Bab 4 : Buchou Vs Kaichou : Paruh pertama!
Bagian 1
Malam sebelum pertarungan penentuan melawan keluarga Sitri.
Kami berkumpul di kamar Sensei dan mengadakan pertemuan
terakhir kami.
Terjadi serangan oleh Bikou dan onee-san Koneko-chan, namun
masalah itu sudah terselesaikan untuk sementara waktu berkat mereka dienyahkan
oleh kelompok Buchou dan Tannin-ossan, dan hal hal mengenai itu untuk saat ini
ditutup.
Ada juga pembicaraan tentang Buchou mendapat pengakuan dan
penilaian lebih tinggi berkat pertarungan itu. karena Tim Vali berhasil diusir
dan dia membuatku mencapai Balance Breaker. Sepertinya poin untuk semua ini
sangat tinggi.
Y-Yaa, nampaknya dia tak bisa melaporkan pada para petinggi
kalau aku mencapai balance Breaker dengan memencet payudaranya. Bagaimanapun
juga mustahil baginya untuk melaporkan itu.....
Jadi, kami menyelenggarakan pertemuan. Saat ini, Azazel
mempertanyakan aku yang sudah mencapai Balance Breaker.
“Ise, bagaimana kondisi Balance Breakermu?”
“Ya. Aku berhasil membiasakannya, namun ada beberapa syarat
yang diperlukan.”
Aku memberitahu kawan kawanku tentang syarat syarat itu.
Aku entah bagaimana sekarang bisa memakai Balance Breaker
[Boosted Gear Scale Mail], namun disertai dengan beberapa syarat, sehingga aku
masih jauh dari mampu memakainya secara bebas.
“Pertama, saat aku berubah menjadi Balance Breaker, perlu
waktu sampai tranformasi terjadi. Waktu sampai transformasi ditampilkan di
berlian gauntletku. Lebih jauh lagi, saat aku memasuki kondisi menunggu itu,
aku tak bisa memakai Sacred Gearku. Baik kekuatan pengganda dan transfer tak
bisa kupakai. Selain itu, aku hanya bisa bertransformasi sehari sekali, dan
biarpun aku membatalkan transformasi sebelum ia berakhir, Sacred Gearku akan
kehilangan hampir semua kekuatannya.”
Sensei mengangguk usai aku menjawab pertanyaannya.
“Ya, seperti yang data katakan. Hampir sama dengan
kebanyakan Sekiryuutei masa lalu. Meski ada kasus dimana mereka bisa memakai
Sacred Gear bahkan setelah mereka melepaskan armor. Jadi dalam kasusmu, berapa
waktu yang diperlukan untuk bisa bertransformasi?”
“Dua menit.”
“Jadi waktunya dipersingkat berkat latihanmu dan kamu sudah
membiasakannya. Namun, dua menit itu adalah perkara hidup-mati. Jujur saja, itu
sulit digunakan dalam pertarungan nyata. Apalagi, waktu sepanjang transformasi
dimana Sacred Gear tak bisa digunakan itu terlalu menyakitkan. Karena ada
banyak sekali orang yang bisa menghabisimu dalam jeda dua menit itu. kamu harus
berpikir bagaimana cara melindungi dirimu sampai kamu bertransformasi. Dua
menit itu adalah kelemahan terbesarmu.”
....Ia dengan sekejap mementahkan Balance Breakerku tepat di
depan wajahku. Memang begitulah sensei. Karena itu juga aku jadi lebih mudah
melihat masalahku saat ini. Apa yang harus kulakukan sepanjang dua menit
transformasi itu? Apa aku tak punya pilihan selain mengelak dan kabur?
“kekuatan pengganda dan transfer dari Boosted Gear juga
penting, karena mereka memiliki kegunaan yang luas. Namun, Balance Breaker
sangat tak ternilai harganya saat menghadapi musuh kuat. Kondisi normal dan
kondisi Balance Breaker masing masing memiliki keuntungan dan kerugiannya
sendiri. Jadi, berapa lama kamu bisa memakai Balance Breaker?”
“Ya, dalam kondisi penuh, kira kira tiga puluh menit. Saat
aku memakai kekuatanku, waktu itu semakin berkurang.”
“Itu cukup bagus untuk batas waktu pertamamu. Itulah hasil
dari latihanmu. Namun, dalam pertandingan resmi, itu masih payah. Sangat payah
karena hanya bisa bertahan tiga puluh menit, dan semakin berkurang semakin
sering kamu memakainya. Akan ada juga Game dengan jangka waktu panjang dan
jarak jauh. Kita tak punya pilihan selain meningkatkan batas waktu Ise mulai
dari sekarang.”
Jadi semua latihanku itu masih belum cukup!? Lantas kapan
aku bisa mengejar Vali!?
Namun, Balance Breaker juga tergantung pada waktu dan
situasi. Aku telah meraih kekuatan yang kuharapkan, namun bergantung pada
situasi sepanjang pertarungan, ada juga waktu dimana memakai kekuatan pengganda
dan transfer normal secara handal jauh lebih penting dibanding memakai Balance
Breaker.
Aku bisa memakai kekuatan transfer dalam mode Balance
Breaker sih, tapi aku akan kehabisan bensin dengan cepat kalau aku memakainya.
Asal bisa mengalahkan musuh sebelum bensin habis sih tak apa apa, tapi tak ada
jaminan untuk itu. Ya, ini benar benar rumit.
Saat aku memikirkan semua ini dengan otak kerdilku, sensei
membuat posisi memencet dengan tangannya sambil memasang ekspresi mesum. Aku
merespon dengan senyum, dan ikut memencet udara seperti yang dia lakukan.
Melihat itu, sensei mengulurkan tangannya untuk berjabat
tangan. Aku menerimanya!
Ya, sensei! Aku telah mencapai Balance Breaker dengan
memencet payudara Buchou!
Aku dengan sunyi mengkomunikasikan itu pada sensei! Dengan
kami berdua terasa penuh oleh emosi, kami kembali ke percakapan pertemuan.
“Rias, Sona Sitri memahami kelompok Gremory sampai derajat
tertentu, kan?”
Oleh pertanyaan sensei, Buchou mengangguk.
“Ya, dia memahami kita secara garis besar. Misalnya, dia
memahami senjata andalan Ise, Kiba, Akeno, Asia, dan Xenovia. Apalagi rekaman video
dari pertarungan kita dengan keluarga Phoenix juga disiarkan secara terbuka
pada publik. Lebih jauh lagi, Sacred Gear Gasper dan latar belakang Koneko juga
mulai tersingkap.”
“Yah, itu artinya dia memahami kalian semua. Jadi, apa yang
kamu ketahui tentang pihaknya?”
“Aku tahu kemampuan Sona, Wakil presiden [Ratu] nya, dan
beberapa budaknya yang lain. Meski beberapa kemampuan mereka masih belum
terkonfirmasi.”
“Jadi kamu dalam posisi tidak diuntungkan. Yah, hal semacam
itu sudah wajar untuk Game atau pertarungan nyata. Itu bahkan sering terjadi
baik di Game dan pertarungan nyata. Ada juga kasus dimana Sacred Gear
berevolusi dan bertransformasi sepanjang pertarungan. Kamu harus lebih
memperhatikan dengan seksama. Jumlah lawanmu adalah delapan.”
“Ya, satu [Raja], satu [Ratu], satu [Benteng], satu [Kuda],
dua [Peluncur], dan dua [Pion], totalnya ada delapan lawan. Sepertinya dia
belum memakai seluruh bidaknya, namun jumlahnya sama dengan kami.”
Iyaah, percakapan dengan sensei berlanjut! Buchou juga dengan
seksama mendengarkan komentar sensei.
Berarti, ada delapan lawan. Di pihak kami, juga ada delapan,
diantaranya Buchou, Akeno-san, Kiba, Koneko-chan, Asia, Xenovia, Gasper, dan
aku. Jumlah kami sama.
Kemudian, sensei menulis sesuatu di papan tulis yang dia
persiapkan.
“Rating Game mengklasifikasikan para pemain ke dalam tipe
tipe bertarung tertentu. Kekuatan, Teknik, Wizard, dan Support. Dari semua ini,
Rias adalah tipe-Wizard. Tipe yang handal dalam sihir secara umum. Akeno juga
sama. Kiba adalah tipe-Teknik. Dia bertarung dengan kecepatan dan teknik.
Xenovia adalah tipe-Kekuatan yang handal di area kecepatan. Pemain yang
mengincar satu-serangan-pembunuh-mematikan. Asia dan Gasper adalah
tipe-Support. Lalu, kalau mau diklasifikasikan lebih rinci, Asia lebih
mendekati tipe-Wizard, dimana Gasper lebih mendekati tipe-Teknik. Koneko adalah
tipe-Kekuatan. Dan terakhir, Ise. Kamu juga tipe-Kekuatan. Namun, kamu juga
bagus untuk menjadi tipe-Support, yakni dengan kekuatan [Gift]mu.”
Aku dibuat bingung oleh semua hal yang tiba tiba harus
kuingat dan pelajari ini, namun dengan kata lain ada beragam tipe di dalam
keluarga yang mengikuti Game. Jadi aku adalah tipe-Kekuatan yang juga bisa
bertindak sebagai tipe-Support, huh.
Sensei menulis garis membentuk silang, dan menulis nama nama
empat tipe di dalam tiap tiap empat kuadran dari salib, sehingga membuat sebuah
karta.
Nama nama kami ditulis pada karta menurut lokasi tipe. Aku
diletakkan di tipe-Kekuatan dimana diposisikan di dekat tipe-Support. Kiba
diletakkan pada Teknik. Xenovia di tipe-Kekuatan, dan para anggota yang lain
diletakkan di tempat tempat lain pada karta, sehingga membuat ilustrasi diagram
yang mudah untuk dipahami.
Saat aku melihatnya seperti ini, bukankah kelompok kami
cukup seimbang? Kami tak memiliki tipe-Wizard yang juga diposisikan pada
tipe-Kekuatan sih. Juga tak ada [Prajurit Penyihir] di kelompok kami.
Sensei tiba tiba melingkari aku, Xenovia, dan Koneko di
tipe-Kekuatan dan berbicara.
“Hal hal yang tipe-Kekuatan harus waspadai adalah – serangan
balik. Kelas merepotkan diantara tipe-Teknik, yakni kemampuan serangan balik.
Bahkan ada tipe-Serangan balik diantara Sacred Gear, sehingga jika berhadapan
dengan tipe lawan seperti ini, tipe-Kekuatan seperti Ise, Koneko, dan Xenovia
bisa dibuat kelimpungan hanya dengan satu serangan. Itu karena serangan balik
membalikkan kekuatan lawan kembali pada mereka, plus kekuatan dari serangan
balik. Kalau seseorang itu kuat, sudah wajar kalau serangan yang dibalikkan
juga kuat.”
B-begitu, memang menyeramkan kalau serangan kalian
dikembalikan pada kalian. Kalau kekuatan Balance Breakerku sampai dibalikkan,
itu tidak hanya akan menghancurkanku, tapi rekan rekanku juga.
“Kalau ada serangan balik, aku hanya perlu melawannya dengan
kekuatan.”
Xenovia mengatakan itu dengan berani. Namun, sensei
menggeleng kepalanya.
“Memang mungkin untuk melakukan itu, tapi lain ceritanya
kalau lawanmu adalah jenius di bidang itu. hindarilah serangan sebisa mungkin.
Lebih baik melawan pengguna serangan balik dengan pengguna-sihir Akeno,
pengguna-teknik Kiba, atau Gasper dengan kekuatan Vampir spesialnya. Semua ini
hanya masalah kompatibilitas. Tipe-Kekuatan itu memang kuat, namun resikonya
tinggi saat mereka harus berhadapan dengan tipe-Teknik.”
Xenovia terdiam oleh penjelasan sensei. Karena Xenovia
memiliki pengalaman bertarung panjang, dia pasti memahami semua makna ucapan
sensei. Sensei kemudian menoleh padaku.
“Ise, kamu punya Balance Breaker sekarang, tapi apa
menurutmu kamu bisa menang dari Kiba?”
“....Jujur saja, dia mungkin akan berlarian kesana kemari
memakai kecepatannya dan tak menerima seranganku.”
Itulah pemikiran jujurku. Memang, aku telah mencapai Balance
Breaker yang dahsyat. Namun, saat ditanya apakah aku bisa menang dari Kiba,
jawabannya adalah tidak. Mustahil bagiku, yang baru mencapai Balance Breaker,
untuk menang melawan Kiba, yang sudah mencapainya sebulan lalu. Apalagi,
pengalaman bertarung kami sejak awal sudah beda jauh.
Kekuatan yang kutunjukkan saat menghadapi Vali itu hanya
sementara. Memang bisa saat aku sedang mengamuk. Tapi kekuatan pada aku yang
biasa tak akan cukup.
“Jadi begitulah. Entah itu melawan Kiba atau siapapun, kamu
memiliki celah untuk serangan balik. Ise, kalau kamu tak menciptakan tindakan
penanganan melawan pengguna-serangan balik, kamu takkan bisa menang dari Kiba
seumur hidupmu. Itulah arti dari kompatibilitas pertarungan.”
Nuuh, jadi pertama, aku harus melampaui dinding Kiba. Kalau
aku tak bisa melewati itu, aku takkan bisa mengejar Vali, bukan?
Sensei berbicara pada Buchou.
“Rias, kalau ada tipe serangan balik pada kelompok Sona
Sitri, mereka pasti akan mengincar Ise, tahu? Kalau tipe penyerang balik
memangsa kekuatannya, maka habislah sudah. Kamu harus memikirkan dan mengasah
sejumlah taktik untuk menanggulangi itu.”
“Tapi, kalau lawannya perempuan, kemungkinan itu
terjadi.........akan rendah.”
Buchou, apa maksudmu? Aku keheranan sejenak, namun aku
segera mengetahui jawabannya.
“.....Dress Break. Karena dia adalah musuh perempuan, kukira
takkan ada satupun dari mereka yang mau melawannya.”
Lidah tajam Koneko-chan! Ah! Sungguh pembunuhan seketika!
Begitu, jadi aku adalah musuh wanita! Buchou juga mengangguk! Jadi aku seperti
itu di mata kalian!?
Itu benar, mereka takkan mau menghadapi lawan yang bisa
memusnahkan pakaian mereka!
Selain itu, Koneko-chan, kamu sudah kembali ke dirimu yang
dulu. Aku senang. Karena ada insiden itu di hari sebelumnya, aku khawatir. Apa
kamu mungkin sudah berhasil mengalahkan masalahmu itu?
Tapi, itu masalah. Karena aku takkan bisa menghadapi wanita,
biarpun aku sudah menciptakan jurus baru sepanjang latihanku di
gunung.....sekarang karena aku sudah mencapai Balance Breaker, kupikir itu bisa
dilakukan. Jurus baruku yang berada di bidang lebih tinggi dari Dress Break—
“Ngomong ngomong, Ise. Fakta kalau kamu mencapai Balance
Breaker sudah disadari oleh orang orang di dekat sana sepanjang serangan Bikou
dan yang lain. Sona Sitri juga pasti sudah mengetahuinya. Kamu harus lebih hati
hati lagi. karena peluang kamu dihancurkan sebelum bisa bertransformasi sangat
tinggi.”
Sensei, ternyata anda secemas itu.......aku memasang senyum
pahit.
“Fuh, jangan cemas. Aku ini orang dewasa.”
Sambil meletakkan tanganku di dahi, aku merespon dengan
senyum bangga.
“Ada apa? Entah kenapa, kamu bersikap seolah sudah dewasa?”
“Sensei, aku sudah dewasa. Karena aku sudah memencetnya.”
Sambil mengacungkan jempol, aku mengangguk bangga. Ya, aku
memiliki eksistensi spesial yang sudah memencet payudara Buchou. Aku sudah
mendaki bintang bintang menuju kedewasaan.
“Ah, aku paham. Aku paham.”
Sensei, tolong jangan bicara begitu. Aku baru mencapai titik
baru.
“Kiba.”
Aku meletakkan tanganku di bahu Kiba.
“Ada apa?”
Pada Kiba yang terlihat bingung, aku memberinya kata kata
agung dengan mata pemahaman.
“Ada dua jenis laki laki. Laki laki yang sudah memencet
payudara dan laki laki yang belum memencet payudara. Aku yang pertama. Itu tak
tertandingi. Luar biasa. Aku telah menempuh jalur baru.”
Kupikir itu adalah pernyataan paling kerenku. Fufufu, Kiba.
Kamu lelaki bahagia. Karena kamu bisa berdiri sebanding dengan lelaki sepertiku
yang sudah memencet payudara.
Kiba memasang wajah mengasihani, dan menggeleng kepalanya
berkali kali.
“......Buchou, ini tidak bagus. Dia perlu menerima konseling
sebelum Game.”
Hmph. Karena aku sudah menjadi makhluk agung, sepertinya ada
hal hal yang tak lagi bisa dipahami satu sama lain. Namun, Kiba, itu bukan
salahmu. Aku adalah pendosan karena memencet payudara Buchou.
Ya, akulah pendosa jahat. Mulai dari sekarang, aku akan memperkenalkan
diriku sebagai [Welsh Dragon Kegelapan]. Fufufu.
“Ise-senpai senyumnya menyeramkan.......aku jadi
takut.......”
“....Gya-kun, jangan dekati dia, atau kamu akan terinfeksi
oleh kebodohannya kalau dekat dekat dengannya.”
Gasper dan Koneko-chan menatapku dengan pandangan aneh,
tapi......Fufufu, pesonaku bahkan dipahami oleh gadis laki laki dan anak
loli.....
Sensei menutup bolpennya dan mengucapkan kesimpulan akhir.
“Akan kukatakan kalau peluang kemenangan kalian dalam Game
ini sekitar 80 persen. Aku yakin kalian akan menang, tapi—aku tak yakin kalau
kalian “pasti” menang. Dan nilai tiap tiap bidak juga tidak absolut. Seperti
dalam permainan catur nyata, nilai setiap bidak akan berubah tergantung situasi
di atas papan catur.”
Sensei melanjutkan. Semua orang memperhatikan dengan serius
dan cermat. Kata kata orang ini – memiliki efek kuat. Hingga berakar ke dalam
tubuh dan pikiran.
“Aku sudah hidup sangat lama. Sepanjang waktu itu, aku sudah
melihat sejumlah variasi pertarungan. – aku pernah melihat orang orang yang
menang meski hanya punya sepuluh persen peluang menang. Jangan anggap enteng
satu persen. Jangan yakin kalau kalian pasti akan menang. Namun, berpikirlah
kalau kalian ingin menang apapun yang terjadi. Ini nasehat terakhir yang bisa aku
berikan pada kalian dalam kamp latihan ini.”
Itulah nasehat terakhir yang sensei berikan pada kami saat
ini.
Setelah itu, sensei mendiskusikan taktik dengan para anggota
yang sejak tadi dikesampingkan sampai hari pertarungan penentuan.
--Kami pasti akan menang!
Bagian 2
Hari pertarungan penentuan—
Ada lingkaran sihir raksasa di bawah istana Gremory untuk
pemakaian eksklusif memindahkan kami ke area Game.
Kelompok kami berkumpul di atas lingkaran sihir, dan bersiap
untuk berpindah ke area Game, dimana pertarungan kami akan segera
diselenggarakan.
Disamping Asia dan Koneko, kami semua mengenakan seragam
musim panas Akademi Kuou. Asia berbusana sister, dan Xenovia mengenakan kostum
tempur ketat yang dia kenakan saat kami pertama bertemu. Mereka berdua nampak
penuh semangat tempur. Dan pihak Sitri juga sepertinya mengenakan seragam musim
panas Akademi Kuou mereka.
Ayah dan Ibu Buchou, Mirikyasu-sama, dan Azazel-sensei
berbicara dari luar lingkaran sihir.
“Rias, kamu pernah kalah sebelumnya. Kali ini kamu harus
menang.”
“Bertarunglah dengan baik sehingga tak memalukanmu sebagai
kepala keluarga berikutnya. Kalian semua juga, oke?”
“Berjuanglah, Rias-nee sama!”
“Yah, aku sudah mengajarimu semua hal hal yang perlu kamu
ketahui kali ini. Yang tersisa adalah mengerahkan semua yang kamu miliki dan
serbu mereka.”
Sirzechs-sama dan Grayfia-sama tak ada disini, namun mereka
nampaknya sudah berpindah ke bangku penonton yang eksklusif untuk VIP.
Dikatakan kalau tidak hanya pemimpin dari ketiga Kekuatan Besar yang berkumpul,
namun para VIP dari golongan yang lain juga diundang. Sepertinya sensei akan
menuju kesana setelah ini.
Game kami mendapat banyak perhatian........sudah diduga,
diantara para Iblis muda menjanjikan, pertarungan diantara dua adik perempuan
Maou akan menyita pandangan semua orang......
Perasaan tegang mengambang di udara, namun lingkaran sihir
tanpa ampun mulai bersinar.
--Setidaknya, Game telah dimulai!
Tempat dimana kami tiba setelah melompat dengan lingkaran
sihir adalah – tempat yang dipenuhi meja.
......Ini restoran lebar di suatu tempat? Saat aku
memikirkan itu dan melihat sekeliling, sepertinya ini lantai makan, dengan
restoran fast-food mengelilingi meja meja.
Apa ini juga replika serupa dari tempat aslinya,
dipersiapkan secara eksklusif untuk kami? Kekuatan Iblis sungguh mengagumkan
seperti biasanya.
Hah? Aku merasa pernah datang ke tempat ini sebelumnya......hal
hal seperti penempatan toko toko terasa cocok entah dimana dalam memoriku.
Aku melangkah keluar dari lantai ini dan melihat bagian
interiornya. Ada – Mall perbelanjaan yang luas disana.
Toko toko familiar berbaris di dalam interiornya, dan ada
atrium beratap kaca! Cahaya lembut turun melalui kaca kaca itu.
Mall perbelanjaan luas dan atrium kaca ini! Ini semua sangat
kukenal!
“Aku tak menduga kalau departemen store di dekat Akademi
Kuou akan bertindak sebagai arena.”
Buchou mengatakan itu sambil berjalan ke sampingku.
Ya, arena Game adalah departemen store yang sering kami
kunjungi! Pada saat itu, kami mendengar pengumuman di dalam toko!
[Semuanya, saya, sang [Ratu] dari kelompok Lucifer, Grayfia,
akan memegang peran sebagai wasit di dalam “Rating Game” diantara kelompok
Gremory dan kelompok Sitri pada kesempatan ini.]
Seperti saat pertarungan dengan Raiser, pembicaranya adalah
Grayfia-san. Namun, bukankah perkenalannya sedikit berbeda dengan waktu
sebelumnya? Waktu itu dia menyebut dirinya pelayan dari keluarga Gremory, namun
kali ini dia jelas jelas menyatakan dirinya sebagai bagian kelompok Lucifer.
Apa karena kualitas Game ini sedikit berbeda dari yang terakhir kali.....?
[Dengan nama Majikan saya, Sirzechs Lucifer, saya akan mengawasi
pertarungan diantara kedua keluarga ini. Mohon kerjasamanya. Mari kembali pada
topik, arena pertarungan hari ini adalah departemen store di dalam wilayah
“Akademi Kuou” yang Rias-sama dan Sona-sama masuki, yang telah dipersiapkan di
dalam ruang terpisah sebagai arena Game.]
Karena arena Game dibuat menyerupai lokasi yang familiar
dengan kami, anggap saja kalau itu akan membuat kami lebih nyaman, namun hal
yang sama juga berlaku pada kelompok Sitri. Karena mereka juga beberapa kali
datang ke Departemen store ini.
Departemen store ini yang telah menjadi arena pertarungan
kami adalah bangunan dua lantai. Dari segi ketinggian tidak terlalu besar.
Namun, ini adalah mall perbelanjaan panjang sepanjang dua
lantai dan atriumnya, jadi secara horizontal ini sangat besar. Lantai atapnya
adalah tempat parkir. Disamping itu, juga ada garasi parkir berlantai banyak di
tempat lain.
[Kedua kelompok telah dipindahkan ke “Markas” mereka masing
masing. “Markas” Rias-sama berada di lantai kedua di sisi timur, dimana “Markas”
Sona-sama berada di lantai pertama di sisi barat. Agar [Pion] mampu berpromosi,
mohon menuju ke “Markas” lawan kalian.]
Markas kami dan markas musuh kami berada di ujung berlawanan
departemen store. Kami berada di lantai kedua di sisi paling timur. Lawan kami
ada di lantai ketiga di sisi paling barat. Disekitar markas kami, ada toko
peliharaan, Game center, lantai makan, toko buku, dan toko obat. Di lantai
pertama di bawah markas kami, terdapat toko cabang dari perusahaan toko buku
bekas, dan toko spesialis perangkat olahraga.
Sepanjang sisi lawan, terdapat toko sayuran, toko peralatan
listrik, toko junk food, dan toko barang barang umum.
Sepanjang pertarungan, tiap tiap sisi akan secara masing
masing melaju ke sisi lain dari departemen store. Ini simpel dan jelas, namun
tidak semudah itu.
[Kali ini, akan ada aturan spesial. Dokumen tentang ini
telah dikirim ke tiap tiap kelompok, jadi mohon dicek lagi. satu botol berisi
“Air mata Phoenix” telah disediakan pada tiap tiap tim. Lebih jauh lagi, waktu
menyusun strategi sebelum pertarungan adalah tiga puluh menit. Kontak dengan
lawan sepanjang waktu ini dilarang. Game ini dijadwalkan dimulai setelah tiga
puluh menit. Kalau begitu, silahkan memulai waktu menyusun strategi.]
Setelah pengumuman itu, kami semua berkumpul dengan cepat.
Kami tak boleh membuang kesempatan ini meski hanya semenit.
“Medan tempur dimodel dengan Departemen Store di dekat
Akademi Kuou. Jadi ini pertarungan dalam ruangan.”
Buchou mengatakan itu sambil melihat peta panduan interior
Departemen Store yang dibentangkan di lantai ruang makan. ada juga diagram
pribadi tempat tempat yang dibagi ke kotak kotak catur di tangan Buchou.
Kami tengah berada di lantai makan yang tadi disebutkan dan
merencanakan strategi kami.
Aku berpikir tentang bagaimana tiap tiap pihak memiliki
markas yang berjauhan membuat medan tempur ini sangat luas, dan tentang kita
harus berlarian kesana kemari di dalam arena ini. Dalam pertarungan Phenex juga
seperti itu.
Selain itu, arena ini adalah departemen store di dekat
sekolah kami! Ini adalah tempat yang sering kami datangi saat pulang dari
sekolah.
Lebih dari sembilan puluh persen siswa yang bersekolah di
Akademi Kuou mengetahui penampilan interior toko. Aku, Buchou, dan Asia juga
sering datang kesini di hari libur. Buchou melihat dokumen dengan aturan khusus
yang telah dikirimkan pada kami.
“Aturan kali ini menyatakan [Jangan merusak departemen store
yang sudah menjadi medan tempur]; dengan kata lain, kita tak bisa bertarung
secara berlebihan.”
Buchou menyipitkan matanya dan sepertinya tengah memikirkan
aturan ini.
“.....Begitu, jadi bagi aku, Fuku-Buchou[26],
dan Ise, ini medan tempur yang tidak menguntungkan. Kita tak bisa melakukan
serangan yang mempengaruhi area luas.”
Seperti yang Xenovia katakan. Dengan berkata kalau ini
adalah pertarungan interior dan lebih jauh lagi bangunan ini tak boleh
dihancurkan, aku tak bisa memakai Dragon Shot Boosted Gear max-ku! Serangan api
besar yang memakai sihir api digandakan, yang aku dapatkan dengan susah payah
di latihan dengan ossan, juga mustahil dipakai disini! Nanti bisa berubah jadi
kebakaran besar! Akeno-san juga tak bisa memakai serangan petir ekstra besarnya
dengan menciptakan awan petir kecuali dia berada di lantai atap, kan?
sepertinya kalau dia tak menekan kekuatannya, dia bisa menghancurkan seluruh
bangunan ini.
Xenovia juga tak bisa melepaskan gelombang tebasan sucinya
dengan Durandal juga. bahkan di saat normal, itu adalah pedang yang melepaskan
aura suci bahkan dalam kondisi tersarungkan, sehingga dia tak bisa dengan
sembrono mengayunkannya supaya tak melanggar aturan.
“Itu benar benar merepotkan. Pertarungan dengan serangan
berskala besar sudah tersegel.”
Akeno-san meletakkan tangannya di pipinya dengan wajah
resah. Dia menyampaikan opininya sambil mendesah.
“Mata Gasper-kun juga tak akan efektif. Ada terlalu banyak
tempat untuk bersembunyi di dalam departemen store. Semua barang dan produk
disini juga dirakit secara sempurna, jadi ada banyak sekali objek yang akan
merintangi pandangannya. Ada juga kemungkinan serangan kejutan di
kegelapan........memang menyusahkan. Ini medan tempur tak menguntungkan bagi
karakteristik spesial kita. Karena ciri khas kelompok Rias Gremory adalah
pertarungan berskala besar, kali ini kita benar benar tersegel.”
Sial! Aku percaya kalau kita semua kuat, namun semua itu
berubah total hanya karena aturan ini!
Buchou menggeleng kepalanya oleh ucapan Akeno-san.
“Tidak, sejak awal mata Gasper tak bisa digunakan. Mereka
menulis pembatasan itu disini. [Pemakaian Sacred Gear Gasper Vladi dilarang],
katanya. Alasannya jelas dan simpel. Karena dia masih belum bisa mengontrolnya
dengan sempurna. Mereka menganggap kalau akan berbahaya jika seluruh Game
dikacaukan oleh matanya yang lepas kendali. Memberi dia darah Ise juga
dilarang. Sepertinya mereka sudah menyediakan kita kacamata penyegel Sacred
Gear yang dikembangkan oleh Azazel. [Karena itu dibuat secara eksklusif untuk
Gasper, itu takkan memberi pengaruh buruk untuk tubuhnya]—Itu juga yang
tertulis disini. Astaga, dia benar benar kurang kerjaan.”
Lagi lagi masalah! Jadi Sacred Gear Gasper tak bisa
digunakan!? Meskipun demikian, kudengar latihan Gasper juga berjalan mulus
dalam mengontrol Sacred Gearnya. Dia membuat banyak kemajuan, tapi sepertinya
masih akan memakan banyak waktu sebelum Gasper bisa menguasai kedua matanya.
Selain itu, aku ragu situasi akan bagus kalau dia sekedar melepaskan itu.
“Berarti, akankah Gasper bertarung memakai sihir dan
kekuatan Vampirnya?”
Buchou mengangguk oleh pertanyaanku.
“Itu benar. Dari sejak awal, kekuatan penghenti waktunya
memiliki resiko besar. Lawan kita tidak hanya memiliki tipe serangan balik yang
kusebutkan sebelumnya, tapi juga Saji-kun, dengan Sacred Gear yang bisa
menyerap kemampuan orang lain, jadi kita tak tahu serangan balik seperti apa
yang mereka akan gunakan. Seperti menekannya dengan genjutsu. Ada juga teknik
lain untuk membutakan pandangan seseorang. Saat berbicara tentang hal hal
seperti itu, akan mustahil memakai kekuatan itu entah dalam Game atau
pertarungan nyata. Memakai metode untuk menetralkannya itu sudah wajar.”
Vali juga mengatakan hal sama dengan Buchou. Asal kalian
tahu kalau kemampuan diaktifkan dari matanya, akan mudah untuk menanganinya.
Buchou melanjutkan. Ah, Gasper sudah mengenakan kacamatanya.
“.....Rating Game bukan sesuatu yang bisa dimenangkan hanya
dengan kekuatan besar. Situasi tempur akan berubah total tergantung medan
tempur dan aturan. Karena ini adalah arena dimana bahkan Iblis yang berkekuatan
rendah bisa bergantung pada kebijaksanaannya dan naik lebih tinggi, ini sudah
menjadi populer di Dunia Bawah dan diantara golongan yang lain. Aturan kali ini
mungkin tak menguntungkan bagi kita. Namun, kalau kita tak bisa melewati ini,
kita tak akan bisa menang dan terus maju ke Game berikutnya. [Bahkan “Pion”
bisa menjatuhkan “Raja”]—Ini hanya aturan dasar dalam catur, namun juga
terbukti dalam Rating Game. Dengan kata lain, [Siapa saja bisa menang asal
memakai metode yang tepat].”
Akeno-san juga menyetujui kata kata Buchou dan mengangguk.
“Itu benar. Mungkin akan ada pertarungan dalam ruangan di
medan tempur nyata mulai dari sekarang. Kalau memang begitu, kita tak akan bisa
menampilkan kekuatan kita secara penuh seperti hari ini. Ini mungkin kesempatan
bagus untuk kita. Pertarungan hari ini sangat cocok untuk membiasakan diri
dengan pertarungan di dalam ruangan.”
Diantara diskusi ini dimana orang orang pandai tengah
berbicara, aku dengan kikuk mengangkat tanganku.
“U-Umm, Buchou. Meski aku mati matian berlatih untuk
mencapai Balance Breaker dan meningkatkan kekuatanku, aku tak berlatih cara
menahan kekuatanku dalam bertarung......”
“Aku tahu. Kali ini, situasi menjadi berkebalikan drastis
dari yang kita duga. Meski medan tempur dan aturan disini diputuskan secara
acak, Game ini mungkin menjadi sistem terburuk bagi Ise. Kekuatanmu terlalu
besar. Menurut aturan, menghancurkan bangunan berarti diskualifikasi. Namun,
pasti ada suatu tempat dimana kamu bisa memakai Balance Breakermu. Namun tolong
tahanlah kekuatanmu sebisa mungkin saat bertarung. jangan tembakkan
Dragon-Shotmu terlalu kuat juga. nanti departemen store bisa hancur. Mohon
bertahanlah dengan pertarungan jarak dekat saja......maaf sudah meminta banyak
hal hal sulit padamu.”
“....Y-Ya, selain itu, jujur saja, aku sangat cemas,
tapi......”
Yang benar saja. Sebagai tipe-Kekuatan, aku benar benar
dirugikan dalam situasi seperti ini. Biarlah. Karena aku mengincar posisi top
dan akan ikut serta dalam Rating Game dari sekarang dan seterusnya, aku harus
membiasakan diri dengan pertarungan seperti ini.
.....Aku mau menangis karena menghadapi banyak hal sulit.
Aku tak pernah membayangkan kalau latihan susah payahku sepanjang musim panas
tak akan ada artinya dalam Game ini! Kalau dipikir pikir, Azazel-sensei juga
pernah berbicara soal itu.
[Mencapai balance Breaker memang akan menjadi senjata
bagimu. Namun, itu bukan sesuatu yang absolut dalam Game. Ada banyak Iblis
dengan para budaknya tanpa balance Breaker yang berhasil mencapai posisi top,
tahu?]
Waktu itu aku tak paham apa maksudnya, tapi sekarang aku
mengerti.
Dengan medan tempur dan aturan seperti itu, Balance Breaker
tak selalu menjadi senjata pamungkas!
Saat aku jatuh dalam keputusasaan, Buchou melanjutkan
rencana strateginya.
“Biarpun kita menyerang, atrium di mall perbelanjaan inilah
masalahnya. Kalian bisa menyadari perkembangan lawan dari lantai pertama dan
kedua. Itu juga sama untuk sisi yang lain.”
Buchou mengatakan itu sambil memandang bagian interior toko.
Akeno-san juga menyatakan opininya.
“Aku mempertimbangkan untuk menyerang dari garasi parkir
juga, namun mereka pasti sudah mengantisipasi itu.”
“Ya, sama halnya berpindah ke lantai atap. Entah itu
menyerang melalui area tengah, dari lantai atap, atau dari garasi parkir, kita
harus maju sepanjang rute rute ini. Karena kita tak bisa meninggalkan
departemen store ini sendiri.”
“Mungkin ada banyak mobil di garasi parkir disana. Itulah
yang kurasakan, setelah melihat kalau mereka juga merakit ulang bahkan semua
produk dan rak raknya. Mereka mungkin juga menyalin mobil yang diparkir disana.”
Diskusi diantara Buchou dan [Ratu]nya Akeno-san entah kenapa
menjadi sangat cerdas. Ya, ini mengkonfirmasi sekali lagi apa itu sang [Ratu]
bagi sang [Raja].
Kiba mengangkat tangannya dan memberi usul.
“Buchou, biar aku yang pergi melihat lantai atap dan garasi
parkir. Karena ada tangga di dekat sini, aku akan mengeceknya.”
Buchou mengangguk.
“Lakukanlah, Yuuto.”
Kiba segera pergi keluar dengan langkah cepat.
“Apa mobil mobil itu memang penting?”
Aku menanyakan itu dengan jujur. Kenapa mereka harus
mencemaskan keberadaan mobil disini?
“Kalau mereka menyerbu ke dalam toko dengan mobil, itu akan
serius, tahu? Selain itu, kita sudah memikirkan peluang bahwa mereka akan
memakai mobil itu sebagai bom. Meski aku tak berpikir kalau seseorang seperti
Sona akan melakukan hal sembrono seperti mengendara di dalam departemen store.”
Ujar Buchou. Ah, begitu. Dia memikirkan ini masak masak.
Semua benda di medan tempur bisa menjadi senjata. Saat aku memikirkan itu,
sebuah mobil adalah senjata besar.
“Kamu waspada sekali.”
“Wajar saja. Aku masih merasa ini tidak cukup. Mungkin saja
ada seseorang yang bersembunyi atau menguntit di dalam mobil. Kalau kupikir
pikir lagi, kita belum melihat ruang staf sebelumnya. Kita harus pergi
mengeceknya......Biarpun kita punya [Dress Break] Ise, ada banyak toko pakaian
di dalam mall........karena ini departemen store, ada banyak sekali hal untuk
dipertimbangkan.”
Buchou nampaknya memikirkan segala hal sampai yang terkecil.
Dia tak mau melewatkan apapun.
Buchou kemudian memberi instruksi pada Gasper.
“Gasper, tolong berubahlah menjadi kelelawar dan terbang ke
tiap lokasi di dalam departemen store. Di saat pembukaan Game, kamu akan
memberitahu kami situasi di dalam departemen store secara terperinci.”
“P-Paham!”
Ooh, Gasper juga memasang semangat tempur. Benar juga, bagi
dia, ini adalah Game pertamanya.
Rencana strategi berlanjut setelah itu dan kami memutuskan
taktik menit demi menit.
Kemudian, sekali setengah waktu telah berlalu sejak sesi
strategi dimulai, kami telah memadatkan rencana kami.
Buchou melihat ke arah kami dan berbicara.
“Game akan dimulai lima belas menit dari sekarang. Kita akan
berkumpul disini lagi dalam sepuluh menit. Kalian semua, tolong tetap standby
dengan cara rileks kalian masing masing sampai saat itu.”
Oleh kata kata Buchou, kami membubarkan diri dan berjalan
pergi. Namun, Buchou memanggil dan menghentikan hanya aku.
“Ise, karena kamu mencapai Balance Breaker, kekuatan delapan
bidak [Pion] yang kutanamkan padamu telah dilepaskan secara paksa.”
Ya, seperti yang Buchou katakan. Dengan mencapai Balance
Breaker, kekuatan di dalam bidak tersegel di dalamku telah dilepaskan.
“Dengan ini, mungkin kamu bisa memakai kekuatan Ddraig
secara sempurna, tapi tubuhmu masih belum kuat menanganinya. Ddraig juga pasti
menahan kekuatannya supaya tidak merusak tubuhmu. Hati hatilah. Kalau kamu
membuat kesalahan dalam memakai kekuatan Sekiryuutei, tubuhmu sendiri yang akan
hancur.”
“Ya! Aku pasti akan hati hati, Buchou!”
Akhirnya dilepaskan juga. suatu hari, aku ingin menguasai
kekuatan Ddraig secara keseluruhan. Sejak awal, nilaiku sebagai [Pion]
sepenuhnya diakibatkan oleh nilai kekuatan Ddraig.
Kekuatan yang mengalir di dalamku adalah kekuatan Ddraig.
Mampu mengendalikan kekuatan Ddraig adalah nilai sejatiku!
Harus aku camkan itu!
Setelah itu, Buchou memasuki toko di lantai makan dan mulai
menuangkan teh untuknya. Jadi dia ingin menikmati teh sampai waktunya tiba.
Gasper tengah memakan donat di toko donat.
Asia dan Xenovia tengah mengobrol tentang ini dan itu di
depan toko hamburger. Kiba tengah berjalan jalan sepanjang toko obat disamping
lantai makan. begitu, karena sepertinya obat obatan dan sejenisnya juga
tersalin disini, dia mencoba mengambil yang ia perlukan.
Semua orang tengah menikmati waktu mereka sampai waktu
pertandingan dengan cara rileks mereka sendiri sendiri. Kalau begitu, aku juga—
Aku meninggalkan tempatku dan memasuki toko buku di dekat
lantai makan.
Gufufufu. Ternyata seperti dugaanku! Toko buku ini adalah
replika sempurna seperti bagian mall yang lain! Aku menuju ke sudut buku ecchi,
dan melihat lihat buku ero sendirian di dalam toko yang kosong! Ini dia, ini
dia, menakjubkaaaaaaaan! Aku bisa membaca semua buku ero ini sebanyak yang aku
mau! Jadi ada juga medan tempur membahagiakan seperti ini! Ah, mana yang harus
kulihat dulu!? Inikah perasaan seorang Pemburu Harta Karun yang menemukan harta
karun emas dan perak? Aku bisa memilih yang manapun sesukaku!
Mungkinkah bagiku membawa ini semua ke rumah!? Aku ingin
membawa ini semua denganku! Sejak aku mulai tinggal dengan Buchou dan yang
lain, dua teman sialanku dan cowok cowok di kelas berkata kalau aku tak
membutuhkan buku ero!
Itu salah besar! Itu sama sekali salah! Itu ya itu, ini ya
ini. Karena, biarpun aku tinggal dengan Buchou seperti ini, aku mungkin dibenci
kalau aku mencoba berbuat apa apa padanya; di sisi lain, tak mengetahui apa
yang harus kuperbuat dengan hasrat seksualku sebagai siswa SMA sehat membuatku
merintih menderita setiap hari.
Karena ini, aku harus menebus diriku setiap hari untuk hal
hal yang tak bisa kulakukan dengan Buchou dan yang lain. Ah, kalau aku bisa
membuat harem, aku bisa melakukan hal hal ecchi setiap hari dan aku takkan memerlukan
buku semacam ini lagi!
Sampai hari itu tiba, aku akan tetap membaca buku ero!
Karena Buchou dan Asia ada di kamarku, jadi sulit untuk membaca buku ero!
Kemudian, aku mengambil dan membaca salah satu buku di
depanku. Uhyoh! Payudaranya sangat hebat tapi, sudah kuduga, saat dibandingkan
dengan payudara cantik nan indah Buchou dan Akeno-san, yang satu ini tak ada
apa apanya.
Fufufu, tapi lezat sekali melihat payudara di dalam buku ero
ini sambil mengingat sensasi menyentuh payudara mereka!
“Ise-kun♪.
sedang apa kamu? Ara-ara, sedang membaca buku porno ya? Ini waktu tersisa
sebelum pertandingan penentuan, tahu?”
Munyuuu,
Aku merasakan sesuatu dengan kelembutan tingkat top di
punggungku! Itu payudara! Apalagi, aku mengingat tekstur lembut ini! Dan suara
ini! Sudah kuduga, itu Akeno-san!
Dia menggelayutiku dari belakang dan melihat apa yang sedang
kubaca dari samping.
“A-Akeno-san! I-Ini! Aku hanya sedang mengecek apakah semua
objek memang sudah dirakit ulang disini!”
Itu hanya alasan payahku. Tapi Akeno-san tidak kelihatan
marah, dan masih tetap tersenyum manis.
“Ufufu, aku tidak marah padamu karena ini. Aku juga tak
membencimu oleh hal ini. Justru, aku lega dengan Ise-kun yang seperti ini.”
Akeno-san nampak lebih toleran daripada Buchou. Kemudian,
Akeno-san menatap buku yang sedang aku baca dengan ekspresi serius.
“....Begitu, jadi Ise-kun menyukai hal seperti ini.....”
Entah kenapa, matanya menjadi serius.....sudah kuduga, apa
onee-san ecchi ini juga sangat tertarik dengan buku ecchi?
“A-Akeno-san?”
Selagi aku kelimpungan dengan reaksinya, Akeno-san menunjuk
pada aktris yang terfoto di dalam buku ero.
“Bisakah aku mengenakan pakaian seperti ini lain kali?”
Hal yang Akeno-san sedang tunjuk adalah—kostum cosplay untuk
Game ecchi yang si aktris kenakan! Tapi, ini hampir sama dengan telanjang! Area
yang ditutupi oleh pakaiannya sangat sedikit! Kamu juga takkan bisa mengenakan
pakaian dalammu!
“S-Serius!?”
Aku secara refleks mengatakan itu. masa sih!?
“Aku serius. Ufufu, karena itu Ise-kun, ini spesial.”
Dia membalas dengan wajah tersenyum! Hebat! Akeno-san akan
mengenakan busana seperti itu! Aku harus benar benar memesan ini lain kali.
Begitu, jadi cosplay-ero benar benar ada.......
Ini gawat. Khayalanku tak mau berhenti! Ini bagus, dan itu
juga bagus.......
Selagi aku menikmati khayalan non-stop seperti ini,
Akeno-san memelukku dari belakang lebih erat lagi.......
“A-Akeno-san, apa yang kamu lakukan?”
“....Aku meminta keberanian dari Ise-kun.”
Akeno-san bersuara menyakitkan. Aku terkejut oleh perubahan
tiba tiba itu.
Tapi keberanian, huh. kalau kupikir pikir, Buchou juga
berkata kalau dia mendapat keberanian dengan menggenggam tanganku seperti ini
sepanjang pertemuan dengan tiga Kekuatan Besar.
“....Aku memerlukan keberanian untuk bertarung.....Karena
aku mungkin memakai kekuatan lainku yang mengalir di dalamku kali ini, aku
takut. Aku membencinya. Karena itu, aku meminta keberanian dari Ise-kun.”
Akeno-san......jadi dia teguh untuk memakai kekuatan
Malaikat Jatuh yang dia benci.
Itu adalah kekuatan yang ia harapkan tak mengalir di dalam
dirinya. Namun, situasi kita saat ini tak mengizinkan adanya penyangkalan
diri.—Kalau dia tak menerimanya, dia takkan bisa maju.
Itu sesuatu yang tak aku pahami, namun kupikir itu adalah
hal yang sulit.
“Kalau kamu tak apa apa denganku, mohon dapatkan seluruh
keberanianmu dariku.”
Aku menggenggam tangan Akeno-san sambil ia memelukku dan
berbicara dengan senyum. Kalau Akeno-san bisa mendapatkan keberanian dari orang
sepertiku, itulah yang terbaik!
“Saat aku memakai kekuatan cahayaku, maukah kamu
menyaksikannya, Ise-kun? kalau Ise-kun yang menyaksikan, aku pasti bisa
memakainya.”
“Y-ya! Kalau Akeno-san bisa memakai kekuatannya hanya dengan
aku menyaksikan, itu harga yang murah!”
“....Aku senang. Kalau aku bersama dengan Ise,
pasti......kamu adalah milik Rias, tapi meskipun begitu aku akan
selalu...........di sisimu.....”
Akeno-san nampaknya mengatakan sesuatu dengan sangat pelan
sampai aku tak bisa dengar.
Akeno-san bergerak menjauh dari punggungku. Namun, matanya
basah—Tiba tiba, Akeno-san mendekatkan wajahnya ke wajahku kali ini—Bi-Bibir
Akeno-san hampir—“
“.....Ise-senpai, sudah waktunya untuk berkumpul.”
Saat bibirku dan bibir Akeno-san hampir bersentuhan,
Koneko-chan tanpa sadar muncul!
Uaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah! K-K-Ka-Kami berdua
kelihataaaaaaaaaan!
Ini buruk! Ini buruk! Tinggal sedikit lagi dan aku akan
benar benar mencium Akeno-san!
Karena! Karena, itu bibir Akeno-san! Bibir yang sangat
menarik! Tapi kalau Buchou mengetahui hal ini, aku akan dibunuuuuuuuuuuh!
Kalau aku, budak dan piaraannya, menjadi intim dengan orang
lain, dia akan menghancurkanku!
“K-Koneko-chan! Ini, umm!”
Aku mencoba mengarang alasan sambil gugup, namun Koneko-chan
hanya mendesah dengan mata setengah terbuka.
“Ara-ara, Koneko-chan. Kamu melihat kami. Ufufu. Ise-kun,
terima kasih. Aku sudah tak apa apa sekarang.”
Akeno-san kembali ke senyum senangnya yang biasa, dan mencoba
meninggalkan tempat ini.
Namun—
“.....lain kali, pasti......dengan kamu......”
Dia meninggalkan semacam bisikan. Ekspresinya nampak sangat
menyesal karena harus berpisah.
Tidak, itu kesalahanku. Akeno-san pasti hanya mendekatiku
dalam mode-S.
Saat aku mengangguk dengan meyakini itu—Koneko-chan
menggenggam tanganku.
“K-Koneko-chan?”
Aku kaget oleh tindakan tiba tiba Koneko-chan, namun dia
berbicara sambil tersipu.
“…..Tolong beri aku keberanian juga.”
--.
Begitu. Gadis ini juga akan memakai kekuatan yang telah ia
segel sampai sekarang. Tangannya bergetar. Dia sangat ketakutan. Dia takut
kalau kekuatan nekomatanya akan menguasai dirinya—
“Tentu. Kalau kamu tak apa apa denganku.”
Aku menggenggam balik tangannya dengan wajah tersenyum.
Kalau Akeno-san dan Koneko-chan bias mendapatkan keberanian
untuk mengalahkan masalah mereka dengan menggenggam tangan orang sepertiku, itu
harga yang murah untuk dibayar.
“…..Ise-senpai, tidakkah kamu takut padaku, sebagai seorang
nekomata?”
Koneko-chan menanyakan itu dengan ekspresi cemas.
“Tidak, sama sekali tidak.”
Aku menjawab dengan kalem. Eh? Kenapa aku harus takut pada
Koneko-chan? Selain itu, mana mungkin aku terganggu oleh mode telinga kucingnya
yang imut itu? Aku memahami kondisinya, tapi aku tak melihat alasan kenapa aku
harus takut pada Koneko-chan.
Mendengar itu, Koneko-chan nampak sangat tercengang. Namun,
ia menundukkan kepalanya.
“……Sebelum latihan dimulai, aku sudah mengatakan hal kejam
pada Ise-senpai.”
Ah, itu saat aku berbicara dengan santai dan membuat
Koneko-chan marah.
“Kamu tak perlu mencemaskan hal itu. Waktu itu aku juga yang
salah. Meski aku tak memahami kondisimu, aku—memang senpai tak berguna.”
“Itu tidak benar!”
Koneko-chan menggenggam tanganku lebih keras lagi.
“……Aku akan menggunakan kekuatan nekomataku.”
“—!”
Aku terkejut oleh kata kata Koneko-chan!
“…..Aku benci menjadi seperti nee-sama. Tapi dengan situasi
saat ini, aku mungkin tak akan berguna bagi kalian semua. Karena itu, aku akan
menggunakannya.”
Dia memasang wajah serius. Jadi dia sudah mengalahkan
masalah itu saat dia menemui kakaknya dan menyatakan kalau dia akan memutuskan
hubungan darinya.
“Koneko-chan, kamu pasti akan bisa menguasai kekuatan
nekomatamu di masa depan dan suatu hari nanti menjadi Kucing Neraka.”
“….Kucing Neraka?”
“Ya, itu tertulis sebagai “Kucing Dunia Bawah” dan dibaca
sebagai Kucing Neraka[27]
seperti ini!”
Meski itu metode pendorong semangat yang asal asalan, aku
mendeklarasi lebih jauh lagi!
“Akan kunyatakan ini pada Koneko-chan juga. Biarpun kamu
lepas kendali dengan kekuatan nekomatamu, aku akan menghentikanmu. Aku ingin memakai
kekuatan Sekiryuutei ini bukan hanya untukku sendiri, namun untuk teman temanku
juga. Dan biarpun onee-san seram itu dating lagi, aku pasti akan menolongmu.
Karena aku akan mengenyahkan nee-chan dengan tinjuku, kamu tak perlu takut.”
Itulah pendorong semangat terbaikku! Karena sayangnya aku
ini idiot, aku tak bisa memberi kata kata yang lebih keren dari ini. Karena
itu, kalau situasi jadi lepas kendali, aku akan mengorbankan nyawaku dan
menyelamatkan gadis ini.
“……Kamu memang Sekiryuutei yang baik hati.”
Dia nampaknya menggumamkan sesuatu, tapi aku tak
mendengarnya. Kupikir aku mendengar kata “Baik hati”, tapi……
Ngomong ngomong, pipimu kelihatan merah sekali, Koneko-chan.
Kenapa? Apa aku membuat wajah-ero lagi?
Bagian 3
--Waktu untuk berkumpul.
Kami telah berkumpul di lantai makan dan tengah menanti
waktu permulaan.
Kemudian, sebuah pengumuman disiarkan di dalam toko.
[Waktunya untuk dimulai. Lebih jauh lagi, batas waktu untuk
Game ini akan memakai gaya-Blitz selama tiga jam. Maka tanpa penundaan lagi,
Game Start!]
Game Start!
Tunggu, blitz!? Jadi mereka juga menentukan batas waktunya!?
Jadi ada juga kasus seperti ini!? Jadi karena inikah mereka memberi kami waktu
strategi sebelum ini. Itu karena mereka mengubah aturan setiap waktu, huh.
Rating Game sungguh rumit. Buchou berdiri dari tempat duduknya dan berbicara
dengan ekspresi penuh semangat bertarung.
“Instruksi kalian seperti yang kita setujui sebelumnya. Ise
dan Koneko, dan Yuuto dan Xenovia akan berpencar ke dalam dua kelompok
terpisah. Ise dan Koneko akan maju sepanjang interior toko. Yuuto dan Xenovia
akan maju sepanjang garasi parkir. Gasper akan bertransformasi menjadi banyak
kelelawar dan melakukan pengintaian dan melaporkan kondisi di dalam toko.
Menurut kondisi perkembangan kalian, aku, Akeno, dan Asia akan melaju dengan
rute kelompok Ise.”
Kami mendengarkan instruksi Buchou dan kami memasang
mikropon komunikasi di telinga kami semua.
“Baiklah, Iblis Iblis budak manisku! Kita tak akan kalah
lagi! kali ini, kita akan menang!”
[Ya!]
Semua orang terisi dengan semangat bertarung. sudah wajar!
Kami tak akan kalah seperti waktu itu lagi! kami akan menang! Pasti!
“Kalau begitu, Xenovia, ayo pergi!”
“Ya, Kiba.”
Kiba dan Xenovia pergi lebih dulu. Mereka menyerbu keluar
dari lantai makan dan menuju ke jalur yang terhubung dengan garasi parkir.
Menurut Kiba, sudah dikonfirmasi kalau ada banyak mobil di tempat parkir.
Namun, semua itu nampaknya hanya imitasi. Sehingga melaju dengan mobil itu
mustahil.
Baiklah, kami selanjutnya yang pergi setelah Kiba dan
Xenovia.
“Koneko-chan, ayo pergi!”
“Ya.”
Aku dan Koneko-chan pergi meninggalkan tempat itu dan
bergerak keluar. Koneko-chan sudah memberitahu semua orang kalau dia akan
menggunakan kekuatannya.
Inilah yang direncanakan Buchou. Dia memprediksi kalau musuh
akan membaca pergerakan kita sebagai berikut.
Aku akan menyerbu ke markas musuh sambil menghindari
pertarungan sebisa mungkin. Agar bisa mempromosi diriku menjadi [Ratu].
Kiba dan Xenovia yang berkecepatan tinggi akan bergerak
bersama dan melaju sepanjang garasi parkir menuju markas musuh. Disana mereka
akan mengganggu formasi musuh dan menarik perhatian musuh. Agar aku bisa
berpromosi menjadi [Ratu], mereka akan dengan cepat mengalihkan perhatian dan
menarik musuh menjauh dari markas mereka. Saat aku menjadi [Ratu], semua orang
akan sementara mundur dan kemudian menyerang sekali lagi. Buchou juga akan
mulai bergerak di waktu ini.
Yang jelas, membuat Sekiryuutei berpromosi menjadi [Ratu]
dianggap hal terpenting – atau seperti itulah seharusnya.
Buchou berasumsi kalau kaichou akan membaca kami seperti
itu, sehingga dia melakukan hal kebalikannya.
Aku bergerak maju seperti yang Kaichou prediksi. Mereka juga
akan menerima serangan. Namun, pasukan penyerang utama kami adalah Kiba dan
Xenovia. Itu bukan pengalih perhatian, namun serangan sungguhan. Justru, aku
yang akan jadi pengalih perhatian.
Karena lawan akan mengincar aku dan mengirim beberapa
assasin mereka, Buchou memprediksi kalau area disekitar [Raja] akan kekurangan
orang. Tentu saja, assasin juga akan dikirim setelah kelompok garasi parkir,
namun kami menduga tempat itu tak terlalu dijaga ketat dan akan diserbu oleh
Kiba dan Xenovia.
Sementara itu, kami akan mengincar [Raja] dan skakmat!
Taktik untuk memakai kekuatan Sekiryuutei ini berbeda. Kali
ini, aku tak memainkan peran tipe-Kekuatan aktif. Karena aku adalah anggota
keluarga Buchou paling terdepan. Aku harus menggabungkan kekuatanku dengan
semua orang.
“Ise, semoga berhasil.”
“Ise-san! Berjuanglah! Jangan kalah!”
“Ufufu, aku ingin melihat sisi kerenmu!”
Buchou, Asia, dan Akeno-san semuanya memiliki harapan tinggi
untukku! Oooh! Aku harus tunjukkan sisi kerenku! Tunggu, biarpun aku bertarung,
mereka hanya bisa menontonnya kemudian dari video rekaman.....
Aku dan Koneko-chan melaju dengan langkah sedang yang tidak
berlari atau berjalan.
Karena suara bisa menggema sepanjang interior toko, lawan
akan bisa menilai jarak kami dari mereka kalau kami berlari. Lebih jauh lagi,
interior toko adalah mall perbelanjaan panjang horizontal yang membentang dalam
garis lurus ke arah kedua ujung. Kami tak punya pilihan selain maju sambil
menyembunyikan keberadaan kami.
Yah, biarpun kami menyebutnya departemen store, bahkan
takkan memerlukan sepuluh menit untuk berjalan dari satu ujung ke ujung lain.
Kami bergerak sambil memperhatikan itu.
....Hmm. Tak ada musuh sejauh mata memandang. Lima menit
sudah berlalu sejak Game dimulai, namun karena kami bergerak maju sambil terus
siaga, kami baru bergerak maju sepanjang seperempat dari tempat ini.
Kami nampak menghindari pertarungan, dimana kami sebenarnya
adalah pengalih perhatian. Aku merasa gugup.
Kemudian, di sampingku, Koneko-chan – telinga kucing
menyembul di kepalanya!
Telinga itu bergerak dengan PIKO-PIKO! Apalagi, dia bahkan
mengeluarkan ekornya! Sungguh keimutan mematikan! Aneh. Kenapa aku segirang
ini!? Biarpun aku tak memiliki fetish loli, apa aku punya fetish loli-hewan!?
Mode nekomata Koneko-chan benar benar imut!
Koneko-chan menunjuk ke arah yang agak jauh dan berbicara.
“......Mereka bergerak. Ada dua orang lurus di depan sana bergerak
ke arah kita.”
“Kamu bisa tahu?”
“......Ya, karena aku melepaskan sebagian senjutsu dalam
kondisiku saat ini, aku bisa membaca aliran jiwa dengan sangat baik. Alaminya,
aku bisa memahami rincian mereka, tapi......”
Begitu. Tapi, apa kuping kucing itu seperti sensor? Benar
benar berguna sekali!
Inilah senjutsu yang bisa membaca jiwa dari sekeliling
seseorang! Berpikir soal itu, nekomata bisa memahami segalanya yang terjadi
sampai derajat tertentu melalui aroma. Karena dia kucing, hidungnya pasti lebih
baik dari Iblis sepertiku yang berasal dari manusia.
“......Berapa lama sampai kita bertemu dengan orang orang
itu yang menuju ke arah kita?”
“.....Dengan kecepatan mereka, kira kira dalam sepuluh
menit.”
--Sepuluh menit, huh.
Kami lebih baik mempersiapkan diri kami. Haruskah aku
memakai Sacred Gearku secara normal? Atau haruskah aku memakai Balance Breaker?
Aku kebingungan diantara keduanya, namun aku masih tak tahu kemampuan macam apa
yang lawan miliki.
Poin kuatku adalah – hanya kekuatan fisikku yang cukup
kubanggakan. Aku nyaris tak punya sihir. Biarpun aku meningkatkan kekuatan
sihirku dengan Sacred Gearku, aku akan kehabisan bensin dengan
cepat.......biarpun aku memiliki kekuatan besar, kalau aku salah memakainya,
aku akan kalah dalam sekejap!
......Aku selalu dalam situasi berbahaya. Aku setidaknya
harus camkan itu baik baik.
Koneko-chan memandangku dengan serius. Apa hanya imajinasiku
atau pipinya nampak merah?
“.....Tidak. Ise-senpai memasang wajah prajurit dalam
situasi genting. Biarpun biasanya kamu memasang wajah cabul......”
.....Serius!? Apa aku memang normalnya memiliki wajah mesum
seperti itu!? Y-Yah, karena aku memiliki khayalan erotis setiap hari, apa boleh
buat......
Saat aku menyentuh wajahku dengan tanganku—
“--!”
Koneko-chan tiba tiba menengadah ke langit langit di atas
kami.
“.....Diatas!”
Apa, apa? Saat aku mengikuti arah pandangan Koneko-chan yang
terkejut—
Merentang jauh sampai ke langit langit adalah tali—bukan,
benang! Seorang yang turun dari langit langit memakai tali seperti Tarzan itu
adalah—
“—Hyodou! Yang pertama menyerang adalah kami!”
Itu Saji! Dia bersiap menyerangku sambil memposisikan
dirinya dalam tendangan lutut! Lebih jauh lagi, ada seseorang di punggung Saji!
Aku dengan cepat berlindung memakai gauntletku sebagai
tameng.
Dogon!
Dampak dari kekuatan gabungan momentum jatuh + tendangan +
bobot mereka berdua disalurkan ke tubuhku melalui gauntletku!
Posisiku berguncang dari kekuatan serangan itu, namun aku
akhirnya bisa memulihkan diri dan bersiap menuju ke –musuh di hadapanku.
“Yo, Hyodou.”
Saji telah muncul. Di sampingnya, seorang yang menaiki
punggungnya tadi—seorang gadis. Anggota dari OSIS, huh. kupikir dia siswa kelas
satu. Dia sering terlihat bersama Saji dari belakangnya.
Lengan kanan Saji—memiliki luka ular hitam disekitarnya
beberapa kali. Bentuknya berbeda dari sebelumnya! Sebelumnya hanya ada bentuk
Kadal tak sempurna disitu. Apa Sacred Gearnya berubah!?.....Tunggu, ada luka
ular hitam disekitar gauntlet di lengan kiriku juga, dan tersambung dengan
Sacred Gear Saji. Dia pasti menaruhnya padaku dalam serangannya tadi!
Ada juga benang yang terhubung ke tangan kiriku,
tapi......itu tidak terhubung dengan Sacred Gear Saji. Justru, itu nampaknya
terikat ke tempat yang agak jauh. Apa benang ini tersambung sampai ke markas
musuh?
Ini terasa aneh, namun rasanya kekuatanku tidak sedang
disedot.
Saji menyadari kalau aku memandang Sacred Gearnya, dan
berbicara sambil tersenyum pahit.
“Yah, aku sudah berlatih keras. Hasilnya adalah ini. Jadi,
saat aku memasang benang di langit langit dan naik ke atas untuk bisa
mengobservasi interior toko dari atas, aku melihat dua orang berjalan mengendap
endap dari kejauhan. Karena kalian tak menyadariku, aku memakai kesempatan
singkat itu untuk melakukan serangan Tarzan.”
Begitu. Jadi itu caramu sampai kemari. Ya, aku merasa bisa
memahaminya.
Kalau aku datang kemari lebih awal, aku juga akan lakukan
hal yang sama denganmu. Jadi aku bisa memahami maksudnya.
Kau juga berpikir seperti itu, kan? Hei, Saji.
Kita berdua mirip, kau dan aku. Dari kepala sampai jempol,
kita berdua serupa. Dari segi sifat mesum, kesetiaan kita terhadap majikan,
kebodohan kita, dan kecenderungan kita untuk hanya bergerak lurus ke depan.
Kita benar benar terlalu mirip. Karena itu aku segera
memahaminya. Kalau kau dan aku akan bertarung hari ini.
“Aku juga berlatih. Aku menghabiskan hampir seluruh musim
panasku dengan dikejar kejar Naga.”
Maaf, Saji. Aku akan mengalahkanmu dan terus maju.
Kemenangan hari ini adalah yang terpenting bagi kami.
Aku harus bisa mengejar Vali. Dia akan mengincarku pada poin
tertentu. Pada saat itu, dia bisa saja melukai Buchou, Asia, dan yang lain.
Agar bisa mencegah itu, aku akan menjadi kuat! Aku tak bisa
berhenti di tempat seperti ini!
Ya, pada momen itu aku terisi dengan semangat bertarung.
kemudian pengumuman yang sulit dipercaya mencapai telingaku dan Koneko-chan!
[“Peluncur” pertama Rias-Gremory sama, kalah.]
--! Apa!? Yang mana!? Bukankah Game baru saja dimulai!? Asia
bersama dengan Buchou, jadi – Saji menyeringai.
“Seorang yang baru dijatuhkan kemungkinan adalah
Gasper-kun.”
......Gasper dijatuhkan!? Itu terlalu cepat, bukan!?
Bukankah dia bertransformasi menjadi banyak kelelawar dan berkeliaran di dalam
toko demi pengintaian?
“Gasper tertangkap.”
Saji melanjutkan saat aku sedang berpikir keras.
“Kami menerima informasi dan diberitahu kalau Sacred Gear
Gasper-kun disegel menurut aturan. Karena itu, tak terhindarkan kalau ia akan
memakai kekuatan Vampirnya. [Dia akan berubah menjadi kelelawar dan
mengobservsi situasi di dalam toko]. Inilah yang Kaichou pikirkan. Jadi kami
sedikit membenahi markas kami.”
Markasmu!? Itu kan toko sayuran. Saji melanjutkan lebih
jauh.
“Pertama, salah satu anggota kami bergerak secara
mencurigakan di markas Sitri. Kemudian, Gasper-kun yang melakukan pengintaian
secara alami akan tertarik dan mengikuti mereka, tahu? Lalu, saat kami
menunjukkan kebiasaan yang lebih mencurigakan, dia akan memanggil kelelawar
lain yang dia luncurkan dan mulai mengobservasi beberapa dari mereka. Saat
semua kelelawar sudah terkumpul, disanalah itu terjadi. Kalau sesuatu terjadi
pada kelelawar saat mereka semua berkumpul, mereka akan kembali menjadi tubuh
Gasper. Di dekat tempat semua kelelawar itu berkumpul terdapat – bawang putih,
objek yang paling dibenci Vampir. Markas kami adalah toko sayuran di lantai
pertama sisi barat. Ada banyak sekali bawang putih disana. Sehingga mudah untuk
menangkap Gasper seperti itu.”
Jadi mereka menangkap dan menghabisinya saat dia dibuat tak
berdaya oleh aroma bawang putih! Tak mungkin! Jadi ada cara semacam itu untuk
bisa menangkapnya!?
“Itu cukup sederhana, kan? Tapi biarpun aku mengatakan itu,
metode menjatuhkannya ini takkan bekerja lagi. kaichou berkata kalau, tak
peduli sekeras apapun latihannya, dia masih takkan mampu mengalahkan
kebenciannya terhadap bawang putih. Sungguh beruntung markas kami terletak di
lokasi seperti itu, namun kalah ya tetap saja kalah.”
.....Jadi maksudmu itu adalah titik kelemahannya!? Tidak,
tak peduli seberapapun lemahnya dirimu, kamu seharusnya bisa menahan bawang
putih sampai poin tertentu, Gaspeeeeeeeeeeeeeer! Sejak awal, lelucon itu sudah
terlalu berlebihan!
Gyasuke! Setelah ini, kita akan lakukan latihan yang
membuatmu bisa mengatasi bawang putih! Aku akan mengganti makanan normalmu
dengan nasi bawang dan bawang panggang! Kamu tak bisa begitu saja mundur dari
pertandingan tanpa melakukan pengintaian dengan benar!
Merasa kesal, aku mencoba mengaktifkan Sacred Gearku, namun—
[Partner, penggandaan kekuatan itu berbahaya. Sekarang
karena kau terhubung dengan Sacred Gear orang itu, bagian dari kekuatanmu akan
dicuri olehnya kalau kau gandakan.]
--! Benar juga, Sacred Gear Saji memiliki kemampuan menyedot
energi dari benda yang terhubung dengannya. Sekarang karena Sacred Gearku dan
Sacred Gearnya terhubung, penggandaan akan berbahaya!
[Untuk melepas hubungan ini, kau tak punya pilihan selain
memusnahkannya memakai paska-kejutan dari mengaktifkan Balance Breaker!]
Sialan! Sejak awal aku sudah dipaksa melakukan itu! – Aku
akan mengaktifkan Balance Breakerku dan menghancurkan sambungan ini!
“Start!”
[Count Down!]
Waktu sampai Balance Breaker bisa digunakan ditampilkan di
berlian dan penghitungan sudah dimulai. Karena sudah begini, aku tak bisa
memakai kemampuan Sacred Gear normalku! Aku juga tak bisa memakai penggandaan
atau transfer sampai aku bertransformasi ke Balance Breaker!
Selama dua menit, aku tak punya pilihan selain menghindari
serangan Saji!
Ini adalah pertarungan singkat, namun menentukan. Kami akan
memakai momentum pengaktifan Balance Breaker untuk terus melaju ke arah [Raja]!
Dan kemungkinan yang bisa melakukan itu adalah Kiba dan Xenovia. Aku akan
bertindak sebagai pengalih perhatian dan menyibukkan mereka disini!
Agar bisa mengambil jarak, aku mencoba mundur untuk
sementara dari sini, namun – aku ditarik oleh benang dan kehilangan
keseimbanganku! Sudah kuduga, Sacred Gear Saji memang merepotkan!
“Apa kau mau kabur, Hyodou!?”
Dalam sekejap, ruang diantara kami dipersempit dan – Don!
Tendangan dihantamkan ke perutku!
Gahoh! Tubuh atasku terdorong ke bawah oleh tendangan Saji.
Tapi, aku sudah memusatkan kekuatan di tulang dadaku dan menghindari
kemungkinan luka terburuk. Hehehe, ini karena aku melakukan latihan dasar
dengan tepat. Aku sangat percaya pada kekuatan otot perutku!
“Heh, biarpun aku menendangmu cukup serius disana. Kau juga
sepertinya tak melakukan latihan setengah setengah.”
Tak memberikan luka yang dia pikir akan fatal, Saji
tersenyum pahit.
Mustahil untuk kabur disini! Kalau begitu, aku hanya perlu
menyerang dari depan!
Aku menyerah untuk mengambil jarak dari Saji dan tiba tiba
menyerbu ke arahnya! Aku tak terlalu handal dalam adu tinju dengan tubuhku,
tapi aku sudah mengakumulasi banyak latihan dasar! Aku sudah membentuk tubuhku
untuk pertarungan jarak dekat! Yang tersisa hanya percaya pada tubuhku!
Aku meremas tinjuku dan mencoba memukul Saji, namun – Saji
menembakkan benang padaku dari lengan kanannya! Apa dia berniat menghisap
kekuatanku!? Aku mencoba bertahan, tapi benang itu melewatiku dan melekatkan
dirinya ke lampu toko.
“Nimura! Pakai kacamata hitam yang kita dapatkan di toko
sebelumnya!”
Saji dan si kouhai Saji mengeluarkan kacamata hitam dari
saku mereka dan mengenakannya! Apa yang mereka—saat aku kebingungan sejenak,
aku segera memahami maksud dibaliknya.
Kah!
Lampu toko mengeluarkan cahaya menyilaukan dan menyerang
mataku dan Koneko-chan! Sial! Mereka membutakan kami!
[Mereka mengenaimu. Dia membuat ledakan cahaya hanya dalam
sekejap dengan mengaitkan benangnya ke lampu dan mengirim kekuatan sihir ke
dalamnya]
Jangan menjelaskannya setenang itu, Ddraig! Gawat! Aku tak
bisa membuka mataku—
Dogon!
“Guhah!”
Sekali lagi, aku menerima hantaman di perutku! Karena aku
tak memperkuat otot perutku kali ini, aku menerima hantaman dengan keras!
Kemudian, saat tubuhku tengah terhuyung, aku menerima serangan lain dari Saji
di punggungku!
Oooooowwwww! Rasa sakitnya mengumpul di tubuhku, dan
kemudian rahangku—
Bagan!
Serangan telak dari Saji dengan tajam menghantam rahangku!
Dari serangan bertubi tubi itu, aku jatuh ke lantai.
...Kuh....dia mengenaiku. Dia benar benar sudah mencuri
start......lebih jauh lagi, dia memukulku sangat telak.
Gigiku bergeretak oleh hantaman di rahangku. Mulutku juga
terluka oleh itu. rasa darah menyebar di mulutku. Daya pandangku pulih kembali
dan – saat masih menundukkan kepala ke tanah, aku menengadah dan......
Aku melihat Saji mengarahkan tangannya padaku dan mencoba
menembakkan peluru sihir ke arahku! Dia berniat melakukan serangan penghabisan!
Aku dengan cepat bangkit dan bergulung ke sisi.
Don!
Lubang besar tercipta di lantai dari peluru sihir yang dia
tembakkan! Kekuatan apa itu!? itu benar benar serangan penghabisan! Itu
berbahaya! Aku hampir saja dikalahkan sebelum mengaktifkan Balance Breaker! Aku
takkan bisa berkata apa apa tentang yang terjadi pada Gasper nanti!
“.....Tidak buruk, Saji.”
“Hyodou, aku serius. Aku akan benar benar mengalahkanmu,
Sekiryuutei.”
--. Mata Saji terisi penuh oleh keyakinan kuat. Aku bisa
tahu kalau keseriusannya sangat besar.
Kemudian, Saji mengangkat tangannya dan mencoba menembakkan
hembusan sihir lain.
Don!
Dia menembakkan massa sihir bervolume besar lain! Namun
ukurannya tidak terlalu besar. Kemungkinan, dia mencoba mengikuti aturan yang
memerintahkan supaya tak merusak bangunan sebisa mungkin.
Namun, serangan itu sudah cukup untuk menjatuhkan lawan
sepertiku!
Aku mengelak, dan toko tempatku berdiri sebelumnya hancur
oleh hembusan sihir.
Namun, bagaimana Saji meluncurkan serangan seperti itu!?
Kudengar dia memiliki sihir rendah sepertiku. Namun, bagaimana dia bisa
meluncurkan serangan semacam itu!?
Pada momen itu, aku mataku terbelalak. Karena Sacred Gear
Saji menghubungkan benangnya dengan dadanya – ke jantungnya.
--Sumber serangan berturut turut Saji adalah energi
kehidupannya!?
“Saji! Kau! Apa kau mengubah energi kehidupanmu
sendiri.......menjadi kekuatan sihir!?”
“Itu benar. Dengan sihir payahku, hanya ini cara bagiku
untuk menembakkan serangan kuat. Aku mengubah energi kehidupanku menjadi energi
sihir memakai kemampuan Sacred Gearku. Seperti yang kau lihat, aku
[Mengorbankan Nyawaku] disini.”
“Apa kau benar benar berniat mati....!?”
Saji – tersenyum dengan ekspresi serius.
“Ya, aku berniat untuk mati. Aku berniat mengalahkanmu
dengan niat mati – apa kau memahami frustasi kami, dimana impian kami
ditertawakan!? Apa kau paham betapa kerasnya kami mempercayai impian kami!?
Pertarungan ini tengah disiarkan di seluruh Dunia Bawah. Kami harus menunjukkan
keseriusan kelompok Sitri di depan orang orang yang mentertawakan kami!”
Tiba tiba, aku mengingat adegan itu!
--Ya, ini sangat mirip dengan saat aku menyerbu ke dalam
pesta pertunangan Buchou!
Aku tak mempedulikan nyawaku sendiri dan menyerbu begitu
saja demi menyelamatkan Buchou. Aku hanya berpikir untuk menolong Buchou,
biarpun harus mati. Pertarungan ini sangat mirip dengan adegan itu.
Saji, kau sama denganku pada saat itu.
Saat aku dan Saji tengah bertarung sengit dengan mengelak
dan menghajar pada saat itu, Koneko-chan dan kouhai Saji sudah mulai saling
menyerang dan bertahan di samping kami.
Koneko-chan lebih superior dalam pertarungan tangan kosong.
Meskipun begitu, wanita lawannya bisa mengimbanginya dan pertarungan menjadi
sangat sengit.
Namun, setelah tinju Koneko-chan menghantam pipi lawannya,
sebuah perubahan terjadi. Tubuh kouhai Saji berguncang sedikit. Matanya juga
nampak sedikit nanar. Apa dia menerima luka dari gelombang kejut tinju
Koneko-chan!?
Koneko-chan tak melewatkan celah itu! Dia menyelimuti
tinjunya dalam aura putih pucat dan menghantamkannya ke dada lawannya!
Bang!
Suara yang terdengar bagus menggema sepanjang sekeliling.
Dalam sekejap itu, kouhai Saji terjatuh di atas lututnya.
“......Aku menghantamkan tinju yang terlapisi energi jiwa
padamu. Karena luka ini juga ikut merusak aliran pembuluh darah dalam tubuhmu
saat itu, kamu takkan bisa memakai sihir lagi. Lebih jauh lagi, serangan itu
juga menembus sampai ke organ dalammu.......kamu takkan bisa bergerak lagi.”
Itulah kata Koneko-chan!
Sensei pernah mengatakan ini sebelumnya!
[Gaya bertarung sejati Koneko, yang menggabungkan senjutsu
dan pertarungan tangan kosong, akan menjadi senjata ampuh. Serangan yang tidak
hanya merusak tubuh lawan, namun juga pembuluh darah yang mengalir dalam tubuh
mereka akan merusak aura musuh sampai ke dasar dasarnya. Namun, kalau dia
menjadi termangsa oleh kekuatan, dia harus segera berhenti memakainya. Senjutsu
bisa membaca dan memakai energi jiwa, namun juga menyerap kejahatan dan hasrat
jahat yang mengalir di dunia. Kakak Koneko menjadi seperti itu karena dia
terlalu banyak menyerap kejahatan juga.]
Ini ledakan tinju Koneko-chan!? Dia menembakkan tinju yang
terisi energi jiwa. Ia memberi luka luar, tentu saja, namun kekuatan destruktif
utamanya adalah – luka yang dihantamkan ke dalam tubuh! Ia mengirim energi jiwa
yang menyelimuti tinjunya ke tubuh lawannya dan memberi kerusakan pada organ
internal mereka!
Biarpun serangan dari tinju itu tidak terlalu kuat, asalkan
energi jiwa yang ditembakkan bisa masuk ke dalam tubuh lawan – efeknya akan
mematikan!
Seperti yang pernah kulihat di buku. Aku sendiri tak
terlatih dalam organ internal!
Tinju yang memberi luka pada organ dalam! Jadi ini serangan
yang Koneko-chan telah segel. Kalau dia memakainya baik baik, dia mungkin bisa
menjadi budak dengan serangan paling efektif diantara kami.
“.....Saji-senpai, maafkan aku.”
Setelah dia mengeluarkan kata kata itu, tubuh si kouhai
bersinar dan dia menghilang dari sini. Dia telah kalah dan telah dipindahkan ke
tempat lain karena dia telah menerima luka serius.
[“Pion” pertama Sona Sitri-sama, kalah.]
Kami mendengar pengumuman lain. Dengan ini, tiap tiap tim
sudah kehilangan satu orang.
“.....Aku sudah menjadi Kucing Neraka. Aku takkan kalah.”
Baiklah, karena Koneko-chan sudah memutuskan sambil bersikap
cool, aku juga harus menunjukkan kehebatanku sebagai senpai!
Namun, aku sudah kesulitan dengan hanya menghindari peluru
sihir Saji. Aku akan menerima luka serius kalau serangan itu menyentuh tubuhku.
Dengan kekuatan sihir sebanyak itu diisi ke dalam tiap tembakan, akan mematikan
kalau sampai mengenaiku. Itu benar benar kekuatan jiwa dan semangatnya!
“Haahaaa.......haahaa....”
Tapi, kelelahan Saji dari terus menerus menembakkan peluru
sihir juga sangat parah. Dia takkan bisa bertahan lebih lama lagi!
“.....Ise-senpai, akan kubantu.”
Koneko-chan mencoba mendekat.
“Tidak, Koneko-chan. Tolong biarkan aku melakukan ini
diantara aku dan Saji saja.”
Saat aku menolak bantuannya, Koneko-chan menggeleng
kepalanya.
“Itu tidak bagus. Ini pertarungan tim. Mari bekerja
bersama.”
“Ya, seperti ucapanmu, Koneko-chan. Namun, selagi dia
bertarung melawanku, Saji tak membuat serangan langsung ke Koneko-chan. Kalau
dia mau, dia bisa saja melekatkan benang itu ke Koneko-chan dan menghisap
kekuatanmu. Menurutmu kenapa dia tak melakukan hal itu?”
Koneko-chan tak bisa menjawab pertanyaanku, namun Saji
menjawabnya sambil tersenyum penuh keteguhan.
“.....Maaf, Toujou Koneko-chan. Aku ingin menang melawan
Hyodou, melawan Sekiryuutei satu lawan satu. Bukankah sudah kukatakan? Impian
kami serius. Kami akan membangun sekolah. Kami akan mendirikan sekolah tanpa
diskriminasi di Dunia Bawah. Dan aku akan menjadi Guru......itulah
impianku.....pertarungan ini sedang disiarkan sepanjang Dunia Bawah. Karena itu
ini memiliki arti. Aku, seorang [Pion]! Akan menang melawan [Pion] yang sama,
Sekiryuutei, Hyodou Issei! Aku akan mengalahkan Sekiryuutei! Aku akan menang
dan mengatakannya dengan berani! Kalau aku akan menjadi Guru!”
Saji serius. Tatapannya begitu kuat dan tak terisi kesuraman
atau kemurungan sama sekali.
Aku juga berbicara pada Koneko-chan.
“Jadi seperti itulah. Kalau aku kabur begitu saja dari
tantangannya, aku takkan kelihatan cool, kan? kalau aku tak melakukannya –
karena itu, aku harus melakukannya. Karena aku temannya, aku tak punya pilihan
selain melawannya dengan serius. Aku harus melakukannya! Kalau tidak, aku
takkan bisa menunjukkan wajahku pada Buchou!”
Ya, kami berdua sangat mirip. Dari kepala sampai jempol,
kami serupa – kami berdua idiot tak berpengalaman.
Setelah mendengar itu, Koneko-chan menurunkan tinjunya dan
mengambil jarak dari kami.
“ “ Terima kasih “ “
Aku dan Saji berterima kasih pada Koneko-chan di saat yang
sama.
Tapi, kenapa Saji mengaitkan benang tidak hanya ke Sacred
Gearku, tapi juga secara langsung di lengan kiriku?
[Dia ingin mencegah kemampuan pengganda Sacred Gearmu dari
dipulihkan dan mengalir ke tubuhnya di saat yang sama saat dia menghisap
kekuatanmu. Dia tahu itu, kalau dia menghisap baik kekuatanmu dan kekuatan
Sacred Gear di saat yang sama, tubuhnya takkan kuat menerimanya dan akan
meledak. Dia berencana menghentikan penghitungan Balance Breaker dan
mengembalikanmu ke wujud normal.]
Sungguh Sacred Gear yang kompleks!
“—Ini tak ada habisnya, huh.”
Saat Saji mendesah, dia mengumpulkan kekuatan sihir yang
sangat berbeda dari tadi diantara kedua tangannya! Ukurannya besar! Itu akan
mempengaruhi seluruh sekeliling kita!
Saat aku merasakan itu, kekuatan sihir itu ditekan dan
mengecil. Kemudian, peluru sihir seukuran softball diciptakan diantara tangan
Saji.
“Dengan ini, takkan mempengaruhi area sekeliling, dan hanya
akan menghancurkan tubuhmu.”
Setelah membuat itu, Saji – dia bernafas terengah engah.
Serangan yang terisi seluruh kehendaknya. Itulah yang dia baru ciptakan.
Dia berniat membunuhku dengan itu. Saji tersenyum tipis.
“Aku sangat iri padamu. Kebanggaan dari majikan dan
senpaimu. Sang Sekiryuutei. Semua orang mengenal tentangmu. Tapi, meski aku
[Pion] yang sama denganmu, aku tak punya apa apa! Tak punya apa apa! Karena
itu, aku memakai seluruh kebanggaan dan kepercayaan diriku. Aku akan
membunuhmu, sang Sekiryuutei!”
Itulah teriakan Saji. Aku tak paham. Ternyata dia
memandangku seperti itu.......
Tapi, aku – akan mengalahkan impianmu! Aku memiliki impianku
sendiri, Buchou memiliki impiannya sendiri! Demi memenuhi semua itu, kita
mengorbankan nyawa kita, bersama!
Tooon!
Saji akhirnya menembakkan serangan yang terisi segenap
keyakinannya! Aku mencoba menghindarinya, namun—
Saji melepaskan benang yang melekat pada Boosted Gearku di
ujungnya dan menembakkannya ke arah kakiku!
Boosted Gearku dan lantai di kakiku terikat satu sama lain
oleh benang itu! Aku mencoba menariknya, namun benang itu terlalu keras dan
liat, dan aku tak bisa membebaskan Boosted Gearku dari lantai!
Ini gawat! Kalau terus begini, aku takkan bisa menghindari
sihir yang mendekat! Balance Breaker akan aktif tak lama lagi, tapi ternyata
waktunya tidak tepat!
Aku tak punya pilihan selain meneguhkan diriku sendiri!
Peluru sihir mengenaiku!
Doooooooooooooon!
Momen ia menghantam, peluru sihir itu meledak terbuka dan
auranya menyebar sepanjang sekeliling!
Dalam sekejap itu.
[Divide!]
Gauntlet putih muncul di tangan kananku dan menangkap
serangan Saji.
.......Aku menerima setengah serangannya. Namun, sisi yang
lain dilenyapkan oleh kekuatan Hakuryuukou. Tubuhku tak bisa menahannya
lagi......tapi, aku takkan menerima luka lebih besar lagi!
“—Peluru sihirku dibagi dua!?”
Saji terkejut.
“Aku bisa mengaktifkan kekuatan ini meski hanya sedikit saat
berlatih di pegunungan. Tapi, ada beberapa syarat pengaktifannya. Pertama,
kesempatan pengaktifannya kurang dari sepuluh persen. Ini mendekati judi.
Kedua, ini juga memerlukan keteguhan. Ini adalah energi kehidupanku. Tak peduli
aktifasi itu berhasil atau gagal, energi kehidupanku akan tersedot saat aku
mencoba memakainya. Ini judi yang cukup menyeramkan, bukan?”
Judiku telah berhasil. Namun energi kehidupanku tersedot
banyak. Usai menyelesaikan tugasnya, gauntlet putih itu segera lenyap dari
lengan kananku. Aku masih bisa memakainya, tapi tak mampu membuatnya tetap
terwujud.
Namun, berkat itu, akhirnya sempurna juga. penghitungan
Boosted Gear – selesai!
“Aku juga mempertaruhkan nyawaku. Aku tak bisa berhenti di
tempat seperti ini. Ayo majuuuuuuu! Bersinarlah! Boosted Geaaaaaaaaaaaaaar!”
Menanggapi teriakanku, suara Sacred Gearku membahana!
[Welsh Dragon Balance Breaker!!!!!]
Aura merah sangat besar yang menyilaukan mengelilingiku dan
berubah menjadi armor.
Di saat yang sama, kekuatan luar biasa mengalir ke dalam
tubuhku.
--Sekitar sepuluh menit telah berlalu sejak Game dimulai.
Waltz
Sudah beberapa menit sejak Game sudah dimulai. Aku –Kiba,
dan Xenovia memasuki tempat parkir multi-lantai.
Kami terus maju ke depan sambil dengan waspada melihat lihat
sepanjang tempat parkir yang sunyi senyap. Karena kami sudah menemui banyak
mata mata sepanjang misi kami, bergerak maju seperti ini adalah poin kuat kami.
Aku berjalan ke depan, dan kemudian, setelah aku
mengkonfirmasi kalau tak ada seorangpun yang bersembunyi di lokasi di depan
sana, aku memanggil Xenovia di belakangku agar dia juga terus bergerak maju.
Kami mengulangi ini berkali kali dan perlahan berhasil mencapai tempat parkir.
Rencana kami adalah turun sepanjang lorong mobil di lantai
kedua dan turun ke lantai pertama. Elevator disini juga berfungsi, tapi kami
takut diserang selagi menaikinya.
Kami tak punya pilihan selain terus bergerak dengan metode
yang paling bisa diandalkan.
Kami bergerak turun sepanjang lorong dari lantai kedua dan
turun ke lantai pertama dari tempat parkir.
--Ada sebuah sosok di hadapan kami.
Melihat dengan seksama, itu adalah gadis berkacamata dengan
rambut hitam panjang—
Aku mengenalnya. [Ratu] Kaichou, “Wakil Presiden dari OSIS”,
Shinra Tsubaki-senpai. Dia memegang naginata[28]
di tangannya.
Itu benar, kudengar dia adalah pengguna naginata. Dan dia
memiliki peringkat tinggi dalam penggunaannya juga.
“Apa kabar, Kiba Yuuto-kun, Xenovia-san. Aku tahu kalau
kalian akan datang kemari.”
Shinra-senpai berbicara dengan kalem. Ada dua gadis di
sisinya—seorang gadis dengan tubuh tinggi dan seorang gadis langsing yang
membawa pedang Jepang.
Gadis tinggi itu bernama Yura-san, seorang [Benteng]. Si
gadis yang membawa pedang Jepang bernama Meguri-san, seorang [Kuda].
Yura-san handal dalam teknik bertarung tangan kosong, dimana
Meguri-san adalah anggota klan yang menjalani hidup mereka dengan melenyapkan
roh jahat.
Begitu, jadi anda menempatkan orang orang di tempat parkir
ini, Sona-kaichou. Dia berhasil membaca kami. Dia sudah mengamankan tempat
ini.......dia memprediksi kalau kemungkinan kamilah yang akan menyerang.
Xenovia mencabut pedang yang dia bawa di punggungnya dan aku
juga menciptakan Pedang Suci Iblis di tanganku.
Xenovia tak menggunakan Durandal. Dengan aturan spesial itu,
dia takkan bisa bertarung baik dengan Durandal. Karena kekuatannya tak bisa
dikendalikan, nanti bisa menghancurkan seluruh bangunan ini.
[“Peluncur” pertama Rias Gremory-sama kalah.]
--! Kekalahan salah satu rekan kami terdengar dari
pengumuman. Sulit membayangkan kalau itu adalah Asia-san. Aku tak paham
bagaimana itu terjadi, tapi kemungkinan Gasper lah yang sudah dikalahkan.
“Kalem sekali kamu.”
Shinra-senpai mengatakan itu.
“Ya, karena aku takkan bisa bertahan kalau aku tak terbiasa
dengan hal seperti ini.”
Aku merespon dengan sangat kalem. Meski di dalam hatiku, aku
merasa miris. Karena aku bahkan meraskana frustasi dan penyesalan karena
kehilangan seorang teman.
Gasper-kun. kemungkinan, dia dijatuhkan sebelum bisa
menggunakan kekuatannya. Aku akan mengayunkan pedangku untuk membalaskan
kekalahanmu.
“Astaga, itu karena dia tak cukup melatih tubuhnya.”
Disampingku, Xenovia mendesah. Dia juga sangat kalem—Itulah
menurutku, namun matanya tidak.
“Tapi meskipun begitu, mereka mengalahkan kouhai imutku. Aku
harus membalaskannya.”
Tekanan mengerikan terpancar dari tubuhnya. Tekanan itu
bahkan sampai padaku, rekannya. Dia ternyata memiliki sisi lembut bagi temannya
juga. Disamping penampilannya, dia juga merasa kalau Gasper-kun sangat imut.
Menyadari kekalahannya adalah hal tak termaafkan baginya.
Bersama, kami mempersiapkan senjata spesial kami dan sambil
memperpendek jarak diantara kami dan lawan kami – kami menyerbu maju!
Giiiiiiiiiiiin!
Aku dan Shinra-senpai, serta Xenovia dan Meguri-san
bersilang pedang. Percikan percikan muncul dari hantaman pedang, dan suara
denting keras menggema.
Dalam sekejap itu, Meguri-san menyadari apa yang Xenovia
pegang di tangannya dan mengambil langkah mundur.
“.....Pedang Suci!?”
Dia mengeluarkan suara kekagetan.
Ya, Xenovia tengah memegang pedang suci. Lebih jauh lagi,
itu pedang Suci Legendaris.
“Ya, ini namanya Ascalon. Ise meminjamkannya untukku.”
[!?]
Azazel-sensei telah menyadari Ascalon, yang terasimilasi ke
dalam Boosted Gear.
“Ise, tak bisakah kamu mencabut itu?”
Karena kata kata ini, fakta kalau Ascalon bisa dilepaskan
dari Sacred Gear akhirnya terungkap. Sensei kemudian buru buru memberi Xenovia
rencana latihan untuk lebih terbiasa dengan Ascalon.
Sepertinya dia telah berlatih menggunakan Ascalon ketika
berlatih diluar. Karena kekuatan Pembunuh Naga dan kekuatan Sekiryuutei
tertanam di dalam Ascalon, ia telah berubah menjadi senjata spesial yang
memiliki kekuatan luar biasa.
Mungkin tidak sebanding kekuatan destruktif Durandal, namun
dari segi kemudahan pemakaian, pedang itu lebih mudah ditangani daripada
Durandal.
Namun, itu artinya Ise-kun tak memiliki Ascalon pada saat
ini. Tapi kelihatannya Ise-kun takkan memerlukan Ascalon kali ini......
Setelah itu, aku dan Xenovia memasuki pertarungan pedang
berkecepatan tinggi dengan lawan kami.
Kami memastikan untuk menghindari satu sama lain, namun ada
seseorang di pihak lawan, yakni si [Benteng] Yura-san, yang membuatku agak
cemas.
Bergantung pada gerakannya, kami akan tahu apakah dia akan
menganggap salah satu dari kami berbahaya dan akan mengincar entah aku atau
Xenovia.
Sambil tetap waspada pada Yura-san, aku terus menembakkan
Pedang Suci Iblisku pada wakil presiden! Pedangku dan Pedang Xenovia
memancarkan aura suci! kalau kami berhasil mendaratkan serangan ke tubuh lawan,
kerusakan besar akan tercipta. Kalau itu terjadi, mereka akan segera kalah,
karena teknik penyembuh tidak ada disini.
Hanya satu serangan pedang. Kalau mereka terkena satu
serangan pedang kami, itu akan menjadi kemenangan kami!
Saat ia berganti diantara serangan dan pertahanan, Xenovia
tiba tiba membuat lubang di ruang. Normalnya, siapapun akan berpikir kalau dia
akan mewujudkan Durandal disini.—Namun ternyata tidak.
Aura suci mengalir dari robekan di ruang dan menyelimuti
dirinya disekitar Ascalon yang Xenovia pegang.
“—Sambil terus mengunci Durandal di dalam ruang!? Kamu hanya
mengeluarkan aura sucinya!?”
Shinra-senpai nampak kaget saat dia menyadari itu. Xenovia
tersenyum.
“Ya. Aku disarankan cara yang menarik untuk memakai
Durandal. Aku entah bagaimana bisa memakainya dalam latihanku. Sekarang, aku
bisa memakainya lebih efisien.”
Buchou dan Azazel-sensei juga sangat memandang tinggi
Durandal Xenovia. Di saat yang sama, mereka merasa kalau sangat disayangkan
jika dia tak bisa mengendalikan pedang itu.
Durandal adalah Pedang Suci yang memiliki ketajaman sangat
besar. Sehingga, kalau pemiliknya tak bisa mengendalikannya, ia akan menjadi
pedang assasin. Kenyataannya, Xenovia memakai Durandal, namun itu juga fakta
kalau dia juga dibuat kesusahan dalam mengontrol kekuatan destruktifnya.
Dia mungkin bisa mengontrolnya suatu saat nanti. Namun,
sampai saat itu akan berbahaya untuk mengayunkan pedang assasin itu secara
sembrono. Sehingga, sensei mendapat sebuah ide.
“Tak bisakah kamu melepaskan hanya aura Durandal saja dari
ruang terpisah? Kamu lakukan itu lalu balutkan pada Ascalon atau Pedang Suci
yang Kiba ciptakan.”
Aku juga dibuat tercengang oleh ide menakjubkan untuk
memakai Ascalon dan pedangku seperti ini.
Durandal hanya perlu dikunci di ruang itu dan ia akan terus
menyalurkan aura suci kuatnya. Hanya auranya yang dikeluarkan dari ruang
terpisah dan kekuatannya disalurkan ke pedang kami.
Itu bukan Durandal sendiri, namun kekuatan yang sebanding
dengan itu sendiri tengah disalurkan tanpa batas ke pedang berbeda. Itu –
adalah kekuatan baru Ascalon yang Xenovia pegang di tangannya.
Gubernur Malaikat Jatuh Azazel. Dia telah menunjukkan segala
kemungkinan ini pada kami. Malaikat Jatuh seperti itu pernah menjadi musuh
kami. Aku bersyukur karena sekarang dia ada di pihak kami.
Xenovia menyerang lawannya dengan aura Ascalon + Durandal!
Giin! Giiiiin!
Cahaya dan percikan perak berkilat dalam kegelapan di tempat
parkir. Keahlian dan pedang yang dimiliki oleh [Kuda] Meguri-san memang
spesial, namun dia secara perlahan disudutkan oleh kecepatan dan kekuatan
Xenovia!
“Rasakan ini!”
Tak melewatkan celah untuk sesaat, Xenovia dengan sekejap
menyudutkan lawannya! Kena dia!
Namun, ada seseorang yang melangkah ke dalam ruang diantara
mereka—si [Benteng] Yura-san!
Saat dia mengacungkan tangannya di depan Xenovia—
“Reverse!”
Xenovia melepaskan serangannya, namun aura suci telah
menghilang dan berubah menjadi aura Iblis!
Tebasan Xenovia menjadi serangan yang terjebak oleh
momentum, dan pada momen itu pedangnya ditangkap oleh Yura-san dan ditangkis.
Yura-san mencoba mengejarnya dalam kondisi itu, namun Xenovia memulihkan
keseimbangannya dan menghindari tendangannya.
Gashaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!
Tendangan itu menghempaskan sejumlah mobil dengan
kekuatannya. Serangan langsung akan sangat berbahaya!
Aku menjadi terdiam membisu oleh fenomena barusan itu. Aura
suci berubah menjadi aura Iblis?
Yura-san tadi meneriakkan “reverse”. Dengan kata lain, dia
mengubah aura suci menjadi aura Iblis? Apa itu kemampuan Yura-san? Atau Sacred
Gearnya? Aku tak memahami alasan untuk itu, tapi ini sangat merepotkan.
Mungkin itulah yang disebut tipe-serangan balik. Itu kasus
spesial, namun akan gawat kalau serangan balik itu digunakan ketika Yura-san
dan Meguri-san bekerja bersama.
Kekuatan suci Ascalon dibalik dan diubah menjadi kekuatan
Iblis. Hanya luka biasa yang akan diterima Iblis dari kekuatan Iblis. Karena
asal muasal Iblis adalah dari sihir Iblis. Itu hanya akan menjadi tebasan
biasa.
Xenovia juga memiliki keahlian luar biasa, namun
pertarungannya akan terganggu karena dia telah berlatih dan bertarung berbasis
Pedang Suci. kalau dia menerima serangan balik, bahkan Xenovia akan jatuh.
......Baiklah, kelompok Sitri. Kalau sudah begini—
“Xenovia! Tukar posisi denganku!”
Oleh teriakanku, aku dan Xenovia bertukar tempat dan
mengganti lawan kami masing masing.
Ini tak apa apa. Dengan Pedang Suci Iblisku, efek dari
“reverse” mereka tak akan ada artinya karena tak ada yang bisa dibalikkan
ketika kekuatan suci dan Iblis tergabung bersama.
Yura-san juga tak menggunakan posisi “reverse”nya, dan dia
mulai menyerangku bersama dengan Meguri-san.
Di samping kami, Xenovia dan Shinra-senpai mulai menebas
satu sama lain. Serangan ganas Xenovia begitu kencang dan akhirnya dia berhasil
menyudutkan Shinra-senpai di depan dinding!
--Dia pasti menang!
Xenovia, lekaslah selesaikan dia!
Seolah pikiranku dikirimkan padanya, Xenovia mengangkat
Ascalon dan memasuki postur untuk serangan penghabisan! Dia bisa melakukannya!
Kalau kita bisa menjatuhkan [Ratu], maka seluruh situasi kita akan jadi lebih
mudah!
“Dengan ini—pertarungan sudah ditentukan!”
Saat Xenovia mengayunkan Ascalon pada Shinra-senpai dan
memberikan serangan kritis—dalam sekejap itu.
“—Sacred Gear, Mirror Alice[29].”
Cermin besar dengan ornamen muncul di depan Shinra-senpai!
Tebasan Xenovia berlanjut tanpa berhenti dan menghancurkan
cermin itu!
Zuooooooooooooooooon!
“--!?”
Sebuah gelombang dilepaskan dari cermin yang rusak dan
menyerang Xenovia!
Dengan ekspresi kebingungan di wajahnya, Xenovia
memuncratkan darah dari sekujur tubuhnya!
“Saat cermin ini dihancurkan, dampak darinya digandakan dan
kembali pada lawan.—Aku adalah pengguna serangan balik. Kiba Yuuto-kun, salah
besar untuk mengirim tipe-Kekuatan Xenovia-san untuk melawanku.”
Shinra-senpai mendengus.
“Gahah!”
Tergeletak di permukaan jalan, Xenovia batuk batuk darah
dari mulutnya dengan kesakitan.
--Mereka mendapat kita! Kemampuannya berbeda dari yang aku
sudah dengar. Mungkinkah dia mengalami pertumbuhan berbeda dan memperoleh
kemampuan baru!?
“Satu satunya yang tersisa adalah Kiba Yuuto. Hanya kamu
yang masih ada.”
Mereka bertiga mendekatiku. Aku memungut Xenovia dan
kemudian dengan cepat menyembunyikan diriku di dalam bayangan terdekat.
Aku menempatkan Xenovia di bawah bayangan mobil dan
mengeluarkan obat obatan medis yang tadi kuambil dari toko obat sebelum
pertandingan.
Kami benar benar kalah barusan. Sampai dia menempatkan dua
pengguna serangan-balik disini......sepertinya Sona-Kaichou berniat
menghancurkan kami lebih dulu. Jadi dia sudah memprediksi kalau kamilah
penyerang utama disini.
Memang, mereka adalah ancaman bagi kami yang memiliki kaki
cepat dan pengguna Pedang Suci. Kaichou telah menutup kelemahan mereka masing
masing dengan membuat mereka mengeroyok kami dan memaksa kami menggunakan
kekuatan suci.
--Mungkinkah dia sudah memprediksi segalanya sampai poin
ini!?
Xenovia......berada dalam kondisi serius. Dia telah menerima
kekuatan Durandal dan Ascalon yang digandakan!
Kalau Sacred Gear Shinra-senpai adalah tipe yang membalik
serangan suci dengan sempurna, maka akan jadi kekalahan seketika bagi kami.
Kalau ditangani dengan sembrono, Xenovia bisa saja mati.
Dengan luka luka ini, kemundurannya dari medan tempur sudah
takkan lama lagi. Dia akan benar benar kalah dengan serangan berikutnya.
Buchou adalah satu satunya yang membawa “Air Mata Phoenix”.
Kami juga tak bisa memakai teknik penyembuh disini.
Xenovia memegang tanganku saat aku mengobatinya dan
berbicara.
“......Abaikan aku, Kiba. Aku akan segera lenyap dari tempat
ini saat aku mundur tak lama lagi karena luka luka ini.”
Namun aku menjauhkan tanganku darinya dan terus
mengobatinya.
“Ya, aku tahu itu. Tapi, tahukah kamu, aku berjanji kalau
aku takkan dengan mudah mengabaikan rekanku sendiri.”
“.....Lunak sekali. Kamu jadi seperti Ise.”
Aku tersenyum oleh kata kata itu.
“Itu membuatku senang. Karena bagian dariku juga berpikir
kalau aku ingin menjadi seperti dia.”
Itu benar, aku menginginkan semangat yang takkan pernah
menyerah seperti Ise-kun. Dia sungguh hebat.
Biarpun dia tahu kalau dia lemah, dia masih tetap maju ke
arah lawan. Dia mengecilkan dirinya sendiri, namun faktanya, dia memahami
dirinya lebih dari siapapun dan terus berusaha keras.
Lebih tepatnya, aku sudah bukan tandingannya lagi dari segi
kekuatan fisik biasa. Usaha dan keberaniannya dalam memasuki teritori musuh
layak dikagumi. Maju selangkah demi selangkah dengan usaha keras,
perkembangannya lebih terhormat dari siapapun juga.
“Menjadi seperti Ise? Maksudmu menjadi seorang mesum?”
“Itu sifat alaminya Ise-kun – aku ingin memiliki keberanian
dan semangatnya.”
Oleh kata kata itu, Xenovia tertawa kering.
“.....Itu sama sekali tak cocok untukmu lho.”
Aku juga berpikir seperti itu.
“Benar. Namun, selama aku bisa menggerakkan meski hanya satu
jari, aku takkan jatuh!”
“.....Begitu. Apa kamu menyuruh orang sepertiku untuk
bergerak karena aku masih bisa menggerakkan jariku? Kamu lelaki kejam.”
“Kalau aku jatuh, akan kulakukan yang bisa kulakukan,
biarpun aku hanya bisa menggerakkan satu milimeter atau inchi. Karena kalau
tidak—penyesalan karena tak melakukan apa apa akan lebih menyakitkan sampai aku
mau mati!”
[“Pion” pertama Sona Sitri-sama telah kalah.]
Ada pengumuman. Sepertinya seseorang telah menjatuhkan
seorang lawan. Kami juga harus bertahan.
Suara langkah kaki musuh semakin mendekat.
--Xenovia.
Kamu akan segera mundur dari sini. Tapi sebelum itu, kupikir
akan kutunjukkan ini padamu. Aku kemudian muncul di depan tiga lawan.
“Sudahkah kamu menyiapkan dirimu?”
Bersiap memakai naginatanya, Shinra-senpai mendekat.
Robekan kecil di ruang muncul di belakangku. Xenovia
membuatnya terbentuk. Kalau begini takkan terlihat musuh, karena ini adalah
titik buta. Kemudian, aura Durandal mengalir padaku.
Baiklah, Xenovia, akan kutunjukkan padamu.
Teknik ini yang diciptakan oleh kau dan aku, dua [Kuda] Rias
Gremory!
Zazazazan!
Pedang Pedang Suci Iblis menyembul dimana mana di dalam
tempat parkir ini. Aura Suci Iblis yang menyelimuti mereka mungkin sedikit.
Tapi, kalau aura Durandal ditambahkan di dalamnya, maka lain lagi ceritanya.
“—Durandal Birth!”
Serangan itu menusuk tubuh Yura-san dan Meguri-san. Tepat
saat tubuh mereka mulai bersinar, mereka menghilang dari tempat ini.
Dua sudah jatuh. Shinra-senpai -- Nampaknya sudah kabur dan
meninggalkan tempat parkir.
Di lenganku, tubuh Xenovia mulai bersinar.
“Kiba. Itu serangan yang bagus.”
Ekspresinya diselimuti oleh senyum seiring tubuhnya semakin
memudar. Lalu aku juga tersenyum dan melihat kepergiannya.
“Ya, saat kamu dan aku bekerja bersama lagi, kita bisa
membuat lebih banyak pedang suci bersemi.”
Bobot tubuhnya semakin menghilang dan kemudian dia sendiri
juga menghilang.
Pariiiiiiiiin.
Setelah membuat suara berjeda pendek, pedang pedang suci
yang menyembul dimana mana sepanjang tempat ini hancur dan lenyap menjadi
ketiadaan.
Life 5 : Buchou vs Kaichou : Paruh Kedua!
Bagian 1
Beberapa menit setelah aku mulai bertarung dengan Saji.
Dia dan aku masih bertukar pukulan terhadap satu sama lain.
Tak peduli bagaimana kalian melihatnya, aku yang lebih unggul. Saji sudah babak
belur. Dia tengah mempertahankan dirinya memakai benang yang dibundel di
lengannya sebagai perisai, namun dia tak bisa menangkis setiap serangan.
Kadang kadang dia dihajar sampai jatuh sampai poin dia
menabrak dinding toko di belakangnya. Pertarungan tangan kosong kami nampak
sebanding. Namun, serangan dan pertahananku meningkat sampai poin dimana kami
bahkan tak bisa dibandingkan. Aku masih belum mencapai kekuatan sejatiku,
namun..........
Aku menghajarnya berkali kali. Meskipun begitu, dia masih
berdiri. Biarpun kakinya bergetar sembari dia melakukan itu!
Dia melempar tinju ke armorku. Tinju Saji sudah remuk. Aku
bisa mendengar suara sentakan luka di tinjunya, dan tinjunya sudah tertutup
oleh darah.
Meski Saji telah menembakkan benangnya padaku, aura
Sekiryuutei mengenyahkannya dan tak membiarkan dirinya tersambung denganku.
Namun, benang yang telah tersambung ke lengan kananku saat
dia pertama datang tak bisa lepas bahkan saat aku bertransformasi menjadi
armor, dan tak peduli berapa kali aku mencoba menghancurkannya dengan auraku,
itu tetap tak bisa lepas! Dimana sebenarnya itu terhubung!?
Mungkin Ascalon yang telah kupinjamkan ke Xenovia bisa
memotongnya, namun tak ada artinya mengatakan itu sekarang. Aku hanya perlu
memotongnya saat kami berkumpul lagi nanti.
Ada hal lain juga yang aneh. Meski armorku seharusnya
tangguh, kapanpun Saji berhasil memukulku, pikiran dan tubuhku berguncang dan
bergema. Hal itu perlahan menjadi semakin terasa, dan rasa sakit yang kuterima
memberitahuku kalau aku tentu sedang babak belur di dalam armorku. – ternyata
aku juga mendapatka luka disini!
“....Aku akan menang......hari ini, aku akan
mengalahkanmu......akan kuambil langkah pertama menuju impianku......”
Siapa sebenarnya orang di hadapanku ini? Sembari memuntahkan
darah, siapa dia sebenarnya?
Pada waktu itu, aku mengingat dalam pikiranku kata kata yang
Tannin-ossan katakan padaku sepanjang latihan.
[Nak. Dengarkan baik baik. Serangan yang paling menakutkan
adalah “Pukulan keras”[30].]
[Pukulan keras?]
[Ya. Rating Game dimana kamu akan bertarung mulai dari
sekarang akan berisi sejumlah orang yang bertarung dengan beragam perasaan.
Demi kehendak seseorang, demi hobi, demi keluarga, demi wanita, demi kekayaan,
dan demi impian. Beragam pikiran dan perasaan bercampur bersama. Diantara ini,
bahkan terdapat orang orang yang mempertaruhkan nyawanya dalam Game. Diantara
para peserta di dalam kuali besi mengerikan ini, ada serangan yang paling harus
ditakuti. Yakni “Pukulan keras”.]
[Apa itu semacam jurus spesial? Atau Sacred Gear? Teknik
sihir?]
[--Bukan, nak, genggamlah tanganmu. Apa yang sedang
digenggam di tanganmu disana?]
[.....Aku tak tahu.]
[Itu “Terisi” dengan sesuatu. Impian, atau jiwa. Nyawa
seseorang “diletakkan” pada tinju itu. ini, diatas semua hal, sangatlah
berbahaya. Kalau seseorang punya waktu mempersiapkan serangan yang lain,
pukulan ini bisa dihantamkan sampai poin tertentu sama halnya pukulan yang
lain. Namun, itu saja tidak cukup. “Pukulan Keras” mencapai inti tubuh. Ini
efektif. Itu luar biasa efektif. Bahkan di Dunia Bawah dengan sihir dan
sainsnya, kerusakan dari pukulan itu tak bisa diungkapkan secara jelas. Namun,
orang orang yang dihantam dengan pukulan ini paham. Ya, ini buruk, pikir
mereka. Seorang lawan yang bisa melepaskan pukulan ini tidak salah lagi, adalah
musuh yang betul betul kuat. Kau tak boleh setengah setengah melawan mereka.
Kalau seorang lawan bisa melepaskan pukulan itu biarpun dia berlevel lebih
rendah darimu, lain lagi ceritanya. Kalau kau menerima pukulan itu, situasi
pertarungan akan berubah drastis. Itu akan menembusmu. Tak peduli pertahanan
apa yang kau pakai untuk bertahan darinya, itu akan mencapai inti tubuhmu.]
Aku paham sekarang, ossan. Pukulan Saji telah menembusku.
Pukulannya menembus armorku dan menjangkau tubuhku!
[Semangat ini. Apa “Prison Dragon” yang tertidur dalam
Sacred Gearnya merespon perasaan Saji?]
Sacred Gear tipe-Naga memang menakutkan, Ddraig. Aku tak
bisa memahami apa yang sedang terjadi!
“Hyodooooooooooooooooou!”
Biarpun tubuh dan pikirannya disiksa oleh realita kejam,
Saji tak berhenti memukul.
Aku juga merespon, dan adu pukulan dimulai.
“Biar aku menanyaimu satu hal! Seperti apa itu!? Apa
payudara majikanmu lembut!? Apa rumor tentang mereka terasa seperti marshmallow
itu benar!? Apa tubuh wanita benar benar seperti puding yang tak bisa runtuh!?”
Aku diserang oleh tatapan Saji yang membara dengan
kecemburuan dan rasa iri!
Mengambil kesempatan ini, dia menembakkan benang,
menyambungkannya ke bangku di belakangku dan mengayunkannya dengan segenap
kekuatannya, namun aku menyilangkan lenganku dan melindungi diriku. Bangku
remuk menjadi potongan potongan kecil dan terpecah pecah di lantai.
Itu sebanding dengan luka yang kuterima barusan!
“Apa yang kau pikirkan saat kau meremas payudaranya!?
Sialaaaaaaaaaaan!”
Bukankah ini terasa lebih dahsyat daripada pukulan saat dia
membicarakan tentang impiannya!?
Kemudian, dia membentangkan beberapa benang ke toko
furnitur, dan menarik sejumlah furnitur besar dari sana dan membentuk
lengkungan sepanjang udara dengan mereka seiring mereka membawanya tepat di
atas kepalaku! Jadi dia berniat untuk menjatuhkan semua itu padaku seperti
itu!?
Gunn!
Dengan seluruh furnitur besar berjatuhan, aku menembakkan
Dragon Shot yang aku batasi sampai minimum ke langit! Penyetelan kekuatan ini
terlalu sulit! Aku tak bisa menembakkan yang seperti ini beberapa kali!
Dooooooon!
Gelombang ledakan kekuatan sihir merah dengan sekejap
menghapus semua furnitur besar, namun—
Dogoh!
Punggungku dihantam sesuatu! saat aku menoleh kebelakang,
Saji sudah mengubah arah serangan salah satu benang dan menghantamkan lemari
padaku! Itu tak memberiku kerusakan yang terlalu besar, namun dampaknya
tersalurkan ke seluruh tubuhku.
Biarpun tak ada kerusakan berarti, hantaman semacam ini
buruk untuk tubuhku! Kalau aku terus dihantam seperti ini, sepertinya efek yang
merugikan akan mulai bermunculan!
“Aku juga ingin meremasnya! Aku ingin sekali
meremasnyaaaaaaaaaaaaa!”
Buwah! Saji akhirnya melepaskan air mata frustasi.
“Aku belum pernah melihat payudara sama sekali! Tak tahukah
kau berapa banyak aku berdoa untuk puting susu seumur hidupku!? Padahal kau
bisa melihatnya sebanyak yang kau mauuuuuuuu!”
Gonn!
Aku memukul jatuh Saji, namun dia segera bangkit! Sial!
Semangat tempurnya sungguh hebat!
“Tapi, Hyodou! Bukan payudara yang paling kuinginkan! Tapi
menjadi guru! Seorang guru! Aku akan menjadi guru! Tak bisakah aku menjadi
guru!? Kenapa kita harus ditertawakan!?”
Dan kemudian – Saji menangis padaku. Tidak, tangisannya
diarahkan pada semua orang yang menyaksikan ini—
“Kami tak menyatakan impian kami hanya untuk ditertawakan—“
“Aku tak mentertawakanmu! Mustahil bisa mentertawaimu saat
kau mempertaruhkan nyawamu seperti ini!”
Menghadapinya, aku – memukul Saji! Itu tidak cukup, jadi aku
memukulnya lagi!
Wajah Saji mulai membengkak, dan dia memuntahkan patahan
gigi dan darah dari mulutnya.
Meski begitu, Saji tetap berdiri, dan menghadapiku lagi dan
lagi. Dia benar benar idiot yang jujur.
“Hari ini! Aku pasti! Aku pasti akan melampauimu!”
Teriakan keras Saji menggema hingga menembus armorku dan
hatiku dengan ‘bang’.
Setelah itu, aku menghantamkan sejumlah pukulan padanya.
“Hyuh.....Hyuh.....”
Sebelum aku menyadarinya, suara nafas yang keluar dari mulut
Saji mulai terdengar parau.
Dia pasti sudah mencapai batasnya. Karena sudah banyak luka
goresan di mulutnya sekarang, darah tak mau berhenti mengalir dari bibirnya.
Dia sudah mencapai poin dimana dia bahkan tak bisa berbicara.
Wajahnya bengkak dan mata kirinya sudah benar benar
tertutup.
Tubuhnya berguncang, dan posisinya juga tak stabil. Beberapa
jarinya menekuk ke arah yang salah. Meskipun begitu – meskipun begitu, Saji
menghadapi hanya dengan cercah kuat di matanya.
“Kemarilah, Saji! Kemari! Sajiiiiiiiiii! Kau tak akan
membiarkannya berakhir disini saja, kan!? kau tak berniat membiarkannya
berakhir seperti ini saja, kan? Bukankah kau akan melakukan hal hal yang tak
mungkin bagi para idiot seperti kita dan melarikan diri!?”
Dia perlahan berjalan ke depan, langkah demi langkah.
Saji tak melarikan diri. Saji menghadap ke depan. Tanpa
mengalihkan tatapannya meski hanya satu inchi dariku, dia terus bergerak maju.
Penampilannya saat ini serupa dengan aku dalam pertarungan
Phenex. Aku juga sudah melihat diriku sendiri saat itu di video rekaman. Meski
aku sudah babak belur, aku terus bergerak maju. Agar bisa mendekati lawanku.
“Kau juga berlatih mati matian, kan!? Aku juga berlatih mati
matian.”
Aku bisa merasakan tekanan mengerikan dari Saji. Meski aku
jelas jelas melampauinya, aku tertekan oleh aura menakutkannya.
Biarpun aku memukul dan memukul, dia tak akan jatuh—
Tak kusangka akan menemui lawan yang memberiku rasa takut
seperti ini—
Hei, Raiser Phenex. Kau juga merasakan hal itu saat
menghadapiku, kan? Aku paham sekarang. Alasan kenapa kau terus menyerang jatuh
diriku—
“Saji, aku akan mengalahkanmu.”
Saji meluncurkan pukulan padaku dengan tangan bengkoknya. Ia
meluncur ke depan dengan kecepatan agak lambat, namun aku menghindarinya dengan
gerakan terkecil. Kemudian, aku meluncurkan pukulan balasan kepadanya.
Dagan!
“—“
Tinjuku dengan sempurna menghantam wajah Saji. Aku juga
merasakan dampak hantamannya. Itu adalah hantaman yang secara sempurna
memutuskan kesadarannya.
Meskipun begitu – meskipun begitu, Saji menggenggam lengan
kananku dengan kedua tangannya. Dengan begitu kuat seolah dia tak mau
melepasnya.
Saji telah kehilangan kesadarannya. Namun kedua tangannya
tak mau lepas dari lengan kananku.
Kemudian, dia terus memegang lengan kananku, tubuhnya
terbungkus dalam cahaya.
Aku – tak bisa melepaskan mataku dari Saji sampai dia
menghilang.
Karena aku merasa kalau, aku melihat ke arah lain, dia akan
membangkitkan dirinya lagi.
[Salah satu “Pion” Sona Sitri-sama, kalah.]
“Koneko-chan.”
Aku membuka topeng armor di helmku dan menunjukkan wajahku.
“Bisakah kamu pegang tanganku?”
“.....Senpai?”
Aku berbicara dengan senyum terpaksa.
“Ini kali pertama aku menghajar jatuh temanku. Aku
memahaminya. Aku memahaminya, namun—“
Koneko-chan dengan lembut menggenggam tinju gemetarku sambil
tersenyum. Aku bisa merasakannya melalui gauntletku.
“Kamu keren sekali. Senpai yang kubanggakan.”
Kata kata itu sudah cukup untuk mencapaiku.
Bagian 2
Dengan selesainya pertandinganku melawan Saji, aku merusak
pintu mesin penjual minuman terdekat dan meneguk sebotol air dari dalam.
Koneko-chan juga memulihkan dahaganya.
Sial. Aku tak bisa menyingkirkan gemetar di tubuhku. Apa itu
efek dari mengenakan armor? Memang, aku telah mendapat banyak luka dalam
pertarungan melawan Saji, tapi itu tak mencapai poin dimana aku tak bisa
bertarung.
Menurut pengumuman beberapa saat yang lalu, sepertinya satu
dari [Kuda] kami telah dijatuhkan. Apa itu Kiba? Atau Xenovia? Aku tak tahu
yang mana. Yang manapun dari mereka yang masih selamat kuharap tak mendapatkan
luka kritis.
Pihak lawan juga telah kehilangan satu bidak [Kuda] dan
[Benteng].
Pihak kami memiliki enam orang tersisa. Pihak sana punya
empat. Itu adalah jumlah yang tak bisa kami lawan dengan sembrono. Aku juga
punya kurang dari 20 menit tersisa dalam kondisi ini. Kami harus menyelesaikan
ini dengan cepat.
“......Ise-senpai.”
Koneko-chan menunjuk tangan kananku. Itu benar, meskipun
Saji sudah menghilang, benang yang melekat di lengan kananku belum. Bahkan saat
aku mengaktifkan armorku, hanya benang ini yang tak menghilang. Benang ini
pasti terhubung ke markas Sitri.
Untuk apa ini? Ini sepertinya bukan hal yang bagus, tapi
karena ini tak menghilang bersama dengan Saji, dia pasti telah menaruh banyak
pikiran dan perasaan di dalam ini........Saji, apa yang sebenarnya kau letakkan
di dalam sini?
Pada waktu itu, kami dihubungi melalui perangkat komunikasi
kami.
[Tim serangan, apa kalian dengar? Kita sekarang akan maju ke
arah markas musuh.]
Komunikasi dari Buchou. Begitu, jadi Buchou akhirnya sudah
mulai bergerak juga. panggung pembuka dan pertengahan telah berakhir, dan kami
semua melaju ke markas musuh sekaligus! Setelah menarik nafas panjang, aku
berbicara pada Koneko-chan.
“Ayo.”
Koneko-chan mengangguk, dan kami menuju ke arah pertarungan
akhir penentuan.
Terdapat tempat yang terlihat seperti plaza pusat di tengah
mall perbelanjaan.
Dikelilingi oleh bangku melingkar, terdapat menara jam di
tengah tengahnya. Para pembeli yang lelah berbelanja sering duduk duduk disana.
Setelah kami mencapai sejauh itu, aku berhenti berjalan.
Sudah wajar – karena Sona-kaichou ada tepat di hadapanku!
“Bagaimana kabarmu, Hyodou Issei-kun, Toujou Koneko-san.
Begitu, jadi itu penampilan dari Sekiryuutei. Aku merasakan gelombang
menakutkan darimu. Sudah wajar kalau semua orang menganggapnya berbahaya.”
Dia berbicara dengan nada kalem dan tenang.
Kaichou tengah dikelilingi oleh sebuah dinding pelindung.
Seorang yang melepaskan dinding pelindung adalah dua [Peluncur] anggota OSIS.
Dan benang yang melekat ke lengan kiriku terhubung pada salah satu [Peluncur].
Jangan jangan, rencana mereka adalah menghubungkan
kekuatanku melalui [Peluncur] itu dan ke dinding pelindung? Akan gawat kalau
kekuatan Sekiryuutei digunakan di dalamnya!
Kalau Kiba atau Xenovia bergabung dengan kami, kami hanya
perlu memotongnya dengan pedang suci.
Tak lama kemudian, wakil presiden OSIS, Shinra-senpai
muncul. Gadis ini juga cantik. Lebih jauh lagi, dia secara mengejutkan memiliki
tubuh glamor!
Berlari mengejarnya, Kiba muncul dari arah berlawanan dari
tempat kami muncul. – Jadi seorang yang tadi dikalahkan adalah Xenovia, huh.
“......Sona, kamu berani juga. Sampai datang langsung ke
wilayah tengah.”
Suara Buchou! Saat aku melihat kebelakang, aku melihat kalau
Buchou juga sudah tiba disini.
“Bukannya kamu sendiri, sang [Raja], juga bergerak secara
pribadi, Rias?”
“Ya, karena kita sudah mencapai tahap akhir. Meski nampaknya
hasil ini cukup berbeda dari yang sudah aku duga.”
Buchou memasang ekspresi kaku. Tentu, tujuan rencana kami
adalah untuk Kiba dan Xenovia bisa menjatuhkan Kaichou. Aku seharusnya menjadi
umpan demi itu, tapi.......Dia nampaknya sudah bisa membaca kami!
Apa kaichou selangkah lebih tinggi dari kami? Tidak, aku
percaya pada Buchou!
--.
Tiba tiba, kesadaranku menjadi
kabur.....A-re.....A-rere.....?
Aku terhuyung di tempatku.....A-rere? Kekeruhan di pikiranku
menjadi semakin kuat sedikit demi sedikit.......?
Akhirnya, aku jatuh di atas lututku di tempat aku berdiri.
“......Ise?”
Buchou menyadari perubahan padaku dan Asia mengaktifkan
Sacred Gear penyembuhannya padaku. Sembari memancarkan cahaya hijau pucat, ia
menyelimuti tubuhku dengan cahaya lembut – rasa sakitku menghilang, tapi
kaburnya kesadaranku tetap tidak pulih!
Buchou mencoba mengeluarkan [Air Mata Phoenix], namun
berhenti. Dia menilai bahwa, kalau seseorang tak bisa disembuhkan secara
sempurna dengan Sacred Gear Asia, maka air mata juga tak akan memberi efek.
Semua anggota kelompok yang lain juga menyadari perubahan
padaku, dan menjadi kebingungan. Diantara mereka, hanya kaichou yang nampak
tersenyum.
“Tak ada dari Sacred Gear Asia-san atau [Air Mata Phoenix]
akan memberi efek. Rias, aku melihat rekaman video tentang bagaimana
pertarungan dengan Raiser berakhir. Yang aku pahami dari itu adalah Hyodou-kun
adalah lelaki yang tak akan menyerah dalam pertarungan, sampai poin terasa
mengerikan. Demi rekan rekannya, demi dirinya sendiri, dan diatas semua itu
demi Rias—“
Kaichou melanjutkan lebih jauh.
“Kami mungkin tak bisa mengalahkannya dengan kekuatan
semata. Tak peduli berapa kalipun kami menjatuhkannya, dia akan terus bangkit
kembali. Bagi kami, “semangat dan keberanianmu” itu sama mengerikannya dengan
kekuatan Sekiryuutei. Ya, kalau kamu tak menyerah dan terus berdiri, kamu
percaya kalau suatu saat bisa mengalahkan musuhmu. Kekuatan kehendak itu
berhubungan langsung dengan kekuatan Sekiryuutei dan meningkatkan kekuatanmu
beberapa kali. Itulah senjata terbesar bagi Hyodou-kun.”
I-itu karena keberanian dan semangat adalah satu satunya
yang kumiliki........
“Karena itu kami tak punya pilihan selain mengalahkanmu
dengan metode berbeda.”
Dari kantong yang tengah dipegang oleh salah satu [Peluncur]
– sebuah bungkusan dikeluarkan.
Bagian dalamnya nampak merah. Seperti darah. Benang
terhubung ke bungkusan itu dan – jangan jangan, di dalam bungkusan itu
adalah.......Kaichou mengkonfirmasi isi dalam bungkusan.
“—Itu darahmu. Kamu adalah Iblis tereinkarnasi yang pada
dasarnya manusia. Akan mematikan kalau manusia kehilangan setengah dari darah
yang mengalir dalam tubuhnya. Kamu mengetahuinya, kan? Aturan dari Rating Game.
Saat Iblis mencapai poin dimana ia tak mampu bertarung sepanjang Game, mereka
akan dipindahkan secara paksa ke ruang kesehatan.”
--Saji! Kau! Jadi ini yang kau incar dari sejak awal!?
Gakun! Aku tiba tiba kehilangan seluruh kekuatan di tubuhku!
Hyuh!
Kiba melempar pedang Suci Iblis pendek dan memotong benang
yang terhubung padaku, namun – darah merah menyembur keluar dari benang putus
di lantai. Ah, jadi darahku disedot melalui benang itu.
“Sudah terlambat. Kamu sudah kehilangan cukup darah untuk
dipindahkan ke ruang kesehatan.”
Itu kata kata dingin Kaichou!
“—Sona. Kamu--!”
Buchou berlari ke arahku. Ekspresinya terselimuti
ketidaksabaran.
Buchou dan kami sudah benar benar kalah taktik......
“Itu benar, aku menggunakan Sacred Gear Saji untuk menyedot
darah Hyodou-kun sedikit demi sedikit – sampai dia memasuki kondisi berbahaya.
Demi terus menerus menggunakan Sacred Gear, yang kemampuan dasarnya adalah
untuk menghisap energi dari target, namun justru untuk menghisap darah mereka,
diperlukan latihan keras dan kendali yang tinggi. Namun, Saji berhasil mencapai
semua itu.”
Jadi dia terus memukulku bahkan saat dalam kondisi itu bukan
hanya karena semangat dan keberaniannya, namun juga untuk mengulur waktu!
Karena dia hanya bisa menyedot darahku sedikit demi sedikit, dia mengorbankan
tubuhnya sendiri saat itu demi mengulur lebih banyak waktu!
Dia bisa saja mengulur waktu dengan melarikan diri dariku,
namun dia justru menghadapiku secara langsung.—Saji! Kau!
--Jadi semua itu demi mengalahkanku secara langsung!
“Hyodou-kun, sebentar lagi kamu akan kalah. Kamu hanya bisa
melakukan satu atau dua serangan sekarang. Alasannya adalah kehabisan darah.
Armormu memang padat. Kekuatan seranganmu juga kuat. Namun, saat aku mencari
cara mengalahkanmu, ada banyak cara. Biarpun kami tak bisa mengalahkanmu secara
fisik, aturan Game akan menganggapmu tak mampu bertarung.”
Aku—tak punya kekuatan untuk berdiri lagi. Aku benar benar
sudah kalah.......
Jadi ada metode semacam itu........jadi rencana Kaichou jauh
lebih baik dari kami? Kaichou mempertanyakan Buchou.
“Rias, apa yang akan kamu pertaruhkan dalam pertarungan ini?
Aku berniat mempertaruhkan nyawaku. Impianku sangatlah sulit. Kalau aku tak
menghancurkan rintangan satu demi satu, aku tak akan bisa membuka jalan
solusi.”
Kaichou berbicara pada Buchou tepat di hadapannya!
“Rias, aku akan menghancurkan kebanggaan dan perkiraanmu.”
Pada kata kata Kaichou, Buchou memasang ekspresi masam
seolah dia baru mengunyah serangga pahit. Dia pasti sangat malu! Tentu, Buchou
yang lebih unggul dalam pertarungan ini. Keunggulan yang nampak sangat hebat
sampai sangat wajar kalau kami yang menang.
Namun dalam situasi itu, hal ini terjadi. Kalau Buchou
dikalahkan begitu saja oleh musuh yang telah mengambil tindakan pencegahan
melawannya, perkiraannya akan turun secara drastis! Kaichou ternyata mengincar
hal itu!
Sona Sitri! Sejauh mana kau bisa memperhitungkan hal hal!
Tatapan Kaichou berpindah padaku.
“Saji – dia selalu berkata kalau dia akan melampauimu. Bagi
Saji, kamu adalah sesama [Pion], teman, dan rival yang ingin dia kalahkan.”
--.
Aku merasa puas oleh kata kata kaichou. Semangat bertarung
dan cita cita Saji saat melawanku. Itu semua sangat membekas padaku.
Dia – sudah mengincarku sejak awal, huh.
“Namun, kamu memiliki Naga Legendaris di dalam dirimu.
Dengan hanya itu, dia memiliki rasa rendah diri terhadapmu. Aku ingin
menyampaikan pada anak itu bahwa dia bisa bertarung sembari menangisi hal
seperti itu. Dan itu tersampaikan padanya. Benang itu tak lenyap meskipun Saji
sudah babak belur. Dia mengisinya dengan seluruh perasaannya. Akan kukatakan
ini padamu yang sebentar lagi akan menghilang dari medan tempur. Ketika kamu
hanya mengincar posisi top, Saji terus mengejar tujuan untuk bisa
mengalahkanmu.—kamu bukanlah satu satunya [Pion] yang memiliki impian dan
tujuan utama! Seorang yang mengalahkanmu adalah Saji Genshirou!”
--Hari ini! Aku pasti! Aku pasti akan melampauimu!
Aku mengingat kata kata Saji dalam pikiranku.
Saji.—jadi kau......berlatih keras agar bisa mengalahkanku!?
.....Sial. Saji, Saji, kau sungguh hebat. Bahkan saat aku
terus memukul dan memukulmu, kau hanya berpikir untuk mengalahkanku. Biarpun
kau tak mengalahkanku secara langsung, kau percaya kalau rekan rekanmu akan
mengalahkanmu kalau kau meninggalkan hanya sebuah goresan—
Tapi, kau tak perlu cemas. Sepertinya aku tenggelam hanya
dengan seranganmu.
Namun, aku tak ingin menghilang tanpa menunjukkan jurus
spesial baruku!
Aku mengumpulkan kekuatan terakhirku dan berdiri! Aku
melangkah sedikit agak jauh. Aku berdiri di tempat dimana semua orang berada,
baik Gremory dan Sitri, tertangkap!
Kalau aku akan jatuh, aku ingin jatuh setelah melakukan
sebuah kenakalan! Aku menempatkan kedua tangan di depanku dan mengarahkan
pandanganku pada payudara Buchou!
“Sebelum aku kalah......kupikir aku akan menghilang setelah
aku memenuhi hasrat duniawiku.....”
Benar sekali, toh sebentar lagi aku akan menghilang. Kalau
itu masalahnya, maka aku harus memperlihatkan semua yang kumiliki di saat
terakhir dan kemudian pergi! Aku memusatkan semua kekuatan yang tersisa padaku
ke dalam otakku. Menyalalah, khayalanku!
Sisa sisa auraku menyelimuti tubuhku! Itu tak terkonsentrasi
menjadi kekuatan! Itu terkonsentrasi ke dalam otakku!
“Bangkitlah, nafsuku! Lepaslah, hasrat duniawiku!”
Memakai kekuatan Sekiryuutei, aku mengincar posisi yang
lebih tinggi sekali lagi! Tahanlah sebentar lagi, tubuhku! Aku akan melampaui
diriku yang sebelumnya! Ini akan jadi teknik tak tertandingi tergantung
bagaimana ia digunakan!
“Menyebarlah, dunia impianku!”
Dalam sekejap, ruang misterius meluas dan menyebar dengan
aku di pusatnya. Merasakannya di kulit mereka – para wanita dari baik kelompok
Gremory dan Sitri melindungi dan menutupi tubuh mereka.
Namun, santai saja. Jurus spesial baruku ini tak akan
melukai kalian. Kehebatannya tak bisa dibandingkan dengan Dress Break.
Kemudian, aku melemparkan suara pada Buchou – pada payudara
Buchou.
“Tolong izinkan aku mendengarkan suaramu!”
[Ise, apa kamu baik baik saja.....? Kalau kamu melakukan hal
aneh seperti itu, itu buruk untuk kesehatanmu.....]
Aku mendengar suara sangat imut dari payudaranya.
Begitu, begitu. Fufufufu. Aku bisa mendengarnya. Aku bisa
mendengarnya. Luar biasa!
“Buchou, kamu mencemaskanku saat ini, kan? kalau aku akan
melukai tubuhku dengan melakukan hal hal aneh........”
Pada kata kataku, Buchou memasang ekspresi tercengang di
wajahnya.
“I-Ise, bagaimana kamu mengetahui itu.....?”
Aku kemudian mempertanyakan Kaichou – payudara Kaichou.
“Apa yang kau pikirkan saat ini?”
[Mungkinkah dia sudah mengembangkan teknik untuk mendengar
suara hati orang lain☆? Sona, itu berbahaya☆]
Begitu, jadi payudara Sona-Kaichou tiba pada kesimpulan itu.
Karakter payudara tak selalu sama dengan pemiliknya.
Payudara Buchou terdengar seperti gadis kecil. Payudara Kaichou terdengar agak
mirip dengan kakak perempuannya, Serafall Leviathan.
“Sona-Kaichou, kau berpikir kalau teknik baru spesialku bisa
membuatku mendengar suara hati orang lain, kan?”
Kaichou nampak sangat kaget oleh pengakuanku.
“Fufufu, bukan itu. Itu mendekati, tapi bukan itu. Aku ingin
mendengarnya. Suara dada! Tidak! Suara payudara!”
Memasang pose, aku dengan gemilang menyuarakan nama dari
teknik spesial baruku!
“Teknik baruku, [Bilingual][31]!
Teknik baruku membuatku bisa mendengar suara payudara hanya dari
wanita!.....Haa, haa. Saat aku mempertanyakan mereka, payudara akan memberikan
jawaban padaku tanpa kebohongan!.....haa, haa. Itu teknik terkuat yang
membuatku memahami isi hati lawan! Ugh, aku tak punya cukup darah.........”
Kuputuskan! Sudah kuputuskan! Aku mungkin mati selagi pucat
karena sudah kehabisan banyak darah, namun aku puas! Suara suara yang hanya aku
bisa mendengarnya! Aku ingin mendengarnya!
Saat aku diasingkan di gunung, hasrat seksualku sangat
merana. Sebagai hasilnya, aku sangat merindukan payudara sampai sampai hal itu
menguasai diriku.
--Aku ingin melihat mereka.
Namun, bahkan tak ada buku porno di gunung. Tentu saja, tak
ada wanita sama sekali disana, hanya ada seekor Naga raksasa.
Setiap hari, sembari bertahan hidup disana, aku dikejar
kejar seekor Naga. Apa yang terjadi padaku, anak jaman modern dalam periode
hidup sensitifnya, menjalani hidup di lingkungan seperti itu?
Mulai dari ingin berbicara dan bertemu dengan gadis gadis,
hasil akhirnya adalah – aku meremas sesuatu yang mendekati kondisi pikiran
erotis.
Aku mengenal rahib terkenal yang telah mengasingkan dirinya
di gunung demi berlatih dan mengejar kondisi pikiran yang membuka sebuah
pencerahan. Mereka menghadapi kondisi yang mengabaikan hasrat duniawi, namun,
apa yang akan terjadi kalau aku melakukan kebalikannya dan memasuki latihan
dimana aku hanya mengejar hasrat duniawi!?
--Hatiku sampai pada pencarian hal hal erotis dan sumber
mereka.
Malam hari di gunung. Sembari membungkus tubuhku dalam daun
besar, aku memandang langit dan terus menerus memikirkan payudara.
Aku terkadang juga memasuki kondisi meditasi Zen[32].
Aku bahkan duduk di bawah air terjun dalam posisi alami, dengan kepalaku hanya
terisi oleh hasrat duniawi.
Aku ingin membelainya. Menyentuhnya. Menghirupnya.
Menyentilnya. Memasukkan wajahku diantaranya.
Setelah memikirkan banyak hal selama beberapa hari, aku tiba
tiba sampai pada suatu realisasi.
--Aku ingin berbicara dengan payudara.
Saat aku menyadari rasa syukur dan berkah mendalam terhadap
payudara, aku ingin berbicara dengan payudara. Apa yang payudara pikirkan dan
katakan? Aku ingin tahu.
Pada waktu itu, aku tak bisa mencapai pikiran dan perasaan
itu dengan kurangnya kekuatanku, namun dengan kekuatan Sekiryuutei, kemungkinan
itu berlipat ganda! Dan pada akhirnya, aku berhasil menyempurnakannya!
“Hei! Payudara dari Onee-san [Peluncur] disana, apa yang kau
pikirkan?”
“Tidak, jangan dengarkan!”
Onee-san [Peluncur] itu merasakan bahaya pada tubuhnya dan
menutupi payudaranya, namun – sudah terlambat!
[Kiba-kyun! Aku sangat senang bisa berdiri di arena yang
sama dengan Kiba-kyun!?]
“Apa apaan itu!? kenapa Kiba saja yang populer!? Payudara
dari Onee-san [Peluncur] lainnya, apa yang kau pikirkan!”
Dengan hanya menolehkan tatapanku ke arahnya, lawan langsung
berjongkok dengan kepala diantara lututnya!
“Tolong hentikan! Itu menjijikkan!”
[Hyodou menyeramkan.......Biarpun dia punya armor yang
kelihatan kuat, kenapa aku hanya bisa memandang dia sebagai orang mesum
biasa......?]
.......Sebagai hasil dua hal itu secara berturut turut, aku
jatuh di tempatku berdiri. Uu, jadi tubuhku juga sudah mencapai batasnya......
Sialan! Jadi ada hal hal yang tak seharusnya didengarkan!
Jadi begitu rupanya!
Saat aku tiba tiba melihat sekeliling – mata semua orang
nampak berkedut kedut.
.....A-re? Hei, kenapa kalian tak terkejut dengan teknik
terkuatku ini!?
Mata kaichou nampak kejang, dan Buchou meletakkan tangannya
di dahinya sambil mendesah.
“Rias.....ini terlalu.......”
“Maaf......”
“Kupikir itu teknik menyeramkan, namun dengan pelanggaran
privasi ini, bukankah tak ada Iblis wanita yang mau melawannya mulai dari
sekarang?”
“Ya, kita harus lebih berhati hati mulai dari
sekarang........”
A-rerere? Ada apa dengan semua reaksi ini? Kupikir itu
kemampuan yang berguna! Justru, kalau begini, seolah olah aku—
“.....Mesum sejati!”
[Kamu mesum sejati!]
Aku menerima tsukkomi bertekanan tinggi baik dari pihak
Gremory dan pihak Sitri.
“—“
Aku.....membisu! Mustahil......aku baru mendengar suara
payudara semua orang di telingaku.
Lihat! Teknik ini sempurna, lihat ini!
“Payudara Asia, apa yang kau pikirkan sekarang!?”
[Ise bodoh, bagaimana kamu bisa melakukan hal itu saat
terluka! Ta-Tapi, aku pasti akan menyembuhkanmu!]
Ah, hebat betul. Jadi payudara Asia itu tsundere[33].
Jadi payudara mengungkapkan apa yang target pikirkan seperti
ini!?
“.......Biarpun kamu keren sekali tadi.......Sekiryuutei
mesum. Yang terburuk.”
Au! Kata kata pedas Koneko-chan!
Ugh!......celaka. Kesadaranku sudah mencapai batasnya. Aku
tak punya cukup darah.......
......Baiklah, maka setidaknya aku akan membaca strategi
Kaichou di saat terakhir.
“Payudara Kaichou-san! Mohon beritahu aku strategi apa yang
hendak kau gunakan!”
[Dinding pelindung yang dibuat oleh dua [Peluncur]☆ ini adalah pengecoh. Hanya jiwaku yang ditempatkan dalam
dinding pelindung, dan tubuhku hanyalah imej holografik☆.
Karena jiwaku sudah datang kemari, dimungkinkan untuk membuat hawa kehadiran
tubuhku menghilang dan membuatnya seolah auraku berada di dalam dinding
pelindung☆. Tubuh asliku ada di atap☆.
Itu strategi untuk membuat kalian menyerangku di dalam dinding pelindung dan
melemahkan kalian meski hanya sedikit☆.]
Begitu, begitu. Jadi itu hanyalah imej. Tapi, hanya jiwanya
yang datang kemari.
Yang pasti, harus kuberitahu semua yang payudara Kaichou
telah katakan.
“Semuanya, Kaichou di dalam dinding pelindung itu......hanya
pengecoh. Dia hanya imej holografik yang diciptakan oleh dua [Peluncur] di
dalam dinding pelindung.......strategi mereka adalah membuat kita menyerang sia
sia ke dalam dinding pelindung dan melemahkan kita......Kaichou yang asli ada
di atap! Sepertinya hanya jiwanya yang dipindahkan ke dalam
hologram.......karena itu juga deteksi musuh Koneko-chan tak bisa menemukan
Kaichou di atas atap. Namun, karena jiwanya datang kemari, Bilingual juga
bekerja dan membiarkanku mendengar payudara holografiknya, itu saja......”
Setelah berkomunikasi begitu saja, aku tumbang.
“Ise-san!”
Asia berlari menuju ke arahku, namun [Ratu] Kaichou tak
membiarkan dia menuju ke arahku.
Asia kemudian memasang pose berdoa dimana dia berada, dan
tubuhnya mulai bersinar pucat, mencoba menyebar ke sekelilingnya. Apa ini area
perluasan dari kemampuan penyembuh Asia? Ini adalah buah dari latihannya!
Dia seharusnya memahami kalau penyembuhan tak ada efeknya
bagiku pada poin ini. Meskipun begitu, kebaikan hatinya membuat dia
mencemaskanku. Asia, kamu sungguh anak baik. Ditambah payudara tsundere, kamu
tak ada tandingannya!
“Aku sudah menanti itu!”
Salah satu [Peluncur] melepas imej holografik Kaichou. Baik
dinding pelindung dan hologram Kaichou lenyap, namun tanpa mempedulikan itu,
[Peluncur] di seberangnya masuk ke dalam area penyembuhan Asia.
“Reverse!”
Don! Cahaya hijau pucat berubah seketika dan justru
memancarkan sesuatu yang merah dan berbahaya.
“—Ah.”
Dalam sekejap itu, tubuh Asia bersinar dan menghilang--!?
“......Kebalikan dari penyembuhan adalah
kerusakan......kemampuan penyembuhan Asia Argento itu hebat.......kalau itu
dibalikkan.......”
[Peluncur] lawan yang telah memasuki area penyembuhan Asia
memasang ekspresi puas di wajahnya, bahkan meski dia memuntahkan darah. Apa!
Apa yang terjadi!?
“.....Aku mengalahkan penyembuh
Gremory.......Kaichou.......”
[Peluncur] Kaichou kemudian lenyap di saat yang sama dengan
Asia.
.....Sial. Mereka mengambil Asia.....aku-aku juga.......
Tubuhku terselimuti dalam cahaya. Aku sudah habis.......aku
ingin berpromosi ke [Ratu] dengan memasuki markas musuh.......kalah tanpa
melakukan itu......sayang sekali!
Tapi, aku puas karena bisa menggunakan [Bilingual].......
.......Saji. Aku—
[Salah satu “Peluncur” Rias Gremory-sama, kalah.]
[Salah satu “Peluncur” Sona Sitri-sama, kalah.]
[“Pion” Rias Gremory-sama, kalah.]
VIP
Aku – Azazel, tertawa di dalam ruang VIP.
“.....Jadi ini Sekiryuutei masa kini.”
Salah satu pemimpin yang menonton menggumamkan itu. ruang
VIP mendadak menjadi lebih ramai.
Sudah wajar. Karena sebuah teknik baru yang bodoh telah
ditampilkan di monitor yang mereka tonton seolah melahapnya.
--Bilingual.
Itu terasa terlalu idiot. Bahkan aku, yang berpikiran
terbuka terhadap hal hal mesum, tak bisa memahami sama sekali apa yang terjadi
pada momen itu. karena aku saja bahkan seperti ini, pikiran orang orang lain
pasti berada dalam kondisi yang lebih hancur hancuran lagi.
Di monitor, Rias – nampak sangat malu. Aku jadi bersimpati
padanya, tapi jujur saja, ini sangat menarik.
Namun, Bilingual ini. Ia tak nampak mencolok, namun
kenyataannya itu adalah teknik yang mengerikan.
Kalau lawannya adalah wanita, kondisi pertarungan akan bisa
berbalik arah. Karena ia bisa mengekspos isi hati mereka. Tak ada teknik yang
lebih mengerikan dari ini pada seorang lawan.
Lebih jauh lagi, dia bisa membaca isi di dalam hati mereka
bahkan dalam tipe situasi dimana jiwa tengah diproyeksikan sebagai imej
holografik.
Dalam pertandingan yang terbatas pada lawan lawan wanita,
dia tak akan tertandingi dengan teknik itu. dia terus mengembangkan teknik
teknik yang membuat dia dibenci oleh wanita. Apa dia benar benar berniat untuk
populer dengan wanita?
Cukup disesalkan karena orangnya sendiri nampaknya sama
sekali tak memahami betapa hebatnya teknik ini karena itu terjadi padanya di
puncak hasrat seksualnya, namun......
Justru, dia akan diberitahu oleh Rias kalau dia dilarang
menggunakannya dalam Game. Kalau tidak, dia tak akan bisa ikut serta dalam Game
dengan Iblis Iblis lain. Karena banyak Iblis memiliki budak Iblis wanita.
Vali. Aku juga memahami kenapa kau, yang jelas jelas jauh
lebih kuat dari Ise, menjadi sangat tertarik pada Sekiryuutei yang secara luas
disebut sebagai yang terlemah diantara para generasi sebelumnya.
--Menarik.
Dia dideskripsikan dengan satu kata itu. Seorang yang
menyaksikan dan bertarung tanpa menjadi lelah adalah lawan terbaik bagi
antusiastik pertarungan.
Hei, Vali. Ise tengah berkembang dan menjadi kuat dengan
cara berbeda darimu. Pada saat itu, apa yang akan kau lakukan? Bagaimana kau
akan melawannya? Dia seorang yang terus melaju dan berkembang diatas dugaan
kami.
Begitu menyenangkan. Aku benar benar senang.
Kemungkinan, itu akan jadi pertunjukan terhebat diantara
merah dan putih dari semua generasi sebelumnya.
Disamping itu, juga, ada [Reverse] yang dipakai oleh
kelompok Sitri. Itu sesuatu yang tengah kami teliti. Kami telah mulai
memberikan bimbingan teknikal pada para Iblis, namun [Reverse] itu masih dalam
tahap penelitian. Jadi seseorang seperti Armaros atau Sahariel menawarkannya
pada mereka dengan syarat mendapatkan data padanya sepanjang Game, huh?
Astaga......
Itu masih dalam tahap penelitian, jadi tak akan aneh kalau
sesuatu terjadi. Dan Sona Sitri dan para budaknya menggunakan itu sembari
mengakui itu. jadi resolusi mereka – semangat bertarung mereka untuk menang
apapun yang terjadi pasti sangat tinggi, huh.
Ada juga para Malaikat Jatuh yang memilih Sacred Gear dan
menanamkannya pada tubuh mereka, namun [Reverse] ini mirip dimana ia dengan
paksa memberikan seseorang kemampuan yang pada dasarnya tak miliki. Sebagai
tindakan yang memperpendek nyawa seseorang dan menghancurkan kemampuan orang
itu sendiri, itu berbahaya.
Ise juga mendapatkan kekuatan Hakuryuukou dan memotong
nyawanya. Biarpun kemampuan ini meningkat sebagai pelengkap kemampuannya
sendiri seperti Kiba, ada juga beberapa contoh dari ini, namun seperti yang
diduga itu tak bisa benar benar direkomendasikan.
Secara kebetulan, karena Sacred Gear buatanku dibuat secara
spesifik untuk kugunakan dari sejak nol, ia tak memiliki masalah.
Maaf, tapi aku akan menasehati mereka kalau [Reverse]
seharusnya dilarang untuk Game di masa depan. Aku juga merasa tak mau
mengorbankan nyawa para anak muda di tempat seperti itu.
Namun, berpikir kalau mereka akan menggunakan [Reverse]
seperti ini. Pada awalnya, itu dibuat demi membalik hal berkebalikan seperti
mengubah suci menjadi iblis dan kegelapan menjadi cahaya. untuk berpikir kalau
mereka akan dengan handal memakai [Reverse] berdasarkan kemampuan lawan mereka.
Aku memastikan dengan mata kepalaku sendiri resolusi dari
kelompok Sitri kali ini. Tunjukkan aku seberapa jauh kalian bisa melaju.
Yang pasti, bagaimana yang lain akan bersikap sekarang
karena Ise sudah kalah? Aku tahu bahwa sebelumnya, semangat kalian akan turun
oleh hal seperti itu, Rias, Akeno.
“Hohohoh, sungguh pertarungan menarik.”
Si pak tua sialan Odin menyaksikan monitor dengan wajah
puas. Sampai pak tua egois itu memberikan pujian. Odin berbicara pada Sirzechs.
“Sirzechs.”
“Ya.”
“Tentang anak itu yang memiliki Sacred Gear Naga.”
“Maksud anda Hyodou Issei-kun? Dia memiliki Sekiryuutei.”
Namun, kata kata Odin berikutnya sangat tak terduga.
“Tidak, maksudku adalah [Pion] dari keluarga Sitri.”
......Begitu, jadi dia memperhatikan yang satu itu. Odin
melanjutkan ucapannya.
“Sungguh Iblis yang hebat. Kau harus mengurus baik baik yang
satu itu. Dia akan menjadi kuat. Pencapaian dari mengalahkan bocah Sekiryuutei
itu besar. Menyaksikan Rating Game para Iblis menyenangkan karena hal itu. Si
lemah berubah di tengah tengah pertandingan. Inilah yang disebut pertandingan
sejati.”
Odin tengah menyampaikan pujian terbesarnya pada seseorang
yang eksistensinya bahkan tak ia kenali sekitar beberapa jam yang lalu.
“Benar sekali, benar sekali! Odin-ojii-chan ternyata sangat
memahami hal itu☆.”
Serafall juga memuji kelompok adik perempuannya dan nampak
ceria. Biarpun dia tengah menyaksikan dengan berlinang air mata barusan.
Pion dari Sona Sitri itu. Dia berkata kalau namanya adalah
Saji Genshirou. Kalian bisa katakan kalau taksirannya telah meningkat melebihi
Ise dalam pertandingan ini.
Game ini telah disiarkan sepanjang Dunia Bawah. Tanpa
diduga, nama dari pengguna Sacred Gear yang sebelumnya tak dikenal ini mungkin
menjadi lebih terkenal daripada Sekiryuutei.
Ise, Rias. Dunia yang coba kalian taklukkan ini memiliki
banyak sekali kesulitan untuk kalian semua.
End Game
Setelah Ise-kun dan Asia-san menghilang dari medan tempur,
hanya ada kami berempat tersisa, termasuk aku – Kiba Yuuto, majikanku
Rias-Buchou, Akeno-san, dan Koneko-chan.
Musuh punya tiga orang tersisa. Kaichou, Shinra-senpai, dan
[Peluncur] yang tersisa dari anggota OSIS.
--Kami telah kehilangan setengah anggota kami.
Game dimana satu pihak seharusnya mendominasi mendapat
pukulan berat tepat sejak awal. Pihak yang dikatakan lebih superior juga telah
kehilangan setengah anggota mereka. Aku sudah bisa mendengar komentar para
Iblis Kelas Tinggi yang menyaksikan kami dari atas.
Penilaian Buchou sudah pasti akan jatuh. Namun, kami tak
bisa membiarkannya jatuh lebih dari ini.
Ise, pemberi semangat dalam tim kami, telah lenyap.
Ini......sangat besar. Aku masih bisa menahannya, namun apa yang akan terjadi
di pikiran Buchou? Kalau Asia-san masih disini, dia pasti sangat shock.
Para anggota kami saat ini – tak akan berubah untuk waktu
ini. Biarpun terdapat dampak mengejutkan barusan, selama itu tak mempengaruhi
pertarungan, tak ada masalah, namun......
Asia-san juga diluar dugaan telah dijatuhkan. [Reverse] itu,
yang telah dipilih untuk digunakan saat dia mengaktifkan kemampuan
penyembuhnya, dan lebih jauh lagi versi perluasan-areanya. Kerusakan yang
ditimbulkan oleh [Reverse] pasti sangat tak terbayangkan.
Yang lebih penting, Asia-san telah dikalahkan dalam sekejap.
[Peluncur] lawan – Hanakai-san juga menghilang dari serangan yang dia berikan.
Kemungkinan, mereka telah memprediksi sebelumnya bahwa kemampuan penyembuhan
bisa diperluas dan bahwa itu akan digunakan, dan membuat taktik untuk melawannya.
Mereka pasti juga sudah mempertimbangkan bahwa penyembuhan Asia-san yang
diperluas akan menyembuhkan tanpa membedakan antara kawan atau lawan. Kalau
reverse diaktifkan saat lebih dari satu kawan sedang disembuhkan........kami
semua bisa saja tersingkir dalam sekejap. Sungguh taktik mengerikan.
Jadi kau sudah berpikir sejauh itu, Sona-Kaichou. Namun,
meskipun demikian, dia sampai memiliki niat untuk mengorbankan budaknya
sendiri........aku bisa merasakan kalau kekuatan kesatuan mereka lebih kuat
daripada kami. Karena dia percaya pada para anggotanya, mereka bisa menampilkan
kemampuan sehebat itu.
Di sisi lain, teknik Ise-kun itu.......aku tak bisa berkata
apa apa lagi. Tapi, kalau lawannya terbatas pada wanita, itu mungkin akan
sangat mengancam.......Tunggu, ini bukan saatnya aku memikirkan hal seperti
itu.
Sona-kaichou tak mengincar kemenangan dengan kekuatan besar,
namun justru menggunakan taktik handal dalam melawan kami, yang memiliki
kekuatan besar. Inilah Rating Game yang sebenarnya. Kalian tak bisa menang
hanya dengan kekuatan!
Buchou berdiri dan melihat ke atas. Dia pasti tengah
berfokus pada Kaichou, yang berada di atas atap.
Biarpun Ise-kun telah kalah, Buchou masih kalem. Benar benar
seorang [Raja]. Karena kalau [Raja] tak berfungsi dan bertindak, maka Game juga
akan terpengaruh.
“Koneko-chan, bisakah kamu merasakan jiwanya?”
Buchou menanyai Koneko-chan.
“Ya, aku tak bisa mendeteksinya sebelumnya, tapi sekarang
aku bisa merasakan jiwa Kaichou di atap. Kupikir dinding pelindung sebelumnya
adalah ilusi palsu yang membuatnya seolah olah Kaichou ada di dalamnya, dan
juga pengecoh spesial yang membuat siapa saja tak bisa menentukan lokasi dan
jiwa seseorang.”
Telinga kucingnya bergerak gerak, nampaknya sedang mencari
jiwa Kaichou.
Telinga kucingmu sangat manis, Koneko-chan. Koneko-chan juga
berada dalam kondisi siaga bertarung, meskipun Ise-kun telah menghilang. Aku
sangat bersyukur akan hal itu. Dengan ini, kita bisa bertarung dengan
mencukupi.
Aku mengacungkan pedangku pada Shinra-senpai dan para budak
lain dari kelompok Sitri.
“Baiklah, bagaimana kita harus lakukan ini? Sebagai pengguna
dua-pedang, akankah kita putuskan dengan pedang?”
Shinra-senpai merespon pertanyaanku.
“Itu juga tak masalah. Dalam catur, saat [Pion] dipromosi,
dalam kebanyakan kasus mereka menjadi [Ratu]. Namun, situasi pertarungan
berubah kalau mereka berpromosi menjadi [Kuda] tergantung pada setting. Ada
juga banyak perbedaan diantara catur sungguhan dan Rating Game, namun – ini
akan jadi pertandingan bagus.”
Pertarungan diantara aku dan Shinra-senpai telah diputuskan.
Di sampingnya, hanya ada satu [Peluncur] lawan – Kusaka-san, namun—
Pada momen itu, Akeno-san memasuki bidang pandanganku
seiring dia memancarkan percikan aura emas dari sekujur tubuhnya.
Akeno-san – memasang tatapan dingin di matanya yang basah
oleh air mata dan memancarkan aura aneh.
“.....Padahal aku mencoba menunjukkan keyakinanku pada
Ise-kun.......”
Dia melangkah ke depan dengan kaki berguncang dan goyah. Aku
bisa merasakan tekanan kuat dalam langkah itu yang tak bisa diungkapkan dalam
kata kata.
“......Biarpun aku mencoba menanggulanginya.......dengan
menggunakan kekuatan yang kubenci di hadapannya.......”
Akeno-san perlahan mengangkat tangannya di depannya dan—
“Aku takkan memaafkanmu.”
Dia menunjukkan wajah alami dari sisi S-nya! Kondisi paling
mengerikan dari Akeno-san! Mustahil, tak kusangka Akeno-san yang biasanya kalem
akan bereaksi seperti ini oleh kehilangan Ise-kun!
“—Lenyaplah!”
Setelah pernyataan sejenak dalam amarah itu, massa raksasa
petir menyembur dari tangan Akeno-san dan meluncur ke arah [Peluncur] Sitri
Kusaka-san!
Doooooooooooooooooooooooooooooon!
“Reverse!”
Sekejap sebelum hantaman, Kusaka-san mengacungkan tangannya
dan mencoba mereverse petir, namun—
Bigagagagagagagagagagagagagagagagagagaga! Petir dahsyat
menyelimuti tubuh Kusaka-san!
Kusaka-san tak bisa mereverse petir dan menerima serangan
Akeno-san secara langsung!
Dan di saat yang sama, dia terselimuti dalam cahaya dan
menghilang!
“Sepertinya itu tak berguna. Dia mencoba mereverse petir,
namun yang kutembakkan barusan adalah halilintar. Petir dan cahaya. Reverse
dari bagian cahaya tak cukup untuk mereverse seluruhnya.”
[Salah satu “Peluncur” Sona Sitri-sama, kalah.]
“—Kekuatan tak bisa dibalikkan saat kekuatan yang direverse
diubah.”
Seperti yang Akeno-san katakan, sepertinya latihan mereka
tak cukup bagi mereka untuk menguasai kekuatan [Reverse]. Akeno-san kemudian
mengacungkan tangannya pada [Ratu] Shinra-senpai!
Akeno-san sudah mengabaikan pertarungan diantara aku dan
senpai! Dia telah melupakan aku karena shock kehilangan Ise-kun dan
kemarahannya karena tak mampu menampilkan kekuatan halilintarnya pada Ise-kun!
Mungkin sebagai hasil dari itu, Akeno-san mampu menaklukkan
kekuatan itu, namun sungguh perkembangan tak terduga. Tak kusangka Ise-kun
memiliki arti sangat besar bagi Akeno-san!
“Kuh!”
Shinra-senpai merasakan bahaya pada tubuhnya dan mulai
melarikan diri dari sini!
Kah! Dooooooooooooooooooooooooooooooon!
Halilintar menyerbu ke arah senpai! Kalau seorang Iblis
terkena secara langsung oleh itu, mereka tak akan berdaya! Karena itu adalah
campuran kekuatan petir dan kekuatan cahaya, yang merupakan kelemahan Iblis,
hanya membayangkan terkena kekuatan itu sangatlah mengerikan.
Namun, Shinra-senpai menghindari halilintar dan mencoba
kabur ke bagian dalam departemen store.
Aku dengan segera mengejarnya! Aku tak akan kalah dari segi
kecepatan!
Sembari berlari, aku menciptakan Pedang Suci Iblis, dan saat
aku menyusul aku menikamkannya padanya! Pedangku diblokir oleh naginatanya,
tapi aku tak tahu kapan dia akan memunculkan Sacred Gear serangan-balik itu!
Shinra-senpai mengeluarkan botol kecil dari kantongnya –
[Air Mata Phoenix]! Jadi [Ratu] Sitri memiliki sendiri!
Dia melempar botol kecil itu padaku dan memotongnya dengan
naginatanya. Cairan di dalamnya tertuang padaku!
“Reverse!”
Shinra-senpai meneriakkan itu! Dia berniat mengganti
kekuatan penyembuh air mata yang kuat menjadi kerusakan fatal setelah itu mengenaiku!
Aku dengan cepat mengganti Pedang Suci Iblisku menjadi Pedang Air!
Bishah!
Gelombang air bercampur bersama dengan air mata. Saat
bercampur dengan objek lain, air mata akan kehilangan efeknya. Dan sebagai
hasilnya, [Reverse] juga menjadi tak berarti!
“Kalau ada celah meski hanya sedikit!”
Senpai dengan tajam mengacungkan naginatanya ke arahku!
Begitu, serangan barusan dimaksudkan untuk membuatku lengah.
Namun—
Zan!
Pedang Pedang Suci Iblis merekah dengan berlimpah disekitar
Shinra-senpai! Pedang pedang Suci Iblis dalam jumlah besar menyembur dari
lantai dan menghancurkan naginata senpai.
“Aku yang saat ini tak memiliki celah.”
Saat aku mencoba mengayunkan pedang ke arahnya, dia membuat
cermin muncul di hadapannya. Aku memperlemah pedang sekuat mungkin dan mereka
hanya menusuk dengan kekuatan yang cukup untuk menghancurkan cermin.
Barin! Doooooooooo!
Cermin itu patah dengan cepat dan serangannya dikembalikan
padaku dengan daya rusak dobel, tapi – aku bisa menahan ini! Aku menggertakkan
gigiku dengan kesakitan dan mengangkat lengan kiriku ke arah langit.
“Petro, Basileus, Dionysius, Holy Mary. Mohon dengarkan
suaraku!”
Ruang berdistorsi dan robekan tercipta! Aku memasukkan
tanganku ke dalamnya!
“Tak mungkin!? Itu!”
Memahami arti semua ini, Shinra-senpai terkejut.
“Dengan nama saint yang bersemayam di pedang suci, aku
melepaskan engkau – Durandal!”
Item yang aku keluarkan dari robekan ruang adalah Pedang
suci Legendaris, Durandal!
Xenovia! Akan kubalaskan penyesalanmu disini juga!
Mengikuti momentum saat aku mengeluarkan Durandal, aku
menebas Shinra-senpai! Pedang suci mengenainya, dan luka serius didapatkan oleh
Shinra-senpai!
Bahkan dalam situasi itu, dia tak mengaktifkan Sacred Gear
serangan-baliknya. Jadi dia tak mampu menggunakannya secara terus menerus.
“Ini saran dari Xenovia. Buat jaga jaga kalau dia tak bisa
bergerak atau bertarung, dia akan mentransfer hak pedang untuk digunakan
olehku, karena pedang ini terlalu bagus untuk dia.”
Itu benar, Xenovia telah mengajariku cara menggunakan
Durandal.
Dan bagaimana bisa aku, yang memiliki Pedang Suci Iblis,
menggunakan Durandal, mau tahu?
“Namun, kemampuan Suci Iblismu itu—“
Shinra-senpai mengatakan itu dengan tubuhnya terselimuti
cahaya sebagai tanda teleportasi kekalahan.
“Aku tak punya masa lalu. Karena itu, aku melihat neraka,
namun........aku berbeda sekarang. Berkat mencapai Balance Breaker, sepertinya
aku bisa menggunakan Durandal seperti ini.”
Buuuuuuuuuuuuuun.........
Durandal memancarkan gelora sunyi dan damai. Ia tak
mengeluarkan gelora mengamuk dan keras seperti saat bersama Xenovia.
“Kuh! Ini.....! Kamu bisa menanganinya lebih baik dari
Xenovia-san!?”
Shinra-senpai mengatakan itu, namun aku tak berpikir begitu.
“.....Karena Xenovia memiliki aura temperamen yang
mengharapkan kekuatan, Durandal mungkin juga bereaksi pada hal itu. Namun aku
memilih kepastian ketimbang kekuatan. Kemampuan ketimbang kekuatan.”
Aku telah berniat untuk menekannya dengan kekuatan, namun
meskipun demikian lantai telah terpotong menjadi dua sampai jarak yang sangat
jauh dari gelombang kejut saat menebas Shinra-senpai. Sepertinya aku akan
menerima evaluasi minus karena hal ini.
“Kupikir pedang ini adalah kuda keras kepala yang bahkan tak
mendengar kata kata penggunanya, namun itu nampaknya benar. Ini memotong
melebihi yang kuinginkan........jadi mengendalikannya masih sulit.”
“....! Ini berada diluar perhitungan kita, Sona! Bahkan
lebih dari Hyodou-kun.....! As sejati mereka adalah......! Budak yang paling
harus kita perhatikan adalah........Kiba Yuuto!”
Shinra-senpai meninggalkan kata kata perpisahan itu dan
menghilang dari tempat ini.
[“Ratu” Sona Sitri-sama, kalah.]
“Itu karena aku – berusaha untuk melampaui Ise-kun, bukan,
Sekiryuutei.”
Memalukan. Sangat memalukan bagiku. Kekalahan melawan
keluarga Phenex. Ise-kun, kamu bukan satu satunya yang terisi oleh perasaan
frustasi dan rasa malu hebat pada waktu itu.
--Karena [Kuda] sejati Rias Gremory dijatuhkan tanpa bisa
melindungi majikanku.
Biarpun aku akhirnya bisa mencapai Balance Breaker,
kekuatanku dan rekan rekanku tak bisa menghadapi Kokabiel, dan aku juga tak
bisa memasuki pertarungan melawan Hakuryuukou. Aku sama sekali tak berguna di
kedua waktu itu.
Memalukan.
Aku sungguh memalukan, Ise-kun!
Karena itu aku mulai belajar dari nol lagi dibawah guruku.
Benar benar dari nol. Aku mempelajari dari dasar dasar teknik pedang lagi.
Mungkin memberitahu diriku kalau aku tak seperti dirimu, aku
juga terus bergerak maju dan berlatih sampai poin nampak sangat bodoh. Kalau
aku hanya membanggakan diriku karena mencapai Balance Breaker, maka aku akan
jatuh ke dalam kelemahan!
“—Lebih dari apapun, aku benci kalau semua orang menganggap
bahwa kami hanya memiliki Sekiryuutei!”
Kamu mungkin menargetkan Vali. Tapi satu satunya tujuanku
adalah menjadi pedang majikanku, dan berdiri sebagai partner di sampingmu,
rekanku.
Rias Gremory tak hanya memiliki “Sekiryuutei”, namun juga
“Kiba Yuuto sang Pedang Suci Iblis”. Karena aku ingin mengatakan itu, aku—
“—Aku juga akan menjanjikan hal yang sama dengan yang kamu
janjikan. Aku takkan pernah membuat majikanku Rias Gremory menangis lagi.”
Satu satunya lawan yang tersisa adalah – sang [Raja], Sona
Sitri-Kaichou.
Atap departemen store. Langit diluar nampak putih, kosong dari apapun. Karena ini berada di dalam ruang Game.
Empat anggota kami yang tersisa telah menuju kesana. Di
depan kami adalah Sona-Kaichou.
Kaichou mengalihkan tatapannya ke arah kami dan tersenyum
pahit. Buchou bertanya.
“Sona, kenapa di atas atap?”
“[Raja] harus tetap bertahan sampai saat terakhir. Itulah
tugas seorang [Raja]. Kalau [Raja] sampai dijatuhkan, maka Game akan berakhir,
kan?”
“....Ya, kurasa aku tak perlu mempertanyakan hal itu lagi.”
“Rias, Saji menang melawan Sekiryuutei. Tak ada dari Ise-kun
atau kamu yang membuat kesalahan – Tolong jangan anggap enteng anak itu. kamu
bukan satu satunya yang sangat mati matian.”
“Ya, aku bisa merasakannya dengan tubuhku.—Baiklah, mari
kita selesaikan ini, Sona.”
Buchou mengambil langkah ke depan. Apa dia berniat melakukan
ini satu-lawan-satu?
Dia adalah orang yang tak akan berhenti biarpun
diperingatkan. Kalau itu masalahnya—
“Kalau aku merasakan bahaya, aku akan segera masuk untuk
membantumu. Aku tak akan mendengarkan keegoisanmu.”
“.....”
Buchou tak bereaksi pada kata kataku, namun dia pasti
memahami. Kalau Buchou mendekati kekalahan, aku tak akan hiraukan protesnya dan
akan masuk untuk membantunya.
Kalau [Raja] dijatuhkan, habislah sudah. Aku tak bisa
membiarkanmu kalah, Rias-Buchou.
Kemudian, pertarungan diantara dua teman baik dimulai—
Aura air berkumpul di sekitar Kaichou, dan perlahan
membentuk sesuatu. ini bukan jumlah air yang wajar. Melihat lebih cermat, air
sepertinya terkumpul dari mana mana di dalam departemen store.
Benar benar Keluarga Sitri yang spesialisasinya adalah sihir
air. Aku pernah mendengar kalau spesialitas kakaknya adalah es, dimana adiknya
adalah air.
Dalam sihirnya, Buchou membawa [Power of Destruction].
Serangan yang menghancurkan lawan. Tanpa ragu ragu, Buchou menembakkan peluru
peluru sihir ke arah temannya Sona-Kaichou! Jumlah pelurunya nyaris tanpa akhir
seperti senapan mesin!
Peluru peluru itu hanya seukuran softball, namun aku bisa
merasakan sihir dengan kemurnian tinggi di setiap tembakannya. Sepertinya itu
latihan Buchou juga menampakkan hasil. Alasan dia tak menembak secara menyolok
adalah karena aturan.
Zabun. Zabaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!
Sona-Kaichou memanipulasi air dan membentuknya menjadi
dinding, menghentikan serangan Buchou. Dalam sekejap sihir Buchou kena, air
juga lenyap di saat yang sama, namun karena dia mengumpulkannya dari seluruh
bangunan, jumlahnya tak terbatas.
“Baiklah, Rias. Akan kutunjukkan teknik airku secara baik
baik padamu.”
Kaichou mentransformasi sejumlah besar air dengan sihir,
mengubahnya menjadi banyak elang yang terbang di udara, ular yang melata di
tanah, singa ganas, para serigala yang berkumpul bersama, dan beberapa naga
raksasa juga.
Jadi dia bisa membuat banyak hal berbeda ini sekaligus!
Keahlian sihirnya bahkan melampaui Buchou!
“Itulah yang kuharapkan, Sona!”
Tersenyum dengan berani, Buchou melakukan kompresi demi
kompresi pada [Power of Destruction] nya dan membuat peluru peluru sihir tak
terhitung banyaknya di udara. Mereka yang tak punya kekuatan akan lenyap
seketika oleh satu dari tembakan itu. Sampai bisa mengkompresi semua itu,
sepertinya Buchou telah membangun kekuatan sihirnya dengan baik sepanjang
latihannya.
Keduanya handal dari segi kualitas sihir mereka, namun
melihatnya lebih seksama, Buchou unggul dalam kekuatan dimana Kaichou unggul
dalam teknik.
Mereka berdua berdiri dengan siap. Kemudian, mereka berdua –
melepaskan serangan mereka satu sama lain di saat yang sama.
[Kekalahan terkonfirmasi. Kemenangan bagi Rias
Gremory-sama!]
PEMENANG
Bagian 1
Setelah Game berakhir, aku bangun di dalam ruang medis. Aku
berada di atas ranjang.
Benar sekali, ini kali pertama aku berakhir di tempat ini.
Kasusku kali ini lebih karena kehilangan darah ketimbang
luka luka. Sepertinya aku sudah diberi transfusi darah dengan segera setelah
itu dan sekarang bisa bergerak seperti ini. Aku telah pergi keluar dan meminum
jus di mesin penjualan.
Kami menang.
Namun, setengah dari kami, terdiri atas aku, Xenovia, Asia,
dan Gasper, telah dijatuhkan, dan kelompok Gremory yang disebut jauh lebih
superior sebelum Game telah mendapat pukulan berat pada penilaian kami.
Penilaian kami nampaknya sudah menurun drastis karena
bagaimana Gasper kalah dengan begitu cepat sejak awal pertandingan dan
bagaimana aku, Sekiryuutei, telah dijatuhkan. Karena hasil alami belum keluar,
evaluasi dari para petinggi sangat keras.
Buchou – juga nampaknya sangat malu. Ada juga pencapaian
dari Kiba, yang menampilkan usaha sangat gigih sekelas-as dan fakta kalau kami
mendapat kemenangan di saat terakhir, namun -- . Nampaknya saat akhir
dimenangkan dengan konfrontasi langsung diantara kedua [Raja].
Ini tentu menjadi kemenangan pertama kami........namun, kami
tak mendapatkan kemenangan sempurna. Kami memang sudah menjalani pertarungan
yang sulit. Biarpun kelompok kami memiliki kekuatan sangat unggul, kami sangat
jauh dari kemenangan memuaskan.
Ya! Situasi ini buruk!
Menggeleng kepalaku, aku memutuskan mengubah suasana hati
dan pergi ke ruang perawatan Saji. Luka lukanya juga sudah hampir disembuhkan.
Dalam Game kami adalah musuh, namun setelah itu berakhir, kami adalah teman
seperti biasanya.
Baiklah, aku akan menyombong tentang payudara Buchou lagi!
“Tolong ambillah ini.”
Aku mendengar suara Sirzechs-sama dari ruangan Saji. Aku
bisa melihat bagian dalam ruangan dari celah pintu. Di dalam terdapat
Sirzechs-sama, Kaichou, dan Saji di atas ranjangnya.
Saji tengah menerima sesuatu dari Sirzechs-sama. Dia tengah
memegang kotak kecil yang kelihatan mahal di kedua tangannya.
“U-Umm......Ini....?”
Saji gemetar dengan gugup.
“Ini sesuatu yang dihadiahkan pada seseorang yang unggul dan
bertarung dengan paling mengesankan dalam Rating Game.”
Sirzechs-sama mengatakan itu dengan tersenyum, namun—
“A-Aku......kalah dari Hyodou.....I-Ini bukan situasi dimana
aku boleh menerima ini.”
Saji menggenggam seprai ranjangnya dengan frustasi dan
penyesalan yang nampak jelas.
“Itu benar. Namun, konsekuensinya, Ise-kun—Sekiryuutei bisa
dikalahkan. Kami menyaksikan pertarunganmu dengan senang dari ruang penonton.
Sampai Odin dari Norse bahkan memujimu.”
Sirzechs-sama mengeluarkan medali dari kotak kecil dan
meletakkannya di dada Saji.
“Kamu tak perlu merendahkan dirimu. Bahkan Iblis sepertimu
bisa mengincar posisi top. Aku senang bisa melihat para Iblis muda menjanjikan
untuk masa depan. Curahkanlah dirimu lebih tinggi lagi. Aku memiliki harapan
besar untukmu.”
Kemudian, Sirzechs-sama menepuk nepuk kepala Saji.
“Tak apa apa tak peduli berapa tahun atau dekade yang
diperlukan – teruslah bercita cita menjadi guru Rating Game.”
Pada kata kata Sirzechs-sama, Saji – menangis dengan sunyi.
Air matanya mengalir tanpa henti, dan wajahnya menjadi kusut.
“......Saji, kamu telah menampilkan sosok yang hebat di
depan banyak orang. Karena kamu bertarung dengan luar biasa.”
Sona-kaichou tengah penuh dengan ketenangan dan kebanggaan
dari matanya.
Kaichou pasti senang karena budak kebanggaannya telah
mendapat penilaian setinggi itu.
Saji menggenggam medali di dadanya, kemudian menyeka air
matanya dengan tangannya dan mengangguk dengan kuat.
“.....Ya......Terima kasih banyak!”
.........
Merasa kalau tak akan sopan untuk mendengar lebih jauh lagi,
aku meninggalkan tempat itu.
.......Saji, selamat.
Aku hanya menganggap Vali sebagai rivalku. Aku terus percaya
tanpa ragu bahwa Vali adalah satu satunya rival yang harus kukalahkan.—Aku
salah besar.
Karena itulah, akan kukatakan padanya secara langsung lain
kali.
Itu, aku minta maaf.
Hei, Saji. Mana dari kita yang berhasil menjadi Iblis Kelas
Tinggi lebih dulu dan mengabulkan impian kita?
Aku – takkan kalah! Pasti. Dan aku pasti akan menang kalau kita
bertarung lagi!
Jadi, sampai lain kali.
Rivalku, Saji Genshirou.
Bagian 2
Aku menemui Buchou tepat sebelum memasuki kamar perawatanku.
“Buchou.”
Buchou juga menyadariku, dan tersenyum. Seperti itu, kami
masuk ke ruang perawatanku dan mulai mengobrol dengan santai.
“Ise, terima kasih untuk kerja kerasmu dalam Game. Kamu
sudah berjuang bagus. Tapi, tolong jangan permalukan aku seperti itu lagi, oke?
Karena hasrat seksualmu itu terlalu kuat.”
Buchou tersenyum pahit. Ah, aku sudah mempermalukannya.
“M-Maaf......teknik baru dan peningkatan kekuatanku
cenderung berkaitan dengan hasrat duniawi........”
“Teknik itu disegel saat dalam Game.”
“Eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh!? Serius!?”
Mana mungkin! Serius!? A-Apa karena itu mesum!?
“Karena itu akan membuat kita tak bisa bertarung melawan
Iblis wanita lagi. Jadi itu dilarang.”
“Uu, kalau Buchou mengatakan itu, aku akan
patuhiiiiiiiiiiii.”
Aku mengangguk dengan mata berair! Sungguh disayangkan!
Benar benar disesalkan! Tak kukira aku hanya bisa memakainya sekali! Ah, tapi
itu artinya aku boleh memakainya dalam pertarungan sungguhan!?
Buchou tersenyum pahit.
“Tapi, kita akhirnya mendapat kemenangan. Dibandingkan
sebelumnya, ini lebih baik, tapi aku masih kehilangan Ise, Asia, Xenovia, dan
Gasper. Biarpun keluarga kita dikatakan diberkahi dengan kemampuan dan melimpah
dengan kekuatan, kalau kekuatan itu tak bisa digunakan di saat kritis, maka tak
ada artinya. Biarpun kemungkinan menang itu tinggi, saat kamu kalah, kamu
kalah.”
Seperti yang Buchou katakan.
Kalau kami membuat kesalahan meski kecil, kami mungkin
kalah. Biarpun kemungkinan menang mereka lebih kecil dari kami, lawan kami
secara mati matian datang pada kami. Karena mereka juga bergerak maju, percaya
kalau mereka akan menang.
Kalau seseorang menyerah dan sembrono, seseorang juga bisa
kalah dalam pertandingan yang mereka bisa menangkan.
Aku dan Buchou telah menyadari fakta jelas ini sekali lagi.
......Semua itu sulit, Game ini. Sama halnya dengan
pertarungan sebenarnya.
Dan tepat saat aku telah melihat jalan menuju Iblis Kelas
Tinggi, itu jadi terasa semakin jauh.
Tapi, itu bukan jarak tak terjangkau. Suatu saat nanti, aku
juga, seperti Buchou—
“Tapi Ise. Baik Akeno dan Koneko berhasil mengatasi dinding
merek dalam Game ini. Ini sesuatu yang patut dibanggakan.”
Buchou mengatakan itu sambil tersenyum. Senyum itu nampak
sangat lembut.
“Ya, aku juga berpikir begitu! Aku merasa kalau kita menang
dalam pertandingan, namun kalah dalam Game, namun meskipun begitu aku senang
karena Akeno-san dan Koneko-chan berhasil untuk bergerak maju!”
“Itu semua berkat kamu, Ise. Berkat kamu, semua orang dalam
kelompokku mampu menerobos hal hal yang mereka pikul. Kamu telah menyelesaikan
semua masalah yang terus aku cemaskan, Ise. Aku sangat bersyukur.”
“T-Tidak, aku tak melakukan hal hebat apa apa. Aku hanya
berpikir untuk membuat semua orang bahagia.”
Itu benar, aku ingin terus bergerak maju bersama dengan
semuanya. Biarpun hal hal sulit terjadi seperti kali ini, aku ingin menerobos
itu semua bersama. Karena kami adalah rekan dan teman.
“Ise, aku senang kamu menjadi budakku........tolong tetaplah
denganku selamanya.”
“Ya, Buchou! Aku akan selalu berada di sisimu!”
Aku juga senang, bisa melihat senyum peringkat tertinggi
Buchou.
Kon-kon.
Tiba tiba, seseorang mengetuk pintu kamar perawatanku.
Setelah aku menjawab “Ya, silahkan masuk” Seorang kakek yang belum pernah
kulihat sebelumnya berjalan masuk. Dia mengenakan topi dan hanya memiliki
sebelah mata. Lebih jauh lagi, dia memiliki jenggot putih panjang.
“Pak tua, siapa kau?”
Saat aku bertanya dengan kebingungan, pak tua itu tertawa.
“Aku Orang Tua dari Pedesaan Utara. Sekiryuutei, sepertinya
kamu perlu belajar sedikit lebih banyak lagi. Yah, tapi kau cukup mengabdikan
diri.”
Apa yang pak tua-sok-akrab ini katakan tiba tiba? Tapi, bagaimana
dia tahu kalau aku ini Sekiryuutei?
“Anda Odin-sama, kan? ini kali pertama kita bertemu. Saya
Rias Gremory.”
Buchou nampaknya mengenal dia. Odin? Hmm, aku merasa pernah
mendengar nama itu entah dimana sebelumnya......
“Begitu, begitu. Adik perempuan Sirzechs, huh. Aku melihatmu
dalam Game. Yah, ada juga hal yang lain selain itu. Tapi, begitu, hmm. Besar
sekali. Saat aku menonton, aku sudah terpesona dengan hanya itu.”
Pak tua itu tengah menatap payudara Buchou dengan mata
mesum! Heeeeeeei! Dasar pak tua sialan! Payudara itu punyaku! Tak seorangpun
selain aku yang boleh menatapnya dengan mata mesum! Saat aku mencoba protes
dengan tegas, wanita cantik berarmor yang entah kapan memasuki ruangan memukul
kepala pak tua dengan kipas kertas.
“Astaga! Bukankah sudah saya katakan kalau tindakan mesum
itu dilarang keras? Karena akan ada pertemuan penting saat ini, mohon jaga diri
anda sebagai Raja dari Dewa Dewa Norse!”
“.....Benar Benar Valkyrie tanpa celah. Aku sudah tahu. Itu
konferensi untuk menghadapi para teroris dengan Malaikat, Iblis, Malaikat
Jatuh, Zeus dari Yunani, dan Indra[34]
dari Gunung Sumeru[35].”
Pak tua bergumam dengan mata setengah terbuka sambil menyeka
kepalanya.
“Yah, itu tak apa apa. Adik perempuan Sirzechs dan
Sekiryuutei. Dunia ini tak hanya penuh oleh tantangan, ada banyak hal hal
mengasyikkan juga. Teruslah maju sembari menikmati dan menderita melalui itu
semua. Bersikap sembrono adalah satu satunya cara bagi para pemuda untuk bisa
tumbuh. Hohoho.”
Hanya meninggalkan kata kata itu, pak tua dan wanita
berarmor meninggalkan ruanganku.
Siapa itu? Pak tua itu.......dia menatap payudara Buchou ku!
Siapapun yang berani mengusili payudara Buchou adalah musuhku, tak perlu
dipertanyakan lagi! Aku takkan pernah mengizinkan hal seperti itu!
Aku menanyai Buchou tentang hal itu kemudian, namun ternyata
pak tua itu adalah Dewa dari utara! Padahal dia kelihatan seperti kakek tua
mesum!
.......Astaga, ada banyak hal yang tak kupahami di dunia
ini.
Reuni
Bagian 1
Paruh kedua bulan Agustus—
Kami dari kelompok Gremory sedang menerima salam perpisahan
dari Dunia Bawah di stasiun di depan kediaman utama.
“Baiklah, Issei-kun. Aku menantikan hari kita bisa bertemu
lagi. Kamu boleh kembali kemari kapan saja tanpa ragu ragu. Anggaplah keluarga
Gremory sebagai keluargamu sendiri.”
Ayah Buchou mengatakan itu dengan banyak pelayan berdiri di
belakangnya.
“Terima kasih banyak! Ta-tapi, itu terlalu membesar besarkan
bagi saya........”
Aku tersenyum pahit, namun Ibu Buchou juga menegaskannya.
“Sama sekali tidak, Issei-san. Mohon jaga Rias baik baik di
dunia manusia. Karena putriku sering bersikap egois, aku cemas.”
“I-Ibu! A-Apa yang Ibu katakan!?”
Wajah Buchou menjadi merah. Sungguh Buchou yang manis!
“Ya! Tentu saja!”
Aku memukul dadaku dan mengangguk. Aku akan menjaga Buchou
baik baik! Mungkin tak sopan bagiku untuk mengatakan ini, namun aku akan
melindungi wanita yang kucintai dengan segenap nyawaku!
“....Uu, aku juga jadi tersentuh sampai menangis. Masa depan
keluargaku sungguh cerah......”
Ayah Buchou menangis! Eeeeeeeh!? Kenapa, kenapa?
Ibu Buchou di sampingnya mendesah.
“Tunggu sebentar, sayang. Bukankah ini waktu dimana Ayah
seharusnya menolak dengan mengatakan hal seperti [Takkan kuserahkan putriku
padamu!]?”
“Biarpun kamu mengatakan itu, Issei-kun sepertinya sudah
melampaui kekuatanku, jadi bukankah ini sudah cukup? Kupikir akan baik baik
saja biarpun aku segera mundur dari posisiku.”
“Tolong tunggu setidaknya sampai Rias lulus dari sekolahnya
sebelum bicara soal pengunduran diri.”
???? Dia nampaknya sangat senang, tapi soal apa?
“Rias, kirimi kami surat sepanjang sisa liburan musim
panasmu.”
Sirzechs-sama mengatakan itu sembari membawa putranya
Milicas-sama di lengannya. Grayfia-san tengah berdiri tepat di belakang mereka.
“Ya, Onii-sama. Kamu juga jaga dirimu ya, Milicas.”
“Ya, Rias-nee sama!”
Kami telah menaiki kereta dan tengah memberikan salam
perjumpaan terakhir kami pada Sirzechs-sama dan yang lainnya dari jendela.
Ah—
Pada momen itu, aku menyadari. Sirzechs-sama, Milicas-sama,
dan juga—
Aku melihat dua orang tua dan putra mereka dengan sangat
serasi. Sudah kuduga, ternyata memang seperti itu. Itu bukan lelucon sama
sekali—
Bagian 2
Kereta yang berjalan pulang.
Aku tengah tertekan oleh pe-er liburan musim panasku yang
sama sekali tak tersentuh—
Benar sekali! Aku terus sibuk sejak datang ke Dunia Bawah,
namun aku benar benar lupa soal ini!
Lebih jauh lagi, berpikir kembali, bukankah aku menghabiskan
liburan musim panasku yang berharga di tahun kedua SMA di gunung bersama seekor
Naga!? Aku mau menangissssssssssssss!
Aku telah membuang masa muda berhargaku dengan bertahan
hidup di gunung! Aku tak berkencan dengan Buchou, juga tak melakukan hal hal
erotis dengan Akeno-san di kamarku!
Aku mulai menggarap pe-er bahasa Jepang sambil menangis.
Tapi, aku mendapat banyak pengalaman hebat sepanjang waktuku
di Dunia Bawah. Dan aku telah mendapat banyak pelajaran. Kami kuat – dari segi
kekuatan. Namun, kalau tim lawan memiliki kendali lebih hebat daripada kami,
tak peduli sebesar apapun kekuatan kami, kami akan kalah bergantung pada taktik
yang digunakan.
......Kalau aku juga akan bermain sebagai [Raja] di masa
depan, aku harus mulai berpikir tentang taktik dan semacamnya mulai dari
sekarang.......
Karena, tak peduli sehebat apapun kekuatanku dari Naga
Legendaris, kalau aku dengan sembrono menyerbu ke depan dan jatuh dalam trik
lawan, maka akan jadi Game Over seketika! Kalau aku dijatuhkan sebagai [Raja],
timku sudah pasti akan kalah! Meski aku seharusnya unggul dari segi kekuatan
secara keseluruhan, aku dikalahkan oleh Saji dari segi teknik........
Uwaaah.........aku begitu cemas dengan masa depan.
Aku berbicara pada Buchou yang tengah duduk di kursi di
depanku.
“Buchou.”
“Ada apa?”
“Aku terus bersikap sembrono sampai saat ini untuk menjadi
Raja Harem. Itu tujuanku, dan harapanku untuk menjadi itu belum berubah bahkan
sekarang.—Tapi, Tannin-ossan memberitahuku. Bahwa akan sangat disayangkan kalau
menjadikan itu sebagai tujuan akhirku. Jadi, aku memikirkan sedikit tentang
itu, tapi kupikir sia sia saja kalau hanya menginginkan harem biasa. Aku ingin
menciptakan harem dengan kemampuan yang tak kalah pada siapapun dan sangat kuat
dalam Game juga.”
Buchou mendengarkan kata kataku dan menampakkan ekspresi
sangat terkejut, namun dia segera tersenyum.
“Sepertinya kamp pelatihan musim panas berhasil. Menemui para
Iblis lain di Dunia Bawah sepertinya telah menjadi nilai tambah bagimu. Kita
berdua sepertinya telah belajar dan maju dengan pesat.”
Ya! Aku sudah berjuang keras!
Tiba tiba, Koneko-chan muncul disana........dan duduk di
pangkuankuuuuuuuuuuuu!?
Aku tak memahami apa yang sedang terjadi, tapi – Koneko-chan
duduk di atas pangkuanku dan mengedut ngedutkan telinga kucingnya.
“K-Koneko-chan........?”
Aku dengan kikuk menatap wajahnya, dan kemudian,
“Nyan♪”
Dia tersenyum dengan lebar di wajahnya. Ya. Dengan hal itu
saja, otakku terasa melayang.
Mata Asia langsung berair, Buchou cemberut dengan
menyipitkan matanya, dan Akeno-san mengeluarkan tekanan dengan wajah tersenyum
sunyi, namun......
Ya! keimutan adalah keadilan!
Seperti ini, kereta bergerak ke dunia manusia tempat kami
tinggal—
Waktu di Dunia Bawah terasa sangat menyenangkan. Itu liburan
musim panas yang kupikir tak akan kulupakan untuk seumur hidupku.
Usai kereta tiba di wilayah bawah tanah di sisi dunia manusia,
aku meregangkan tubuhku.
“Oke, kita telah tiba, kita telah tiba. Baiklah, mari kita
pulang, Asia—“
Saat aku menoleh ke arah Asia, seorang lelaki misterius
dengan wajah tampan tengah mendekati Asia.
“Asia Argento........kita akhirnya bertemu.”
“U-Umm.......”
Asia nampak bingung. Ini gawat! Apa dia orang mesum!? Takkan
kubiarkan kau menyentuh Asia-chan ku meski hanya seujung jari!
“Hei hei hei! Urusan apa yang kamu punya dengan Asia!?”
Aku datang diantara mereka! Namun, si lelaki tampan
misterius mempertanyakan Asia dengan ekspresi tulus.
“.....Jadi kamu sudah melupakan aku. Kita pernah bertemu
pada waktu itu.”
Si lelaki tampan – tunggu, aku pernah melihat dia entah
dimana sebelumnya. Si lelaki tampan itu tiba tiba membuka dadanya dan
memperlihatkan bekas luka besar disana. Itu bekas luka yang dalam. Mata Asia
terbuka lebar saat menyaksikan itu.
“—Luka itu, jangan jangan...........”
Asia? Kamu mengingat dia?
“Ya, wajahku saat itu tidak bisa terlihat, namun aku adalah
Iblis dari waktu itu.”
“—“
Asia menjadi terdiam membisu oleh kata kata itu.
“Namaku adalah Diodora Astaroth. Waktu itu kamu tak bisa
merawatku sampai poin dimana bekas lukanya masih tersisa, namun hidupku
terselamatkan karena Sacred Gearmu.”
Aku pernah mendengar tentang masa lalu Asia. Dia telah
dianggap sebagai Penyihir karena tak sengaja menyelamatkan seorang Iblis.
--Itu benar, dia adalah Iblis yang menjadi penyebab
diusirnya Asia dari Gereja.
“Diodora? Kamu Diodora, kan?”
Buchou nampaknya mengenali dia......Ah, aku ingat, dia
berada di pertemuan dengan para Iblis muda! Iblis Kelas Tinggi tampan dari
waktu itu! kupikir dia berasal dari keluarga Beelzebub masa kini!
Diodora dengan lembut mengambil tangan Asia dan menciumnya!
B-brengsek kau, kau pikir apa yang kau lakukan pada Asia!?
Aku hendak memisahkan mereka berdua, namun tanpa peduli
tentang itu dia berbicara pada Asia.
“Asia, aku datang untuk menemuimu. Aku minta maaf karena tak
bisa menyapamu pada pertemuan itu. Tapi, kupikir pertemuan diantara aku dan
dirimu adalah takdir.—Aku ingin kamu menjadi istriku. Aku mencintaimu.”
--Dia telah melamar Asia tepat di hadapanku.
Musim panas yang panas telah mencapai akhir, dan musim gugur
yang kemungkinan akan sangat lama baru saja dimulai.
Kata Penutup
Kalau media meluas, saya ingin membuat lagu lagu karakter
dengan payudara dari tiap tiap nyanyian para heroine.
Tsundere yang telah lama dinanti oleh para pemirsa telah tiba (Yakni, dalam payudara Asia).
Lama tak jumpa. Ini Ishibumi. Lebih banyak kenakalan sudah
dilakukan lagi nampaknya.
Cerita telah sampai sejauh ini hanya dengan payudara sebagai
material. Bahkan saya sendiri kaget.
Bahkan sampai poin dimana Ise telah menjadi protagonis yang
memperkuat dirinya seperti Super Sa*yan dan Ba*kai dengan menyentil payudara.
Kalau saya pikirkan itu lagi, Ise marah besar saat payudara Rias hendak dibagi
dua, bukan?
Tentang Bilingual.......saya jadi muak saat memikirkan itu.
Jilid 5 adalah buku paling tebal sejauh ini, namun kata
penutupnya sendiri juga panjang sampai saya bisa mengobrol lepas disini. Ada
banyak spoiler yang disebutkan disini juga, jadi mohon bacalah sisa Jilid ini
dulu.
“- Karakter Karakter baru dan Dunia Bawah”
Baiklah, para karakter baru kali ini adalah monster Naga dan
si nomor satu dari para Iblis muda, namun saya berencana agar Tannin dan
Sairaorg memainkan peran aktif mulai dari saat ini, jadi mohon nantikanlah
mereka.
Rekan rekan Vali terungkap satu demi satu juga. Onee-san
Koneko “Kuroka”, Pengguna Pedang Suci Misterius. Apa masih ada lagi yang lain?
Itu rahasia untuk masa depan.
Pandangan dunia telah meluas di Jilid sebelumnya, tapi saya
juga ingin menggambarkan secara rinci tentang industri para Iblis di cerita
utama, jadi kali ini saya mendeskripsikan itu. Dari sejak awal, saya membuat
aliansi Tiga Kekuatan Besar demi kelompok Gremory versus Tim Vali dan untuk
Rating Game diantara para Iblis muda.
Saya juga bergerak maju sembari berfokus pada itu mulai dari
sekarang, dan saya ingin berbicara tentang hal hal seperti pandangan dunia dan
setting diantara setiap jeda.
Karena, pada akhirnya, kisah utama ini adalah kehidupan anak
SMA dan komedi romantis dari pertumbuhan Ise dan yang lainnya.
Namun, membuat pandangan dunia dari Dunia Bawah itu cukup
menantang. Karya ini adalah fantasi masa kini. Jepang masa kini juga menjadi
panggung di dunia ini. Harus membuat dunia yang sama sekali berbeda dari itu
sangatlah sulit.
“-Koneko dan para anggota klub”
Setting dari Koneko yang merupakan nekomata telah
didiskusikan diantara saya dan Editor-san dari permulaan seri. Peluang itu lama
sekali tak datang, dan identitasnya tetap menjadi misteri selama setahun lebih,
namun ban itu akhirnya dicabut kali ini.
Dengan ini, semua anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib telah
membuka masa lalu dan identitas sejati mereka. Sekarang saya merasa saya hanya
perlu menunjukkan bagaimana mereka tumbuh setelah itu. Semua orang memiliki
sesuatu yang mereka bawa bersama mereka, namun saya ingin membuat mereka
melewati semua itu bersama Ise.
Saat menulis tentang Klub Penelitian Ilmu Gaib, saya punya
kebiasaan untuk membuat pasangan. Misalnya, Rias-Buchou dan Akeno-san adalah
“duo Onee-sama”. Mereka berdua sering berantem satu sama lain sejak Jilid 4,
namun ini lantaran saya menulis mereka sebagai “duo Onee-sama” yang bertanding
memperebutkan Ise.
Jadi Xenovia telah menjadi duo bersama Asia. Pertemuan
pertama mereka memang buruk sekali, namun sekarang mereka adalah teman karib.
Saya ingin menetapkan sebuah pertemanan dekat untuk Asia dan untuk Xenovia,
jadi saya berpikir untuk membuat dua orang yang berkaitan dengan Gereja ini
menjadi duo.
Rekan Koneko-chan adalah Gasper, aka Gya-kun dan Gyasuke.
Duo siswa kelas satu. Mereka pasangan aneh dengan seorang loli berlidah tajam
dan anak laki laki hikikomori cross dress, namun mereka berdua kouhai yang
manis, jadi saya berharap semua pembaca mencintai mereka juga.
Yang terakhir adalah geng cowok. Ise dan Kiba. Dalam cerita,
Kiba secara aktif menggoda Ise.
As disini adalah Kiba tak peduli bagaimana kalian
melihatnya. Sampai Jilid 5, rasio musuh yang dia kalahkan adalah kelas top
diantara para anggota klub. Ise adalah karakter utama, jadi dia pasti akan
menjadi sangat kuat di masa depan. Saya juga ingin Kiba menjadi tak kalah
kuatnya sebagai partner yang menjaga punggung Ise. Saya pribadi, saya ingin
membuat dia memainkan peran aktif sebagai karakter utama belakang, mengikuti
Ise dan Rias. Yang pasti, dia orang yang gampang ditulis dalam pertarungan.
Terakhir adalah Azazel-sensei. Dia tiba tiba menunjukkan
cara cara bertarung yang tak seorangpun pikirkan pada para anggota klub, dan
menampilkan dirinya sebagai Guru yang bertanggung jawab. Kali ini dia tak
bertarung secara langsung, namun meskipun demikian kalau jumlah pembaca yang
menyukai sensei bertambah, aku akan senang.
Sekarang, ada banyak kecemasan tentang siapa yang akan
menjadi bidak [Benteng] yang tersisa, namun itu sesuatu untuk dinantikan di
masa depan. Saya pikir itu akan muncul pada tahun depan.
Berikut adalah sebuah poin tentang sampul depan jilid 5.
Saat kalian mengelupas pembungkus dan melihat sampul depannya, ***Koneko-chan
itu......
“-Rating Game”
Kisah Jilid 5 berfokus pada Koneko dan Saji. Saya terutama
senang tentang menulis kisah kali ini karena saya sudah merencanakan
pertarungan ini sejak saya pertama menciptakan Saji. Karena saya ingin Ise
dikalahkan setidaknya sekali dan saya berpikir bahwa Saji adalah satu satunya
yang layak mengisi peran itu.
Saya ingin memberi Ise cobaan berat di jilid dia mencapai
Balance Breaker. Saya ini penulis yang kejam, bukan!?
Ada banyak karakter jenius dalam kisah ini, namun meskipun
demikian saya berpikir kalau saya juga ingin mengeluarkan karakter tipe-pekerja
keras. Ise dan Saji adalah tipe pekerja keras. Saya tak ingin menulis seperti
kalian tak bisa berhasil kalau kalian tak berbakat. Karena saya biasanya
mendapati kalau kerja keras selalu terbayar. Inilah tema sampingan kali ini.
Saya sebenarnya berpikir tentang medan tempur dan taktik
dalam pertarungan Rating Game, tapi karena karya ini adalah komedi romantis,
saya berpikir kalau mereka tak seharusnya tiba tiba mulai memainkan Game, jadi
saya memulai dengan menekankan karakter dan pandangan dunia lebih dulu. Masih
ada lebih banyak Game yang akan datang di masa mendatang.
Ngomong ngomong, apa kalian sadar? Para anggota yang mundur
dan para anggota yang tersisa dibalikkan dari pertarungan Phenex.
“- Iklan”
Ini agak terlambat, tapi ini ada iklan. Cerita singkat telah
mulai dimuat di Dragon Magazine edisi bulan November ini!
Sebelum itu, semua anggota klub wanita juga muncul di poster
baju renang ecchi (Buchou dalam baju renang tali) + Cerita singkat di edisi
September, namun pengumumannya lambat. Saya benar benar minta maaf.
Bagi para pembaca yang hanya membeli jilid, kalian mungkin
tak familiar dengan cerita cerita singkat itu, tapi kebanyakan itu berisi para
karakter dalam situasi penuh lelucon dan ero-momen.
Penjualan cerita cerita singkat masih tak pasti, jadi mohon
bacalah yang anda inginkan.
“- Bagi pembaca sekalian”
Terima kasih banyak untuk semua dukungan kalian! Berkat
kalian, serial ini telah berjalan dengan baik. Sepertinya ini akan berlanjut
untuk waktu yang lama, jadi mohon kerjasamanya. Saya ingin mencapai jilid
sepuluh apapun yang terjadi.
Saya juga sudah menerima banyak surat pembaca sejak jilid 4,
ada banyak komentar mengenai Akeno-san. Apa semua orang jatuh cinta pada
Akeno-san di jilid 4, entahlah? Saya juga menikmati menulis Akeno-san sejak
jilid 4. Perhatikanlah duo onee-sama ero ero itu mulai dari sekarang. Tentu
saja, Asia dan Koneko-chan juga akan memainkan peran aktif.
“- Tentang saya”
Berkat ini, saya bekerja keras setiap hari. Punggung bawah
saya, yang menderita encok saat di awal musim semi, masih dalam rehabilitasi,
tapi sekarang sudah tak apa apa. Kesehatan itu nomor satu. saya juga sudah
mulai meminum aojirou. (Jus sayuran yang dibuat dari dedaunan hijau).
“- Terima kasih dan mengenai jilid berikutnya”
Saya ucapkan terima kasih pada Miyaa-Zero-sama dan
Editor-H-sama, karena akhirnya telah berhasil melampaui lima jilid.
Kapanpun saya melakukan obrolan-oppai-oppai pada Editor-san,
selalu “payudara ini” dan “payudara itu”. Saat kami pergi ke restoran yakiniku
bersama, kami juga bertengkar “Oppai-oppai”.
Saya sudah mengubah dan mengkoreksi adegan sedotan jari
Akeno di jilid 3, dan sebetulnya saya juga sudah mengkoreksi adegan Akeno-san
di jilid 4. Saya ingat bagaimana cara menggunakan Akeno-san di jilid 5, jadi
tak ada hubungannya kali ini.
Kali ini saya juga ingin lakukan “Ise memperkuat diri dengan
menghisap payudara Buchou!”, tapi karena saya tak bisa menulis yang terlalu
jauh dari koleksi fantasia, saya buat menyentil saja.
Namun, Editor-san lah yang mengatakan hal absurd itu lebih
dulu, meminta “Mohon masukkan material-ero dalam adegan pertarungan” di jilid
2. Memikirkan itu “Saya pikir itu tak masalah”, saya menulis dan mengirim
perkembangan bodoh dimana pakaian para gadis dimusnahkan. Berpikir kalau mereka
pasti akan menolaknya, saya justru diberitahu “Ini yang terbaik! Ini dia!” dan
diberi OK dalam sekejap. Inilah kisah rahasia dari penciptaan Dress Break. Saya
senang Dress Break bisa terlahir. Dukungan dari para pembaca juga sangat
tinggi. Konsekuensinya, penulis dan editor jadi sama sama ero.
Namun, saya akhirnya sudah mencapai poin berbicara dengan
payudara, tapi.......akan jadi apa karya ini nantinya?
Dan Miyama-Zero-sama. Saya minta maaf dengan tulus karena
selalu mengeluarkan karakter dan setting absurd. Tapi, saya sudah terisi dengan
emosi dari ilustrasi menakjubkan anda di tiap tiap jilid. Kesempurnaan warna
gambar monokrom anda begitu tinggi sampai membuat saya gemetar dan berteriak
“Hebat, hebat!” setiap waktu. Bagi para pembaca, saya mohon, bacalah cerita
cerita singkatnya juga. sekedar melihat ilustrasi Miyama-Zero-sama di cerita
cerita singkat membuat mereka sangat enak dinikmati. Dengan kisah dimana Buchou
menjadi gadis kecil dan yuki-onna yang atraktif, kalian tak akan lelah
melihatnya.
Ilustrasi depan dengan armor Ise dan armor Vali di jilid 4
benar benar menakjubkan. Saya senang adegan transformasi telah dibuat, dan saya
tanpa sadar memberikan pose keren saat melihatnya.
Itu sudah jelas, tapi saya selalu sangat percaya kalau High
School DxD telah berhasil sampai sejauh ini bukan hanya oleh kekuatan saya,
tapi juga berkat bantuan yang saya dapatkan dari Miyama-san dan Editor-san dari
sejak awal.
Saat saya berpikir tentang hal itu, saya berhasil sampai
sejauh ini, tapi sepertinya itu masih akan terus berlanjut untuk waktu yang
cukup panjang, jadi mohon lanjutkanlah dukungan kalian!
Jilid selanjutnya adalah mengenai Asia. Berakhir dengan ending yang hebat di akhir jilid 5, namun itu akan menjadi semakin serius di jilid 6. Jilid dari semester sekolah kedua mungkin menjadi lebih panjang dari jilid di semester pertama, tapi mohon lanjutkanlah dukungan kalian!
Catatan Penerjemah dan Referensi
Jump up ↑
Ukuran kamar di Jepang biasanya diukur dengan jumlah tikar lantai tatami yang
bisa dimasukkan kedalamnya.
Jump up ↑
Maksudnya "Double Faced" (Orang bermuka dua).
Jump up ↑
Tsukkomi artinya "Penjawab Pedas".Biasanya ada di Stand Up Comedy ala
Jepang.
Jump up ↑
Huruf "He" bentuknya seperti ini へ,terlihat
seperti wajah orang cemberut dengan mulut ditekuk kebawah kan?.
Jump up ↑
Honshu adalah Pulau terbesar di Negara Jepang. Kira kira sedikit lebih kecil
dari pulau Jawa.
Jump up ↑
Disini Ise gugup sambil mengubah kata "aku"(おれ)
yang lebih ego menjadi "saya"(ぼく) yang
terdengar lebih sopan.
Jump up ↑
Urashima Taro adalah dongeng kuno Jepang, karakter Taro yang setelah
menghabiskan tiga hari di istana bawah laut, mendapati kalau 300 tahun telah
berlalu di dunianya.
Jump up ↑
Infonya lihat disini http://en.wikipedia.org/wiki/Bish%C5%8Djo_game.
Jump up ↑
Ini adalah nama panggilan untuk Gasper, yang menggabungkan bagian pertama
namanyaギャー dengan kanji助, yang
akhirnya terbaca “suke”. Kanji sebenarnya bermakna “Bantuan” atau “Bimbingan”,
tapi aku nggak paham berapa signifikannya ini.
Jump up ↑
Kata panggilan umum untuk “Paman” yang biasanya sudah paruh baya.
Jump up ↑
Sebenarnya versi Jepang dari teriakan ala hewan buas yang digunakan oleh
Tarzan.
Jump up ↑
”Flag” itu istilah dalam Visual Novel/Eroge dimana si pemain mendapati event
yang meningkatkan hubungan mereka dengan heroine dalam game. Juga ingat kalau
maksud Ise adalah ‘gadis gadis’ dalam khayalannya disini.
Jump up ↑
Secara harfiah artinya “Sihir hitam” atau “Tenung” dalam bhs. Indonesia.
Youjutsu adalah jenis sihir yang hanya eksklusif bagi Youkai.
Jump up ↑
Senjutsu, secara harfiah artinya “Ilmu sihir” atau “Rahasia Keabadian”, adalah
bentuk sihir yang berkaitan dekat dengan tubuh. Sennin, secara harfiah artinya
“Penyihir Pegunungan Abadi”, adalah pertapa yang mampu memakai senjutsu,
sehingga mampu memperpanjang rentang hidup mereka.
Jump up ↑
Youkai adalah istilah umum untuk “siluman” dalam bahasa Jepang. Ada beragam
jenis dan spesies.
Jump up ↑
Nekomata : Siluman Kucing mistis berekor dua. Sebuah spesies Youkai.
Jump up ↑
sub-spesies langka dari nekomata.
Jump up ↑
Ayam bakar.
Jump up ↑
”Danna” dalam hal ini berarti “Tuan”, seperti pada Raiser Phenex.
Jump up ↑
”Nya” atau “Nyan” sama dengan “Meong” dalam bahasa Jepang. Yang sering Kuroka
tambahkan di akhir kalimatnya
Jump up ↑
Maksudnya “Scouter” pada Dragon Ball yang bisa membaca kekuatan dan level
energi lawan.
Jump up ↑
Awan emas yang dipakai Son Goku untuk terbang dalam “Journey to the West”
Jump up ↑
Tongkat yang digunakan oleh Son Goku, yang bisa memanjang dan memendek sesuai kehendaknya.
Jump up ↑
Ini mengacu pada rekan rekan Son Goku, Zhu Bajie dan Sha Wujing, dalam cerita
“Journey to the West”.
Jump up ↑
Nama alternatif Jepang untuk Zhu Bajie dan Sha Wujing.
Jump up ↑
Wakil Presiden Klub; maksudnya Akeno.
Jump up ↑
Secara tertulis, maksudnya kanji yang digunakan adalah冥界猫,
yang berarti “Kucing Dunia Bawah”, dimana kalau dibaca dalam frase Inggris ヘルキャット(Kucing Neraka).
Jump up ↑
Naginata adalah pedang Jepang tradisional dalam bentuk tongkat dengan pisau
melengkung di bagian ujungnya. [Link]
Jump up ↑
Kanji disini tertulis sebagai “Mirror of Recollection”. Kemungkinan, nama
Inggrisnya adalah referensi dari Cerita Alice “Through The Looking Glass” oleh
Lewis Caroll.
Jump up ↑
Kata yang dipakai disini sebenarnya "こもった一撃",
yang berarti “pukulan berat/terisi dengan (sesuatu)”. Karena ini frase yang
terdengar aneh, jadi kupakai kata “Pukulan keras” yang lebih gampang dipahami.
Jump up ↑
Kanji yang digunakan beserta nama Inggris ini adalah "乳語翻訳",
yang berarti “Terjemahan Bahasa Payudara” LOL.
Jump up ↑
Meditasi yang biasa dilakukan para biksu untuk mengusir segala pikiran dan
emosi negatif. Dilakukan dengan duduk bersila dan menenangkan diri selama
berjam jam (kadang berhari hari).
Jump up ↑
Meski mungkin teman teman sudah tahu semua, kata “tsundere” adalah gabungan dua
kata “tajam/pedas” dan “penuh cinta”, dengan kata lain seseorang yang kasar dan
dingin di permukaan namun terkadang menunjukkan perasaan penuh cinta mereka.
Jump up ↑
Indra, yang nama Jepangnya adalah “Taijakuten” (帝釈天),
adalah pemimpin Dewa Dewa atau “Devas” dalam mitologi Hindu. Dia juga muncul
dalam Buddhisme sebagai Dewa “Śakra”.
Jump up ↑
Gunung Sumeru adalah nama dari “Gunung-Pusat-Dunia” yang muncul dalam mitologi
Buddha. Ia juga muncul dalam Hinduisme, dibawah nama pendek “Mt. Meru”.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar