhatikan adalah........Kiba Yuuto!”
Shinra-senpai meninggalkan kata kata perpisahan itu dan menghilang dari tempat ini.
[“Ratu” Sona Sitri-sama, kalah.]
“Itu karena aku – berusaha untuk melampaui Ise-kun, bukan, Sekiryuutei.”
Memalukan. Sangat memalukan bagiku. Kekalahan melawan keluarga Phenex. Ise-kun, kamu bukan satu satunya yang terisi oleh perasaan frustasi dan rasa malu hebat pada waktu itu.
--Karena [Kuda] sejati Rias Gremory dijatuhkan tanpa bisa melindungi majikanku.
Biarpun aku akhirnya bisa mencapai Balance Breaker, kekuatanku dan rekan rekanku tak bisa menghadapi Kokabiel, dan aku juga tak bisa memasuki pertarungan melawan Hakuryuukou. Aku sama sekali tak berguna di kedua waktu itu.
Memalukan.
Aku sungguh memalukan, Ise-kun!
Karena itu aku mulai belajar dari nol lagi dibawah guruku. Benar benar dari nol. Aku mempelajari dari dasar dasar teknik pedang lagi.
Mungkin memberitahu diriku kalau aku tak seperti dirimu, aku juga terus bergerak maju dan berlatih sampai poin nampak sangat bodoh. Kalau aku hanya membanggakan diriku karena mencapai Balance Breaker, maka aku akan jatuh ke dalam kelemahan!
“—Lebih dari apapun, aku benci kalau semua orang menganggap bahwa kami hanya memiliki Sekiryuutei!”
Kamu mungkin menargetkan Vali. Tapi satu satunya tujuanku adalah menjadi pedang majikanku, dan berdiri sebagai partner di sampingmu, rekanku.
Rias Gremory tak hanya memiliki “Sekiryuutei”, namun juga “Kiba Yuuto sang Pedang Suci Iblis”. Karena aku ingin mengatakan itu, aku—
“—Aku juga akan menjanjikan hal yang sama dengan yang kamu janjikan. Aku takkan pernah membuat majikanku Rias Gremory menangis lagi.”
Satu satunya lawan yang tersisa adalah – sang [Raja], Sona Sitri-Kaichou.

Atap departemen store. Langit diluar nampak putih, kosong dari apapun. Karena ini berada di dalam ruang Game.
Empat anggota kami yang tersisa telah menuju kesana. Di depan kami adalah Sona-Kaichou.
Kaichou mengalihkan tatapannya ke arah kami dan tersenyum pahit. Buchou bertanya.
“Sona, kenapa di atas atap?”
“[Raja] harus tetap bertahan sampai saat terakhir. Itulah tugas seorang [Raja]. Kalau [Raja] sampai dijatuhkan, maka Game akan berakhir, kan?”
“....Ya, kurasa aku tak perlu mempertanyakan hal itu lagi.”
“Rias, Saji menang melawan Sekiryuutei. Tak ada dari Ise-kun atau kamu yang membuat kesalahan – Tolong jangan anggap enteng anak itu. kamu bukan satu satunya yang sangat mati matian.”
“Ya, aku bisa merasakannya dengan tubuhku.—Baiklah, mari kita selesaikan ini, Sona.”
Buchou mengambil langkah ke depan. Apa dia berniat melakukan ini satu-lawan-satu?
Dia adalah orang yang tak akan berhenti biarpun diperingatkan. Kalau itu masalahnya—
“Kalau aku merasakan bahaya, aku akan segera masuk untuk membantumu. Aku tak akan mendengarkan keegoisanmu.”
“.....”
Buchou tak bereaksi pada kata kataku, namun dia pasti memahami. Kalau Buchou mendekati kekalahan, aku tak akan hiraukan protesnya dan akan masuk untuk membantunya.
Kalau [Raja] dijatuhkan, habislah sudah. Aku tak bisa membiarkanmu kalah, Rias-Buchou.
Kemudian, pertarungan diantara dua teman baik dimulai—
Aura air berkumpul di sekitar Kaichou, dan perlahan membentuk sesuatu. ini bukan jumlah air yang wajar. Melihat lebih cermat, air sepertinya terkumpul dari mana mana di dalam departemen store.
Benar benar Keluarga Sitri yang spesialisasinya adalah sihir air. Aku pernah mendengar kalau spesialitas kakaknya adalah es, dimana adiknya adalah air.
Dalam sihirnya, Buchou membawa [Power of Destruction]. Serangan yang menghancurkan lawan. Tanpa ragu ragu, Buchou menembakkan peluru peluru sihir ke arah temannya Sona-Kaichou! Jumlah pelurunya nyaris tanpa akhir seperti senapan mesin!
Peluru peluru itu hanya seukuran softball, namun aku bisa merasakan sihir dengan kemurnian tinggi di setiap tembakannya. Sepertinya itu latihan Buchou juga menampakkan hasil. Alasan dia tak menembak secara menyolok adalah karena aturan.
Zabun. Zabaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!
Sona-Kaichou memanipulasi air dan membentuknya menjadi dinding, menghentikan serangan Buchou. Dalam sekejap sihir Buchou kena, air juga lenyap di saat yang sama, namun karena dia mengumpulkannya dari seluruh bangunan, jumlahnya tak terbatas.
“Baiklah, Rias. Akan kutunjukkan teknik airku secara baik baik padamu.”
Kaichou mentransformasi sejumlah besar air dengan sihir, mengubahnya menjadi banyak elang yang terbang di udara, ular yang melata di tanah, singa ganas, para serigala yang berkumpul bersama, dan beberapa naga raksasa juga.
Jadi dia bisa membuat banyak hal berbeda ini sekaligus! Keahlian sihirnya bahkan melampaui Buchou!
“Itulah yang kuharapkan, Sona!”
Tersenyum dengan berani, Buchou melakukan kompresi demi kompresi pada [Power of Destruction] nya dan membuat peluru peluru sihir tak terhitung banyaknya di udara. Mereka yang tak punya kekuatan akan lenyap seketika oleh satu dari tembakan itu. Sampai bisa mengkompresi semua itu, sepertinya Buchou telah membangun kekuatan sihirnya dengan baik sepanjang latihannya.
Keduanya handal dari segi kualitas sihir mereka, namun melihatnya lebih seksama, Buchou unggul dalam kekuatan dimana Kaichou unggul dalam teknik.
Mereka berdua berdiri dengan siap. Kemudian, mereka berdua – melepaskan serangan mereka satu sama lain di saat yang sama.

[Kekalahan terkonfirmasi. Kemenangan bagi Rias Gremory-sama!]

PEMENANG
Bagian 1
Setelah Game berakhir, aku bangun di dalam ruang medis. Aku berada di atas ranjang.
Benar sekali, ini kali pertama aku berakhir di tempat ini.
Kasusku kali ini lebih karena kehilangan darah ketimbang luka luka. Sepertinya aku sudah diberi transfusi darah dengan segera setelah itu dan sekarang bisa bergerak seperti ini. Aku telah pergi keluar dan meminum jus di mesin penjualan.
Kami menang.
Namun, setengah dari kami, terdiri atas aku, Xenovia, Asia, dan Gasper, telah dijatuhkan, dan kelompok Gremory yang disebut jauh lebih superior sebelum Game telah mendapat pukulan berat pada penilaian kami.
Penilaian kami nampaknya sudah menurun drastis karena bagaimana Gasper kalah dengan begitu cepat sejak awal pertandingan dan bagaimana aku, Sekiryuutei, telah dijatuhkan. Karena hasil alami belum keluar, evaluasi dari para petinggi sangat keras.
Buchou – juga nampaknya sangat malu. Ada juga pencapaian dari Kiba, yang menampilkan usaha sangat gigih sekelas-as dan fakta kalau kami mendapat kemenangan di saat terakhir, namun -- . Nampaknya saat akhir dimenangkan dengan konfrontasi langsung diantara kedua [Raja].
Ini tentu menjadi kemenangan pertama kami........namun, kami tak mendapatkan kemenangan sempurna. Kami memang sudah menjalani pertarungan yang sulit. Biarpun kelompok kami memiliki kekuatan sangat unggul, kami sangat jauh dari kemenangan memuaskan.
Ya! Situasi ini buruk!
Menggeleng kepalaku, aku memutuskan mengubah suasana hati dan pergi ke ruang perawatan Saji. Luka lukanya juga sudah hampir disembuhkan. Dalam Game kami adalah musuh, namun setelah itu berakhir, kami adalah teman seperti biasanya.
Baiklah, aku akan menyombong tentang payudara Buchou lagi!
“Tolong ambillah ini.”
Aku mendengar suara Sirzechs-sama dari ruangan Saji. Aku bisa melihat bagian dalam ruangan dari celah pintu. Di dalam terdapat Sirzechs-sama, Kaichou, dan Saji di atas ranjangnya.
Saji tengah menerima sesuatu dari Sirzechs-sama. Dia tengah memegang kotak kecil yang kelihatan mahal di kedua tangannya.
“U-Umm......Ini....?”
Saji gemetar dengan gugup.
“Ini sesuatu yang dihadiahkan pada seseorang yang unggul dan bertarung dengan paling mengesankan dalam Rating Game.”
Sirzechs-sama mengatakan itu dengan tersenyum, namun—
“A-Aku......kalah dari Hyodou.....I-Ini bukan situasi dimana aku boleh menerima ini.”
Saji menggenggam seprai ranjangnya dengan frustasi dan penyesalan yang nampak jelas.
“Itu benar. Namun, konsekuensinya, Ise-kun—Sekiryuutei bisa dikalahkan. Kami menyaksikan pertarunganmu dengan senang dari ruang penonton. Sampai Odin dari Norse bahkan memujimu.”
Sirzechs-sama mengeluarkan medali dari kotak kecil dan meletakkannya di dada Saji.
“Kamu tak perlu merendahkan dirimu. Bahkan Iblis sepertimu bisa mengincar posisi top. Aku senang bisa melihat para Iblis muda menjanjikan untuk masa depan. Curahkanlah dirimu lebih tinggi lagi. Aku memiliki harapan besar untukmu.”
Kemudian, Sirzechs-sama menepuk nepuk kepala Saji.
“Tak apa apa tak peduli berapa tahun atau dekade yang diperlukan – teruslah bercita cita menjadi guru Rating Game.”
Pada kata kata Sirzechs-sama, Saji – menangis dengan sunyi. Air matanya mengalir tanpa henti, dan wajahnya menjadi kusut.
“......Saji, kamu telah menampilkan sosok yang hebat di depan banyak orang. Karena kamu bertarung dengan luar biasa.”
Sona-kaichou tengah penuh dengan ketenangan dan kebanggaan dari matanya.
Kaichou pasti senang karena budak kebanggaannya telah mendapat penilaian setinggi itu.
Saji menggenggam medali di dadanya, kemudian menyeka air matanya dengan tangannya dan mengangguk dengan kuat.
“.....Ya......Terima kasih banyak!”
.........
Merasa kalau tak akan sopan untuk mendengar lebih jauh lagi, aku meninggalkan tempat itu.
.......Saji, selamat.
Aku hanya menganggap Vali sebagai rivalku. Aku terus percaya tanpa ragu bahwa Vali adalah satu satunya rival yang harus kukalahkan.—Aku salah besar.
Karena itulah, akan kukatakan padanya secara langsung lain kali.
Itu, aku minta maaf.
Hei, Saji. Mana dari kita yang berhasil menjadi Iblis Kelas Tinggi lebih dulu dan mengabulkan impian kita?
Aku – takkan kalah! Pasti. Dan aku pasti akan menang kalau kita bertarung lagi!
Jadi, sampai lain kali.
Rivalku, Saji Genshirou.

Bagian 2
Aku menemui Buchou tepat sebelum memasuki kamar perawatanku.
“Buchou.”
Buchou juga menyadariku, dan tersenyum. Seperti itu, kami masuk ke ruang perawatanku dan mulai mengobrol dengan santai.
“Ise, terima kasih untuk kerja kerasmu dalam Game. Kamu sudah berjuang bagus. Tapi, tolong jangan permalukan aku seperti itu lagi, oke? Karena hasrat seksualmu itu terlalu kuat.”
Buchou tersenyum pahit. Ah, aku sudah mempermalukannya.
“M-Maaf......teknik baru dan peningkatan kekuatanku cenderung berkaitan dengan hasrat duniawi........”
“Teknik itu disegel saat dalam Game.”
“Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh!? Serius!?”
Mana mungkin! Serius!? A-Apa karena itu mesum!?
“Karena itu akan membuat kita tak bisa bertarung melawan Iblis wanita lagi. Jadi itu dilarang.”
“Uu, kalau Buchou mengatakan itu, aku akan patuhiiiiiiiiiiii.”
Aku mengangguk dengan mata berair! Sungguh disayangkan! Benar benar disesalkan! Tak kukira aku hanya bisa memakainya sekali! Ah, tapi itu artinya aku boleh memakainya dalam pertarungan sungguhan!?
Buchou tersenyum pahit.
“Tapi, kita akhirnya mendapat kemenangan. Dibandingkan sebelumnya, ini lebih baik, tapi aku masih kehilangan Ise, Asia, Xenovia, dan Gasper. Biarpun keluarga kita dikatakan diberkahi dengan kemampuan dan melimpah dengan kekuatan, kalau kekuatan itu tak bisa digunakan di saat kritis, maka tak ada artinya. Biarpun kemungkinan menang itu tinggi, saat kamu kalah, kamu kalah.”
Seperti yang Buchou katakan.
Kalau kami membuat kesalahan meski kecil, kami mungkin kalah. Biarpun kemungkinan menang mereka lebih kecil dari kami, lawan kami secara mati matian datang pada kami. Karena mereka juga bergerak maju, percaya kalau mereka akan menang.
Kalau seseorang menyerah dan sembrono, seseorang juga bisa kalah dalam pertandingan yang mereka bisa menangkan.
Aku dan Buchou telah menyadari fakta jelas ini sekali lagi.
......Semua itu sulit, Game ini. Sama halnya dengan pertarungan sebenarnya.
Dan tepat saat aku telah melihat jalan menuju Iblis Kelas Tinggi, itu jadi terasa semakin jauh.
Tapi, itu bukan jarak tak terjangkau. Suatu saat nanti, aku juga, seperti Buchou—
“Tapi Ise. Baik Akeno dan Koneko berhasil mengatasi dinding merek dalam Game ini. Ini sesuatu yang patut dibanggakan.”
Buchou mengatakan itu sambil tersenyum. Senyum itu nampak sangat lembut.
“Ya, aku juga berpikir begitu! Aku merasa kalau kita menang dalam pertandingan, namun kalah dalam Game, namun meskipun begitu aku senang karena Akeno-san dan Koneko-chan berhasil untuk bergerak maju!”
“Itu semua berkat kamu, Ise. Berkat kamu, semua orang dalam kelompokku mampu menerobos hal hal yang mereka pikul. Kamu telah menyelesaikan semua masalah yang terus aku cemaskan, Ise. Aku sangat bersyukur.”
“T-Tidak, aku tak melakukan hal hebat apa apa. Aku hanya berpikir untuk membuat semua orang bahagia.”
Itu benar, aku ingin terus bergerak maju bersama dengan semuanya. Biarpun hal hal sulit terjadi seperti kali ini, aku ingin menerobos itu semua bersama. Karena kami adalah rekan dan teman.
“Ise, aku senang kamu menjadi budakku........tolong tetaplah denganku selamanya.”
“Ya, Buchou! Aku akan selalu berada di sisimu!”
Aku juga senang, bisa melihat senyum peringkat tertinggi Buchou.
Kon-kon.
Tiba tiba, seseorang mengetuk pintu kamar perawatanku. Setelah aku menjawab “Ya, silahkan masuk” Seorang kakek yang belum pernah kulihat sebelumnya berjalan masuk. Dia mengenakan topi dan hanya memiliki sebelah mata. Lebih jauh lagi, dia memiliki jenggot putih panjang.
“Pak tua, siapa kau?”
Saat aku bertanya dengan kebingungan, pak tua itu tertawa.
“Aku Orang Tua dari Pedesaan Utara. Sekiryuutei, sepertinya kamu perlu belajar sedikit lebih banyak lagi. Yah, tapi kau cukup mengabdikan diri.”
Apa yang pak tua-sok-akrab ini katakan tiba tiba? Tapi, bagaimana dia tahu kalau aku ini Sekiryuutei?
“Anda Odin-sama, kan? ini kali pertama kita bertemu. Saya Rias Gremory.”
Buchou nampaknya mengenal dia. Odin? Hmm, aku merasa pernah mendengar nama itu entah dimana sebelumnya......
“Begitu, begitu. Adik perempuan Sirzechs, huh. Aku melihatmu dalam Game. Yah, ada juga hal yang lain selain itu. Tapi, begitu, hmm. Besar sekali. Saat aku menonton, aku sudah terpesona dengan hanya itu.”
Pak tua itu tengah menatap payudara Buchou dengan mata mesum! Heeeeeeei! Dasar pak tua sialan! Payudara itu punyaku! Tak seorangpun selain aku yang boleh menatapnya dengan mata mesum! Saat aku mencoba protes dengan tegas, wanita cantik berarmor yang entah kapan memasuki ruangan memukul kepala pak tua dengan kipas kertas.
“Astaga! Bukankah sudah saya katakan kalau tindakan mesum itu dilarang keras? Karena akan ada pertemuan penting saat ini, mohon jaga diri anda sebagai Raja dari Dewa Dewa Norse!”
“.....Benar Benar Valkyrie tanpa celah. Aku sudah tahu. Itu konferensi untuk menghadapi para teroris dengan Malaikat, Iblis, Malaikat Jatuh, Zeus dari Yunani, dan Indra[34] dari Gunung Sumeru[35].”
Pak tua bergumam dengan mata setengah terbuka sambil menyeka kepalanya.
“Yah, itu tak apa apa. Adik perempuan Sirzechs dan Sekiryuutei. Dunia ini tak hanya penuh oleh tantangan, ada banyak hal hal mengasyikkan juga. Teruslah maju sembari menikmati dan menderita melalui itu semua. Bersikap sembrono adalah satu satunya cara bagi para pemuda untuk bisa tumbuh. Hohoho.”
Hanya meninggalkan kata kata itu, pak tua dan wanita berarmor meninggalkan ruanganku.
Siapa itu? Pak tua itu.......dia menatap payudara Buchou ku! Siapapun yang berani mengusili payudara Buchou adalah musuhku, tak perlu dipertanyakan lagi! Aku takkan pernah mengizinkan hal seperti itu!
Aku menanyai Buchou tentang hal itu kemudian, namun ternyata pak tua itu adalah Dewa dari utara! Padahal dia kelihatan seperti kakek tua mesum!
.......Astaga, ada banyak hal yang tak kupahami di dunia ini.
Reuni
Bagian 1
Paruh kedua bulan Agustus—
Kami dari kelompok Gremory sedang menerima salam perpisahan dari Dunia Bawah di stasiun di depan kediaman utama.
“Baiklah, Issei-kun. Aku menantikan hari kita bisa bertemu lagi. Kamu boleh kembali kemari kapan saja tanpa ragu ragu. Anggaplah keluarga Gremory sebagai keluargamu sendiri.”
Ayah Buchou mengatakan itu dengan banyak pelayan berdiri di belakangnya.
“Terima kasih banyak! Ta-tapi, itu terlalu membesar besarkan bagi saya........”
Aku tersenyum pahit, namun Ibu Buchou juga menegaskannya.
“Sama sekali tidak, Issei-san. Mohon jaga Rias baik baik di dunia manusia. Karena putriku sering bersikap egois, aku cemas.”
“I-Ibu! A-Apa yang Ibu katakan!?”
Wajah Buchou menjadi merah. Sungguh Buchou yang manis!
“Ya! Tentu saja!”
Aku memukul dadaku dan mengangguk. Aku akan menjaga Buchou baik baik! Mungkin tak sopan bagiku untuk mengatakan ini, namun aku akan melindungi wanita yang kucintai dengan segenap nyawaku!
“....Uu, aku juga jadi tersentuh sampai menangis. Masa depan keluargaku sungguh cerah......”
Ayah Buchou menangis! Eeeeeeeh!? Kenapa, kenapa?
Ibu Buchou di sampingnya mendesah.
“Tunggu sebentar, sayang. Bukankah ini waktu dimana Ayah seharusnya menolak dengan mengatakan hal seperti [Takkan kuserahkan putriku padamu!]?”
“Biarpun kamu mengatakan itu, Issei-kun sepertinya sudah melampaui kekuatanku, jadi bukankah ini sudah cukup? Kupikir akan baik baik saja biarpun aku segera mundur dari posisiku.”
“Tolong tunggu setidaknya sampai Rias lulus dari sekolahnya sebelum bicara soal pengunduran diri.”
???? Dia nampaknya sangat senang, tapi soal apa?
“Rias, kirimi kami surat sepanjang sisa liburan musim panasmu.”
Sirzechs-sama mengatakan itu sembari membawa putranya Milicas-sama di lengannya. Grayfia-san tengah berdiri tepat di belakang mereka.
“Ya, Onii-sama. Kamu juga jaga dirimu ya, Milicas.”
“Ya, Rias-nee sama!”
Kami telah menaiki kereta dan tengah memberikan salam perjumpaan terakhir kami pada Sirzechs-sama dan yang lainnya dari jendela.
Ah—
Pada momen itu, aku menyadari. Sirzechs-sama, Milicas-sama, dan juga—
Aku melihat dua orang tua dan putra mereka dengan sangat serasi. Sudah kuduga, ternyata memang seperti itu. Itu bukan lelucon sama sekali—

Bagian 2
Kereta yang berjalan pulang.
Aku tengah tertekan oleh pe-er liburan musim panasku yang sama sekali tak tersentuh—
Benar sekali! Aku terus sibuk sejak datang ke Dunia Bawah, namun aku benar benar lupa soal ini!
Lebih jauh lagi, berpikir kembali, bukankah aku menghabiskan liburan musim panasku yang berharga di tahun kedua SMA di gunung bersama seekor Naga!? Aku mau menangissssssssssssss!
Aku telah membuang masa muda berhargaku dengan bertahan hidup di gunung! Aku tak berkencan dengan Buchou, juga tak melakukan hal hal erotis dengan Akeno-san di kamarku!
Aku mulai menggarap pe-er bahasa Jepang sambil menangis.
Tapi, aku mendapat banyak pengalaman hebat sepanjang waktuku di Dunia Bawah. Dan aku telah mendapat banyak pelajaran. Kami kuat – dari segi kekuatan. Namun, kalau tim lawan memiliki kendali lebih hebat daripada kami, tak peduli sebesar apapun kekuatan kami, kami akan kalah bergantung pada taktik yang digunakan.
......Kalau aku juga akan bermain sebagai [Raja] di masa depan, aku harus mulai berpikir tentang taktik dan semacamnya mulai dari sekarang.......
Karena, tak peduli sehebat apapun kekuatanku dari Naga Legendaris, kalau aku dengan sembrono menyerbu ke depan dan jatuh dalam trik lawan, maka akan jadi Game Over seketika! Kalau aku dijatuhkan sebagai [Raja], timku sudah pasti akan kalah! Meski aku seharusnya unggul dari segi kekuatan secara keseluruhan, aku dikalahkan oleh Saji dari segi teknik........
Uwaaah.........aku begitu cemas dengan masa depan.
Aku berbicara pada Buchou yang tengah duduk di kursi di depanku.
“Buchou.”
“Ada apa?”
“Aku terus bersikap sembrono sampai saat ini untuk menjadi Raja Harem. Itu tujuanku, dan harapanku untuk menjadi itu belum berubah bahkan sekarang.—Tapi, Tannin-ossan memberitahuku. Bahwa akan sangat disayangkan kalau menjadikan itu sebagai tujuan akhirku. Jadi, aku memikirkan sedikit tentang itu, tapi kupikir sia sia saja kalau hanya menginginkan harem biasa. Aku ingin menciptakan harem dengan kemampuan yang tak kalah pada siapapun dan sangat kuat dalam Game juga.”
Buchou mendengarkan kata kataku dan menampakkan ekspresi sangat terkejut, namun dia segera tersenyum.
“Sepertinya kamp pelatihan musim panas berhasil. Menemui para Iblis lain di Dunia Bawah sepertinya telah menjadi nilai tambah bagimu. Kita berdua sepertinya telah belajar dan maju dengan pesat.”
Ya! Aku sudah berjuang keras!
Tiba tiba, Koneko-chan muncul disana........dan duduk di pangkuankuuuuuuuuuuuu!?
Aku tak memahami apa yang sedang terjadi, tapi – Koneko-chan duduk di atas pangkuanku dan mengedut ngedutkan telinga kucingnya.
“K-Koneko-chan........?”
Aku dengan kikuk menatap wajahnya, dan kemudian,
“Nyan
Dia tersenyum dengan lebar di wajahnya. Ya. Dengan hal itu saja, otakku terasa melayang.
Mata Asia langsung berair, Buchou cemberut dengan menyipitkan matanya, dan Akeno-san mengeluarkan tekanan dengan wajah tersenyum sunyi, namun......
Description: High school dxd v5 367.jpg
Description: http://baka-tsuki.org/project/skins/common/images/magnify-clip.png
Ya! keimutan adalah keadilan!
Seperti ini, kereta bergerak ke dunia manusia tempat kami tinggal—
Waktu di Dunia Bawah terasa sangat menyenangkan. Itu liburan musim panas yang kupikir tak akan kulupakan untuk seumur hidupku.

Usai kereta tiba di wilayah bawah tanah di sisi dunia manusia, aku meregangkan tubuhku.
“Oke, kita telah tiba, kita telah tiba. Baiklah, mari kita pulang, Asia—“
Saat aku menoleh ke arah Asia, seorang lelaki misterius dengan wajah tampan tengah mendekati Asia.
“Asia Argento........kita akhirnya bertemu.”
“U-Umm.......”
Asia nampak bingung. Ini gawat! Apa dia orang mesum!? Takkan kubiarkan kau menyentuh Asia-chan ku meski hanya seujung jari!
“Hei hei hei! Urusan apa yang kamu punya dengan Asia!?”
Aku datang diantara mereka! Namun, si lelaki tampan misterius mempertanyakan Asia dengan ekspresi tulus.
“.....Jadi kamu sudah melupakan aku. Kita pernah bertemu pada waktu itu.”
Si lelaki tampan – tunggu, aku pernah melihat dia entah dimana sebelumnya. Si lelaki tampan itu tiba tiba membuka dadanya dan memperlihatkan bekas luka besar disana. Itu bekas luka yang dalam. Mata Asia terbuka lebar saat menyaksikan itu.
“—Luka itu, jangan jangan...........”
Asia? Kamu mengingat dia?
“Ya, wajahku saat itu tidak bisa terlihat, namun aku adalah Iblis dari waktu itu.”
“—“
Asia menjadi terdiam membisu oleh kata kata itu.
“Namaku adalah Diodora Astaroth. Waktu itu kamu tak bisa merawatku sampai poin dimana bekas lukanya masih tersisa, namun hidupku terselamatkan karena Sacred Gearmu.”
Aku pernah mendengar tentang masa lalu Asia. Dia telah dianggap sebagai Penyihir karena tak sengaja menyelamatkan seorang Iblis.
--Itu benar, dia adalah Iblis yang menjadi penyebab diusirnya Asia dari Gereja.
“Diodora? Kamu Diodora, kan?”
Buchou nampaknya mengenali dia......Ah, aku ingat, dia berada di pertemuan dengan para Iblis muda! Iblis Kelas Tinggi tampan dari waktu itu! kupikir dia berasal dari keluarga Beelzebub masa kini!
Diodora dengan lembut mengambil tangan Asia dan menciumnya! B-brengsek kau, kau pikir apa yang kau lakukan pada Asia!?
Aku hendak memisahkan mereka berdua, namun tanpa peduli tentang itu dia berbicara pada Asia.
“Asia, aku datang untuk menemuimu. Aku minta maaf karena tak bisa menyapamu pada pertemuan itu. Tapi, kupikir pertemuan diantara aku dan dirimu adalah takdir.—Aku ingin kamu menjadi istriku. Aku mencintaimu.”
--Dia telah melamar Asia tepat di hadapanku.
Musim panas yang panas telah mencapai akhir, dan musim gugur yang kemungkinan akan sangat lama baru saja dimulai.
Kata Penutup
Kalau media meluas, saya ingin membuat lagu lagu karakter dengan payudara dari tiap tiap nyanyian para heroine.

Tsundere yang telah lama dinanti oleh para pemirsa telah tiba (Yakni, dalam payudara Asia).
Lama tak jumpa. Ini Ishibumi. Lebih banyak kenakalan sudah dilakukan lagi nampaknya.
Cerita telah sampai sejauh ini hanya dengan payudara sebagai material. Bahkan saya sendiri kaget.
Bahkan sampai poin dimana Ise telah menjadi protagonis yang memperkuat dirinya seperti Super Sa*yan dan Ba*kai dengan menyentil payudara. Kalau saya pikirkan itu lagi, Ise marah besar saat payudara Rias hendak dibagi dua, bukan?
Tentang Bilingual.......saya jadi muak saat memikirkan itu.
Jilid 5 adalah buku paling tebal sejauh ini, namun kata penutupnya sendiri juga panjang sampai saya bisa mengobrol lepas disini. Ada banyak spoiler yang disebutkan disini juga, jadi mohon bacalah sisa Jilid ini dulu.

“- Karakter Karakter baru dan Dunia Bawah”
Baiklah, para karakter baru kali ini adalah monster Naga dan si nomor satu dari para Iblis muda, namun saya berencana agar Tannin dan Sairaorg memainkan peran aktif mulai dari saat ini, jadi mohon nantikanlah mereka.
Rekan rekan Vali terungkap satu demi satu juga. Onee-san Koneko “Kuroka”, Pengguna Pedang Suci Misterius. Apa masih ada lagi yang lain? Itu rahasia untuk masa depan.
Pandangan dunia telah meluas di Jilid sebelumnya, tapi saya juga ingin menggambarkan secara rinci tentang industri para Iblis di cerita utama, jadi kali ini saya mendeskripsikan itu. Dari sejak awal, saya membuat aliansi Tiga Kekuatan Besar demi kelompok Gremory versus Tim Vali dan untuk Rating Game diantara para Iblis muda.
Saya juga bergerak maju sembari berfokus pada itu mulai dari sekarang, dan saya ingin berbicara tentang hal hal seperti pandangan dunia dan setting diantara setiap jeda.
Karena, pada akhirnya, kisah utama ini adalah kehidupan anak SMA dan komedi romantis dari pertumbuhan Ise dan yang lainnya.
Namun, membuat pandangan dunia dari Dunia Bawah itu cukup menantang. Karya ini adalah fantasi masa kini. Jepang masa kini juga menjadi panggung di dunia ini. Harus membuat dunia yang sama sekali berbeda dari itu sangatlah sulit.

“-Koneko dan para anggota klub”
Setting dari Koneko yang merupakan nekomata telah didiskusikan diantara saya dan Editor-san dari permulaan seri. Peluang itu lama sekali tak datang, dan identitasnya tetap menjadi misteri selama setahun lebih, namun ban itu akhirnya dicabut kali ini.
Dengan ini, semua anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib telah membuka masa lalu dan identitas sejati mereka. Sekarang saya merasa saya hanya perlu menunjukkan bagaimana mereka tumbuh setelah itu. Semua orang memiliki sesuatu yang mereka bawa bersama mereka, namun saya ingin membuat mereka melewati semua itu bersama Ise.
Saat menulis tentang Klub Penelitian Ilmu Gaib, saya punya kebiasaan untuk membuat pasangan. Misalnya, Rias-Buchou dan Akeno-san adalah “duo Onee-sama”. Mereka berdua sering berantem satu sama lain sejak Jilid 4, namun ini lantaran saya menulis mereka sebagai “duo Onee-sama” yang bertanding memperebutkan Ise.
Jadi Xenovia telah menjadi duo bersama Asia. Pertemuan pertama mereka memang buruk sekali, namun sekarang mereka adalah teman karib. Saya ingin menetapkan sebuah pertemanan dekat untuk Asia dan untuk Xenovia, jadi saya berpikir untuk membuat dua orang yang berkaitan dengan Gereja ini menjadi duo.
Rekan Koneko-chan adalah Gasper, aka Gya-kun dan Gyasuke. Duo siswa kelas satu. Mereka pasangan aneh dengan seorang loli berlidah tajam dan anak laki laki hikikomori cross dress, namun mereka berdua kouhai yang manis, jadi saya berharap semua pembaca mencintai mereka juga.
Yang terakhir adalah geng cowok. Ise dan Kiba. Dalam cerita, Kiba secara aktif menggoda Ise.
As disini adalah Kiba tak peduli bagaimana kalian melihatnya. Sampai Jilid 5, rasio musuh yang dia kalahkan adalah kelas top diantara para anggota klub. Ise adalah karakter utama, jadi dia pasti akan menjadi sangat kuat di masa depan. Saya juga ingin Kiba menjadi tak kalah kuatnya sebagai partner yang menjaga punggung Ise. Saya pribadi, saya ingin membuat dia memainkan peran aktif sebagai karakter utama belakang, mengikuti Ise dan Rias. Yang pasti, dia orang yang gampang ditulis dalam pertarungan.
Terakhir adalah Azazel-sensei. Dia tiba tiba menunjukkan cara cara bertarung yang tak seorangpun pikirkan pada para anggota klub, dan menampilkan dirinya sebagai Guru yang bertanggung jawab. Kali ini dia tak bertarung secara langsung, namun meskipun demikian kalau jumlah pembaca yang menyukai sensei bertambah, aku akan senang.
Sekarang, ada banyak kecemasan tentang siapa yang akan menjadi bidak [Benteng] yang tersisa, namun itu sesuatu untuk dinantikan di masa depan. Saya pikir itu akan muncul pada tahun depan.
Berikut adalah sebuah poin tentang sampul depan jilid 5. Saat kalian mengelupas pembungkus dan melihat sampul depannya, ***Koneko-chan itu......

“-Rating Game”
Kisah Jilid 5 berfokus pada Koneko dan Saji. Saya terutama senang tentang menulis kisah kali ini karena saya sudah merencanakan pertarungan ini sejak saya pertama menciptakan Saji. Karena saya ingin Ise dikalahkan setidaknya sekali dan saya berpikir bahwa Saji adalah satu satunya yang layak mengisi peran itu.
Saya ingin memberi Ise cobaan berat di jilid dia mencapai Balance Breaker. Saya ini penulis yang kejam, bukan!?
Ada banyak karakter jenius dalam kisah ini, namun meskipun demikian saya berpikir kalau saya juga ingin mengeluarkan karakter tipe-pekerja keras. Ise dan Saji adalah tipe pekerja keras. Saya tak ingin menulis seperti kalian tak bisa berhasil kalau kalian tak berbakat. Karena saya biasanya mendapati kalau kerja keras selalu terbayar. Inilah tema sampingan kali ini.
Saya sebenarnya berpikir tentang medan tempur dan taktik dalam pertarungan Rating Game, tapi karena karya ini adalah komedi romantis, saya berpikir kalau mereka tak seharusnya tiba tiba mulai memainkan Game, jadi saya memulai dengan menekankan karakter dan pandangan dunia lebih dulu. Masih ada lebih banyak Game yang akan datang di masa mendatang.
Ngomong ngomong, apa kalian sadar? Para anggota yang mundur dan para anggota yang tersisa dibalikkan dari pertarungan Phenex.

“- Iklan”
Ini agak terlambat, tapi ini ada iklan. Cerita singkat telah mulai dimuat di Dragon Magazine edisi bulan November ini!
Sebelum itu, semua anggota klub wanita juga muncul di poster baju renang ecchi (Buchou dalam baju renang tali) + Cerita singkat di edisi September, namun pengumumannya lambat. Saya benar benar minta maaf.
Bagi para pembaca yang hanya membeli jilid, kalian mungkin tak familiar dengan cerita cerita singkat itu, tapi kebanyakan itu berisi para karakter dalam situasi penuh lelucon dan ero-momen.
Penjualan cerita cerita singkat masih tak pasti, jadi mohon bacalah yang anda inginkan.

“- Bagi pembaca sekalian”
Terima kasih banyak untuk semua dukungan kalian! Berkat kalian, serial ini telah berjalan dengan baik. Sepertinya ini akan berlanjut untuk waktu yang lama, jadi mohon kerjasamanya. Saya ingin mencapai jilid sepuluh apapun yang terjadi.
Saya juga sudah menerima banyak surat pembaca sejak jilid 4, ada banyak komentar mengenai Akeno-san. Apa semua orang jatuh cinta pada Akeno-san di jilid 4, entahlah? Saya juga menikmati menulis Akeno-san sejak jilid 4. Perhatikanlah duo onee-sama ero ero itu mulai dari sekarang. Tentu saja, Asia dan Koneko-chan juga akan memainkan peran aktif.

“- Tentang saya”
Berkat ini, saya bekerja keras setiap hari. Punggung bawah saya, yang menderita encok saat di awal musim semi, masih dalam rehabilitasi, tapi sekarang sudah tak apa apa. Kesehatan itu nomor satu. saya juga sudah mulai meminum aojirou. (Jus sayuran yang dibuat dari dedaunan hijau).

“- Terima kasih dan mengenai jilid berikutnya”
Saya ucapkan terima kasih pada Miyaa-Zero-sama dan Editor-H-sama, karena akhirnya telah berhasil melampaui lima jilid.
Kapanpun saya melakukan obrolan-oppai-oppai pada Editor-san, selalu “payudara ini” dan “payudara itu”. Saat kami pergi ke restoran yakiniku bersama, kami juga bertengkar “Oppai-oppai”.
Saya sudah mengubah dan mengkoreksi adegan sedotan jari Akeno di jilid 3, dan sebetulnya saya juga sudah mengkoreksi adegan Akeno-san di jilid 4. Saya ingat bagaimana cara menggunakan Akeno-san di jilid 5, jadi tak ada hubungannya kali ini.
Kali ini saya juga ingin lakukan “Ise memperkuat diri dengan menghisap payudara Buchou!”, tapi karena saya tak bisa menulis yang terlalu jauh dari koleksi fantasia, saya buat menyentil saja.
Namun, Editor-san lah yang mengatakan hal absurd itu lebih dulu, meminta “Mohon masukkan material-ero dalam adegan pertarungan” di jilid 2. Memikirkan itu “Saya pikir itu tak masalah”, saya menulis dan mengirim perkembangan bodoh dimana pakaian para gadis dimusnahkan. Berpikir kalau mereka pasti akan menolaknya, saya justru diberitahu “Ini yang terbaik! Ini dia!” dan diberi OK dalam sekejap. Inilah kisah rahasia dari penciptaan Dress Break. Saya senang Dress Break bisa terlahir. Dukungan dari para pembaca juga sangat tinggi. Konsekuensinya, penulis dan editor jadi sama sama ero.
Namun, saya akhirnya sudah mencapai poin berbicara dengan payudara, tapi.......akan jadi apa karya ini nantinya?
Dan Miyama-Zero-sama. Saya minta maaf dengan tulus karena selalu mengeluarkan karakter dan setting absurd. Tapi, saya sudah terisi dengan emosi dari ilustrasi menakjubkan anda di tiap tiap jilid. Kesempurnaan warna gambar monokrom anda begitu tinggi sampai membuat saya gemetar dan berteriak “Hebat, hebat!” setiap waktu. Bagi para pembaca, saya mohon, bacalah cerita cerita singkatnya juga. sekedar melihat ilustrasi Miyama-Zero-sama di cerita cerita singkat membuat mereka sangat enak dinikmati. Dengan kisah dimana Buchou menjadi gadis kecil dan yuki-onna yang atraktif, kalian tak akan lelah melihatnya.
Ilustrasi depan dengan armor Ise dan armor Vali di jilid 4 benar benar menakjubkan. Saya senang adegan transformasi telah dibuat, dan saya tanpa sadar memberikan pose keren saat melihatnya.
Itu sudah jelas, tapi saya selalu sangat percaya kalau High School DxD telah berhasil sampai sejauh ini bukan hanya oleh kekuatan saya, tapi juga berkat bantuan yang saya dapatkan dari Miyama-san dan Editor-san dari sejak awal.
Saat saya berpikir tentang hal itu, saya berhasil sampai sejauh ini, tapi sepertinya itu masih akan terus berlanjut untuk waktu yang cukup panjang, jadi mohon lanjutkanlah dukungan kalian!

Jilid selanjutnya adalah mengenai Asia. Berakhir dengan ending yang hebat di akhir jilid 5, namun itu akan menjadi semakin serius di jilid 6. Jilid dari semester sekolah kedua mungkin menjadi lebih panjang dari jilid di semester pertama, tapi mohon lanjutkanlah dukungan kalian!

Catatan Penerjemah dan Referensi
Jump up ↑ Ukuran kamar di Jepang biasanya diukur dengan jumlah tikar lantai tatami yang bisa dimasukkan kedalamnya.
Jump up ↑ Maksudnya "Double Faced" (Orang bermuka dua).
Jump up ↑ Tsukkomi artinya "Penjawab Pedas".Biasanya ada di Stand Up Comedy ala Jepang.
Jump up ↑ Huruf "He" bentuknya seperti ini ,terlihat seperti wajah orang cemberut dengan mulut ditekuk kebawah kan?.
Jump up ↑ Honshu adalah Pulau terbesar di Negara Jepang. Kira kira sedikit lebih kecil dari pulau Jawa.
Jump up ↑ Disini Ise gugup sambil mengubah kata "aku"(おれ) yang lebih ego menjadi "saya"(ぼく) yang terdengar lebih sopan.
Jump up ↑ Urashima Taro adalah dongeng kuno Jepang, karakter Taro yang setelah menghabiskan tiga hari di istana bawah laut, mendapati kalau 300 tahun telah berlalu di dunianya.
Jump up ↑ Ini adalah nama panggilan untuk Gasper, yang menggabungkan bagian pertama namanyaギャー dengan kanji, yang akhirnya terbaca “suke”. Kanji sebenarnya bermakna “Bantuan” atau “Bimbingan”, tapi aku nggak paham berapa signifikannya ini.
Jump up ↑ Kata panggilan umum untuk “Paman” yang biasanya sudah paruh baya.
Jump up ↑ Sebenarnya versi Jepang dari teriakan ala hewan buas yang digunakan oleh Tarzan.
Jump up ↑ ”Flag” itu istilah dalam Visual Novel/Eroge dimana si pemain mendapati event yang meningkatkan hubungan mereka dengan heroine dalam game. Juga ingat kalau maksud Ise adalah ‘gadis gadis’ dalam khayalannya disini.
Jump up ↑ Secara harfiah artinya “Sihir hitam” atau “Tenung” dalam bhs. Indonesia. Youjutsu adalah jenis sihir yang hanya eksklusif bagi Youkai.
Jump up ↑ Senjutsu, secara harfiah artinya “Ilmu sihir” atau “Rahasia Keabadian”, adalah bentuk sihir yang berkaitan dekat dengan tubuh. Sennin, secara harfiah artinya “Penyihir Pegunungan Abadi”, adalah pertapa yang mampu memakai senjutsu, sehingga mampu memperpanjang rentang hidup mereka.
Jump up ↑ Youkai adalah istilah umum untuk “siluman” dalam bahasa Jepang. Ada beragam jenis dan spesies.
Jump up ↑ Nekomata : Siluman Kucing mistis berekor dua. Sebuah spesies Youkai.
Jump up ↑ sub-spesies langka dari nekomata.
Jump up ↑ Ayam bakar.
Jump up ↑ ”Danna” dalam hal ini berarti “Tuan”, seperti pada Raiser Phenex.
Jump up ↑ ”Nya” atau “Nyan” sama dengan “Meong” dalam bahasa Jepang. Yang sering Kuroka tambahkan di akhir kalimatnya
Jump up ↑ Maksudnya “Scouter” pada Dragon Ball yang bisa membaca kekuatan dan level energi lawan.
Jump up ↑ Awan emas yang dipakai Son Goku untuk terbang dalam “Journey to the West”
Jump up ↑ Tongkat yang digunakan oleh Son Goku, yang bisa memanjang dan memendek sesuai kehendaknya.
Jump up ↑ Ini mengacu pada rekan rekan Son Goku, Zhu Bajie dan Sha Wujing, dalam cerita “Journey to the West”.
Jump up ↑ Nama alternatif Jepang untuk Zhu Bajie dan Sha Wujing.
Jump up ↑ Wakil Presiden Klub; maksudnya Akeno.
Jump up ↑ Secara tertulis, maksudnya kanji yang digunakan adalah冥界猫, yang berarti “Kucing Dunia Bawah”, dimana kalau dibaca dalam frase Inggris ヘルキャット(Kucing Neraka).
Jump up ↑ Naginata adalah pedang Jepang tradisional dalam bentuk tongkat dengan pisau melengkung di bagian ujungnya. [Link]
Jump up ↑ Kanji disini tertulis sebagai “Mirror of Recollection”. Kemungkinan, nama Inggrisnya adalah referensi dari Cerita Alice “Through The Looking Glass” oleh Lewis Caroll.
Jump up ↑ Kata yang dipakai disini sebenarnya "こもった一撃", yang berarti “pukulan berat/terisi dengan (sesuatu)”. Karena ini frase yang terdengar aneh, jadi kupakai kata “Pukulan keras” yang lebih gampang dipahami.
Jump up ↑ Kanji yang digunakan beserta nama Inggris ini adalah "乳語翻訳", yang berarti “Terjemahan Bahasa Payudara” LOL.
Jump up ↑ Meditasi yang biasa dilakukan para biksu untuk mengusir segala pikiran dan emosi negatif. Dilakukan dengan duduk bersila dan menenangkan diri selama berjam jam (kadang berhari hari).
Jump up ↑ Meski mungkin teman teman sudah tahu semua, kata “tsundere” adalah gabungan dua kata “tajam/pedas” dan “penuh cinta”, dengan kata lain seseorang yang kasar dan dingin di permukaan namun terkadang menunjukkan perasaan penuh cinta mereka.
Jump up ↑ Indra, yang nama Jepangnya adalah “Taijakuten” (帝釈天), adalah pemimpin Dewa Dewa atau “Devas” dalam mitologi Hindu. Dia juga muncul dalam Buddhisme sebagai Dewa “Śakra”.
Jump up ↑ Gunung Sumeru adalah nama dari “Gunung-Pusat-Dunia” yang muncul dalam mitologi Buddha. Ia juga muncul dalam Hinduisme, dibawah nama pendek “Mt. Meru”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar